Hell(o), Dear! (Chapter 9)

HeLLo, dear

Title        :               Statement of Relationship- HeLL (o), Dear !

Author   :               usney or mee-icha

Main Cast:             Kang Hye Yeon, EXO

Length    :              Chapter

Disclaimer             :               http://asniishere.wordpress.com/

Note :Hallo semua… aku update lagi. Belakangan ini makin males dan males update karena makin banyak silent reader-nya.

Just for information… ke depannya aku akan mempassword beberapa chapter, jadi bagi silent reader..bye.. bye..

Well, kalau ada kesalahan dalam pengejaan yang tidak diinginkan, mohon dimaklumi udah lama nggak nulis lagi.Kalau bahasanya juga rada kaku aku juga minta maaf, kamus kosa kata mulai terhapus satu persatu karena udah jarang nulis atau baca-baca lagi. Dan satu lagi, mungkin alur ceritanya bakal ada yang bilang kecepatan, tapi entahlah aku pengen cepat menamatkan ceritanya ini walaupun belum pasti akhirnya seperti apa. Hahaha….

Last but not the least. Well, I hope all of you will like it. But always feel free to tell me if you disappointed with this chapter. Well, enjoy it and don’t forget to write your comment.

^^^

“Namjoo-a, kudengar kau yang mengundang Kyungsoo sunbae ke acara ini?” Eunji bertanya sambil berjalan menujutaman yang berada tak jauh dari ruang ganti Hye yeon. Acara pertunangan Hye yeon dan Sehun memang di adakan tertutup dari media manapun meskipun orangtua Hye yeon dan Sehun adalah orang-orang yang sangat terkenal dibidangnya. Acara ini diadakan disebuah villa milik keluarga Hye yeon yang berada di Jeju Island. Baik keluarga Kang maupun keluarga Oh akan menetap di villa ini selama beberapa hari, termasuk beberapa teman Hye yeon dan Sehun. Kyungsoo termasuk salah satu diantara yang diundang atas nama Namjoo meskipun sebenarnya Kyungsoo adalah teman sekelas Hye yeon-Sehun.

“Ah? Oh, itu. Iya, aku yang mengundangnya dan eonni pasti hari ini akan pangling(?) melihatnya.” Namjoo tersenyum misterius.

“Memangnya kenapa?Kau melakukan sesuatu pada sunbae?”Eunji seketika menatap penasaran.

Lagi-lagi Namjoo hanya tersenyum dan kali ini senyumnya semakin mengembang.Ada kebanggaan dan kebahagiaan dalam senyum itu yang masih belum Eunji mengerti.

“Kyungsoo oppa…”Panggil Namjoo saat mengenali sosok namja itu meski dari jarak yang cukup jauh tanpa peduli pada Eunji yang masih menatapnya kebingungan.

Eunji mengalihkan pandangan untuk mencari sosok Kyungsoo untuk menyapanya dan saat menyadari Kyungsoo yang berjalan kearah mereka sambil tersenyum pada Namjoo yang berada disampingnya, Eunji baru mengerti maksud senyum Namjoo tadi.“Itu beneran Kyungsoo sunbae, Namjoo-a?”Eunji menoleh singkat pada Namjoo yang langsung membalas dengan gumaman pelan dan senyum puas.“Waah, bagaimana mungkin kau yang melakukan itu padanya?”

“Bagaimana menurut eonni, Kyungsoo oppa makin keren ‘kan?”Namjoo bertanya balik tanpa sedikitpun senyum hilang dari wajahnya.

Eunji hanya menjawabnya dengan dua jempol yang terangkat keatas.“Wah, kalau saja dari awal Kyungsoo sunbae berpenampilan seperti ini, aku yakin banyak sekali yeoja yang akan mengejarnya.”

Yeoja-yeoja itu saja yang tidak tahu betapa kerennya uri Kyungsoo oppa. Sej…”

Uri Kyungsoo oppa?Namjoo-a, kau benar-benar menyukainya Kyungsoo sunbae?”Potong Eunji cepat.

Namjoo terlihat menahan jawabannya sesaat.“Mmm… Ne.” lalu menjawabnya dengan yakin.

“Wah, Namjoo-a, do jinjja jjang ya” Eunji memuji keberanian dan ketegasannya dalam mengakui perasaan. Tidak seperti dirinya.

“Kalian sedang berbincang apa? Sepertinya seru sekali.”Suara Chanyeol langsung mengagetkan Eunji yang membelakanginya dan langsung membuatnya berputar badan.Namun Eunji malah semakin kaget karena wajah yang tepat berada dihadapannya adalah wajah Baekhyun, orang yang belakangan ini sengaja dihindarinya.Dengan cepat Eunji mengambil beberapa langkah mundur.

“Hi, Eunji-si…”Sapa Baekhyun lurus menatap pada Eunji.

“Hi, sunbae… deul” Balas Eunji kemudian menoleh singkat pada Chanyeol dan Kyungsoo.

