Our Disease (Chapter 3B)

 

 

 

disease poster

 

Title               : Our Disease # 3A

 

Author           : huntom61

 

Genre             : fluff,romance,sad/?

 

Rating             : PG-15 karena mengandung beberapa kata yang  kurang sopan dan satu adegan 

yang terlalu mesra/? Tapi nggak ada ydg nya kok.

 

Main Cast      :           Oh Sehun as Sehun

                                    You as Yoo Cheonsa (OC)

 

Other              :           Han Saebyeol

                                    Shin Minri

                                    Yoo Sunji

                                    Byun Baekhyun

 

Length                        : Chapter

 

Disclaimer      : All characters belong to God and his/her family.I wrote it by myself,sorry for typo(s),bad story,or similarity of the plot.Wish you to leave your comment for my story.Even you SiDers,it’ll be my pleasure that you spent your time just for read my weird imagine.No Plagiarism

 

 

Author’s Note            :Untuk para readernim..akhirnya aku lanjutin ini ff/? Ada ga yang nungguin?/gak ada/ gapapa deh kalo gaada yang nungguin.. nae ani mwo mwo :’v Maaf ya,nelat satu hari :’) abi sakit perut/?

 

Makasih buat chingudeul yang uda mau RCL  di chapter kemaren..Pokoknya semakin banyak komentar atau like,ya semakin semangat juga author buat lanjutinnya. Tetap RCL buat ff ini ya..biar bisa buat chapter yang lebih baik..^^~

 

 

Happy Reading~~~~

 

 

Summary       : 

 

Ketika putus asa,sebuah sinar yang terang datang.Di balik sinar,tersembunyi bayangan gelap.Selembar kekotoran  putih yang membawa keajaiban.

.

.

.

.

.

.

OUR DISEASE#3B

.

.

.

CHEONSA’S POV

.

.

To        : Oh Sehun

From   : Yoo Cheonsa

Mungkin,aku juga mencintaimu.

 

Today,at 09.30 PM

 

Aku menatap smartphoneku sekali lagi.

 

“Aaaaaaargh!!!!” Erangku sembari memberantakan rambutku.Entah,sudah keberapa kalinya aku melakukan hal ini.

 

“Cklek!” Terdengan pintu kamarku yang dibuka oleh seseorang.

 

“Yakk! Pabbo.Berhentilah berteriak! Apa kau sudah gila, eoh? ” Ejek hyung, ah ani. Maksudku oppa ku bernama Yoo Sunji ini. Dan aku sama sekali tak merespon ejekan dan perintahnya.

 

“Apa karena namja bernama Oh Sehun?” Celetuknya.

 

“Mwo?! Ani.” Jawabku dengan ketus. Kenapa dia bisa tahu?! Ommo… aku harus berhati hati dengan makhluk ini. Baru kusadari, ternyata oppaku ini berbakat menjadi cenayang.

 

“Haish… Tak usah berbohong… Kau menyukainya, kan?? “ Tanyanya dengan nada menggoda dan wajah yang menyebalkan.

 

“Mwoyaaa?? Aniyaaa… “ Elakku. Aku masih belum bisa mengatakan bahwa aku menyukai Oh Sehun pada oppa satu ini. Bisa – bisa, dia tertawa karena wajahku yang kacau hanya karena seorang namja benama Oh Sehun

 

“Geurae… jinjja?? Kau sedang memikirkannya, kan?? Ayo… mengakulah Yoo Cheonsa adikku sayang..” Bujuknya dengan wajah ahjussi mesum miliknya. Oke,aku akui Yoo Shunji, oppaku ini termasuk namja yang keren… Tapi apa daya, ketika ia menggodaku seperti ini,wajahnya tak lebih dari seorang ahjussi ahjussi mesum kepada anak remaja.

 

“Yakk!!Oppaa.. geumanhae!!(Stop!!) Wajahmu seperti ahjussi tau. “ Ejekku padanya.

 

“Geurae.. ini,susu untukmu adikku yang manis… Tunggu sebentar ne?? Oppa mau pergi mandi dulu… Annyeong~” Katanya seolah – olah aku adalah sesosok bayi. Ugh, hanya oppaku ini yang melakukanku seperti seorang bayi.

 

“Nee… cepat mandi sana! Kau bau seperti kaos kaki Shin Minri.” Usirku dengan menutup hidungku, seolah olah bau oppaku ini seperti bau toilet yang tidak pernah dibersihkan.

