Sick

fth

 

Tittle           : Sick

Author         : Riska Diana

Cast              : -Oh Sehun (EXO)

-Kang SoRa

Genre           : Romance

Ratting         : G

Lenght           : Oneshoot

 

 

Happy Reading ^.^

 

Hari sudah mulai mengeluarkan cahaya jingga nya.Terlihat seorang gadis tengah berjalan gontai kearah halte bus. Gadis itu,Kang Sora

Sora POV

“huh,bagaimana bisa dia tidak bisa menjemputku. Ck,dia lebih mementingkan pekerjaan nya daripada harus menjemput kekasihnya dan membiarkan kekasihnya ini pulang naik bus di sore hari. Bagaimana jika ada ahjussi ahjussi yang menggodaku? Atau…bagaimana jika ada pencopet?” oke mungkin ini terlalu berlebihan (-_-)tanpa sadar aku pun sudah sampai di halte dan tak lama bus yang akan aku tumpangi pun datang. Dengan hati-hati aku pun masuk dan oh,betapa lega nya karena keadaan bus tidak terlalu ramai. Aku pun duduk di bangku yang sedikit kebelakang

Hari ini Sehun – kekasih ku – tidak bisa menjemput ku karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan sampai nanti malam. Itu membuatku menggerutu sejak istirahat siang tadi. Tapi tak apa lah,aku harus mengerti keadaan nya. Merasa bosan,aku pun mengambil ponsel ku dan mencoba menghubungi Sehun

“ apa dia sudah makan?” aku pun menelfon nya tapi tidak ada jawaban. Aku pun mencoba menghubungi nya lagi…tapi tidak ada jawaban lagi

“ apa pekerjaan mu itu banyak sehun sehingga tidak bisa menjawab panggilan ku?” ku tatap ponsel ku. Mungkin dia sibuk,ya aku yakin pekerjaan nya pasti banyak. Aku pun hanya mengirimkan pesan singkat

“ sehuna,jangan terlalu berkutat dengan dokumen-dokumen itu. Apa kau sudah makan? Jangan lupa makan dan minum vitamin yang kuberikan kemarin. Aku sedang dalam perjalanan pulang. Jangan khawatir,bus nya tidak terlalu ramai ^.^. yasudah jangan terlalu pulang larut malam ya. Aku mencintaimu”

“ huh,semoga Sehun membalas nya” aku pun menatap jalanan Seoul yang sudah mulai terang dengan cahaya lampu karena malam sudah tiba. Ketika aku sedang memandang keluar jendela bus,Tiba-tiba saja ponsel ku berbunyi pertanda panggilan masuk

“ Luhan? Ada apa menelfonku tumben sekali?” aku pun menekan tombol hijau pada layar ponsel ku

“ yeobseyo?”

ahh..Sora-ya

“ ada apa Luhan?”

“ Sora-ya,Sehun…dia..aduuh bagaimana mengatakan nya ya” oke,perkataan Luhan ini membuat aku tidak tenang

“ ada apa Luhan? Apa terjadi sesuatu pada Sehun?” aku pun mulai gelisah

“ tadi Sehun izin untuk pulang lebih awal,katanya dia tidak enak badan. Dan ya sepertinya begitu karena tadi wajahnya pucat sekali”

“ MWO? Benarkah? Lalu dimana dia sekarang?”

“ Sepertinya dia pulang ke rumah dan sep – “ aku pun langsung mematikan sambungan nya dan turun di halte selanjutnya

Tak lama bus pun berhenti. Aku pun langsung turun saja. Melihat sekitarku,ahh ini tidak jauh dari apartemen Sehun. Aku pun langsung saja berlari dengan sepatu ber heels 5 cm . oh aku sudah tidak peduli dengan sepatuku,yang terpenting adalah Sehun di apartemen nya sendirian dan dia sedang sakit. DIA SEDANG SAKIT

Namun ketika aku sedang berusaha sampai di apartement Sehun,tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Aku pun langsung saja berteduh di depan sebuah supermarket

“ aish,kenapa harus hujan?” aku pun sedikit membersihkan air yang sempat mengguyur tubuh ku ini. Cukup lama aku diam disana. Oke aku tidak bisa terlalu lama disini,aku harus segera sampai di apartement  Sehun. Aku pun melihat hujan yang tidak mereda. Kuputuskan untuk menerobos hujan dengan tas ku yang kuangkat untuk menutup kepala ku

 

Tak lama aku pun sudah sampai di gedung apartement Sehun dengan badan ku yang sudah basah kuyup ini. Aku pun segera menuju lift,tapi lift itu lama sekali terbuka nya.

