It’s me – When I See You Again (Chapter 5 – Let Out The Beast)

IT’S ME – WHEN I SEE YOU AGAIN

Author                        : Sesil_HappyChan

Genre              : Romance, Drama, Friendship,  Bromance

Rating             : PG-16

Length            : Chapter

Main Cast       : Park Chanyeol as Chanyeol

                          All Member EXO

                          Kim Rara

                          Wu Yi Fan/Kris as Lee Min Hyuk

                          Baekho (Nuest) as Kang Young Hyun

                          Jiyeon (T-Ara) as Ji Eun

                          V (BTS) as Ho Joon

                          Park Hyun Seok as Kim Woo Bin

 

DON’T BE PLAGIATHOR !!!

Happy reading^^

 

 

Let Out The Beast

Ketika lampu menyinariku di atas panggung
Semua mata tertuju hanya padaku
Ketika lampu menyinariku di atas panggung
Tidak ada satu mata pun yang tidak melihatku

[EXO]

–Park Chanyeol–

————————————————————————————–

 

Author pov

Chanyeol duduk diruang tunggu sambil memutar-mutar ponselnya dengan tangan kanannya. Pandangannya menerawang kearah tembok di depannya—yang memajang kertas bertuliskan ‘dilarang merokok’ dalam huruf kapital sepanjang 40×20 cm.

Pikirannya masih dipenuhi dengan ucapan gadis yang ditemuinya tadi saat acara fanmeet. Sebelumnya Chanyeol sempat menduga bahwa gadis itu mungkin tidak mengenalinya saat pertemuan mereka tadi pagi. Tapi sekarang ia berfikiran lain. Dari tatapannya saat melihat Chanyeol pertama kali, dan juga obrolan singkat saat fanmeet tadi, itu cukup membuat Chanyeol yakin bahwa gadis itu sudah mengenalinya sejak awal.

“Yah begitulah, bahkan aku bisa menebak kalau kau dulu sangat … sangat menyebalkan. Membuat seorang gadis kecil menangis misalnya.”

Ucapan gadis itu mengisi pikiran Chanyeol. Seenaknya saja bicara begitu. Tapi dari mana dia tau? Dia itu seorang fans atau anti fans sih? Geram Chanyeol dalam hati.

“Hah!” dengus Chanyeol dengan cepat. Tanpa sadar ia melempar ponselnya ke sofa lalu menyandarkan punggungnya dengan melipat kedua tangannya.

“Hyung, kenapa denganmu hari ini?” Tanya Kai. Penasaran dengan Chanyeol yang bertingkah tidak seperti biasanya. Terlebih saat acara fanmeet ini selesai.

“Kau, bertingkah sangat aneh hari ini.” Baekhyun memperjelas maksud pertanyaan Kai tadi.

Chanyeol langsung menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan dan langsung sadar kalau member yang lain sedang memperhatikannya.

Sebenarnya sebelum member lain mendengar Chanyeol mendengus secara tiba-tiba tadi, mereka disibukkan dengan urusannya masing-masing. Kai yang menyandarkan kepalanya di sofa, Xiumin sedang berbicara dengan Lay dan Chen. Suho merapikan tatanan rambutnya di depan cermin. Sehun membalas pesan yang masuk di ponselnya, lalu Baekhyun yang mulai menjahili D.O dan akhirnya mendapatkan satu pukulan di pundaknya.

Mereka semua dikejutkan dengan reaksi Chanyeol yang tiba-tiba dan kini Chanyeol mendapatkan perhatian dari semua member karena ulahnya sendiri. Chanyeol seketika duduk tegak karena serangan tatapan dari yang lainnya.

“Apa! memang aku kenapa?!” sentak Chanyeol, menuntut sebuah penjelasan. Dia memandangi Kai, lalu Baekhyun dan berakhir dengan kembali menyandarkan punggungnya di sofa.

