Just That, I Love You – We Are One ( Chapter Ten )

chapter-ten

Just That, I Love You

Author : 610021FireThunder

Genre : Imagine, Romance, Comedy

Length : Chaptered

Rating : All Can Read

Main Cast :

– You as Nam Seul Hee

– Park Chanyeol as Himself

– Kris as Himself

– Chen as Himself

We Are One ( Chapter Ten )

Pikirannya dipenuhi oleh bayangan tidak – tidak saat berlari. Dirinya terus merutuk dalam hati jika sesuatu yang buruk terjadi pada Seul Hee, itu merupakan kesalahannya. Ke egoisannya yang ingin menarik perhatian Seul Hee namun itu semua membawa malapetaka.

Ia sampai di tempat yang ia datangi tadi siang bersama Seul Hee namun sosok gadis itu tidak ada. Napasnya turun naik, ia terus melihat kesekitar namun Seul Hee tetap tidak ditemukan. Tangannya tidak berhenti gemetar, saat itu ia benar – benar takut kehilangan Seul Hee. Chanyeol memutuskan untuk mencari di tempat lain yang memungkinkan Seul Hee berada disitu. Dan ia menemukan sebuah jalan setapak…

Di lain sisi Seul Hee semakin masuk ke dalam pohon – pohon rimbun disekitarnya, ia terus saja mencari kalung itu. Dada nya sesak memikirkan jika ia benar kehilangan kalung paling berharganya. Tangannya kini dipenuhi luka gores kecil karena ia merogoh semak semak, namun itu sia sia kalungnya tak kunjung ditemukan. Pada saat itu pula handphone Seul Hee mati kehabisan daya dan ia diselimuti kegelapan total. Ia sadar ia semakin jauh dari jalan setapak tadi, ia melihat sekelilingnya untuk mencari petunjuk tapi nol besar.

“ Aku kehilangan kalungku dan sekarang aku tersesat dalam kegelapan. What a perfect night “ gumamnya pelan

Ia menegadahkan kepala melihat langit malam, hanya itu yang tidak berubah masih indah seperti sebelumnya. Seul Hee menghela napas berat, mungkin itu saat baginya untuk merelakan kalung itu meski ia sangat ingin menangis. Berkali kali ia mengusap wajahnya, ia terlalu letih untuk mencarinya lagi. Untuk saat ini ia berpikir untuk menemukan jalan keluar dari tempat itu kalau tidak ia akan terjebak disini semalaman. Ketika ia mulai melangkahkan kaki lagi terdengar suara dari semak – semak dan membuatnya sedikit was – was.

“ Apa itu?? Oh tuhan jangan bilang hewan buas, haruskah aku mengalami kesialan beruntun malam ini?? “

“ Tapi tidak mungkin ada hewan buas disini bukan?? “

Seul Hee terus menerus berbicara sendiri untuk menenangkan hatinya, padahal ia takut setengah mati. Suara dari semak – semak itu semakin mendekat. Langsung saja Seul Hee terjongkok sambil menutupi kepalanya, pasrah jika memang hewan buas akan memangsanya malam itu.

“ Tolong, ku harap bukan hewan… “

Suaranya tercekat ketika dari arah belakangnya terulur tangan yang langsung merangkulnya erat. Terdengar suara napas yang naik turun dan ia bisa merasakan tangan yang merangkulnya kini gemetar hebat.

“ HYA!!! KAU BODOH?? KENAPA KAU ADA DISINI? TIDAK KAH KAU TAU AKU KETAKUTAN SAMPAI MATI KARENA KAU MENGHILANG??!!! “

Teriakan dengan suara berat itu membuatnya benar benar terkejut, ia mencoba menoleh kebelakang namun ia hanya bisa melihat samar wajahnya itu karena gelap. Tapi suaranya begitu familiar ditelinganya, ia ingin berbalik menghadap namun lelaki itu membalikkan badan Seul Hee kembali agar tidak bisa melihatnya.

