When Our Love Came Suddenly (chapter 11)

 

Picture2

 

When Our Love Came Suddenly

(chapter 11)

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast    :

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member
  • Shin Yunra a.k.a Chanyeol ex-yeojachingu

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 17

“ Ahhh kyeopta…. Noumu kyeopta….” Chanyeol mencubit pipi chuby milik Ayu dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri. Kini Ayu dapat merasakan sebuah tangan mengusap rambutnya dengan penuh sayang.

“ Tarrawa…” Chanyeol menarik tangan Ayu dan membawanya ke sebuah makam yang berada di bawah pohon. Ayu hanya diam, dia sendiri bingung mengapa Chanyeol membawanya ke tempat seperti ini?

Ayu melihat senyum Chanyeol yang merekah indah di bibirnya seolah tanpa memiliki beban, Ayu tahu senyum itu menandakan bahwa ia tengah bahagia. Ayu mulai berfikir mungkin tempat ini yang berhasil membuat Chanyeol tersenyum tanpa beban masalah sekalipun.

.

.

.

CAPTER 11

“ Annyeonghaseyeo Halmoni…. Haraboji….” Sapa Chanyeol pada dua makam yang saling bersandingan.

Chanyeol berdiri di antara dua makam itu, dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya, tak lupa senyum merekah di bibirnya. Ayu gadis berkacamata ini hanya berdiri dalam diam di belakang Chanyeol sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru pemakaman.

“ Halmoni….. dulu aku pernah berjanji kalau aku akan  mengenalkan seseorang pada halmoni bukan? Pasti halmoni ingin bertemu dengannya kan? Matchi? Sekarang aku sudah menepati janjiku. Igo, gadis ini yang berhasil membuatku jatuh cinta, dia gadis seperti yang halmoni inginkan, gadis yang mampu membuatku melupakan kesedihanku karena eomma dan appa.” ucap Chanyeol dalam hati, tangan kanannya kini menggengam jari jemari Ayu sedangkan tangan kirinya masih bertengger di dalam sakunya.

“ Kau pasti bertanya siapa mereka?” Chanyeol menatap Ayu yang terlihat membuang pandangannya ke seluruh tempat pemakaman. Dia tidak sadar jika Chanyeol menggenggam tangannya erat. Untuk sesaat kamudian Chanyeol kembali menatap kedua makam itu.

“Ne??” Ayu kembali memfokuskan pandangannya pada Chanyeol lalu melihat kedua makam di sampingnya.

“ Mereka halmoni dan haraboji ku, setiap pagi sebelum ke sekolah aku selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan mereka. Mungkin bisa dibilang bertemu dengan mereka sama saja mengisi semangatku. Mereka adalah charger semangatku”

“ Dulu saat mereka masih hidup, hanya mereka yang selalu bisa membuatku tertawa, hanya mereka yang mampu membuatku bahagia, menemani kesepianku karena kesibukan dari orang tuaku. Hanya dari mereka aku dapat merasakan tulusnya kasih sayang.”

“Tapi, kebahagiaanku  luntur ketika aku mengetahui mereka kecelakaan dan kehilangan nyawa mereka. Saat itu aku benar-benar tak punya semangat lagi, siapa yang akan membuatku tersenyum lagi? Siapa yang akan membuatku bahagia lagi? Siapa yang akan memperhatikanku? Pertanyaan itu yang selalu aku pikirkan saat mereka tiada.” Chanyeol menghela nafas dan mendongakkan kepalanya untuk mencegah air matanya yang sudah mengumpul di pelupuk matanya.

“ Namun semangatku kembali lagi saat aku memiliki teman-teman dan noona yang sangat mendukungku. EXO dan noonaku, mereka mampu mengembalikan senyumku lagi. Aku dapat merasakan kasih sayang tulus dari mereka walaupun kasih sayang itu bukan dari orang tuaku sendiri, tapi itu cukup membuatku bahagia.” Chanyeol menghadapkan tubuhnya pada Ayu, genggaman tangannnya semakin erat.