 

Setelah oppaku keluar, aku beranjak mengambil susu dingin kesukaanku yang tadi diberikan oleh oppa ter-menyebalkan, ter- bau, dan ter- mesum sedunia. Tapi, yang ter- sayang pula…Hehehe..

 

Baru saja aku akan meminum susu itu, terlihat wajah oppaku nyempil *eh, maksudku terlihat oppaku yang menyembulkan wajahnya di pintu kamarku, dan berkata,

 

“ Kau tau, Oppa menunggumu membawanya dan merestuimu dengan Sehun chagi…kkk”

 

Wajahku memanas,

Terdengar teriakan di rumahku dengan diiringi barang barang yang kulemparkan.

“OPPPAAAAAAA!!!!!”

 

“Hahahahahahhahaa..!!!!”

 

Hosh.. hosh… hosh..

Dasar dua makhluk – Sehun dan Sunji-  menyebalkaaan!!!!!

 

Ahh.. rasanya haus sekali setelah kejadian bertubi – tubi tadi.

Akupun memutuskan untuk melanjutkan kegiatanku meminum susu segar dan dingin tadi. Kupegang wajahku… ommo… panas sekali wajahku… dasar makhluk jahat >/////<

 

Drrt.. Drrt…

 

Dengan malas, aku membuka smartphone milikku dan mendapati tiga buah pesan menyebalkan.

 

“ Menyebalkaaaaaaaaaannn!!!!! “

Argh!!!! Kenapa mereka hobi menggoda aku, eoh?!

Hosh.. hosh…

Sabar lah Yoo Cheonsa.. Kenapa kau marah hanya karea kutu kutu menyebalkan ini….

Hhh.

Aku pergi tidur sajalah..

.

.

.——————————————————————————————————————-

.

.

To     : Yoo Cheonsa

From : Oh Sehun

Chagi,tidurlah. Berhenti memikirkan aku, eoh?? Kkk~

.

.

To     : Cheonnii

From : Sunji

Tidurlah. Berhenti memikirkan Sehun, eoh??

.

.

To     : Cheonniiee

From : Byeol

Tidurlah. Berhenti memikirkan Sehun, eoh?? Besok, ceritakan apa yang terjadi atau aku akan menghukummu.

.

.

——————————————————————————————————————-

.

.

Hari ini panas sekali…

 

Ugh… Rasanya ingin sekali pulang dan berbaring…

Tunggu, siapa itu?

Shin Minri? Dan … Seorang namja? Sedang apa mereka disini?

 

Ugh… Aku merasa sakit di beberapa anggota badanku yang tiba – tiba terlihat memar.

Mataku dan dadaku terasa perih… Hatiku hancur menjadi berkeping – keeping dengan apa yang kulihat.

 

Sehun… dan Minri… Mereka berciuman…

“ Apa yang kau lakukan disini? “ Ucap seorang namja yang berjalan ke sisi Shin Minri.

Mataku terbelalak, tubuh ku bergetar ketika melihat wajah itu, sosok itu, sosok yang pernah kucintai…

 

“ B-Byun Baekhyun? “

 

Shin Minri menatapku dengan senyum licik,  Baekhyun menatapku dengan pandangan kebencian, dan Sehun…. Menatapku dengan tatapan mengerikan.

 

“ Aku tak percaya kau melakukan ini pada Minri. “ Ucap Sehun dengan dingin.

 

Tes.. Tes..

Peluhku berjatuhan dengan badanku yang bergetar.

 

“ Bagaimana bisa kau menyakiti Shin Minri? Kau yeoja yang jahat.” Ucap Byun Baekhyun dengan nada penuh akan kebencian.

 

“Hiks..Hiks.. oppa.. hukum dia.. dia telah menyakitiku… “ Tangis Minri .

 

“A- Aku tidak…”  Lidahku kelu. Aku tak dapat berkata apapun.

 

“ Kau harus di hukum Yoo Cheonsa. “ Ucap Baekhyun yang mendekatiku dengan sorot kebencian dengan diikuti Sehun dengan sorot dingin. Aku menyeret kakiku yang bergetar ke belakang.

 

“S-Sehun… B- Baekhyun…” Ucapku dengan nada yang bergetar.

