A Forgotten Life Chapter 1

A forgotten life chapter 1

Eulseongulya

Married-life,fantasy,hurt(berganti sesuai chapter)

PG 13(berganti sesuai chapter)

Length : multi chaptered

Standard disclaimer applied

Akhirnya aku putuskan buat bikin FF chaptered ber-genre utama  married life +fantasy. Aku udah punya gambaran endingnya,jadinya aku berani buat.

NO SIDERS
NO PLAGIATOR
NO COPYCAT
NO BASH

Enjoy it,and please give me a comment. Hope you like it. Happy reading…

.
.
.
.

Hae kyu POV

Hari  ini  Seon  hwa  datang  lagi ke  rumahku  dan  Chanyeol. Aku  tak  tahu  gadis  macam  apa dia,yang  masih  saja melangsungkan love  affair dengan  pria  beristri  seperti suamiku. Chanyeol mengecupnya singkat,lalu menggandeng wanita itu kekamar. Yaahh…aku  akui  ini amatlah  sakit,rasanya  laksana dihunus  sembilu  yang  telah ditaburi garam.

.
.
.
Wajar bukan,bila  aku  merasa  seperti itu?. Bila  dia  memoligami-ku pun aku  terima,asalkan  tidak  seperti ini. Tidak  dengan  gadis  lajang yang  tak memiliki  ikatan pernikahan  denganya. Sebenarnya  aku tak  terlalu  berharap  suamiku  itu mencintaiku,aku  disini  hanya untuk  melunasi  hutang  keluarga. Aku  tak  berani  membayangkan masa  depanku  akan  seperti apa,mungkin  hanyalah  lembaran kelam  yang  menceritakan  istri yang  di-dua-kan macam  sekarang ini.

.
.
.
Bisa  dibilang  aku  telah  gagal  menjadi  seorang  istri. Hei tunggu,apa  ia  pernah  menganggapku  sebagai  istri?. Ah,jangan  mimpi!. Aku  merasa  jadi  seorang  budak  disini. Kerjaanku  disini  hanyalah  mengepel,menyapu,mencuci,dan  mengerjakan pekerjaan rumah lainya.

.
.
.
Memasak-pun aku tak pernah,mana sudi Chanyeol memakan masakkanku?. Ia pasti  lebih menyukai makanan kucing yang disuapkan oleh Seon hwa daripada sup buatanku. Benakku melayang mengingat hari pertama setelah kami menikah,ia menampel masakan buatanku untuknya.

Flashback ON…(author POV)

Setelah lama memasak,Hae kyu menuju ruang makan. Ia meletakkan Stew sapi yang sudah matang ke meja makan. Sudah ada Chanyeol disana,bukanya untuk menunggu masakan istrinya,Chanyeol asyik mengoles selai ke rotinya.

“Aku tak mau makan itu.” Kata Chanyeol santai.

“Baiklah.” Sahut Hae kyu singkat diselubungi rasa sedikit kecewa. Hae kyu meletakkan Stew-nya ke meja,dan tak lama…,

PRAAANGG~~~

Hae kyu terhenyak,melihat masakanya tumpah semua ke lantai.

Yaa Park chanyeol,apa yang kau lakukan?.” Pekik Hae kyu penuh emosi.

“Singkirkan masakan sampah-mu itu dari mejaku. Aku enggan melihatnya,apalagi sampai mencium aromanya bahkan memakanya.” Titah Chanyeol enteng tanpa rasa berdosa.

“Kalau ingin membuat makanan menjijikkan seperti itu di tempat lain saja,jangan di rumahku.” Tambahnya.

Air mata Hae kyu menggenang,ia mencoba menahanya,tapi gagal.

“Dasar cengeng,begitu saja menangis!.” Hae kyu menatap Chanyeol tak percaya dengan air mata yang masih setia menghuni pelupuk mata Hae kyu.

“Apa?. Kenapa kau memandangku seperti itu?.” Tanya Chanyeol dengan nada menantang.

