Love Story of Nappeun Namja (Prolog)

love story of nappeun namja

 

Judul          :        Love Story of Nappeun Namja

Author       :        Hanhan

Genre         :        School life, Romance, Drama, Etc.

Length       :        Multi chapter

Rating         :        Teen

Main cast    :        Oh Hye Ra, Kim Jong In / Kai

Support cast:        EXO member

Annyeong, aku author (freelance) pemula di sini. Ini merupakan FF karya keduaku (FF pertamaku belum pernah dipublish di sini)

STORYLINE IS PURE MINE.

Kasih comment untuk FFku ini ya… oh iya, sebelumnya FF ini sudah pernah aku publish di wattpad.

*****

Kai’s POV

Seperti malam-malam sebelumnya, aku dan teman-temanku pergi ke club malam untuk menghilangkan kejenuhan. Mungkin teman-temanku seperti Kyungsoo, Suho, Chanyeol, Baekhyun, Sehun, Chen, Lay, Xiumin mereka hanya akan minum saja, tidak seperti aku yang akan tidur dengan yeoja. Jujur saja, perilakuku sangat buruk. Aku senang mempermainkan yeoja, aku senang meniduri yeoja, aku senang melihat mereka menangis karena diriku.

Hampir semua yeoja cantik di sekolahku sudah pernah kutiduri. Mereka dengan suka rela melepas keperawanannya hanya untukku, benar-benar murahan. Setelah kutiduri, biasanya mereka akan kubuang begitu saja lalu aku akan mencari target selanjutnya.

Aku termasuk namja kaya, karena kakekku seorang komisaris beberapa hotel ternama di Seoul.

Namun kalian harus tahu, aku seperti ini karena aku benci dengan eommaku yang telah menghianati appa. Saat itu aku kelas 3 SMP. Aku dan appa baru pulang dari studio. Kami berdua mencari eomma di kamar. Namun apa yang kulihat? Aku melihat eommaku tidur dikamarnya dengan seorang lelaki yang bukan appaku tanpa sehelai baju.
Betapa sakitnya jika aku mengingat kejadian itu. Appaku sangat terpukul akibat kejadian itu hingga akhirnya ia jatuh sakit dan kemudian meninggal. Sejak kejadian itu, aku sangat benci dengan eommaku dan para yeoja. Aku ingin membalaskan dendamku dengan mempermainkan yeoja.

Dan kini, aku memutuskan untuk tinggal sendiri di apartement milik kakekku, Kim Seung Gi. Kakekku yang memberi segala kebutuhanku.

“Kai…” Panggil seorang yeoja yang waktu itu pernah kutiduri.
Aku menoleh dengan mata jengah. Yeoja itu sudah tidak menarik lagi bagiku “Wae?” Tanyaku dengan wajah setengah sadar akibat mabuk.

“Hmm.. apa kau butuh teman tidur?” Tanyanya dengan wajah menggoda. Aku menggeleng. Terus terang, aku sedang tidak bergairah untuk bermain di ranjang dengan para yeoja murahan itu.
Lalu yeoja itu pergi meninggalkanku.

“Hei Kai! Ada apa? Mengapa kau menolak ajakannya?” Tanya Baekhyun.

“Aku ingin mencari target lain… aku mulai bosan dengan para yeoja di sini! Mereka semua sudah pernah kujamah!” Jelasku dengan nada bicara malas-malasan sambil memegang segelas soju.

“Uh.. kau minum terlalu banyak, Kai!” Ungkap D.O. Teman-temanku sudah menasihatiku agar tidak meminum alkohol terlalu banyak. Namun aku tidak mempedulikan omongan mereka.

Setelah sekian lama di club, akhirnya aku memilih untuk pulang ke apartementku. Entah mengapa, rasanya aku tak ingin berlama-lama di tempat ini, tidak seperti biasanya. Perlahan kakiku mulai keluar meninggalkan teman-temanku di club.

Dengan setengah sadar, aku berjalan sambil menunggu taxi datang. Tapi pandanganku beralih pada seorang yeoja cantik di seberang jalan. Aku membelalakkan mataku. Ia benar-benar cantik!

Kalau aku tidak salah lihat, sepertinya yeoja itu sedang menangis. Karena aku melihat cairan bening mengalir di pipinya. Yeoja itu mengenakan kaos lengan panjang dan rok selutut hingga kaki jenjangnya terlihat sangat cantik. Aku tidak pernah melihat yeoja itu sebelumnya di daerah sini. Kurasa, ia yeoja baru.

Karena penasaran, aku mencoba menyebrangi jalan untuk menghampiri yeoja itu. Setelah jaraknya lumayan dekat, ia langsung melihatku yang sedang berjalan ke arahnya. Yeoja itu perlahan mulai menjauh dariku ketika aku mulai sampai ke arahnya “Hei!” Panggilku. Namun yeoja itu tetap melanjutkan langkahnya tanpa menoleh ke belakang. Aku kehilangan jejaknya. Siapa yeoja cantik itu? Baru kali ini aku melihatnya.

Akhirnya aku menghentikan diri karena kondisiku yang sudah mabuk dan tak sanggup untuk berjalan lebih jauh. Tadinya, aku ingin mengajaknya berkenalan dan membawanya ke apartementku untuk kuajak tidur. Tapi nampaknya, usahaku gagal. Ah! Aku benar-benar kecewa tidak bisa melampiaskan keinginanku.

Kai’s POV end

*****

-To be continued…

 

8 thoughts on “Love Story of Nappeun Namja (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s