“ Dan saat ini ada seseorang yang lebih membuatku bahagia, mewarnai hidupku dengan senyum cerianya. Dia berhasil mengambil hatiku, ahhh aku rasa aku jatuh cinta padanya…” Lanjutnya.

“ Nugu?” Ayu mulai memberanikan diri untuk bertanya siapa orang yang telah berhasil membuat Chanyeol jatuh cinta. Tanpa Ayu sadari dalam hatinya berharap bahwa orang itu adalah dia.

“ Kau akan tahu nantinya!!!” Ujar Chanyeol dengan mengerlingan matanya manja hingga berhasil membuat ayu salah tingkah, gadis itu menggaruk pipinya dengan canggung.

“ Kau lihat itu?” Ayu mengikuti arah tunjukan dari tangan Chanyeol. Dahinya menyerngit saat dia melihat sebuah bukit yang tak jauh dari pemakaman.

“ Itu adalah tempat favorit kami. Setiap akhir pekan kami selalu ke bukit itu, mengadakan piknik layaknya keluarga harmonis . Aku selalu mengeluh karena piknik akhir pekanku tak bisa kuhabiskan bersama orang tuaku, aku ingin seperti anak-anak lainnya yang bisa berlibur dengan orang tua mereka. Namun haraboji selalu mengatakan, bahwa halmoni dan haraboji adalah orang tuaku. Sehingga aku juga dapat merasakan apa yang dirasakan anak-anak normal lainnya.” Ayu mendengar curahan hati Chanyeol, dia tak menyangka seorang mood maker ternyata memiliki masa lalu yang kelam karena kurangnya kasih sayang orang tua.

Ayu mengusap air matanya yang mengalir di pipinya, dia benar-benar tersentuh dengan cerita kehidupan Chanyeol. Sebuah ide terlintas di benak Ayu.

“ Chanyeol-ah ayo kita ke sana. Bukankah ini akhir pekan? Aku juga ingin melepaskan bebanku di sana, kau tahu akhir-akhir ini aku selalu mendapatkan masalah. Kajja!!!” Ayu menarik tangan Chanyeol dengan penuh semangat.

Chanyeol tersenyum senang, kakinya menyeimbangkan langkah Ayu yang sedikit berlari. Chanyeol tahu saat ini Ayu tengah berusaha untuk menghiburnya. Sebuah senyum mulai terukir di bibir Chanyeol.

(Ayu POV)

“ Waahhhh, daeebakk!!…Ini menakjubkan!” Mataku berbinar saat melihat pemandangan kota Seoul dari bukit tempat berlibur Chanyeol di masa kecil. Aku melonjak senang sambil bertepuk tangan, kakiku meloncat-loncat kegirangan.

“ Ayu-ah…. Sini…” Aku mengalihkan pandanganku sesaat ke arah Chanyeol.

Dia kini tengah tertidur di rerumputan hijau dibawah pohon yang rindang dengan kedua tangan yang ia lipat di belakang kepalanya untuk dijadikan bantal. Dia menupuk-nepuk rerumputan di sampingnya seolah mengajakku untuk ikut berbaring dengannya. Aku menghampirinya dan duduk di sampingnya. Aku menjulurkan kedua kakiku, dan memejamkan mataku merasakan angin yang menghembus sejuk di kulit wajahku. Tempat ini sungguh nyaman, pantas saja jika Chanyeol menyukai tempat ini.

GREEEPPP!!!

Aku terlonjak kaget saat Chanyeol secara tiba-tiba menarik pundakku dan memaksaku hingga aku kini terbaring tepat di sampingnya. Dia memiringkan tubuhnya, menyangga kepalanya dengan tangan kirinya lalu memandangiku yang juga sedang menatapnya bingung. Jarak kita cukup dekat, aku dapat merasakan hembusan nafasnya di hadapan wajahku.