“Eonni, otthe?”Namjoo sudah berdiri tepat disamping Kyungsoo dan melingkarkan tangannya pada salah satu lengan Kyungsoo.

Eunji berpura-pura menelaah keadaan selama beberapa detik.“Kalian terlihat serasi.Kyungsoo sunbae, kau benar-benar keren hari ini.”

“Aku, benarkan?Oppa cocok dengan style seperti ini.”Namjoo menyenggol pelan tubuh Kyungsoo dengan sikunya.

Chanyeol hanya tersenyum konyol melihat reaksi malu-malu di wajah teman sekelasnya itu.“Kyungsoo-a, kenapa wajahmu seperti itu?”… “Jika kau terus menggunakan style seperti ini, aku yakin banyak yeoja yang akan mengejarmu. Kau harus hati-hati, Namjoo-a

Aniya.Kyungsoo oppa bukan orang seperti itu.”Bantah Namjoo cepat.

“Oh ya????”Goda Chanyeol lagi.

“Chanyeol-si, aku harap kau tidak mengatakan hal seperti itu lagi.”Kyungsoo akhirnya membuka suara.

Chanyeol tidak tertarik sama sekali oleh ucapan Kyungsoo. “Chanyeol-si?Sudah berapa lama kita kenal dan berada dalam satu kelas.Kau terlalu formal Kyungsoo-a.Kau itu juga temanku.Jadi jangan segan.”Chanyeol menepuk pelan pundak Kyungsoo.

Namjoo dan Chanyeol mulai berisik berargumentasi dengan Kyungsoo sebagai penengah.Eunji memaksakan dirinya tertawa melihat kejadian itu.Gadis ini masih berusaha sebeisa mungkin menghindari tatapan Baekhyun padanya.

“Eunji-si…” Sebuah panggilan itu cukup membuat Eunji tercekat dan mematung sesaat.“Aku butuh bicara denganmu, sekarang.”Baekhyun langsung menggenggam tangan Eunji dan mengajak pergi dari tempat itu tanpa menghiraukan ekspresi kaget yang masih terpampang jelas diwajah gadis itu.

Oh, eonni, oppa… Kalian mau kemana?”Namjoo berteriak kebingungan sambil memberikan ekspresi ‘mereka mau kemana?’ pada Chanyeol dan Kyungsoo.

“Biarkan saja.Baekhyun bisa gila kalau dia tidak mendapatkan jawaban itu hari ini.”Ujar Chanyeol sambil menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh.

“Maksud oppa?”Ucapan Chanyeol barusan tidak memberikan jawaban yang Namjoo inginkan.

“Menurutmu kenapa Baekhyun menarik Eunji seperti itu dan ingin bicara berdua saja dengannya?”

Bola mata Namjoo seketika melebar karena menyadari sesuatu. “Baekhyun oppa suka samaEunji eonni?” Ujarnya berusaha memastikan pikiran yang terlintas dikepalanya.

“Aku yakin dia bahkan sudah ‘menembak’ Eunji.”Chanyeol mengangguk-angguk sambil mengutarakan hipotesanya.

“Oh ya?Oppa tahu dari mana?”Namjoo terlihat semakin penasaran.

“Aku kenal dia. Aku yakin tebakanku tepat kali ini.”Chanyeol kembali berucap sambil menyipitkan matanya pada Baekhyun dan Eunji yang sekarang sudah berdiri dibalik sebuah pohon diujung halaman.

Namjoo dan Kyungsoo ikut menyipitkan mata seakan ikut penasaran dengan perbincangan sepasang manusia tersebut.“Jadi kalian berdua kapan jadian?Kau sudah ‘menembak’nya, Kyungsoo?”Pertanyaan itu langsung menyentakkan perhatian Kyungsoo pada Chanyeol dan lalu beralih menatap Namjoo.

Namjoo menaikkan kedua alisnya seakan menunggu reaksi Kyungsoo.

Kyungsoo terlihat resah.Kalimat Chanyeol barusan benar-benar sanggup membuat kerja jantung Kyungsoo meningkat dalam hitungan.Padahal dia baru saja bisa menormalkan detak jantung secara perlahan. “Mmm… Mmm…A…A… Aku… Mmm…”.

Chanyeol terlihat sangat gregetan melihat gelagat Kyungsoo.“Namjoo-a, sebaiknya kau saja yang ‘menembak’nya.Si Kyungsoo belum belajar caranya ‘menembak’ yeoja. Kau akan keburu tua menunggunya ‘menembak’mu.”

Namjoo hanya mendesah kecewa saat menyadari kalimat Chanyeol ada benarnya.Mulut gadis itu mengerucut kesal.

