Gossip Girl #1

img_2183

Judul : Gossip Girl #1

Author : miempenao

Genre : School life

Length : Chapter

Rating : Teen

Maincast : Oh Sehun & Lee Se Young (oc)

additional cast : Park Chanyeol, Jung Eunji, etc.

Disclaimer : Hey! Aku udah publis ini di blog aku sendiri (naooomimp.wordpress.com) kalau berkenan kunjungi aja haha.

Author’s note: I’m so sorry for typo. and please give your comment reader. I really really really love you. want to be friend? just mention @naooomimp

 

***

Apa yang biasanya seorang anak SMA lakukan? Jika dia seorang namja tentu saja ia akan mengikuti kegiatan olahraga seperti basket, soccer ataupun bassball. Hal yang wajar bukan? Namun jika dia seorang yeoja, banyak yang akan ia lakukan. ya, seorang yeoja juga bisa mengikuti kegiatan olahraga seperti seorang namja.

Pada kenyataanya seorang yeoja SMA akan melakukan kegiataan seperti  melirik namja tampan, mendekati namja tampan, berdandan, bersosialisasi dan bergosip. Yap! Gosip! G-O-S-I-P adalah hal yang sangat biasa dilakukan seorang yeoja. Apalagi yeoja Chungu High School. Banyak sekali namja tampan di sekolah ini yang sangat bisa dijadikan bahan gosip.

Apalagi di Chungu High School terdapat seorang yeoja yang tidak pernah berhenti bergosip. Lee Se Young, ia adalah seorang yeoja kelas 2-2. Sejak mendapat julukan Gossip Girl Chungu High School tahun lalu. Tak jarang Se Young dicecar oleh orang yang ia gosipkan.

***

“Ayolah, apa hari ini aku harus melangkahkan kakiku ke sekolah?” keluh Se Young dengan suara lemah sambil melangkahkan kakinya keluar dari bis.

“Hey, Chanyeol! Tunggu aku!” teriak Oh Sehun, membuat Se Young tersadar bahwa Oh Sehun, namja dari kelas 2-5 berjalan beriringan dengannya. Tetapi sekarang namja itu sudah berlari menuju sahabat karibnya, Park Chanyeol.

Sehun dan chanyeol bukanlah hal penting dalam hidup seyoung hari ini. Hal yang lebih penting adalah, ia menjanjikan sebuah berita baru kepada teman-temannya. Namun, tidak satu berita baru yang dapat dijadikan alat eksistensinya.

“Tunggu… Tunggu… kemarin aku melihat Han Seonsaengnim tertidur dengan meneteskan air liurnya di atas buku absensi,” ucap Se Young dengan tatapan penuh artu. “Ahh, itu mana mungkin aku jadikan gosip setelah gosip Baekhyun oppa berpacaran dengan seorang mahasiswi.” Lanjutnya dengan lemas.

Kira-kira 50 meter lagi dan gerbang sekolah akan menyambut Lee Se Young. Biasanya gerbang sekolah akan terlihat berwarna merah muda, menyenangkan. Tapi hari ini, Se Young melihat gerbang berwarna hitam dengan tanaman seram merambat dimana-mana.

45 meter

30 meter

20 meter

10 meter

5 meter

“Lihat Se Young datang!” teriak seorang yeoja yang sepertinya sudah menunggu kedatangan Se Young sedari tadi. Matilah aku! Teriak Se Young dalam hati.

“Ayolah, Lee Se Young kami semua sudah datang dari jam 6 untuk mendengar berita besar darimu!” ucap Soo Naeun dengan semangat.

“-oh, begitu,” jawab Se Young dengan lemas dan seperti terpojok. Kini sekitar 20 yeoja merapat pada Lee Se Young. Mereka semua menunggu gosip baru yang keluar dari bibir Lee Se Young.

Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan! keluh Se Young dalam hatinya

Se Young terdiam dan berpikir sambil mengamati orang-orang disekelilingnya. Di sana ada Kim dan Jang Seonsaengnim yang berjalan bersama. ‘Oh, ayolah mereka memang sepasang suami istri’ Di sana ada Suho oppa ‘ya ampun, hidupnya terlalu sempurna dan tak ada celah untuk digosipkan’ Dan di sana Park Chanyeol dan Oh Sehun. ‘Huff mana ada hal serius di dalam dua orang namja itu.’

Se Young benar-benar tidak tahu harus mengosipkan apa. Tidak ada arah dan tujuan.

