It’s Me – When See You Again (Chapter 2-Thunder)

IT’S ME – WHEN I SEE YOU AGAIN

Author                        : Sesil_HappyChan

Genre              : Romance, Drama, Friendship, Bromance

Rating             : PG-16

Length                        : Chapter

Main Cast       : Park Chanyeol as Chanyeol

                        All Member EXO

                        Kim Rara

                        Wu Yi Fan/Kris as Lee Min Hyuk

                        Baekho (Nuest) as Kang Young Hyun

                        Jiyeon (T-Ara) as Ji Eun

                        V (BTS) as Ho Joon

                        Park Hyun Seok as Kim Woo Bin

 

DON’T BE PLAGIATHOR !!!

 

 

Thunder
Kedua mataku dibutakan seketika

Oleh silaunya cahaya dari sebuah kenangan

Dan kau, berada di tempat yang tak bisa kuraih

–Kim Rara–

 

———————————————-

 

 

 

Kim Rara ‘pov

Aku berlari menyusuri koridor sekolah, berusaha untuk tidak menarik perhatian orang-orang, tapi sepertinya itu tidak berhasil.Suara hentakan kakiku cukup keras, hingga membuat beberapa murid yang sudah berada di kelas menoleh ke arahku saat aku berlari melewati kelas mereka.

Kamera CCTV itu mungkin sedang menyorotku sekarang, seorang petugas pasti akan langsung mengumpat begitu melihatku berlari seperti dikejar-kejar hantu. Ada larangan bahwa para siswa tidak boleh berlari-lari di koridor sekolah, peraturan semacam itu tercetak dalam bentuk reklame kecil dan terpajang dibeberapa tempat.

Tiba-tiba saja aku teringat dengan kejadian tadi, saat aku melakukan aksi seperti David Belle dalam film district 13. Entah kenapa rasanya puas sekali mengerjai orang itu. Bagaimana bisa dia tidak mengenaliku setelah apa yang dia lakukan padaku dulu? Aku saja yang melihatnya sejak pertama kali debut langsung bisa menebak kalau itu adalah dia.

Dari cara dia memandang orang asing seperti tadi, kupikir dia sama sekali tidak berubah, terlebih dengan sifatnya yang masih sama sejak terkakhir kami bertemu 12 tahun yang lalu. Kebiasaannya yang sering mengumpat dan mudah marah itu aku yakin akan menjadi satu-satunya masalah dalam hidupnya nanti. Sorot matanya yang tajam dan kenarsisannya itu benar-benar membuat orang lain jengah.

Aku yakin tidak ada yang tau soal ini, karena tentu saja dia harus menjaga image baiknya kalau ingin namanya tetap bertahan dijajaran artis papan atas.Lalu bagaimana dengan teman-temannya? Dia tidak mungkin terus berpura-pura di depan temannyakan? Mereka selalu bersama hampir 24 jam, aku yakin merekapun sesekali juga ingin menjadikannya sasaran tinju dengan sifat dan mulutnya yang suka berbicara kasar itu.

“Hey! Apa yang kau lakukan?”

Seseorang menepuk bahuku.Yura berdiri di belakangku dan berhasil membuat jantungku hampir melompat keluar dengan tindakan jahilnya tadi.

Gadis bertubuh sama mungilnya denganku ini ternyata tidak ada bedanya denganku, sama-sama tukang pencari masalah. Melihatnya masih menggendong ransel di belakang punggungnya membuatku yakin bahwa Yura juga bangun kesiangan sama sepertiku. Ini karena semalam kami menonton konser disebuah club didaerah Hongdae sampai pukul 1 malam. Ahh, kalau aku tidak ingat harus masuk sekolah pagi ini, mungkin aku akan di sana sampai pukul 3 pagi—dan tentu saja itu tanpa sepengetahuan ibuku.

“Sepertinya kelas belum dimulai,” Kataku setengah berbisik.Aku terus mengintai melalui celah pintu yang sebagian terpasang kaca tembus pandang.

“Tentu saja, hari ini kan ada rapat guru.”

Aku menoleh mendengar ucapan Yura tadi.Anak ini, kenapa tidak bilang dari tadi sih? Membuatku ketakutan saja, hampir saja aku melewatkan jam istirahatku di toilet karena kupikir aku akan mendapatkan hukuman lagi.

“Kenapa berdiri saja disana, ayo masuk!”Suara Yura terdengar memerintah. Dia sudah berdiri satu langkah di depan pintu saat aku tanpa sadar masih berdiri di luar kelas.

“Hey Kim Rara!Kau terlambat lagi?” gadis dengan rambut model poni lurus itu menyambut kedatanganku dengan gayanya yang membuatku jengah.

Tidak ada yang salah dengannya, hanya saja melihat gaya Ji Eun membuatku benar-benar muak. Bagaimana tidak, lihat saja penampilannya yang sudah mirip seperti wanita jalang yang berkeliaran di sekitaran gang-gang kecil di wilayah antara Namdaemun Market ke Myeong Dong Market.Orang-orang menyebutnya ‘Red District’ di wilayah itu.

“Ya, dan maaf karena kau tidak akan melihat tontonan bagus lagi kali ini,” Sindirku saat aku menempati kursiku di deretan meja paling belakang.

Ji Eun nyengir dengan senyuman yang aku yakin dalam hati ia kecewa karena tidak bisa menyaksikan kemalanganku mengepel semua toilet di lantai tiga—lagi. Sial sekali membiarkannya mendapat bahan lelucon baru karena hukuman seperti yang kudapatkan kemarin.

Ji Eun memang gadis yang paling kurang kerjaan di antara teman-temanku yang lain. Bagaimana tidak?Sempat-sempatnya dia membuat gif dari hasil video yang diambilnya saat aku berubah menjadi babu di sekolah ini, lalu menyebarkannya melalui grup chat sekolah.Benar-benar kurang kerjaan, kenapa dia tidak urusi saja urusannya sendiri?Aku yakin masalahnya dengan pria yang bernama Jun Hoo itu masih belum beres.

Terakhir Jun Hoo bertindak bodoh dengan membuat keributan besar di sekolah, mengatakan akan bunuh diri dari atap gedung sekolah karena tidak mau putus dengan Ji Eun. Tindakan gila macam apa itu? Bukannya malah bagus kalau pria malang itu diputus, untuk apa mempertahankan gadis seperti Ji Eun ini?

Jun Hoo sebenarnya tidak jelek-jelek amat, dan poin bagusnya, dia adalah mahasiswa semester tiga.Seharusnya dengan hal itu dia mudah mencari gadis di kalangannya sendiri.Yang membuatku berpikir bahwa pria ini menyedihkan adalah karena dia sebenarnya tetanggaku sendiri, dan aku harus melihatnya setiap hari dalam kondisi menyedihkan seperti itu. Menyebalkan!

“Yah, kau bisa melakukannya lain kali,” Katanya dengan senyum menggoda saat Ho Joon berjalan melintas di depannya.

Ya Ampun gadis ini. Aku memutar bola mataku dan kembali duduk menghadap ke depan, mengabaikan Ji Eun yang menempati meja di sebelahku saat dia mulai mengoceh tentang betapa mempesonanya dia di hadapan Shin Hye—teman sebangkunya.

“Menjijikkan sekali,” komentar Yura setengah berbisik saat melirik Ji Eun.”Apa kau tau?Kemarin aku melihatnya berciuman dengan Seo Joon di belakang sekolah.Benar-benar gila gadis itu.”

“Memangnya kau pernah melihat dia waras?”

Yura terkekeh mendengar ucapanku.”Benar!Aku rasa dia sudah mengencani setengah dari semua laki-laki di sekolah ini. Lalu berapa banyak pria di luar sana yang sudah pernah ‘mencicipinya’? Mungkin dia bisa mendirikan museum dengan koleksi-koleksi mantan pacarnya itu.” Yura kembali terkekeh, membuatku menggindik ngeri karena apa yang dikatakannya tadi.

Aku memang tidak tau kepribadian Ji Eun yang sebenarnya.Apakah memang dia seperti yang dikatakan kebanyakan orang—yang suka ‘bermain’ dengan para lelaki—atau tidak, hal itu masih menjadi rahasia yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang di sekolah ini. Bahkan Shin Hye yang selalu mengekor kemana pun Ji Eun pergi belum tentu mengetahui seperti apa Ji Eun itu. Jadi aku tidak mau banyak berkomentar tentang gosip-gosip yang beredar.Aku memang tidak menyukainya tapi aku juga tidak begitu membencinya.

Aku mendengar Yura terkekeh, kali ini jelas bukan karena Ji Eun.Aku meliriknya dan melihat ponselnya sudah ada di genggamannya.Apa lagi sekarang?

“Coba lihat ini!” katanya sambil menyodorkan ponselnya ke arahku.

Dia memperlihatkan sebuah video yang diunggah dari orang yang memiliki akun bernama Ji Min. Video itu mempertontonkan aksi Baekhyun saat di atas panggung dengan tingkah konyolnya—seperti yang biasa dia lakukan saat menghibur di atas panggung.Lalu Yura kembali tertawa lagi, membuatku yang memang tidak seheboh dia—yang begitu mengidolakan EXO—tersenyum hanya karena melihat tingkahnya—bukan vidionya.

Aku lupa kalau Yura salah satu fandom EXO sejak pertama kali mereka debut.Aku yang memang tidak begitu mengidolakan mereka dengan senang hati mendengarkan Yura bercerita tentang betapa mempesonanya semua member EXO itu.Terutama Oh Sehun yang memiliki julukan Baby Hun karena dia adalah seorang maknae.

Yah, harus aku akui bahwa mereka sudah ‘menguasai’ setengah dari penduduk di Negara ini—bahkan mungkin juga di Negara lain—dan menarik perhatian banyak mata gadis tidak terkecuali aku.Meskipun aku tidak termasuk dalam fandom mereka bukan berarti aku tidak menyukainya.Aku hanya tidak segila dan seantusias Yura saat melihat mereka secara langsung. Dan kira-kira akan segila apa kalau Yura sampai mengetahui siapa yang aku temui pagi ini?