Tangan Chanyeol bergerak untuk menyentuh kacamataku, dengan sangat hati-hati dia mulai menarik kacamataku. Aku sempat menahannya namun tangan Chanyeol menyingkirkannya.

“ Kau cantik jika melepas kacamata ini…” ujarnya dengan senyuman yang sangat tulus dan berhasil membuatku seperti tersengat listrik. Aku berusaha menggapai kacamataku kembali namun sayang dia sembunyikan di saku mantelnya. Aku meniup poniku dengan kesal.

“Jadi selama ini aku tidak cantik? Nappeun!” aku mengerucutkan bibirku sementara dia hanya terkekeh.

“ Biarkan aku menikmati wajahmu yang lebih cantik ini, arraseo…”  Pipiku rasanya memanas, aku segera memalingkan wajahku sebelum dia mengetahui rona merah di pipiku karena ulahnya.

“ Ya! kan sudah kubilang aku ingin menatap wajahmu, jangan kau palingkan wajahmu itu” Dia menangkup kedua pipiku. Aku menepis tangannya, dan kembali memunggungi Chanyeol. Ahh suasana ini benar-benar membuatku canggung.

(Author POV)

“ Ku dengar hubungan Ayu dan Chanyeol semakin dekat. Aishhh jeongmal!!! ini sangat menyebalkan!! Mengapa harus dia? Gadis bodoh, gadis desa tak ada apa-apanya dibanding denganku!!” Terdengar keluhan dari seorang gadis yang diketahui sebagai mantan kekasih dari Park Chanyeol ini. Suaranya yang tengah memendam amarah itu menggema di toilet perempuan.

“ Sudahlah Yunra, masih banyak pria yang lebih baik dari Chanyeolmu itu, apa kau tak bosan mengejarnya terus hah? Kau benar-benar rendah.” Cibir teman dekat Yunra yang tengah sibuk menata rambutnya di depan cermin.

“ Diam kau Shin Hye Shin “ bentak Yunra sambil menunjuk wajah teman dekatnya yang ternyata bernama Hye Shin itu.

“ Kau juga sama denganku! Jangan kau pikir aku tidak tahu, kau masih memiliki perasaankan dengan Suho kan? Macthi? Yak kau benar-benar menyedihkan, Ya, Neo arro? Suho dengan Lin Da telah menjalin hubungan kasih. Uhhh Hye Shin-ah kau kalah dari gadis desa, eotteokhae?? ckckck..” Yunra menatap remeh ke arah Hye Shin.

“ Baiklah, kau memang benar. Geundae… aku bingung daya tarik apa yang dimiliki gadis itu? Bukankah lebih menarik aku dari pada dia“ Ujar Hye Shin sambil memutarkan tubuhnya.

“Ahh kau mau membantuku?” Yunra menarik Hye Shin untuk lebih mendekat ke arahnya.

“ Festival Musik akan segera tiba, dan kau tahu Chanyeol dan Ayu akan berduet untuk mewakili kelas kita. Emm, rasanya aku ingin menghancurkan penampilan mereka. Kau mau membantuku kan?” Yunra menaikkan sebelah alisnya.

“ Kau tenang saja aku juga akan membantumu untuk mendapatkan namja itu, otte?” Hye Shin mengangguk setuju. Mereka ber-high five ria.

“ Rencana apa yang akan kalian lakukan pada Ayu?” Mereka terlonjak kaget saat mengetahui bahwa Lin Da tengah berada di antara mereka. Lin Da melangkah mendekat ke arah mereka dengan tangan yang bersedekap menampilkan sosok dinginnya.

“ Dengar Yun Ra-shi, aku tak akan membiarkan kau menyakiti Ayu lagi. Kalau sampai aku melihatnya, ku pastikan aku juga akan melakukan sesuatu padamu. Arrachi???” Lin Da menyeringai sinis, ini bukanlah karakternya yang sesungguhnya.

