It’s Me – When I See You Again (Chapter 8 – History)

4

Author            : Sesil_HappyChan

Genre  : Romance, Drama, Friendship, Bromance

Rating : PG-16

Length            : Chapter

Cast     : Park Chanyeol as Chanyeol

            All Member EXO

            Kim Rara

            Wu Yi Fan/Kris as Lee Min Hyuk

            Baekho (Nuest) as Kang Young Hyun

            Jiyeon (T-Ara) as Ji Eun

            V (BTS) as Ho Joon

            Park Hyun Seok as Kim Woo Bin

 

DON’T BE PLAGIATHOR !!!

Happy reading^^

 

History

Dengar, apa kau merasakan?
Jantungku yang berpacu

[EXO]

——————————————————————————–

 

Chanyeol ‘POV

Hyung!”

Panggilan Sehun menarik perhatiannku. Dia berdiri diambang pintu dengan rambut yang masih berantakan. Aku rasa dia langsung berjalan ke kamarku tanpa melihat penampilannya di cermin terlebih dahulu. Ini pemandangan yang berbeda jika dibandingkan saat dia berada di atas panggung. Ide untuk memposting fotonya dengan gayanya yang seperti ini tiba-tiba saja muncul di kepalaku.

“Ada apa?” tanyaku, menyingkirkan phablet dari genggaman tanganku.

Begitu bangun tidur tadi aku langsung meraih benda berlayar 7 inch yang tergeletak di meja samping tempat tidurku, berharap hal yang kukawatirkan tidak akan terjadi lagi. Berita tentang diriku yang memenuhi situs berita online benar-benar membuatku kawatir.

Bulan lalu, aku melihat namaku menjadi urutan pertama di daftar pencarian karena berita yang tak mengenakkan. Ini salah satu resiko menjadi seorang Idol. Aku sudah terbiasa dengan hal-hal semacam ini, dan biasanya aku tidak terlalu memperdulikan ocehan netizens yang menyudutkanku. Tapi kali ini berbeda, entah kenapa aku merasa sedikit kawatir dengan ancaman gadis itu. Sebentar lagi kami akan memulai came back dan aku tidak mau membuat masalah dan mempengaruhi kegiatan kami nanti.

Hyung!” suara Sehun kembali terdengar. Dia menatap curiga kearahku. “Kau dengar tidak sih?”

Eo, Sehun-ah, Wae?” tanyaku linglung.

Sehun menghela nafas sesaat setelah ia menyandarkan sebelah bahunya di kusen. “Hyung, kau benar-benar aneh sejak kemarin. Benar kau kau tidak apa-apa?” Sehun menatap kawatir kearahku.

Aku menunduk, sengaja menghindari tatapan matanya. “Yaa! Jangan mulai berfikiran aneh-aneh seperti Baekhyun. Kau terlalu sering bermain dengannya makanya kau seperti ini.” tudingku.

Sehun berdesis pelan, wajahnya merengut karena sebal. “Cepat keluar untuk sarapan!” perintah Sehun sebelum ia berbalik dan menghilang dari jarak pandangku.

Aku terkekeh melihat reaksinya yang benar-benar lucu.

 

 

*****Creepers-HappyChan*****

Di meja makan aku melihat D.O, Sehun dan Chen yang sedang menikmati sarapannya. Aku tidak begitu jelas mendengar pembicaraan mereka, tapi aku sedikit mendengar saat Chen menyebut-nyebut tentang fanmeet. Jadi dugaanku mereka sedang membicarakan acara kemarin. Ingatanku langsung mengulang kejadian semalam.

Aku melirik jam dinding yang berada dirung tengah. Pukul 06.40 pagi. Kuedarkan mataku melihat keseluruh ruangan, dan aku tidak melihat anak-anak lain dimana pun.

“Dimana yang lain?” tanyaku sambil menarik kursi di sebelah Chen, dan duduk disebelahnya.

“Lay sudah terbang ke China pagi-pagi tadi,” kata Sehun saat meraih kimchi di tengah meja. “Kai, aku rasa masih tidur. Xiumin pergi ke lokasi syuting, Baekhyun dan Suho aku tidak tau kemana.” Jelas Sehun.

