Complicated (Chapter 1)

Complicated Chapter.1

 

Title                 :           Complicated

Author             :           cocokies17

Cast                 :           Byun Chanrin, Park Sanny, Kim Kai, Oh Sehun, Byun Baekhyun.

Genre               :           Comedy Romance, School Life, Friendship.

Length             :           Chaptered.

Rating              :           G

Desclaimer       :           https://byunhunxoxo.wordpress.com/2015/05/21/complicated-1/

 

Sakit, kata itulah yang mendeskripsikan perasaan permpuan dengan surai hitam yang bergelombangitu.Ia baru saja melihat pemandangan, pemandangan yang menyayat hatinya.

12 menit yang lalu

“kau mau rasa apa ?” Tanya perempuan manis yang bersurai hitam dan kedua lesung pipinya dengan nada yang lembut “hmmm…aku ingin strawberry…eh tidak-tidak aku coklat saja..hhm jangan-jangan aku ingin oreo saja, iya oreo” jawab teman surai hitam dengan cerocosan dan diakhir senyuman yang membuat kedua matanya menghilang menjadi eyes smile. “hah.. kau ini, bai-“ baru menjawab sudah terpotong “amatta Chanrin-ah!! Kemarin aku baru membeli rasa oreo, aku ingin vanilla saja !! iya fix vanilla.” Teriak si pemilik eyes smile “ne…kalau kau?” Tanya Chanrin berpaling kearah laki-laki yang memikat hatinya “vanilla” jawaban yang singkat.Ralat, sangat singkat. ‘dia memesan rasa yang sama dengan Sanny ? apa hanya kebetulan’ kini fikiran Chanrin telah melayang setelah mendengar jawaban Kai. Chanrin yang tersadar dari lamunannya , pandangannya mulai beralih menuju kearah Kai ‘apa yang ia lihat?’Tanya Chanrin pada dirinya sendiri. DEG…. Manik mata yang menurut Chanrin indah itu mengarah kearah perempuan yang ada disebrangnya, tanpa sadar mata Chanrinyang tadinya memandangi sosok tinggi dengan kulit tan itu ikut memandangi obyek yang dipandang Kai.

 

‘Dia melihat kearah sanny’ batin Chanrin. “yak! Ada apa!? Apa yang salah dengan wajahku!? Yak kalian berdua! Apa kalian mendengarkanku !?” Teriak Sanny yang merasa dirinya diekori dengan mata seseorang.ralat, dua orang.Mata mereka bertemu, ya sekarang manik mata yang tadi sama-sama mengarah ke arah Sanny kini berpindah saling menatap. “Ehem..Baiklah aku akan memesan pesanan dulu” ujar Chanrin memutuskan kontak mata dengan Kai.

 Dikejauhan, tempat Chanrin memesan ice cream. Ia melihat sepasang manusia, sepasang manusia yang membicarakan sesuatu dengan sangat hati-hati. ‘apa yang mereka biarakan?’ Batin Chanrin. DEG ‘benar, aku tidak mungkin salah lihat….mulut Kai mengatakan kata itu. Iya kata itu’ benak Chanrin diiringi hembusan nafas yang sedikit kasar. Sekarang Chanrin yang membawa ice cream tersenyum sambil berjalan menuju arah dimana Kai dan Sanny berada. “apa yang kalian bicarakan ? Ap..” “Ti…ti…tidak ada kok” potong Sanny secepat kilat dengan nada yang errr begitu gugup ‘hmph jadi benar mulut Kai tadi mengatakan saranghae?’ Kini Chanrin mulai berkutatdengan pikirannya sendiri, dan tentunya harus menahan sesak didadanya yang ia tutupi dengan senyuman hangat di bibir mungilnya.

 

“Lalu kemana kita sekarang?” Tanya Chanrin memecah keheningan “aku lapar, lagipula ini sudah jam 12 lewat” jawab Sanny dengan nada pasti meski mimik muka yang sedikit cemas.Kini ketiga orang tersebut sudah berjalan kearah lantai 3 sambil sesekali menjilat ice cream dan seperti anak muda zaman sekarang yang tidak bisa jauh dari Handphone. Di lantai 3 mereka menemukan surga makanan, yah meski mereka menyebutnya surga, muka mereka seperti tidak melihat surga. Brukk “jeseonghabnida~” kata kai setelah menabrak seseorang dan sedikit menggoreskan ice cream vanillanya ke jas orang yang ditabraknya “ahh ne, gwaenchana” jawab lelaki yang ditabrak sambil mencoba membersihkan goresan ice cream yang ada disebelah kiri jasnya ‘rasanyasuarainiseperti suara…’ Batin Chanrin yang kini mulai mengalihkan perhatian dari ponsel menuju lelaki dengan jas hitam “OMOOOOO!!! Oppaaa !!!” Tiba-tiba saja Chanrin teriak histeris dan langsung menghambur kepelukan orang yang disebutnya Oppa itu “oomoo Chanrin-ah” balas si lelaki membalas pelukan. Sanny yang ada disebelah Kai kini telah mematung melihat lelaki berjas yang notabennya adalah pria ang disukainya, “eo? Ada Sanny! Annyeong Sanny-ah..!” sapa lelaki itu sembil melambaikan tangan didepan muka Sanny yang sedaritadi mematung. “Oo..oh annyeonghaseyo Baekhyun Oppa” jawab Sanny yang mulai tersadar dari lamunannya. ‘Siapa dia ini? Mengapa Sanny menjadi salah tingkah di depannya?’ Kini Kai mulai berkutat dengan pikirannya sendiri “ohh..Kai, perkenalkan ini Byun Baekhyun. Uri Oppa, dia CEO mall ini” kata Chanrin memperkenalkan lelaki dengan setelan jas hitam metalik itu “oohh, annyeonghaseyo…” Jawab Kai yang sedikit menggantung lantaran bingung harus memanggil Baekhyun dengan sebutan apa “Hyung , panggil aku Hyung. Karena kau teman adikku, maka jangan sungkan memanggilku hyung, ne?” Jawab Baekhyun menjelaskan sambil mengulas senyuman yang sangat mengembang “eo hyung, mmm Ka-” balas kai “arra, aku sering mendengar tentangmu dari anak ini” potong Baekhyun sambil merangkul adik kesayangannya.

 

Mereka yang tadinya bertiga kini menjadi berempat, diatas meja makan keempat orang tersebut sedang menyantap makanan dan sesekali bersenda gurau, apalagi Sanny yang semangatnya melebihi batas maksimum, bagaimana tidak semangat saat ia bertemu dengan pria yang disukainya.”Chanrin-ah neon wae?” Tanya Baekhyun yang melihat raut wajah Chanrin yang sedikit gelisah “ah ani oppa, geunyang..” jawab Chanrin sambil memainkan makanannya “geunyang?” Tanya Baekhyun heran, karena biasanya adiknya ini selalu memasang wajah tersenyum bahagia seperti tidak ada masalah “…..” tidak ada jawaban “apa karena Kai? Apa dia menyatakan cinta pada orang lain?”bisik Baekhyun ditelinga adiknya yang hanya dijawab dengan dua kali anggukkan tanpa menoleh.

“aaahhh.. aku kenyang sekali” cetus seseorang yang tak lain tak bukan adalah Sanny “kau kenyang ? pantas saja. Lihat badanmu yang sudah membengkak “ ejek Baekhyun meladeni ucapan Sanny, oh iya, jangan lupakan bahwa Sanny menyukai Baekhyun “mwo?! Oppa, kau kejam sekali!!!” balas Sanny, yah meski dengan raut wajah yang mulai memerah.Baekhyun tahu betul bahwa Sanny menyukainya, namun Baekhyun hanya menganggap Sanny sebagai adiknya, tidak lebih.

3 jam telah berlalu, dan sekarang Chanrin telah berada dirumah tepatnya di atas kasur king size yang ada di kamar Baekhyun. Ia menangis didalam dekapan oppa kesayangannya itu”hikss… oppa kenapa Kai malah menyatakan cinta pada orang lain ?hikss.. hiksss” Tanya Chanrin disela tangisannya sambil mengeratkan pelukan pada Baekhyun “ckckck Kau itu sudah jelek, malah menangis. Makin jelek saja tuh!” ledek Baekhyun menghibur adiknya “MWO?? Oppa! dongsaeng-mu ini wanita tercantik dikampus!! Dan kau bilang aku jelek !? dimana matamuuuuuu” teriak Chanrin mendengar tuturan Baekhyun “yak! yak! yak!, aku hanya bercanda. Aku hanya ingin menghiburmu” balas Baekhyun “eh oppa kau itu bukannya menghibur, kau malah membuat emosiku meningkat” ujar Chanrin seraya melepaskan pelukannya “hah kau ini! yang pasti aku sudah berusaha, ngomong-ngomong orang yang ditembak itu siapa?” Tanya Baekhyun penasaran “hhmmm dia” balas Chanrin yang lagi-lagi memeluk oppanya itu “dia ?nugu ?” Tanya Baekhyun yang tak tahu siapa dia yang dimaksud adiknya “dia yang makan bersama kita tadi, ah sudahlah aku lelah membahas lalu mengisi ini semua good night oppa” jelas Chanrin yang lagsung menarik selimut menyelimuti badan hingga mulutnya “hah!? Jinjja? Tenang saja Sanny tak mungkin menerima. Ehh ehhh YAAA! Kenapa kau malah tidur disini! Chanrin-ahh ireonaaa” teriak Baekhyun yang sebagian kasurnya ditiduri oleh adiknya “…..” tak ada jawaban, sepertinya Chanrin benar-benar lelah hari ini “hmm baiklah, good night my princess” bisik Baekhyun lalu mencium puncak kepala adiknya dan langsung menyusul Chanrin ke dalam mimpi yang mungkin mimpi indah.