Kyungsoo melirik sekilas dan ada rasa bersalah yang terbesit dalam hatinya.Meski sedikit ragu, akhirnya kalimat itu meluncur dari mulutnya “Namjoo-si, kau cantik sekali.”Itu adalah hal yang pertama kali terlintas dikepalanya saat melihat sosok Namjoo beberapa menit lalu.Gadis yang kini berada dihadapannya tetap terlihat cantik meski dari jauh.Dress selutut berwarna pink pastel yang dikombinasikan dengan tatanan rambut yang sengaja digerai bebas membuatnya terkesan anggun.

Bukan, bukan itu hal yang Namjoo harapkan untuk didengar saat ini, namun begitu dia tidak bisa menahan munculnya semu merah dipipinya karena hal tersebut.Bagaimanapun juga ini pertama kalinya Kyungsoo mengatakan bahwa dirinya cantik.

Chanyeol tidak tahu harus bersikap seperti apa karena berdiri diantara dua manusia tersebut. Dia heran kenapa Namjoo bisa tersipu malu hanya karena pujian singkat seperti itu.Bukankah gadis itu sudah terbiasa mendengar ucapan itu.Apa spesialnya mendengar hal seperti lagi. “Hah… kalian urus berdua saja.Aku haus.”Chanyeol meninggalkan mereka berdua sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Namjoo hanya memandang malas kepergiaan Chanyeol dan langsung beralih pada Kyungsoo “Oppa, a…”

Namjoo-a… boleh aku memanggilmu seperti itu?”Sela Kyungsoo setelah berusaha mengumpulkan keberanian.

Namjoo agak kaget dengan pertanyaan itu namun dengan senyum manis dia mengangguk cepat. “Tentu saja. Seharusnya oppa memanggilku seperti itu sejak dulu.” Dan langsung mengalung tangannya pada lengan kanan Kyungsoo.

Sudut bibir Kyungsoo menyunggingkan sebuah senyum kecil.Perlahan dia berusaha menarik nafas dan menghembuskannya.Berusaha menetralkan kembali detak jantung yang terasa mulai menyakiti rongga dadanya.Kakinya mulai berjalan seiring dengan langkah kaki Namjoo.Pandangan lurus menghadap kedepan.Oke, sekarang, batinnya. “Namjoo-a…?”

“Mmm…”

“Bagaimana menurutmu kalau kita pacaran?”

Langkah Namjoo terhenti.Cengkraman tangannya juga seakan memaksa Kyungsoo untuk menghentikan juga langkahnya.“Oppa bilang apa tadi?Katakan lagi.”Pintanya sambil menatap penuh harap pada Kyungsoo.

Kyungsoo mengedipkan matanya beberapa kali lalu menghembuskan nafas perlahan.Mengulang kalimat tadi terasa lebih sulit dari pada mengerjakan ujian semesternya selama seminggu penuh. “Mmm… itu… Mmm…”

“Oppa, just say it…Tadi kalimatmu sangat lancar.”Namjoo terdengar sangat tidak sabar.

Dengan satu tarikan nafas Kyungsoo berusaha mengucapkan.“Kau mau jadi pacarku?”Kemudian matanya langsung terpejam begitu melihat manik mata Namjoo yang terlihat begitu intens padanya.

Saat itu juga sebuah senyum terkembang diwajah Namjoo.Perlahan sebuah tawa kecil keluar tanpa bisa gadis itu tahan.Ekspresi Kyungsoo sangat lucu dimatanya saat ini.“Oppa, buka matamu.Lihat aku. Aku tidak ingin berbicaramu dengan mata tertutup seperti ini.”

Kyungsoo membuka matanya perlahan dan menemukan Namjoo yang tersenyum lebar padanya.Cantik.Itulah satu kata yang lagi-lagi berputar-putar dikepalanya.

“Tentu saja aku mau.Bahkan kalaupun kau memintaku menikah denganmu hari ini, aku dengan senang hati akan setuju.”Ujar Namjoo bersemangat dengan mata berbinar.

“Hmmpf…” Kyungsoo hampir saja tertawa mendengar kalimat tersebut.Tapi sungguh dalam hatinya ada sesuatu yang membuncah bahagia.Ada kelegaan yang menyenangkan.Degup jantung yang bertalu-talu dirongga dadanya tidak lagi membuatnya merasa terganggu.Hal itu malah membuatnya merasakan kebanggaan tersendiri.Ini pertama kalinya dia berani meminta seorang gadis menjadi pacar.Terlebih, gadis itu adalah idola di sekolahnya.Selama ini hanya ada buku, buku dan buku dalam lingkaran hidupnya. Kini, seorang gadis memasuki lingkaran hidupnya dan tersenyum manis padanya. Apalagi yang bisa diminta dalam usia remajanya ini.

“Oppa…”Panggilan tersebut menyentakkan kesadaran Kyungsoo yang sempat melayang terbang tinggi entah kemana.Kyungsoo menemukan sebelah tangan Namjoo sedang menengadah seakan menunggu sesuatu.Kyungsoo menatap bingung pada telapak tangan dan ekspresi Namjoo.