 

*****HappyChan*****

“Dengar!Kau tetap harus menemaniku datang diacara fan meeting malam ini!” katanya dengan menekan kata harus sebagai tanda bahwa aku tidak bisa menolak.

Aku yang berdiri di depannya saat mengantri mengambil jatah makan siang di kantin berusaha berbicara dengannya tanpa menarik perhatian orang-orang.Ucapan Yura tadi sudah cukup membuat gadis yang berdiri di depanku menoleh dengan kesal.

“Kita ada kelas nanti malam.”Aku mencoba mengingatkannya sekali lagi.Dan sepertinya Yura tetap tidak mau menyerah.

“Memang kau hidup hanya untuk belajar?Kau harus menikmati hidupmu juga untuk bersenang-senang.Jangan seperti Hye Mi yang sudah gila belajar, aku tidak mau punya teman seperti itu, membosankan.”

Mulut Yura ini memang sesekali harus di amplas, licin sekali bicaranya itu. “Kalau tidak mau berteman denganku ya sudah pergi sana. Kupikir Ji Eun akan menerimamu menjadi anggota gengnya,” Tandasku.

“Kau mau aku berdandan seperti itu?Bagus memang, tapi dia terlalu berlebihan.Aku tidak suka,” Katanya dengan sengit.

Unnie, kau cantik sekali hari ini.” kali ini Yura sedang berbicara dengan petugas di bagian kantin-mengabaikanku sebentar.Aku memutar bola mataku melihat kelakuannya.”Wajahmu terlihat cerah, apa kau menggunakan produk baru?”

Wanita berumur sekitar 30 tahun itu tersenyum malu-malu, menyangkal ucapan Yura tadi dan mengatakan kalu dirinya hanya melakukan perawatan kecil untuk wajahnya. Entah wanita itu terlalu polos atau bagaimana, apa dia tidak tau kalau Yura mengatakan itu karena maksud tertentu?

“Benarkah? Ahh, aku juga ingin melakukan perawatan,” Kata Yura dengan gaya sok imutnya. “Tapi Unnie, bisakah kau menambahkan nasinya lagi untukku? Aku melupakan sarapanku pagi ini.”

Nah kan, ketahuan apa maunya.

Aku menggeleng pelan melihat aksinya, dan berjalan lebih dulu meninggalkannya di belakang.

Aku menempati meja yang hanya dihuni dua orang siswi yang tidak kukenal.Dan disendokan pertamaku, kulihat Yura sudah duduk di depanku dengan nasi yang menggunung.”Dengar! Kau tetap harus menemaniku! Kau mau ibumu tau kalau semalam kau tidak mengikuti les dan malah pergi ke Hongdae?”

Aku menghela nafas frustasi.Tidak ada yang lebih menakutkan dari teriakan ibuku saat sedang marah.Aku tidak mau sampai hari kelulusan nanti kakiku dipasung dan tidak boleh pergi ke manapun selain ke sekolah.Dan pada akhirnya aku menggangguk pasrah, membuatnya bersorak hingga dua orang gadis disampingku menoleh.

 

*****HappyChan*****

Di persimpangkan di jalanan Seoul, beberapa orang berdiri di seberang jalan menunggu traffic light memberikan tanda untuk pejalan kaki menyeberang.Aku menunggu sambil memainkan ponselku, memeriksa akunku yang dipenuhi ocehan Yura tentang EXO.Dan ketika aku memeriksa berita, kabar baru tentang EXO juga membanjiri berbagai situs berita online.Malas untuk membaca lebih lanjut, kumasukkan ponselku ke dalam saku jaket berwarna abu-abu saat itu juga.

Saat kuedarkan pandanganku melihat sekeliling, papan billboard yang terpajang disebuah gedung di seberang jalan menarik perhatianku. Wajah orang itu terpampang jelas di sana—orang yang jelas kukenal, memperlihatkan berbagai macam ekspresi dari gambar gif yang terpajang di billboard, yang diakui oleh seluruh gadis bahwa dia adalah pria tampan yang mempesona. Park Chanyeol.

 

 

*****HappyChan*****

 

Note

Fandom—Fans Kingdom—adalah komunitas penggemar Idol korea

Red district di daerah Namdaemung Market dan Myeongdong Market  terdapat tempat-tempat karaoke dan massage parlor yang sebagian hanya dijadikan kedok bagi prostitusi yang dikemas dalam bentuk hardcore entertainment. Biasanya tempat itu berada di gang-gang kecil.

 

4 thoughts on “It’s Me – When See You Again (Chapter 2-Thunder)

  1. wah-wah.. gimana jadinya chingu? dua watak sama-sama keras kepala kalo nanti di gabungin?? jadi rara itu ceritanya non exo-l? pasti seru..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s