IT’S ALL ABOUT HEART #4

It's all about heart chap 4

It’s All About Heart (4)

Author : dominhyun

Cast : oh sehun, park min joo, kim jongin

Other cast : hwang ji soo, park chanyeol, han sae rin, lee yoon ji, byun baekhyun, and other.

Genre : romance, school life, friendship

Rating : 15

Length : Chaptered

Disclaimer : ff ini asli buatan aku. I hate plagiator.

Pesan author : haii ini ff debut aku dan ff aku yg paling pertama, maaf banget kalo gajelas atau kurang memuaskan, dan apabila ada kesamaan nama tokoh, judul  atau jalan cerita sedikit sama, itu semua diluar dugaan dan tanpa kesengajaan. And yeahh hope you like it. Dan typo bertebaran dimana mana

 

PROLOG1 | PROLOG2 | CHAPTER#1 | CHAPTER 2

Previous

 

“tunggu….” apa yang ingin ia katakan? Sebaiknya aku berhenti dulu.siapa tau itu sesuatu yang penting.

 

“…. gomawo”

 

Ah, ternyata menyatakan terima kasih. Sama sama min. Maafkan aku  karena mengucapkan dalam hati. Tapi aku belum bisa  mengatakannya secara langsung.

 

Chapter 4

 

Matahari telah tampak. Sinar sinar itu mulai masuk kedalam celah celah jendela kamar seorang wanita. Park Min Joo. Ya, itu kamar Min Joo. Tapi, dimanakah dia? Tempat tidurnya kosong dan rapi.

 

*ckrekkk*

 

Min Joo telah keluar dari kamar mandi nya. Ia segera memakai seragamnya dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah.

 

“hmmm… apakah aku harus memberitahu saerin dan yoon ji bahwa aku akan masuk sekolah hari ini?” min joo seolah bertanya kepada dirinya sendiri.

“sebaiknya tidak. Aku akan memberi mereka surprise!” min joo berlari untuk mengambil tas nya agar ia dapat segera berangkat ke sekolah. Ya, Min Joo ingin memberikan surprise kepada teman temannya.”

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

“sae rin-ah, aku rindu sekali pada min joo.”

 

“ya, aku juga. Apakah dia sudah sehat? Aku ingin melihatnya masuk sekolah hari ini.”

 

“baiklah. Ayo cepat ke kelas.”

 

Sesampainya dikelas, min joo yang tengah melihat kedua sahabatnya berlari menuju kelas reflek melambaikan tangan kearah mereka. Kedua sahabatnya dapat melihat bahwa min joo sedang melambaikan tangan kearah mereka.

 

Dengan secepat kilat, keduanya pun langsung berhambur ke pelukan min joo.

 

“Min Joo-ah kami rindu sekali padamu. Beberapa hari inikami selalu memikirkan keadaanmu. Apa kau sudah sembuh? Sudah tidak ada yang sakit? Tidak pusing lagi kan?”

Baru 2 hari tidak masuk saja, Min Joo sudah dihujani pertanyaan oleh yoon ji. Apalagi jika 1 bulan? Min Joo tidak sanggup untuk membayangkannya.

 

“aku sudah sembuh Yoon ji-ah. Kau tidak perlu khawatir. Waktu itu aku hanya kelelahan saja. Oh ya, bagaimana kabar kalian berdua?”

 

“kami baik baik saja min joo-ah” kali ini, sae rin lah yang menjawab pertanyaan min joo.

 

Min joo pun bernafas lega saat mengetahui keadaan kedua sahabatnya ini juga baik baik saja.

 

Tap tap tap tap

 

Suara derap langkah kaki telah terdengar ke teling min joo

 

Crekkkkk

 

Oh! Itu sehun! Yoon ji yang melihat sehun datang dari balik pintu segera menarik sae rin untuk duduk di tempat asalnya.

 

“Oh Sehun annyeong!”

 

“oh? Itu sehun! Annyeong sehun-ah”

 

“huwaa semakin hari dia semakin tampan. Sehun-ah annyeong”

 

Min joo merasa geli mendengar murid murid wanitra di kelas itu sedang membicarakan sehun dan memberikan sebuah sapaan hangat kepadanya.

 

Menggelikan. Manusia menyebelkan seperti dia mengapa bisa dikagumi banyak wanita?

 

“hello ms. Nerd”

 

Ugghhh menyebalkan

 

“annyeong” balas min joo.

 

Kalau bukan sehun yang waktu itu menolongku, pasti sudah kutendang di jauh jauh.

 

“sudah sembuh? Huh, coba saja waktu itu aku tidak menolongmu. Pasti kau sudah mati sekarang”

 

“hei! Aku hanya pusing. Berlebihan sekali. Keundae, gomawo.”