“Aku hanya tak pernah membayangkan bagaimana aku bisa menikah dengan pria bar-bar sepertimu.” Ucap Hae kyu dengan rahangnya yang mulai mengeras menahan amarahnya sebelum meledak-ledak. Bukankah itu sudah keterlaluan untuk standar batas manusia?.

“Ya,memang aku seperti itu. Lantas,kenapa kau mau menikahiku?. Lebih baik kau bersama Luhan bodohmu itu.”

“Luhan oppa tidak bodoh!. Kauu… kau benar-benar menyebalkan!. Kau kira aku sudi menikah denganmu?. Aku melakukan semua ini demi orangtuaku. Bila orangtuaku tidak mendesakku menikah denganmu,tanpa disuruh-pun aku akan menikah dengan Luhan sekarang ini.”

“Berisik. Diam dan pergi dari sini,aku muak melihatmu…!”

“Cih,kau pikir akupun tidak?.” Decihnya sambil beranjak meninggalkan Chanyeol sendiri. Ini pertama-kalinya Hae kyu membentak orang,biasanya ia akan tersenyum manis dan berujar lembut kepada siapapun yang dikenalnya,bahkan sampai pada orang yang baru pertama-kalinya ia lihat dijalan. Chanyeol hanya menyeringai sinis melihat perempuan itu pergi.
.
.

Hae kyu menengok sebentar badanya yang basah kuyup terkena tumpahan stew tulang sapi yang Chanyeol tepis begitu saja dari meja makan. Padahal Hae kyu sudah bersusah payah memasak sebaik mungkin karena kemampuan masak Hae kyu yang bisa dibilang dibawah rata-rata.

“Kenapa kau memperlakukanku seperti ini,Chanyeol-ssi?.” Ujarnya lantang setelah berhenti sesaat dan membalikkan badan menghadap Chanyeol yang masih sibuk dengan rotinya.

“Kau ini imbisil atau bebal sebenarnya?. Jawabanya sudah sangat kentara bukan?, aku tidak menyukaimu.” Ujar Chanyeol tanpa beban.

“Aku membencimu,kaulah satu-satunya alasan kenapa aku dan Seon hwa berpisah.” Lanjutnya.

“Baguslah bila begitu,bencilah aku semaumu.” Katanya enteng,kini giliran Chanyeol yang terperanjat mendengar perkataan Hae kyu.

“Oke,tapi jangan pernah menyesal telah mengatakan itu.” Ucap Chanyeol setelah sadar dari rasa terkejutnya.

.
.
.
Hae kyu juga masih ingat saat ‘seharusnya’ malam pertama-nya dengan Chanyeol berlangsung. Waktu itu ia mendorong Hae kyu kasar  keluar kamar tanpa perasaan dan hati nuraninya.

“Tidurlah dimanapun kau suka,asalkan tak sekamar denganku. Terserah mau didapur,kolong sofa,atau dimanapun.” Perintah Chanyeol datar. Ia mendorong lagi Hae kyu hingga tersungkur dan menghantam kaki meja. Membuat bahu kiri wanita itu kesakitan karena gelagat kasarnya tadi.

“Tapi kenapa?.” Tanya wanita itu pilu disertai sedikit rintihan.

“Cerewet. Tak usah banyak tanya dan lakukan saja.” Kata Chanyeol. Chanyeol-pun membanting pintu dan membiarkan perempuan itu meringis kesakitan diluar.

Ya,dia pria terkasar yang pernah Hae kyu temui setelah ayahnya yang selalu main tangan saat dia tidak menuruti perintah. Namun ini berbeda,ayah perempuan itu kasar agar ia tidak bandel. Sedangkan Chanyeol melakukan semua ini karena ia tidak menyukai Hae kyu atau bahkan membenci wanita itu.

.
.
.

Flashback OFF (Back to Hae kyu POV)

“Hae kyu-ya!.” Bisik seorang pria manis yang berhasil menyadarkanku dari lamunan menyakitkan itu.

“왜?뭐또?(kenapa? Apa lagi?)”

“Yang sabar,ya Hae kyu-ya. Aku tahu kau akan kuat menjalani semua ini.” Gumamnya sambil menepuk-nepuk bahuku,memberi semangat. Ia pun mulai memelukku,aku melepaskan diri darinya. Dasar pria ini…,curi-curi kesempatan saja sukanya.

