Last Message (Chapter 2)

Untitled-1

LAST MESSAGE CHAPTER 2

Genre : Sad, friendship, romance

Author : Han Seung Young (twitter : @Ranti_tegar)

Main cast : Baekhyun & Chanyeol exo , MinAh Girls day.

Suport Cast : Sulli f(x), Jihyun (OC).

Lenght : multiChapter

~Happy Reading~

“HIS FIANCEE”

Semenjak hari itu, Chanyeol dan Minah memutuskan untuk tak saling bertemu dan berkomunikasi sementara waktu. Bukan apa-apa, pasalnya masing-masing dari mereka merasa tidak enak dan canggung akibat dari permintaan mendiang Baekhyun itu. 

                Setiap hari, Chanyeol hanya bisa memantau kabar Minah dari SNS. Ingin rasanya ia segera menelpon dan mendengarkan suara sang sahabat, tapi kini semuanya sudah berbeda. Mungkin Minah sudah tidak menganggapnya sahabat lagi, dan pasti akan sangat aneh jika keduanya berbicara berdua sekarang. Hampir sama dengan Chanyeol, Minah juga begitu. Hanya saja tidak melalui SNS, melainkan memandang Chanyeol dari kejauhan saat Ia lewat di depan Kantor Chanyeol.

                “Aku merindukannya … Sampai kapan akan seperti ini”

 

                Tak seperti biasanya, Malam ini Hotel milik Keluarga Byun terlihat lebih ramai. Ya, karena hari ini adalah hari jadi Hotel yang ke 15 tahun. Jadi Ayah Baekhyun, Tuan Byun Shin Hyun mengadakan pesta perayaan besar-besaran. Seluruh Pengusaha ternama dan pejabat tinggi di Korea diundang beserta  para keluarga mereka. Termasuk Chanyeol.

                Tak lupa Minah juga menjadi salah satu bagian dari tamu kehormatan disana. Meskipun ia bukanlah putri dari para petinggi, namun ia sudah menjadi bagian penting dalam keluarga Byun karena pernah menjadi wanita putra bungsu mereka.

                “Selamat datang  Nona .. Bagaimana kabarmu ?” sapa Tuan Kim, asisten mendiang Baekhyun.

                “Tentu saja baik Tuan, bagaimana dengan anda ?” jawab Minah dengan anggun.

                Keduanya lalu terlibat percakapan singkat sambil berjalan masuk ke aula pesta. Selain karena sebagai tamu istimewa, malam itu Minah menjadi sorotan para tamu juga karena penampilannya yang begitu cantik dan bersinar. Ia berjalan dengan penuh percaya diri sambil memancarkan senyum ketulusan yang sebenarnya ia jadikan topeng untuk menutupi kesedihannya.

                “Baiklah Nona, sepertinya aku harus pergi menemui seseorang disana. Selamat menikmati pesta” ucap Tuan Kim dengan sopan.

                “Ne, Selamat menikmati juga Tuan”

                Tuan Kim lalu pergi meninggalkan Minah.

                Minah melihat ke sekelilingnya , tak ada satupun orang yang ia kenal. Biasanya ia selalu datang bersama Baekhyun, namun sekarang ia hanya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu, siapa tau ia akan bertemu dengan salah seorang teman.

                Tiba-tiba langkahnya terhenti saat kedua matanya bertemu dengan sepasang mata indah seorang pria berjas silver yang berdiri di hadapannya. Pria yang sangat ia kenal. Ya, Park Chanyeol.

                “Anyeong ..” sapa Chanyeol sambil melambaikan tangan.

                “A Anyeong “ jawab Minah gugup.

                Chanyeol lalu melangkahkan kaki mendekati Minah. Diamatinya sang sahabat, dan memastikan jika ia dalam keadaan baik.

                “Kau terlihat sudah baikan” ujarnya dengan nada santai.

                Minah hanya mengangguk singkat, masih dengan ekspresi wajah yang gugup.

                “Kau datang sendiri ?”

                “Tentu saja” jawab Minah, yang mulai mengalihkan pandangan.

                “Bagaimana denganmu ?”  lanjutnya.