 

Dapat kulihat, senyum Minri di belakang mereka yang penuh akan kelicikan dan kebohongan.

 

Baekhyun mulai memukulku … Aku tak bisa menggerakkan badanku.

 

Sakit…

 

Dan kini, dengan mata berair, aku melihat Sehun melayangkan tangannya menuju ke arahku.

Ya Tuhaan!!! Aku menutup mataku dengan rapat dan ketakutan yang kuat, dan menunggu rasa sakit itu datang.

 

“Brak!!”

“Hoshh.. Hosh….” Aku menarik udara sebanyak mungkin…

Akupun menghidupkan lampu kamarku dengan tergesa.

“Hosh… Hosh… H-Hanya..Mimpi…Yoo Cheonsa… Hanya mimpi… “ Kataku menenangkan diri. Dan terasa peluh membanjiri seluruh tubuhku.

 

Aku memeluk lututku.

“ Semoga… hanya akan menjadi mimpi… Hosh.. Hosh… “ Kataku dengan badan yang masih bergetar hebat.

Masa lalu yang ingin kulupakan… Kumohon Tuhan, hapus memori mengerikan  itu di benakku.

.

.

FLASHBACK

 

“ Baekhyunah… Apa kau sungguh – sungguh mencintaiku? “ Tanyaku yang sedang duduk bersender di punggung seorang namja dan merasakan segarnya air sungai jenih yang mengalir di kakiku.

 

“ Tentu saja, apa kau meragukanku, hm?” Jawab seorang namja itu yang bernama Byun Baekhyun dengan senyum manisnya yang selalu ia perlihatkan padaku.

 

“Kau tak akan menyakitiku? Kau tak akan percaya dengan kata – kata Minri, kan?” Tanyaku dengan penuh akan rasa ke khawatiran.

“Hahahah.. tentu saja chagiya… Aku berjanji.” Kata Baekhyun dengan tawa yang cerah.

 

“ Arrasseo.. Nado Saranghae Baekhyunah… “ Jawabku dengan wajah berseri dan riang. Ya, saat itu.

 

Hingga suatu hari…

 

Hari ini panas sekali…Ugh… Rasanya ingin sekali pulang dan berbaring… Tunggu, siapa itu?

Shin Minri? Dan … Seorang namja? Sedang apa mereka disini?

 

Ugh… Aku merasa sakit di beberapa anggota badanku yang tiba – tiba terlihat memar, mengingat tadi Shin Minri dan teman – temannya mengeroyokku dan memukuliku dengan berbagai alat. Aku yang tak membawa senjata apapun, hanya bisa melawan mereka sebisaku.

 

Mataku dan dadaku terasa perih… Hatiku hancur menjadi berkeping – keping dengan apa yang kulihat saat itu. Sungguh… rasa sakit yang dirasakan tubuhku tak sesakit apa yang kurasakan dihatiku saat iu.

 

Baekhyun… dan Minri… Mereka berciuman…

“ C- Cheonsa… “ Ucap Minri dengan wajah ketakutan. Ya, ketakutan yang munafik.

 

Mataku terbelalak, tubuh ku bergetar ketika melihat wajah itu, sosok itu, sosok yang sangat kucintai… hingga kurasa aku kehilangan sebagian jiwaku yang telah hancur berkeping – keping bersama hatiku.

 

“ B-Byun Baekhyun? “

 

Shin Minri menatapku dengan senyum licik, Baekhyun menatapku dengan sorot yang dingin. Sorot mata… yang tak pernah ia perlihatkan…

 

“ Aku tak percaya kau melakukan ini pada Minri. “ Ucap Baekhyun dengan dingin.

 

“ Bagaimana bisa kau menyakiti Shin Minri? Kau yeoja yang jahat.” Ucap Byun Baekhyun dengan nada yang dingin.

 

“Hiks..Hiks.. oppa.. hukum dia.. dia telah menyakitiku… “ Tangis Minri .

 

“A- Aku tidak…”  Lidahku kelu. Aku tak dapat berkata apapun.

 

“ Kau harus di hukum Yoo Cheonsa. “ Ucap Baekhyun yang mendekatiku dengan sorot dingin. Aku menyeret kakiku yang bergetar ke belakang.

 

“ Baekhyun… aku – tidak.. kenapa kau percaya padanya?” Tanyaku dengan perasaan yang kalut.