“Yoo ji-ya,kapan kau akan pulang? Appa,eomma,dan aku amat merindukanmu.” Lirih Baekhyun. Aku celingukan kesana-kemari mencari Yoo ji yang dimaksud oleh Baekhyun.

“Kau ini mencari siapa?. Dengarkan aku,Byun yoo ji. Aku tahu kau tak mengerti apa yang aku bicarakan. Kau boleh mengataiku gila atau apa,tapi…,kembalilah ke dunia kita.” Ujarnya serius dengan tatapan lembut. Aku hanya cengo sendiri,apa sih maksud bocah ini?.

“변유지?,누구?(Byun Yoo ji?,siapa?)”

“네가.네가변유지.(kamu. Kamu Byun Yoo ji).”

“Yaa Byun baekhyun,siapa suruh kau ganti-ganti namaku,eoh?.” Bentakku.

“Lupakan sajalah,Yoo ji-ya. Suatu hari nanti pasti kau akan…,”

Yaa...,Min hae kyu. Bisa tidak berisik sedikit tidak,sih?.” Tukas Seon hwa. Baekhyun pun menghilang seperti biasa.

“Kau ini. Jaga mulutmu itu,jangan berisik. Mengganggu orang saja.”

“죄성해요~.(maaf~).” Jawabku singkat. Seon hwa pun kembali belalu ke kamar Chanyeol. Sedangkan Aku? Aku hanya memandang tak acuh pada gadis yang berjalan menjauh memunggungiku itu.

.
.
.
.
Tiba-tiba langkah Seon hwa berhenti,ia membalikkan badan kearahku.

“Kau tidak lupa ‘kan bahwa besok adalah hari ulangtahun Chanyeol?.”

“Eum.” Jawabku singkat tanpa niat karena aku sudah mengerti kemana pembicaraan ini mengarah.

“Baguslah,kau mengertikan apa yang kumaksud?.” Tanya Seon hwa sambil memicingkan matanya.

“Ne…,” sahutku malas.

“Anak baik,kau harus apa?.”

“Menyiapkan pesta lalu bersembunyi didalam kamar selama pesta berlangsung.” Ujarku dingin.

” Good,bagus bila kau sudah tahu itu.” Gumamnya,lalu ia beranjak dari tempat itu dan kembali menemui Chanyeol

.
.
.
.
At Chanyeol’s birthday…

“Hei bodoh mengapa kau letakkan itu disitu,pindahkan kesana!. Ya tuhan,apalagi ini? Seleramu jelek sekali,bla…bla…bla…,”  entahlah apa yang ia katakan. Aku sama sekali tak ingin mendengar ocehan gadis bermata biru itu. Menyebalkan memang,aku disuruh ini-itu. Dikatai bodoh,di maki-maki pula bila melakukan kesalahan.
.
.
.

“Memangnya nyonya rumah ini tuh siapa,aku atau kau?.” Ingin sekali aku mengutarakan hal itu. Memang sih,secara hukum aku adalah istri sah seorang Park chanyeol. Namun perasaan namja itu berkata lain,ia lebih memilih yeoja yang berada dihadapanku kini ketimbang diriku.

.
.
.
.
Beberapa jam kemudian…

Orang-orang telah memenuhi rumahku-eh,maksudku rumah Chanyeol-. Seon hwa dan Chanyeol menyambut para tamu yang tiba dengan senyum terbaik mereka. Aku hanya menghela napas lemah melihat itu semua.

“안녕유지야!(halo yoo ji!).” Sapa Baekhyun tiba-tiba,sontak aku sedikit memekik.

“어머나!,깜짝이야!(astaga!,kau membuatku kaget saja!).” Seruku sedikit melirihkan suara agar tidak ada tamu undangan yang dengar.

“Kau ini,kenapa bersedih ria macam itu?.” Selidik Baekhyun yang asyik makan pisang.

“Tidak apa.”