                “Aku datang bersama seseorang “

                “Chanyeol-ah!!” panggil seorang gadis , membuat mereka berdua menoleh bersamaan.

                Gadis itu begitu imut, senyumannya juga terlihat begitu polos. Dengan manja, dirangkulnya tangan kiri Chanyeol sambil terus melempar senyum.

                “Emm Minah-ssi, perkenalkan dia Choi Sulli! Tunanganku”

                “DEG!”

                Wajah Minah berubah pucat pasi. Entah mengapa ia merasa begitu kecewa mendengarnya, seharusnya bukan ini yang ia rasakan saat mendengar sahabatnya memiliki Tunangan.

                “Sayang, dia adalah Minah! Sahabatku” lanju Chanyeol.

                “Anyeong Minah-ssi! Aku sudah sering mendengar cerita tentangmu dari Chanyeol. Senang bisa bertemu denganmu” ucap Sulli, sambil menyodorkan tangan.

                Minah lalu menjabat tangan Sulli sambil tersenyum tipis, dan tidak mengatakan sepatah kata pun.

                “Kenapa rasanya seperti ini ? Kenapa aku begini ?” keluh Minah dalam hati.

                “Oh iya, Acaranya akan segera dimulai. Ayo kita mencari tempat duduk!” ajak Sulli penuh semangat.

                “Ehm kalian pergilah dulu, aku akan menyusul” jawab Minah, yang lagi-lagi tersenyum aneh.

                “Baiklah, Ayo sayang”

                Sulli langsung menarik Chanyeol pergi, tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara pada  Minah.

Minah POV~

                Tunangan ?

                Kenapa dia tidak pernah memberitahuku ?

                Apa Baekhyun juga tidak tau kalau Chanyeol sudah punya tunangan ?

                Tidak. Aku tidak bisa melakukannya. Aku harus memberitahu Jihyun Unnie.

                Entah apa yang aku rasakan saat ini, air mataku ingin mengalir begitu saja. Aku merasa begitu kecewa saat Chanyeol mengenalkan Sulli. Mungkin aku terlalu berharap. Kenapa aku berharap, Chanyeol kan sahabatku. Jadi tidak mungkin dia mau melakukan pesan terakhir Baekhyun.

                Di dalam Toilet, aku duduk tertunduk sambil meratapi perasaanku. Aku sudah tak sanggup lagi menahan kekecewaanku di luar sana. Karena bukan hanya karena aku teringat Baekhyun, tapi juga karena Chanyeol.

                Kenapa dia tidak memberitahuku di awal ? Aku terlanjur berniat untuk mewujudkan pesan terakhir Baekhyun. Tapi melihat tadi ? Sepertinya aku harus membuangnya jauh-jauh.

Baekhyun .. Maafkan aku. Aku tidak bisa melakukannya  TT__TT

Author POV~

                “APAA?!!” Bentak seorang wanita , yang sedang menelpon di dalam toilet. Membuat Minah yang sedang mencuci muka di Wastafle terkejut.

                “Kubilang berapa kali, cepat hilangkan bukti-buktinya!! Kau tau sekarang Chanyeol sudah tau kalau Kecelakaan itu bukanlah Kecelakan alami!!”

                Tak sengaja Minah mendengar nama Chanyeol dalam percakapan wanita itu. Akhirnya ia pun segera mematikan keran air, dan mendengarkan pembicaran si wanita.

                “Aku tidak mau tau. Besok kau harus hilangkan semua bukti! Jika tidak siapkan saja nyawamu!!”

                “Tut—“

                Mengetahui wanita itu akan keluar, Minah pun segera bergegas pergi dan bersembunyi di balik dinding pintu keluar Toilet.

                Alangkah terkejutnya Minah, ternyata wanita penelpon tadi adalah Choi Sulli.

                “Sulli ?”

                “Kecelakaan apa yang dia bicarakan tadi ? Kenapa ada nama Chanyeol didalamnya ?” gumam Minah penasaran.

                Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Namun Minah belum juga ingin pulang. Ia masih duduk di Halte dan mengacuhkan bis-bis malam yang berhenti. Ia masih terus memikirkan perkataan Sulli di toilet tadi. Apalagi tadi Sulli sempat mengancam orang yang menelponnya, pasti hal ini begitu penting dan rahasia. Tapi kehadiran nama Chanyeol dalam pembicaraannya tadilah yang paling membuat Minah penasaran.