“cepatlah terbuka” setelah nya benar saja,pintu lift pun terbuka. Namun orang-orang yang mengantri lebih dulu memenuhi lift.

“ aku tak mau menunggu” aku pun ikut masuk saja. Merapat. Namun ketika pintu lift hendak di tutup,ada seorang ahjumma gendut yang ikut masuk alhasil lift pun tidak jadi naik.

“ apa sudah semuanya?” tanya seorang pemuda dan sepertinya sudah. Ketika tombol tutup di tekan,pintu nya tidak mau tertutup

“ sepertinya lift nya kepenuhan,dan seseorang harus keluar” ucap pemuda itu. Tiba-tiba saja Ahjumma gendut itu mendorong ku keluar yang berada dekat pintu lift

“ kau tunggu saja yang selanjutnya” dan setelah itu pintu lift pun tertutup

“ YAK!!!!! Aish aku harus bagaimana? Sehun pasti sedang kesakitan” aku pun melihat ke sekitar,dan ohh seperti mendapatkan jackpot. Mengapa aku tidak menggunakan tangga darurat saja?

Aku pun langsung saja menaiki tangga darurat itu menuju apartement Sehun yang berada di lantai 15. Aku pun terus menaiki tanggai itu dengan heels yang masih menempel di kaki ku

“ 5 lantai lagi ayo kau bisa Sora”

Akhirnya aku pun sudah berada di lantai 15. Dan langsung saja aku menuju apartement Sehun dan setelah sampai aku langsung memencet tombol kunci apartement Sehun

KLIK

Author POV

“ Sehuna?!” Sora pun langsung melepaskan sepatunya dan masuk. Gelap,apartement Sehun gelap

“ aashh” itu suara Sehun

“ Sehun?!” Sora pun langsung masuk ke kamar nya dan oh benar saja Sehun ada disana dengan tubuh yang sudah di gulung selimut

“ Sehun? Apa kau baik-baik saja hm?” ucap Sora sambil berjongkok menatap Sehun. Samar-samar Sehun mendengar suara Sora. Sehun pun membuka matanya yang terasa berat itu

“ Sora-ya” gumam Sehun. Entah mengapa mendengar Sehun bergumam lirih seperti itu membuat hati Sora tersayat

“ hm? Ada apa? Mana yang sakit?” ucap Sora dengan setetes air mata yang berhasil lolos

“ Sora-ya,,kepalaku pusing..badanku juga terasa lemas Sora-ya” ucap Sehun dengan suara pelan dan serak. Demi apapun Sora tidak tega melihatnya. Sora pun meletakkan tangan nya di dahi Sehun. Panas

“ kau demam Sehun” ucap pelan Sora

“ tunggulah sebentar,aku akan mengambil obat untukmu” Sora pun bangkit dan pergi dari kamar Sehun

.

.

.

.

.

Sora pun kembali dengan nampan yang berisi kompresan,bubur,dan obat. Sora pun menaruh nampan itu dan duduk di samping Sehun

“ Sehuna,bangunlah..kau harus makan dulu” ucap Sora lembut. Sehun pun terbangun dengan mata sayu nya

“ kau harus makan Sehun”

“ aku tidak lapar” gumam Sehun. Sora hanya menghembuskan nafasnya

“ hanya 3 suap saja” Sora pun mulai menyodorkan bubur buatannya. Namun Sehun hanya menatapnya

“ ayolah Sehun kau harus makan biar cepat sembuh” ucap Sora sedikit memelas. Namun setelahnya Sehun memakan nya

1 suap

2 suap

3 suap

“ sudah” ucap Sehun. Sora hanya mendengus

“ yasudah,minum obatnya” Sora pun membantu Sehun meminum obat nya

“ istirahat lah” Sehun pun kembali tertidur. Setelah itu Sora menaruh kain kompresan itu pada kening Sehun

“ bagaimana bisa kau bisa sakit? Ck” Sora pun membereskan bekas makan Sehun ke dapur. Ketika ia hendak kembali ke kamar Sehun,kaki nya terasa sakit

“ akh..kenapa baru terasanya sekarang?” gumam Sora. Kaki nya bengkak dan ada beberapa lecet di kaki nya. Namun Sora pun tetap melangkah menuju kamar Sehun

Sora pun duduk di samping Sehun. Mengganti kompresan nya lagi. Sora terus melakukannya setiap kain sudah mulai dingin. Hingga Sora sudah tertidur pulas di samping Sehun dengan posisi duduk di kursi

 

 

 

 

Hari semakin malam. Sehun terbangun dari tidurnya. Ia mencoba melirik ke arah jam

