Love Story of Nappeun Namja (chapter 1)

love story of nappeun namja

Author                        :           Hanhan

Genre                         :           School life, Romance, Etc.

Length                        :           Multi chapter

Rating                         :           Teen

Main cast                    :           Oh Hye Ra, Kim Jong In / Kai

Additional cast          :           EXO member

Disclaimer                  :           STORYLINE IS MINE.

Hyera POV

Udara menghembus kencang hingga aku bisa merasakan anginnya menarik kaos yang kupakai.

Ingin rasanya aku berteriak melepas beban yang terpendam. Aku tak sanggup membendung air mataku. Kini cairan bening itu mengalir deras di pipiku. Kalau kalian ingin tahu, kehidupanku sangat penuh masalah. Sehari-hariku penuh dengan kesedihan. Termasuk hari ini.

Benar, hari ini aku melarikan diri dari rumahku. Kenapa aku melarikan diri? Ceritanya sangat panjang, aku pun bingung ingin memulainya dari mana.

Baiklah, kalau kalian ingin tahu, aku akan menceritakannya.

Appaku seorang lelaki yang memunyai perilaku buruk. Ia sering berlaku kasar pada eommaku bahkan kepada anaknya sendiri. Pekerjaannya sehari-hari adalah bermabuk-mabukkan. Hal itu juga yang membuat eommaku jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal.

Kesedihanku tidak sampai di situ saja, beberapa minggu kemudian eonniku juga meninggal. Eonniku diperkosa oleh kekasihnya sendiri lalu ia bunuh diri setelah kejadian itu.

Bagaimana mungkin hidup ini adil? Bahkan saat itu, aku merasa hartaku satu-satunya adalah eonni. Namun ia terlalu cepat meninggalkanku.

Jika eonni masih hidup, ia pasti yang akan merawatku. Dia bahkan yang memasukanku ke SMA SOPA. Iya, SMA SOPA yang elit itu. Semua keperluanku dibiayai olehnya. Dan mungkin hidupku tidak akan serumit ini jika eonni masih hidup.

Kini aku tinggal dengan appa. Jujur saja, ia tidak pernah mengurusku. Bahkan ia sering bersikap kasar terhadapku.

Sore tadi, segerombolan rentenir datang mendobrak rumahku. Mereka bilang, appa punya hutang yang sangat banyak hingga untuk membayarnya pun tidak cukup dengan menjual rumah kami. Tapi kalian tahu apa yang lebih menyakitkan? Appa menjualku kepada mereka. Ya ampun aku ini bukan barang. Benar-benar menyedihkan. Beruntung sekali, aku berhasil melarikan diri dari mereka. Tidak banyak yang kubawa, beberapa pakaian ganti, pakaian sekolah, buku, ponsel, dan dompet. Tapi sekarang aku bingung harus tinggal dimana.

Siapa yang harus kuhubungi? Teman yang kupunya hanya Minhyuk. Ya, dia sangat baik kepadaku. Minhyuk bahkan tidak bisa melihatku kesusahan sedikit saja. Namun aku tak mungkin meminta bantuannya sekarang, karena aku sudah banyak merepotkannya. Minhyuk dan aku satu sekolah. Namja itu adalah ketua kelasku.

Kalian harus tahu bahwa aku adalah yeoja yang tertutup. Di sekolah pun hanya sedikit murid yang mengenaliku.

Terpaksa, malam ini aku harus tinggal di jalanan. Mungkin tidur di bangku taman adalah pilihan yang tepat.

Perasaan takut, sedih, bingung campur aduk menjadi satu. Tanpa kusadari, air mataku kembali mengalir. Aku tak bisa menahannya keluar dari mataku.

Kini aku sampai di sebrang sebuah bar. Dari sebrang, kulihat ada lelaki muda yang perlahan berjalan ke arahku. Aku bisa melihat jelas wajahnya yang tampan. Ya Ampun! Dia sedang mabuk. Lama kelamaan dia semakin dekat denganku. Entah apa yang ingin dilakukannya sampai memanggil-manggil diriku, aku langsung berbalik arah menjauhinya. Dia benar-benar berjalan mengikutiku. Aku segera mempercepat langkahku dan sepertinya lelaki muda itu sudah berhenti.

Hufft! Syukurlah. Tadi benar-benat menakutkan. Apalagi kalau kulihat-lihat dari wajahnya, lelaki itu seperti lelaki hidung belang. Mengerikan.

Hyera POV end!

Sekolah Seoul of performing art atau biasa disingkat SOPA sebentar lagi akan mengadakan ujian praktek menari. Semua tahu, guru-guru, murid-murid, semuanya tahu bahwa master menari di SOPA adalah Kai. Namun ada seorang murid yang tidak mengetahuinya, Hyera. Ya, bukan Kai yang kurang terkenal, melainkan Hyera yang sangat tertutup dengan lingkungannya.

Kai bisa menghipnotis orang-orang dengan gaya menarinya. Bukan apa-apa, Kai kerap menunjukan ekspresi wajahnya yang ‘evil’ saat sedang menari. Itulah alasan mengapa ketika ia latihan menari banyak gadis yang histeris melihatnya di ruang latihan dance.

Dan hari ini, SOPA memberitahu pada muridnya bahwa 3 bulan lagi akan diadakan pengambilan nilai ujian praktek menari. Pengumuman tertulis pun di tempel pada majalah dinding.

3 bulan kedepan, SOPA akan mengambil nilai praktek menari dengan tema kekasih. Dan, kami sudah menyiapkan jenis tariannya. Semua murid akan kami pasang-pasangkan (lelaki-perempuan) untuk membuat sebuah koreografi tarian sebagus mungkin. Jadi pergunakanlah waktu 3 bulan yang singkat itu untuk latihan.

Dewan guru SOPA

Semua murid ribut membahas mengenai pasangan mereka. Mereka sudah dipasang-pasangkan oleh para guru dan itu juga telah ditempelkan di samping pengumuman lainnya.

“Ah! Kenapa Woobin si namja culun itu yang menjadi pasanganku!” Gerutu seorang gadis setelah melihat namanya dipasangkan oleh murid culun bernama Woobin.

“Aissh! Pengambilan nilai macam apa ini! Aku ingin berpasangan dengan Kai!” Tambah murid gadis lainnya yang tak menerima dirinya mendapat pasangan murid lelaki bukan Kai.

“Aku ingin berpasangan dengan salah satu Genk WOLF!” Banyak gadis yang mengharap bisa berpasangan dengan Genk WOLF, sebutan untuk Kai dan teman-temannya.

“Oh iya! Coba lihat, yeoja mana yang beruntung berpasangan dengan Kai!” Usul teman mereka.

“Benar! Kim Jong In.. Kim Jong In… ah! Ini dia!” Salah satu teman mereka menemukan nama lengkap Kai tertera di barisan bawah.

“Hah? Oh Hye Ra? Siapa dia?”

“Beruntung sekali yeoja itu…”

“Aku pikir, ia yeoja culun. Mendengar namanya saja, aku belum pernah!”

“Kukira juga begitu!”

Genk WOLF atau yang dikenal dengan Kai, Suho, Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, Sehun, Xiumin, Lay, dan Chen datang menghampiri papan pengumuman untuk melihat nama pasangan mereka.
Seketika, para yeoja menjerit-jerit melihat genk WOLF datang. Wajar saja, genk WOLF adalah genk yang menduduki hierarki paling tinggi di SMA Seoul of performing art (SOPA). Namun, Kai sering bersikap semena-semena pada semua murid. Mereka semua harus menurutinya.

“Oppa!!”

“Oppa!!”

Yeoja-yeoja itu terus berteriak tidak jelas. Sedangkan genk WOLF tetap bersikap dingin.

“Eoh? Aku dengan siapa???” Kai mulai membaca nama pasangannya.

“Oh-Hye-Ra???” Kai mengeja remeh nama Hyera.

“Siapa dia? Apa dia sudah pernah kau tiduri?” Tanya Lay.

“Entahlah!” Sahut Kai singkat.

“Kurasa dia yeoja culun…” Sambar Baekhyun.

Hyera POV

Baru saja Minhyuk memberitahuku bahwa pasangan ujian menariku adalah Kim.. Jo.. ah! Aku lupa siapa namanya! Kim.. Joni..? Bukan! Kim.. Jong… oh iya! Kim Jong In.

Betapa putus asanya aku saat tahu bahwa pelaksaan ujian praktek menari adalah bertema kekasih dan berpasang-pasangan. Aku harap pasanganku adalah Minhyuk. Tapi ternyata si Jongin. Entahlah Jongin yang mana. Jangankan pernah melihat wajahnya, mendengar namanya saja sangat asing ditelingaku.