“Kau ada pemotretan kan hari ini?” tanya Chen, membuatku sekilas melirik kearahnya.

“Hemm,” aku mengangguk pelan. “Dua jam lagi. Hey Kyungsoo.” mataku beralih melirik D.O yang duduk tepat di hadapanku. “kau tidak menambahkan cabai kan ke nasi goreng ini?”

“Kalau tidak mau jangan dimakan!” perintahnya, membuatku mengernyit menahan kesal. keinginanku untuk mencicipi nasi goreng menghilang begitu saja.

Aku melirik Chen saat akan mengambil roti dan selai, lalu aku mulai teringat sesuatu. “Hyung! Bisa tidak kau merubah gaya rambutmu itu?” tanyaku, menunjuk rambut bergaya keritingnya dengan daguku.

“Kenapa memangnya?” tanya Chen bingung.

“Banyak pesan masuk yang memintaku untuk menyampaikan hal itu. Penggemarmu ingin kau meninggalkan imagemu dengan rambut keriting itu tau.”

Aku mendengar Sehun terkekeh, sekaligus Chen yang mendengus pelan. “Hyung!” seru Sehun padaku. “Jangan memintanya merubah style rambutnya, dia tidak akan mau,” Kata Sehun yang kembali terkekeh.

Chen berdesis pelan, “Kenapa orang-orang mulai meributkan tatanan rambutku sih?” ucap Chen sebal.

“Itu karena mereka mulai bosan dengan tatanan rambutmu. Kau terlihat seperti Ahjussi.” D.O menimpali. Sepertinya dia juga mulai jengah melihat tatanan rambut Chen yang terkesan berantakan itu.

Chen menjumput sisa mentimun di piringnya lalu mulai melempar D.O dan membuat D.O menggeliat menghindari serangan Chen yang tiba-tiba.

“Yaa!” protes D.O kala itu, membuatku menggeleng melihat kelakuan mereka.

 

 

*****Creepers-HappyChan*****

D.O tiba-tiba muncul dan membuyarkan lamunanku.

Dia memberiku minuman kaleng sebelum menghempaskan dirinya untuk duduk di sebelahku. Aku merasa sangat aneh dengan situasi ini. Aku meliriknya sekilas dan melihat dia membuka kalengnya dan meneguk sekali minumannya. Tak berapa lama aku mengikuti gerakannya, membuka kaleng dan meneguknya sekali, lalu dua kali, tiga kali-

“Siapa gadis itu?”

Aku hampir tersedak mendengar pertanyaan itu meluncur datar dari mulud D.O. Apa maksudnya dengan gadis itu? Dia lihat ya? Pikirku was-was. Aku melihat kearahnya, tidak lama, lalu buru-buru mengalihkan perhatianku ke kolam kecil yang ada di depanku. Menekuk bibirku kedalam, mengatur emosiku agar tak terlihat begitu jelas.

“Aku melihatmu waktu itu,” jelasnya saat melirik kearahku. “Siapa dia?” tanyanya kemudian.

Tanpa kusadari jariku sudah meraba bibir bawahku, merasa gugup dengan pertanyaan D.O yang tiba-tiba. Aku mulai menimbang apakah aku harus mengatakan hal ini atau tidak. Ahh, aku paling tidak suka kalau orang lain mengetahui masalah pribadiku terlebih ini berhubungan dengan seorang wanita.

Aku memang selalu menceritakan apapun masalahku dengan D.O. Saat aku mengkawatirkan posisiku sebagai seorang Idol, saat aku bermasalah dengan kebiasaan burukku hingga muncul berita di internet, dan saat aku membenci melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku. Masalah seperti itu D.O lah yang menjadi satu-satunya tempat untuk menampung semua keluh kesahku. Dan kini muncullah masalah baru, untuk pertama kalinya aku bermasalah dengan seorang wanita yang bahkan belum jelas apakah dia seorang fans atau anty fans. Lalu, apakah aku harus menceritakan hal ini juga?

“Kau mengenalnyakan?” tanya D.O yang membuyarkan lamunanku.