 

   Sinar matahari pagi menerobos jendela yang ada disisi kiri kamar dengan aroma strawberry , meski pemilik kamar ini adalah seorang namja. Saat itu, Chanrin tidak sadar bahwa kaki maupun tangan Baekhyun telah ada di atas tubuhnya. ‘urgh.. aku menyesal tertidur dikamar nya.’ Piker Chanrin dalam hati sampai akhirnya, ia melempar tangan dan kaki oppanya sampai-sampai Baekhyun terjatuh dari kasurnya. “Auw!!!” teriak Baekhyun merasakan sakit yang ia alami akibat perbuatannya sendiri. “yak! Kenapa kau mendorongku?Appo!!!” teriak Baekhyun. “oppa menghalangiku bergerak dan bernapas. Itu membuatku kesal!” jawab Chanrin dengan teriakan balik dan meninggalkan Baekhyun yang masih kesakitan.

 

Setibanya di sekolah…

 

“Chanrin-ah!!!!!” teriak seorang gadis lalu memeluk Chanrin dari belakang.

Chanrin mengenal suara ini. “mwo?” jawab Chanrin singkat. “yak! Wae geurae??? Apa ada masalah denganmu?” Tanya Sanny heran. Benar Sanny, sebenarnya Chanrin tidak berani mengobrol maupun menatap sahabatnya itu karena ia mengetahui bahwa orang yang disukai Kai adalah sahabatnya sendiri. Namun apa boleh buat, jika ia menghindar, ia malah membuat situasi semakin rumit. “ani, aku hanya kesal dengan Baekhyun oppa pagi ini.” Jawab Chanrin dengan fake smilenya yang bisa dibilang lumayan manis. “hah?! Memangnya apa yang ia lakukan padamu sampai-sampai kau kesal begini. Padahal ini masih pagi!” Tanya Sanny penasaran. “rahasia!” jawab Chanrin dan langsung meninggalkan Sanny di koridor. Sebenarnya Chanrin tahu maksud dari pertanyaan Sanny tadi, karena ia malas menjelaskan akhirnya ia berniat mempermainkan gadis tersebut. “yak!!!!!!!” Sanny berteriak kesal karena tahu bahwa dirinya dipermainkan oleh sahabatnya itu.

 

***

Ting Tong Ting Tong

Jam kuliah telah berakhir. Chanrin dan Sanny memutuskan untuk pergi ke Han-gang untuk melihat-lihat.Sebenarnya mereka ingin refreshing dengan melihat namja namja tampan yang sedang bermain basket. “Chanrin-ah jika nanti aku bertemu namja tampan, tolong jangan ganggu aku ya! Jangan berteriak, ne?!” pinta Sanny terlebih dahulu sebelum ke Han Gang. “neeee!!! Aku akan pura-pura tak tahu. Tapi, bukankah kau menyukai oppa ku???” Tanya Chanrin yang langsung membuat Sanny berpikir sejenak. “em… itu…aku merasa harus mencoba untuk mov–” belum sempat Sanny melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba seorang namja menghampiri mereka.

 “yak!” Chanrin dan Sanny pun menoleh kebelakang. JLEB! Chanrin tidak ingin bertemu dengannya apalagi saat ia sedang bersama Sanny. “aish! Mwoyaaaaa!!!” teriak Sanny melihat orang tersebut adalah Kai. “heh? Ada apa dengan sikapmu itu?!Seperti tidak senang dengan keberadaanku!” celoteh Kai sambil memukul elan lengan Sanny, ‘urgh aku tidak kuat melihat situasi ini. Tapi tunggu! Kenapa mereka bersikap biasa saja?’ piker Chanrin dalam hati. “majaaaaaaaaa! Aku tidak senang dengan keberadaanmu! Mau apa kau???” jawab Sanny sinis “ckckck kau ini begitu sinis -.- dan bodohnya aku su..” belum selesai Kai melanjutkan ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan melihat Sanny melototinya. Chanrin yang menyadari hal tersebut langsung membuka mulut “Kai-ah! Kami mau ke Han Gang, apa kau mau ikut?” Tanya Chanrin mengalihkan pembicaraan. “Han Gang?!”

“Chanrin-ah!!! Kenapa kau mengajak Kai?!” Tanya Sanny kesal. Lalu Chanrin pun mengajak Sanny ke sudut koridor agar tidak didengar Kai lalu membisikkan sesuatu “yak! Ini kesempatanku untuk dekat dengannya. Selagi kau mencari namja tampan, aku akan duduk berdua dengan kai! Kau bisa melihat namja tampan dan aku bisa berduaan dengan Kai!” pinta Chanrin ke Sanny dan tentu saja Sanny menyetujui ide Chanrin. ‘Bisa saja Kai jadi menyukai Chanrin dan melupakanku.’ Pikir Sanny dalam hati.

“SaChan-ah(Sanny-Chanrin. Singkatan nama mereka berdua yang dibuat oleh Kai), kenapa kalian berbisik dengan jarak yang jauh dariku?” Tanya Kai yang tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua dengan suara seperti ingin membunuh. “WOAH!!!” teriak mereka berdua, “yak! Bisakah kau muncul tidak dengan cara tadi?!” teriak Sanny kesal. “apa kau dengar..” Tanya Chanrin cemas takut jika Kai mendengar apa yang Chanrin pinta tadi “hm.. ya aku dengar” jawab Kai datar. “ka..kau dengar apaa???” Tanya Chanrin semakin cemas “aku mendengar Sanny ingin membeli bra polkadot. Karena malu jadi kalian…” “MWO?! Yak! Kami tidak membisikkan hal ituuuuu!!” belum selesai Kai melanjutkan jawabannya, ia langsung lari setelah perutnya ditinju Sanny. “fiuh~ untung ia tidak mendengarnya.. yakkk berhentilah bermain kucing dan anjing! Ayo ke Han Gang sekarang!!!” teriak Chanrin dengan keras seperti nada doremi~ dan hampir seluruh sekolah dapat mendengarnya.Chanrin dulunya pernah mengikuti les vocal dikarenakan kemauan orang tuanya yang ingin anaknya menjadi penyanyi namun karena alasan kesehatan, Chanrin berhenti.

Setibanya di Han Gang…

Hening, canggung, gelisah, itulah yang dirasakan Chanrin saat ini.Hanya ada dentuman bola basket dari tengah lapangan yang ada didepan matanya. “Aishh mengapa kalian diam seperti ini !?” Teriak Sanny tak betah dengan suasana seperti ini “yakk! Aku hanya memandangi wajah-wajah tampan didepan san” balas Chanrin tak kalah besar dengan suara Sanny “hei! Mereka itu mangsaku! Ngomong-ngomong aku ingin berkeliling sendiri dulu yaaa!” “Aku temani.” Tawar Kai “TIDAK! aku ingin sendiri!” Dengan kalimat tolakan yang penuh penekanan disetiap katanya Sanny melongos meninggalkan Chanrin dan Kai berdua. Sepeninggalan Sanny lagi-lagi kecangguangan terjadi lagi hingga akhirnya sebuah suara muncul ‘kring…kring…kring’ handphone yang ada ditas kecil berwarna abu-abu itu berdering menandakan panggilan masuk dari seberang sana “aisshhh, waeyeo oppa!?” Nada kesal yang dilontarkan Chanrin setelah mengangkat telfon yang diterimanya, membuat Kai hanya bisa diam memandangi wajah cantik yang tak pernah disadari olehnya “yak! Pelan-pelanlah sedikit jika berbicara” teriak Chanrin yang masih berbicara dengan ponselnya “aku di Han Gang, waeyeo ??……….oppa!! Oppaaaa!” “aisshhh aku belum selesai berbicara sudah dimatikan, kakak macam apa dia itu hah” celotehan Chanrin yang terdengar kekanakan itu berhasil membuat Kai tersenyum ‘lucu juga dia jika sedang marah seperti ini’ batin Kai “hhmm.. Kai-ah, kenapa kau senyum-senyum  seperti itu ?” lambaian tangan Chanrin dengan mimik muka kikuk lantaran heran dengan apa yang terjadi pada raut wajah Kai “ahh.. aniyoo” balas Kai singkat sambil beranjak menuju kursi yang ada didekat lapangan basket itu.

“Nae dongsaeng!!” teriak seseorang hingga berhasil mengaggetkan dua manusia yang lagi santai duduk di bangku kayu berwarna coklat kemerahan tersebut “OMOO!” teriak keduanya “annyeong Chanrin-ah!” sapa laki-laki tersebut “eo !Oppa !apa yang kau lakukan !?” “annyeong hyung” Chanrin yang berteriak kesal berbanding terbalik dengan Kai yang menyapa Baekhyun dengan hangat “aku kesini membawa ini, aku ingin minta maaf hehehehe…” tangan indah yang berada dibalik punggung tegap itu kini telah berada didepan wajah Chanrin “woahhhh!! Kapan kau beli ini ??” mata yang berbinar, mulut yang sedikit menganga setelah melihat kucing yang ada ditangan Baekhyun, Chanrin tanpa abah-abah ia langsung merampas kuing tersebut “HAHAHAHA jadi kau memaafkanku ?” Tanya Baekhyun girang “hhmmm..aku tida- AKHHH” bola itu mengenai kepala belakang Chanrin “kau tidak apa-apa??” Tanya Kai dengan nada yang sedikit khawatir. Yah, meski dengan kepala yang sakit karena bola basket sialan itu sebenarnya Chanrin juga merasa senang melihat Kai yang khawatir karenanya “ahh,iya aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit..akh..” seraya memegang kepalanya Chanrin meringis kesakitan “Chanrin-ah!! Kau tidak apa-apa?Apa kepalamu sakit?Mau bertukar kepala denganku?Karena  kepalamu terkena bola dari pria tampan kyaaa!!!” pinta Sanny dengan semangat sambil menjulurkan kepalanya ke arah Chanrin. TUKK “diam kau!” teriak Chanrin yang kesal dengan permintaan Sanny yang aneh itu.Lalu, saat itu pula lelaki tinggi dengan kulit putih seputih mayat datang dan meminta maaf  “anuu…joesonghabnida! Aku tidak sengaja melemparkan bola itu ke arahmu.” ujar laki-laki tersebut

“hhmm? EO!!!!! OH SEHUN???” Pertanyaan dengan nada terkejut itu keluar dari mulut Baekhyun “OOOO HYUNG” teriak laki-laki yang diyakini bernama Sehun dan langsung memeluk Baekhyun seperti anak anjing yang telah lama berpisah dengan majikannya untuk sekian lama dan dipertemukan kembali. “Bagaimana kabarmu? Apa yang kau lakukan di sini? Dan sejak kapan kau tiba di Korea???” Tanya Baehyun dengan rasa penasaran “aigoo kau tidak pernah berubah hyung! Selalu saja cerewet seperti ahjumma ckckck… baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu satu persatu. Pertama, kabarku baik-baik saja.Kedua, seperti yang hyung lihat, aku bermain basket.Dan terakhir, aku baru tiba di Korea kemarin. Karena bosan di rumah tidak ada siapa-siapa, jadi aku memutuskan untuk bermain ke Han-gang.” Jelas pria bernama Sehun tersebut dengan pelan dan hati-hati karena tidak mau mengulangi apa yang baru saja ia katakan. Biasanya, Baekhyun akan meminta Sehun untuk mengulangi apa yang ia katakan karena Sehun selalu saja berbicara dengan cepat dan itu membuat Baekhyun susah untuk memahaminya. “Sehun-ah, bisa kau ulangi apa yang kau katakana barusan? Hanya dibagian terakhir saj…” “tunggu dulu, oppa!!! Siapa pria ini? Apa kau mengenalnya????” Tanya Chanrin meminta penjelasan karena bingung akan kedekatan lelaki bernama Oh Sehun dengan oppa-nya. “benar oppa! Bagaimana oppa dan lelaki tampan ini saling kenal??? Wah… kalau kalian bersama, ketampanannya bertambah dua kali lipatt aku mendapatkan jackpot! kyaaaa” TUKKK TUKKK “awww sakitttt!!!” teriak Sanny setelah mendapatkan dua kali jitakan dari Chanrin dan Kai atas pertanyaan memalukannya tersebut.

“HAHAHAHA! Ada-ada saja kau ini Sanny! Baiklah aku perkenalkan, ini adalah Oh Sehun.Teman masa kecilnya Chanrin.Mungkin aku juga, karena terkadang aku ikut bermain bersama mereka. Seharusnya kau mengingatnya Chanrin-ah! Kau sering bermain bersamanya dulu! Bahkan kalian pernah bermain menjadi sepasang kekasih dan aku menjadi penculikmu dulu! Oh ya! Dan mereka ini Park Sanny dan Kim Kai, teman dekatnya Chanrin di sekolah.” Jelas Baekhyun. “annyeonghaseyo! Park Sanny imnida! Tadi aku melihatmu bermain basket dan kau sangat kerennn sekali!! Senang berkenalan denganmu!” ujar Sanny seperti anak anjing yang senang bertemu dengan tuannya sambil menjulurkan tangannya kearah Sehun mengajak bersalaman. “ah annyeonghaseyo, aku Oh Sehun. Sen…” “annyeonghaseyo Kim Kai imnida. Senang bertemu denganmu” sebelum Sehun menyelesaikan kalimatnya dan bejabat tangan dengan Sanny, Kai langsung menjabat tangannya ke Sehun dan memperkenalkan dirinya. “Oh Sehun imnida. Senang bertemu denganmu juga.” Ucap Sehun terkejut akan sikap Kai tersebut seperti cemburu akan sesuatu.

“Ya! Kim Kai! Aku belum selesai berkenalan dengannya kenapa kau yang berjabat tangan dengannya, huh!?” ujar Sanny kesal lantaran Kai memotong pembicaraannya dengan Sehun. “aigoo  kalian ini tidak ada henti-hentinya bertengkar terus. Oh ya ngomong-ngomong kalian seumuran dengan Sehun jadi mengobrol-lah dengan santai. Eoh! Gawat aku terlambat! Dongsaeng-deul, aku pergi dulu ya. Oh ya Chanrin-ah oppa hari ini pulang terlambat jadi makanlah duluan! Byeee!” ujar Baekhyun sambil melambikan tangannya dan berlari menuju mobilnya. Setelah kepergian Baekhyun, semua orang terlihat canggung satu sama lain termasuk Chanrin dan Sehun. Walaupun mereka teman dari kecil, tapi mereka sempat berpisah saat kecil dan tidak tahu mengenai kabar masing-masing.Bahkan Chanrin telah lupa dengan laki-laki tampan bernama Sehun tersebut. “Sehun-ssi kita kan seumuran, bolehkah kami memanggilmu Sehun???” Tanya Sanny memecah kecanggungan “ah tentu saja boleh!” jawab Sehun tanpa ragu-ragu. “ohya Chanrin-ah saat kau kecil, kau memanggil Sehun dengan panggilan apa???” Tanya Sanny yang membuat Sehun dan Chanrin kaget dan kaku. Karena sampai sekarang mereka belum mengobrol ataupun menatap satu sama lain. “eh itu… eh…” TUKKK “untuk apa kau menanyakan hal itu? Kan tidak ada hubungannya denganmu.” Ujar Kai setelah menjitak kepala Sanny “ya!!! Hari ini kepalaku sudah dijitak lebih dari 3x!!! aku kan hanya penasaran!!! Karena mereka teman dari kecil! Biasanya, teman dari kecil itu jodoh kita! Sayangnya, aku tidak memiliki teman laki-laki dari kecil..” jawab Sanny blablabla. ‘haah~ untung Kai menggagalkan pertanyaan Sanny tadi jadi aku tidak perlu menjawab pertanyaan mengejutkannya itu.’ Pikir Chanrin dalam hati walaupun hatinya sakit melihat kenyataan sebenarnya bahwa Kai cemburu, namun setidaknya ia tidak perlu menjaawab pertanyaan Sanny tersebut. 

“ngomong-ngomong, kau akan tinggal di Korea berapa lama Sehun?” Tanya Sanny.

 “hm.. aku akan tinggal di Korea untuk beberapa waktu, mungkin beberapa tahun” jawab Sehun dengan santai “jadi kau akan kuliah di sini?!?!” Tanya Chanrin yang terkejut akan jawaban Sehun. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Chanrin dengan nada terkejut dan suara yang keras membuat Sanny dan Kai bingung karena menurut mereka reaksi Chanrin tersebut dapat dibilang cukup berlebihan.

“eoh? Eo…..” jawab Sehun terbata mendengar pertanyaan pertama dari Chanrin “kalau begitu kau akan kuliah di Universitas mana Sehun? Aku harap kita satu kampus” ujar Sanny yang sangat ingin satu kampus dengan Sehun.Sebaliknya, Chanrin dan Kai justru tidak ingin satu kampus dengan Sehun. “akuakan kuliah di…” belum sempat Sehun melanjutkan, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya dan membuat semua orang panik mencari tempat berteduh. Keempat remaja tadi pun ikut berlarian mencari tempat berteduh dan akhirnya mereka memutuskan untuk berteduh didepan sebuah toko. “Haissh aku kira cuaca akan terang.” Rengek Sanny kesal sambil menepuk-nepuk bajunya yang basah terkena air hujan “ya!! Seharusnya kau mengecek ramalan cuaca dulu baru mengajakku. Bagaimana bisa kau membiarkan temanmu ini jatuh sakit nantinya???” ujar Chanrin ikut kesal karena semua buku dan bajunya basah kuyup terkena hujan “mwo? Aku telah mengecek ramalan cuaca tadi dan bilang bahwa cuaca akan terang hari ini… mana mungkin aku membiarkan teman terbaikku jatuh skait nantinya!” jawab Sanny sambil membantu Chanrin mengeringkan rambutnya “haish jinjja! Jika saja Kim Kai tidak ikut, semua ini tidak akan terjadi! Kulit gelapnya itu membuat cuaca ikut menjadi gelap!!” ujar Sanny yang masih kesal dan melampiaskannya ke Kai membuat Sehun terkekeh melihat kelakuan mereka bertiga “hah?! Aku?? Bukankah kalian yang mengajakku untuk ikut? Bahkan aku tidak minta untuk ikut!” jawab Kai kesal “ya! Sanny-ah Kai benar.Kita yang memintanya untuk ikut. Bukan dia yang minta ikut.” Bisik Chanrin kecil karena malu akan sikap kekanak-kanakan sahabatnya itu. “ah… benar. Mian aku lupa” jawab Sanny dengan suara yang kecil dan malu.

Keesokan harinya…

“Chanrin-ah!!!!”

“EOMMA!!!” teriak Chanrin yang terkejut akan candaan sabatnya itu, Sanny.

“ya!!!! Bisakah kau setiap pagi tidak muncul dengan mengagetiku? Aishhh” pinta Chanrin yang kesal akan sikap sahabatnya yang suka mengagetinya. “HAHAHAHA~ mian… tapi aku senang saat mengagetkanmu karena wajah kagetmu itu sungguh lucu HAHAHAHA….” Jawab Sanny sambil tertawa terbahak-bahak sambil mengingat kembali wajah kaget sahabatnya tadi “yaaa~” ujar Chanrin yang kesal sambil menendang kaki Sanny “ya! Sakittt… oh ya ngomong-ngomong tadi aku melihat Sehun jalan menuju ruang dosen, apa mungkin dia akan kuliah di sini juga??? Bukankah itu bagus Chanrin-ah! Dengan begitu kau dan aku bisa dekat dengannya apalagi dia pria yang tinggi juga tampan kyaaa” teriak Sanny sambil berkhayal mengenai dirinya dan Sehun TUKKK “ya! Pagi-pagi jangan berkhayal yang terlalu tinggi! Aku juga tidak berharap akan dekat lagi dengannya, lagipula Sehun bukan tipeku. Tipeku itu..”  belum sempat Chanrin melanjutkan Sanny sudah memotong pembicaraannya “arra! Kim Kai si kulit hitam kan? Aigoo uri Chanrin..aku sudah berteman denganmu selama7 tahun! Jangankan tipe pria idamanmu, pakaian dalam yang kau sering pakai pun aku tahu!” ujar Sanny dengan bisik-bisik sambil merangkulkan tangannya ke pundak Chanrin. Mendengar hal tersebut, Chanrin menjadi kesal “hm.. aku juga tahu pakaian dalam yang sering kau pakai Park Sanny! Yaitu pol…” mulut Chanrin langsung ditutup oleh Sanny yang khawatir bila seseorang akan mendengarnya “yaa!! Tutup mulutmu! Bagaimana mungkin kita membahas soal pakaian dalam pagi-pagi begini?!” pinta Sanny kesal sambil bisik-bisik. “ck kan kau yang mulai duluan tadi. Yasudah bagaimana kalau kita lomba siapa yang duluan sampai ke kelas! Yang kalah harus mentraktir makan siang yang menang!” saran Chanrin agar pertengkaran aneh diantara mereka terhenti “ah! Setuju!!!!” teriak Sanny sambil merubah posisi bersia-siap untuk lari. Chanrin pun telah merubah posisi bersiap-siap untuk berlari karena ia tak mau mentraktir Sanny. Apalagi ia tahu bahwa porsi makan Sanny 2x lipat lebih besar darinya walaupun tubuhnya mungil.

