Her

her

Title : Her

By : avatar

Main Cast : Park Chanyeol (EXO), Lee Yeonhee (OC)

Genre : AU, Romance

Rating : PG-17

Length : Ficlet

Disclaimer : Don’t be Siders please & also please don’t be plagiators! Imagination world is big enough for all of us so please don’t copycat my story. This story is pure from my own wild imagination. Thank you.

All cast other than OCs belongs to God, their agencies, and their relatives.

Originally posted on My Personal Blog

Warning for TYPOS

Happy Reading, Guys!

.

.

.

.

.

.

 

Jemari-jemari itu terlihat dengan lihai menekan tuts-tuts piano. Menghasilkan alunan melodi indah penyejuk hati. Siapa pun yang mendengarnya pasti akan terbuai dengan manisnya alunan melodi yang diperdengarkan. Tapi kenyataannya si pemain tidak dalam suasana hati yang baik.

Tiba-tiba tuts-tuts piano terdengar ditekan asal-asalan dengan tidak sabaran. “Arrrgh…kenapa tidak ada kamajuan?!” Pria itu terlihat frustasi sambil mengacak-acak surai coklat gelapnya, menambah kesan sexy dan maskulin semakin melekat pada imejnya. Tapi memang imej seperti itulah dirinya dikenal banyak orang. Menjadi seorang penulis lagu ternama memang tidaklah mudah, contohnya seperti sekarang. Lagu ciptaannya sudah harus jadi dalam 10 hari lagi, tapi ilham tak kunjung mendatangi pikirannya.

Disaat-saat seperti ini—saat dirinya tidak bisa mendapat inspirasi untuk mengkomposi lagu baru—hanya satu orang yang bisa menjadi sumber kekuatannya. Gadis yang selama 4 tahun belakangan ini selalu menjadi sumber pelepas rindu di kala hati dilanda kesepian.

Tangannya meraih benda berbentuk persegi panjang tipis lalu segera mengetik nama Lee Yeonhee dalam kotak pencarian kontak. Ditekannya tombol hijau yang tertera di sana.

“Halo, ada apa chan?” Terdengar suara di seberang sana menjawab. Semua lelah dan penat terasa hilang ketika mendengar suara gadisnya.

“Tidak apa-apa. Yeon-ah, aku akan ke apartemenmu sekarang, ne?”

“Apa?! Ya, sudah jam berapa in—“

Baiklah Yeon-ah. Aku berangkat sekarang.” Chanyeol scara sepihak menutup telepon mereka. Dirinya geli sendiri membayangkan ekspresi Yeonhee sekarang. Wajar saja Yeonhee tidak ingin ada ‘tamu’ berkunjung. Bayangkan saja, sekarang sudah pukul 10 malam. Ugh, merepotkan saja.

Dengan sigap, tangan Chanyeol bergegas mengemas semua sheet-sheet lagunya. Memasukkan semua perlengkapan menulis lagunya ke dalam tas ranselnya lalu tas itu disematkannya di pundaknya. Bayangan Yeonhee sudah meracuni pikirannya, membuat dirinya tidak sabar untuk melepas rindu terhadap gadisnya itu.

 

****

 

Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Yeonhee beranjak dari sofanya, “Sebentar.” Sahutnya dari dalam apartemen. Tangannya membuka kenop pintu dan dengan jelas terpampang wajah sang kekasih yang terlihat—err—sedikit berantakan? Yeonhee berpangku tangan sambil menyenderkan tubuhnya di daun pintu. Matanya menatap penuh selidik ke arah Chanyeol dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Kau keras kepala sekali. Masih punya nyali rupanya kau ke sini?” Chanyeol mendesah dan tanpa aba-aba langsung menyerbu masuk ke dalam apartemen yang bahkan belum mendapat izin masuk dari pemiliknya. Dengan frustasi, dihempaskan tubuhnya di atas sofa. Yeonhee merasa ada yang tidak beres dengan Chanyeol. Pria yang biasanya menebar sejuta pesona lewat senyum lima jarinya itu bahkan tidak membalas perkataannya tadi di ambang pintu.

Kaki-kaki Yeonhee bergerak menuju sofa. Dirinya berjongkok, mensejajarkan posisinya dengan Chanyeol yang sedang dalam posisi tengkurap di atas sofa. Untuk beberapa detik Yeonhee meneliti Chanyeol dan menyadari bahwa kekasihnya itu sedang ada masalah.