“Tidakkah kau lihat, kau seperti gadis rendah yang tidak sadar diri. Jeongmal.” Saat Lin Da hendak berbalik pergi tiba-tiba rambutnya ditarik oleh Yunra dengan kuat.

“ Yak Neo!! Akkhhh!!!” Dengan sekuat tenaga gadis berlesung pipi itu melepaskan jambakan Yunra. Lin Da menggenggam pergelangan tangan yeoja itu dengan kuat hingga mengakibatan Yunra mengeluarkan rintihannya.

“ Jauhkan tangan kotormu itu dariku!” tukas Lin Da sambil mengehempaskan tangan Yunra dan sedikit mendorongnya ke belakang. Tanpa berpikir lama-lama Lin Da segera pergi dari hadapan mereka berdua namun dengan sikapnya yang masih tenang seolah-olah tak terjadi apa-apa dengannya.

.

.

.

“ Chagi-ya mengapa lama sekali? Tunggu, mengapa rambutmu berantakan seperti ini? Neo gwaenchanna? Wae, apa ada masalah? Apa ada yang menyerangmu huh? Marhaebwa!!” Tanya Suho bertubi-tubi saat Lin Da tiba di kelas. Tangannya sibuk merapikan rambut Lin Da yang sedikit berantakan akibat ulah Yunri

“ Sssttt…. Gwaenchanhayeo….kau tenang saja, tadi memang sedikit ada masalah dengan kucing-kucing menjijikkan” Jawab Lin Da seraya melirik ke arah Yunra dan Hye Shi yang baru saja tiba. Yunra melayangkangkan tatapan amarahnya saat mendengar Lin Da mengatainya sebagi kucing menjijikkan.

“ Kucing? Di sekolah ini ada kucing?” Suho menatap heran hanya saja lebih tepat menatap curiga ke arah Lin Da. Gadisnya itu hanya menganggukkan kepalanya dengan mantap.

“ Bahkan mereka sangat menyebalkan dan lebih berbahaya dari kucing-kucing lainnya…. Arrww…” Ujar Lin Da mengeluarkan ekspresi seramnya namun bukan membuat Suho takut justru membuatnya terkekeh.

“ NG!!! Kau tak pantas berekspresi seram seperti itu, kau pantas dan sangat cocok dengan wajah imutmu itu hahaha….” Suho tertawa meledek ke arah Lin Da, dan dibalas dengan deathglare. Suho segera menutup mulutnya, meredam tawanya sebelum Lin Da benar-benar marah dan berakhir dengan ribuan cubitan di pinggangnya.

“ Oh? Mereka belum datang juga?” Tanya Lin Da dengan menatap bangku Ayu dan Chanyeol yang masih saja kosong, padahal sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai. Lin Da mulai khawatir dengan keadaan Ayu, dia hendak mengeluarkan smartphone-nya untuk menghubungi Ayu namun nampaknya dia harus mengurungkan niatnya karena Lee Seongsaengnim sudah memasuki kelas.

“ Aku harap kau baik-baik saja” doa Lin Da dalam hati.

.

.

.

“ OMO!!!” Ayu bangkit dari tidurnya. Dia mendekati Chanyeol yang masih tertidur pulas, Ayu menggoyangkan tubuh Chanyeol untuk membangunkannya.

“ Chanyeol!!!!! Yak Chanyeol ireona!!! Ppali ireona!!! Chanyeollll!!!!!” tak hanya menggoyang tubuh Chanyeol, Ayu juga menepuk-nepuk pipi tirus Chanyeol.

“ Chanyeol!!! ppali ppali!!” Chanyeol sedikit terusik saat Ayu memaksanya bangun, tangannya di tarik hingga kini dia terduduk namun dengan mata yang masih terpejam.

“ Wae???” Chanyeol mengerjapkan matanya memfokuskan penglihatannya.

“ Lihat…. Kita terlambat 10 menit. Eottokhae?” mata Chayeol mengikuti arah Ayu yang berjalan bolak balik.