 “satu! Dua! Tigaaa!” teriak mereka bersama.Mereka pun berlari secepat mungkin tak mau kalah.

 

Seusai mata kuliah berkakhir

 “Chanrin-ah! Kaja!” teriak  Sanny bersemangat.

‘haishhh aku yang mengajaknya untuk berlomba dan akulah yang harus mentraktirnya?! Kenapa aku harus kalah?! Ini semua gara-gara lelak bernama Oh Sehun!!!! Berkat dialah aku kalah dan harus mentraktir Sanny!!! Urghhh!!!’ kesal Chanrin dalam hati. “Chanrin-ah!!!!”  “EOMMA!!!!!!” teriak  Chanrin lantaran terkejut dikagetkan oleh Sanny. “yaaa!! Sudah berapa kali aku mengatakan padamu? Jangan mengagetkankuuuuu” pinta Chanrin kesal “HAHAHAHA sirheo!! Sudahlah ayo cepat!! Aku sudah laparrr!!!” pinta Sanny merengek kelaparan sambil menarik tangan Cahnrin mengajak untuk cepat.

Flashback

‘aku tidak akan kalah!!! Aniya!! Aku tidak mau kalah!!!’ teriak Chanrin dalam hatinya.

BRUKKKK

 “aww!” teriak Chanrin kesakitan. “ah, maaf! Kau tidak apa-apa???” Tanya seorang lelaki yang menabrak Chanrin “aku tid…” Chanrin memutuskan kalimatnya segera setelah melihat laki-laki yang ditabraknya tersebut “oh!! Chanrin-ah!!! Maaf aku menabrakmu.Aku sedang mencari ruang dosen tapi tidak ketemu dari tadi. Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun sambil menolong Chanrin untuk berdiri “ah..ehm.. aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah membantuku berdiri kalau begitu dahhh” ujar Chanrin berusaha kabur dari Sehun “ah, tunggu!” ujar Sehun sambil menarik tangan Chanrin yang tentu saja membuat Chanrin menoleh kebelakang “apa?” Tanya Chanrin datar “hm.. bisakah kau mengantarku ke ruang dosen? Kalau aku tidak menemukannya aku akan terlambat di hari pertamaku sebagai mahasiswa disini” pinta Sehun berharap Chanrin mau membantunya yang sedang tersesat itu “tapi aku juga sedang buru-buru. Kenapa tidak meminta bantuan mahasiswa/I lainnya?” ujar Chanrin “kau kan tahu bahwa aku susah sekali bergaul” pinta Sehun merengek agar Chanrin mau mengantarnya “tidak aku tidak tahu” jawab Chanrin singkat dan berusaha melepaskan tangannya yang ditahan oleh Sehun “ah.. tunggu Chanrin-ah! Ayolah, hanya kau yang kukenal disini..kenapa kau berubah begini?” pinta Sehun sekali lagi berharap Chanrin mau membantunya. ‘akhhhh benar-benar aku sudah sangat lama tertahan disini. Kalaupun aku lari sekarang, aku tetap akan kalah dari Sanny’ piker Chanrin dalam hati “baiklah, sebelum itu lepaskan tanganmu dari tanganku karena dilihat oleh mahasiswa/I lainnya.” Ujar Chanrin “ah, mian.”

Chanrin pun mengantarkan Sehun ke ruang dosen.Walaupun masih ada rasa canggung diantara keduanya, mereka tetap bersikap seperti biasa tidak banyak mengobrol.Chanrin memimpin perjalanan didepan dan diikuti oleh Sehun sampai akhirnya mereka tiba di ruang dosen. “itu ruang dosen! Kalau begitu aku pergi dulu” ujar Chanrin dan langsung berbalik arah menuju ruang kelas fakultasnya. “ah Chanrin-ah tunggu!” ujar Sehun sekali lagi sambil menahan tangan Chanrin “ck apa lagi???” Tanya Chanrin yang kesal karena ia harus mengantarkan Sehun ke ruang dosen dan juga kalah dalam perlombaanya sendiri bersama Sanny. “gomapta” ujar Sehun singkat sambil tersenyum kemudian ia berjalan menuju ruang dosen yang ditunjuk oleh Chanrin tadi. Di tempat tadi, Chanrin masih berdiri tegak membatu setelah mendengar dan melihat apa yang Sehun katakana barusan. Itu merupakan pertama kalinya bagi Chanrin melihat senyuman dan kata terima kasih dari Sehun setelah sekian lama. ‘ternyata ia lu… argh lupakan! Aku kan menyukai Kai! Apa yang kau pikirkan Byun Chanrin?!’ piker Chanrin dalam hati dan langsung berlari menuju gedung fakultasnya.

Flashback end*

 “kau mau makan apa Sanny-ah?” Tanya Chanrin ke sahabatnya itu. “hm… apa saja yang penting perutku kenyang!!!” jawab Sanny “bagaimana kalau kita makan crepes? Tokonya dekat rumahku! Disana juga ada cake, brownies dan lain-lain. Bagaimana?” Tanya Chanrin kepada Sanny “setuju!!!” teriak Sanny sambil high-five dengan Chanrin.

Mereka pun berjalan menuju toko crepes tersebut.Dalam perjalanan, mereka mengobrol mengenai pria idaman mereka dan juga khayalan mereka. Jika berbicara mengenai khayalan, merekalah ratunya karena khayalan mereka begitu tingggiiiiiii dan manis namun kenyataannya tak pernah terjadi dalam hidup mereka. Meski begitu mereka menikmati hari-hari bersama. “oh ya Chanrin-ah, ngomong-ngomong kenapa kau bisa sangat lama sampai di kelas tadi? Kau bahkan sampai 10 menit setelah aku sampai. Aku piker terjadi sesuatu padamu” Tanya Sanny penasaran “benar! Tadi pagi aku kecelakaan dan untungnya aku tidak apa-apa” jawab Chanrin yang kesal mengingat kejadian tadi pagi “hah? Maksudmu?” Tanya Sanny minta penjelasan “begini, dalam perjalanan menuju kelas tadi, aku tidak sengaja menabrak seorang namja dan ternyata dia adalah Oh Sehun. Saat aku hendak meneruskan lariku, dia memintaku untuk mengantarnya ke ruang dosen karena ia tersesat. Pada awalnya aku menolaknya tapi setelah kupikir-pikir kalau aku lari sekarang, aku tetap akan kalah darimu. Jadi aku memutuskan untuk menolongnya.” Jelas Chanrin.

“benarkah? Kau bertemu dengannya pagi ini???” Tanya Sanny penasaran lalu berdiri di depan Chanrin “eung” jawab Chanrin singkat “waah… berarti dugaanku benar!!! Kyaaa dia jurusan apa? Bagaimana atmosfir saat kau mengantarkannya ke ruang dosen?Aku harap kalau saja tadi itu aku yang bertemu dengannya. Jangankan mengantarkannya ke ruang dosen, keliling kampuspun aku mau!” ujar Sanny yang semangat sambil berjalan dengan arah mundur kebelakang karena ia berbicara dengan menghadap Chanrin “yah terserahlah tapi Sanny-ah kau harus hati-hati dengan arah jalan yang seperti itu! Karena kau akan…”

BRUKKKK “menabrak seseorang” lanjut Chanrin setelah melihat sahabatnya itu menabrak seseorang. “joseonghamnida! Aku tidak sengaja, joseonghamnida” ujar Sanny sambil membungkukkan badannya “eoh! Kai!” teriak Chanrin terkejut melihat pria yang ditabrak Sanny adalah Kai “ah SaChan! kenapa kalian ada disini?” Tanya Kai bingung “apa kalian membuntutiku??” Tanya Kai sekali lagi dengan mimic wajah curiga “heh jangan sok! Kami berniat makan siang bersama! Yasudah kalau begitu dah!” ujar Sanny yang langsung menarik tangan Chanrin “eeh tungguu!!!” teriak Kai kepada kedua gadis tadi namun percuma karena mereka tidak menggubrisnya sama sekali.