                Di tengah keheningan Minah, datang sebuah mobil sedan hitam yang berhenti tepat di depan Minah.

                “Tinn~”

                Minah mengangkat kepalanya. Kaca mobil terbuka pelan, ternyata itu adalah mobil Chanyeol.

                “Naiklah” ucap Chanyeol sambil tersenyum.

                Tanpa menjawab, Minah langsung saja masuk ke dalam mobil. Dan tak lupa memasang sabuk pengaman. Dan Chanyeol juga langsung menginjak gas pergi mengantar pulang Minah.

                “Kenapa kau lewat sini ? bukankah ini bukan jalur menuju rumahmu ?” tanya Minah yang terlihat sudah lebih santai untuk berbicara pada Chanyeol.

                “Oh iya, aku lupa belum memberitahumu. Aku baru saja membeli sebuah Apartemen di Komplek mu” jawab Chanyeol yang serius mengemudi.

                “Benarkah ?? Sejak kapan ?” seru Minah membulatkan kedua mata.

                “Sebenarnya besok aku baru akan menempatinya, tapi karena hari ini sudah sangat malam sepertinya aku akan tidur disana saja”

                “Baguslah kalau begitu”

                “Kau tak tanya berapa nomor Apartemenku ?” goda Chanyeol.

                Minah terkekeh singkat.

                “Memangnya nomor berapa ?”

                “Dua nomor diatasmu”

                “278 ??” Minah semakin membelalakan matanya.

                “Betul sekali, sepertinya akan sangat menyenangkan bisa bertetangga denganmu”

                Keduanya lalu saling melirik , dan tertawa bersama. Akhirnya kecanggungan yang sempat terjadi di awal pertemuan mereka tadi, bisa teratasi juga.

                Chanyeol mengantar Minah sampai ke depan pintu Apartemen.

                “Terimakasih sudah mengantarku pulang” ujar Minah.

                “Ne, Mulai sekarang berjanjilah untuk bersikap layaknya sahabat seperti dulu” jawab Chanyeol, sambil mememgang kedua bahu Minah.

                Minah menatap Chanyeol dan diam sejenak. Sepertinya untuk sementara ini, ia tidak ingin membahas persoalan pesan terakhir Baekhyun itu dulu. Lebih baik ia bersikap berpura-pura tidak ada yang terjadi antara dirinya dan juga Chanyeol.

                “Ne” jawabnya, sambil tersenyum penuh kepastian.

                “Okey, Selamat malam Nona cantik”

                “Selamat malam juga, Semoga tidurmu nyenyak”

                Keduanya saling melambai tangan dan masuk ke Apartemen masing-masing.

                Chanyeol POV~

                “Selamat pagi sayang”

                Hmm betapa beruntung diriku. Setiap pagi, bukan hanya sinar matahari yang menyapaku tapi juga bidadari cantik kesayanganku yang selalu on time untuk menelpon.

                Banyak orang yang tak menyangka jika aku, si biang onar Park Chanyeol bisa bertunangan dengan Choi Sulli, model cantik idaman banyak pria. Sebenarnya sudah lama aku mengenal Sulli, mungkin sekitar 3 tahun lalu saat kami kuliah di satu universitas di London. Tapi Cinta baru mempersatukan kami sekitar 1 tahun terakhir. Tak ingin berlama-lama, bukan hanya menembak untuk menjadi kekasih , aku pun langsung meminta bertunangan saja. Dan hebatnya ia tak menolak.

                “Pagi sayang, kau mau sarapan bersama hari ini ?”

“Emm begitu ya ? Apa akan lama ?”

“ Berapa hari ?

“2 minggu ? Ahh kenapa lama sekali ?!”

“ Aku bisa mati tanpamu sayang “

“Hmm Tapi berjanjilah sepulang pemotretan kau harus menelponku! “

“Baiklah, Have a nice day honey … Muaaacchh”  

Aishh, rencana kencanku hari ini gagal total. Sulli harus pergi ke Tokyo untuk pemotretan sebuah majalah. Padahal minggu-minggu ini jam kerja ku di Kantor sedang longgar, dan aku sudah merencanakan untuk menghabiskan waktu bersamanya. Tapi tak apa , masih ada satu misi yang harus kulakukan di waktu senggang ini. Ya, Mengungkap Kejanggalan di balik kecelakaan pesawat pribadi Baekhyun sebulan yang lalu.