“ Chan.. Chanyeol.. “

“ Kau… kenapa kau bisa sampai disini, hah? Jika.. jika sesuatu terjadi padamu aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri. Rasanya benar benar menakutkan saat kau menghilang seperti tadi “ suara Chanyeol melembut namun masih terasa bergetar Seul Hee tidak tau kalau Chanyeol sebegitu frustrasi mencarinya, ia mencoba menenangkan dengan mengelus pelan tangan Chanyeol yang melingkar di pundaknya.

“ Chanyeol aku tidak apa apa. Maaf.. membuatmu seperti ini. “

Chanyeol tidak menjawab apa apa. Ia masih terus memeluk Seul Hee dan membenamkan wajahnya pada pundak Seul Hee. Beberapa menit mereka masih dalam posisi yang sama, hingga Chanyeol mulai merasa tenang. Kemudian ia berdiri sambil memegang tangan Seul Hee. Namun ia menghindari kontak mata dengan Seul hee ia terus saja memalingkan wajahnya.

“ Ayo kita kembali, semua orang pasti sangat khawatir “

“ Ne.. Tapi bagaimana kau tau aku dimana berada? “

“ Entahlah, aku hanya merasakan kau ada disitu.. “

Sekali lagi Seul Hee tersentak akan ucapan Chanyeol, kalau dipikir ulang ia dulu pernah tersesat dan apa yang dikatakan Chanyeol sama persis dengan apa yang dikatakan oleh seseorang yang menemukannya dulu, orang yang sama memberikan kalung itu padanya.

“ Chanyeol.. “

“ Apa? “

“ Terimakasih sudah menemukanku.. “

“ Itu memang sudah keharusan bagiku menemukanmu, dan lagi maaf.. “

Mereka berjalan hingga sampai di hotel, namun didalam masih belum ada member yang kembali. Chanyeol melihat tangan Seul Hee yang dipenuhi luka, kemudian ia membawa serta Seul Hee masuk ke dalam untuk diobati lukanya.

“ Ya, kenapa kau membawaku ke hotelmu? Jika nanti ada yang datang bagaimana? Aku tidak mau masuk “

“ Ck.. tidak ada yang akan datang cepat masuk, jika kau ribut itu akan semakin mengundang perhatian  “

“ Ishhh.. kau hanya bersikap manis tadi didalam hutan, sekarang kau kembali menjadi dirimu yang dulu “

“ Hya! Kau juga sama saja, kau bahkan berbicara dengan nada manja saat dihutan tadi tapi setelah kembali… “

“ Apa??!! Aku tidak pernah menggunakan nada itu! “

“ Sudahlah jangan banyak bicara, cukup masuk dan duduk manis “ Chanyeol menarik Seul Hee untuk masuk dan memaksanya duduk di sofa.

Ia memperhatikan Chanyeol yang berjalan menuju kamarnya dan keluar lagi dengan membawa kotak P3K ditangannya. Chanyeol membuka kotak obat dan duduk bersila dihadapan Seul Hee, entah kenapa Seul Hee hanya terdiam tidak mengeluarkan kata kata protes seperti biasanya.

“ Harusnya kau menjadi anak manis seperti ini sedari tadi, kenapa kau selaluuu saja mempersulit keadaan “ dengan terampil Chanyeol mengobati tangan Seul Hee secara perlahan.

“ Aw.. sshh itu perih “

“ Oh?! Perih?? Tahan sebentar oke? Kau itu perempuan, tapi kenapa sering sekali terluka?  “ sahut chanyeol sambil menghela napas

Mereka tidak berdebat apa apa lagi, Seul Hee hanya diam sambil memperhatikan Chanyeol yang berada dihadapannya ini. Rasanya lucu melihat Chanyeol yang begitu fokus mengobatinya karena eskpresinya seperti anak kecil, ingin ia tertawa namun pasti Chanyeol akan meledeknya lagi. Tangannya sudah selesai diobati dan beberapa band aid menempel dijarinya, ia sendiri miris melihat itu. Chanyeol beranjak membereskan kotak obat dan pergi, mata Seul Hee terus mengikuti sosok Chanyeol. Hingga lelaki itu kembali membawa cokelat hangat dan memberikannya kepada Seul Hee.

“ Untukku?? “

“ Aku memberikannya kepadamu bukan? “

“ Oh.. gamsahamnida “

Setelah memberikan itu ia duduk disebelah Seul Hee menyesap cokelat panas miliknya. Ia memperhatikan Seul Hee yang mencoba meneguk cokelatnya, tau akan hal itu membuatnya menjadi canggung. Apalagi Chanyeol benar benar menatapnya lekat tanpa berkata apa apa.

“ Kenapaa?? Belum pernah melihat orang yang minum cokelat panas? “

“ Kau… kenapa bisa kau berada disana? Orang ceroboh macam apa yang bisa tersasar masuk hutan seperti itu “

“ YA! Itu semua karena kau! Kau lupa?? “

“ Aku kan menyuruhmu bertemu di tempat sebelumnya. Aku tidak menyuruhmu untuk masuk kedalam hutan “

“ Mana aku tau aku akan masuk ke hutan. Lagipula aku mencari sesuatu… “

“ Benda ini kan yang kau cari? “

Chanyeol mengeluarkan kalung dari sakunya dan membiarkan menggantung di depan wajah Seul Hee. Mata Seul hee terbelalak ia langsung mengambilnya namun ia kalah cepat dengan Chanyeol yang menaruhnya lagi di saku.

“ YA! Itu kalungku, kembalikan! “

“ Oh? Kau tidak mengucapkan terima kasih? Hei.. aku menemukan kalungmu setidaknya kau harus bersikap baik padaku “

“ Baiklah terimakasih….tolong kembalikan kalungnya padaku “ ucap Seul Hee cepat dengan bahasa sopan

“ Apa ini begitu berharga untukmu? Kalau kau ingin ini kembali, kau harus menuruti apa yang aku minta “

“ Sangaaattt berharga, dari awal kau memang sengaja memanfaatkanku bukan? Kembalikaaaannnn “

Seul Hee mencoba meraih tangan Chanyeol yang menyembunyikan kalung di belakang punggungnya, tetapi Chanyeol menahan Seul Hee dengan cara memegang dahinya hingga ia tidak pernah sampai menggapainya. Chanyeol tertawa melihat itu.

“ Ayooo coba ambil kalau kau bisa hahaha “

“ Aisssh singkirkan tanganmu dari wajahku, arrrghhhh “

“ Berusahalah Seul Hee, aku jamin kau tidak akan pernah bisa mengambilnya hahaha “

Karena kesal terus digodai, Seul Hee mengerah kan kekuatannya untuk mendorong Chanyeol hingga terjatuh dari sofa. Chanyeol yang jatuh ternyata ikut menarik Seul Hee yang akhirnya menimpa tubuh Chanyeol. Disaat yang bersamaan terdengar pintu hotel terbuka, dan satu persatu member masuk.

Namun mereka berdiri membeku melihat posisi Chanyeol dan Seul Hee, ini semua seperti Dejavu. Mereka pernah melihat ini sebelumnya,tapi ini lebih membuat mereka ternganga.

“ Chan…yeol? “ sahut Suho masih dengan wajah shock.

“ Seul.. Hee.. kau disini?? “ Giliran Chen yang shock dan dengan cepat ia berjalan ke arah Seul Hee untuk memisahkannya dari Chanyeol.

“ Kau tidak tau betapa aku mengkhawatirkanmu?? Dan ternyata kau disini bersama Chanyeol….Apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan????!! “ bentak Chen

“ Tunggu tunggu kupikir kau salah paham, aku tidak melakukan apa apa. Chanyeol yang awalnya mencoba mengerjaiku dan aku hanya ingin mengambil sesuatu- “

“ Cukup Seul Hee. Sekarang kau kembali, banyak crew yang mengkhawatirkanmu “ potong Chen disela sela penjelasan Seul Hee. Sebelum ia benar benar kehilangan kendali, ia tidak tau mengapa ia menjadi begitu marah.

“ Ta..tapi aku benar – benar tidak melakukan apa apa Chen. “

“ Seul Hee, kembalilah kita bicara lagi nanti “ sahut Chanyeol yang kini berdiri menghampiri Chen dan Seul Hee

“ Kembalikan kalungku terlebih dahulu! “

“ Sebentar semuanyaaaaaaa!! Sebenarnya ada apa ini? Aku tidak mengerti apa yang kalian ributkan? Dan lagi Seul Hee bagaimana kau ada disini, semua orang mencarimu “ ucap Baek yang bingung akan situasi itu.

Seketika mereka bertiga hening, saling tatap satu sama lain. Hingga Seul Hee menjelaskan awal mula itu semua terjadi.

“ Haaah.. kenapa jadi rumit seperti ini. Aku kehilangan kalungku di jalan setapak, aku coba untuk mencarinya namun aku malah masuk ke hutan dan tersesat. Dan.. Chanyeol menemukanku “

“ Tapi sedang apa kau disana? Kau bilang ada sesuatu yang mendadak bukan? “ tanya Chen

“ Ah itu…. “

“ Aku menyuruhnya menemuiku, aku pikir ia tidak akan tersesat “ sela Chanyeol yang disertai tatapan mendelik dari Seul Hee, ia tidak mengira Chanyeol akan memberitahu yang lain.

“ Mmm.. jadi intinyaaaa… ada apa diantara kalian? “ ceplos Sehun dengan tatapan penuh arti diikuti dengan tatapan member lain yang sama sama curiga.

“ Sepertinya memang ada sesuatu, aauuwwfff… aku merasa sangat aneh suasana apa ini “ cerocos Kai sambil memeluk dirinya sendiri seperti orang yang sedang merinding.

“ Oh! Dan Chen hyung kenapa kau marah sekali?? “ Sehun yang jahil memanfaatkan kesempatan untuk menggoda.

“ Apa?? Tidak! “

Seul Hee merasa suasana di hotel itu semakin riuh karena para member saling menggoda. Dan ia tidak mengerti dengan sikap Chen Chanyeol yang seperti ingin mencoba meraih hatinya. Ia tidak suka semua itu, terlebih karena suatu alasan ia tidak bisa menaruh hati pada salah satu dari mereka. Rasanya ia ingin cepat keluar dari ruangan.

“ Cukup! Aku pamit pergi “ sahut Seul Hee yang disambut keheningan.Tanpa menoleh lagi ia berjalan keluar hotel, tidak ada yang menahannya semua membeku ditempat.

 

 

Malam itu Chanyeol tidak bisa tidur, ia memikirkan Seul Hee. Ekspresinya ada yang berbeda saat ia keluar dari hotel. Dan itu sangat mengganggunya, Seul Hee yang selalu ia amati tidak akan pernah pergi begitu saja dengan ekspresi terluka jika hanya digoda. Seul Hee yang ia tau akan selalu marah secara langsung bila sesuatu mengganggunya, tapi tidak saat tadi. Ia merebahkan dirinya di teras luar hotel sambil menggantung kalung Seul Hee diatas wajahnya. Satu yang ia sadari dari kalung itu.. corak galaxy di bandulnya. Kalung itu begitu indah tapi kenapa harus galaxy? Apa ia pecinta galaxy seperti seseorang yang dia kenal dahulu?

“ Jadi itu kalung yang dimaksud dia? “ suara Chen yang begitu tiba tiba mengejutkan Chanyeol yang sontak terbangun dan buru buru memasukkan kalung itu ke saku.

“ Tidak perlu kau sembunyikan lagi aku sudah melihatnya “

“ Ahh.. Kau mengagetkanku Chen “

“ Kenapa kau tidak mengebalikan itu padanya?? Aku pikir kalung itu sangat berarti baginya “

“ Karena itu aku masih meyimpannya… aku ingin tau alasan mengapa kalung ini begitu berarti baginya, aku akan mengembalikan padanya jika aku sudah tau alasannya “

“ Mungkin alasan itu tidak akan mudah terucap keluar dari mulutnya yeol.. “

“ Aku tau.. aku hanya ingin berusaha- “

“ Yeol… Apa kau tau seberapa dia berpura pura menjadi kuat? “ Chen memotong pembircaraan Chanyeol

“ Maksudmu??? “

“ Kau mungkin belum mengetahui sisi Seul Hee yang lain, kau berpikir dia gadis yang angkuh namun menggemaskan bukan? Kenyataannya tidak seperti itu Yeol “

Chanyeol hanya terdiam menatap Chen tidak mengerti.

“ Yeol.. Kau menyukainya bukan? Cobalah untuk melihat dirinya dari sudut pandang berbeda. “

“ Kau, berbicara seperti itu karena kau menyukainya juga kan? “ Chen sedikit tersentak akan ucapan Chanyeol, ternyata perilakunya terbaca.

“ Ya.. aku menyukainya “

“ Ternyata benar… “

“ Kau tau alasan aku menyukainya?? Dia itu gadis pertama yang ingin aku jaga karena kepolosan sikapnya ketika berada didekatku. Mungkin dimatamu Seul Hee menarik karena keangkuhannya namun juga bisa bersikap baik padamu “

“ Tidak, aku menyukainya karena dia Seul Hee. Jujur untuk sekarang aku tidak bisa memastikan seperti apa perasaanku terhadapnya. Mungkin saat ini aku tidak mengetahui banyak sisi yang ada pada gadis itu, namun seiringnya berjalan waktu aku berharap tidak hanya aku yang mengenal Seul Hee, tapi ia juga dapat mengenali aku.. aku sebagai Park Chanyeol manusia biasa bukan seorang idol yang terkena lampu sorot panggung. Bukankah itu lebih baik?? “

Mendengar itu Chen tersenyum mengakui kekalahannya dalam menungkapkan perasaan, setelah berbicara seperti  itu Chanyeol masuk kedalam hotel.

“ Bailklah Chanyeol, apa kita sudah resmi menjadi rival saat ini?? “ Chanyeol berbalik seperti tertantang oleh ucapan Chen.

“ Rival? Apa kau bahkan sanggup mengalahkanku? Bersiap saja kalau begitu Chen “

 

 

“ Jadi hasil proses hukum kemarin tidak membuahkan hasil apa apa? “

“ Ya begitulah Yifan, 30 September nanti akan ada jadwal proses hukum lagi “

“ Aku benar benar tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka inginkan dariku lagi “

“ Kau tau bukan sebenarnya semua itu bukan karena kau, tapi ayahmu “

“ Aku tau… Tapi sekarang ayahku pun sudah tidak ada, jadi mau apa lagi mereka? Aku lelah.. “

“ Aku mengerti perasaanmu Yifan,tapi kita tidak pernah tau akan sampai mana mereka melakukan hal ini terhadapmu.  Hang in there Yifan “

Yifan menghela napas berat, ia benar benar lelah dengan semua ancaman dan perlakuan yang ia terima setelah satu tahun lamanya. Handphonenya berdering, ia tersenyum tipis melihat nama penelepon di layar.

“ Hallo, Luhan. Ada apa meneleponku? “

“ Apa kau sibuk? Aku mengajakmu untuk minum kopi sekarang “

“ Mmm… baiklah. Di cafe biasa? “ ucapnya setelah melirik jam dipergelangan tangannya.

“ Yups! Aku tunggu Yifan “

“ Kenapa kau bersemangat sekali? Ada berita baik?? “

“ Tidak tidak hahaha hanya sekedar ingin melepas penat dan berbicara beberapa hal denganmu “

“ Baiklah, aku pergi sekarang “

Yifan mengambil kunci mobilnya. Managernya sempat menawarkan untuk mengantar namun ia merasa ingin mengendarai sendiri. Sudah lama ia tidak berpergian sendiri dan melakukan aktifitas secara pribadi. Belakangan memang ia disibukkan dengan banyak pekerjaan, pikirannya pun dipenuhi berbagai hal. Dan suatu kesenangan tersendiri teman lamanya mengajak bertemu.

1 jam berkendara, Yifan sampai disebuah cafe mungil yang letaknya memang jauh dari kota. Dulu mereka berenam selalu mengunjungi cafe ini jika sedang melakukan kegiatan promosi di China, alasannya karena mereka bisa bebas tanpa khawatir ada fans yang mengikuti. Terlebih pemilik cafe pun mengerti keadaan mereka jadi tidak serta merta membocorkan pada media jika mereka selalu pergi kesini. Interior luar cafe terkesan unik dengan atap yang tertutupi tanaman rambat keijauan, dengan segala furniture dan bangunan terbuat dari kayu mengkilap, jadi tidak heran jika cafe tersebut didominasi oleh warna hijau dan cokelat.

Ia membuka pintu cafe dan mencari keberbagai sudut keberadaan Luhan. Pemilik cafe yang melihat Yifan tersenyum menghampirinya dan memberi tau meja Luhan.

“ Oh kau datang? Apa kabar? Sudah lama sekali bukan? “

“ Selamat siang Tuan Wang, Aku baik. Ya sudah begitu lama aku tidak singgah kemari. Apa semua berjalan baik? “

“ Tentu saja, semua sangat baik. Hanya saja aku rindu melihat kalian berenam di cafe ku “

“ Hahaha, kami hanya membuat gaduh cafemu Tuan Wang, kenapa kau merindukan kami? “

“ Karena kalian mengingatkanku pada masa mudaku dahulu, ah kau bertemu dengan Luhan? Ia duduk di pojok, tempat kalian dahulu “

“ Oh kau pernah muda Tuan Wang?? Ya aku bertemu dengannya hari ini. Ah..kalua begitu aku akan kesana,  terima kasih “

Tuan wang membalas dengan anggukan. Dari kejauahn terlihat Luhan sedang menyesap kopi seraya fokus melihat handphone di tangannya. Kemudian matanya beralih ketika Yifan sudah duduk dihadapannya.

“ Oh kau sudah sampai rupanya, kenapa lama sekali? “

“ Kau pikir jarak kantor agensiku dengan cafe ini dekat? Jadi ada apa?? “

“ Hahaha maaf, karena hanya tempat ini yang paling bagus bukan? Pesanlah dulu kenapa terburu buru sekali “

Yifan membuka buku menu dan ia selalu memesan menu yang sama ketika di tempat itu. Hot Chocolate. Lalu ia memanggil pelayan.

“ Jadi.. kita masih harus berurusan dengan agensi kita terdahulu ya.. “ sahut Luhan

“ Begitulah.. aku tidak habis pikir, mengapa mereka tidak mau menempuh jalan damai dengan pembatalan kontrak dan kita membayar sanksi sesuai dengan yang tertulis dalam kontrak “

“ Entahlah… mungkin karena kau Yifan “

“ Aku?? “

“ Jangan kira aku tidak tau Yifan. Aku pikir mereka memanfaatkan aku juga. Sehingga kabar tentang ayahmu yang ada dibalik semua ini tidak terkuak ke media. Dan jika itu terkuak akanmembuat perusahaan itu hancur “

“ Kau memang tau segalanya. Bisakah kita tidak membahas ini? “

“ Haha maaf maaf. Ah kalau begitu aku akan membahas dia. Yang aku dengar dari managermu, kau sudah menemukan dia? “

“ Waaahhh managerku sangat tidak bisa menjaga rahasia “

“ Kenapa?? Hahaha Tenang saja Yifan aku tidak akan membocorkan pada siapapun. Bahkan saat dulu kita masih menjadi EXO aku tidak memberi tau salah satu member pun bukan? “

“ Untungnya kau selalu dapat menjaga rahasia, ya karena itu aku bercerita tentang dia padamu bukan? Ah waktu itu hampir saja Sehun mengetahuinya karena ulahmu. “

“ Karena itu percaya saja padaku. Oh aku ingat saat itu hahaha itu karena ia sangat penasaran, dan bodohnya kau memasang wallpaper gadis itu di handphonemu hahaha “ Luhan tidak berhenti tertawa mengingat waktu dulu

“ Woaah lihat betapa bahagia dirimu. Wajar jika seseorang memasang foto gadis yang disukai sebagai wallpaper, dan aku tidak menyangka ia mengetahui password handphone ku. Ah bahkan dia sendiri memasang foto miranda! “

“ Hahaha ia selalu tau segalanya Yifan karena ia selalu mencari tau, untungnya aku dapat membantumu berkelak bukan? Eiiiii… miranda kerr itu hal yang beda hahaha. Tapi Yifan apa kau masih berhubungan dengan salah satu dari mereka? “

“ It’s same goes to you Luhan. Ya terimakasih walaupun hal itu disebabkan olehmu tapi kau berhasil megatasinya. Mmm… aku belum menghubungi siapapun “

“ Setelah setahun berlalu kau belum menghubungi siapapun?? Aish orang ini.. kau tau ketika kau pergi kami sangat marah padamu, karena kau tidak berkata apapun. Kau menghilang begitu saja terlebih kau menghilang tepat seminggu sebelum solo konser “

“ Aku tidak tau harus berkata apa pada mereka. Wajah kecewa mereka yang aku lihat melalui televisi membuatku semakin tidak sanggup untuk berbohong atas kepergianku “

“ Kenapa harus berbohong? Kau hanya perlu berkata jujur aku yakin mereka mengerti. Aku pun begitu, awalnya begitu berat harus mengatakan yang sebenarnya dan pergi. Aku ingat betul ekspresi mereka saat itu, sama.. ketika kau pergi Yifan, tapi perlahan mereka menerima keputusanku “

“ Apa aku harus jujur jika aku pergi bukan karena kemauanku? Itu hanya akan menambah masalah untuk yang lain. Kau pun tau, alasan aku pergi walaupun saat itu kau sudah tidak berada di EXO “

“ Setidaknya sekarang sudah satu tahun berlalu.. aku hanya ingin mereka bisa mengubah pandangan tentangmu Yifan. Tidak perlu sampai media tau, hanya kau dan EXO. Setidaknya kita keluarga.. wajar jika ada yang pergi, pergi dengan alasan yang dapat diterima. Namun pasti ada saatnya kita kembali walaupun itu hanya untuk sebentar. “

Yifan termenung, kata kata Luhan ada benarnya. Dia sadar dia meninggalkan banyak hal yang belum ia selesaikan di Korea, ia lari. Sebenarnya bukan agensi lah yang membuatnya pergi, tapi itu karena ia sendiri yang tidak percaya ia bisa bertahan, ia tidak percaya ada orang orang yang mendukung dari sisinya. Jika saja waktu itu ia bisa lebih kuat, mungkin saat ini ia tidak sampai harus menyakiti banyak orang.

“ Kau benar Luhan, mungkin saat itu aku memang belum berpikir dewasa dan terlalu melankolis. “

“ Setidaknya ada hal yang kau sesali, dan kau ingin memperbaikinya. Semua itu memperkuat alasan kau untuk pergi ke Korea lagi.. baguslah “

“ Kau ingin ikut? Aku tidak yakin bisa menghadapi mereka semua sendiri, mungkin aku akan dipukuli hingga babak belur “

“ Aku ikut denganmu sudah lama aku tidak pergi kesana. Ah.. kalau begitu jadinya, aku akan membantu mereka memukulimu hahaha “

Candaan Luhan ia tanggapi dengan tawa. Ia berharap waktu berjalan cepat, agar ia cepat pergi ke Korea dan menyelesaikan semua yang tertunda.

 

6 thoughts on “Just That, I Love You – We Are One ( Chapter Ten )

  1. benci banget sama tulisan warna biru di bawah paragraf terakhir.. ah.. next chap bakalan jadi kejutan buat exo and seul hee, huh? kriss, neomu bogoshipoo~~

  2. aku senyum2 pas baca part krishan.
    aku masih penasaran bgt alasan cy sampai segitunya ketakutan kalo kehilangan seseorang.
    semoga dijelasin di next chap.
    fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s