“ Lalu? Kita harus bagaimana?” Chanyeol mengendikkan bahunya.

“ Aww…. Isshhh….appoya” rintihan keluar dari mulut Chanyeol saat kepalanya menjadi sasaran dari pukulan Ayu.

“ Paboya… !!! Tentu saja kita harus berangkat sekarang. Kajja…” Chanyeol menahan Ayu.

“ Mwo??? Apa lagi..?” Ayu menghentakkan kakinya dengan kesal, mengapa pria ini begitu  lelet baginya.

“ Kau lupa? Ini pelajaran Lee seongsaengnim. Kau mau kita dihukum habis-habisan eoh?” Chanyeol mengubah posisinya duduknya menjadi berdiri disamping Ayu.

“ Lalu apa yang akan kita lakukan?”

“ Bagaimana kalau kita membolos saja?” Lagi-lagi kepala Chanyeol menjadi sasaran, Ayu memandangnya dengan kesal. Dia benar-benar tak menyangka mengapa Chanyeol memiliki pemikiran yang sangat pendek.

“ SHIREO!!!” Ayu membentak Chanyeol. Chanyeol mengusap wajahnya seolah-olah ludah yeoja itu terciprat ke wajahnya.

“ Andwe…!!! kau tahu betapa sulitnya untuk bersekolah disini? Aku tak mau menyia-nyiakan perjuanganku selama ini!”

“ Tak apa jika aku dihukum, asalkan jangan membolos, aku akan tertinggal banyak pelajaran Chanyeol.” Chanyeol memandang takjub Ayu, dia benar-benar gadis yang memilki semangat tinggi.

“ Geurrae, kalau itu maumu…” Chanyeol menggantung kalimatnya. Dia memejamkan matanya dan memaju-majukan pipinya pada Ayu. Ayu menaikkan satu alisnya.

“Mwo?? Kenapa kau seperti itu?” Ayu memandang risih wajah Chanyeol.

“Ppoppo juseyeo!!!” Chanyeol beraegyo, telunjuknya menunjuk pada pipinya yang di dekatkan pada Ayu. Ayu tersenyum licik. Tangannya bergerak mengelus pipi Chanyeol, perlahan mata namja itu mulai terbuka. Ayu mendekatkan wajahnya pada Chanyeol, dekat, dekat..

PLAAAAAKKKKKK!!!!

“Ya!!! Byuntae!!! Berani-beraninnya kau minta seperti itu!! Perveeeertt!!” Ayu menampar pipi Chanyeol keras, berteriak tepat di depan telinga Chanyeol dan membuat Chanyeol kesakitan.

“Kau gila?? Bagaimana kalau gendang telingaku ini rusak!!” Chanyeol berbalik membentak Ayu.

“Kau yang gila!!! Menciummu?? Aku tidak akan pernah mau!! Ya!! Aku bukan yeojachingumu!!!” Aksi bentak-bentakan pun terjadi diantara mereka.

“Jinjja?? Akan ku buat kau menarik kata-katamu!!” evil smirk Chanyeol berkembang di sudut bibirnya.

CHUU~ CHU~ CHU~ *mian author terlalu bersemangat sama bagian ini ^^

Bibir Chanyeol mengecup lembut pipi yeoja Indonesia itu. Ayu meremas roknya, matanya membulat sempurna dan menelan ludahnya kasar. Bahkan bibir kecil itu terlihat gemetar.

Sementara Chanyeol tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat yeoja itu terpaku. Ayu mengerjapkan matanya berkali-kali, tangannya memegang pipi yang usai dikecup dan matanya beralih memandangi Chanyeol tak percaya.

“N..Neo..” Ayu tergagap karena otaknya masih belum bisa mencerna kejadian yang baru saja dialaminya. Pipinya merona. Baginya, itu adalah pertama kalinya seorang namja menciumnya kecuali ayahnya yang berada di Indonesia sekarang.