Dari Soundsystem kelasku terdengar suara seorang namja.

“Untuk kalian yang bernama Oh Hye Ra, pulang sekolah nanti temui aku di taman belakang sekolah!”

Apa? Dia bilang apa? Oh Hye Ra? Itu kan nama lengkapku! Mengapa aku bisa berurusan dengan namja? Aku tidak mau berurusan dengan mereka!

Mendengar namaku disebut-sebut, Minhyuk pun menyorotiku

“Apa kau mau kuantar untuk bertemu dengannya?” Tawarnya. Aku pun mengangguk menerima tawarannya.

Mihyuk memang sangat mengerti diriku. Kalau saja aku memberitahu masalahku sekarang, Minhyuk pasti langsung mencarikan tempat tinggal untukku. Namun aku tidak akan bilang pada Minhyuk tentang masalahku karena alasan yang sudah pernah kubilang pada kalian. Ya, aku sudah terlalu banyak merepotkannya

Hyera POV end!

Bel pulang sudah berdering kira-kira lima menit yang lalu. Terlihat Hyera dan Minhyuk menuju ke taman sekolah. Untuk apalagi? Ya jelas menemui Kai.

“Minhyuk-ah! Gomawo.. aku sudah sering merepotkanmu!” Ucap Jinhae. Tak terasa mereka mulai sampai di taman.

“Ne.. sudah berapa kali kau bilang seperti itu? Sudah kubilang, anggap saja kita ini bersaudara!” Seru Minhyuk.

Kai POV

Aku berjalan santai menuju ke taman sekolah untuk menemui yeoja yang bernama Hyera.

Setelah sekian lama, aku pun sampai di taman. Kusebar pandanganku ke sekitar taman. Namun tiba-tiba pandanganku beralih pada seorang yeoja cantik yang semalam kutemui. Aku yakin dia adalah yeoja yang semalam. Meskipun semalam aku mabuk, tapi aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dan itu benar dia.

Ada yang aneh! Ia memakai seragam yang sama denganku. Apa di murid SOPA juga? Mengapa aku tak pernah melihatnya. Ah! Kesempatan yang bagus.

Tapi, mengapa ada Minhyuk si ketua kelas 3-4 itu? Tanpa berpikir panjang, aku menghampiri mereka berdua.

“Ehem!” Aku berdehem dan membuat yeoja itu menoleh ke arahku. Tapi ada apa dengan tatapannya itu? Dia seperti orang terkejut.

Kai POV end!

Hyera POV

Suara deheman seseorang membuatku menoleh. Aigoo! Aku benar-benar terkejut saat melihat namja yang berdehem itu.

Mwo? Dia bukankah namja yang semalam mabuk dan memanggil-manggilku itu? Apa dia bersekolah di sini juga!?? Aissh…!

Hyera POV end!

Kai POV

“Boleh kutahu siapa namamu?” Tanyaku dengan wajah yang dingin.

“Na? Na.. Oh Hye Ra imnida!” Ucapnya lembut. Ya ampun ternyata gadis ini yang bernama Oh Hye Ra. Sungguh! Suaranya saja membuatku sangat luluh.

“Kau sendiri siapa?”

Apa? Pertanyaan macam apa itu? Apa dia tidak tahu siapa aku? Rasanya benar-benar mustahil.

“Kau tidak mengenalku? Aissh!!! Semua murid di sini mengenalku!!!” Dengusku, kesal. Tapi tiba-tiba Minhyuk angkat bicara.

“Hyera-ya! Ini Kim Jong In atau Kai. Ia adalah partner menarimu!” Minhyuk memperkenalkanku padanya.

Yeoja itu mengangguk pelan. “Minhyuk! Bisakah kau tinggalkan kami berdua?” Tanyaku karena jujur saja aku tidak suka melihat Minhyuk mengawasi kami berdua.

Minhyuk pun pergi dengan mudahnya. Mungkin ia tak mau cari perkara denganku.

Setelah Minhyuk meninggalkan kami berdua. Aku mulai membuka obrolanku padanya.

“Hyera, apa kau murid baru di SOPA? Aku tidak pernah melihatmu.” Ungkapku.

