I Love My Father (Chapter 10)

picsart_11-18-12-24-00

 

Title: I Love My Father

Cast:

  • Xi Luhan as Shin Luhan
  • Shin Youngah OC
  • Park Chanyeol
  • Huang Zi Tao as Hwang Zi Tao

Author: SungRIMIn

Genre: Romance, Supranatural, Mystery

Lenght: Chaptered

Rating: General

***

Setelah mendengar pertanyaan ChanYeol, ia mulai mengaduk isi tasnya dan menemukan 1 buah plastik kecil yang didalam nya ada 1 buah rambut. “Ini..” ia menyerahkan sampel rambut itu pada ChanYeol.

ChanYeol menerimanya, “Bagaimana kau bisa mendapatkannya?”

“Aku berpura-pura berkata bahwa Ayah ku sudah beruban, langsung saja aku mencabutnya. Sewaktu Ayah ingin melihat hasil cabutan ku pada rambutnya, aku bilang saja rambut itu jatuh.” Ia tertawa mengingat kejadian saat itu, ChanYeol pun ikut tertawa karena kecerdasan YoungAh yang mirip dengan kancil. Tapi sebenarnya, YoungAh tak tega membohongi Luhan seperti itu. Ia pasti akan marah kalau tahu anak nya sendiri membohonginya.

“Memang ada Rumah Sakit yang buka pagi-pagi seperti ini?” YoungAh mengarahkan pandangannya ke kaca mobil yang tertutup. Melihat sekeliling jalan yang masih sepi. Toko-toko yang berada di emperan jalan masih belum terbuka, hanya sedikit saja. Bahkan, bisa dihitung dengan jari.

“Kau ini bodoh atau memang tidak pernah kerumah sakit hah??”

YoungAh menoleh pada ChanYeol yang sedikit geram padanya, “Aku kan lupa ingatan. Semua pengetahuan yang kuketahui juga hilang! Aku tak mengingatnya!” ia kembali ke posisi awal, memalingkan wajahnya dari ChanYeol dan menghindari tatapan membunuh dari mata ChanYeol dan juga Cakra Ajnanya itu. Semenjak ia di karuniai Cakra Ajna, tatapannya yang lembut seperti sutra, dan mata bulatnya yang tampak seperti bulan purnama, walaupun seram, tapi menakjubkan, sekarang berubah seperti elang yang siap memangsa siapapun yang ada di hadapannya, begitu menusuk dan menyeramkan.

“Semua Rumah Sakit buka 24 jam! Kalau seandainya ada ibu-ibu hamil yang ingin melahirkan di pagi buta, tapi rumah sakit itu buka nya jam 07.00s/d22.00, apa yang terjadi pada ibu-ibu itu?” ia hampir saja menekan klakson mobil nya karena sudah di buat kesal oleh YoungAh.

“Bawalah ke bidan! Atau, dukun beranak!” jawabnya asal.

ChanYeol mendesah kuat menghadapi teman nya yang selalu asal bicara. Ia jadi meragukan kepintaran YoungAh sekarang.

Mobil lamborghini hitam itu berhenti di parkiran rumah sakit ‘Gwangju Hospital’. YoungAh mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Rumah Sakit megah ini. Tempat parkir yang cukup luas, taman yang begitu indah, dan udara di sini cukup sejuk dan asri. Seperti suatu tempat yang masih murni, tak tersentuh oleh siapapun.

Parkiran disini juga masih sepi. Terdapat kurang lebih 3 mobil yang terparkir. Mereka berdua melanjutkan perjalannya memasuki rumah sakit.

Sebelumnya, mereka berdua di sambut baik oleh dua orang resepsionis cantik yang sedang bertugas. YoungAh memalingkan tubuhnya dari ChanYeol yang sedang berbincang-bincang soal sampel rambut itu. Ia tak mengerti apa-apa! Jadi, biar ChanYeol yang mengurusnya semua.

“Ayok! Kita ke ruang laboratorium!” ChanYeol mengamit tangan YoungAh dan menghambur melewati ruang resepsionis.

Karena, mereka adalah yang pertama, nama mereka di panggil terlebih dahulu ke dalam laboratorium.

“Apa yang bisa ku bantu?” tanya Dokter Lee, kepala laboratorium.

“Aku ingin melakukan tes DNA pada gadis ini..” ChanYeol menoleh pada YoungAh yang hanya diam tak bersuara. “Ini sampel rambut Ayahnya!” ChanYeol menyerahkan bungkus plastik putih kecil pada Dokter Lee yang sudah berumur.

“Baiklah!” dokter Lee menerima sampel tersebut. “Golongan darahmu apa?” tanya nya pada YoungAh yang hanya bisa berkedip, dan bernafas.

“Dia lupa ingatan dok. Jadi, dia lupa golongan darahnya.” ChanYeol menjelaskan.

Dokter Lee yang berkepala botak mengangguk mengerti, “Kau bisa menyerahkan sampel rambutmu juga kalau kau tak mau diambil darah.”

YoungAh tersenyum pada Dokter Lee karena mengerti kondisinya. Ia menggerakkan tangannya untuk mencabut rambutnya dan di berikan kepada Dokter paruh baya itu.

“Baiklah terimakasih. Datang lagi kesini 2 minggu kemudian untuk mengambil hasil tes nya.” ChanYeol melotot mendengar penuturan Dokter itu. Ia tak punya waktu untuk menunggu lagi. Sedangkan tahap penyelesaian kasus ini sebentar lagi akan selesai.

