(Oneshoot) Shadow

img_2117

SHADOW

Author : amy lim

GS/Chanyeol/OC/Baekhyun/PG/indonesia

..

Inspired song by F(x)-Shadow

[Ketika matahari perlahan terbit, Aku berjalan seirama bersamamu

Ketika bulan naik, kau akan tertidur dalam pelukanku.]

 

Sepagi ini tubuhku sudah berada di kelas dengan diriku yang menghadap jendela. Aku tidak tahu kenapa aku selalu melakukannya setiap hari. Ini hanya terjadi begitu saja.

Aku juga tidak tahu kenapa hati ini selalu berdegub kencang saat orang itu tiba-tiba lewat di lorong depan kelas. Biasanya selalu ada alasan dibalik tindakanku, tapi selama ini tak ada kalimat yang sanggup menjelaskannya.

Aku hanya mengikuti di balik punggung lebarnya, menunggunya berbalik suatu hari nanti dan melihat siapa yang berada di belakangnya selama ini. Walaupun aku sendiri tahu, itu tidak mungkin.

Saat melihat tawanya muncul, bibirku tersenyum. Seakan kami berbagi tawa bersama dari kejauhan. Aku bahkan sebenarnya tak tahu apa yang ia tertawakan.

Rasa iri muncul, saat orang lain dengan mudahnya berinteraksi dengannya. Aku begitu marah pada diriku sendiri yang tidak bisa membuat diriku sedikit lebih berani untuk menunjukkan diriku sendiri.

Namun suatu hari, hal yang tak kuduga terjadi.

“Hmm. Maaf, boleh kupinjam bolpenmu sebentar?”

Aku mendongak dan merasa sedikit terkejut. Pria itu, dia akhirnya mengajakku berbicara. Dari tatapannya aku tahu dia tidak menyadari jika aku sudah mengikutinya sejak keluar dari gerbang sekolah.

Aku memberikan bolpenku padanya. Aku tak tahu akan ia gunakan untuk apa, tapi seluruh sendi ini sudah lemas setelah memberikannya.

Aku memperhatikannya, ia menulis di sebuah kardus yang ia bawa sejak tadi. aku benar-benar ingin tahu apa yang ia tulis, tapi aku takut ia merasa tidak nyaman dengan pandanganku. Akhirnya aku hanya berdiri di belakangnya seperti orang bodoh.

“Cha, terimakasih.” Ia tersenyum dan mengembalikan bolpenku. Ingin rasanya aku mengemas senyum tadi, membawanya pulang dan melihatnya lagi dan lagi.

“Sama-sama.” Balasku singkat. Aku melirik kardus yang dibawanya dan terlihat tulisan alamat di atasnya. Oh, dia mungkin ingin mengirim paket.

Ia mulai berjalan dan meninggalkanku yang diam di tempat. Aku membiarkannya menjauh, hal bodoh yang kusadari namun selalu kulakukan. Hal yang kusesali, namun selalu kulakukan.

Tiba-tiba dia berbalik, “Oh, kenapa diam saja? rumah kita searah bukan??”

Bagaimana dia bisa tahu? Ah, mungkin dia hanya menebak.

Aku sempat ragu-ragu sejenak dan akhirnya memilih untuk menghampirinya. Kami berjalan beriringan. Ini aneh. Aku selalu berjalan di belakangnya bagaikan bayangan yang selalu terikat di bawahnya, kini aku bingung bagaimana aku akan mendeskripsikan diriku yang berjalan disampingnya. Ini seperti mimpi.

“Sudah lama kita pulang searah, namun belum pernah berkenalan.. Aku Park Chanyeol.”

Walaupun itu hal yang sudah lama kuketahui, kali ini aku berpura-pura seperti baru mendengarnya hari ini, “Kim jin hee.”

“Bukankah kau juniorku? Aku baru melihatmu akhir-akhir ini.”

“Ya, aku memang baru saja memulai sekolahku.” Tapi aku sudah mengikutimu sejak dua tahun yang lalu.

“Bagaimana sekolah kami? Kau menyukainya?” Tentu saja, ada kau didalamnya.

“Ya, begitulah..”

“Bagaimana jika kau tidak menggunakan kata ‘ya’ sebelum menjawab pertanyaanku. Itu terdengar aneh.”

“Baiklah.”

**

Hari demi hari berlalu dan aku semakin tenggelam dalam pesonanya. Park Chanyeol adalah pria paling popular disekolah, yang tidak bisa kujamah walau hanya sedetik. Aku tahu dia tidak akan keberatan jika aku ingin berdekatan dengannya atau sekedar menunjukkan bahwa kami saling mengenal. Namun, rasanya aneh dan aku tidak ingin membuat gadis lain yang juga ingin dekat dengannya menjadi sakit hati.

“Kenapa kau selalu berlagak seperti tidak mengenalku disekolah?” ah, akhirnya pertanyaan itu muncul. Aku sudah menerka ini sejak lama mengingat tindakan ini membuatku terlihat seperti pengecut.

“Aku..” bodohnya aku yang hanya memikirkan pertanyaan dan tidak merencanakan jawaban.

“Kau tidak ingin ditanyai aneh-aneh oleh penggemarku?”

Bukan, aku hanya tidak ingin mereka atau lebih tepatnya aku sakit hati. “Aku hanya ingin kita seperti ini saja. kenapa harus diumbar? Toh, kita bukannya sedang pacaran.”