Salah seorang pegawaiku mengatakan jika pihak kepolisian memiliki dugaan jika Kecelakaan yang menimpa Baekhyun bukanlah disebabkan oleh kesalahan teknis ataupun gangguan alam, melainkan penyebab buatan manusia. Meskipun dengan terbongkarnya masalah ini tak akan bisa mengembalikan nyawa Baekhyun, tapi setidaknya aku tau siapa Dalang busuk dibalik semua ini.

                Siang ini aku membuat janji untuk bertemu dengan Tn. Kwon Suho, Seorang detektif terkenal di Seoul. Kebetulan dia adalah teman SMA ku dan Minah, jadi ia pasti sangat bisa dipercaya.

                Kami bertemu di sebuah Cafe di sudut Jalan depan Kantorku. Tempat ini adalah tempat favoritku dan juga Baekhyun untuk minum kopi bersama. Jadi saat aku baru saja menginjakkan kaki di tempat itu, aku jadi teringat oleh Baekhyun.

                “Hey! Chanyeol-ah!” panggil Suho yang ternyata sudah sampai dan duduk duluan di dalam.

                “Hey bro!” sapaku balik, lalu kami berjabat tangan.

                “Apa kau sudah menunggu lama ?”

                “Hmm lumayan, sekitar 20 menit. Tapi tak apa 20 menit tak berarti untuk menunggu seorang teman lama”

                “Ah kau ini bisa saja”

                Kami bercanda sebentar, agar terlihat tidak spaneng. Setelah melihat keadaan Cafe yang mulai sepi, akhirnya aku mulai membuka pokok pembahasan.

                “Jadi bagaimana, Apa kau sudah mendapatakan hasil ?”

                “Aku sudah menemui Tim Pengidentifikasi TKP. Dari hasil yang mereka dapatkan, sudah jelas jika kerusakan mesin pada pesawat dibuat atas unsur kesengajaan”

                Ekspresi wajah Suho kini berubah 360 derajat, menjadi lebih serius. Ia lalu membuka sebuah buku bersampul kulit yang sepertinya adalah buku catatan pribadi.

                “Mereka sudah melaporkannya pada pihak kepolisian, tapi sayangnya Pihak kepolisian belum mau memeriksa hal itu”

                “Waeyo ??!” seruku kaget.

                “Hmm pasti ada pihak yang lebih kuat di luar sana yang berhasil merebut perhatian mereka”

                “Maksudmu ?”

                “Ya, Para pelaku pasti sudah mengetahui rencana kita”

                “Sial! Bagaimana bisa ?? Apa mungkin mereka memata-matai kita ?” bisikku sambil melirik ke sekeliling Cafe. Mungkin saja mata-mata itu ada disini.

                “Hahah kau ini sangat lucu ya! Mereka memang memata-matai kita, tapi bukan mata-mata seperti di film!”

                Suho menyandarkan badan ke kursi, sambil menyeruput kopi hangatnya.

                “Lalu apa mungkin mereka adalah orang  yang dekat denganku?” tebakku penasaran.

                “Bisa jadi” jawabnya singkat sambil tersenyum penuh arti.

                “Siapa?? Apa mungkin Menejer Won ? Sekretaris Byun ? Atau jangan-jangan ….”

                Aku membulatkan kedua mata. Tidak! Tidak mungkin dia.

                “Jangan-jangan siapa ?” tanya Suho.

                Kami saling berpandangan. Suho nampaknya begitu penasaran dengan jawabanku.

                “Supir pribadi ayahku, Tuan Hwang!!” seruku.

                Suho tertawa geli mendengar jawabanku. Entah apanya yang lucu, tapi sungguh Tuan Hwang adalah orang yang sangat dekat denganku. Bahkan ia adalah teman curhatku.