“Apa? 2 minggu? Bukankah dalam waktu satu jam sudah keluar hasilnya?”

“Memang. Tapi tugasku menumpuk. Masih ada pasien lain yang tes DNA. Kau harus menunggu antrian!” jawabnya tegas

“Tapi aku ini sedang menangani kasus serius! Kau mau aku tuntut perihal memperlambat kasus hah?” YoungAh tak tinggal diam sekarang. Ia menahan tangan ChanYeol kuat, karena ChanYeol diluar kendali sekarang.

“Aku, tidak memperlambat, aku hanya bertindak adil pada pasien-pasien ku!”

ChanYeol menunjukkan sesuatu tepat di kedua mata Dokter Lee, foto keluarga Park. “Aku, Park Chan Yeol! Anak dari Pengacara Park Chan Sik dan cucu dari Detektif Park Hyun Sik yang terkenal! Kau mau aku adukan pada Ayah ku?”

Air muka Dokter Lee seakan menciut, takut dengan ancaman dari anak pengacara kondang tersebut. Ayah ChanYeol dikenal sebagai pengacara yang mahir dalam menangani kasus. Kasus-kasus yang di tangani Ayah nya selalu menang dalam pengadilan.

“Ba.. ba.. baiklah, akan ku kerjakan segera. 1 jam lagi, kau bisa kembali!” kata Dokter Lee gugup.

ChanYeol memundurkan foto tersebut dan membetulkan Blazernya yang sedikit berantakan. Ia keluar dari ruangan Laboratorium tanpa pamit pada Dokter Lee dan meninggalkan YoungAh.

YoungAh mengikuti arah pandang ChanYeol yang sedikit demi sedikit menghilang dari balik pintu. Ia menatap Doker Lee yang kemungkinan besar bisa mati saat itu juga karena terkaman ChanYeol dengan ganasnya. Kasihan. Satu kata yang dapat orang rasakan apabila melihat penampilan Dokter Lee yang sudah kacau balau. Air keringat mengucuri wajahnya, tangannya gemetar, belum lagi tubuhnya yang sudah renta menambah rasa kasihan YoungAh terhadapnya. Ia tak ingin dianggap tak sopan terhadap orangtua. Sebelum pergi meninggalkan ruang ini, ia menunduk hormat pada Dokter tua itu. Dan menghampiri ChanYeol yang berada di luar ruangan.

“Kita bolos hari ini!” baru saja YoungAh ingin menghujatnya, ChanYeol malah terlebih dahulu mendahuluinya.

“Apa? Bolos? Tidak tidak! Aku tak mau mengecewakan Ayah!” ia menggerutu kesal, tak setuju dengan rencana Chanyeol yang satu ini.

“Kalau tidak, kasus mu tak akan selesai YoungAh!” suara ChanYeol melembut, tidak dingin seperti tadi.

“Aku tak peduli! Aku saja yang sebagai korban tidak terlalu peduli pada masalah ini. Sedangkan kau, malah penasaran setengh mati!” YoungAh melipat kedua tangan di dadanya.

“Aku juga akan di marahi Ayah ku kalau ia tahu aku membolos.” ChanYeol menatap lurus kedepan, seperti menerawang suatu kejadian. “Entah mengapa, aku punya firasat yang menyatakan bahwa kasus ini harus selesai sekarang.”

YoungAh mendengus sebal, “Magic” ucapnya perlahan dan hanya para serangga kecil yang dapat mendengar. Ia tak tahu bahwa sebenarnya ChanYeol dapat mendengar bisikan itu. “Emm bagaimana kalau kau hubungi Ibu mu, dan meminta izin padanya. Dan bilang, kau ingin menangani kasus ku terlebih dahulu. Kalau kasusnya sudah selesai, kau akan kembali ke sekolah.” Ide yang tiba-tiba muncul di pikiran YoungAh di cerna baik oleh ChanYeol. “Ibu mu kan pendiri Gwangju Senior High School, dan Ayah mu seorang Pengacara kondang. Masa iya, kau dimarahi atas kelakuan mu yang memperlihatkan kemampuanmu dalam menangani kasus? Bukankah itu bagus? Kau bisa menjadi penerus Ayah mu secepatnya!”

ChanYeol tersenyum mengiyakan pendapat YoungAh yang cemerlang. “Ide yang bagus!” ChanYeol memasang wajah jahilnya, “Tumben kau pintar.” Ya, dia meremehkan YoungAh sekarang.

“Aku memang pintar! Kau saja yang tak tahu!”

“Baiklah. Nanti aku akan menghubungi Ibu ku untuk meminta izin padanya, dan aku juga akan menghubungi supirku untuk mengambil hasil tes DNA dan mengantarnya ke sekolah.” Mereka angkat kaki dari Rumah Sakit dan melanjutkan misi selanjutnya, misi yang telah ChanYeol buat tanpa diketahui oleh YoungAh.

“Sekarang kita mau kemana?” YoungAh membuka pertanyaan baru saat memasuki mobil.

“Kita ke kantor lalu lintas di Jl. Yeonju III.” ChanYeol menghidupkan mesinnya dan segera lepas landas ke tempat yang dituju.

“Untuk apa?”

“Melihat CCTV yang berada disana, aku akan melihat kejadian pada tanggal 18 Desember kemarin, saat kau kecelakaan.”

TBC

 

6 thoughts on “I Love My Father (Chapter 10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s