Chanyeol melempar tatapannya ke arah lain agar Baekhyun tidak bisa membaca pikiran Chanyeol melalui sorot matanya. Sedari tadi Chanyeol memang paling mengkhawatirkan reaksi Baekhyun karena anak itu terus-terusan memandangi Chanyeol dengan tatapan penasaran.

Suho berjalan mendekati Chanyeol. “Apa yang dikatakan Sehun tadi sebelum kita ke stage,” ujar Suho, bersamaan saat ia mengambil ponsel yang tadi dilempar Chanyeol lalu duduk di sofa. “Benar kau bertemu dengan anti fans?” tanyanya.

Chanyeol tidak langsung menjawab. Ia terdiam dan befikir apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

“Tidak,” Tegas Chanyeol, masih berusaha untuk menutup-nutupi. “Apanya yang anty fans, aku ini Park Chanyeol. Park-Chan-Yeol,” Ucap Chanyeol dengan penekanan diakhir kalimatnya.

Semua orang mengernyit mendengar pernyataan Chanyeol yang mulai membesar-besarkan namanya lagi. Kai sudah malas meladeni Chanyeol kalau sifat narsisnya kumat lagi seperti itu. Ia pun kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa. Member lain ikut-ikutan mengacuhkan Chanyeol, kecuali Suho yang masih penasaran dan sama sekali tidak mempercayai jawaban Chanyeol. Baekhyun dan D.O juga masih menatap curiga ke Chanyeol.

“Lalu apa karena ucapan gadis tadi?” tanya Baekhyun, membuat Suho dan D.O menatap penasaran kearahnya.

“Siapa?” Suho bertanya ke Baekhyun, lalu beralih menatap Chanyeol. “Kau bertemu seseorang hari ini?” tanyanya.

“Tidak,” Jawab Chanyeol saat menatap kearah Suho. “Gadis mana maksudmu?” Chanyeol beralih ke Baekhyun.

“Yang membuatmu bertingkah aneh saat fanmeet tadi,” jelas Baekhyun. “yang menyebutmu apa tadi?” Baekhyun menunduk, berusaha mengingat apa yang ia dengar tadi. Tidak lama Baekhyun menjentikkan jarinya saat ia mengingat sesuatu. “Ah, menyebalkan. Ya, dia menyebutmu begitukan?”

Chanyeol menghindari tatapan Baekhyun. Merasa malu karena pembicaraannya dengan siswi tadi didengar juga oleh Baehkyun.

“Ada yang bilang begitu padamu? Wahh….” D.O merasa sedikit takjub. Dengan sifat asli Chanyeol yang seperti itu, ditambah image yang hampir tidak pernah membuat orang lain berpikiran jelek tentangnya, keberanian gadis itu benar-benar mendapatkan acungan jempol dari D.O.

“Ahh sudahlah!” ucap Chanyeol sambil beranjak dari tempatnya.

“Mau kemana?” tanya Suho yang melihat Chanyeol berjalan menuju pintu.

“Toilet!”

 

*******Creepers-HappyChan********

Chanyeol ‘pov

Hah! Sejak kapan mereka semua jadi memperhatikan orang lain begini? Dan lagi, kenapa Baekhyun harus mengungkit-ngungkit tentang gadis itu? Benar-benar membuat kesal saja.

Aku membanting pintu dengan cukup keras. Lalu berjalan menuju arah utara. Saat aku mengatakan akan pergi ke toilet sebenarnya itu hanya alasan saja. Aku sedang membutuhkan udara untuk mengisi paru-paruku yang mulai sesak karena serbuan pertanyaan dari mereka tadi.

Aku menunduk saat berpapasan dengan dua staf wanita. Memamerkan gigiku dan membuat mereka membalas dengan tersenyum dan menunduk sekilas sebelum aku berlalu.

Kehidupan artis memang selalu seperti ini. Sebelumnya aku memang sudah menduga bahwa menjadi sorotan publik itu tidaklah mudah. Disaat aku punya masalah, aku harus tersenyum saat berhadapan dengan orang lain. Saat aku marah dan tidak suka dengan perlakuan orang lain kepadaku, aku harus berpura-pura menerima hal itu dan bersikap biasa saja. Saat aku menginginkan sesuatu dan berakibat buruk jika aku memilikinya, aku harus menahan keinginanku itu.

Aku juga tidak bisa pergi kemanapun seenakku, ke kafe, ke taman, department store, atau pun berkeliling ke Myeongdong—tempat yang katanya menjadi lokasi hangout anak-anak muda.

Aku tidak yakin apakah aku akan di kenali atau tidak kalau aku menyamarkan penampilanku saat aku berada di Myeongdong.Aku tidak bisa pergi tanpa pengawasan dan perlindungan dari stafku. Dan penyamaranku pasti tidak akan berguna kalau aku berada di tempat ramai seperti itu. Mungkin kalau itu tempat yang jauh dari keramaian masih memungkinkan untukku tidak dikenali, lain cerita kalau aku berada di tempat penuh dengan anak muda seperti itu. Sekali lirik saja mereka pasti menduga-duga kalau aku adalah seorang idol atau pun seorang aktor, ditambah dengan dandanan mencolok seperti menggunakan topi, masker, atau pun kaca mata hitam. Benda-benda seperti itu hanya bisa kulepas saat aku pergi jalan-jalan di malam hari.

Dibalik itu semua tentu saja menjadi seorang idol adalah impian banyak orang. Aku tidak menyesalainya. Aku juga tidak bilang kalau aku akan mengakhiri hal ini. Menjadi seorang idol adalah impianku sejak kecil, dan sekarang setelah usaha yang kulakukan akhirnya aku berhasil berdiri di puncak seperti sekarang ini. Mana mungkin aku mau melepas itu semua.

Langkahku terhenti saat melihat seorang gadis bersandar di pagar pembatas. Mataku menyapu ke sekitar gedung, mencari sosok lain yang mungkin saja melintas di area ini. Bagus! Gelakku dalam hati.

Aku berjalan kearah gadis itu. Dia tidak menyadari kedatanganku sampai aku menyeretnya ke tempat sepi yang tidak mungkin dilalui orang.

“Hey!” serunya, berusaha untuk melepas genggaman tanganku yang cukup erat mencengkeram pergelangan tanganya.

Aku terus menariknya, tidak peduli seberapa keras ia mencoba melepas genggamanku, aku semakin tidak ingin melepasnya.

Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Aku harus tau siapa gadis itu sebenarnya. Kalau dia memang seorang anti fans aku harus tau apa tujuannya berperilaku seperti itu kepadaku. Apa yang membuatnya bertindak begitu? Apa yang kulakukan padanya sampai dia begitu tidak menyukaiku?

Kuhempaskan dirinya ke tembok di sampingku. Cukup keras hingga aku mendengar bunyi ‘buk’ sebelum ia merintih menahan rasa sakitnya. Dia menatap pergelangan tangannya, meraba-raba semburat merah di kulitnya yang putih—persis di tempat aku menggenggamnya tadi.

“Apa yang kau lakukan, huh?!” geramnya kesal.

Gadis ini, setelah bertindak tidak sopan dan mengatakan hal tidak masuk akal di fanmeet tadi, dia masih berani melotot ke arahku? Apa dia benar-benar tidak punya rasa takut? Apa yang membuatnya mendapatkan nyali sebesar ini?

“Mau apa kau?!” tantangnya, masih dengan nyali setinggi gunung Himalaya.

Neo! Siapa kau sebenarnya?” tanyaku. “Kau mengenaliku?” desakku sekali lagi.

“Tentu saja,” jawabnya cepat. “Kau ini member EXO kan? Park-Chan-Yeol,” Ujarnya. Menekan setiap kata saat namaku keluar dari mulutnya.

 

 

By Creepers-HappyChan

Cerita ini sudah pernah publish di wattpad @Sesil_HappyChan

 

Like & Comment^^

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

54 thoughts on “It’s me – When I See You Again (Chapter 5 – Let Out The Beast)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s