“ Sungguh… Bagaimana bisa kau memukulinya. Kau tahu, kan. Bila aku masih mencintainya. Kau menyakitiku Cheonsa. “

 

“… B- Baekhyun… Apa yang ingin kau lakukan?” Ucapku dengan nada yang bergetar.

 

Dapat kulihat, senyum Minri di belakang mereka yang penuh akan kelicikan dan kebohongan.

Tes.. Tes.. air mataku berjatuhan dengan badanku yang bergetar.

 

“Kau kira aku benar – benar menyukaimu?”

 

Baekhyun mulai memukulku … Aku tak bisa menggerakkan badanku.

 

Sakit…

 

Dan kini, dengan mata berair, aku melihatnya  melayangkan tangannya menuju ke arahku.

Bukk! Bukk!! Berbagai pukulan dia hantamkan padaku, hingga tubuhku tak berdaya.

 

Aku tahu saat dia memukuliku, dia mengatakan sesuatu kepadaku dengan suara yang kecil. Aku tak  bisa dan tak mencoba mendengarkan sepatah katapun yang ia coba ucapkan kepadaku.

 

Sejak itu, aku tak percaya lagi dengan yeoja. Aku tak percaya cinta, cinta hanya membuatku terasa bodoh dan membodohi namja. Hatiku kututup rapat . Dan mulutku terisolasi, hingga tak pernah mengembangkan tawa dan senyum, hingga aku bertemu Sae Byeol.. Ya, Byeol mengubah hidupku dan mengembalikan senyumku… dan… mmmm…. kalau boleh jujur..

……. Oh Sehun,yang mengembalikan detak jantungku….

 

Kuakui, hidupku kini penuh akan kepalsuan. Aku masih menutup hatiku, dan bayangan memori ini lah yang selalu terlintas di benakku.

.

.

FASHBLACK END

.

.

“ Hoaaammm… ” Aku menguap dan merenggangkan badanku yang terasa pegal. Setelah mimpi buruk itu, aku malah tertidur dengan posisi duduk.

 

Setelah semua nyawaku terkumpul, aku mengambil handuk dan beranjak ke kamar mandi yang ada di kamarku untuk  pergi mandi.

.

 >>> SKIP

“Masih jam 5 pagi, baiklah.. Aku masak sajalah..” Gumamku pada diri sendiri.

 

Berbagai bahan makanan ku keluarkan, aku memasak sebuah cake dan kimbap dengan jumlah yang banyak. Yah, mumpung hari minggu, aku akan ke rumah Sae Byeol. Aku menyiapkan sarapan diatas meja makan dan Es Lemon Tea untukku dan Sunji oppa. Hanya berdua? Ya. Aku hidup hanya berdua bersama oppaku. Broken Home? Yatim Piatu? Tidak tidak… hidupku tak se melankonis itu kok. Hahahaha.. Percaya atau tidak, keluargaku adalah keluarga harmonis dan humoris. Setiap kami berkumpul, pasti keadaan akan kacau karena canda tawa kami. Percaya tak percaya, aku orang yang hebat dalam membuat wajah aneh. Appa dan Ummaku sedang tinggal di luar negeri untuk bisnis. Aku dan oppaku pergi ke Korea dan tinggal bersama karena kami ingin. Tidak ada alasan lain selain keinginan kami.

 

Perihal asalku dan orang tuaku tak pernah kuceritakan dan tak pernah ada yang tahu kecuali Byun Baekhyun karena dia mantanku dan Sae Byeol si orang gila kkk. Maka dari itu banyak siswa yang mengira aku dan oppaku memiliki hidup mandiri karena tidak memiliki orang tua. Mereka memandangku sebelah mata .

 

“ Cheonn.. Hari masih subuh dan kau sudah memasak? “ Kata oppaku dengan wajah yang masih mengantuk. Ia menarik kursi dan duduk di dekat meja makan sambil memandangiku yang sibuk menata sarapan.

 

“Ne. Memang kenapa? ” Tanyaku.

 

“ Kau tahu, kau menggangguku tidur. “ Protes SunPa – Aku biasa memanggilnya SunPa, singkatan dari Sunji Oppa- dengan mata yang masih terpejam.

 

“ Aku kan tak membangunkanmu SunPa…” Belaku.

 

“ Apa kau tahu? Bau masakanmu membuatku terbangun…” Protesnya.