Tunggu! Oh Sehun dan Park Chanyeol! Se Young mendapatkan sebuah ide besar dan menarik, tetapi hanya berhubungan dengan Oh Sehun. Karna Se Young akan merasa lebih berdosa lagi bila mengosipkan dua orang berbeda dalam waktu yang sama.

‘Sehuna, Mian’

“Itu dia!” ucap Se Young dengan tegas dan lantang sambil menujuk ke arah Oh Sehun dan Park Chanyeol yang berada 1.5 meter di depannya.

“Wae? Ada apa dengan kita?” tanya Chanyeol dan Sehun bersamaan.

“Iya, ada apa dengan mereka, Se Younga?” Ayo jelaskan tanya seorang yeoja.

“Hmm,” se Young mengumpulkan keberanian. “Kemarin aku melihat Sehun menyatakan cinta kepada seorang Yeoja di halte bis.” Se Young mengatakan berita itu dengan cepat sambil menutup matanya.

“BENARKAH?” Semua yeoja yang merapat padanya sukses ia buat penasaran.

“Oh Sehun apakah itu benar?” tanya Soo Naeun yang entah dari kapan sudah berdiri di sebelah Sehun.

“Oh, ayolah! Apakah kalian akan percaya pada ratu gosip?” tutur Chanyeol tidak percaya namun pada akhirnya ia tetap bertanya kepada Sehun, “Apakah itu benar? Pantas saja kemarin kau pulang duluan.”

Pernyataan Park Chanyeol membuat sedikit kelegaan pada Se Young dan keyakinan anak-anak bahwa Sehun menyatakan cinta pada seorang yeoja. Namun, tetap saja hal itu tidak dapat merubah berita yang Se Young ceritakan dari kebohongan menjadi sebuah fakta. Ditambah lagi saat ini Sehun memasang ekspresi kesal dan heran pada wajahnya. Siapa yang akan percaya bahwa semua itu adalah fakta?

“Hey, Sehun, cepatlah! Bel akan berbunyi.” Desak Soo Naeun.

Sehun pun berjalan mendekati Se Young dengan tatapan seakan hendak membunuhnya dan sekarang ia tepat berada di depan Lee Se Young.

‘Matilah kau Lee Se Young!’ rutuk Se Young dalam hatinya.

“Apa kalian ingin mengetahui gadis mana yang aku tembak?” tanya Sehun dengan tatapan penuh makna kepada Se Young. Dan kini Se Young merasa bahwa hidupnya akan berakhir saat ini juga.

“Gadis itu adalah Lee Se Young.” Ucap Sehun dengan lantangnya dan membuat semua orang yang mendengarnya ikut terkejut. Terlebih lagi Lee Se Young. Wajahnya langsung pucat pasi dan ia hanya bisa menelan ludah mendengar pernyataan dari Sehun.

‘Ini benar-benar akhir dari hidupku’

“Hey! Oh Sehun! Apa yang kau bicarakan!” ucap Se Young marah

“Ayolah, Se Young jangan kau tutupi lagi hubungan kita yang baru kita jalin mulai dari kemarin,” ucap Sehun dengan nada penuh kemenangan sambil merangkul Se Young. Dan Se Young hanya bisa diam seribu bahasa. Ia menarik tangan Sehun dan membawanya menjauhi gerombolan, tapi hal tersebut malah membuat orang-orang di sana makin ramai membicarakan mereka dan membuat mereka semakin yakin bahwa mereka memang berpacaran.

“Ayo jelaskan! Apa maksudmu mengatakan hal semacam itu!” bentak Se Young sambil menyilangkan kedua tangannya.

“Hey, siapa sebenarnya yang menjadi korban di sini?” bentak Sehun tak kalah galaknya.

“Aku juga korban,” ucap Se Young lirih.

“Korban?” Kemarahan Sehun memuncak “Aku tahu reputasimu, Lee Se Young. Sejak kita sekelas tahun lalu, tiada hari bibirmu tidak bergosip. Anggaplah ini sebagai ganjaran untukmu.” Sehun pun langsung pergi meninggalkan Se Young sendirian.

Ini adalah istirahat pertama se Young tanpa bergosip dan ini adalah istirahat Se Young untuk pertama kalinya dimana ia menjadi bahan gosip.

“Itu sih memang Se Young sengaja ingin memberi tahu bahwa ia sudah jadian,” tutur Soo Naeun yang sengaja mengencangkan suaranya sehingga Se Young yang berada di pojok kelas dapat mendengarnya dengan jelas.