“Kajja kita berangkat sekarang. Berdoa saja semoga para guru tengah melakukan rapat, sehingga kita bisa masuk kelas dengan mudah” Chanyeol menarik pergelangan tangannya untuk membantunya berdiri. Bahkan Ayu merasa kakinya tidak bisa berjalan. Chanyeol yang mengetahuinya, segera menggandeng Ayu dan berjalan beriringan dengannya.

Chanyeol memakai helmnya, sementara Ayu masih gemetar dengan kejadian beberapa menit lalu. Chanyeol menghidupkan mesin motornya dan meminta Ayu agar segera naik. Tangan Ayu menggenggam roknya sampai akhirnya Chanyeol menarik tangannya dan memutarkan di pinggang rampingnya. Ayu berusaha menarik tangannya kembali, namun Chanyeol menahannya.

“Ya!! Kau mau jatuh dari motorku? Pegang yang benar.” Ucap Chanyeol di balik helmnya. Tangannya masih menggenggam telapak tangan Ayu yang melingkar di perutnya. Sebuah senyum terukir di bibir namja itu.

.

.

.

TOK! TOK! TOK!

Semua mata tertuju pada dua orang remaja yang tengah berdiri mematung di tengah pintu kelas. Ayu membungkukkan badannya begitupun juga dengan Chanyeol.

“ Jwosonghamnida seongsaengnim. Kita terlambat.” Ayu membuka mulutnya yang kecil karena gugup saat menghadapi singa sekolah saat ini.

“ Kalian tahu ini jam berapa?” Lee Seongsaengnim memukul papan tulis dengan penggaris kayu yang selalu digenggamnya. Ayu dan Chanyeol mengangguk pelan.

“ KELUAR!!!!” Semua siswa terlonjak kaget saat mendengar teriakan dari Lee Seongsaengnim bahkan anak-anak EXO yang selalu bersikap tenang pun ikut terkejut. Lin Da menatap mata Ayu yang berkaca-kaca, sepertinya gadis itu siap menangis.

“ Lari keliling lapangan sebanyak sepuluh kali!! Jangan pernah masuk kelas sebeleum pelajaranku selesai. Arraseo???” Ujar Lee Seongsaengnim dengan wajah datar namun terkesan sangar.  Ayu dan Chanyeol segera melaksanakan hukuman mereka sebelum guru sangarnya itu semakin mengeluarkan amarahnya.

“ Setelah Lin Da dan Suho kini Chanyeol dan Ayu yang jadi korban.” Bisik Baekhyun pada D.O.,  pria bermata bulat yang menyandang status sebagai teman sebangkunya.

“ Aigoo…. Mereka benar-banar cari mati. Bukankah lebih baik mereka membolos saja? Hampir dua jam mereka telat.” Ujar Suho dangan meletakkan pensil di ujung bibirnya. Dia memandang iba ke arah Ayu dan Chanyeol yang tengah berjalan menuju lapangan.

“ Bukankah hukaman fisik dilarang?” Suho menatap Lin Da dengan senyum remeh. Suho terkekeh saat melihat Lin Da yang tengah serius menunggu jawabannya.

“ Sekolah ini tidak mengikuti aturan seperti itu. Katanya ini dilakukan demi kedisiplinan para siswa.” Suho melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.

“ Jinja? Jeongmalyo….? Kalau di Indonesia hukuman apapun yang berhubungan dengan fisik tidak diperbolehkan. Jika itu tetap terjadi, maka guru itu akan mendapat hukuman dari Negara.” Lin Da sedikit menceritakan budaya di negara kelahirannya itu.

“ Aishh…. Aku jadi ingin sekolah disana. Sekalian bertemu dengan calon keluarga baruku.” Senyum Suho yang manis merekah ke arah yeojanya.

“ Nugu?” Lin Da menyipitkan matanya.

“Keluargamu” Lin Da tersenyum malu mendengarkan gombalan namjachingunya. Sungguh dia tak menyangka kalau Suho akan seromantis ini.