“Aniyo.. aku memang yeoja yang tertutup, jarang keluar kelas.” Jelas Hyera. Bahkan gaya bicaranya membuatku terus berpikiran nakal.

Rupanya dia yeoja yang tertutup. Mungkin akan lebih sulit untuk mengajaknya tidur. Tapi tak apa, sesekali biar lebih menantang. Kurasa dia sangat menarik bagiku.

“Mengapa kau memanggilku?” Tanya Hyera.

“Aku.. hanya ingin mengenalmu! Bukankah akan lebih enak jika kita saling mengenal,” Kataku pura-pura manis dihadapannya.

Dia mengangguk “Baiklah, kau sudah tahu namaku. Begitu pun denganku, aku juga sudah tahu namamu. Kalau begitu izinkan aku pulang…” Hyera mulai bangkit dari bangku taman.

Hah? Dia bilang apa? Apa dia tak tahu, berapa banyak yeoja yang menggilai dan menginginkanku? Tapi dia malah berbeda! Dasar yeoja sok jual mahal!

“Kalau aku tak mengizinkanmu pulang, bagaimana?!” Aku segera menggapai tangannya. Dan menghalangi ia pergi. Yeoja itu duluan yang memancingku seperti ini.

“Lepaskan! Kubilang lepas! Aku ingin pulang!!!” Ujarnya meneriakiku.

Berani sekali dia meneriakiku seperti itu! Aku menaruh telunjukku bibirnya yang tipis. Sebenarnya dia benar-benar menggoda sekali saat ini dan membuatku semakin ingin berniat buruk padanya.

“YA! Lepaskan! Jangan sentuh aku!”

Tcih! Sok suci sekali dia! Haruskah kuberi pelajaran untuk yeoja sombong sepertinya? Aku semakin erat memegang pergelangan tangannya. Lalu kudekatkan wajahku dengan wajahnya dan membuat ia memundurkan langkahnya. Perlahan dekat, semakin dekat, dan sangat dekat sekali. Hingga aku bisa saling merasakan napasnya yang hangat.

“Kumohon! Jangan lakukan hal buruk kepadaku…” Aku terkejut melihat Hyera yang mulai meneteskan air matanya. Namun aku masih tidak peduli dengannya.

Aku membisikan sesuatu ke telinganya “Kau tidak tahu siapa aku! Jadi jangan terlihat sombong dihadapanku. Aku bahkan bisa saja membuatmu menyesal saat ini, tapi.. gadis sepertimu terlalu sayang untuk disakiti,” Bisikku sambil tersenyum. Hyera hanya memejamkam matanya yang sudah basah karena air mata.

Karena tak tega melihatnya menangis seperti itu, aku mulai melepaskannya.

“Silahkan pulang,” Kataku kepada Hyera. Aku mulai meninggalkannya.

Kai POV end!

Hyera mulai meninggalkan taman. Ia melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 5 sore.

Lelaki gila macam apa dia?, gerutu Hyera dalam hati.

“Baiklah, aku akan mencari kost-kostan untuk kutinggali.” Katanya.

Gadis itu berjalan tenang mencari kost-kostan. Namun saat masuk ke gang-gang kecil, ia bertemu dengan tiga orang rentenir yang semalam ingin membawanya.
Ketiganya mencoba menangkap Hyera untuk yang kedua kalinya.

Hyera segera berlari. Tapi kalian tahu kan bahwa kecepatan wanita tidak seberapa dengan seorang pria. Apalagi itu ada tiga pria.
Hyera pun tertangkap di sebuah gang kecil.

“Mau kemana lagi kau?”

“Kami sudah lelah mencarimu!”

“Apa kau ingin bermain dulu dengan kami?”

Ketiga rentenir itu mengepung Hyera di gang kecil. Mereka pasti akan melakukan sesuatu yang buruk untuk Hyera.

“TOLONG!!”

“SIAPAPUN ITU! TOLONG AKU!!!

“TOLONG!!!”

Begitu Hyera berteriak, salah satu dari mereka segera membekap mulut Hyera. Mereka membius Hyera. Namun dari arah belakang tiba-tiba datang seseorang. Dan terjadi pertengkaran hebat. Seketika itu pandangan Hyera mulai gelap. Gadis itu tak sadarkan diri.

 

-to be continued…

 

7 thoughts on “Love Story of Nappeun Namja (chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s