“Kau pasti ingin kan menghadiri pesta itu?. Tenanglah Hae kyu-rella,ibu peri akan membantumu.” Ujar Baekhyun sambil mengayun-ayunkan buah pisangnya seolah tongkat sihir. Aku mendengus,disaat seperti ini ia masih senang bermain drama.

“Hentikkan,Baekhyun-ah. Kau terlihat menjijikkan.”

“Kau ini kenapa,Hae kyu-ya?. Sudahlah,tak usah dipikirkan lagi. Takdirmu itu bukanlah disini. Tak lama lagi ia pasti akan menjemputmu bila memorimu bangkit kembali.”

“Kau ini bicara apa sih?. Apa maksudmu bicara seperti itu?.” Tanyaku datar seraya menjejalkan buah pisang milik Baekhyun yang tinggal separuh ke mulutnya agar ia berhenti berbicara.

“Yaa Byun yoo ji,kau ini tak sopan sekali.” Hardik Baekhyun agak lirih.

“Jangan panggil aku Byun yoo ji!.” Protesku dengan nada yang meninggi,membuat para tamu mendongak kearahku yang sedang duduk di perbatasan antar lantai satu dengan lantai 2.

Author POV

“Sepertinya istri Chanyeol sudah mulai gila.”

“Bagaimana tidak bila suaminya direbut oleh yeoja tak tahu diri seperti dia.”

“Memang sepertinya begitu,ck ck ck,kasihan sekali wanita itu.”

“Kalau aku jadi dia,sudah kuhabisi perempuan murahan gila itu sedari dulu.”

“Iya,benar. Kenapa ya di dunia ini ada gadis penggoda suami orang seperti dia?.”

“Iya. Harusnya gadis seperti itu dilenyapkan saja dari dunia ini.”

Begitulah rata-rata isi dari bisikan-bisikan tamu undangan. Mata Seon hwa jadi mulai berair,ia sedih dikatai yeoja tak tahu diri perebut suami orang. Ia pun langsung menghampiri Hae kyu di lantai atas dengan penuh amarah yang mencuat-cuat sampai ke puncak ubun-ubun-nya.

Yaa… apa yang kau lakukan disini,eoh?. Bukankah aku menyuruhmu berdiam diri di kamar?.” Bentak Seon hwa

“Maaf,tadi aku bosan di kamar,jadi kuputuskan untuk melihat dari sini diam-diam.”

“Bilang saja kalau kau mau mempermalukanku,’kan?. Ya sudah sana,pergilah ke pesta itu dan bertindaklah sebagai nyonya Park!. Dasar…,”

.
.
.
Seon hwa mendorong kasar Hae kyu kearah tangga. Entah kurang mujur atau apa,Hae kyu tergelincir kulit pisang milik Baekhyun yang tertinggal.

BRRUUUKKK…….

Para tamu terkaget bukan kepalang melihat Hae kyu yang tergeletak begitu saja dengan banyak darah yang terus mengucur akibat terantuk sisi meja dan terbentur anak tangga.

.
.
.

Chanyeol juga terperanjat begitu melihat Hae kyu berselimut darah. Hatinya ingin menolong,tapi badanya membeku,sepertinya ia terlalu Shock. Para tamu yang hendak menolong Hae kyu memekik histeris ketika tiba-tiba dalam sekejap mata Hae kyu menghilang laksana ditelan bumi bulat-bulat. Sedangkan Seon hwa kini tengah diteror rasa takut yang berlebihan. Jelas saja,ia adalah biang keladi dari semua ini. Akhirnya ia kabur dengan lorong magis yang baru saja ia munculkan.

.
.
.
Di tengah kekacauan yang merajalela,Orangtua Chanyeol tiba untuk memberi kejutan atas ulang tahun Chanyeol. Namun semua gagal tiba-tiba melihat keadaan tak terkendali yang semerawut dan darah Hae kyu yang masih segar membanjiri lantai.

“Nak,apa-apaan ini?.” Telisik ayah Chanyeol.

“Darah… darah siapa ini,nak?.” Timpal Ibu Chanyeol.

.
.
.
Sementara di lain sisi,tampak seorang wanita muda tegolek lemas di tempat tidur. Nampakklah 4 orang pemuda yang setia menungguinya. