Space

black_white_photography_ring

Author : Primrose Deen

Cast : Park Chanyeol, Katherine Rose

Genre : Romance

Rating : Teenager

Length : Drabble

***

Apakah aku sudah pernah mengatakan bahwa Chanyeol memiliki sebuah hobi unik; memberi kejutan tanpa kenal waktu?

Seperti saat itu, ketika ia tiba-tiba datang ke kelasku, duduk di bangku sebelah, dan mengikuti kuliah hingga selesai, padahal beberapa menit yang lalu ia mengatakan bahwa ia mungkin baru bisa menemui aku beberapa minggu lagi.

Atau ketika ia tiba-tiba berubah menjadi seorang pengantar makan siang ke laboratorium tempatku bekerja, lengkap dengan secarik kertas berisi kalimat-kalimat sederhana yang membuatku hampir lupa caranya untuk berhenti tersenyum.

Special lunch a la Park Chanyeol: fried sausages and veggies!

P.s. kau mungkin sudah bosan dengan masakan ini. Tapi kau tahu sendiri bahwa ini adalah satu-satunya masakan yang bisa kumasak dengan penuh percaya diri.

Seperti hari ini, langit sore turut memberi kejutan. Setelah awan mendung menggantung selama beberapa saat di langit kelabu, hujan turun tanpa meminta izin. Menyebabkan kami berdua harus rela mampir ke serambi toko yang sudah tutup lebih awal untuk berteduh.

Langit kelabu yang tadinya masih sedikit cerah, kini perlahan-lahan berubah semakin gelap. Lampu-lampu taman dan lampu di tepi jalan mulai menjadi pelita untuk melawan lunturnya kecerahan langit.

Angin yang sejak tadi bersembunyi di antara pepohonan, kini seakan-akan mulai unjuk gigi secara bersamaan, mengusik kulit hingga menembus tulang. Menimbulkan hawa dingin di sekujur tubuh yang tak terbalut jaket tebal.

Aku mengembuskan angin buatanku—yang tentunya terasa lebih hangat—ke antara jemariku.

Seperti tamu tak diundang, Chanyeol berceletuk dengan pertanyaannya,“Kate, menurutmu, mengapa Tuhan menciptakan jarak di antara jemarimu?”

Aku menarik napas dan mengembuskannya perlahan, mulai mengendus keganjilan. Aku tak mengerti mengapa Chanyeol harus memberi pertanyaan yang jawabannya banyak beredar di lirik-lirik lagu atau kata-kata di internet ini. Dan kenapa ia tiba-tiba menanyakan hal semacam ini?

“Agar kau bisa meletakkan jemarimu di antara jemariku?” Akhirnya aku tetap menyahut, walau dengan setengah hati.

Kedua sudut pipi Chanyeol terangkat, menyebabkan kedua matanya sedikit mengecil. Pun kedua sisi matanya melengkung. Ia menahan tawa di ujung bibir tipisnya, seraya menggeleng-geleng. Lesung pipinya menampakkan diri di pipinya yang sedikit basah karena air hujan. “Kau pikir aku laki-laki apa? Memberi pertanyaan dengan jawaban sepasaran itu.”

Aku mengangkat alisku tinggi-tinggi hingga menghilang di balik poniku yang kupotong pendek dengan sama rata.

“Lalu?”

Chanyeol merapatkan jarak di antara kami dengan menggeser tubuhnya mendekat kepadaku. Tangannya merogoh sesuatu dari celana ripped jeans yang akhir-akhir ini ia pakai lebih sering daripada biasanya.

“Jawabannya adalah…”

Sesuatu berukuran kecil memantulkan cahaya lampu jalanan yang temaram.

“…agar cincin ini bisa terpasang di jari manismu.”

***

 

Siapa yang kepengin dilamar Chanyeol kaya gini? LIFE GOAL.

Yang mau mampir, rumah saya selalu terbuka untuk siapa pun. \o/

Primrose Deen

 

 

2 thoughts on “Space

  1. drabble yg ngena bgt…astaga smiling like an idiot gini bacanya…eh ralat, smiling like park chanyeol deh😂😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s