“Tanganmu…” Tunjuk Namjoo dengan gerak bibirnya.

“Ah…” Kyungsoo baru menyadari maksud Namjoo.Dengan ragu, dia menggenggam tangan Namjoo.Wajahnya tertunduk malu.

“Kajja, oppa.”Namjoo berseru riang.

Kyungsoo kebingungan.“Kemana?”

“Menemui Hye yeon eonni.Kau harus memberinya ucapan selamat.Setelah itu dia akan memberi kita ucapan selamat juga.”Lagi-lagi Namjoo tersenyum.

Tak seperti keadaan yang terjadi pada Kyungsoo-Namjoo, tidak ada senyum atau raut bahagia yang terlihat pada wajah Baekhyun ataupun Eunji.Entah sudah berapa menit berlalu tanpa adanya percakapan diantara mereka.Kebisuan itu semakin terasa aneh dengan pandangan Eunji yang selalu menghindar setiap kali tertangkap oleh retina Baekhyun.

Baekhyun menatap sesaat pada Eunji.Dia sudah menetapkan hatinya untuk mendapatkan jawabannya hari ini.Tidak bisa ditunda lagi.Dia sudah melewati beberapa hari belakangan ini dalam keresahan. Entah apa yang ada dalam diri Eunji yang bisa membuat Baekhyun merasakan hal ini. “Jadi…” Baekhyun membuka pembicaraan namun langsung menjeda kalimatnya untuk melihat reaksi Eunji.

Eunji tercekat.Tubuhnya kembali menegang.Pikirannya yang kusut dengan berbagai alasan tiba-tiba kosong.Dia masih belum berani menatap Baekhyun.

“Jadi…?” Ulang Baekhyun. Kali ini terdengar nada penuntutan dalam satu kata tersebut.“Eunji-si, bisakah kau melihatku saat aku?”Pinta Baekhyun sambil menyentuh pergelangan tangan Eunji.

Mau tak mau Eunji memaksakan dirinya untuk mengubah arah pandangnya.Pandangan mereka akhirnya bertemu dengan selang waktu yang cukup lama.

“Bisa aku mendapatkan jawabanku sekarang?”Baekhyun tidak benar-benar tidak pandai berbasa-basi disaat seperti ini.Dia terlalu gugup menunggu jawaban Eunji sedari tadi.

Eunji menunduk sesaat “Mmm… sunbae… kenapa aku?”

Baekhyun kaget sekaligus bingung dengan pertanyaan tersebut. Sebenarnya dia juga masih mempertanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri. Kenapa gadis ini yang sekarang bertahta dihatinya. Kenapa nama gadis ini terus menerus melekat dipikirannya. Kenapa bayangan gadis ini terus menerus mengganggu hari-harinya.“Entahlah… aku juga sebenarnya masih bingung. Yang kutahu nama dan bayanganmu selalu dalam pikiranku entah sejak kapan. Dan aku tidak merasa salah dengan hal itu. Berdiri didekatmu seperti ini terasa… tepat bagiku.” … “Jadi bisakah kau memberiku kesempatan untuk berada didekatmu dan menemukan alasan tersebut?”

Eunji hanya memandang Baekhyun dalam diam. Seakan mencari kebenaran dari setiap kata yang diucapkan namja dihadapannya tersebut.

“Eunji-si…”Baekhyun mulai tak sabaran.

Manik mata Eunji masih bergerak liar memandangi manik mata Baekhyun tanpa kata.

“Eun…”

Eunji langsung menyela begitu melihat Baekhyun akan kembali berucap. “Tapi aku ingin tidak ada yang tahu tentang hal ini selain teman-teman kita yang hadir disini.”

“Huh?” Baekhyun masih mencerna selama beberapa detik sebelum sebuah senyum terkembang diwajahnya.“Kau menerimaku?”

“Hanya jika kau mau berjanji tentang hal tadi.”Balas Eunji.

“Tentu.Tentu saja.”Saat itu juga Baekhyun melihat Eunji tertunduk dengan semu merah dipipinya.

“Ini dia couple yang kedua.Kalian terlalu lama.Kalau saja aku menonton ini di TV, pasti aku sudah mengganti channel TV-ku sejak beberapa menit lalu.Kau payah Baekhyun-a.Progress-mu lambat.”Chanyeol tiba-tiba muncul entah dari mana dan berkomentar tanpa memperdulikan ekspresi kesal Baekhyun dan ekspresi malu Eunji.

Tanpa babibu, Baekhyun langsung mengurung leher Chanyel dengan lengannya.“Kau mengintip kami?”

“Ah, lepaskan.Kau merusak penampilanku.” Chanyeol berteriak kesal.“Apa lagi yang bisa kulakukan. Dari pada aku berdiri sendiri disana seperti anak hilang. Kyungsoo baru saja ‘menembak’ Namjoo dan di…”

“Mwoooo?”Pekik Baekhyun dan Eunji berbarengan.

