Just That, I Love You – Stay ( Chapter Nine )

Just That, I Love You - Stay ( Chapter Nine )

 

Just That, I Love You

 

Author : 610021FireThunder

Genre : Imagine, Romance, Comedy

Length : Chaptered

Rating : All Can Read

Main Cast :

– You as Nam Seul Hee

– Park Chanyeol as Himself

– Kris as Himself

– Chen as Himself

Stay ( Chapter Nine )

11:01 Fiji Island Hotel

Setelah menaruh barang – barang di kamar hotel member EXO berlari keluar karena melihat laut. Memang view hotel mereka pas sekali berhadapan dengan laut. Dan seperti anak kecil yang sudah lama tidak bermain air mereka tanpa ragu menyeburkan diri. Ekspresi mereka terlihat sangat bahagia, raut lelah karena perjalan panjang yang ditempuh hilang sudah yang ada hanya tawa dan canda. Chen yang hari itu ulang tahun pun jadi bulan bulanan kejahilan mereka, berkali kali ia dilemparkan ke air tapi bukannya membalas ia hanya tertawa keras sambil menikmati ombak yang mengombang ambingnya. Mereka benar benar dibuat lupa diri oleh laut, dalam beberapa menit mereka sudah basah kuyup.

Seul Hee yang selesai mengkoordinasi barang pun tak tinggal diam, ia berjalan menyusuri pantai menikmati pemandangan pulau yang begitu indah. Seul Hee mengeluarkan handphonenya untuk mengambil beberapa foto dan selca untuk dipamerkan kepada Yora, itu pasti akan membuatnya sangat iri. Ia bersiap untuk mengambil selca, ketika ia menekan tombol capture Chen berlari kearahnya merangkul pundak untuk ikut selca.

“ Yaaa~ Chen!!! “

“ Coba lihat hasilnya? Hihihi kau harusnya tidak berfoto sendiri. Aiyaaa aku buram disitu, ayo selca sekali lagi “

“ Mwo?? “

Chen tidak perduli Seul Hee yang saat itu bingung, lelaki itu malah menariknya ke dalam rangkulan dan mengambil foto. Saat melihat hasil foto Chen tertawa terbahak – bahak karena ekspresi terkejut Seul Hee yang melihat ke arah Chen.

“ Aigoo..Apa apaan wajah itu, aku akan menghapusnya.. “

“ Wae?? Kau lucu disitu, kau tidak boleh menghapusnya. “

Lalu Chen meraih handphone Seul Hee dan mengirimkan foto tersebut dengan cepat sebelum Seul Hee menghapusnya.

“ Ya.. Kenapa kau menyimpan foto jelekku?? Kau akan menyebarkannya huh?? “

“ Aniyaaa, foto ini bisa membuatku tersenyum jika moodku sedang tidak baik. Jadi kau tidak boleh protes karena aku menyimpannya okay??? “

“ Isshhh.. bagaimana bisa foto seperti itu membuat moodmu lebih baik? Harusnya kau menyimpan yang cantik “ ucap Seul Hee sambil tersipu.

“ Tomato.. aku tidak perlu menyimpan foto dirimu yang cantik. Aku hanya perlu mencarimu dan melihatnya langsung “

“ Ma.. Maksudmu???? “

“ Entahlah… pikirkan saja sendiri kekeke. Ah aku tunggu pukul 8 malam nanti okeeee??? Kita bertemu lagi disini!! “ sahut Chen sambil berlari meninggalkan Seul Hee yang pipinya bersemu merah.

Ditengah perasaan malu dan senangnya handphone Seul Hee berbunyi, ada pesan baru….

 

Seul Hee, cepat lihat ke arah kirimu

 

Ia tidak tau siapa pengirim pesan itu, tapi ia segera menoleh ke sebelah kirinya dan dari kejauhan terlihat Chanyeol berjalan menghampirinya dengan membawa keranjang kecil berisi buah strawberry. Terlihat senyum di wajah Chanyeol, ia pun melambaikan tangan ke arah Seul Hee yang sedari tadi hanya melihatnya.

“ Kau! Bagaimana kau tau nomorku?? “

Tanpa menjawab pertanyaannya, Chanyeol langsung memasukkan strawberry ke mulut Seul Hee.