“ Benar-benar menjijikkan.” cibir Sehun yang sudah muak mendengarkan gombalan Suho. Dia segera membuang mukanya ketika melihat Suho tersenyum remeh ke arahnya.

Perhatian Lin Da teralihkan pada Ayu dan Chanyeol yang sedang menjalankan hukumannya. Sedikit hilang rasa kekhawatirannya saat melihat Ayu yang sepertinya sangat menikmati hukumannya, sering kali dia tertawa saat Chanyeol menggodanya.

“ Bukankah mereka sangat serasi?” Gumam Lin Da nyaris tak terdengar. Lin Da tersenyum penuh arti ketika melihat Ayu yang tengah kuwalahan mengejar Chanyeol, sesekali dia menarik-narik ujung seragam Chanyeol karena lelah dan seolah memintanya untuk memperlambat larinya. Ayu sepertinya telah menemukan kenyamanan ketika bersama Chanyeol. Lihatlah tak ada setitik pun guratan kesedihannya ketika bersama Chanyeol.

.

.

.

“ Chanyeol-ah, pelan-pelan hosh!! Aku lelah…” Rengekan manja keluar dari mulut Ayu. Dia kini tengah membungkuk, menaruh kedua tangannya pada lututnya, bahunya naik turun karena sedang mengontrol pernapasannya.

“ Wae…??? Ahh ayolah kurang tiga putaran lagi Ayu! Kajja!” Chanyeol berlari mundur untuk menghampiri Ayu yang sudah kelelahan, lalu tangannya menggandeng lengan Ayu memandunya untuk melanjutkan berlari lagi.

“ Neo…??? Gwanchanha? Apa ada yang sakit hm? Marhaebwa!” Perasaan cemas dan khawatir mulai berdatangan saat Chanyeol melihat wajah Ayu yang mulai memucat.

“ Aniya, naega gwaenchanha, kajja kita lanjutkan lagi!” Saat Ayu bersikeras untuk melanjutkan hukumannya, tangannya dengan segera dicekal oleh Chanyeol.

“ Apa kau yakin? Lihatlah wajahmu sangat pucat Ayu. Aku tak mau terjadi apa-apa denganmu. Apa perlu kita beristirahat sebentar?” Ayu dapat melihat kekhawatiran di wajah Chanyeol, sebenarnya dalam hati dia sungguh senang saat Chanyeol perhatian padanya. Namun dia sangat pandai menyembunyikan rasa senangnya itu dengan wajahnya yang bersikap senetral mungkin. Dia tak mungkin menjukkan rasa yang berlebihan itu.

“ Kajja!!” Ayu mengekkan kembali tubuhnya lalu melanjutkan larinya meninggalkan Chanyeol yang masih berdiam diri. Kakinya sedikit diseret karena tenaganya yang samakin berkurang. Tak jarang dia mengusap keringat yang telah membanjiri wajah manisnya.

BRUKKK

“ Ayuuu!!!” Chanyeol lari tergopoh-gopoh setelah melihat tubuh Ayu yang tumbang seperti tak punya tenaga.

“ Gwaenchanayeo?” Ayu meringis kesakitan karena lutunya sedikit terluka. Dia mengibaskan tangannya di atas lukanya. Chanyeol ikut menunduk untuk melihat luka Ayu. Hembusan nafas mulai terasa di lutut Ayu ketika Chanyeol meniup lukanya. Rona merah ditambah senyum malu tecetak jelas di wajah Ayu, untung saja Chanyeol tak melihatnya hingga kini Ayu hanya dapat melihat rambut Chanyeol karena wajah Chanyeol tengah menatap ke bawah.

“ Jja… Apa masih sakit?” Ayu gelagapan saat Chanyeol tiba-tiba mendangakkan wajahnya, semoga saja pria berperawakan tinggi itu tak menyadari wajahnya yang kini mirip seperti kepiting rebus. Ayu menguasai hatinya dengan menahan nafas sejenak untuk bersikap seperti biasa.

