There is Friendship, There is a Love… (chapter 5)

There is Friendship, there is a Love... chapter 4

There is Friendship, There is a Love… Chapter 5

Author                 : young96

Genre                   : school life, romance, friendship, triangle love, drama, *entahlah kesananya mau gimana lagi author bingung*

Rating                  : All Age *maybe(?)*

Main Cast            : Oh Sehun (Sehun EXO), Lee Taerin (OC or You), Lee Minhyuk (Minhyuk BtoB)

Support Cast     : Lee Donghae (Donghae Super Junior), Jung Taekwoon (Leo VIXX), Jackson Wang (Jackson GOT7), Kim Myungsoo (L Infinite), Kang Songhee (OC), Min Hana (OC), SMTOWN artis, BTOB member dan masih banyak lagi *sepertinya*

Warning              : Annyeonghaseyo.. ini kelanjutannya readers^^. Semua cast(kecuali OC) milik Tuhan, Orang tua, dan agency mereka. Kalo ada kesamaan cerita, itu hanya kebetulan belaka. Mianhae kalo alur ceritanya *masih* enggak jelas dll. Meskipun jelek tapi tetep RCL ya ^^.

Happy Reading Guys ^^.

***young96***

(sebelumnya…)

“yeoboseyo oppa..” ucap Taerin sambil berjalan menuju lift menyusul Sehun, “ne oppa..arayo.. aku sudah di depan lift dan akan segera kesana” ucapnya lalu menutup teleponnya kesal.

“nugu?” tanya Sehun “Hae oppa” jawab Taerin singkat. Ting.. Mereka berdua langsung masuk lift, “apa yang hyung tanyakan padamu sampai wajahmu jadi seperti bebek?” tanya Sehun santai. “Mworago Sehun-a?!” Taerin kesal dengan ucapan Sehun, Sehun tertawa melihat wajah Taerin.

Ia mencubit pipi Taerin dengan gemas, “aku hanya bercanda nona Lee” lanjutnya sambil terus mencubit pipi. “yak! Sehun-a mwo haseyo?” ucap Taerin sambil berusaha melepas tangan Sehun.

Sehun pun melepas tangannya dan kembali bertanya “apa yang hyung tanyakan?”, Taerin mengelus pipinya yang tadi dicubit “dia tanya ‘eodiga?! Kau bersama Sehun? Cepat ke ruang latihan! Aku ingin melihat kau menggunakan seragam barumu!’” ucapnya dengan mengikuti suara Donghae.

Lalu mereka berdua pun tertawa, “kau? Waeyo suaramu bisa mirip hyung?” tanya Sehun “dari kecil Hae oppa selalu mengomel ini itu padaku dan saudaranya, jelas aku hafal cara dia bicaranya” jelas Taerin.

Bibir Sehun membentuk huruf o tanda ia mengerti. Ting.. pintu lift terbuka, mereka langsung keluar dan berjalan menuju ruang latihan.

***

“ku dengar Lee Taerin satu sekolah denganmu?” tanya Eunkwang pada Minhyuk sambil minum, member lain langsung melihat ke Minhyuk. Minhyuk mengangguk “bahkan bangkunya di belakangku” ucapnya santai sambil meneguk air minumnya, semua member tersedak mendengar hal itu.

“jinja?!” Changsub tak percaya apa yang tadi dikatakan Minhyuk, “yeppeosiji? Di acaranya kemarin dia cantik sekali, bagaimana kalo bertemu langsung” Sungjae menghayal diikuti Peniel dan Ilhoon.

“dia cantik, tubuhnya proposional, kulitnya seputih susu, rambutnya panjang..” lanjut Sungjae menggambarkan Taerin dengan semangat. Semuanya ikut membayangkannya, tidak terkecuali Minhyuk. Dia sudah terlanjur kesal dengan Taerin di sekolah tadi.

“kalian salah menilainya” Minhyuk bergumam kecil. “mworago?” tanya Hyunsik heran. Yang ditanya malah diam. Minhyuk mengabaikan pertanyaan Hyunsik. Ia sibuk membayangkan kejadian tadi di kelas.

