Password

password cover

Author                                     : Bellpuciko02 (Twitter: @bellpuciko02)

Genre                                      : Romance, Fluff

Length                                     : Oneshoot

Rating                                     : T

Main Cast                                :

– Han JinAe

– Park Chanyeol

 

 

Cover by : Zillian – Korean Gallery on Facebook

 

Juga dipublish di Say Korean Fanfiction

 

Desclamaire                             :

FF ini murni hasil pemikiran aku. Terinspirasi dari temen-temen aku yang ga bisa buka password aku, dan juga password akunya. Cerita ini hanya fiksi semata yang bertujuan untuk menghibur. Jika ada kesamaan cast, alur atau lainnya mohon dimaklumi karena itu merupakan unsur ketidaksengajaan. It’s mine. Don’t be the plagiarist. Please RCL. And finally, sorry for typo(s). Gomawo^^

 

 

Summary                                 :

 

 

“Jika aku berhasil membuka passwordmu, apa yang akan kau lakukan?”

 

“…”

 

“Baiklah, kalau begitu cium aku,”

 

 

 

 

Happy Reading~~~

 

 

Line!

 

Line!

 

Line!

 

 

Berisik sekali ponsel Jinae! Tidak tahu apa kalau Chanyeol sedang bad mood. JinAe selalu saja memarahinya kalau Chanyeol ingin bermesraan. Memangnya kenapa? Toh, Chanyeol adalah pacarnya sendiri.

 

 

Line!

 

Line!

 

 

Chanyeol sudah tidak kuat. Siapa sih yang mengirim line sebanyak itu? Karena penasaran Chanyeol mengintipnya sedikit. Matanya terbelalak ketika mengetahui siapa si pengirim. Kim Jongin.

 

 

Hey, untuk apa playboy itu mengirim line sebanyak ini? Chanyeol mengeluh dalam hati. Jadi ini alasanya. Jadi ini alasan kenapa Jinae selalu marah setiap kali Chanyeol ingin bermesraan. Ternyata dia berselingkuh.

 

 

Chanyeol memanjangkan lehernya, melihat keadaan Jinae yang masih di dapur, memastikan keadaannya aman. Saat ia pikir keadaan sudah aman, ia segera meraih ponsel Jinae, Chanyeol ingin lihat seberapa sering Jinae chat dengan Jongin.

 

 

Hey! Apa ini!

 

 

Kenapa ponselnya harus dipasang password? Chanyeol semakin curiga. Apakah Jinae benar-benar selingkuh dengan Jongin? Oh astaga, ini mimpi buruk.

 

 

Klik! Klik! Klik! Klik!

 

 

Chanyeol mencoba membuka password ponsel Jinae, mencoba menebak-nebak angka sialan itu.

 

Sudah 5 kali ia mencoba, tapi semuanya salah. Ia sudah mencoba dari tanggal ulang tahun gadis itu, jadwal menstruasi, tahun kelahirannya, sampai tanggal ulang tahun Chanyeol sendiri. Namun semuanya salah.

 

 

“Chanyeol…apa yang sedang kau lakukan dengan ponselku?”

 

 

Tiba-tiba Jinae muncul di hadapannya, Chanyeol mendongak. “Berapa passwordnya?” tanyanya to the point.

 

 

Jinae merebut ponselnya dari Chanyeol, membolak-balik ponselnya, memastikan benda itu tidak apa-apa. “Itu rahasia.” sahut Jinae. “Untuk apa aku mempassword ponselku jika ada orang lain yang bisa membukanya?”

 

 

“Aku kan bukan orang lain, ayolah, beritahu aku!”

 

 

“Tidak,”

 

 

“Jinae,”

 

 

“Tidak!”

 

 

“Han Jinae, beritahu aku!”

 

 

“Sekali kubilang tidak ya tidak!”

 

 

Chanyeol cemberut. Jinae tetap tidak mau memberitahunya walau Chanyeol sudah mengeluarkan aegyo super imutnya. Chanyeol menghela nafas, kemudian ia berkata, “kau tidak sedang berselingkuh, kan?”

 

 

Jinae mengerutkan keningnya. “Apa?”

 

 

Tiba-tiba Chanyeol berlutut di hadapannya dan langsung memeluk pinggang Jinae. “Jinae-ya, kumohon jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidupnya tanpamu. Jangan pergi, Jinae-ya! Jangan berselingkuh dengan Jongin! Jangan!”

 

 

Chanyeol menghela nafasnya, dan semakin sesenggukan. “Aku janji aku akan menjadi pacar yang baik. Aku janji tidak akan membuatmu kesal. Aku janji tidak akan mendengkur lagi, makan es saat musim dingin, aku juga janji tidak akan buang angin sembarangan lagi,”

 

 

Kerutan di kening Jinae makin banyak. Ada apa dengan pria di hadapannya ini? Siapa yang berselingkuh? Dan…kenapa ia menangis? Melihat kelakuan Chanyeol yang seperti ini membuat perutnya geli, ingin tertawa.

 

 

“Ya! Kau ini kenapa? Hahahahaha,” Jinae tiba-tiba tertawa.

 

“Jongin terus mengirim line padamu, dan ponselmu yang biasanya tidak dipassword sekarang kau password. Kau selingkuh, kan?”

 

 

Mendengar itu tawa Jinae makin keras, pasalnya teori yang Chanyeol utarakan sangat tidak masuk akal. Jadi karena itu Chanyeol seperti ini? Paranoid dan menjadi norak seperti tadi. Astaga.

 

 

“Chanyeol, aku tidak berselingkuh.”

 

 

“Lalu kenapa Jongin terus mengirim line padamu dan mengajakmu bertemu di taman belakang kampus besok?”

 

 

“Aku meminjam bukunya waktu itu, dan sekarang ia memintaku untuk mengembalikannya,”

 

 

Chanyeol hanya membulat mulutnya dan mengangguk. Kemudian ia mengambil ponsel Jinae, lupa dengan tangisannya. “Kalau begitu beri aku kesempatan,” kata Chanyeol sambil duduk di sofa ruang tengah.

 

 

Jinae mengikuti langkah Chanyeol, kemudian bertanya, “kesempatan apa?”

 

 

“Jika aku berhasil membuka passwordmu, kau mau berikan apa?”

 

 

Jinae memiringkan kepalanya. Berpikir apa yang harus ia lakukan jika Chanyeol berhasil membuka passwordnya. Jinae mengangkat bahunya seolah mengatakan ‘aku tak tahu’

 

 

“Baiklah, kalau begitu cium aku,”

 

 

Jinae terlihat menimbang-nimbang tawaran Chanyeol. Kemudian mengangguk. “Baiklah,”

 

 

“Yesss! Kau membuatku bersemangat, Chagi.”

 

 

 

*****

 

 

 

Salah!

 

Salah!

 

Salah!

 

Salah!

 

Salah!

 

 

 

Chanyeol sudah mulai kehabisan akal untuk menebak password Jinae. Tidak ada satupun yang benar. Chanyeol mengerang frustasi.

 

 

“Menyerah?”

 

 

“Hampir,”

 

 

“Tidak mau aku cium?”

 

 

Mendadak semangatnya bertambah lagi ketika mendengar kalimat yang dilontarkan Jinae. Ia langsung mencoba lagi.

 

 

Salah!

 

 

Chanyeol menghela nafasnya kasar. Kenapa semua jawabannya salah? Chanyeol menyerah. Biarkan saja ia tidak mendapat ciuman Jinae hari ini, ia bisa lain kali.

 

 

Saking frustasinya Chanyeol menekan angka-angka itu asal. Ia sudah sangat kesal, putus asa, kenapa tidak mau terbuka!?

 

 

Cklek!

 

 

Astaga, kuncinya terbuka.

 

 

Chanyeol melompat kegirangan ketika ia berhasil membuka kuncinya. Hey, ingat, itu asal. Woaa keren. Chanyeol tidak henti-hentinya berdecak kagum pada dirinya sendiri.

 

 

“Woaa, kau lihat itu? Aku berhasil membukanya, Chagi. Aku berhasil! 1111, aku akan selalu ingat itu. 1111,” Chanyeol terus menggumamkan angka itu.