 

“aku tidak ber…”

 

“Selamat pagi murid murid” suara kim ssaem menginterupsi kegiatan murid murid.

 

Murid murid pun segera mengalihkan perhatian mereka.

 

“hari ini, kita akan membagi kelompok. Tidak rumit, pasangan kalian adalah teman sebangku kalian.”

 

Tamatlah riwayatmu Park Min Joo. Min joo mengutuk dirinya dalam hati. Mimpi buruk apa min joo semalam sampai bisa satu kelompok dengan sehun?

 

“well, i have a good partner. Hello nerd.”

 

“iI’m out of luck today. Huh –“ min joo merutuki dirinya sendiri. Mengapa ia harus duduk dengan seorang Oh Sehun saat pertama kali masuk? Penyesalan memang selalu datang di akhir.

 

“Baiklah. Aku akan memberitau kalian project yang harus kalian buat. Pertama………” Kim ssaem melanjutkan bicaranya. Min joo begitu fokus mendengarkannya. Sedangkan sehun? Dia hanya bersantai di tempatnya.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak 2 jam yang lalu. Tetapi, terlihat di sebuah ruangan terdapat satu….. tidak, 2 orang disan. Apa yang mereka lakukan?

 

“aahh… ahhh.. a appo.. ahh stop!” ucap seorang lelaki.

 

“hmmm… kau pikir aku akan berhenti? Tidak sama sekali !” oh! Terdengar suara seorang wanita juga disana?

 

“ahhh sudahlah. Ini sakit sekali!”

 

“Jika kau ingin berhenti aku pukuli, cepat kerjakan pekerjaanmu ! aku kan sudah membagi tugasnya. Kenapa kau hanya diam dan bersantai saja” terdengar teriakan sseorang wanita yang sedang…. marah?

 

“baiklah Park Min Joo ! aku akan mengerjakannya”

 

“baguslah oh sehun. Project kita sebentar lagi akan selesai.”

 

10 menit

 

20 menit

 

30 menit

 

Dan akhirnya…..

 

“ waahhhhh akhirnya sudah selesai. Cepat bereskan barangmu oh sehun. Kita harus pulang” dengan semangat, min joo membereskan barang barangnya dan bergegas meninggalkan perpustakaan.

 

“hey min joo ! tunggu !”

 

“ada apa?”

 

“ini kan sudah malam. Berbahaya jika wanita pulang sendirian di malam hari. Apa kau ingin kuantar?”

 

“gwencana. Na kanda. Annyeong sehun-ah”

 

Lebih baik aku ikuti saja dia. Sepertinya dia akan balik lagi. Hihihi.

 

Min Joo pov

 

Ah, seram sekali. Benar kata sehun, berbahaya jika seorang wanita pulang sendirian di malam hari. Lebih baik aku tadi menerima tawaran sehun. Penyesalan memang selalu datang diakhir. Menyebalkan.

 

Tap tap tap tap

 

Suara langkah kaki siapa itu? Seram sekali. Sehunnn tolong aku.

 

Tap tap tap

 

Kenapa suara itu semakin dekat sih? Ahh, mungkin orang itu sedang terburu buru.

Tap

 

Tap

 

Tap

 

Deg

 

Siapa dia? Kenapa dia memegang bahuku? Aku rasa aku akan mati berdiri sekarang juga.

1…

 

2…

 

3…

 

“hei ap……”

 

“huwaaa” aku takut sekali dan mengapa aku langsung berhambur kedalam pelukan seseorang yang menakutiku tadi? Jantungku sepertinya tidak dapat diajak berkompromi untuk saat ini. Sepertinya aku sudah gila. Aku harus melepaskan pelukan ini.

 

Sehun pov

 

Ah…. itu dia !

 

“hei ap……”

 

“huwaaa” kenapa dia jadi memelukku? Bukankah aku yang membuatnya takut?

 

Jantungku terasa berdetak 2 kali lebih cepat dari  biasanya. Kenapa ini? Rasanya aku seperti pernah melakukan pelukan ini.

 

Author pov.

 

Min joo segera melepas pelukannya dari sehun. Ia terlonjak kaget saat menyadari bahwa yang ia peluk adalah seorang oh sehun.

 

“ma.. maaf. Aku tidak sengaja memelukmu.”

 

“gwencana. Kau pasti takut karena ini sudah malam. Aku sudah bilang bahwa sebaiknya kau pulang denganku saja.” Tanpa persetujuan min joo, sehun menarik tangannya menuju kearah mobilnya.

 

“masuklah.” Min joo memasukkan dirinya kedalam mobil mewah sehun.

 

Selama perjalanan, hanya sebuah keheningan yang menemani mereka.

 

“setelah ini, belok kemana?”