“ Woah.. strawberrynya manis, dimana kau mendapatkannya?? Ah.. tidak tidak darimana kau mendapatkan nomorku? “

“ Manis bukan?? Ayo ikut denganku “ sahut Chanyeol sambil menarik tangan Seul Hee

“ Ya! Kau belum menjawab pertanyaanku, dan mau kemana kita?? “

“ Sudahlaah kau tidak perlu tau, cukup ikut saja denganku “

Seul Hee pasrah saja tangannya ditarik oleh Chanyeol tanpa tau akan dibawa kemana. Mereka berdua terus saja berjalan sambil menyusuri pantai, sesekali Chanyeol memberikan strawberry kepada Seul Hee. Mereka hanya menikmati udara pantai tanpa ada yang berbicara sepatah katapun hingga akhirnya mereka sampai ditujuan yang dimaksud Chanyeol.

“ Sampai.. “

Seul Hee memandang kesekitar dan pemandangannya lebih indah dari sebelumnya, pasir putih, air laut yang bening sampai bisa terlihat kehidupan dibawahnya. Ia benar benar takjub dengan pemandangan yang berbeda dari sebelumnya. Padahal ini masih di pulau yang sama tapi kenapa bisa begitu berbeda. Tanpa sadar ia berlari ke bibir pantai dan memandangi kehidupan di pantai itu, ada beberapa mahluk kecil yang muncul dari sela sela karang. Dan bintang laut berwarna biru menarik perhatiannya.

“ Omo.. indah sekali! Chanyeol lihat ini!! “ sahut Seul Hee sambil mengangkat bintang laut itu.

“ Hmmpphh…Waah ternyata mudah membuatmu bahagia, hahaha “

“ Mmm.. a… apa maksudmu membawaku kesini? “ Seul Hee yang sadar akan tingkahnya seketika merasa canggung dan membuang bintang laut yang tadi ia ambil.

“ hahaha.. kenapa kau membuangnya? Tidak apa apa, aku hanya ingin mengajakmu bersenang – senang. Disini lebih indah bukan? “ sahut Chanyeol yang menghampiri Seul Hee dan mengambil bintang laut yang tadi dibuang oleh Seul Hee

“ Eumm… jadi kau hanya mengajakku untuk bersenang – senang? Bagaimana kau mengetahui tempat ini? Bukankah kau baru pertama kali kesini? “

“ Yaps! Kenapa kau banyak bertanya? Kau tidak perlu tau semuanya, cukup nikmati saja. Ayooo!! “

“ Yaaaa!!!! Kau mau kemana lagi??? “

Kini gantian Chanyeol yang berlari kepantai , semakin jauh dan semakin masuk ke laut. Ia merentangkan tangannya sambil tersenyum jahil, awalnya Seul Hee tak menghiraukannya tapi ketika melihat Chanyeol yang semakin menenggelamkan diri  itu tersadar jika Chanyeol tidak begitu ahli berenang, ia pun panik.

“ Chanyeol!! Jangan terlalu jauh.. heiiiii!!! “

“ Kenapa? Kau takut? Kemarilah Seul Hee “

“ Kau! Berhenti main – main, disini tidak ada siapa siapa selain kita. Kau tidak ahli berenang bukan?? Chanyeol! Chanyeol!! Hei ini tidak lucu kau kemana???!! “

Tidak ada sahutan dari Chanyeol dan sosoknya pun menghilang diantara ombak, mengetahui itu Seul Hee menjadi kalang kabut ia terus menerus memanggil Chanyeol namun tidak ada jawaban. Tanpa pikir panjang ia menyeburkan diri kelaut mencari Chanyeol. Ia berenang semakin jauh dan ia menemukan lelaki itu tidak sadarkan diri semakin tenggelam, kemudian ia menariknya menuju daratan.

“ Chanyeol.. Chanyeol.. tolong sadarlah, kau bodoh?? Sudah kubilang jangan terlalu jauh bukan?? Kau tidak bisa berenang!! Kenapa tidak mendengarkan aku?? Bangunlaah!!!! “ sahut Seul Hee sambil terus berusaha menyadarkan Chanyeol, namun lelaki itu tidak bergeming.