Jemari Yeonhee perlahan menelusup ke dalam surai Chanyeol, bermain-main di sana, “Chanyeol-ah, ada apa, hm? Kau sedang ada masalah? Maafkan aku tadi melarangmu datang, aku tidak tahu. Maafkan aku, eoh?” Chanyeol mengangkat kepalanya dan membenarkan posisinya menjadi duduk. Tangan Chanyeol menepuk-nepuk spasi kosong di atas sofa di sebelahnya. Menandakan Yeonhee untuk duduk. Yeonhee hanya menurut karena dirinya tahu, kekasihnya sedang membutuhkan dukungannya saat ini.

Mata Yeonhee membelalak mendapati dirinya sudah dalam rengkuhan hangat Chanyeol. Tapi dirinya segera tersadar dan tanpa ragu mengelus punggung Chanyeol, “Kau kenapa? Ceritakanlah padaku.” Akhirnya Chanyeol melepaskan pelukannya, kedua tangannya menopang di atas kedua lututnya sambil mengusap-usap mukanya. “Entahlah, aku rasa aku sudah lelah untuk menulis lagu. Aku rasanya ingin menyerah saja.”

Yeonhee menatap Chanyeol sayu sambil tersenyum, dirinya kembali mengelus punggung Chanyeol yang duduk di sampingnya, “Hey, kau bicara apa? Menjadi penulis lagu sudah menjadi cita-citamu dari dulu. Jangan kau lepaskan begitu saja ketika sudah mulai berhasil. Cobaan memang tidak dapat kita hindari namun bisa kita hadapi, bersama. Aku akan terus mendukungmu, Chan. Dan ketika kau menyerah aku akan menjadi orang pertama yang membencimu dan aku akan membenci diriku sendiri jika itu sampai terjadi. Jadi aku mohon, jangan menyerah.” Chanyeol mengangkat kepalanya, “Kau benar—“ kedua netranya kini tertuju kepada Yeonhee, menatap gadis itu lekat-lekat, “—aku tidak boleh menyerah.”

Tangan Chanyeol kini menangkup kedua sisi wajah Yeonhee. Jarak yang sudah tidak ada artinya kian menipis. Hembusan napas Chanyeol menerpa wajah Yeonhee, membuat jantungnya berpacu cepat. Chanyeol mempertemukan kening mereka. Matanya masih menatap lekat manik mata milik Yeonhee, “Terima kasih Lee Yeonhee.”

Bibir mereka bertemu. Chanyeol melumat lembut bibir manis Yeonhee. Tidak ada nafsu atau pun hasrat, hanya ciuman manis penuh arti. Dilepasnya tautan mereka ketika merasa pasokan oksigen yang kian menipis. Kedua ibu jari Chanyeol bergerak naik untuk mengelus kedua permukaan pipi gadisnya.

“Thank you for always being by my side, Lee Yeonhee. Aku mencintaimu.”

 

 

FIN

 

A/N:

Halo-halo…apakabs semua? Ketemu lagi sama aku (kalo masih inget). Udah ga inget ya? Yasudahlah gpp #akurapopo. Sebelumnya diriku mau minta maaf kalau ada kesalahan kata dan masih banyak kekurangan di sana-sini dalam FF di atas T.T karena aku manusia biasa…yang tak sempurna dan kadang salah *malahnyanyi*. Terima kasih bayak buat kalian para readers yang sudah mau menyisipkan sedikit waktu kalian yang berharga buat like dan komen, aku terharu :” pokoknya me am saranghae lope-lope kalian.

Best regards,

avatar

12 thoughts on “Her

  1. Kereeeeen, Thor😍😍😍 Aku sudah larut didalamnya(?) jadi menurutku kurang panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang (ok ini alay hehe) tapi saya tetep suka kok, Thor. Pemilihan katanya tepat gak wagu(aneh) dan rapi aaaa saya suka😚 Lanjut terus ya, Thor, keep writing!💜

    1. Aku ikt baper *lho* (apa hubungannya) /minta digampar/ makasih udh mampir & meninggalkan jejak yaaa. Thank you buat semangatnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s