Mengenalnya? Aku sendiri tidak yakin apakah aku mengenalnya atau tidak. Aku tidak ingat kalau pernah bertemu dengan gadis itu. Mungkin aku mengenalnya, tapi siapa dia? Ahhh, ini benar-benar membuatku frustasi.

“Aku tidak yakin,” kataku seraya menyandarkan punggungku di kursi. Kaleng minumanku sudah tergeletak di lantai, aku hampir menendangnya saat kugerakkan kakiku mencari posisi nyaman.

“Dari cara bicaranya sepertinya dia mengenalmu,”

Aku mendengus pelan. “Mana mungkin, bisa saja kan dia hanya asal bicara. Mungkin dia mencari informasi tentangku di internet. Cih,” tandasku.

“‘Dan cara bicaramu itu. Ubahlah cara bicaramu itu kalau kau-masih-ingin menjadi seorang Idol. Kau akan mendapatkan masalah dengan sifat burukmu itu’,” kata D.O, menirukan ucapan gadis waktu itu, bedanya dia mengucapkannya dengan nada datar tanpa emosi yang jelas. “Bukan kah dia seperti benar-benar mengenalmu?” tanyanya seraya menatap kearahku.

Tadinya aku yakin kalau D.O hanya melihat kami sebentar lalu pergi begitu saja. Tapi nyatanya dia bahkan mendengar percakapan kami juga. Seberapa banyak sih yang dia ketahui? Hah! Aku benar-benar tidak percaya kalau D.O sampai mengingat setiap kata yang diucapan gadis itu.

“‘Kau pikir aku masih gadis yang berumur 7 tahun? Tak-tikmu itu sudah tidak mempan lagi untukku.’ Dari ucapannya itu, bukankah itu artinya kalian sudah saling mengenal sejak gadis itu berusia 7 tahun?”

Aku berdecak karena kesal. “Jangan mengulangi ucapannya waktu itu!” geramku memerintah. Mengingatnya saja sudah membuaku kesal, sekarang aku harus mendengar ucapan itu lagi? Dia mau melihatku mengamuk pagi-pagi ya?

“Ahh, jadi karena itu.”

Aku menoleh dan melihat Sehun sudah bersandar di kusen dengan melipat kedua tangannya. “Sejak kapan kau disitu?” tanyaku terkejut. Dia tidak sedang melihatku saat aku menoleh begitu mendengar suaranya. Matanya sedang menerawang jauh ke depan, tepat di sebuah pohon yang daunnya mulai menguning.

“Sudah dari tadi, bisa dibilang aku mendengar semua yang kalian bicarakan,” Jawab Sehun cepat. Dia melirikku sekilas lalu melihat D.O dengan senyuman aneh. Mereka sudah merencanakan ini dari awal ya?

Hah! Aku mendengus tidak percaya. Berdiri secepat kilat dan memandangi D.O serta Sehun secara bergantian.

Sehun langsung berdiri tegap, terkejut dengan gerakanku yang tiba-tiba, sepertinya dia menyadari kalau moodku mulai memburuk lagi. Sedangkan D.O, memangnya dia pernah memperlihatkan ekspresi terkejutnya? Atau mungkin dia mulai terbiasa dengan sifatku yang seperti ini sehingga emosiku yang secara tiba-tiba mengejutkan orang lain adalah hal yang biasa untuknya. Dia terlihat datar-datar saja, itu lebih membuatku bertambah kesal.

“Jangan sekali-kali membahas hal ini lagi!” perintahku dengan tegas. Hal itu membuat Sehun terlonjak karena terkejut. Aku berlalu meninggalkan Sehun dan D.O dengan kesal. Tapi baru lima langkah aku memasuki ruang tengah aku berbalik dan mendapati D.O dan Sehun sudah berdiri memandangiku diambang pintu.

“Dan jangan katakan hal ini ke yang lain! Mengerti?!” teriakku sekali lagi. Aku berdesis karena kesal, lalu membalikkan badanku tanpa menunggu jawaban dari mereka.

 

 

 

**By Creepers-HappyChan**

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “It’s Me – When I See You Again (Chapter 8 – History)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s