Emergency Boyfriend (Chapter 3-end)

Title: Emergency Boyfriend (Chapter 3/Tamat)

Nama Author: Cassandra Ayu

Main Cast: Kim Sora (OC) dan Park Chanyeol (EXO)

Other Cast: Byun Baekhyun (EXO) Jung Eunji (apink), other EXO and Apink member as cameo

Genre: Romance, Fluff, school life.

Rate: PG-15

Length : chaptered

“Apa kau gila? Berciuman dengan Chanyeol di kantin sekolah? Apa yang kau pikirkan, Kim Sora?” bentak nyonya Kim marah kepada Sora.

“Aku minta maaf,” ucap Sora datar.

“Kau tau betapa malunya Umma saat kepala sekolah memanggilku karena kelakuanmu di sekolah?” Tambah nyonya Kim.

“Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu, itu kecelakaan,” ujar Sora masih datar.

“Dengar, aku memang menyuruhmu pacaran dengan Chanyeol, karena dia anak yang baik, tapi bukan berarti kau bisa bebas menciumnya dimanapun kau mau.”

“Aku benar-benar minta maaf, aku akan menerima hukuman apapun.”

Nyonya Kim menghela napas dengan kesal kemudian menatap Sora tajam. Namun tatapan sadisnya tidak bertahan lama, karena kemudian dia duduk di samping Sora dan dengan semangat bertanya “Jadi, kau benar-benar pacaran dengan Chanyeol sekarang?” tanyanya dengan senyum lebar.

“Ugh,” Sora mendengus pelan, “bisakah kita tidak membicarakan Chanyeol? Aku lebih baik membahas hukumanku daripada membahas Chanyeol,” ujarnya kesal.

Wae? Kau malu?” tanya Nyonya Kim sambil tertawa. “Kau tidak malu berciuman dengan Chanyeol di depan umum tapi kau malu mengakui hubunganmu dengannya di depan ibumu sendiri?” goda Nyonya Kim.

“Ugh, aku mau tidur saja,” ujar Sora sambil berdiri.

“Oh, tidak bisa, Umma masih belum selesai, kita belum membahas hukumanmu,” cegah Nyonya Kim.

Sora kembali menjatuhkan tubuhnya ke sofa yang tadi ia duduki. “Baiklah, apa hukumanku?”

“Kau tidak boleh main selama dua minggu, dan setelah pulang sekolah harus langsung pulang, tidak boleh kemana-mana. Kau hanya boleh keluar kalau ditemani oleh Chanyeol,” ujar Nyonya Kim.

“Umma, apa aku tidak salah dengar? Kenapa aku hanya boleh keluar dengan Chanyeol? Bukankah seharusnya Umma melarangku bertemu dengan Chanyeol sekarang?” tanya Sora setengah kesal dan setengah tak percaya.

Nyonya Kim menatap Sora bingung, “kenapa aku harus melarangmu pergi dengan Chanyeol? Kita ini hidup dijaman modern, umma tidak ingin menjadi ibu yang kolot dan melarang anaknya berpacaran.”

Sora menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Ini memalukan, tapi tadi aku berciuman dengan Chanyeol dan disaksikan oleh seluruh siswa di sekolah, ibu yang waras harusnya melarang anaknya bertemu dengan pria yang telah membuatnya malu,” ujar Sora dengan muka memerah.

“Jadi maksudmu Umma tidak waras?”

“Bukan begitu, tapi- Ugh, sudahlah, aku tidak mau lagi membahas ini, aku terima hukumanku,” ucap Sora sambil berjalan menuju kamarnya, terlalu malu untuk menatap ibunya sendiri.

“Hey, Kim Sora, ada apa dengan muka merahmu? Apa kau malu? Hahahaaha aku akan menelpon nyonya Park setelah ini,” Ujar Nyonya Park sambil tertawa senang.

Sora hanya memutar bola matanya dan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Di depan kamarnya, ia melihat bahwa oppa nya tengah berdiri dengan senyum mengejek kepadanya. Sora berjalan melewati kakaknya itu dan berpura-pura tidak melihatnya.

“Oh, adik kecilku ini sudah dewasa sekarang,” ledek sang kakak, membuat Sora ingin melemparnya dari lantai 2.

“Diamlah Kim Junmyeon, aku tidak mau mendengar celotehmu,” ucap Sora sambil melangkah ke kamarnya. Dia berniat membanting pintu di depan muka Junmyeon, tapi lelaki itu lebih cepat dan tau-tau dia sudah duduk di atas tempat tidur Sora.

“Minggir sana,” ujar Sora kesal, “Aku mau tidur.”

“Oh, kau pikir aku akan membiarkanmu tidur dengan tenang? Jawab pertanyaanku dulu, Dongsaeng. Apa kau benar-benar berciuman dengan Chanyeol di depan umum?” tanya Junmyeon dengan semangat.

Sora menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur dan membenamkan wajahnya ke bantal. Dia benar-benar benci kakaknya kali ini. Dia sangat malu dengan kejadian di kantin tadi siang. Dia bahkan tidak berani menatap Chanyeol secara langsung. Dia bahkan pulang duluan dan meninggalkan Chanyeol, karena dia tidak tahu mau menjelaskan apa pada Chanyeol, kalau kalau lelaki itu bertanya soal ciuman mereka.

Tapi keluarganya tidak henti-hentinya mengingatkannya pada kejadian memalukan itu. Apa mereka tidak bisa meninggalkannnya sendirian dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa?! Tentu saja tidak, apa yang kau pikirkan Kim Sora.

Tawa Junmyeon membuyarkan lamunan Sora. “Apa kau sekarang malu setelah memikirkan hasil perbuatanmu?” tanyanya sambil tertawa keras.

Sora tidak menjawab dan membenamkan wajahnya ke bantal lebih dalam.

“Hey, Kim Sora, jawab aku,” perintah Junmyeon, tapi Sora hanya diam membisu.

“Baiklah kalau kau tidak mau menjawab, aku akan ke rumah Chanyeol dan bertanya padanya saja.”

“Dasar kau Kim Junmyeon, pria berhati iblis,” Sora tiba-tiba berteriak, membuat tawa Junmyeon semakin nyaring terdengar.

“Kau tau? Chanyeol juga seperti ini, uring-uringan dan bersemu merah tidak jelas, kalian ini menjijikkan sekali,” ujarnya sambil mendorong kepala Sora berkali-kali membuat sang gadis menggigit jarinya.

“Aww, sakit tau! Kau memang wanita kasar. Apa yang dilihat Chanyeol darimu?” ujar Junmyeon marah.

“Diamlah,” bentak Sora. “Aku dan Chanyeol tidak pacaran, jadi berhenti menggodaku!”

“Wow, tidak pacaran saja kau berani ciuman dengannya, apa yang akan kau lakukan kalau kau pacaran dengannya?” Junmyeon meletakkan tanggannya di dada, bertingkah seakan dia tengah tersakiti. “Aku membesarkanmu bukan untuk menjadi wanita seperti ini, Kim Sora.”

Sora menendang kakaknya pelan. “Kejadian itu hanya kecelakaan, oke? Aku tidak bermaksud menciumnya,” ucap Sora putus asa.

“Jadi maksudmu tubuhmu bergerak atas kemauannya sendiri?,” Junmyeon tertawa semakin keras. “Kalau kau memang suka, ungkapkan saja, sister, jangan dipendam, nanti kau cepat mati.”

Sora memutar kedua bola matanya, “kau sendiri bagaimana? Kau ingin cepat mati?”

Junmyeon terkejut mendengar pertanyaan Sora, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

“Kau juga naksir perempuan bernama Park Chorong kan? Kalau kau memang suka, ungkapkan saja oppa, daripada kau cepat mati.”

“A-aapa maksudmu?” Junmyeon malah gagap. “Aku tidak naksir Chorong,” bohongnya.

“Benarkah? Kalau begitu, aku akan mengirimkan pesan padanya supaya dia berhenti mengirimmu pesan di Facebook, dia hanya akan sakit hati,” ucap Sora santai seperti tanpa dosa.

“Yah, Kim Sora! Jangan macam-macam kau,” ancam Junmyeon.

“Baiklah, sekarang keluar dari kamarku, aku mau tidur,” usir Sora.

“Oke oke,” Junmyeon mengalah dengan sedikit tidak ikhlas, namun sedetik kemudian ekspresinya melunak. “Sora-ya, temuilah Chanyeol, dia juga sama bingungnya denganmu. Lebih baik kalian cepat menyelesaikan masalah kalian, aku ingin kalian bahagia bersama.”

Sora hanya diam. “Apa maksud oppa, Chanyeol tak mungkin balik menyukaiku kan?” Ucapnya dalam hati.

Melihat Sora yang hanya mematung, Junmyeon mengacak rambut adiknya itu dan berjalan keluar kamar. Sora memikirkan nasihat kakaknya, haruskah ia berbicara dengan Chanyeol? Tapi melihat Chanyeol saja dia sangat malu, bagaimana bisa dia berbicara dengan Chanyeol.

“Ugh, ini sangat menjengkelkan, lebih baik aku tidur saja!”

***

Hal yang paling ditakutkan Sora tiba, jam makan siang. Dia bisa menghindari Chanyeol dari kemarin, tapi bagaimana kalau dia bertemu Chanyeol di jam makan siang ini. Sora sebenarnya ingin bersembunyi saja di perpustakaan, atau toilet anak perempuan, tapi Baekhyun menariknya ke kantin. Baekhyun bilang kalau dia sangat lapar dan sebagai calon istri yang baik Sora harus menemaninya. Sora mungkin akan memaki dan memukul si Byun Baekhyun aneh itu, kalau saja pikiran tidak dipenuhi dengan trik dan tips 1001 cara menghindari Park Chanyeol.

Dan tips pertama dari 1001 cara menghindari Park Chanyeol adalah jangan datang ke kantin saat jam makan siang, karena Park Chanyeol adalah si gembul tukang makan, dia tidak akan melewatkan makan siang walaupun ada tsunami menerpa. Tetapi di situlah Sora siang itu, di tengah-tengah kantin mengikuti Byun Baekhyun.

Sora bisa sedikit bernapas lega karena dia tidak menemukan Chanyeol dimanapun. Tapi kemudian dia menjadi cemas, Maag Chanyeol bisa kambuh kalau dia melewatkan makan siang!

“Mrs. Byun, Kau mau makan apa?” tanya Baekhyun membuyarkan lamunan Sora.

“Spagethi,” jawab Sora asal.

Dahi Baekhyun berkerut, “Tapi tidak ada spaggethi di kantin kita.”

“Hmm, aku tahu,” jawab Sora tanpa memperhatikan Baekhyun. Sejujurnya, Sora bahkan tak tahu Baekhyun bertanya apa, dia hanya mengucapkan hal yang terlintas di kepalanya. Dia terlalu sibuk mencari Chanyeol daripada memperhatikan pertanyaan Baekhyun.

“Kau mencari kekasih tercintamu? Apakah kalian bertengkar setelah kejadian kemarin?” tanya Baekhyun sambil tersenyum.

“Huh?” Sora balik bertanya, bingung.

Baekhyun hanya tertawa dan menarik Sora ke meja terdekat. “Sudah, jangan memikirkan Park Chanyeol terus, makan saja denganku,” ujar Baekhyun lembut.

Sora menurut saja ketika ditarik-tarik Baekhyun, jadilah dia duduk berhadap hadapan dengan Baekhyun. Sora baru sadar betapa laparnya dia saat dia melihat Kimchi jjigae terhidang di hadapannya. Sora melewatkan makan malam dan sarapan, karena sibuk memikirkan Chanyeol, jadi wajar kalau dia lapar.

Sora memakan makanannya lamat-lamat, takut menarik perhatian Baekhyun. Tapi Baekhyun pada akhirnya memperhatikannya juga.

“Ada apa antara kau dan Chanyeol?” tanya Baekhyun.

“Bukan urusanmu,” ucap Sora datar.

“Kau itu calon istriku, tentu saja urusanmu menjadi urusanku juga,” jawab Baekhyun santai.

“Byun Bekhyun, sudahlah. Aku tidak pernah setuju untuk jadi istrimu, jadi kau berhenti berkhayal,” balas Sora sengit.

Baekhyun tertawa pelan. “Kau kenapa tidak menyerah saja sih? Sudahlah lupakan Park Chanyeol, ada aku disini.”

Sora tidak menjawab dan hanya memutar kedua bola matanya. Dia kemudian memperhatikan sekitarnya lagi, siapa tahu Chanyeol ada di kantin.

“Kurasa Chanyeol tidak makan siang hari ini,” ujar Baekhyun kepada Sora yang masih sibuk memperhatikan sekitarnya.

“Um, mungkin,” balas Sora sebal. Wajahnya mendadak berubah menjadi murung dan perutnya yang tadinya lapar mendadak tidak lapar lagi.

“Kalian bertengkar?” tanya Baekhyun dengan lembut.

Sora hanya cemberut dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Jujurlah, kau bisa membicarakannya denganku, kalau kau pendam sendiri nanti kau bisa gila,” tawar Baekhyun masih sama lembutnya.

Sora hanya tercengang menatap Baekhyun tidak percaya. Byun Baekhyun ini gila atau sinting? Pikir Sora. Dia heran dengan sikap Baekhyun yang mendadak baik.

“Ehm, aku tidak ingin membahasnya,” ucap Sora lirih.

Baekhyun mengangguk tanda mengerti. “Baiklah, tapi saranku, bicarakanlah dengan Chanyeol, kalau tidak dibicarakan masalah kalian tidak akan pernah selesai.”

Sora tambah tercengang. “Byun Baekhyun, kau ini gila ya? Atau kau gila? Kenapa kau tiba-tiba jadi baik begini?” tanya Sora takjub.

Baekhyun hanya tertawa membalas ucapan Sora.

“Kau memang benar-benar aneh, Byun Baekhyun,” tutur Sora pelan kemudian melanjutkan makan siangnya.

 

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Sora dingin pada wanita di hadapannya.

“Um, ini masalah Chanyeol,” ujar wanita itu dengan gugup.

Apa-apaan sih anak ini, sudah merusak hubungan orang, malah berani mengajakku bicara,” rutuk Sora dalam hati.

“Apa? Cepat katakan!” Bentak Sora tak sabaran.

“Kau dan Chanyeol tidak boleh putus,” sembur wanita tersebut tiba-tiba.

Sora menatapnya dengan rahang menganga. “A-apa? Jung Eunji, kenapa tiba-tiba?” Sora tidak tahu ingin berkata apa. Dia menyangka Eunji ingin mengajaknya berkelahi memperebutkan Chanyeol, dan dia sudah siap pasang badan, tapi kalau Eunji tiba-tiba bersikap seperti ini Sora malah menjadi bingung.

“Aku mohon, Sora. Bicaralah pada Chanyeol, dia uring-uringan karna kalian bertengkar, dia benar-benar galau, kau harus lihat keadaannya, buruk sekali,” cerocos Eunji tanpa henti.

“Stop!” Ujar Sora sambil mengangkat tangannya ke hadapan wajah Eunji. “Apa kau bilang? Chanyeol uring-uringan?”