“Yak! Sanny-ah! Kenapa kau menarikku tadi?! Tadi kan kita bertemu dengan Kai! Kenapa kau mengajakku pergi? Padahal aku ingin mengobrol dengannya…” ujar Chanrin dengan nada kesal dan sedih “haaah mian mian, aku lupa tentang hal itu HEHEHE” jawab Sanny dengan wajah menyesal karena lupa dengan orang yang disukai sahabtnya itu “yasudahlah, ayo kita pesan” ujar Chanrin sabar akan sikap sahabatnya itu. “permisi…”  teriak Chanrin memanggil pelayan namun seketika ia menjadi membatu setelah melihat orang yang masuk ke dalam toko. TRING TRING

Deg perasaan Chanrin merasa tak enak setelah melihat dua lelaki yang baru saja masuk ke dalam toko.Sanny yang melihat kearah pandangan Chanrin kaget pun ikut terkejut mendapati bahwa Kai dan Sehun masuk ke dalam toko. “Kai (Chanrin memanggil) / Sehun(Sanny memanggil) sini!!!” teriak Chanrin dan Sanny bersamaan membuat seisi toko terkekeh melihat kelakuan dua anak gadis tersebut. Begitu pula dengan Kai dan Sehun yang malu karena nama mereka dipanggil dengan keras. Namun, mereka tetap jalan menuju meja Chanrin dan Sanny. GREK GREK (bunyi kursi yang ditarik) “ya! Oh Sehun (Chanrin memanggil) / Kim Kai (Sanny memanggil) kenapa kau yang duduk di depanku?!” Tanya mereka berdua sekali lagi bersamaan “ya! Apakah posisi tempat duduk itu penting bagi kalian?!” Tanya Kai yang ikut protes dengan kelakuan Chanrin dan Sanny “iya!!” jawab mereka sekali lagi bersamaan.Namun, Kai dan Sehun tak menggubrisnya.Mereka tetap duduk di kursi masing-masing. “sudahlah lebih baik kita pesan sekarang” ujar Sehun sambil melayangkan tangannya pertanda meminta daftar menu “ngomong-ngomong kenapa kalian ada di sini? Ah ternyata benar dugaanku! Kalian membuntutiku kan dengan cara kalian sampai duluan disini agar tak terlihat seperti ‘membuntuti’?!” Tanya Kai yang bingung kenapa mereka bisa bertemu dua kali “tidak juga. Kami kesini karena aku akan mentraktir Sanny hari ini.” Ujar Chanrin “kenapa kau yang mentraktirnya?” Tanya Sehun “karena aku kalah dalam perlombaan siapa yang akan sampai kelas duluan dan aku kalah karena se-se-o-rang” jelas Chanrin dengan penuh penekanan dalam kata ‘se-se-o-rang dan membuat Sanny sedikit terkekeh “siapa?” Tanya sehun penasaran “kau” jawab Chanrin singkat dan padat. Tentu saja hal tersebut membuat Sehun merasa bersalah “ngomong-ngomong kau mengambil jurusan apa Sehun?” Tanya Sanny penasaran “aku dijurusan yang sama dengan Kai, tehnik arsitektur” jawab Sehun sambil memakan sedikit-sedikit es yang ia pesan “lalu kenapa kalian bisa ada disini?” Tanya Chanrin penasaran “aku dipaksa olehnya untuk menemaninya makan siang. Awalnya aku tidak mau tapi karena dia yang bayar jadi aku setuju” ujar Kai dengan wajah yang datar “ya! Panggil Sehun! Bukan dia!” ujar Sanny kepada Kai “mwo? Kau juga selalu meneriaki ku ya! ya! ya! padahal aku tua darimu 4 bulan! “ ujar Kai membalas Chanrin “sudahlah kalian ini! Apakah kalian pacaran? Karena kalian terlihat akrab” Tanya Sehun dan pertanyaan tersebut tentu saja membuat Chanrin sakit hati “tentu saja tidak! Lagipula aku tidak menyukainya” jawab Sanny langsung tanpa ada keraguan tidak dengan Kai yang hanya diam mendengar pertanyaan dari Sehun.“HAHAHA baiklah baiklah aku hanya bercanda” ujar Sehun sambil menepuk-nepuk bahu Kai karena Sehun tahu bahwa Kai menyukai Sanny.Terlihat dari sikap Kai yang selalu menjahili Sanny. GREKKK “aku ke toilet sebentar” ujar Chanrin dan hal tersebut membuat Sanny kaget “ah… Chanrin-ah…” ujar Sanny yang khawatir dengan sahabatnya itu. Sanny tahu betul bahwa Chanrin cemburu dan kesal karena ia selalu dekat dengan Kai padahal ia sama sekali tidak ada perasaan terhadap Kai.

Lima menit berlalu, wajah imut milik Sanny kini terlihat muram dan bagian pelupuk matanya penuh dengan cairan bening yang sebentar lagi akan tumpah “aku kembaliii! Omo! Sanny kau kenapa?” “hikss..hikkss..mian..” “hah? Maaf? Untuk apa?” “untuk yang tadi hiks..hiks…” “he??” sejenak Chanrin berpikir tentang penyebab Sanny menangis “ya! berhentilah menangis!” ujar Chanrin “ya! berhentilah menangis, aku ke toilet hanya membuang air kecil sajaa!” bisik Chanrin yang kesal akan sikap sahabatnya itu “dan kalian! Kenapa kalian berdua hanya diam saja melihat seorang gadis didepan kalian sedang menangis?!” Tanya Chanrin heran akan kedua lelaki tersebut “ehm..tadi.. kami sudah bertanya ada apa dengannya tapi malah membuat air matanya keluar semakin banyak..” jawab Kai dengan mimik yang bingung sambil menundukkan kepalanya “karena itu, daripada ia menangis semakin banyak jika kami tanyai, maka kami memutuskan untuk diam saja..” jawab Sehun polos tanpa rasa bersalah “ya!” TUKK Chanrin menjitak kepala dua orang lelaki didepan mereka dengan sangat keras “hiks…hiks…hiks.. Chanrin-ah mianhae… biar aku yang..yang membayar.. makananku..sendiri” ujar Sanny tergagap karena ia masih jatuh dalam tangisannya sendiri “aigooo uri Sanny cup cup cup… sudahlah kau hanya salah paham” ujar Chanrin sambil memeluk sahabatnya itu “OMG kalian sudah seperti pasangan lesbi saja!” TAKK(Kai menginjak sepatu Sehun) “tutup mulutmu sebelum Chanrin mengoceh lagi” bisik Kai memperingati Sehun.

 

Malamnya

 “aku pulang!” teriak Chanrin. Namun didapatnya tak seorang pun dirumahnya. “ah, benar! Eomma sedang pergi bersama bibi Park dan appa sedang dinas luar negeri lalu oppa… kalau tidak rapat ataupun lembur pasti pergi bersama Chanyeol oppa. Lagi-lagi aku sendirian..” pikir Cahnrin dalam hati kemana keluarganya saat ini. Keluarga Chanrin memang jarang berada dirumah.Bukan berarti mereka broken home.Melainkan kesibukan masing-masing. Keluarga Byun terkenal dengan keramahan mereka, bahkan mereka selalu piknik bersama jika mereka tidak sibuk namun kali ini, mereka tidak dapat menghabiskan waktu bersama karena orang tua Chanrin lagi sibuk-sibuknya akan project baru untuk hotel mereka.

Chanrin pun memutuskan untuk mengambil beberapa camilan dan susu di dapur lalu dibawa ke kamarnya. “eushaa…” ujar Chanrin setelah menurunkan bawaan yang ia bawa, yaitu susu dan beberapa snack. sniff…sniff..sniff… Chanrin mencium aroma tak sedap dari tubuhnya “aishhh kenapa aku begitu berkeringat?! Haishh..” akhirnya ia memutuskan untuk mandi dulu setelah itu memakan snacknya.

“ja! Tubuh sudah wangi? Coll! Snack sudah dibawa? Coll! Sekarang saatnya…. SYUNGGG” Chanrin menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. “haah… nyamannnnn” pikir Chanrin dalam hati merasakan kenyamanan kasurnya yang empuk.

2 jam berlalu, snack dan susu yang ia bawa sudah habis tak bersisa. Yang tersisa hanyalah bungkusnya saja. Kini Chanrin hanya menatapi ponselnya yang tidak ada notif sama sekali dan itu membuatnya merasa sangat JONESSS. “urgh.. kenapa sangat sepi?! Kenapa Sanny tidak menghubungiku?!Eomma, appa dan oppa juga tidak ada yang menanyaiku???HAAAAAA AKU KESEPIANNNNN!!!!” rengek Chanrin di atas ranjangnya seperti anak kecil.Cetak cetik cetak cetik bunyi Chanrin mengetik sesuatu di ponselnya “Park Sanny-ssi! Mwohae? Aku sendirian….” Ujar Chanrin mengucapkan kata yang sedang ia ketik. Namun, tidak ada respon dari sang penerima. Chanrin pun berinisiatif untuk men-spam chat room mereka.

Tak lama kemudian, ponsel Chanrin berbunyi. Segera Chanrin melihat siapa yang menelfonnya, lalu..“oh! Park sanny-ssi, annyeonghaseyo!” sapa Chanrin dengan nada yang ramah “eo, Byun Chanrin-ssi! Apa kau tahu sekarang ini jam berapa?” Tanya Sanny yang berada diseberang telfon dengan nada yang ramah pula “hm.. jam 12 kurang 10. Waeyo? Kau belum tidur Sanny-ssi???” Tanya Chanrin lagi dengan ramah “YA! KAU SUDAH TAHU BAHWA INI SUDAH HAMPIR JAM 12 MALAM DAN KAU SPAM LINE KU TERUSS?!BYUN CHANRIN,JANGAN LUPA BAHWA KELAS PERTAMA KITA BESOK ADALAH PROFESSOR SHIN! JIKA KAU MENGANTUK ATAUPUN TIDAK FOKUS, NILAIMU AKAN DIKURANGI !KUTUTUP!” teriak Sanny dari seberang telfon dengan suaranya yang cempreng dan nyaring. Hampir saja Chanrin tidak dapat mendengar apa-apa lagi setelah mendengar teriak Sanny tadi…. “oh ya! aku lupa bahwa kelas pertama besok adalah kelas Professor Shin! OMG Byun Chanrin! Kenapa kau setolol ini?!?!” buru-buru Chanrin membuang bungkus snacknya dan membersihkan kasurnya yang kotor akan serakan snacknya yang jatuh.