 

 

Chu~

 

 

Satu kecupan mendarat di bibir Chanyeol, dan itu sukses membuatnya membeku ditempat. Apa itu tadi? Butuh beberapa detik untuk membuat Chanyeol mengerti.

 

 

“Sudah impas, kan?” Jinae berkata ringan, kemudian berdiri hendak mengambil remote TV.

 

 

“Ya! Jinae-ya, itu tidak adil. Kau melakukannya saat aku lengah. Itu tidak adil! Aku minta kau ulangi,” Chanyeol memanyunkan bibirnya, minta dicium lagi.

 

 

“Perjanjiannya hanya sekali, Chanyeol.”

 

 

“Tapi itu tidak adil!” Chanyeol bersungut-sunggut.

 

 

“Oh baiklah Chanyeol, berhubung ini ulang tahunmu, dan aku juga tidak bisa memberikan apa-apa, aku akan mengabulkan permintaanmu kali ini,”

 

 

“Joha!” Chanyeol memanyunkan bibirnya lagi.

 

 

Chu~

 

 

Jinae mencium Chanyeol, lagi. Kali ini lebih lama, entah kenapa ia ingin seperti itu.

 

 

Mengetahui Jinae sudah jatuh dalam permainannya, Chanyeol segera menahan tengkuk dan pinggang Jinae untuk lebih mendekat.

 

 

Jinae sudah lelah, kehabisan nafas, ditambah lagi posisi duduknya yang sangat tidak enak untuk melakukan hal seperti ‘itu’. “Chan…Chanyeol hentikan!”

 

 

Oh baiklah Chanyeol mengalah. Ia tidak mungkin membiarkan kekasihnya ini mati kehabisan nafas. Chanyeol pun melepaskan tautan bibirnya pada Jinae.

 

 

“Kau tidak mau mengucapkan sesuatu padaku, Sayang?” tanya Chanyeol dengan nada bicara yang sedikit berbeda, lebih sedikit seduktif.

 

 

Jinae memiringkan kepalanya, berpikir. “Eum…apa ya?”

 

 

“Sesuatu seperti selamat ulang tahun atau yang lainnya? Atau kau ingin bilang ingin menikah denganku suatu hari nanti?”

 

 

Jinae memukul dada Chanyeol pelan, itu benar-benar-benar membuatnya terkejut sekaligus malu.

 

 

“Aku ingin mengatakan…eum…Chanyeol-a selamat ulang tahun, semoga panjang umur, semoga kau tidak jadi pencemburu dan paranoid seperti tadi, dan semoga juga kita bisa terus bersama selamanya. Aku mencintaimu,”

 

 

“Ouh aku sangat tersentuh,” ucap Chanyeol sambil menaruh satu tangannya di dada kirinya.

 

 

“Oh oh tunggu dulu, bisa kau ulangi lagi kata-katamu barusan? Akan aku rekam, itu akan jadi kenang-kenangan yang bagus. Aku bisa menunjukkannya pada pada anak kita nanti,” ujar Chanyeol lagi, dan itu sukses membuat pipi Jinae bersemu merah.

 

 

“Ya! Apa kau tidak tahu, mengatakan kalimat perlu keberanian yang besar. Dan itu sangat memalukan, aku tidak mau mengulangnya lagi!”

 

 

 

Epilog :

 

 

Chanyeol menggosok-gosok dagunya dengan telunjuk, dengan mimik wajah sok serius. “Ngomong-ngomong, kenapa kau menggunakan angka ‘1111’ untuk jadi passwordmu? Aku jadi penasaran,”

 

 

“Kau tidak tahu?”

 

 

“Tidak,”

 

 

“Kalau begitu aku tidak akan memberi tahu. Kau parah sekali, itu angka bersejarah.”

 

 

“Apa? Memangnya bersejarah kenapa? Itu ulang tahun mantanmu ya?”

 

 

Muka Jinae berubah garang jika disinggung tentang mantannya. “Ya! Bukan itu! Kau tidak ingat?”