Tidak perlu waktu lama untuk membuat seisi sekolah mengetahui mengenai hubungan Se Young dan Sehun. Dan tidak perlu waktu lama juga berbagai gunjingan mulai terdengar dari seluruh pelosok sekolah. Mulai dari yang mengatakan Se Young hanya menginginkan uang Sehun, Se Young yang mengancam Sehun agar berpacaran dengannys atau ia akan menggosipkan Sehun. Se Young yang begini, Se Young yang begitu dan berbagai gunjingan lainnya yang membuat telinga Se Young yang mendengarnya menjadi panas.

Kini Se Young hanya bisa menghabiskan istirahat pertama di dalam kelas. Semua orang ingin mendekatinya dan bertanya tentang dirinya dan Oh Sehun, namun semua orang berbicara padanya sama sekali tidak ia jawab. Kelas 2-2 menjadi penuh oleh orang-orang dari kelas lain yang juga penasaran dengan pacar baru Oh Sehun. Dan akhirnya semua orang berpikir hal-hal buruk tentang Se Young dan makin gencar membicarakannya di belakang.

“Memang salah jika aku berpacaran dengan Sehun? Kenapa kalian semua membicarakan aku seakan aku begitu buruk sekali dan akan menjadi sebuah bencana jika aku berpacaran dengan Sehun.” Teriak Se Young sambil mengebrak meja lalu pergi begitu saja meninggalkan teman kelasnya.

Dengan langkah mantap Se Young melangkah ke kelas 2-5. Yap! Kelas di mana Oh Sehun berada. Di depan kelas 2-4 Se Young berpapasan dengan Sehun, dengan sigap ia mengambil tangan Sehun dan membawa pergi ke atap sekolah.

-Di atap Sekolah-

“Ayo kita hentikan semua lelucon ini,” ucap Se Young kesal.

“Lelucon?” Sehun menjawab seakan ia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Se Young.

“Mereka semua menganggap aku menggodamu dan menjadi pacarmu hanya karena uangmu,” penjelasan Se Young malah membuat Sehun menahan tawanya “Oh Sehun, aku serius , bilang pada mereka bahwa kita sudah putus!”

“Hah? Putus?”

“Iya, karena tidak mungkin aku atau bahkan kau memberi tahu mereka bahwa aku berbohong. Itu akan sangat buruk bagi reputasiku.” Bukannya membuat damai Se Young malah membuat Sehun menjadi marah.

“Lee Se Young, dengarkan aku!” Seyoung bisa melihat api kemarahan di mata Sehun, Sehun berjalan mendekati Seyoung, setiap Sehun maju Seyoung berusaha mundur  tapi akhirnya tidak ada tempat untuknya berpindah lagi. Seyoung sudah terjebak antaranya dan tembok ini. “Di saat ini pun kau masih saja terus memikirkan akan gelar ratu gosipmu!”  Sehun bicara begitu dekat dan jantung Seyoung sudah berdetak tidak karuan.

Se Young tidak berani menatap Sehun, ia hanya menjawabnya dengan anggukan.

“Licik sekali kau! Tunggu satu bulan dan kau boleh bilang ke semua orang bahwa kita sudah putus.” Sehun pun menjauh beberapa langkah darinya, “Aku tidak ingin disebut sebagai seorang player jika kau memutuskanmu saat ini juga.”

“Tapi, itu tidak baik untukku.”

“Kau pikir itu baik untukku? Aku harus berpacaran dengan seseorang yang mempunyai gelar seorang ratu gosip.”

“Kalau begitu kita putus saja.”

“Tidak! Satu bulan, atau kau ingin lebih dari itu?” Tanya Sehun menantang Se Young

“Baiklah! Satu bulan!” Akhirnya Se Young menerima hal itu dan dengan emosi yang meluap –luap ia berniat turun dari atap tapi langkahnya terhenti ketika Sehun menarik tangannya dan menariknya ke pelukannya.

“Apa yang kau lakukan dasar bodoh!” Se Young mencoba berontak tapi Sehun memeluknya begitu kuat.

“Aku hanya ingin bilang bahwa selama kita berpacaran, aku ingin meminta 3 permintaan darimu.” Mendengar hal itu Se Young menjadi semakin lemas. Ia mimpi buruk apa lagi yang akan segera menghampiri hidupnya.