“ Chanyeol, kumohon sadarlah.. tolong “

“ Aku sangat bodoh, harusnya tadi aku tidak membiarkanmu sendiri. Chanyeol.. sadarlah “

Karena tidak ada pilihan lain, terpaksa Seul Hee akan melakukan CPR. Ia sempat bimbang tapi hanya itu cara terakhir menyelamatkan Chanyeol. Seul Hee menarik napas dan meletakkan tangannya di dekat mulut Chanyeol, perlahan ia mendekati bibir Chanyeol. Namun tiba tiba, Chanyeol meraih tubuh Seul Hee dan mendekapnya.

“ Oh! Chanyeol?! Kau sadar??? Kau tidak apa apa? Kau itu! Kau tidak bisa berenang tapi apa yang kau lakukan?? Kau bodoh??!! “

“ Tetaplah seperti ini sampai aku melepaskanmu oke? Haah ternyata acting itu memang menyenangkan~ Oh?? Bagaimana kau tau dulu aku tidak bisa berenang? “ sahut Chanyeol seraya tersenyum jahil.

“ Mwo?! Hya!!! Kau mengerjaiku lagi?? Lepaskan! “

“ Kenapa? Ya.. kau tadi bilang tidak akan membiarkanku sendiri bukan? Dan lagi kau tidak menjawab bagaimana kau bisa tau dulu aku tidak bisa berenang? Ahh.. kau mencari tau tentangku? “

“ I.. Itu aku tidak pernah mengucapkannya! Sekarang lepaskan aku selagi aku masih baik, oh??!! Tak usah terlalu percaya diri, a..aku pernah dengar dari seseorang “

“ Tidak.. tidak akan. Ah begitukah? Isshhh… Bisakah kau diam saja, woaah lihat.. bahkan cuacanya bagus sekali “ chanyeol mempererat dekapannya karena Seul Hee yang terus berontak.

“ Aissh.. kau… jika ada penghargaan untuk aktor terbaik kau pasti menang, dan… apa itu akal – akalanmu untuk menciumku lagi??? Hah?! “

“ Tentu saja Seul Hee aku pasti memenangkan penghargaan itu, kau punya penilaian yang bagus. Tidak.. ah.. benar – benar kau masih mengingat kejadian waktu itu? “

Seul Hee menegakkan kepalanya untuk lepas dari pelukan Chanyeol, namun kekuatan Chanyeol lebih besar dan ia kembali menarik kepala Seul Hee untuk bersandar lagi.

“ Ya! Tidak bisa kah kau diam hanya untuk beberapa menit? Maafkan aku, waktu itu aku pun tidak tau apa yang sedang aku lakukan aku diluar kendali. Tapi mulai sekarang aku tidak akan menciummu sampai kau sendiri menginginkannya “

“ Kau… berhentilah bicara tidak tidak. Hahahah… sampai kapanpun aku tidak akan menginginkannya “

“ Benarkah??? Kalau begitu aku akan menciummu paksa sekarang “

“ Yayaya! Kau mau mati??! “

“ Hahahaha, kau mudah sekali untuk dikerjai Seul Hee. Tenang saja, aku bersungguh sungguh dengan ucapanku sebelumnya “

“ Karena bagiku semua yang kau lakukan seperti lelucon, jadi aku tidak bisa membedakan yang mana lelucon dan yang mana sungguh – sungguh. Kenapa kau bersikap seperti ini padaku? “

“ Haha, jadi aku terlihat seperti itu dimatamu. Bisa dibilang… aku menyukaimu, ah tidak itu terlalu cepat.. karena didekatmu aku bisa melepaskan topengku sejenak. Kau tau? Waktu itu pertama kalinya aku bertindak seperti itu. Aku berpikir aku menjadi gila karena mu. Dan… bagaimanapun caranya atau apapun yang terjadi, bisakah kau tidak membiarkanku sendiri? “

Seul Hee terhenyak oleh ucapan Chanyeol, itu berbeda dari sebelumnya yang terdengar main – main kali ini suaranya terdengar benar benar jujur mengatakan apa yang ia rasakan.

“ Apa yang kau katakan? Kau mencoba membuatku simpati terhadapmu? “

“ Aku tidak tau,itu keluar dari mulutku begitu saja. Ah… bagus jika kau merasa simpati dari situ kau akan jatuh kepadaku hahaha “

“ Aisshh.. kau ini!! Dan apa topeng yang kau maksud? “

“ Seul Hee – ah bisakah kau berhenti bersikap seperti reporter? Kau akan mengetahuinya sendiri nanti. Oh tunggu! Apa sekarang kau sudah nyaman berada dipelukanku?? “

Tersadar ia masih dipelukan Chanyeol, ia segera melepaskan diri dan berlari. Chanyeol memang sengaja melonggarkan pelukannya, dan hanya bisa tertawa ketika melihat Seul Hee memeletkan lidah ke arahnya.