“aish!! Neo jeongmal miweo jukaesseo-aku membencimu setengah mati-!!!” teriak Minhyuk tiba-tiba membuat member lain kaget. Minhyuk mengacak-acak rambutnya frustasi. “hyung..waeyo?” tanya Sungjae.

“ani.. geureom-kalau begitu- aku pulang ke dorm duluan.. besok aku sekolah” ucap Minhyuk membereskan barangnya. “yak! Jangan main game hingga larut malam lagi Minhyuk-a!” bentak Eunkwang. “ara“ jawab Minhyuk lalu pergi.

***

“Wae?” tanya Minhyuk tenang, “apa salahku selama ini eoh?” Taerin berusaha tenang walaupun hatinya sedang kesal. “ah.. salahmu? Kau berani menabrak seorang ‘Lee Minhyuk’” Minhyuk memberi penakan diakhir dengan wajah dingin.

“aku sudah bilang itu tidak sengaja! Harus berapa kali aku bilang padamu eo?! Kejadian itu memang tidak sengaja!” Taerin membentak tapi Minhyuk hanya diam tak merespon perkataan Taerin barusan.

‘Dasar yeoja pabo!’ Minhyuk geram. Dilihatnya tangan kanan Taerin sudah mengepal. “Lee Minhyuk! Kau ini benar-benar…!” Taerin melayangkan tangan kanannya kearah muka Minhyuk.

Namun sayang, gerakannya sangat lamban sehingga Minhyuk berhasil mencengkeram tangan Taerin sebelum mengenainya.“Ya! Lepaskan!” perintah Taerin, “Andwae!”

Tangan kiri Taerin mencoba melepaskan cengkeraman tangan Minhyuk dari tangannya yang lain. ‘aku akan sedikit menggodanya, ani.. maksudku mempermainkannya!’ Minhyuk terkekeh lalu menyunggingkan evil smirknya.

Minhyuk melangkahkan kedua kakinya mendekati Taerin. Taerin yang daritadi sibuk melepaskan tangan kanannya dari tangan Minhyuk kini menatap mata Minhyuk. “Ya! Kenapa kau maju-maju?!” ucapnya seraya berjalan mundur kebelakang. “Sudah kau diam saja!”

Minhyuk memajukan kakinya selangkah, sedangkan Taerin memundurkan kakinya selangkah. Selangkah demi selangkah Minhyuk berusaha untuk mendekatinya. Dan.. berhasil! Kini punggung Taerin sudah menyentuh tembok.

Secepat mungkin Minhyuk mempelkan tangan kirinya lurus. Minhyuk menatap mata Taerin dengan tajam. Taerin bergidik ngeri. Minhyuk mengeratkan cengkeraman tangan kanannya. “Y-ya! Kau.. mau apa?” Taerin gugup.

Taerin menggeser badannya agar bisa keluar namun nihil. Dia tidak bisa bergerak kemana-mana. Taerin berusaha mencari celah, namun Minhyuk semakin mencengkeram tangan kanannya. ‘Aku merasa sakit di bagian pergelangan tanganku sekarang. Aigoo.. Otteokhe??’ gumam Taerin dalam hati. Sekarang Taerin hanya bisa menatap mata Minhyuk pasrah.

“Y-ya! Kau mau apa?”

Minhyuk mengeluarkan evil smilenya. “Kisseu.” jawabnya singkat, padat, dan jelas, membuat mulut Taerin ternganga lebar.

“MWO??” Pundaknya menegang. “Ani.. K-kau hanya bercanda kan Minhyuk? Haha. Lucu sekali..”

~skip

‘Apa aku tidak salah dengar?? Apa dia sudah gila??’ gumam Taerin dalam hati. “I really want to kiss you..” bisiknya di telinga Taerin. Taerin bergidik. “Ya! Berhentilah bercanda!”

Sekali lagi Minhyuk mengeluarkan evil smilenya. “Hah. Apa kamu pikir aku hanya ingin bercanda denganmu? Baiklah..” Minhyuk mencondongkan wajahnya ke arahku.

DEG DEG DEG DEG DEG

Taerin merasakan jantungnya berdetak cepat. ‘Apa dia benar-benar ingin menciumku?? Aku tidak mau first kiss ku diambil oleh namja menyebalkan ini!’ geram Taerin.

Perlahan tapi pasti, wajah Minhyuk semakin mendekati wajah Taerin. Taerin ingin sekali memalingkan kepalanya, tapi tidak bisa.. dia benar-benar membeku di tempat! Dengan cepat, Taerin memejamkan kedua matanya.

DEG DEG DEG DEG DEG

Aroma tubuh Minhyuk tercium oleh Taerin. ‘Apa sekarang tubuh kami sudah begitu dekat satu sama lain??’ gumam Taerin dalam hati. Dengan perlahan, Taerin membuka matanya..

‘Astaga! Sepertinya dia benar-benar akan menciumku..! Andwae! Andwae! Hidungku saja hampir menyentuh hidungnya..!’ Taerin takut.

Ingin sekali lagi Taerin memejamkan matanya, tetapi mata Minhyuk yang tajam seperti menghipnotisnya. Kini Taerin seperti lumpuh total. Taerin tidak bisa menggerakkan tubuhnya. kecuali detak jantung ini…

DEG DEG DEG DEG DEG

Wajah mereka benar-benar dekat sekarang. Minhyuk memiringkan wajahnya sedikit agar dia bisa mencium Taerin. Dan…

KRIIINNGG..KRIIINNGG…

Bel masuk. Ya, jam istirahat sudah berakhir.. Tapi Minhyuk belum mengakhiri aksinya. ‘First kiss ku.. Apa aku akan memberikannya semudah itu pada namja yang menyebalkan ini?’ Taerin benar-benar pasrah sekarang. Beberapa senti lagi bibir mereka pasti akan bersentuhan..

DEG DEG DEG DEG DEG

3 SENTI..

2 SENTI..

Minhyuk menutup matanya, begitupun dengan Taerin…

1 SEN…

BRAK!!

Pintu kelas tiba-tiba terbuka. Taerin dan Minhyuk sontak kaget. Mereka berdua menoleh ke ambang pintu mendapati Kang seosangnim, wali kelas dan teman-teman sekelas menatap kearah kami dengan ekspresi terkejut. Termasuk Sehun dengan tangan mengepal.

“Kyaaa Taerin-aa!” pekik Hana. “mwo haseyo??” Jackson bingung.

Minhyuk langsung berjalan kikuk mengambil jarak dengan Taerin. Tangan Taerin yang dicengkeram olehnya juga sudah dilepaskan. Minhyuk menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Taerin memegangi kedua pipinya yang terasa panas sekali.

“Ya! Lee Minhyuk! Lee Taerin! Sepulang sekolah kalian harus menghadap keruangan saya! Saya akan memberi kalian hukuman!” kata seosangnim tegas.

“MWO?!” kata kami berbarengan.

“Tapi seosangnim..”, “Jika ada yang mau kalian katakan, nanti saja diruangan saya. Sekarang duduk ke tempat kalian masing-masing dan buka buku paket halaman 201!” perintahnya tegas.

Teman-teman sekelas yang tadinya ingin bertanya macam-macam kepada Taerin dan Minhyuk langsung mengurungkan niatnya. Kecuali Jackson. Dia terus-terusan menanyai Minhyuk satu pertanyaan yang simple, “Apa yang kau lakukan dengan Taerin?” Minhyuk hanya diam sambil sesekali melihat ke belakang, ke Taerin.

Sehun geram melihat ke arah Minhyuk, yang dilihatnya tersenyum sinis. Leo yang melihat itu langsung menegur Sehun “sudahlah.. mana mungkin dia seperti itu. Kau kan tahu dia tidak suka Taerin” jelasnya. Sehun hanya diam mendengar itu dan menatap punggung Taerin.

~skip

#ruang Kang Seonsaengnim

Minhyuk menopang dagunya dengan botol minuman yang diletakkan di atas meja. ‘Hhhhh.. Aku tidak menduga aksiku mencium Taerin terlihat oleh teman-teman sekelas, bahkan seosangnim pun juga melihatnya! Padahal aku hanya ingin mempermainkan Taerin. Kau tau maksudku? Ne! Aku hanya pura-pura ingin menciumnya! Mana mungkin aku punya pikiran untuk benar-benar mencium bibir yeoja pabo itu? Yang ku inginkan hanyalah: membuat yeoja pabo itu malu! Lihat saja ekspresi salah tingkahnya yang benar-benar menggelitik perutku’ Minhyuk terkekeh.