 

 

Chanyeol menggeleng.

 

 

“Serius tidak tahu?” tanya Jinae memastikan.

 

 

“Tidak,”

 

 

Jinae berdecak kemudian mengambil kertas dan spidol, menuliskan angka 1111 di kertas itu. “Lihat baik-baik!”

 

 

Chanyeol melihat angka itu, memutar otaknya untuk mengingat sesuatu. Tapi tidak ada bayangan apa-apa, otaknya kosong. “Jinae-ya, aku benar-benar tidak tahu,”

 

 

Jinae menghela nafasnya pelan, kemudian menulis angka itu menjadi lebih lengkap.

 

 

’01-01-2011′

 

 

“Ada apa dengan tahun baru 2011?” tanya Chanyeol tidak mengerti. Dan tiga detik kemudian matanya mengerjap dua kali. “HARI JADIAN KITA!”

 

 

Jinae melipat kedua tangannya di depan dada, memalingkan wajahnya, pura-pura marah.

 

 

“Astaga, Jinae-ya, maafkan aku. Kenapa aku bisa lupa dengan hari jadian kita? Astaga, aku benar-benar minta maaf,”

 

 

“Masih mau mengira itu ulang tahun mantanku? Atau masih mau mengira aku selingkuh dengan Jongin?” sindir Jinae tajam.

 

 

Chanyeol terkekeh bodoh. “Hehehe, baiklah…baiklah…aku salah. Aku terlalu terbawa perasaan tadi, aku kira kau selingkuh. Lagipula siapa yang tidak cemburu kalau pacarnya mendapat pesan dari lelaki lain?”

 

 

“Ayahku bagaimana?”

 

 

“Itu pengecualian,”

 

 

“Chanyeol, dengar ya, aku tidak mungkin selingkuh darimu. Yah, aku akui kalau kau itu jauh dari kata sempurna, tapi ketidaksempurnaan itu yang membuatku mencintamu.”

 

 

Chanyeol tersenyum lebar. “Oh astaga, darimana pacarku mendapatkan kata-kata seperti itu? Aku juga mencintaimu. Kemarilah, biar aku peluk,”

 

 

Jinae mendekatkan dirinya pada Chanyeol, memeluk pria itu, kemudian berkata, “itulah yang membuatmu tidak sempurna, Chanyeol. Kau terlalu bodoh,”

 

 

“Meskipun begitu kau tetap mencintaku, bukan?”

 

 

The End

 

A/N:

Annyeong! Ada yang masih inget aku ga?? *nggak* Yaudah kalau ga inget.

 

Ini adalah ff kedua yang aku kirim ke sini setelah Ice Cream Cake. Serius deh, nervous banget walau ff kedua. Banyak yang aku pikirin pas mau ngirim ffnya. Takut banyak yang ga suka, takut banyak typo, dll. Sempet ngerasa galau juga antara publish ffnya atau jangan.

 

Tapi berhubung sekarang udah aku kirim, aku jadi merasa sedikit lega. Bagi yang udah baca ff aku makasih banget karena mau baca ff absurd ini. Mungkin masih banyak kekurangannya ya, yah maklumin aja amatiran. Masih harus belajar banyak.

 

Oh iya, bayangin aja hari ini ultah Chanyeol, aku buat ffnya ultah chanyeol tapi ga beres 1 minggu ternyata hehehe. Tau kok telat banget. Habisnya banyak yang menghambat. 50% otak, 40% deadline cover yg lama, 10% UAS. Yah itulah faktor penghambat keterlambatan ini.

 

Udah deh segitu aja curhatnya. Daripada kalian pada ngantuk baca ni note, lebih baik langsung tinggalkan jejak. Dadaahhh!

 

Regards

Chanyeol’s younger sister

9 thoughts on “Password

  1. Auww chanyeolnya kepo maksimal😂
    Dan ngira si jinAe selingkuh ama nini🙈
    Tapi couple ini sweet maksimal looh, gw suka sama cara sederhana mereka menyatakan perasaan masing2.
    Thor daebak. Suka bgt sama ff nya💕💕💨

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s