Unexpected Things (chapter 1)

ut

Author: Jung Rae Mi (@lapreuchan)

Main cast: Oh Hayoung (A-Pink’s Hayoung/OC), Park Chanyeol (EXO’s Chanyeol).

Other cast: Im Jin Ah/Jina (OC), Oh Sehun (EXO’s Sehun).

Genre: Angst, Romance, Mystery, Tragedy, Fantasy

Length: Chaptered (Chapter 2) – 2200 words

Rating: PG-15

 

Disclaimer
Annyeong~ Ini ff pertama saya. Ini juga pengalaman author pertama kali nya buat nulis ff. Jadi, saya belum pernah bikin ff di website manapun. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata author sendiri, walaupun ada beberapa yang di re-make. Cast di dalam ff ini hanya milik Tuhan YME, Orang tua, dan Agensi mereka dan sisanya adalah milik saya.

DON’T BE A SILENT READER!

Siang hari dihari sabtu, kedai ramen tempat Hong-ahjussi sangat ramai. Sabtu yang membuat para pegawai kedai ramen milik Hong-ahjussi kerja lembur. Interaksi para pelanggan terjadi dengan sangat baik. Canda tawa terukir di wajah para pelanggan kedai ramen Hong-ahjussi.

“Waaah, kau ramah sekali..”

“Jinjja? Ah ani, tapi terimakasih, agassi”

“Pelayan itu ramah sekali. Siapa namanya?”

“Hayoungie.. Antarkan ramen ini di meja nomor 13.” teriak seorang ahjussi dari arah dapur.

“Nee ne, chamkkaman” balas Hayoung. Ya, pegawai itu bernama Hayoung. Lebih tepatnya lagi, Oh Hayoung. Berparas cantik, ramah, baik, tidak keras kepala dan pantang menyerah. Hayoung segera menuju ke dapur dan mengantarkan ramen tadi ke meja nomor 13.

“Silahkan menikmati ramen nya!” ucapnya dengan senyumnya yang khas. Tapi.. Mengapa ia tidak mengucapkan terimakasih? Biasa nya pelanggan yang ia tangani selalu berterima kasih. Apa mungkin ia sibuk? Hayoung masih terdiam di tempat. Tiba-tiba, pelanggan meja nomor 13 tersebut menyampar mangkuk berisi ramen tersebut. Sontak, Hayong pun kaget dan shock(?). Tapi, wajah pria itu benar-benar tampan. Bisa dibilang, ia tipe ideal seorang Oh Hayoung, walaupun ia masih tidak percaya apa yang ia lihat baru saja. Pikirnya, para pelanggan Hong-ahjussi selalu senang akan ramen nya tapi berbeda dengan pelanggan yang satu ini.

“M-maaf.. Apa ada yang salah?” tanya Hayoung.

“Tentu saja, dasar bodoh!”

“Mwo?”

“Ramen terbodoh yang pernah kucicipi, cuih”

“Hayoung, bersihkan saja pecahan mangkuk ini. Pelanggan ini mungkin gila, biarkan saja dia” ucap Jinah, kerabat Hayoung. Hayoung segera membersihkan pecahan manguk ramen tersebut dengan kesal. ‘Dasar tuan tidak tau diri, andai aku pemilik kedai ini, aku mungkin sudah menamparnya. Hufh.’ Ucapnya dalam hati.

“Aku tidak bodoh, dan tentu saja aku tidak gila Hayoung-ssi.”

“Ne? Uh, chogiyo, bagaimana kau bisa tau nama ku, tuan?”

Pemuda itu tak menjawab sepatah kata apapun. Ia langsung pergi meninggalkan kedai ramen itu.

Hari ini, Hayoung memang kesal karena pelanggan itu. Tepat pukul 11 malam, Hayoung pulang kerja. Ia berjalan ke halte bus, sendirian. Ia perlu menempuh sekitar 5-6 blok untuk mencapai halte bus. Ditengah perjalanan, tiba-tiba ada suara koin jatuh dan koin itu menggelinding ke arah Hayoung. Hayoung bingung dan tiba-tiba bulu kuduk nya berdiri.

‘Apa koin ku terjatuh? Tapi.. tidak mungkin, semua uang koin ku kan sudah aku masukkan ke kaleng tabungan.’ pikirnya. Hayoung segera mempercepat langkahnya, tiba-tiba angin malam berhembus cukup kencang seketika.  Tubuh Hayoung bergidik ngeri dan seketika ia merinding, ia segera berlari kearah halte bus.

 

~

 

“KYAA!! Hayoungieeee, ppali ireonaaa! Ayo kita jalan-jalan ke taman kota atau ke taman hiburan! Otte?”

“Andwae, aku ingin bangun siang Jina-ya..”

“Kau ini malas sekali. Ayolaaah aku bosan mengurung diri dirumah, Hayoung-ah”

“Omo, kau memang menyusahkan sekali. Araseo araseo..”

Hayoung segera bangun dari tempat tidurnya, berjalan ke arah kamar mandi dan segera membilas diri. Sembari menunggu Hayoung, Jina mengambil ponsel milik Hayoung.

“Dasar banyak gaya, tidak punya kekasih pun ponsel masih di password. Tapi, password nya apa ya? Oh mungkin ini benar” Jina segera mengetik beberapa angka untuk membuka password.

‘TING’ Jina berhasil membuka password handphone-nya, ia melihat isi ponsel Hayoung . Tiba-tiba ponsel Hayoung bunyi, tanda pesan masuk. Jina membuka pesan tersebut, tapi nomor itu nomor asing. ‘Apa ini penggemar Hayoung? Kekeke’ pikir Jina.

 

From: +82261XXXXXX

To: Oh Hayoung

“Selamat pagi, Hayoung-ssi. Bisakah aku bertemu denganmu sebentar kalau kau tak sibuk? Aku akan menunggumu di taman kota jam 9 pagi ini. Kau bisa membawa temanmu itu. Oh, soal siapa aku, kau bisa tau nanti nya.”

 

‘Apa ia seorang namja? Tapi- mengapa ia bisa tau bahwa Hayoung bersamaku? Dan tujuan kami ke taman kota? Apa ia memang benar-benar penggemar Hayoung? Ah, ini tidak mungkin. Sungguh aneh’ pikir Jina. Setelah beberapa menit kemudian, Hayoung keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk diatas kepala nya. Ia segera mendekati Jina yang asik bermain handphone nya.

“Jina-ya, bagaimana kau bisa tau password handphone ku eo?!”

“Aku tidak bodoh, Hayoung-ssi kkk.”

“Dasar.”

“Oh, tadi ada orang yang mengirimkanmu pesan, tapi nomor itu nomor asing. Ia mengajak mu untuk bertemu dengannya di taman kota. Anehnya, ia juga tau bahwa kita akan pergi kesana. Kau bisa membuka nya sendiri.”

“Jinjjayo?”

“I’m not a liar mrs. Oh”

Hayoung segera membuka pesan dari orang asing tersebut. Ia bingung dan penasaran. ‘Siapa ia? Bagaimana ia bisa tau nomor ponsel ku? Bagaimana ia bisa tau nama ku? Kenapa ia ingin bertemu dengan ku? Apa ia seorang namja? Atau seorang yeoja?’

“Mungkin ia penggemar rahasia mu, Hayoungie”

“Ah, jangan berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana kalau kita menemui nya saja? Aku sedikit penasaran”

“Ke Taman Kota? Yey!”

 

~

 

                Tepat jam 9 pagi, Hayoung&Jina sampai di Taman Kota. Pemandangan begitu indah. Bahkan begitu menyegarkan. Mereka menghirup udara pagi yang masih segar. Bunga-bunga bertebaran dan bermekaran. Warna bunga&pohon yang bisa menyejukkan hati dan mata begitu juga dengan pikiran. Mereka tidak lupa dengan tujuan-tujuan mereka ke Taman Kota. Hayoung&Jina mengililingi tiap sudut Taman Kota. Tapi, ia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda orang asing itu disini. ‘Apa ia hanya membohongiku?’ pikir Hayoung. Tak lama setelah itu, ponsel milik Hayoung berbunyi. ‘Pesan masuk?’ ia segera membuka handphone miliknya itu. Ternyata dari orang yang sama, orang asing itu.

 

From: +82261XXXXXX

To: Oh Hayoung

“Kenapa kau repot sekali mencariku? Aku sudah mengikutimu dari belakang sejak kau sampai sini, nona.”

 

‘Omo, jinjjayo? Apa ia memang mengikuti ku? Tapi aku tidak melihat siapapun dibelakangku tadi’ batin Hayoung. Ia segera menoleh kearah belakang, dan… Hayoung terfokus pada 1 pandangan yang membuat nya takjub. Seorang namja tampan, tinggi, putih, menunjukkan senyum nya hingga terlihat deretan gigi nya yang amat rapi dan putih, memakai jaket hitam dan kemeja hitam terlihat seperti seorang pangeran. Tapi Hayoung segera membuang pandangan nya ke arah lain.

“OMO!! Hayoungie! Ia tersenyum ke arah kita! Ia tampan sekali omo omo omooo aigoo! Tapi, apa ia orang yang asing yang mengirimkan mu pesan itu?” tanya Jina.

 “Jangan bodoh, Jina-ya. Aku tidak tau, ia orang nya atau bukan. Jangan menatap nya terus menerus, bodoh!” gerutu Hayoung. Jina segera mengalihkan pandangan nya ke objek lain. Mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan. Mereka hanya diam membeku dan bingung salah tingkah apa yang harus mereka lakukan. Tanpa mereka sadari, namja itu jalan ke arah mereka.

“Oh Hayoung.. Im Jina.. Kenapa kalian mengalihkan pandangan? Aku memang namja yang mengirimkanmu pesan.” Jina yang mendengar pernyataan namja tersebut langsung membalikkan badan dan ternganga karena ketidakpercayaan nya itu hingga bibir nya membentuk huruf ‘O’. Sedangkan Hayoung, ia hanya terdiam kaku.

‘Omo, jinjjayo?! Apa itu namja yang mengirimkanku pesan? Kenapa tampan sekali’ batin Hayoung.

“Ne, aku yang mengirimkan pesan itu” ucap namja itu dengan suara nya yang berat dan sexy. Hayoung langsung membalikkan badan kearah namja tersebut. Hayoung menatap nya secara seksama dari ujung rambut hingga ujung kaki.

‘Seperti nya aku mengenal namja ini’

‘Namja ini..’

‘Ini..’

‘APA IA YANG ADA DI KEDAI RAMEN HONG AHJUSSI?!’

‘Oh, rupa nya namja tak tau diri itu? Bagaimana ia bisa mengenalku? Mendapatkan nomor ponsel ku? Apa ia benar-benar penggemar ku? Ah, jangan bermimpi’

“Nghh, chogiyo. Apa kau namja yang ada di Kedai Ramen semalam?” ucap Hayoung.

“Bingo!” jawabnya dengan penuh kepercayaan diri.

“Ada apa urusanmu kemari? Mengapa kau ingin bertemu dengan ku? Menyebalkan sekali.” tanya Hayoung sinis.

“Aku hanya ingin minta maaf atas kelakuan ku kemarin malam, nona”

‘Ia memanggilku nona? Dasar. Apa ia seorang perayu wanita? Busuk sekali’

“Aku berniat minta maaf, kau malah berpikir bahwa aku seorang perayu. Lebih baik aku kembali kerumah dan tidur. Annyeong!” balas namja itu meninggalkan Hayoung&Jina.

“Chamkkaman! Jangan pergi terlebih dahulu!” teriak Hayoung. Ia segera berjalan cepat menuju arah namja itu dengan Jina.

“Ada apa lagi? Ku rasa sudah tidak ada hal yang ingin ku katakan. Begitu juga dengan mu.” balas namja itu singkat.

“Ada! Tentu saja ada! Bagaimana kau bisa mengetahui nama ku dan nomor ponsel ku eo?”

“Aku hanya menebaknya. Brarti, itu sebuah keberuntungan aku dapat menemukan mu. Nama? Apa kau bodoh? Aku membaca Name Tag mu di dada mu. Jangan terlalu bodoh, Hayoung-ssi.” balas nya dengan senyumnya yang ‘sedikit’ meremehkan.

‘Menebak nomor ponsel ku? Itu sangat tidak mungkin. Tapi, biarkan saja, asal ia tak mengganggu ku.’ Batin Hayoung.

“Oh.. Mianhae. Tapi, bagaimana kau tau nama temanku ini? Im Jina? Dan bagaimana kau tau bahwa aku bersama nya?” tanya Hayoung.

“Jina? Kau teman dari Oh Sehun, kan? Aku teman Sehun. Aku sering meliatmu menyelipkan beberapa surat untuknya semasa SMA. Apa kau masih menyukai nya? Kau menyukai nya kan? Aku sering melihat kalian berdua kesana-kemari, cih.” goda namja itu.

“N- ne. Tapi, bisakah kau tidak mengumbar aib yang menjijikan seperti itu? Itu sangat memalukan.” jawab Jina yang wajah nya mulai memerah karena malu.

“Cukup. Kau tau nama kami. Apa kami tidak bisa tau nama mu? Kau bahkan tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu.” ucap Hayoung tegas.

“Perkenalan diri? Sebenarnya itu tidaklah penting. Sangat tidak penting, tapi karena aku sedang berbaik hati.. Baiklah. Nama ku, Park Chanyeol. Aku memperingatkanmu, jangan mencari-cari ku nona. Kau mungkin hanya tau nama ku saja tapi tidak dengan cerita ku. Tolong. Bila kau tidak ingin dalam bahaya, jangan mencari ku, bahkan mengenal ku. Apalagi ingin mengenalku lebih dalam. Ara?” ucap Chanyeol sinis.

Hayoung dan Jina hanya terdiam. Chanyeol meninggalkan mereka berdua. Hayoung dan Jina berdiam diri sesaat. Bingung? Aneh? Ya. Itu yang ada di pikiran mereka.

“Park Chanyeol? Chanyeol? Aneh sekali namja itu. Jina-ya, ayo kita membeli es krim! Siang semakin menjadi-jadi, ini panas sekali. Kajja!”

 

~

 

Sampai dirumah, Hayoung segera membaringkan dirinya di atas kasur nya. Memikirkan semua perkataan Chanyeol. Wajahnya selalu terbayang dan terlintas di pikiran nya. Ia masih penasaran akan namja itu, tapi peringatan nya mungkin ada benarnya. Hayoung hanya mengetahui nama nya. ‘Bisa saja ia seorang pembunuh? Ani, psikopat? Uh, penjahat kelamin? Atau siluman? Manusia serigala? Lucu sekali, tapi itu tidak mungkin. Wajahnya begitu brilian, tapi tidak mungkin ia seseorang yang seperti itu’. Hayoung segera membuka ulang pesan dari Chanyeol. Tapi-, aneh sekali. Pesan itu hilang dengan sendiri nya. Memori nya ter format? Itu sangatlah tidak mungkin, hanya pesan Chanyeol saja yang hilang. Hayoung mulai penasaran akan Chanyeol. Ingin mengenalnya lebih dalam lagi, walaupun perkataan nya tadi cukup membuat nya was-was.

‘Ini membosankan sekali. Apa jalan-jalan? Sendirian? Di malam hari? Ah, eottokhae?!’ Hayoung hanya seorang diri, eomma&appa nya telah meninggal sejak ia masih kecil karena kecelakaan. Ia hidup sendiri, bahkan ia hanya mempunyai 2 saudara saja walaupun bukan saudara kandung, tapi bagi Hayoung sudah ia anggap menjadi bagian keluarga nya. Hayoung segera berganti pakaian. Black leather jacket, black jeans, animal-printed sweater dan rambut dikucir kuda dengan polesan make up yang natural. Pas. ‘Apa yang akan kulakukan sendirian? Ke mall? Baiklah. Sendirian.’ Hayoung segera keluar dari kamarnya. Memakai black suede boots nya dan mengunci tiap bagian rumahnya. Keadaan malam itu benar-benar sepi. Ini baru jam 7 malam, tapi keadaan nya benar-benar beda dari biasa nya. Udara dingin yang menembus sampai tulang rusuk, hanya itu teman Hayoung di malam itu dan tentu saja dengan ponsel nya. Ia berjalan menyusuri beberapa blokade rumah untuk mencapai Halte Bus.

                Ditengah perjalanan, Hayoung mendengar suara endusan dibalik semak-semak di samping kanan nya. Ia segera mempercepat langkahnya. Lama-lama suara itu semakin jelas di telinga Hayoung. Suara ranting yang terinjak, daun kering terinjak, dan suara endusan dan juga nafas yang terengah-engah. Ia berjalan secepat mungkin agar mencapai halte bus. Tapi, ada suara yang benar-benar mengganjal. Suara itu memanggil nama nya dan tertawa mengerikan. Hayoung yang mendengarnya pun langsung merinding. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan. Ia takut. Sangat takut. Ia membalikkan badan nya untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Ia melihat ke arah semak-semak. Ia melihatnya dengan sangat seksama. Tiba-tiba Hayoung melihat 2 cahaya merah dibalik semak-semak tersebut. Apa yang akan ia lakukan? Berteriak? Itu sangat-sangat lah tidak mungkin. Lidah nya kelu, seluruh badan nya berkeringat dingin, kaki nya bergetar hebat. Ingin sekali ia berlari, tapi tenaga nya seperti sudah terkuras habis karena takut.

“Tolong!! J-jangan lukai aku! Jebal..” ucap Hayoung lirih, ia menutup mata nya karena ketakutan. Ia benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan. Tiba-tiba seseorang meremas lengan Hayoung. Hayoung tersontak kaget dan ingin berteriak tapi orang itu membungkam mulutnya erat-erat.

“C-chanyeol ssi? Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Hayoung gugup.

“Sebaiknya cepatlah pulang.” Jawab Chanyeol singkat.

“Jangan menunda nya, turutilah perkataan ku. Sebaiknya kau cepat kembali ke rumah.” sambung Chanyeol. Tanpa menunda-nunda lagi, Hayoung segera berlari pulang.

~

TBC.

 

 

Gimana nih readers? Aneh? Iyaaa kok, author tauuu><. Aku baru pertama kali bikin ff soalnyaaa. Tapi aku tertarik banget buat jadi penulis. Nah, makanya aku butuh coba-coba dan so pasti butuh komentar, tanggapan, saran, dan kritik dari kalian~. Kalo ada yang mau bantu aku untuk jalan cerita dll, boleh kok langsung cp aku di twitter, atau email! Kalo email, bisa langsung aja ke derbyfp@gmail.com ~ ini kalo banyak yang minta buat ngelanjutin, aku pasti bakal ngelanjutin kok, tinggal nunggu tanggepan positif dari kalian aja^^. Terimakasih 

2 thoughts on “Unexpected Things (chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s