“ Aku tidak bisa berjanji hal itu padamu! Tapi aku akan berusaha ada dikala kau membutuhkanku!!! Ya kau berhasil membuatku simpati terhadapmu “  Teriak Seul Hee dari kejauhan.

Mendengar itu membuat hatinya melonjak, ia benar benar bahagia walaupun ia sendiri masih bingung akan perasaan yang ia rasakan terhadap Seul Hee. Namun ucapan Seul Hee tadi cukup membuatnya lega, ia tidak akan risau karena takut Seul Hee menghilang dari pandangannya. Itu saja.. iya, itu saja sudah sangat berarti untuknya. Ia tidak peduli akan seperti apa perasaannya nanti, ia hanya percaya sekarang ia bisa bergantung pada seseorang.

 

 

16:07 KST “M” Cafe

Dua orang pria berumur 40an duduk dengan pandangan serius, sesekali salah satunya meneguk secangkir kopi. Seorang lagi hanya membaca beberapa dokumen dengan ekspresi kesal, lalu melemparkannya ke meja. Kini ia menatap pria didepannya yang sama bermuka masam.

“ Jadi? Pengacara hukum pihaknya masih bersikeras? “

“ Begitulah, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Ah.. aku benar benar ingin menghancurkan bocah itu “

“ Bocah itu ternyata cerdik sama seperti ayahnya dulu “

“ Karena kemiripannya pula aku semakin ingin membalaskan dendam atas apa yang ayahnya lakukan kepada kita, bukan begitu young min? “

“ Ya, sangat. Dunia begitu sempit. Tanpa kita sadari ternyata ia anak dari si pengkhianat itu “

“ Tapi dengan begitu pula kita bisa lebih mudah membalaskan dendam kita terdahulu, meskipun orang yang paling kita cari itu sudah meninggal. Ah iya jangan sampai Soo Man mengetahui rencana kita selama ini “

“ Tentu saja, aku tidak bodoh. Akan aku pastikan ia hancur sebelum Soo Man mengetahui semuanya “

“ Sekarang kita cari cara untuk memojokkan ia di sidang berikutnya “

“ Baiklah. Balas dendam ini terasa manis walaupun aku meneguk kopi pahit sekarang “

 

 

20:20 Fiji Beach

Dengan terburu buru Seul Hee berlari menuju pantai, ia hampir lupa jika ia mempunyai janji dengan Chen untuk bertemu di pantai pukul delapan malam. Dan ini sudah lewat 20 menit dari waktu yang dijanjikan. Ia pun tidak ada waktu untuk merapikan rambutnya yang berantakan. Ia terkesiap ketika melihat Chen yang berdiri sambil melihat jam di pergelangan tangannya. Chen begitu casual dengan memakai sweater gelap dan celana jeans panjang, penampilannya membuat Seul Hee segera membereskan rambutnya dengan tangan. Ia tidak ingin terlihat begitu berantakan.

“ Chen.. “ ucap Seul Hee dengan napas tersengal

“ Oh Seul Hee kau disini. Aku pikir kau tidak akan datang. Kenapa kau berlari? Hahaha “

“ Ah.. maafkan aku, aku… hampir lupa kita berjanji bertemu disini. Aku berlari karena takut kau lelah menunggu. Ahhh aku benar benar bodoh, maafkan aku “

“ Mmm.. tidak apa apa Seul Hee – ah aku senang kau mengingatnya malam ini, jika kau baru ingat besok aku akan sangat marah padamu. Aigoo.. maafkan aku membuatmu olahraga malam malam kekeke “

“ Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau itu terjadi, bahkan mungkin aku harus memberikanmu satu permintaan lagi agar kau tak marah denganku. Aniyaa lagipula ini salahku yang terlambat “

“ Berarti seharusnya kau lupa saja agar aku mendapat satu permintaan lagi ya “

“ Ya! Kau mencoba memanfaatkan aku?? “

“ Tidak hanya saja aku berpikir itu ide yang bagus untuk ku pakai lain kali kekeke. Ayo ikut denganku “

“ Kau itu…huh? mau kemana kita? “

“ Merayakan hari spesialku “ sahut Chen sambil tersenyum lebar.