“Iya, aku rasa dia tidak tidur semalaman, dia juga tidak makan siang,” kata Eunji dengan wajah khawatir.

Sora mengangguk tanda mengerti. Dia mengambil napas dalam-dalam dan kembali menatap Eunji. “Dan maksudmu repot-repot mengatakan ini padaku apa? Bukankah kau senang kalau aku dan Chanyeol putus?” ujar Sora dengan ekspresi mengejek.

Eunji membelalakkan matanya tidak percaya. “Mana mungkin, kalian itu OTP ku, aku dan Chanyeol selalu membahas tentangmu, Sora.”

“Tentangku?”

Eunji mengangguk dengan semagat. “Chanyeol itu tidak bisa berhenti membicarakanmu, kalian ini imut sekali,” Ujar Eunji girang.

“Kenapa kau ribut sekali, sih?” rutuk Sora pelan. “Sekarang, dimana Park Chanyeol itu?”

“Di atap sekolah, dia merajuk seharian disana,” ucap Eunji sambil tersenyum.

Sora mengangguk pelan ke arah Eunji kemudian berjalan ke arah atap sekolah.

 

 

“Sedang apa kau disini?” tanya Sora kepada Chanyeol yang sedang asyik memandangi handphonenya.

Chanyeol mendongak ke arah Sora dan terkejut, tanpa sengaja menjatuhkan handphone-nya. “Ugh,” hanya itu yang mampu Chanyeol ucapkan.

“Kenapa kau tidak makan siang, kau mau maag-mu kambuh?” Ujar Sora dengan nada marah.

“Apa pedulimu?!” balas Chanyeol sengit.

“Park Chanyeol, kau ini kenapa? Harusnya kan aku yang marah-marah padamu.”

“Kenapa kau yang jadi marah?” tanya Chanyeol spontan. “Kau kan yang menciumku, kemudian malah menghidariku, apa hak mu marah padaku,” bentak Chanyeol.

Sora hanya diam, tidak tahu mau membalas apa.

“Kenapa kau menciumku?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

Sora tidak ingin membahas ini, tapi seperti kata Junmyeon oppa-nya tercinta “bicarakanlah” jadi Sora mau tidak mau jujur pada Chanyeol. “Aku cemburu, kau tidak memperhatikanku dan malah sibuk dengan Eunji, apasih bagusnya dia?’

“Kau? Cemburu? Kim Sora, kenapa kau cemburu? Kau tidak suka padaku, kan?” tanya Chanyeol dengan penuh harap.

“Aku? Suka padamu? Yang benar saja, seperti tidak ada laki-laki lain saja,” bohong Sora. “Kim Sora, mulutmu ini kenapa?” bentaknya pada dirinya sendiri.

“Kalau tidak suka, jangan cium-cium sembarangan, bikin orang berharap saja,” rutuk Chanyeol kesal.

“Kau? Berharap? Park Chanyeol, kau tidak suka padaku, kan?” giliran Sora yang bertanya penuh harap.

“Aku? Suka padamu? Yang benar saja, seperti tidak ada wanita lain saja,” balas Chanyeol.

Mendengar jawaban Chanyeol, Sora menjadi sakit hati. Dia sudah frustasi seharian kemarin, Chanyeol malah menambah sakit hatinya, dasar Park Chanyeol, tidak peka.

“Kalau tidak suka, pergi sana sama Jung Eunji,” bentak Sora sambil menangis.

Chanyeol menatap Sora dengan tidak percaya. “Kenapa kau malah menangis?” pekiknya bingung.

Chanyeol menggaruk kepala yang tidak gatal dan memeluk sahabatnya agar berhenti menangis. “Sudahlah, jangan menangis, mana mungkin aku meninggalkan calon istriku, aku ini kan setia aku tidak akan melirik wanita lain,” ujarnya lembut.

Sora malah mengangis dengan tambah keras.