Aku tergelak. Berusaha dengan keras menutupi rasa gugup yang mejalar. Pada akhirnya aku hanya akan menjadi yang tersakiti. Sebelum banyak gossip menyebar dan aku menjadi bintang utama atas berita menyedihkan ini, lebih baik aku mencegahnya terlebih dulu.

Chanyeol menatapku sesaat karna bingung. Aku berusaha tidak membalas tatapannya dan hanya berjalan di sampingnya dengan pandangan lurus kedepan. Chanyeol akhirnya menyerah mencari tahu jawaban itu dari wajahku dan tersenyum seperti biasanya.

“Malam ini kau bisa kan pergi seperti biasanya bersamaku?”

Aku mengangguk dan akhirnya menatap pria itu, “Tentu saja. siap bos! Kali ini apa yang permaisurimu inginkan?”

“Hei, jangan mengejekku begitu. Baekhyunie akhir-akhir ini menjadi sangat manja. Dia ingin aku menjemputnya sebelum pesta dansa nanti malam. Tapi sahabatku yang satu ini pasti mau mengantarku kan?”

“Bukannya aku malah akan merusak suasana romantismu bersama gadis itu?”

“Baekhyun tidak akan marah hanya karna kau ada di tengah-tengah kami. Dia tahu jika hatiku hanya untuknya.” Chanyeol mengangkat alisnya dengan bangga.

“lalu setelah itu? Kau akan meninggalkanku sendirian ditengah-tengah pesta?”

“Aku sudah pesankan Sehun dan Kai untukmu malam ini. aku sudah mengancam mereka agar tidak membawa gadis manapun dan tetap berada di dekatmu. Bagaimana? Mau ya?”

Aku tersenyum masam, ingin rasanya aku menolak dan memutus hubungan persahabatan penuh luka ini. tapi hatiku terus berpacu saat bersamanya, Walaupun selalu ada bayang-bayang Baekhyun di sampingnya.

“Kau bisa menjamin aku bahagia malam ini?”

“Kujamin dua ratus persen.” Chanyeol membuat angka dua dengan jarinya.

“Dua ratus persen untukmu. Bukan aku.”

Tubuhku menegang saat kalimat itu keluar. Apa Chanyeol akan menyadarinya? Tapi kalimat itu tidak menjelaskan apapun. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Apa kau jangan-jangan..” Chanyeol berhenti berjalan dan berbalik menghadapku.

“Jangan-jangan kau menyukaiku ya? Maaf ya, tapi Baekhyun sudah memilikiku. Kenapa wajahmu kaku begitu? Aku hanya bercanda.” Chanyeol menggoyang-goyangkan tubuhku.

“Aku tahu! Aku sangat mengenalmu!”

“Benarkah? Kita kan baru berteman selama setahun!”

“Jadi kau pikir selama itu belum cukup?”

“Hei, jangan marah-marah. Kau ini masih muda, jika kau keriput bagaimana? Harga perawatan anti kerut itu mahal lo.”

“Sialan kau.”

Chanyeol langsung berlari begitu kata makian keluar dari mulutku. Setiap aku berusaha mengutarakan apa yang kurasakan, pada akhirnya aku akan marah-marah dan Chanyeol akan selalu menggodaku. Tak ada cara untuk menunjukkannya.

Aku sudah memikirkan hal ini ribuan kali, banyak rencana yang telah kubuat untuk memberitahunya tentang perasaanku. Persetan dengan semua aturan jika perempuan harus menunggu laki-laki mengutarakan lebih dulu. Aku tahu aku akan ditolak, aku hanya perlu memberitahunya.

Aku memasukkan ponsel yang baru saja kuambil dan berlari mendahului Chanyeol sunbae. Ia memekik dan berusaha mengejarku namun terhenti oleh dering ponselnya.

“Kenapa kau mengirimiku pesan? Kau kan bisa bicara langsung denganku disini. Hei, Jin hee!”

Kuambil ponselku lagi dan sekali lagi mengirim pesan padanya sambil terus berlari. Semoga dia tidak membenciku setelah ini.

<Aku menyukaimu Chanyeol oppa. Saranghae.>

<Setelah ini apa kau masih mau mengajakku menemui pacarmu? Pikirkanlah lagi.>

**

Chanyeol terdiam memandangi layar ponselnya. Tak ada ekspresi yang terlihat selain ekspresi kaget yang memenuhi wajah tampannya. Ia tak pernah berfikir akan hal ini. bukannya tak pernah, ia sengaja tak ingin kemungkinan itu muncul dibenaknya. Karna ia tahu ia akan goyah.

Sementara itu, Jin hee yang menghindari takdir pahitnya mencoba berlari sekuat mungkin. Berharap rasa sakit dihatinya tergantikan oleh rasa lelah. Ia akan kembali menjadi bayangan dan ia sudah mempersiapkan diri sejak jari-jarinya mengetik pesan itu pada Chanyeol.

 

END

 

 

Sebenernya aku ini modal nekat buat publish ff ini. aku juga agak ragu, karena penulis lain lebih keren-keren pake banget _-_ (apa jangan-jangan aku aja yang korak bin ndeso?). Semoga ada yang ngereview/komen… semoga.. kalo gak ada ya gapapa. Tapi semoga aja ada/ngarep. Soalnya tulisanku masih banyak kurangnya apalagi soal masalah alur hadeh curcol eperiwer.

 

 

5 thoughts on “(Oneshoot) Shadow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s