Melihat ekspresi Chen yang begitu senang Seul Hee seperti tertular. Ia tau pasti hari ini hari yang membahagiakan untuk Chen maka dari itu ia memustuskan untuk membuatnya semakin berkesan.

Setelah berjalan beberapa menit, mereka sampai di restoran terbuka dengan dekorasi indah. Banyak lukisan pantai menggantung dihiasi lampu lampu kecil yang menjuntai. Meja dan kursi restoran itu pun terbuat dari kayu yang masih berbentuk aslinya. Karena mereka memilih meja di luar hingga bisa dengan bebas melihat langit malam yang bertabur bintang. Seul Hee benar benar dibuat speachless atas apa yang Chen siapkan.

“ Chen.. aku merasa seperti aku yang berulang tahun sekarang. Sungguh “

Chen tertawa terbahak mendengar itu

“ Sudah kubilang kau akan menyukainya, permintaanku begitu mudah bukan? Aku hanya ingin makan malam denganmu ditempat yang indah, dan beruntung sekali kita kesini “

“ Woah… benar benar, ini begitu indah. Chen aku sampai tidak dapat berkata apa apa lagi, ini terlalu…. Daebak!! “

“ Seul Hee, bisa kah kau hentikan itu?? “

“ Hentikan apa? Ahh.. Apa aku terlihat norak karena mengagumi tempat ini? “ menyadari tingkahnya yang sedikit memalukan, ia kembali stay cool.

“ Bukan itu… bisakah kau berhenti bertingkah begitu menggemaskan? Hatiku benar benar tidak kuat menerimanya “ Chen mengelus dadanya dan berpura pura lemas.

“ Omo.. apa apaan itu, Chen kau terlalu banyak mengobrol dengan Sehun sepertinya “

“ Hahaha aku sangat tidak cocok berkata seperti itu ya? “

“ Ne… jadi hentikanlah Chen “ dalam hati Seul Hee sebenarnya jantungnya seperti akan melompat keluar mendengar itu dari Chen, tapi ia tetap bersikap pura pura tenang.

“ Baiklah baiklaah hahaha. Oh pesanan kita sampai “

“ Pesanan? Wah bahkan kau sudah menyiapkan itu?? “

“ Tentu saja. Ini pasti lezat “

Pelayan itu membawa pesanan menuju meja mereka, dan itu adalah makanan yang pertama kali Seul Hee lihat. Terlihat begitu lezat namun keduanya berhenti karena ada sesuatu di makanan mereka…

“ Yaiks.. daun bawang.. “ tanpa disadari mereka berdua mengatakan hal yang sama bersamaan.

Keduanya saling tatap dan melihat ke piring masing masing, terdiam sebentar kemudian mereka tertawa.

“ Seul Hee – ah kau tidak menyukai daun bawang??? Hahaha “

“ Ne.. aku benar benar tidak menyukainya karena baunya terlalu menyengat, kau juga? Hahaha bagaimana bisa kita mengucapkan itu bersamaan tadi? Hahaha “

“ Ah sama sepertiku aku tidak menyukai karena baunya, lucu sekali kita mengatakannya bersamaan hahaha “

Sambil tertawa mereka berdua mencoba menyingkirkan daun bawang dari piring. Setelah dirasa tidak ada daun bawang tersisa mereka mulai memakannya. Disela sela itu mereka berbicara banyak hal dan terlarut menceritakan hal menyenangkan lainnya.

Tiba – tiba handphone Seul Hee berbunyi menunjukan ada pesan baru, ia mengeceknya sebentar. Dan itu pesan dari Chanyeol..

 

Seul Hee, aku tunggu kau ditempat tadi sekarang. Cepat!

 

Seul Hee menaruh handphonenya lagi mengabaikan pesan dari Chanyeol, namun ada pesan baru datang lagi.

 

Kau mengabaikanku? Ya.. kau sudah berjanji akan datang ketika aku membutuhkan bukan? Atau kau ingin aku cium paksa setiap aku melihatmu??