“Yah, Kim Sora, diamlah, atau kucium,” ujar Chanyeol sedikit marah.

Mendengar ancaman Chanyeol, Sora mendadak berhenti menangis. Bukan karena dia tidak ingin berciuman dengan Chanyeol, tapi karena dia terlalu malu mengingat ciuman mereka kemarin.

“Kau sudah berhenti menangis?”

“sudah.”

“Kau tidak akan menangis lagi?”

“tidak.”

“kau yakin tidak ingin menangis saja? Biar bisa kucium.”

PLAK

Chanyeol meraba puncak kepalanya yang dipukul Sora. “Kau ini kasar sekali,” protesnya.

“Sekarang apa?” Tanya Chanyeol sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang gadis.

Sora mengedikkan bahunya. “Ntahlah, kau maunya apa?”

“Kau mau pacaran?” tanya Chanyeol dengan senyum nakal.

Sora tertawa mendengar ucapan Chanyeol. “Kau bilang aku ini calon istrimu, berarti kita sudah tunangan, kau ingin memutuskan pertunangan kita?” tanya Sora setengah bercanda.

Chanyeol tertawa pelan. “Kalau kau tidak mau pacaran ya kita menikah saja, bilang pada umma-mu, besok aku datang melamar.”

Sora memeluk Chanyeol sambil tertawa, “ya ampun, kita ini bodoh sekali,” ujarnya malu.

“Hmm, kita memang bodoh,” kata Chayeol sambil balas memeluk Sora. “Kim Sora?”

“hhmmm..”

“Ayo ciuman lagi.”

“Ugh, diamlah, dasar Park Chanyeol bodoh!”

 

“uwaaa, akhirnya,” Eunji berteriak senang sambil memukul-mukul wajahnya sendiri. “Terimakasih sunbae, berkatmu misi ini berhasil.”

Baekhyun tersenyum lembut kearah Eunji. “Sebagai cupid senior, aku wajib membantu junior-juniorku,” ucapnya.

“Aku frustasi sekali, mereka sudah saling suka sejak umur 3 tahun, tapi tidak pernah menyadarinya,” kata Eunji sedikit kesal.

“Ya, mereka memang bodoh, dan karena misi ini sudah selesai, aku akan turun ke bumi lagi untuk menyelesaikan misi baru,” ujar Baekhyun sambil mengambil panah cupidnya. “Kim Junmyeon dan Park Chorong, bersiaplah.”

Eunji melambaikan tangan pada seniornya yang telah terbang meniggalkan surga kembali ke bumi.

 

The End

 

Maaf lama banget ngepost chapter 3 nya. Emergency Boyfriend dengan ini dinyatakan SELESAI 😀

Dan kalau ada yang kesal sama Baekhyun, jangan ya, Baekhyun itu cuma cupid penolong.

Anyway, makasih banget sama semua yang baca, komen, dan nungguin FF ini. Makasih juga buat para admin yang baik hati mau ngepost-in FF ini. Makasih semuanyaaa.. sampai ketemu di FF selanjutnya ^^

FF ini di post juga di asianfanfics.com dengan nama author xingxingsii

 

 

Iklan

7 thoughts on “Emergency Boyfriend (Chapter 3-end)

  1. OMG!!!!!! Parah aku senyum2 ketawa2 sendiri bacanyaaaaaaa OMG OMG😂😂😂 Daebak!!! Author Jjanggg huhuhu thx jg udh bikin ff ini, asli so sweet bgt parah lah wkwkwkwk
    Ditunggu karya lainnya😁

  2. Itu hukuman apa hukuman kok enak bangett sihhh :>
    Ternyata baek sma eunji cupidnya tohh uwaaaa<:
    Last scene nya jgg kerennn bgt!!!!^^ suka suka~~~ ❤

  3. Ya ampun alur ceritanya gak ketebak.. baekkie trnyata cupid toh.. wkwkwk daebak thor ceritanya baguss~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s