 

“ Aigo.. Ternyata SunPa tersayang yang walaupun sekompi tentara menggerebek masuk tak akan bangun, jadi terbangun karena bau masakanku ?” Kataku.

 

“ Hmm.. Ne. Bau masakanmu terlalu harum…” Jawabnya sambil mulai mengarahkan tangannya hendak mengambil salad buah.

 

Ctak!!

“Appo!! Kenapa kau menyentil tanganku Cheonn!!?” Rintihnya.

 

“ Cuci tangan. Makanan saja yang kau pikirkan.” Ketusku.

 

Dengan malas dan menggerutu, SunPa mencuci tangan dan duduk kembali.

 

“ Selamat makan…” Ucap kami berdua, dan sarapan kami berlalu dengan canda tawa dan suasana rusuh,

>>>>>> SKIP

 

“ Kau tau Byeollie?? Kemarin berbagai macam kejadian sial menimpaku..!” Kataku dengan antusias.

 

Kamarku terdengar gaduh karena suaraku dan suara Sae Byeol yang berbincang bincang tanpa henti mengenai kejadian kemarin lewat media Telefon. *author gatau tulisannya gimana *

Ketika aku sibuk meceritakan semuanya, terdengar suara bel rumah kami.

 

TING TONG!!

“Ah. Sepertinya ada yang datang… “ Kataku

“Suruh SunPa saja yang buka.” Kata Sae Byeol.

“ SunPa masih mandi…”

 

Dengan perbincangan kami yang masih terus berlanjut dan Smartphone yang kutempelkan di telingaku, aku berjalan membuka pintu.

Cklek!

“ Ya… ada perlu ap-“ Kata kata ku terhenti ketika melihat sosok namja yang datang.

“Apa yang kau lakukan disini Sehun?” Tanyaku tanpa basi – basi.

“ Eh? Sehun? Yakk.. apakah Sehun datang ke rumahmu, eoh?” Suara Sae Byeol terdengar melalui Smartphoneku.

“ Sae Byeol. Nanti kutelfon lagi ne… annyeong..” Ucapku, dan cepat – cepat mematikan panggilanku.

“Sehun?? Ada perlu apa?” Tanyaku lagi padanya.

“ Ayo pergi ke namsan Tower.” Ajak Sehun.

 

Hah? Namsan? Tower? Pfft.. kenapa dia ini? Ommo.. aku masih belum siap melihat wajahnya karena kejadian kemarin.

 

“ Memangnya lukamu… sudah tak apa?” Tanyaku, ketika mengingat ada sebuah luka besar di perutnya.

 

“Sudah tak apa… ayolah… “ Bujuknya padaku.

 

Aneh sekali dia? Aku menatapnya dengan pandangan aneh.

Huh… Dasar..

 

“Baiklah… Aku akan ganti baju.” Kataku yang disambut senyum darinya.

Wow senyum yang aneh..

brak. Aku menutup pintu.

 

… eh…?

…Tunggu….

….. kenapa aku menutupnya?

 

Cklek!

“ Sehun. Masuklah. “ Kataku padanya yang masih berdiri dengan senyumnya yang aneh itu.

 

“Ah…Ne.Gamsahamnida.”

 

Kami pun memasuki rumahku menuju ruang tamu. Dan sialnya, aku melupakan keberadaan SunPa yang tengah duduk menonton Naruto di ruang tengah.

 

“ Chagi,siapa yang datang ?” Tanyanya. Rupanya dia masih sibuk melihat Naruto .

 

“Oh… Yang datang Sehun… Oppa! Kau memakan es krimku, eoh?!” Teriakku histeris.

 

“ Hehehe.. Aku hanya melihat es krimmu di kulkas..Mianhae chagi-yah.” Kata SunPa tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Aku yang tak merelakan kepergian es krimku tersayang,langsung memukuli SunPa tanpa ampun. Hingga SunPa memelukku.

“Yakk.. oppa! Lepaskan… aku malu.. ada Sehun, tahu !” Perintahku sambil meronta – ronta.

 

Dan dengan tiba – tiba , Sehun menarikku dan berkata,

“ Jangan sentuh dia! Dia milikku tahu!” Dengan raut yang menyeramkan, dia memarahi SunPa.

 

Pffft…. Bolehkah aku tertawa?