 

Membaca pesan itu Seul Hee terbelalak, ia hampir tersedak makanan yang sedang ia kunyah. Chen yang melihat itu buru buru memberikan minum.

“ Seul Hee ada apa?? Siapa yang mengirimu pesan? “

“ Ah tidak.. ini.. “ sebelum Seul Hee melanjutkan bicara datang pesan baru.

 

Kalau kau tidak kesini sekarang aku akan mencarimu dan menciummu, aku hitung.. 1….

 

“ Aish… si bodoh ini “

“ Oh si bodoh?? Siapa yang kau maksud Seul Hee? “ tanya Chen bingung

“ Mmm.. ini, aah bagaimana aku mengatakannya. Aku minta maaf Chen aku harus pergi ada hal yang harus aku selesaikan “

“ Ada apa? Perlu aku bantu?? “

“ Tidak.. tidak perlu Chen, aku tidak apa apa. Maaf ini sangat mendesak maaf sudah mengacaukan rencanamu malam ini. Aku akan menebusnya besok oke?? “

“ Tidak perlu dipikirkan Seul Hee, kalau memang itu sangat penting pergilah. Kabari aku, jika terjadi apa apa oke?? “

“ Terima kasih Chen dan maaf.. “

Seul Hee berlari menuju tempat Chanyeol sebelum lelaki itu benar benar nekat, begitu menyebalkan ia mengganggu semua hal indah malam ini.

 

 

Ia berjalan menyusuri jalan setapak yang ia lewati dengan Chanyeol tadi siang tapi ia merasa ini jalan yang salah. Jalan yang ia lalui begitu gelap hanya ada cahaya bulan yang menerangi, dan hanya dipenuhi pohon – pohon disamping kanan kirinya. Tanpa peduli ia meneruskan langkahnya, mungkin diujung nanti ia akan menemukan petunjuk jalan. Karena berlari tadi ia merasa gerah dan mulai mengibas ngibaskan kerah kaosnya, namun ada yang aneh saat ia menyentuh lehernya. Kalungnya… kalung itu tidak ada dilehernya! Dengan panik ia mulai merangkak mencari kalung itu dijalan dengan bantuan cahaya dari handphonenya, ia ingat betul kalungnya masih ada sewaktu makan tadi. Pasti terjatuh disuatu tempat saat ia berlari kesini.

Sementara itu Chanyeol kembali melirik handphonenya tidak ada balasan pesan dari Seul Hee, ia berpikir apa Seul Hee benar benar tidak datang dan ingin dirinya mencari Seul Hee. Ia mengirimkan sebuah pesan lagi kepada Seul Hee.

 

Ya… kau benar benar ingin aku cium??

 

Namun tetap sama tidak ada jawaban atau balasan dari Seul Hee, kemudian Chanyeol mencoba menelpon namun tidak diangkat. Ia coba sekali lagi masih hening, lalu ia meninggalkan pesan suara.

“ Seul Hee – ah aku akan benar benar mencarimu sekarang. Bersiaplah “

Chanyeol beranjak dari tempatnya menuju hotel, karena sepertinya memang Seul Hee tidak akan datang menghampirinya. Dengan kesal ia menendang nendang pasir sampai pasir itu mengenai Sehun yang berpas pasan dengannya.

“ YA! Hyung! Kau mempunyai dendam denganku?? “

“ Oh! Sehun maaf maaf aku tidak mengetahui kau disitu “

“ Alasanmu saja bukan? Kau memang sengaja, lagipula apa yang kau lakukan disini hyung? “

“ Eiii.. aku sungguh tidak sengaja Sehun. Aku? Hanya sedang berjalan jalan menikmati pemandangan disini. Oh apa ini? “ kaki Chanyeol menangkap sesuatu dari pasir dan ia mengambilnya, itu sebuah kalung.

“ Woah.. bukankah itu kalung Seul Hee?? “ sahut Sehun ketika melihat kalung yang dipegang Chanyeol

“ Kalungnya?? “

“ Ne.. aku ingat itu kalung Seul Hee. Dia selalu memakainya, tapi kenapa itu disini? Apa ia menjatuhkannya? “

“ Entahlah, aku akan menyimpannya untuk sekarang. “

“ Berikan padaku hyung, biar aku yang memberikannya “

“ Kau pasti akan memanfaatkan kalung ini bukan untuk menrik perhatiannya? Tidak akan aku berikan. “

“ Hyung! Waah kenapa kau bisa tau rencanaku? “

“ Sudah terbaca jelas diwajahmu.. “

Mereka akhirnya berjalan menuju hotel, segera setelah sampai Chanyeol menghempaskan dirinya ke sofa dan mengeluarkan handphone namun tidak ada satupun pesan atau panggilan dari Seul Hee. Ia kesal dan melempar Handphonenya ke sofa.