“ Arghhh,…. Aww….” Ayu menggeleng lemah saat dia mencoba berdiri namun naas kakinya masih terasa sakit sampai akhirnya membuatnya hampir terjatuh, untung saja dengan sigap Chanyeol menagkapnya.

“ Ya sudah kalau begitu kita hentikan saja hukuman ini, sebaiknya lukamu ini harus segera diobati sebelum terinfeksi. ” Chanyeol manarik lengan Ayu dan melingkarkannya di lehernya. Tubuh Ayu seperti melayang saat Chanyeol dengan gagahnya menggendonganya ala bridal style. Ayu sedikit merasa tak enak hati, karena dia yakin saat ini pasti para yeoja di sekolahnya tengah melayangkan tatapan penuh benci ke arahnya.

“ Aku… Aku masih bisa berjalan Chanyeol, kau tak seharusnya berbuat seperti ini? Apa kau tahu? saat ini penggemarmu seperti ingin memangsaku!” bisik Ayu dengan mengedarkan matanya untuk mencari apakah ada orang yang melihatnya.

“ Waeyeo..? Aku tak peduli”Ujar Chanyeol dengan sikap masa bodohnya seraya membenarkan posisi Ayu agar nyaman di gendonganya.

Ayu menunduk menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya. Dia berasa ini seperti mimpi, dia memang benar-benar sangat beruntung, betapa besar perjuangan yeoja-yeoja lainnya yang ingin dekat dengan Chanyeol, namun dia hanya sekejap mata saja untuk dekat dengan namja idol di sekolahnya.

Ayu tetap menjaga sikapnya agar tidak menimbulkan rasa iri dari yeoja lainnya. Karena bagaimanapun juga rivalnya sangat banyak dan mungkin dapat dibilang ganas seperti Yunra. Dia tak ingin jika dirinya nanti akan terkena pelampiasan dari para penggemar Chanyeol yang sedang murka.

TO BE CONTINUED

 

Howaaa..Akhirnya update juga ffnya. Mian semuanya yang udah nunggu chap ini lama banget karena uthor-uthor sibuk persiapan buat UAS yang baru selesai minggu lalu. Tapi seneng banget lho baca komentar kalian di chapter sebelumnya. Ngga nyangka ff ini masih ada yang nunggu updatetannya. Karena jujur, kita sebagai author ngerasa udah gagal bikin ff ini dan bener-bener pasrah karena banyak banget silent readersnya. Hiks,😥.

Tapi kayanya ngga enak juga kalo ff ini ngga kita selesaiin alias gantung. Jadi, kita bakal terus post chap selanjutnya, tapi mungkin ngga sesering yang dulu-dulu ya readers, karena uthor-uthor ini mau persiapan sama pemadatan buat Ujian di sekolah. So, Mianhae, jeongmal mian,

Last, Big thanks Big Big Big thanks buat semua yang udah mau dengan baik ngerespon dan mengkritik ff ini yang jelas banget buaanyak sekali kekurangannya. Semoga kalian ngga kapok buat tetep baca ff ini dan ngasih respon maupun kritik yang readers. Kita bener-bener berharap tolong jangan jadi silent readers, karena serius walaupun kalian ngga nampak tapi adanya kalian itu berpengaruh sama semangat kami buat ngepost next chapter.

So Gumawo, Saranghae~

*Xiuri & Sungji

3 thoughts on “When Our Love Came Suddenly (chapter 11)

  1. YEEEE AKHIRNYA COMBACK JUGA ni ff! Oke suka banget sama chapt ini , umm mungkin karna hampir keseluruhan di chapt ini isinya banyak ChanYu momment>.<
    So far sih keren yah , tapi konfliknya kurang greget , aww/apa ini?/ mungkin kalo ada orang ke3(cowok misalkan) kan lebih greget tuh apalagi kalo punya hubungan ama karakter OCnya di sini .
    Eh tapi itu menurut aku aja loh /:hehe/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s