(Ficlet) I’m Sorry

img_2118

Title : I’m Sorry

By : avatar

Main Cast : Do Kyungsoo (EXO), Park Eunhee(OC)

Genre : AU, Marriage Life, Romance

Rating : PG-17

Length : Ficlet

Disclaimer : Don’t be Siders please & also please don’t be plagiators! Imagination world is big enough for all of us so please don’t copycat my story. This story is pure from my own wild imagination. Thank you.

All cast other than OCs belongs to God, their agencies, and their relatives.

Originally posted on http://www.avatar812.wordpress.com

Warning for TYPOS

Happy Reading, Guys!

.

.

.

.

.

.

 

Tanpa sadar bibirnya membentuk lengkung tipis saat melihat sosok di seberang sana asik menyanyi sambil unjuk gerakan tarinya dalam sebuah benda kotak yang sedang menyala itu. Tiba-tiba terdengar suara pintu apartemen dibuka. Langkah-langkah kaki itu semakin mendekat hingga gadis itu kini menoleh dan mendapati sosok di TV tadi sudah berada di belakangnya.

“Sayang, aku pulang.” Gadis itu berdiri untuk menyambut si empunya suara sambil tersenyum ke arahnya. Wajah lelah terlukis dengan jelas dalam rautnya. Menjadi seorang idol terkenal memag tidaklah mudah.

“Bagaimana jadwal hari ini?”

“Aku tadi tiba-tiba harus ke lokasi shooting untuk pengambilan beberapa adegan penting. Sisanya hanya ke beberapa interview saja.”

“Kyungsoo, apa kau sudah makan?” Tanya gadis itu sambil melepaskan jaket seorang pria bernama lengkap Do Kyungsoo itu. “Sudah.” Suaminya ini memang tidak banyak bicara, bicara seperlunya saja. Sedikit menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi? “Kalau begitu istirahatlah.” Gadis ini tahu betul jika sedang dalam masa promosi seperti ini, Kyungsoo sering kurang tidur. Membuatnya menghasilkan dua kantung mata di pagi hari, padahal sudah menjadi tuntutan pekerjaannya untuk menjadi sempurna.

“Baiklah, aku akan mandi dulu.” Kyungsoo mengecup kening istrinya lalu berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri. Gadis pemilik nama Park Eunhee itu hanya tersenyum. Bisa mendapati Kyungsoo pulang ke rumah saja sudah membua dirinya sangat bahagia. Mengingat tuntutan pekerjaan membuat Kyungsoo jarang berada di apartemennya.

Eunhee menatap punggung Kyungsoo yang perlahan menghilang di balik kamar. Jika ditanya apakah dirinya lelah hidup seperti ini maka jawabannya iya, sangat. Kerinduan yang kadang datang tiba-tiba tidak bisa diobati secepat kilat mengingat pekerjaan Kyungsoo.

Kakinya ikut melangkah menuju kamar memutuskan untuk menunggu pria itu di kamar. Eunhee berjalan ke arah ranjang lalu menghempaskan tubuh mungilnya di atas ranjang. Direbahkannya tubuhnya dengan posisi menyamping, yang bisa membiarkannya bertatap muka dengan Kyungsoo. Tiba-tiba matanya terasa berat. Niat awalnya yang ingin menunggu Kyungsoo pun harus tergantikan dengan lelapnya dalam tidur.

 

****

 

Kyungsoo membuka kenop pintu kamar mandi dan berjalan menuju ranjang. Tapi langkahnya terhenti untuk sesaat ketika melihat gadisnya sudah pulas tertidur. Seulas senyum terlukis pada bibirnya, membuatnya membentuk seperti bentuk hati. Dirinya pun mendudukkan diri di sebelah Eunhee. Netranya mengamati setiap jengkal wajah gadis itu, tidak mau melepaskan pandangannya walau sebentar saja. Wajah Eunhee tetap terlihat cantik dalam keadaan apa pun pikirnya. Dibalik wajah damai itu, Kyungsoo tahu, Eunhee menyimpan sejuta keluh kesah tidak terucap. Tangannya bergerak naik ke arah wajah Eunhee untuk merapikan anak-anak rambut di wajah Eunhee.

“Maafkan aku Eunhee-ah. Aku terlalu banyak menyakitimu, bukan?” Kyungsoo tersenyum miris mengingat setiap hari Eunhee harus melewatkan hari-harinya sendiri. Pasti gadis ini sering merasa kesepian mengingat Kyungsoo tidak bisa selalu berada di apartemen, batinnya. Dirinya memutuskan untuk ikut merebahkan diri di hadapan Eunhee. Jujur saja, menatap wajah gadis itu tiddak pernah membuat Kyungsoo bosan. Tangannya bergerak menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

Spasi yang tersisa antara mereka tergantikan oleh pelukan Kyungsoo terhadap Eunhee. Tidak melihat gadis itu selama beberapa hari belakangan ini hampir membuatnya gila. Kerinduannya pada semua yang ada pada gadis itu sudah tidak tertahankan lagi.

Ketika merasakan kehangatan menjalar, Eunhee mengerjap pelan membuka kedua kelopak matanya. Matanya jernih namun memantulkan seribu pilu. Eunhee menyadari bahwa dirinya sedang tidak bermimpi, bahwa Kyungsoo sedang memeluknya erat. Ah, entah kapan terakhhir kali pria itu memeluknya. Terasa sudah lama sekali baginya. Dieratkannya rengkuhan mereka. Gadis itu membenamkan wajahnya dalam dada bidang Kyungsoo. Kyungsoo juga semakin mengeratkan pelukannya seakan Eunhee akan menghilang jika dilepas.

“Eunhee-ah, maafkan aku.” Eunhee yang mengerti maksud Kyungsoo hanya diam. Matanya terasa memanas. Tenggorokannya terasa tercekat. Eunhee harus kuat, dirinya sudah menerima segala resiko ketika mengucapkan janji suci bersama Kyungsoo.

Bulir-bulir air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Kristal-kristal bening itu kini menetapkan kepemilikannya dikedua pipi Eunhee. Kyungsoo merasakan ada yang membasahi bajunya.

Oh tidak. Eunhee, kumohon jangan menangis.

“Ssst…aku juga merindukanmu, Eunhee-ah. Sangat merindukanmu. Menangislah, aku memang pria yang jahat membiarkan istrinya menangis ketika aku pernah berjanji untuk membuatmu menjadi gadis paling bahagia di dunia ini. Maafkan aku.” Eunhee tidak bergeming barang sedikit pun. Perasaannya saat ini hanya bisa ia ungkapkan melalui laju air matanya.

“Tidak, Kyungsoo. Kau tidak perlu minta maaf. Aku mengerti, hanya saja kadang kurasa terlalu berat rasanya. Tapi aku tahu kita bisa melalui ini bersama.” Ditengah-tengah tangisnya dalam rengkuhan Kyungsoo, Eunhee berucap.

“Ya, kau benar. Kita bisa melalui ini bersama. Jadi jangan pernah barang sedetik pun muncul di pikiranmu untuk meninggalkanku. Aku mencintaimu, Park Eunhee.” Gadis itu hanya tersenyum dan kembali terlelap dalam alam bawah sadarnya di dalam pelukan Kyungsoo.

 

A/N :

Hai haii para readers ketje di tempat, maafkan kalau kurangnya masih banyak mohon dimaklumi karena masih dalam proses belajar ^^ dan untuk Learning To Love Series mohon ditunggu untuk update-an berikutnya ^^ terima kasih.

Best regards,

avatar

Iklan

20 thoughts on “(Ficlet) I’m Sorry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s