It’s Me – When I See You Again (chapter 4 – The star)

IT’S ME – WHEN I SEE YOU AGAIN

Author            : Sesil_HappyChan

Genre              : Romance, Drama, Friendship,  Bromance

Rating             : PG-16

Length            : Chapter

Main Cast       : Park Chanyeol as Chanyeol

                          All Member EXO

                          Kim Rara

                          Wu Yi Fan/Kris as Lee Min Hyuk

                          Baekho (Nuest) as Kang Young Hyun

                          Jiyeon (T-Ara) as Ji Eun

                          V (BTS) as Ho Joon

                          Park Hyun Seok as Kim Woo Bin

 

DON’T BE PLAGIATHOR !!!

Happy reading^^

 

The Star

Kau terlalu jauh.

Aku melihatmu, tetapi aku tidak dapat menangkapmu

[EXO]

–Kim Rara–

——————————————————————————-

Rara POV

Aku mendengar jeritan, teriakan dan sorakan disertai tepuk tangan saat mereka—EXO—memasuki Stage. Yura, yang duduk di sebelahku tidak kalah hebohnya dengan pengunjung lain. Aku hanya meliriknya sekilas dan melihat betapa bahagianya dia saat ini. Lebih bahagia dari saat dia mendapatkan nilai 90 disemua mata pelajaran, lebih bahagia saat dia mendapatkan tiket geratis nonton ke bioskop, mungkin juga lebih bahagia saat dia mendapatkan uang saku lebih, atau malah lebih bahagia dari mendapatkan seorang pacar?

Gadis di sebelahku menjerit dan mulai menangis saat anggota EXO menyapa penggemar. Kenapa tiba-tiba gadis ini menangis? Berlebihan sekali. Aku benar-benar tidak habis pikir. Yah, tapi aku bisa memakluminya, tidak ada yang lebih membahagiakan dari saat kita akhirnya bertemu dan berkesempatan untuk berbicara dengan idol secara langsung—yang siang dan malam menjadi satu-satunya penghibur disaat strees karena memikirkan pelajaran sekolah.

Aku mendengar sang Leader—Suho—berbicara dan menyapa penggemar yang memenuhi gedung. Dalam hitungan detik saja gedung ini sudah berubah layaknya tempat pemakaman, tenang—tidak ada lagi jeritan—hanya suara Suho saja yang terdengar. Dia sudah menguasai hampir seluruh penghuni di gedung ini. Semua mata tertuju padanya—termasuk aku, saat dia berbicara dengan cukup sopan dengan penuh rasa percaya diri.

Aku masih ingat saat pertama kali menonton Showcase mini album ‘MAMA’. Saat itu Suho masih malu-malu untuk berbicara. Dia begitu hati-hati dengan ucapannya, dan terlihat gugup saat berhadapan dengan penggemarnya yang sudah beribu-ribu. Tidak hanya Suho, tapi member lain kurasa juga sama gugupnya saat itu.

“Rara, coba kau lihat. Manis sekali Sehun Oppa hari ini.” kata Yura, yang aku yakin dia sedang meredam keinginannya untuk menjerit saat ini. “Ya Tuhan, itu Chanyeol,”

Aku mengikuti arah pandangannya saat menunjuk ke tempat duduk Sehun. Rambutnya kali ini berwarna abu-abu gelap dengan sentuhan sedikit warna blonde. Aku suka warna itu, membuatnya terlihat cerah dengan kulitnya yang memang sudah seputih susu sejak dulu.

Kulihat dia sedang berbicara dengan Chanyeol—tidak lama, tapi itu cukup membuatnya terhibur hingga Sehun tersenyum dan menunduk menyembunyikan wajahnya. Lalu ia kembali fokus menghadap ke penggemarnya, membiarkan Chanyeol yang membalikkan badan untuk menenggak botol air minum.

D.O yang duduk di sisi kiri Sehun lagi-lagi memasang ekspresi yang membuatku ingin menarik pipinya. Dia hampir terlihat tidak pernah tersenyum di beberapa situasi, tapi itu memang ciri khasnya. Dan aku penasaran apakah dia juga seperti itu saat dorm atau tidak.

Lalu mataku tertuju kepada Chanyeol lagi. Aku langsung berdecak begitu melihatnya tersenyum menyebarkan virusnya. Hah! Benar-benar menyebalkan. Aku tidak tau kenapa dia bisa tidak mengenaliku. Apa mungkin aku sudah banyak berubah? Yah, itu mungkin saja.

Apa aku harus menyapanya lebih dulu? Mengatakan kalau aku adalah Kim Rara, anak yang sering diganggunya dulu. Tapi kalau aku melakukannya bukankah dia malah semakin besar kepala? Dikira aku tidak bisa melupakannya. Atau malah dia akan mengira kalau aku sengaja mencari perhatiannya dan mendekatinya karena dia sudah menjadi orang terkenal? Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mau menyapanya lebih dulu, lagipula dia itu sangat menyebalkan. Untuk apa membuatnya ingat denganku lagi, mungkin dia sudah lupa.

 

*****Creepers-HappyChan*****

“Gantian ya? Aku sudah tidak tahan lagi nih.”

Tanpa menunggu jawaban dariku, Yura sudah menghilang dari peredaran. Dia menghilang di antara kerumunan orang-orang yang mengantri meminta tanda tangan. Huh! Siapa suruh sebelum masuk tadi minum dua botol minuman, sekarang tau rasa dia.

Aku melirik barisan di depanku. Setelah dua gadis ini, giliranku untuk berhadapan dengannya. Kenapa rasanya lebih menakutkan dari saat berhadapan dengan Park Hoo ya?