Keesokan harinya…

 “Park Sanny-ssi..” panggil seseorang dari belakang Sanny.“OMG! Byun Chanrin?! Apa kau Byun Chanrin sahabatku?! Kenapa kau memiliki lingkaran hitam besar disekitar matamu?!Kau hampir mirip induk panda yang keracunan makanan!” ujar Sanny bercanda terhadap sahabatnya yang hampir sekarat itu. “hentikan candaanmu itu. Semalam insomniaku kambuh jadi aku tidak bisa tidur. Aku baru bisa tidur pukul empat pagi dan saat aku bangun, 15 menit lagi hampir pukul delapan. Aku kira aku telat, ternyata aku masih punya tiga menit…” jelas Chanrin menceritakan situasinya “aigoo..kau sudah sarapan?” Tanya Sanny cemas namun hanya dijawab Chanrin dengan gelengan karena ia sudah tidak memiliki energi lagi untuk menjawab. “aigoo… ya!ya! professordatang!” ujar Sanny mendadak, sedetik kemudian perempuan bermarga Park tersebut menarik sahabatnya menuju kelas mereka.

Satu jam semenjak dimulainya pelajaran Professor Shin, Sanny hanya menampakkan wajah gelisahnya “ya! Byun Chanrin” sembari menyenggol lengan sahabatnya itu Sanny berusaha membangunkan sahabatnya yang memang 15 menit belum lama dari kelasnya dimulai ia telah tertidur “Byun Chanrin?” kini suara berat milik professor Shin lah yang terdengar. Oh ayolah professor, jangan tegur Chanrin saat ini.Ia tidak akan menjawab saat insomnianya itu kambuh “Byun Chanrin-ssi? Apa kau saat ini tertidur di kelasku? Byun Chanrin, jika kau tidak menjawab, nilaimu akan kukurangi!” teguran kedua yang dilontarkan Professor Shin membuat Sanny semakin khawatir “ehm..anu.. ehm.. itu.. prof, sebenarnya Chanrin sedang sakit. Dia sedang tidak enak badan tapi ia memaksakan diri untuk masuk.” Jelas Sannyberhobongan . Lalu, Professor Shin mendekat kearah Chanrin “aishh…mengapa professor kesini, bagaimana jika ia tau Chanrin tidak sakit ia kan hanya insomnia. Aishh jjinjaaa’ rutuk Sanny dalam hatinya.Tangan milik Professor Shin kini berada diatas kening Chanrin memastikan apakah benar apa yang dikatakan Sanny bahwa Chanrin tengah sakit saat ini ‘deg deg deg’ jantung Sanny berdetak lebih cepat, ia takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya “hmmm baiklah, Park Sanny! Tolong antarkan Chanrin ke rumahnya.” Perintah Professor Shin. Mendengar perkataan Professor Shin yang mengejutkan itu cukup membuat kaget seluruh kelas karena tidak biasanya Professor Shin sebaik itu, dan jangan lupakan seingat Sanny sahabtnya itu hanya terkena insomnia.

           

Baru saja tujuh langkah meninggalkan kelas, Chanrin sudah tidak kuat untuk berjalan “Chanrin-ah apa kau masih bisa berjalan? Kau ini kenapa?Kau hanya insomnia, bukan? Yak!” mau tidak mau Sanny haru memapah sahabatnya itu bukan ?yah, meski ia tidak tahu mengapa Chanrin menjadi sedikit demam seperti saat ini. Kini kedua sahabat tersebut telah berada di halaman kampus “ayolah Chanrin-ah kita tinggal menuju keparkiran, bertahanlah…!” celoteh Sanny tanpa ada jawaban “eo! Sanny-ssi, ada apa dengan Chanrin ?” Tanya seseorang yang membuat Sanny sedikit terkejut “ah, Sehun-ah! Semalam insomnianya kambuh. Tapi setelah satu jam pelajaran dimulai ia tertidur dan sepertinya demam. Suhu tubuhnya sangat panas.” jelas Sanny “apa kau sudah menelfon Baek-hyung? Ah iya, apa dia habis berlari?” dua pertanyaan yang dilontarkan Sehun dapat dijawab dengan jelas oleh Sanny “aku belum menelfon Baekhyun oppa, dan soal Chanrin berlari….  mollayo” “ah baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi hyung terlebih dahulu” “ahhh biar aku saja yang menelfon” meski sahabatnya sedang sakit, tetap saja ia tidak akan melewatkan kesempatan seperti ini “oh iya, Sehun-ah bisa kau pegang Chanrin sebentar?” “ahh nee” tangan putih milik Sehun mengambil lengan kanan Chanrin dari bahu Sanny “apa aku harus melupakanmu? Tapi aku tidak bi…saaa” lirih Chanrin dengan mata tertutup ‘hah? Apa yang Chanrin katakan?melupakan ?apa maksudnya itu’ dengan dahi berkerut Sehun berpikir keras “anuu.. Sehun-ah, Baekhyun oppa bilang kalau tadi pagi dia meninggalkan Chanrin karena ada urusan mendadak” setelah menutup telfon Sanny menghamburkan lamunan Sehun “ohh, apa hanya itu yang Baek-hyungsampaikan?” Tanya-nya “ahh nee…ehhh aniya! oppa bilang dia menitipkan Chanrin padamu, tapi apa kau hari ini ada kelas?” “tidak ada. Aku kesini hanya ingin keperpus dan meminjam buku ini” balas Sehun sambil mengangkat tangan kanannya yang sedang memegang sebuah buku “geurae geurom! Apa kau perlu bantuan…..?” tawar Sanny “tidak usah, aku baik-baik saja” “hhmm baiklah kalau begitu. Aku harus kembali ke kelas sekarang” jawab Sanny sedikit kecewa “bye!” sambungnya. Sehun yang berjalan sambil memapah Chanrin menuju keparkiran tiba-tiba Chu~ pipi Sehun memerah, yang benar saja Chanrin mencium pipi kiri Sehun “yak! Chanrin-ah sadarlah!”  teriak Sehun yang tidak mendapatkan jawaban, ralat. Bukannya tidak mendapatkan jawaban, hanya saja setelah itu Chanrin tiba-tiba memeluk Sehun seperti anak kecil merindukan seseorang “aishh, Chanrin-ah kenapa kau bertingkah seperti ini lagi?!” Tanya Sehun malu dengan apa yang Chanrin lakukan. “apa kau ingat? Saat kecil dulu kau sering menciumku dan memelukku seperti ini saat kau sedang sakit.” BLUSH~ lagi-lagi pipi Sehun memerah mengingat kenangan lama bersama Chanrinnya. Chanrinnya? Tentu saja Sehun mengklaim Chanrin itu miliknya, kekanak-kanakan bukan?

Dimobil, hanya Chanrinlah yang bersuara.Tepatnya, Chanrin mengigau. Sedangkan Sehun sibuk dengan jalanan yang ada didepan matanya, namun saat ia berhadapan dengan lampu merah tentu saja manik mata miliknya akan melirik kearah gadis disebelahnya. Karena bosan pada akhirnya Sehun bersuara. Yah, meski ia tahu ia tidak akan mendapat jawaban “Chanrin-ah, apa tadi pagi kau berlari? kau kan tidak bisa lama berlari dan lihat sekarang kau jadi sakit. Dan juga, mengapa kau selalu memeluk maupun mencium orang yang ada didekatmu???Tidak, maksudku sifatmu itu mengapa harus berubah seperti anak kecil saat kau sedang sakit? Lain kali kalau kau sakit, aku tidak mau kau bersama orang lain. bahkan jika orang itu adalah Baekhyun hyung” diakhiri hembusan nafas dan sedetik kemudian “neee..” dengan mata terbuka dan senyuman yang indah Chanrin membalas perkataan Sehun lalu kembali tertidur “oh astaga, kau sekarang berani menggodaku!” baginilah Sehun, sebenarnya dia orang yang bawel dan hangat hanya saja saat bersama orang yang tidak terlalu ia kenal, ia seperti es batu yang akan meleleh 1.000 tahun kemudian.

Akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Byun.Mobil milik Sehun telah terparkir rapi dengan mobil lainnya yang diyakini milik keluarga Byun. Seperti yang kalian ketahui, keluarga Byun bisa di bilang kaya, namun baik Baekhyun maupun Chanrin tidak pernah memamerkan kekayaan mereka, jadi begitulah hanya sedikit orang yang tahu seberapa kaya keluarga Byun ini. “hmmm rumah ini tidak berubah sama sekali, bahkan ahjumma masih sama seperti dulu” ujar Sehun setelah memasuki rumah tersebut bersama Chanrin yang ia gendong “aigooo, Sehun-ah kau sudah sangat tinggi sekarang” “tentu saja, bahan aku bertambah tampan bukan?” memuji dirinya sendiri merupakan kebiasaan yang sering ia lakukan dengan orang terdekatnya “aigooo, tentu saja kau bertambah tampan. Lihat kau semakin cocok dengan Chanrin” “aishh, ahjumma jangan membuatku maluuu, ngomong-ngomong eomma dimana?” eomma yang ia maksud adalah ibu kandung Chanrin. Lihat, bisa kalian bayangkan bukan betapa akrabnya keluarga Oh dan keluarga Byun ini “aishh kau ini, ah Nyonya Byun sedang berada di Jepang, tapi apa yang terjadi pada Chanrin?” “oh begituu..ah ini,  apa ia tadi pagi berlari?” Tanya Sehun sambil menunjuk Chanrin “hah ?berlari? Setahuku tadi pagi ia bilang akan berangkat dengan taksi, oh astagaa apa anak ini berbohong yang ben-” “ah kalau begitu aku bawa dia kekamarnya sekarang, kurasa ia terlalu lelah” potong Sehun karena ia tahu Yoon ahjumma akan menjadi cerewet saat ia tahu bahwa Chanrin telah berbohong.

Dikamar, Sehun hanya bisa mengganti kompres Chanrin dan memandangi wajah teman, ah tidak sahabat masa kecilnya. Chanrin tertidur dengan lelap selama kurang lebih tujuh jam lamanya. Sehun yang menunggunya dari tadi pun tertidur disampingnya karena kelelahan. “ah, aku tertidur…” dengan wajah setengah sadar, Sehun melihat keadaan Chanrin “kau belum bangun juga. ternyata kau itu tukan tidur Byun Chanrin.” Tukas Sehun dengan senyuman geli diwajahnya.