“Ya Lee Minhyuk! Apa yang barusan saya katakan? Coba kamu ulang!” kata seosangnim membuyarkan lamunan Minhyuk. Minhyuk menegakkan badannya dan menoleh ke arah Taerin dengan tatapan apa-kata-seosaengnim-tadi namun Taerin hanya menatapnya sinis.

“Kau melamun rupanya!” Kang saem menghela nafasnya. “Dengarkan baik-baik! Kamu Lee Minhyuk seharusnya sudah tahu peraturan di sekolah ini, dan Lee Taerin sebagai murid baru, saya yakin anda telah diberi buku pedoman dari sekolah dan mengapa anda tidak membacanya?” tanya saem tegas.

“Aku sudah membacanya Kang saem!” Taerin mengerutkan keningnya. “Ne. Lagipula kami tidak ada hubungan apa-apa!” Taerin bergidik ngeri. “Buat apa aku berpacaran dengan yeoja pabo ini” jelas Minhyuk, Taerin menoleh ke arahnya. “Ya! Dasar kau ini!” bentak Taerin.

Minhyuk menjulurkan lidahnya. Taerin geram dan kembali menatap Kang seosaengnim. “Jangan salahkan aku saem. Minhyuk lah yang memulainya duluan. Ini salahnya!” Dia menunjuk ke arah Minhyuk.

“Salahku?! Ani.. saem jangan percaya kata-katanya! Ini salahnya!” Minhyuk balas menunjuk. “Mwo? Aku?? Enak saja! Ini semua salahmu!” bentak Taerin. “Ya!”

Kang seosaengnim memijit-mijit kepalanya, melihat kelakuan siswanya. “Apapun itu, kalian tidak bisa mengelak karena saya sudah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Jadi sebagai hukumannya, kalian wajib membersihkan toilet pria di lantai 3.” Ucapnya.

“Andwae!! Aku tidak mau!” bentak Minhyuk,“Ne! Aku juga saem!” bentak Taerin, “kalian berani berteriak-teriak di hadapanku..” ucap Kang seosaengnim.

Mereka berdua tertunduk. “Lakukan hukuman itu saja, kalian harus melakukannya sampai bersih” lanjutnya. “ne saem” ucap Minhyuk dan Taerin bersamaan.

~skip

#toilet (BSG IU ft. Seulong 2AM-Nagging)

“Ya! Ini semua karena perbuatanmu!” bentak Minhyuk. “Hah. Kau pikir ini karena perbuatanku, begitu?” tanya Taerin geram. Minhyuk mengangguk mantap.

Taerin tersenyum sinis. “Baik. Anggap saja ini salahku…. tapi hanya dalam mimpimu!”, “Ya! Kau ini..” geram Minhyuk. “Sudah! Berhenti bicara dan mulai pekerjaanmu!” geram Taerin.

“Semakin banyak kamu bicara, semakin banyak juga waktu ku yang kau buang sia-sia!” lanjut Taerin menyodorkan kain pel pada Minhyuk.“gomawo” ujar Minhyuk dingin. Minhyuk dan Taerin mulai membersihkan toilet.

Taerin menyeka keringat yang ada di dahinya sampai tiba-tiba seseorang menyodorkan saputangan. Taerin menatap pemilik saputangan itu, Sehun. Senyumnya mengembang saat mata mereka bertemu. Minhyuk melihat pemandangan itu geram dan mengepal tangannya.

“Sehun-a!” Taerin senang sekali melihatnya. Sehun mengelap keringat di dahi Taerin dengan saputangannya. ‘Setidaknya, ada satu malaikat yang bersamaku di saat aku berada dalam neraka’ gumam Taerin dalam hati.

“Bagaimana kalau aku membantumu? Dengan begitu, kita bisa pulang bersama?” tanya Sehun. “Jjinja?” taerin tak menyangka. Senyumnya langsung mengembang ketika melihat Sehun mengangguk.

Sehun segera melepaskan jas kemudian menggulung lengan kemeja sekolah. Dia juga sedikit melonggarkan dasinya. “Apa yang bisa kubantu?” tanya Sehun. “Mengepel saja. Kebetulan ada satu kain pel yang tidak terpakai. Kau bisa menggunakannya.” Taerin memberikan kain pel itu ke Sehun.