“Hei… mentang-mentang kalian sudah jadian, jangan sok kompak dihadapanku.”Chanyeol mendelik kesal pada mereka berdua sedangkan Baekhyun dan Eunji hanya saling pandang kemudian tersenyum malu.

“Tapi Kyungsoo sunbae benar sudah jadian sama Namjoo?” Eunji mengalih pembicaraan secepat mungkin.

Ne…Nah itu mereka.Lihat itu, tangannya sudah saling bergandengan seperti itu.Kalian berdua jangan coba-coba melakukan itu dihadapanku.”Chanyeol memperingat Baekhyun dan Eunji bergantian.

^^^

Hye yeon menyapu pandangannya ke seluruh ruangan kemudian beralih pada sebuah benda kecil yang melingkar manis di jarinya. Ya, acara tukar cincin itu baru saja selesai beberapa menit yang lalu.Sekarang dia sah menyandang status sebagai tunangan dari putra tunggal keluarga Oh.Senyum tipis yang dipaksakannya sejak tadi perlahan memudar saat para kerabat maupun keluarga yang datang telah menuju ke halaman untuk menikmati ‘sedikit’ garden party.

“Sekarang apa yang akan kau lakukan?”Sehun yang masih berdiri disampingnya membuka pembicaraan.

Hye yeon memandangnya sekilas.“Tidak ada yang spesial.Hanya menjalani hidup seperti biasa.”

“Jadi disini sudah ada 1 pasangan yang bertunangan dan 2 pasangan yang berpacaran secara resmi.Pertanyaanku, apa yang bisa kalian lakukan untuk menghiburku?”Chanyeol (lagi-lagi) entah dari mana dan kini sudah berdiri diantara Sehun dan Hye yeon.Dia sudah tidak mempedulikan lagi suasana awkward yang sedang terjadi antara Sehun dan Hye yeon.

“Apa maksudmu?”Sehun memandang bingung.

Chanyeol memandang Sehun dan Hye yeon bergantian dengan senyum lurus “Baekhyun-Eunji dan Kyungsoo-Namjoo”.

“Ne?”Ucap Sehun dan Hye yeon bersamaan dan Chanyeol hanya mengangguk malas.

Eonni… bukan… bukan… kakak ipar… selamat ya… kau punya adik ipar secantik aku.”Namjoo memasang muka cerianya dengan ucapan narsisnya. Sebuah usaha kecil yang dilakukannya untuk mencair suasana setelah dirasanya selama acara pertunangan tadi aura mendung terus menerus menaungi Hye yeon. Disampingnya ada Eunji yang memegang 2 gelas air dan segera menyerahkan segelas pada Hye yeon.

Eunji-a… kamu dan Baekhyun…” Hye yeon tidak menyelesaikan kalimatnya hanya memandang temannya dengan penuh tanya dan kekagetan. Dan semua itu semakin jelas saat Eunji hanya meresponnya dengan sebuah anggukan pelan.

“Serius?”Hye yeon masih tidak percaya setelah memandang Baekhyun dan Eunji bergantian.Baekhyun sudah berada disamping Sehun.Sepertinya dia juga menerima pertanyaan sejenis dengan Eunji.

“Jangan melihatku begitu. Nanti… nanti aku akan cerita padamu. Lagian ‘kan bukan hanya aku, sahabatmu itu juga jadian dengan Namjoo.Duluan malah.”Eunji beralasan sambil membela diri.Seketika tatapan Hye yeon langsung tertuju pada Namjoo.

“Aku menyukai Kyungsoo oppa.Apa yang salah kalau kami pacaran?”Namjoo berucap tanpa sadar karena diberi tatapan seperti itu oleh Hye yeon.“Aku berjanji akan menjadi pasangan paling bahagia.”Tambahnya yang membuat Hye yeon semakin mendelik kaget.

Sebagian hati Hye yeon merasa senang karena mereka punya pacar namun sebagiannya lagian merasa kesal karena mereka jadian dengan orang-orang terdekat dengan Sehun dan itu semua terjadi pada hari tunangannya.Hye yeon melihat kearah Baekhyun yang sedang berusaha menjelaskan pada Sehun dan Kyungsoo yang terlihat berdiri gugup disebelahnya.Hanya helaan nafas yang bisa keluar dari mulutnya.“Terserah kalian.”… “Aku ingin udara segar.” Dan melangkah pergi begitu saja.

Sehun melirik singkat pada Hye yeon yang berjalan menjauhi mereka.Apa-apaan Baekhyun dan Kyungsoo ini, bisa-bisa mereka jadian di acaranya.Bukannya Sehun tidak senang dengan hal tersebut, hanya saja bukan waktu yang tepat untuk mendengar dan mendapatkan berita seperti ini.