Aku semakin was-was saat barisan di depanku semakin menipis. Lalu aku mendengar suara Chanyeol saat dia mulai berbicara dengan gadis itu.

“Hallo, siapa namamu?”

“Ahn Na Young,”

“Ahhh, Ahn Na Young.”

Oppa, kau bisa merekomendasikan film apa yang bagus untuk kutonton?”

“Hmm, Kau suka film romantis?”

“Ya.”

“Kalau begitu cobalah menonton It Can’t Get Any Better Than This atau Something’s Gotta Give. Itu adalah film favoritku.”

“Ahhh, Kamsahamnida Oppa.”

Ne, belajarlah yang rajin.”

Kulihat gadis itu berjalan pergi. Wajahku masih setengah tertutup lembaran foto yang kupegang, menyisakan kedua mataku yang terus menatapnya.

Begitu kuturunkan kedua tanganku—membiarkan wajahku terekspos—dia terlihat terkejut. Hanya dari ekspresinya aku bisa menduga kalau dia mengenaliku, bukan sebagai anak kecil yang sering diganggunya dulu melainkan seorang gadis yang berani meletakkan kakinya di punggung seorang member Idol.

Dia tersenyum, “Siapa namamu?” tanyanya.

Aku tidak langsung menjawab. Masih berdiri diam sampai aku mendengar dua gadis di belakangku berbisik. Mereka mengumpat, mungkin karena aku terlalu lama dan sudah membuang-buang waktu.

“Ehem.” aku berdehem mencoba menghilangkan kegugupanku. Ya ampun ke mana menghilangnya keberanianku tadi pagi? “Han Yura,” Kataku. Aku tidak bermaksud berbohong, tapi ini kan untuk Yura. Dia harus menulis nama Yura kan di atas tanda tangannya?

Dia menyipitkan matanya, memperhatikan mimik wajahku. Buru-buru kualihkan mataku kepada Baekhyun yang memberikan senyuman mematikan kepada penggemarnya.

“Sepertinya kau memulai harimu dengan baik pagi ini,” kata Chanyeol. Aku menoleh begitu mendengarnya mulai berbicara. Dia tidak memandangiku saat itu karena dia sibuk menulis sesuatu di dalam photo box. “Apa yang kau lakukan pagi ini?” tanyanya.

Karena aku tidak langsung memberikan jawaban, dia pun mendongak, menatapku dengan tatapan tajamnya lagi. Lalu tersenyum.

Jangan lakukan itu! Apa kau selalu menatap orang yang tidak kau sukai dengan cara seperti ini? Hah! Jangan dikira aku takut denganmu. Dan, berhenti tersenyum palsu seperti itu!

“Tidak juga. Aku bertemu dengan teman lama pagi ini, dan itu bukan hal yang menyenangkan bagiku,” jawabku. Dia mulai mengerutkan dahinya. “Chanyeol-ssi, bagaimana denganmu sendiri? Sepertinya kau tidak memulai harimu dengan baik pagi ini.”

Dia terdiam, mengedipkan matanya tiga kali, lalu tertawa. Sangat aneh saat dia memaksakan diri untuk tertawa seperti itu. Dan tindakannya itu membuat Baekhyun menoleh karena penasaran. Baekhyun melihat ke arahku dan tersenyum—yang kubalas dengan senyuman juga.

Ya ampun, cantik sekali orang ini. Ada ya, laki-laki dengan wajah yang bahkan mengalahkan kecantikan seorang wanita. Dia benar-benar membuatku iri.

“Ada apa denganmu?” tanya Baekhyun kepada Chanyeol.

“Hah? Oh tidak apa-apa.” Chanyeol berdehem sekali, lalu melirik ke arahku.

Aku tersenyum—benar-benar menikmati kejahilanku—saat dia kembali fokus menulis sesuatu yang entah apa itu. Ahh, kalau tau akan semenyenangkan ini seharusnya aku menggangunya saja sejak awal—anggap saja sebagai balasan karena perlakuannya dulu padaku. Aku menyesal karena dulu tidak pernah mau diajak Yura ke fanmeet seperti ini.

“Kau seperti paranormal ya? Bagaimana bisa kau tau kalau aku tidak memulai hariku dengan baik hari ini?” tanyanya, seraya menangkup kedua telapak tangannya diatas meja. Kali ini Chanyeol menatapku lurus dengan kedua bola matanya yang berwarna gelap.

Aku hanya tersenyum, merasa puas karena berhasil membuatnya meladeni ucapanku. Aku yakin dia cukup mengenaliku hanya dari pakaianku saja, ditambah wajahku yang seharusnya tidak mudah untuk dilupakan setelah apa yang kulakukan padanya tadi pagi.

“Yah begitulah, bahkan aku bisa menebak kalau kau dulu sangat-sangat menyebalkan. Membuat seorang gadis kecil menangis misalnya.”

Dia membuang muka ke kanan, lalu menunduk menyembunyikan ekspresinya yang mungkin merasa kesal dengan ucapanku barusan.

“Kau—”

“Terimakasih.” aku mengambil photo box yang sudah selesai ia tanda tangani. “Sampai jumpa,” Kataku. Aku menunduk sekilas—malas untuk melakukannya dengan cara yang benar—lalu buru-buru pergi dari hadapannya.

Dia terlihat terkejut saat aku menatapnya sekilas. Mungkin merasa jengkel dengan ketidak sopananku padanya. Aku bahkan mendengarnya mendengus dengan cepat. Rasakan!

 

 

*****Crepers-HappyChan*****

 

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “It’s Me – When I See You Again (chapter 4 – The star)

  1. chan, seperti apa rasanya di perlakukan seperti itu oleh orang yang kau pikir fans? hah.. rara tau banged caranya bikin kezel park chanyeol..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s