“ah, ngomong-ngomong aroma kamarmu ini tidak pernah berubah ya, mint aroma favorit-mu bukan ? bahkan kau masih menyukai komik, lihat seberapa banyak komik yang ada dilemari itu” ujar Sehun, ntah ia berbicara pada siapa namun dapat dipastikan ia sedang berbicara pada Chanrin yang tengah berbaring diatas kasurnya “aigoo, kau masih menyimpan boneka ini ? apa kau benar-benar menyukai boneka pemberianku? geurae, kau pasti suka semua pemberianku” pertanyaan dan jawaban yang ia lontarkan sendiri membuatnya tertawa geli “hahahah aissh, yak! Oh Sehun apa yang kau lakukan? Aku berbicara sendiri? yang benar saj- oh astaga Chanrin-ah mengapa sekarang kau tersenyum? Kau pikir aku lucu ?“ Sehun terdiam ‘senyuman indah, aku rindu sekali dengan senyuman ini’ pikirannya melayang, kini dengan senyum diwajahnya Sehun mendaratkan sebuah kecupan di kening Chanrin dan kemudian yang terjadi Chanrin terbangun, saat itu pula Sehun menyadari bahwa Chanrin telah bangun dengan cepat ia kambli duduk di kursi samping Chanrin. Disisi lain Sanny yang ternyata sudah ada didepan pintu terkejut melihat apa yang baru saja Sehun lakukan. “ah… Sanny-ah, i-i-ituu tidak seperti yang kau..” “maaf mengganggu, aku kesini khawatir dengan keadaan Chanrin jadi kubawakan kue. Ehm… kalau begitu aku ke dapur dulu” “eo?! Kim Kai, apa yang kau lakukan disini?” Saat Sanny membalik badannya ia terkejut mendapati Kai berada tepat dibelakangnya dan dengan lengkingan yang keluar dari tenggorokannya membuat Chanrin terhentak kaget dari tidurnya “yak, Park Sanny! Aku butuh ketenangan sekarang ini…dan kauu mengapa kau berteriak?!” “ehehe mian, ini semua karenanya! Tiba-tiba berdiri tepat dibelakangku seperti hantu! Arghhh hampir saja aku jantungan! Apa yang kau lakukan disini Kim Kai? Kau mau menjenguk Chanrin?”  Tanya Sanny yang membuat Kai sedikit bingung untuk menjawabnya. Sebenarnya Sanny tahu bahwa Kai mengikutinya dari tadi tapi ia malas meladeninya karena terburu-buru ingin menjenguk Chanrin. “ya, Kim Kai! Kau belum menjawab pertanyaanku! Kenapa kau lama sekali? Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Sanny sekali lagi, dan juga Kai mendapati Sehun dan Chanrin ikut menatapnya menunggu jawaban darinya “ck~ tentu saja aku dari tadi meng-“ “AHAHAHAHA ternyata kau ingin menjenguk Chanrin! Ahahahahaha” teriak Sanny memotong perkataan Kai karena ia tahu bahwa Kai akan mengatakan bahwa ia mengikuti Sanny dari tadi. “kalau begitu aku kedapur dulu menaruh kue-kue ini dipiring” “ah, biar aku temani” pinta Kai sambil menarik tangan Sanny “TIDAK USAH, kau kan kesini ingin MENJENGUK Chanrin. Biar aku sendiri yang mengambilnya lagipula dibawah ada ahjumma yang akan membantuku.” Jelas Sanny dengan penuh penekanan dalam kalimatnya lalu melepaskan tangannya dari Kai.

‘mengapa Sanny berkata dengan penuh penekanan dalam setiap kalimatnya? jangan-jangan Kai kesini sebenarnya bukan untuk menjengukku melainkan Sanny?’ kerutan dikening Chanrin membuat Sehun heran dan bertanya dengan suara khasnya “Chanrin-ah… apa yang kau pikirkan? Apa karena tadi? Aku minta maaf, itu…ituu.. itu kecelakaan!” dengan raut wajah yang cemas Sehun berusaha mencari alasan “apanya yang kecelakaan?! Kau kira aku tidak tahu, hah?! Jangan-jangan tadi kau memang berbicara sendiri dan itu bukan mimpi?” Chanrin mulai bawel pada Sehun, tentu saja ia marah karena ciuman dikeningnya itu. Walaupun Sehun teman masa kecilnya, bukan berarti dia berhak menciumnya seperti itu. Apalagi mereka sudah dewasa sekarang, dan Chanrin menyukai pria lain yaitu Kai. “hei, kalian! jangan lupakan aku disini. Aku kesepian tahu!” senyum jahil milik Kai membuat jantung Chanrin hampir copot “kuee datangggg” teriak Sanny tiba-tiba mengejutkan semua orang dalam kamar tersembut sambil membawa sebuah piring dan minuman untuk mereka berempat “ya! bisakah kau tidak berteriak?!” “diam kau, Kim Kai!” cetus Sanny dengan sinis “Chanrin-ah! Aku membawakan kue kesukaanmu!!” senyum sumringah diwajah Sanny hanya dibalas dengan wajah datar milik Chanrin “ada apa? Apa kau tidak mau memakannya? Bukankah kau menyukainya???”  “ya, Park Sanny! Apa kau lupa? Itu bukan kue favoritku!” segera Sanny mengingat kembali kue favorit Chanrin dan “ah, benar! Kau tidak menyukai coklat! Mian, saat di toko kue air liurku tak dapat menahan godaan dari cake coklat ini. Jadi aku membelinya hehehe..” jelas Sanny dengan senyuman bersalah “sudahlah kalau begitu, tolong minta ahjumma untuk membuatkanku bubur. Aku rasa aku akan mendingan setelah memakannya” “ehm, tapi ahjumma baru saja pulang karena ini sudah jam lima lewat.” Jelas Sanny.

“eh, benarkah?!” Tanya Chanrin tak percaya. “ya! kau sudah tidur selama tujuh jam Byun Chanrin! Wajar saja jika kau tak sadar. Aku kira kau sudah mati!” jelas Oh Sehun dengan wajah datarnya padahal dalam hatinya ia merasa lega Chanrin sudah bangun. “ah! Kalau begitu biar aku yang membuatkan bubur untukmu!” “andwae! Kau kan tidak pernah memasak. Jika Chanrin memasak buatanmu, bukannya sembuh keadaannya bisa saja bertambah buruk!” mendengar perkataan Kai seperti itu membuat jantung Chanrin berdegup kencang. Walaupun Kai mengatakannya hanya untuk menjahili Sanny, tapi justru membuat Chanrin senang. “jadi siapa yang akan memasakkan bubur untuk Chanrin?” Tanya Sanny dengan suara lirih tak dapat berbuat apa-apa setelah kue yang ia bawa salah. Keheningan pun terjadi diantara mereka berempat. Tidak ada yang bersuara maupun mengeluarkan ide “sudahalh tidak apa-a-“ “biar aku saja” sahut Sehun memotong perkataan Chanrin tiba-tiba. Chanrin, Sanny dan Kai yang mendengarnya terkejut tak percaya.

“benarkah?! Oh Sehun kau bisa memasak?” Tanya Sanny tak percaya “kalau hanya bubur aku bisa. Saat di Amerika aku tinggal sendirian jadi aku sering memasak untuk diriku sendiri” jelas Sehun “oh ya, aku membutuhkan seseorang untuk membantuku. Ada yang bersedia?” “aku!!! Biarkan aku membantuku Oh Sehun! Sekalian, ajarkan aku memasak!” pinta Sanny segera tanpa berpikir-pikir terlebih dahulu. “aniya! Biar aku saja. Lebih baik kau disini menjaga Chanrin” ketus Kai menunjukkan ketidak setujuannya “tidak! Kau disini dan aku membantu Sehun!” “tidak, aku!” “aku!” pertarunagn antara Kai dan Sanny pun dimulai. Chanrin yang melihatnya pun langsung menutup dirinya dibawah selimut. Tidak dengan Sehun, ia malah merasa bingung harus bagaimana “hei kalian berdua, tolong tenanglah…. Kasian Chanrin se_” “tolong diam dulu Oh Sehun! Ini bukan urusanmu!” tegas mereka berdua secara bersamaan. Walaupun begitu, mereka merasa kesal karena mengatakannya secara bersamaan “ya, Kim Kai! Kau mengikutiku terus dari tadi! Sebenarnya apa maumu hah?!” Tanya Sanny semakin kesal “mwo?! Aku mengikutimu? Yang benar saja! Bukankah kau yang mengikutiku?! Kau sengaja menyamakan nada suaramu agar sama denganku!” balas Kai “ckckck kalian tolong te-“ “oppa pulang!!!!!!!!!!!!!” belum sempat Sehun melanjutkan perkataannya seseorang dating dari pintu kamar Chanrin. “mwoya? Kenapa ramai sekali disini?” tanya Baekhyun bingung padahal ia hanya meminta bantuan Sehun. Ah, sudahlah yang penting adiknya baik-baik saja saat ini. “oppa! Oppa! Oppa! Annyeong!” teriak Sanny berlari menuju kearah Baekhyun dan melambaikan tagannya “eo! Sanny-ah, disini kau rupanya! Oppa-mu mencarimu dari tadi. Saat ia dating ke kampusmu kau tidak ada disana, handphonemu juga tidak aktif jadi ia menunggumu dirumah.” Jelas Baekhyun dengan senyuman manis diwajahnya dan hampir membuat Sanny yang melihatnya meleleh. Tidak dengan Kai. Entah mengapa Kai merasa kesal melihatnya. “oh! Aku lupa bahwa aku punya janji dengannya pulang kuliah tadi!!! Aduhhhh bagaimana ini??? Dia pasti akan marah…. Kalau begitu aku permisi, oppa. Ah! Chanrin-ah semoga cepat sembuh!” buru-buru Sanny mengambil mantel jas dan tasnya dan keluar dari rumah Chanrin sambil berlarian. “ah kalau begitu aku juga permisi” ujar Kai lalu buru-buru keluar.

Di rumah keluarga Byun

“Chanrin-ah, bagaimana keadaanmu? Sudah mendingan? Ini oppa bawakan sushi!” Baekhyun manruhnya diatas meja samping tempat tidur  Chanrin. “woahhhh oppa kau memang jjang! Gomawo!!” teriak Chanrin senang. walaupun ia masih sedikit kesal karena ditinggal oleh oppa-nya tadi pagi, setidaknya oppa-nya membawakan makanan kesukaannya… “Sehun-ah kau boleh pulang sekarang. terima kasih telah merawat Chanrin” “ani hyung, tidak apa-apa. Lain kali kalau membutuhkan bantuanku, bilang saja. Aku pasti akan membantu!” ujar Sehun dengan senang dan tanpa sadar ia menunjukkan senyuman diwajahnya. Chanrin dan Baekhyun yang melihatnya terpana karena Sehun tumbuh dengan begitu baik. “Sehun-ah, lain kali jika kau bersamaku jangan tunjukkan senyumanmu itu” pinta Baekhyun sambil menepuk pundak Sehun. “waeyo hyung? Apakah aku terlihat jelek?” tanya Sehun bingung karena menurutnya senyumannya tidak buruk “karena jantungku berdegup kencang saat melihatmu. Bisa saja suatu waktu au jadi jatuh cinta padamu” jawab Baekhyun mengalihkan pandangannya dari Sehun “ah, hyung! Mwoya!! Kau membuatku merinding!” tukas Sehun kesal! “lihat! Chanrin saja memerah melihat senyumanmu itu!” terkejut akan ucapan oppanya sendiri membuat Chanrin buru-buru mengelak “aku memerah karena aku sedang sakit! Jangan ge-er!” jawab Chanrin dnegan wajah yang sinis “hahahahaha adikku pintar mengelak ternyata!” perkataan Baekhyun tersebut membuat wajah Chanrin semakin merah “ah, sudahlah! Aku mau tidur” “baiklah, baiklah HAHAHA” jawab Baekhyun sambil tertawa kecil “kalau begitu hyung, aku pulang dulu” Sehun pun berjalan menuju pintu keluar .

Baekhyun melihat keluar jendela kamar  Chanrin. Ia melihat Sehun telah memasuki mobilnya dan pergi. “ya, Byun Chanrin! Aktingmu cukup samapi disitu! Berhentilah pura-pura tidur!” ujar Baekhyun “aku tidak berpura-pura! Aku benar-benar tidur!” jawab Chanrin yang hanya dibalas senyuman oleh Baekhyun “geurae? Aku baru tahu bahwa orang yang sedang tidur  dapat menjawab pertanyaanku” mendengar tuturan Baekhyun tersebut, Chanrin pun menyerah dan menendang Baekhyun yang berdiri disampingnya. DUKK! “aww!!!” teriak Baekhyun kesakitan “aish, Byun Bakhyun! Kenapa kau mempermalukanku di depan Sehn tadi?!” kesal Chanrin

“ooh… jadi kau kesal karena ucapanku tadi… berarti kau benar-benar menyukai Sehun, kan?” usik Baekhyun yang semakin membuat Chanrin kesal “mwo?! Oppa, kau benar-benar…” Chanrin pun bangun dari kasurnya dan beranjak mencubit Bakehyun “AAAAAA Chanrin-ah sakit!!!! AAAAA kau akan kuadukan ke eomma dan appa!” jerit Baekhyun kesakitan Karen Chanrin mencubit pipinya “adukan saja! Tapi saat ini, aku sangat kesal karenamu!!” “AAAAAAA MIAN MIAN, HOPPA HIDAK HAKAN MENGHULANGINYA” teriak Baekhyun menahan rasa sakit. Tak tega melihat oppa-nya kesakitan akhirnya Chanrin melepaskan tangannya. “oppa…” panggil Chanrin lirih “ada apa, nae dongsaeng?” tanya Baekhyun sambil merangkulkan tangannya ke pundak Chanrin. “menurutmu apakah Kai akan menyukaiku?” tanya Chanrin yang membuat oppa-nya tersenyum licik “urgh, kau ini! Padahal dulu kau selalu menangis saat aku menghancurkan permainanmu dengan Sehun dan sekarang kau menangis karena pria? Adikku sudah dewasa sekarang..aigooo” ujar Baekhyun sambil mengacak rambut Chanrin “berhenti bercanda oppa! Aku serius” tukas Chanrin membuat Baekhyun terdiam sejenak.

“jika Kai memang jodohmu, suatu saat pasti ia akan berbalik menyukaimu. Jika ia bukan jodohmu, hm..” Baekhyun memutuskan perkataannya “jika ia bukan jodohku?” “masih ada pria yang menyukaimu! Bahkan orang itu ada didekatmu” jelas Baekhyun sambil tersenyum lalu berdiri keluar meninggalkan Chanrin yang kebingungan.

“apa maksudnya orang itu ada didekatku?” tanya Chanrin pada dirinya sendiri. “aish, kenapa aku harus bercerita ke orang itu?!” pikir Chanrin lagi mengingat kalau ia curhat ke oppa-nya, tidak akan menyelesaikan masalah.

 

Sementara itu Sanny…

“bagaimana ini? Aku ketinggalan bis…. Kalau aku menunggu bisnya akan datang 30 menit lagi… terlalu lama dan oppa akan memarahiku habis-habisan nanti… “ Sanny bingung ia harus bagaimana, kalau ia menunggu bisnya akan datang 30 menit lagi sedangkan jarak rumahnya dari rumah Chanrin membutuhkan waktu 30 menit. Cukup jauh memang. Tapi bagaimana lagi…”lebih baik aku berlari saja menuju halte bis berikutnya”

Baru saja Sanny berdiri, ada motor berhenti didepannya. Segera pengendara motor tersebut turun dan menarik Sanny untuk naik ke motornya “tunggu dulu, ya! kau siapa? Kau mau menculikku?” Sanny berusaha melepaskan tangannya dari pria tersebut namun pria tersebut terlanjur memegang tangan Sanny dengan erat “tolong! Tolong! To-“ “haishhh kau benar-benar berisik! Ini aku!” akhirnya sang pengendara melepaskan tangan Chanrin dan membuka helmnya “Kim Kai?” “mwo? Kau mau berteriak lagi meminta tolong bahwa kau diculik?!” tanya Kai kesal “apa yang kau lakukan?! Bagaimana motormu ada bersamamu? Aku tidak melihat motormu di rumah Chanrin tadi…” tanya Sanny bingung “aku memarkirkannya di toko dekat rumah Chanrin. Aku memarkirkannya disana agar tidak ketahuan olehmu!” jelas Kai “oh! Berarti kau memang mengikuti ke rumah Chanrin kan?!” tanya Sanny memastikan “sudahlah, cepat naik aku akan mengantarkanmu!” ucap Kai berusaha mengalihkan topic “aniya! Aku akan ke halte bis selanjutnya menunggu bis disana, geurom annyeong!” jawab Sanny sambil melambaikan tangan pertanda selamat tinggal namun tangannya yang mungil itu ditarik Kai dengan kencang dan hampir membuatnya terjatuh “ya! bisakah kau menarikku dengan pelan?” keluh Sanny kesakitan.

“baiklah, baiklah. Aku minta maf. Aku hanya membantumu! Tidakkah kau tahu jam berapa sekarang?” “hm.. jam tujuh malam(?)” jawab Sanny asal-asalan. “cek jam di handphonemu” suruh Kai. Segera Sanny mengecek jam di handphonenya “OMG! Pukul setengah Sembilan malam?! Aku harus pergi! Annyeong Kai!” dan lagi-lagi Kai menarik tangan Sanny menyuruhnya untuk naik “naiklah, aku akan mengantarmu” Kai pun langsung memakaikan Sanny helm lain miliknya “tapi ingat! Jangan ngebut! Kalau kau membawanya dengan kecepatan penuh, kau akan-“ “arra!” potong Kai.

Sanny naik keatas motor Kai, “pegangan atau kau akan jatuh” tutur Kai. Namun, Sanny hanya memegang jaket hitam Kai “Sanny-ah, memegangi jaketku sama saja kau akan terjatuh nantinya. Pegangan seperti ini!” tangan Kai melepaskan tangan Sanny dari jaketnya da meletakkannya didepan perutnya “ya!!!!” “apa? Aku hanya membantumu agar kau tidak jatuh! Jika kau jatuh, aku juga akan disalahkan!” Sanny yang mendengarnya hanya bisa terdiam.

“ya, Kim Kai! Kau mau mati?! Kenapa kau sangat cepat tadi?! Jantungku hampir meledak! Jika aku jatuh kau mau tanggung jawab?!” teriak Sanny kesal karena Kai membawa motornya tidak sesuai janji “tapi kau baik-baik saja sekarang” jawab Kai sambil tersenyum “haishh!” ucap Sanny kesal sambil menaruh helmnya diatas motor Kai. Sanny melangkah menuju pintu rumahnya dengan rasa cemas. Ia bukannya takut terhadap oppa-nya melainkan ocehan oppa-nya. Akhirnya Sanny pun menekan tombol password rumahnya dan saat ia membuka pintu, oppa-nya telah berdiri di depannya “eoh, oppa! Aku pulang!!” teriak Sannysambil memeluk oppa-nya “ya! kau lupa dengan janjimu siang ini? Aku menunggumu berjam-jam!”teriak oppa-nya sambil menjewer telinga Sanny “AAA mian oppa! Chanrin sedang sakit jadi seplang kuliah aku langsung kerumah Chanrin dan aku lupa-“ belum selesai Sanny menjelaskan oppa-nya langsung memotongnya “geurae! Kau memang melupakannyaa…” tukas oppa-nya semakin menjewer telinga Sanny “jogiyo, tolong lepaskan tangan anda dari telinga Sanny” tiba-tiba Kai datang ditengah-tengah pertengkaran kakak-adik tersebut. Sanny yang melihat tingkah Kai sedikit kaget dan terselamatkan “dia siapa?” “oh dia te-“ belum selesai Sanny menjawab Kai langsung memotong dan menjawab “pacar. Perkenalkan nama saya Kim Kai pacarnya Sanny”

To be continued…

2 thoughts on “Complicated (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s