^^^

Eunji mengetuk pelan pintu kamar Hye yeon.Dia ingin menceritakan semuanya.Dia tahu bahwa dirinya hutang penjelasan tentang kejadian tadi siang. Acara pertunangan itu sudah selesai sekitar dua jam lalu. Sejak saat itu Eunji tidak dapat menemukannya dan saat bertanya Min ajhumma, beliau bilang kalau Hye yeon sedang istirahat dikamarnya.Dan disinilah dia sekarang.Tidak ada jawaban apapun meski sudah mengetuk pintu berkali-kali.

Clek.Eunji membuka perlahan pintu kamar Hye yeon.

Hye yeon terlihat sedang duduk diatas tempat tidurnya dengan headset terpasang dikedua telinganya.Pandangannya lurus kearah luasnya laut yang terlihat begitu indah terpaparkan sinar matahari sore.

Eunji menyentil kepala Hye yeon untuk membuatnya menyadari keberadaan Eunji. “Hai..”. Eunji hanya nyengir kuda saat Hye yeon menatapnya kesal setelah mengaduh pelan.Eunji langsung melepaskan kedua headset Hye yeon dan menarik gadis itu.

Eunji-a, apa yang kau lakukan?” Hye yeon kebingungan karena diseret paksa seperti itu.

“Jalan-jalan sore.Let’s go.” Eunji tersenyum riang.

Hye yeon menarik pelan lengan Eunji untuk menghentikannya.“Pergi dengan Baekhyun saja.”

“Kenapa harus dengan dia?Aku inginnya pergi dengan sahabatku.Kita ke pantai.Jauh-jauh kesini kenapa kau hanya memandangnya dari kamarmu seperti ini.Lagian Baekhyun sedang pergi bersama Chanyeol sunbae, Sehun sunbae dan Kyungsoo sunbae.”

Hye yeon hanya menghembuskan nafas pelan. “Aku malas keluar”

“Bohong.Kau sangat ingin bermain dipantai.Hei… aku mengenalmu terlalu lama untuk bisa mengerti arti pandanganmu itu.Lagian kau ingat janjimu untuk mengajakku ke pantai yang berada di Jeju island ini?”Tuntut Eunji dengan wajah cemberut.

Hye yeon memejam matanya sesaat.Berusaha mengingat janjinya itu. “Tapi ak…”

“Tidak ada tapi-tapian.Kau lihat, pantainya terlihat sangat indah. Oh ayolah, aku ingin melihat matahari terbenam disana. Pasti lebih indah.”Eunji sudah mulai menyeret Hye yeon lagi.

“Baiklah.”Hye yeon memaksakan dirinya mengikuti gerak langkah ringan Eunji.Hanya butuh waktu 10 menit dengan berjalan kaki mereka berdua sudah berada dihadapan pantai dengan laut yang membentang luas.Sinar matahari jingga yang terpantul diatas permukaan air membiaskan kilauan yang sangat indah.Rasa kesal karena Eunji memaksanya kesini langsung hilang sempurna.

Oh neomu… yeopudda…”Eunji melihat kearah sahabatnya yang sedang merentangkan tangan dengan memejamkan mata sambil menghirup udara dalam-dalam.“Sekarang kau berterima kasih ‘kan karena aku menyeretmu kesini?”Eunji menyikut tubuh Hye yeon sekilas.

“Ne. Neo-mu kam-sa-ham-ni-da.”Hye yeon menekan setiap katanya supaya Eunji merasa puas.“Jadi apa ceritamu?”

“Ne?”Eunji kebingunan dengan perubahan drastis arah pembicaraan mereka.

“Baekhyun.”

“Ah.. It will be sound so cheesy for you…Saat melihat matanya, aku merasa ada ketulusan disana. Dan kupikir terus menerus menghindarinya tidak akan menyelesaikan masalah ini. Kita masih muda, walaupun nantinya aku akan putus dengannya dan mungkin patah hati setidaknya aku merasakannya saat masih muda jadi bisa gunakan sebagai pelajaran agar aku tidak mudah tertipu tatapan tulus laki-laki lagi nanti-nantinya.”

“Apa kau juga menyukainya juga?”

“Aku tidak membencinya.Tapi menyukainya?Mungkin belum.”Eunji menjawab dengan pikiran menerawang.

“Terus mengapa kau merimanya kau tidak menyukainya?” Hye yeon kali ini susah mengerti jalan pikiran Eunji.

“Sudah kubilang ‘kan kalau dia terlihat tulus.”

“Kalau suatu saat kau malah benar-benar mencintainya dan ma…” Hye yeon masih ingin bertanya namun kalimatnya disela begitu saja oleh Eunji.

“Dan kalau aku mencintainya tapi akhirnya harus putus berarti aku akan patah hati lalu hal itu akan kujadikan pelajaran dalam hidupku untuk tidak mudah jatuh cinta lagi pada sembarang namja.Dan kalau hubungan malah bertahan lama dengannya, mungkin saja aku yang akan duluan memberikan undangan padamu dan Sehun.”Kali ini Eunji menjelaskan dengan sangat perlahan. “Kita terlalu muda untuk mengkhawatirkan apa yang akan terjadi dimasa depan. Do the best dan enjoy. Seharusnya kau menikmati hari ini sebagai hari bebas dari pelajaran dan menganggapnya sebagai liburan biasa.Kenapa kau harus murung saat acara tadi membuatku menjadi semakin merasa bersalah padamu.”

“Kenapa kau harus merasa bersalah?”

“Entahlah.Saat melihat wajahmu bertukar cincin, aku merasa seharusnya aku menyuruhmu membatalkan saja dan setelah kau mendengar bahwa aku pacaran dengan Baekhyun sunbae, wajahmu juga terlihat lebih kesal.”

“Mungkin karena dari awal aku memang tidak menyukai ide ini dan tiba-tiba aku mendengar beritamu itu.Aku merasa seakan kau bisa bersenang-senang disaat aku bersedih.Aku merasa kau mengkhianatiku.Apalagi kau jadiannya dengan Baekhyun.Kyungsoo dengan Namjoo.Semuanya orang-orang yang berada dilingkaran Sehun.Aku semakin kesal dengan kenyataan itu.”Hye yeon sudah meluapkan pikiran yang ditahannya sejak tadi.

“Masih ingat kata-katamu, kalau kau bertunangan dengan Sehun saat ini tidak menjamin bahwa Sehun juga yang menjadi suamimu kelak.Bahwa kau juga punya rencana-rencana aneh untuk lepas dari ikatan pertunangan ini.Jadi kenapa kau merasa terbebani dengan hal ini kalau toh kau punya rencana-rencana hebat itu? Kau sudah terlalu jauh mengkhawatirkan masa depanmu, Hye yeon-a.” … “Yang kau harus lakukan adalah menikmati apa yang terjadi saat ini.Kau harus menikmati betapa indahnya pemandangan pantai saat ini.Kau tidak perlu memikirkan bagaimana kalau besok dipantai ini mendung dan hujan deras. Kalau pun itu terjadi, apa masalahnya? Kau tidak akan berdiri disini hingga besok.”

Hye yeon mendesah pelan.Berat rasanya mengakui perkataan Eunji.“Entahlah.”

Hye yeon-a, bagaimana denganmu?”

“Aku?Aku kenapa?”Hye yeon melirik singkat kemudian kembali memperhatikan ombak yang kecil yang menerpa pinggir pantai.

“Apa kau pernah memikirkan kemungkinan bahwa kau akan menyukai bahkan mencintai Sehun sunbae?”

“Mworago?”Hye yeon sedang berusaha mengatur pikirannya tiba-tiba melotot kearah Eunji. Dia tidak suka dengan ide itu sama sekali.

“Jangan terlalu membencinya.Kau tahu betapa tipis jarak antara cinta dan benci ‘kan?Sehun sunbae hanya bagian dari proses berat yang jalani. Bukan Sehun sunbae tokoh utama yang harus kau benci.Dia hanya sial menjadi bagian dari permasalahanmu.Permasalahan yang juga tidak pernah diketahuinya hingga saat ini.”

Lagi-lagi ucapan Eunji benar dan Hye yeon benci harus mengakui itu. Hye yeon tidak tahu harus membalas ucapan Eunji seperti apa.

“Layaknya aku pada Baekhyun sunbae, kau juga seharusnya melakukan hal yang sama pada Sehun sunbae.Kita sama-sama sudah terlanjur berada dalam satu ikatan dengan alasan yang jelas berbeda.Namun, kita sama-sama tidak atau belum menyukai mereka dan tidak tahu bagaimana hubungan ini ke depannya.Satu pesanku, bukan hanya untuk dirimu tapi diriku sendiri juga, jangan membencinya tanpa alasan yang jelas.Jalani saja dulu.”

^^^

Tanpa sepengetahuan Hye yeon dan Eunji, tadi sore Sehun mengikuti mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka.“Permasalahan apa sebenarnya yang mereka sebutkan tadi?”Gumam Sehun pada angin malam.

“Kau bicara dengan siapa?”Kyungsoo sudah berdiri disampingnya di beranda lantai 2 villa tersebut.

Sehun menoleh sekilas pada Kyungsoo yang sedang memperhatikan kolam kecil yang berada villa itu.“Bagaimana kau akhirnya bisa menjadi pacar Namjoo?”

“Aku ‘menembak’nya tadi pagi.”Kyungsoo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.Rasanya aneh berbicara dengan Sehun seperti ini.

“Kau menyukainya ‘kan?”

Kyungsoo tampak berpikir sebelum akhirnya menjawab pertanyaan tersebut.“Aku mulai menyukainya.”

“Mulai?”

“Aku belum mengenalnya.Kau tahu sendiri, selama ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan buku dibanding bergaul dengan kalian.”Kyungsoo memilih-milih kata yang tepat supaya dia tidak diterkam oleh Sehun.

Sehun hanya mengangguk-angguk pelan.“Jangan pernah menyakiti Namjoo atau kau akan berurusan denganku.Sebenarnya aku masih kurang setuju kau berhubungan seperti ini dengannya, tapi dari pada aku harus bertengkar dengannya anak itu.Lagi pula aku mudah mengawasimu.Tidak seperti mantan pacarnya yang dulu-dulu itu.”

Gantian Kyungsoo yang mengangguk-angguk diberi peringatan seperti itu. “Well, selamat atas pertunanganmu.”

Sehun hanya berdecak pelan kemudian menertawai dirinya sendiri setelah mendengar ucapan tersebut.Apa dirinya pantas menerima ucapan seperti itu? Atau apakah yang terjadi hari ini pantas dirayakan?.Entahlah.“Bagaimana kau bisa dekat dengan Hye yeon?”

Kyungsoo terlihat berpikir sesaat.“Mmm… buku… kalau tidak salah pertama kali kami mulai berbincang saat berada di perpustakaan.”

“Perpustakaan itu tempat belajar bukan berbincang.Dasar aneh.”Sehun menggumam sendiri tapi cukup keras hingga terdengar orang oleh Kyungsoo.

“Iya.Aneh.Aku juga awalnya menganggap dia sedikit aneh.Apalagi dia memilih berteman denganku dibandingkan dengan kalian.”Kyungsoo tersenyum sendiri mengingat bagaimana kesan pertama yang dimilikinya setelah Hye yeon menyapa dirinya.“Dari sana aku dan dia mulai sering berkomunikasi, mostly tentang pelajaran sekolah.”

“Dia tidak pernah bercerita apapun tentang dirinya padamu?”Sehun terdengar berhati-hati untuk menanyakan hal ini.

“Seingatku, tidak pernah.”

Sehun baru menyadari bahwa Kyungsoo dan Hye yeon tidak mempunyai hubungan dekat seperti yang dia kira selama ini.Mereka berdua hanya sebatas teman sekolah yang suka berdiskusi dalam hal pelajaran.Itu saja.Sebuah senyum merekah begitu saja diwajahnya.Seakan ada satu beban lepas dari pundaknya.

Sehun-si, kau kenapa senyum-senyum begitu?”Kyungsoo menegurnya akibat sikap anehnya.

“Hah? Aku ter…se…nyum?”Sehun bertanya balik dan Kyungsoo langsung menjawabnya dengan sebuah anggukan cepat.

Kenapa aku tersenyum?, batin Sehun. Ah, tidak mungkin. Tidak mungkin karena Hye yeon.Sehun berusaha menyangkal pikirannya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau menyukai Hye yeon?” Tembak Kyungsoo.

“Hah?” …“Aniya” Sehun berusaha menyampaikan penyangkalan yang tertumpuk dalam kepalanya.

“Terus kenapa kau tiba-tiba senyum sendiri saat tahu aku tidak pernah bertukar cerita masalah pribadi dengan Hye yeon?”

“Itu… itu..itu karena…” Sehun kebingungan mencari-cari alasan yang tepat untuk membantah ucapan Kyungsoo

“Itu karena kau senang aku dan Hye yeon tidak ada apa-apa ‘kan?”

“Eh?”… “Tentu saja.Kalau kau ada apa-apa dengan Hye yeon berarti kau mempermain adikku.”Balas Sehun cepat setelah menemukan alasan tepat.

“Bukan itu.Senyummu tadi tidak ada hubungannya dengan Namjoo. Itu bukan Senyum seorangoppa untuk dongsaeng-nya.” Kyungsoo menemukan melihat pandangan Sehun yang tidak fokus.Entahlah, tapi sepertinya mengerjai Sehun sedikit dengan perbincangan ini bukanlah hal buruk.Sedikit pembalasan atas intimidasi tadi siang yang dilakukan Sehun padanya saat tahu Namjoo dan dirinya sudah menjadi sepasang kekasih.

“Ah, sudahlah.Jangan berpikir macam-macam.Kau ini, baru jadi pacarnya Namjoo saja sudah banyak tingkah.Aku lelah.Aku tidur duluan.”Sehun menggaruk-garuk kepala sambil memasang tampang jengkel karena ucapan Kyungsoo tadi. Sehun bingung kenapa dia sulit menolak ataupun menyangkal tentang makna senyumnya tadi.

 

 

To Be Continued

Just for information one more time… ke depannya aku akan mempassword beberapa chapter. Cara untuk mendapatkan password akan posting. Bagi yang ingin baca chapter selanjutnya silahkan penuhi syaratnya untuk bisa mendapatkan passwordnya.

Salam sukses selalu

Sorry for typo

One thought on “Hell(o), Dear! (Chapter 9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s