“Baiklah, ayo kita bekerja sekarang! Fighting!” ucap Sehun. Taerin mengangkat kedua tangannya, “Ne Sehun-a! Fighting!”. Minhyuk memandang Taerin sinis. “Ya! Berhentilah berbicara dan cepat kerjakan hukumanmu!” bentaknya.

“Ne! Aku mengerti! Lagipula aku bekerja dengan serius!” jelas Taerin. Minhyuk tertawa meremehkan, “jeongmallo? Lihat! Bagian yang tadi kau pel saja masih terlihat kotor!” Minhyuk menunjuk-nunjuk ke arah ubin yang diinjaknya.

Taerin mendengus kesal, “Ne. Aku akan membersihkannya!” kata Taerin seraya berjalan ke arah Minhyuk. Namun, Taerin menginjak sesuatu yang sangat licin dan dia mulai tidak bisa menjaga keseimbangannya. ‘Astaga! Aku akan jatuh!’ gumamnya.

“Kyaa!” jerit Taerin.

BRUK!

Benar saja, Taerin terjatuh sekarang. ‘Syukurlah, aku tidak merasakan sakit padahal aku terjatuh di ubin yang empuk… Eh? Dimana-mana ubin kan sangat keras. Tapi kenapa ubin satu ini empuk?’ Taerin membuka matanya.

‘Minhyuk! Aku jatuh di badan Minhyuk! Aigoo~!!’ Taerin terkejut.

DEG DEG DEG DEG DEG

Taerin merasakan jantung Minhyuk berdetak kencang ketika. Minhyuk mengangkat sedikit kepalanya, agar dia bisa melihat dadanya tempat kepala Taerin bersandar sekarang. Ingin sekali Minhyuk menyingkirkan Taerin dari tubuhnya namun ia mengurungkan niatnya begitu melihat Taerin membuka matanya.

Dibalik matan Taerin yang sipit, dia balas menatap Minhyuk. Kemudian tatapan Minhyuk beralih ke hidungnya yang mancung, bibir pink yang mungil, rambutnya yang panjang. ‘Kalau diperhatikan baik-baik, dia memang cantik. Malas sekali mengakuinya, tapi benar apa kata member lain, Taerin itu neomu kyeopta’ gumam Minhyuk.

DEG DEG DEG DEG DEG

Detak jantung Minhyuk kembali berbunyi. ‘M-mwo? Suara apa itu? Aku rasa itu suara detak jantungku. Tapi kenapa begitu cepat??’ gumamnya.

Sehun melangkahkan kakinya mendekati Taerin dan Minhyuk yang sedang terbaring di lantai. ‘Cukup sudah! Rasanya hatiku tersayat melihat mereka yang sedari tadi hanya menatap satu sama lain, tidak bergerak sekalipun’ geram Sehun. Sehun memisahkan pelukan mereka kemudian menarik tangan Taerin dengan kasar. Sehun dapat mendengarnya meringis.

“Ada apa Sehun-a?” tanya Taerin bingung, “Kita pergi dari sini sekarang” ucap Sehun.

“Mwo?” Taerin tak terima.

Sehun memasangkan tas MCM (duh author nyebut brand ^^ wkwkwkwk) bewarna putih ke punggung Taerin seraya menjinjing tasnya. Sehun memegang tangan Taerin erat.

“Sehun-a.. Aku tidak bisa pergi denganmu sekarang..” Taerin menatap ke arah Minhyuk yang sudah berdiri. “Aku belum..” lanjutnya, “Lupakan itu” potong Sehun seraya menarik tangan Taerin sehingga mau tidak mau dia mengikuti langkah Sehun, meninggalkan Minhyuk yang masih terdiam di tempat.

***TBC***

Cuap-cuap Author          : Eotteoke? Bagus gak? Sehun cemburu nih liat Minhyuk sama Taerin berduaan? Masih penasaran readers? Oke kita liat di chapter selanjutnya.. Jangan lupa ya readers! komentarnya^_^…

Iklan

2 thoughts on “There is Friendship, There is a Love… (chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s