“Hahahahahahahahhahaha….!!!” Tawaku meledak seketika, hingga SunPa dan Sehun melihatku dengan tatapan aneh.

 

Aku tertawa hingga air mataku keluar dan perutku terasa kaku.

 

“W-wae?” Tanya Sehun.

“ S- Sehun… pfft.. Aish.. Perutku sampai kaku…. Sehun, perkenalkan…. Dia kakakku. “ Kataku dengan air mata yang masih keluar karena tawaku yang super tadi.

“Eh?” Sehun melongo.

“ Annyeong adik ipar! Aku Yoo Sun Ji, bangaptayo ( Senang bertemu denganmu) !” Kata SunPa dengan menjulurkan tangannya ke arah Sehun.

“ oooh… Ne… Annyeong kakak ipar… Sehun imnida… “ Ucap Sehun antusias karena SunPa memanggilnya ‘ adik ipar ‘ . Kenapa mereka seenaknya sendiri, eoh? Saling memanggil adik ipar – kakak ipar..?

 

Suasana yang cerah dan penuh canda tawa sudah menguasai perbincangan Sehun dan Sun Ji oppa. Mereka sudah sibuk berbincang – bincang sendiri. Aku pun pergi mengambilkan minum untuk mereka.

 

“Minumlah, aku akan mengganti bajuku dulu… “ Kataku pada mereka.

 

“ Ne… Gomawo.” Kata Sehun, dan mereka terus sibuk melanjutkan canda tawa mereka entah mereka sedang berbincang bincang dengan tema apa. Aku pun pergi ke kamarku dan mengganti bajuku.

 

>>>>>> SKIP

Aku menuruni tangga, dan ketika aku menoleh, kudapati SunPa dan Sehun tengah memandangku dengan tatapan aneh nan mesum seperti Ahjussi Ahjussi .

 

“M-mwoya…?” Tanyaku. Bukannya menjawab, mereka malah tertawa bersama. Pasti ada yang tak beres.

“ Ah sudahlah. Kalian memang menyebalkan.” Kataku dengan penuh rasa emosi yang tertahankan. Aku pergi menuju dapur untuk menyiapkan bekal nanti dan makanan untuk Sae Byeol. Bila aku tak memberikan kue, ku pastikan besok aku akan menjadi tahanan yang diintrogasi oleh seorang Polisi bernama Sae Byeol.

.

.

AUTHOR’ POV

 

Menyiapkan bekal adalah hobi dan keahlian Cheonsa. Entah kenapa, ia suka memasak untuk seseorang. Ketika ia tengah berkonsentrasi menyiapkan bekal, ia merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang dan sebuah kepala tengah menyender di bahunya.

“ apa yang sedang ka-”

BUAK!!!!

“Mataku melotot seperti mau copot.” Batin Cheonsa.

 

“Ommooo!!!! Oh Sehunn..!!!! Mianhaaaee…”

 

Cheonsa berlari mendatangi Sehun yang terkapar di lantai dengan memegang perutnya.

 

“A-ADA APA TADI?!” Tanya SunPa dengan nada khawatir dan berlari ke arah Sehun dan Cheonsa.

“Opppaaa… Sehun mengeluarkan busa di mulutnyaaaa…!!!” Histeris Cheonsa.

“A-Apa?! Sehun. Kau habis terkena apa?!”

 

Kemudian, Sehun memegang tangan Cheonsa.

“Cheonsa… terima kasih.. aku senang..uhukk uhukk..” ucap Sehun dengan terbatuk – batuk seperti ia akan meninggalkan dunia ini.

 

“W-wae Sehunna???! Hiks hiks..”

 

Sunji yang melihatnya sangat panik hingga tak bisa bernafas..

“W-wae Sehun?!”

 

“… aku senang.. mendapat.. sikutan maut penuh cintamu..”

………

…….

…..

..

.

EH?

————————————————————————————————–

TO BE CONTINUED.

>>> 

>>> 

>>> 

 

Wehee.. akhirnya selesai juga part ini, jangan lupa RCL chinguyaa… karena sekarang udah pekan classmeet… Author jadi bisa santai dan cepet cepet lanjutin ff nyaa… chapter selanjutnya akan author kirim via email ke email WordPress ini hari rabu besok.. Karena ff author itu freelance, publishnya tergantung sama pemilik WordPress ini yaa…

3 thoughts on “Our Disease (Chapter 3B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s