“ jam 2 pagi ya?” gumam Sehun. Ketika ia hendak bangun,ia merasakan tangan nya seperti tengah di genggam. Sehun pun menoleh dan mendapati Sora tengah tertidur dengan posisi duduk nya dan tangan Sora yang menggenggam Sehun. Sehun hanya tersenyum manis. Ia pun bangkit dari tidurnya,meletakkan kompresan nya dan turun dari tempat tidur nya. Sehun pun mengangkat Sora yang tengah tertidur dan memindahkannya ke tempat tidur nya. Ketika ia hendak menyelimuti Sora,alisnya bertaut ketika melihat banyak lecetan di kaki Sora

“ apa yang terjadi padamu?” gumam Sehun sambil menatap Sora yang masih tertidur

Sehun pun segera mengambil kotak P3K nya. Dan langsung mengobati luka Sora

“ ash” sesekali terdengar rintihan Sora dalam tidurnya. Sehun pun dengan cepat dan hati-hati mengobati luka Sora.

Setelah beberapa saat,Sehun pun sudah beres dan menyelimuti Sora. Sehun pun menatap Sora yang tengah tertidur. Sehun pun tersenyum. Kemudian Sehun pun mengecup kening Sora. Cukup lama

“ Selamat malam”

.

.

.

.

Sinar matahari yang masuk lewat kaca,membuat Sora terbangun dari tidurnya. Ia pun mencoba memfokuskan matanya dan menggeliat kecil. Setelah beberapa saat,pandangan nya pun sudah terfokuskan

“ selamat pagi” Sora pun menoleh dan mendapati Sehun yang tengah memandangnya di samping Sora sambil menyangga kepala nya dengan tangan nya. Sora pun hanya tersenyum manis

“ selamat pagi juga” Sora pun memiringkan tubuhnya agar mengahadap pada Sehun

“ bagaimana keadaanmu?” tanya Sora sambil menempelkan tangan nya pada jidat Sehun

“ merasa lebih baik?” lanjut Sora

“hm..”

“ syukurlah” Sora pun kembali menatap Sehun,begitupun sebalik nya

“Sora-ya?”

“ hm?”

“ kenapa kaki mu bisa terdapat luka hm?” tanya Sehun. Kini air muka nya berubah,menampakkan perasaan khawatir. Sora pun mendekat dan langsung memeluk Sehun

“ Yak! Kau tau,aku bisa sampai disini karena kabar dari Luhan”

“ mwo? Aish,,padahal aku sudah memberitau nya agar tidak memberitaumu” gumam Sehun dan berhasil mendapat pukulan dari Sora

“ dan kau tau? Aku harus berlari dengan heels 5 cm menempel di kaki ku yang membuat kaki ku mati rasa setelahnya. Lalu setelah itu,aku di dorong oleh seorang ahjumma gendut dari lift karena lift nya tidak mau tertutup. Lalu aku memutuskan untuk menaiki tangga darurat dan itu membuat kaki ku semakin mati rasa. Hingga akhirnya aku sampai di apartemen mu dengan keadaan basah kuyup” jelas Sora. Namun Sehun tidak bergeming. Sora pun mendongak dan menatap Sehun yang tengah menatap nya dengan sorot mata yang menyiratkan dia kesal karena tindakan konyol Sora

“ w…wae? kenapa kau menatapku seperti itu?” bukan jawaban yang Sora dapatkan,namun sebuah pelukan yang ia dapat

“dasar gadis bodoh,mengapa kau melakukan semua itu eoh?” ucap Sehun kesal

“ CK,Yak ! kau kira aku melakukan nya karena apa? Aish aku terlalu khawatir padamu tuan Oh Sehun” kesal Sora. Sehun pun lebih mengeratkan pelukannya

“ jangan melakukan hal-hal yang membuatmu terluka” gumam Sehun. Sora pun hanya terdiam

“ aku tau kau khawatir padaku. Kau boleh…tidak,kau harus khawatir padaku. Tapi tidak dengan cara melukai dirimu sendiri. Dengar..” Sehun pun menatap Sora

“ aku tidak mau kau tersakiti oleh siapa pun. Jika ada yang menyakitimu,aku tidak segan-segan menghajarnya” Sora hanya tersenyum menanggapi Sehun

“ bagaimana jika kau yang menyakitiku?” tanya Sora jahil

“ aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri” Sora pun kembali memeluk Sehun

“ Arra,aku tidak akan mengulangi nya lagi. Aku janji”

“ ya,kupegang janjimu”

“….”

“….”

“….”

“….”

“ aku mencintaimu”

“ aku juga mencintaimu”

 

 

 

 

FIN

 

Maaf kalau banyak kekurangan dan kurang memuaskan,hehe

Makasih udah baca ^.^

 

 

Iklan

9 thoughts on “Sick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s