Setelah mengatakan hal itu Sehun melepaskan pelukannya dan tersenyum penuh kemenangan di depan Se Young. Ia pun melangkah pergi dan Se Young meratapi nasibnya sendiri di atap. Melihat punggung si iblis Sehun yang menuruni anak tangga.

***

From : Oh Sehun

Kalau di keramaian aku akan bersikap baik dan manis padamu, jangan heran.

To : Oh Sehun

Kau lebih jahat dari seekor rubah!

From : Oh Sehun

Harusnya kau bersyukur! Mana ada laki-laki yang ingin berpacaran dengan seorang ratu gosip.

Se Young langsung mematikan ponselnya, ia tidak ingin berurusan dengan Sehun di rumahnya. Karena hanya di rumah ia bisa merasa bebas dari Sehun The Devil. HunDe, nama yang cocok untuk Sehun. Se Young mengganti nama kontak Sehun dengan HunDe, seHUN the DEvil.

***

“Hey, layar handphonemu itu bisa pecah jika terus kau pandangi begitu.” Ledek Luhan kepada Sehun yang daritadi hanya tiduran di sofa sambil memandangi handphonenya.

Luhan adalah seorang mahasiswa yang ngekost di rumah Sehun. Karena Tuan dan Nyonya Oh tinggal di USA untuk urusan pekerjaan, mereka memutuskan untuk menyewakan kamar rumah mereka. Ada tiga orang mahasiswa yang tinggal bersama dengan Sehun di rumahnya. Salah satunya adalah mahasiswa asal Cina ini, Xi Luhan. Dan Luhan adalah orang yang paling dekat dengan Sehun.

“Hey! Kau bahkan mengacuhkan aku!” Kini tangan Luhan mendarat di kepala Sehun dengan sedikit keras dan membuat Sehun memperhatikan Luhan sejenak. “Apa kau sedang menunggu pesan penting?”

“Ne, Hyung.” Jawab Sehun yang masih saja tetap fokus pada layar handphonenya.

“Dasar abg.” Luhan pun pergi meninggalkan sehun yang masih asik dengan dunianya.

***

Sang fajar sudah tersenyum indah di cakrawala. Entah peraturan tak tertulis atau sebuah kebiasaan . banyak murid Chungu High School yang sampai ke sekolah ± 10 menit sebelum bel berbunyi. Dan salah satunya adalah Lee Se Young. Hari ini ia melihat gerbang sekolahnya masih berwarna hitam. Se Young merasa kebahagiaanya akan lenyap sampai satu bulan ke depan.

“Se Young!” teriak Jang Eunji yang adalah sahabat Se Young sejak kecil.

“Annyeong, Eunjiya,” jawab Se Young lemas.

“Mengapa kau terlihat lemas sekali? Apa Tenagamu habis karena semalam bertelepon ria dengan Sehun?” goda Eunji.

“Siapa yang bertelepon dengan iblis itu!”

“Buktinya saja, sms dari sahabatmu ini tidak kau balas sama sekali. Kau jahat sekali, baru saja aku tinggalkan kau satu minggu untuk pergi ke Busan, saat aku kembali ternyata kau sudah melepas masa lajangmu itu. Kau tidak menungguku dan sudah mencuri start.” Ucap Eunji yang pura-pura marah.

“Eunjiya,” panggil Se Young lemas.

“Ya?”

“Apa bagusnya berpacaran dengan Oh Sehun itu!” Ucap Se Young sedikit marah dan langsung meninggalkan sahabatnya itu yang masih dipenuhi dengan tanda tanya.

“Ada apa dengan sahabatmu itu?” Tanya Park Chanyeol yang tiba-tiba sudah berada di belakang Eunji.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, mengapa kau selalu saja muncul di belakang orang seperti hantu!” Bentak Eunji marah dan langsung pergi meninggalkan Park Chanyeol.

“Jang Eunji pun tidak bisa kau dapatkan?” ledek Sehun yang kini sudah berada di samping Park Chanyeol. “Kau harus mengubah sikapmu yang suka secara tiba-tiba berada di belakang orang, kau seperti hantu. Hati-hati, nanti jodohmu bisa saja juga seorang hantu.” Ledek Sehun makin menjadi dan membuat Chanyeol semakin kesal. Kini gentian Chanyeol yang meninggalkan Sehun dan masuk ke kelas duluan.

 

10 thoughts on “Gossip Girl #1

  1. Kyaa ini lucu banget haha
    keren, suka suka suka
    penggambaran suasana nya keren, kata2 nya mudah dimengerti
    semangat terus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s