                “Apa hanya mereka orang terdekatmu ?? Sepertinya masih banyak lagi, dan pasti kau akan menemukannya sendiri” cetus Suho, membuatku semakin bingung.

                “Sekarang kita bagi tugas saja. Aku akan menyelidiki siapa pelaku TKPnya, dan kau cari siapa dalangnya”

                Ia lalu melempar tatapan tajam ke arahku sambil tersenyum evil.

Dalang ?

Orang terdekatku ?

Hmm sepertinya aku harus lebih berhati-hati sekarang

Minah POV~

                Tak terasa hari ini genap sudah 40 hari kepergian Baekhyun. Sesuai rencana hari ini aku izin untuk absen bekerja. Aku ingin menghabiskan waktu bersama Baekhyun, lebih tepatnya bersama kenangan Baekhyun.

                Ditemani oleh seikat rangkaian bunga tulip kuning kesukaan Baek, aku pergi ke Rumah Penyimpanan Abu Jenazah, tempat Baekhyun beristirahat. Kuletakkan bunga itu di dalam lemari kaca sebagai ganti rangkaian bunga yang sudah layu kmrn.

                “Baekhyun-ah .. Apa kau sudah bahagia ?”

                “Kenapa kau tega sekali! Kau bilang jika aku bahagia, kau juga bahagia. Dan jika aku sedih, kau jauh  lebih sedih. Tapi sekarang, kau bahagia sendiri disana sedangkan aku ?”

                Perlahan tak terasa air mataku mulai mengalir.

                “Aku sangat sedih disini …”

                “Aku merasa kesepian … Rasanya begitu hampa Baek ..”

                Tak tau mengapa, tangisanku semakin menjadi-jadi. Apalagi saat melihat foto kami berdua yang taerpajang disamping guci abu Baekhyun. Foto itu adalah foto saat kami merayakan Anniversary ke 3 tahun, Ya perayaan anniversary terakhir yang begitu manis.

*Flashback

Author POV~

                “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sed—“

                “Aish kemana dia?! Menyebalkan sekali!!”

                Minah melempar ponselnya dengan kesal, untungnya Chanyeol langsung sigap menangkapnya.

                “Aigoo .. Ada apa gadis manis ??” goda Chanyeol sambil menarik dagu Minah yang cemberut.

                “Apa Baekhyun menelponmu ? Dia menghilang seharian ini” ujarnya kesal, sambil melipat kedua tangan.

                “Anni .. Mungkin dia sedang sibuk. Ini makanlah”

                Chanyeol menyodorkan semangkuk Ice cream yang sengaja ia sediakan di saat Minah sedang badmood. Minah lalu menyautnya dan langsung menyantapnya tanpa mengucap terimakasih.

                “Hari ini adalah hari anniversary kami. Seharusnya dia ada di sampingku! Bukan disamping Client!!”

                Chanyeol hanya diam dan tersenyum saat mendengar curhatan sang sahabat.

                “Awas saja kalau dia datang nanti, aku tidak akan berbicara sepatah kata pun!”

                “Jinjja ?”

                “Tentu saja!”

                “Apa sekarang kau juga tetap tidak mau berbicara ?” tanya Chanyeol sambil mengarahkan sorotan mata ke belakang Minah.

                Minah pun berbalik badan, dan melihat …

                “I LOVE YOU Minah-ssi”

                Baekhyun berdiri disana sambil membawa seikat bunga Mawar putih favorit Minah. Lalu ia mulai menyanyikan sebuah lagu.

                “All Of Me by John legend”

                Air mata haru bercampur bahagia pun membasahi pipi Minah.Tanpa basa-basi lagi segera dipeluknya sang pujaan hati dengan sangat erat.

                “Berjanjilah untuk selalu bahagia. Karena disaat kau bahagia, akupun juga bahagia. Tapi jika kau sedih, aku adalah orang yang lebih sedih” ucap Baekhyun, sebelum akhirnya mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir Minah.

                “Gomawo Baek, Kau adalah Anugrah terindah yang pernah kumiliki”

                Chanyeol hanya bisa tersenyum melihat kemesraan kedua sahabatnya  itu, sambil menikmati Ice cream sisa Minah. *Kacian ^–^

*Flashback END

TBC

One thought on “Last Message (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s