“ Oh Chanyeol, apa kau melihat Seul Hee? “ tanya Chen setelah melihat Chanyeol kembali

“ Seul Hee? Tidak aku tidak melihatnya sama sekali “ ia sangat kesal mendengar nama Seul Hee saat itu. Bagaimana aku bisa melihatnya dia bahkan tidak menemuiku ketika ku suruh gumamnya dalam hati.

“ Aneh sekali… “

“ Aneh apanya Chen?? “

“ Tadi saat bersamaku, dia bilang ada sesuatu yang mendesak dan ia pergi terburu buru. Dan sekarang para crew bilang Seul Hee belum kembali ke kamar hotelnya aku pun tidak bisa menghubunginya “

Chanyeol tersentak mendengar itu, Seul Hee…

“ Kau bilang Seul Hee tadi bersamamu dan tiba tiba pergi karena ada urusan mendadak??? “

“ Ne.. sebelumnya memang dia menerima banyak pesan. Tapi aku tidak tau pesan itu dari siapa. Dan sesaat setelah itu Seul Hee pergi.. “

“ Dan belum kembali??? “

“ Ne… “

“ Kemana perginya Seul Hee? Apalagi ini sudah tengah malam “ sambar Baek yang terkejut akan penjelasan Chen.

“ Sepertinya kita harus mencarinya, apalagi kau bilang dia tidak bisa dihubungi bukan? “ sahut Suho.

“ Ne.. Chanyeol.. apa mungkin kau mengetahui kemana Seul Hee pergi?? “ tanya Chen yang membuat tangan Chanyeol bergetar, karena ia benar benar tau kemana tujuan Seul Hee. Tapi Seul Hee tidak pernah datang menemuinya. Dan lagi.. kalungnya…

“ Oh! tadi Chan hyung menemukan kalung Seul Hee terjatuh di pantai “ Sehun menambahkan

“ Benarkah?? Kalau begitu kita harus segera melaporkan petugas keamanan disini dan memberi tahu kita kehilangan seseorang, mulai bergegas mencari juga. Ayo “ sahut Chen yang mencoba tenang meskipun hatinya benar – benar khawatir memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi.

Chanyeol yang menggenggam kalung Seul Hee seketika limbung kepalanya rasanya berputar, ia yang membuat Seul Hee pergi dengan bodohnya tanpa memikirkan hal seperti ini akan terjadi. Semua terkejut melihat Chanyeol yang  terhuyung dan wajahnya terlihat pucat pasi.

“ Hyung kau tidak apa apa?? Ada apa? “ tanya Kai yang berada disebelah Chanyeol melihat dirinya limbung.

“ Kau sakit? Istirahat saja disini, kami akan mencari Seul Hee “ timpal Suho.

Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan kepadanya seperti memudar ia tidak bisa mendengar mereka. Dengan tatapan shock Chanyeol beranjak pergi keluar hotel dan berlari.

“ Hei Chanyeol?! Kau akan pergi kemana? “ teriak Xiumin terkejut melihat Chanyeol dengan ekspresi begitu ketakutan dan berlari begitu saja.

“ Aku rasa Chanyeol tau dimana Seul Hee “ ucap Chen

“ Maksudmu?? “

“ Sudah.. sekarang kita berpencar saja coba mencari Seul Hee, oke? “ Chen mengalihkan pertanyaan yang dilontarkan xiu kepadanya, dari ekspresi Chanyeol ia bisa merasakan ketakutan yang teramat sangat. Ia tau ada sesuatu yang terjadi dan ia berharap Seul Hee baik baik saja.

3 thoughts on “Just That, I Love You – Stay ( Chapter Nine )

  1. hah!! di chap ini rasanya gimana gitu!! pas lagi tegang-tegangnya malah ketemu TBC.. Huh! chan, kau terlalu sembrono dan kekanakan.. semoga seul hee baik-baik saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s