 

Tidak ada balasan dari mon joo.

 

“hey nerd ! setelah ini kemana?” ucap sehun dengan suara yang lebih keras.

 

“o-ohh ya. Belok ke kanan”

 

Sehun mengarahkan mobilnya menuju ke kanan.

 

“disitu.” Min joo menunjuk sebuah rumah mewah di daerah gangnam. Sehun yang melihat rumah itu seakan teriungat sesuatu. Bayangan bayangan itu datang kembali dan rasanya…… sakit.

 

“aakkhh.” Sehun meraskan sakit dikepalanya. Ya. Itu semua karena bayangan bayangan itu.

 

“gwencana?” tanya min joo khawatir.

 

“a-a.. ahh ndee. Gwencana. Tidak usah khawatir, aku hanya sedikit pusing saja. Sebaiknya kau segera masuk kedalam rumahmu.” Elak sehun.

 

“keuraee. Gomawo.”

 

Min joo menutup pintu mobil sehun. Min joo menundukkan badannya. Setelah itu sehun melanjutkan perjalanannya kerumah.

 

Sehun’s car

 

“Siapa dia sebenarnya?  Mengapa semua hal tentangnya selalu membuat bayangan bayangan itu datang kembali.”

 

Sejak melihat rumah min joo, yang ia pikirkan hanya siap min joo, siapa min joo, dan siapa min joo. Pikirannya tidak dapat berhenti memikirkan min joo barang sedetikpun.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

“apa apaan ini?! Kenapa kau pulang malam sekali?” baru saja memasuki rumahnya,min joo langsung disambut dengan sebuah amarah yang dikeluarkan kakaknya, chanyeol.

 

“mianhae oppa. Aku tadi mengerjakan tugasku dulu bersama sehun.”

 

“tugas kau bilang? Tidak usah banyak alasan. Bilang saja kau sedang menggoda sehun.”

 

“tidak oppa ! aku tidak semurah itu !”

 

“terserah kau saja. Tapi kau harus ingat satu hal. Jangan pernah beritahu siapapun ddisekolah bahwa aku adalah kakakmu ! ubah penampilanmu dulu jika kau ingin ku akui. Aku tidak sudi mempunyai adik culun sepertimu.”

 

Tes

 

Min joo tak sanggup lagi menahan isak tangisnya. Rasanya sakit sekali mendengar kakak kandungnya berbicara seperti itu didepannya.

 

“kau jahat oppa! Kau jahat! Kenapa kau tidak bisa menerimaku apa adanya?” min joo terjatuh. Kakinya lemas. Ia sudah tak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya.

 

Chanyeol yang mengetahui itu segera melenggang pergi meninggalkan adiknya. Namun, ditengah perjalanan ia bergumam,

 

“mianhae min joo ya” sebuah isakan juga terdengar. Ya, chanyeol menangis.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

“ahjumma”

 

“nde nona? Ada yang bisa saya bantu?”

 

“ap oppa sudah berangkat? “

 

“nde. Tuan muda park sudah berangkat. Ini sarapan anda noana.”

 

Min joo memakan sarapannya. Min joo merasakan suatu keganjalan. Rasanya beda dari biasanya. Tapi ini lebih…. enak.

 

“ahjumma, apa masakan ini buatan ahjumma?”

 

“eummm, ya. Itu buatan ahjumma. Ahjumma membuat resep baru.”

 

“ahh nde. Ini enak sekali ahjumma.”

 

Dibalik pintu, terlihat seorang pria sedang memandangi min joo makan. Mendengar penuturan min joo bahwa masakn itu enak, bibirnya pun tertarik keatas untuk membuat sebuah senyuman.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Seperti biasanya, min joo harus menunggu bus di halte. Min joo terlalu asik mendengarkan musik di ponselnya, sampai sampai ia tidak menyadari bahwa ada sesorang yang duduk disampingnya.

 

“hey nerd”

 

“ya! Nerd”

Sehun melambaikan tangannya di hadapan min joo.

 

“o-ohh wae?” min joo akhirnya membalas panggilan sehun.

 

“ingin berangkat bersama?”

 

“tidak usah, itu hanya akan merepotkanmu saja”

 

“gwencana. Bus akan datang setengah jam lagi. Kau akan telat nanti.”

 

“jinjja?? Keurae. Aku akan ikut denganmu”

 

“kajja.” Sehun menarik tangan min joo.

 

APA?

 

Sehun menarik tangan min joo

 

Aduh bagaimana ini, aku tidak sengaja menarik tangannya. Batin Sehun.

 

Ahh mengapa jantungku berdetak 2x lebih cepat dari biasanyaa. Batin Min joo.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Mereka berdua akhirnya telah sampai pada tujuan mereka.

 

Murid murid yang sedang berlalu lalang dikejutkan dengan keberadaan mereka berdua. Mereka semua memikirkan hal yang sama. Kenapa si nerd itu bisa datang bersama sehun?

 

Jawabannya adalah….

 

Sehun dan Min joo bertemu secara sengaja di halte. Dan itu bukan rencana min joo. Melainkan rencana sehun yang tidak diketahui oleh min joo.

 

Flashback

 

Sehun pov

 

Apa yang aku pikirkan?? Huahhh aku ingin sekali pergi bersamanya ke sekolah.

 

Lakukan.

Tidak.

Lakukan.

Tidak.

Lakukan.

 

Sudahlah aku lakukan saja.

Sehun pov end

 

Sehun segera menjalankan mobilnya. Ia masih ingat betul dimana rumah min joo.

 

Sesampainya disana, sehun tidak berani untuk masuk kedalam rumahnya. Ia putuskan untuk menunggu min joo didalam mobil.

 

Min joo keluar dari rumahnya. Ia berjalan menuju halte. Sehun memutuskan untuk mengikutinya sampai halte. Dan mengajaknya berangkat bersama disana.

 

Sesampainya di halte….

 

“hey nerd”

 

“ya! Nerd”

Sehun melambaikan tangannya di hadapan min joo.

 

“o-ohh wae?” min joo akhirnya membalas panggilan sehun.

 

“ingin berangkat bersama?”

 

“tidak usah, itu hanya akan merepotkanmu saja”

 

“gwencana. Bus akan datang setengah jam lagi. Kau akan telat nanti.”

 

“jinjja?? Keurae. Aku akan ikut denganmu”

 

“kajja.”

 

Flashback end

 

Ya. Seperti itulah kejadiannya. Sehun lah yang ingin pergi ke sekolah bersama min joo.

 

“Park Min joo !” terdengar suara teriakan dari saerin.

 

“oh, ada oh sehun juga.” Lanjut yoon ji.

 

“hey apa kalian berangkat bersama?” saerin memiringkan kepalanya merasa aneh kepada mereka berdua.

 

“jarang sekali kalian akur. Tapi kali ini kalian terlihat seperti pasangan.” Yoon ji juga memiringkan kepalanya. Ya. Saerin dan yoon ji kebingungan.

 

“hey, ada apa dengan kalian berdua? Kami hanya tidak sengaja bertemu di halte. Sehun bilang bus yang akan aku naiki datang setengah jam lagi dan sehun menawariku sebuah tumpangan. Yasudah aku terima.” Jelas min joo panjang lebar.

 

Sehun hanya menampakkan smirk nya yang khas itu.

 

Hmm. Tidak sengaja ya. Haha…. dalam benaknya, sehun tertawa puas.

 

Sehun segera meninggalkan min joo, saerin, dan yoon ji. Ya, setelah min joo bertemu dangan sahabatnya, ia merasa diabaikan. Huft.

 

“ya ! kau mau kemana?”

 

“aku ingin ke kelas.”

 

“ohh keurae. Gomawa”

 

“nde.” Jawab sehun yang terkesan dingin.

 

“eiyy, kenapa dia menjadi dingin lagi.” Saerin menanyakan pertanyaan yang bahkan min joo tidak mengerti.

 

“molla. Aku juga tidak mengerti”

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Other Place

“aku tidak bisa.”

 

Terdengar suara pria yang sedang berbicara.

 

“kenapa? Apa karena gadis yang pernah kau ceritan padaku? Keumanhae kai. Dia tidak akan mengingatmu lagi. Lagipula sebelum dia mengalaminya, ia sudah mencintai orang lain bukan?”

 

Pria itu, Kai. Lalu, siapa wanita yang berbicara dengannya?

 

Tbc

 

Hai semua. Gilaa maaf banget ini jauh dari estimasi. Delay banget ya. Seperti yang kalian ketahui pas aku update “information” aku disibukkan dengan jadwal latihan buat lomba. Itu juga melelahkan sekali wkwk. Jadi pas mau ngelanjutin cerita ini aku kehabisan ide.

 

Oiya, aku juga minta tolong sama kalian. Doain aku suaya aku bisa menang. Satu doa dari kalian itu sangat berarti untuk aku. Aku juga mau bilang terimakasih buat readers setia aku juga buat para siders. Makasih udah mau baca cerita aku. Maaf kalau ceritanya gajelas atau bahasa nya aneh. Soalnya aku masih pemula, hehe. Saran dan kritik dari kalian aku terima semua kok. Soalnya dari situ aku bisa menulis lebih baik lagi.

 

Salam hangat,

Dominhyun.

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 thoughts on “IT’S ALL ABOUT HEART #4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s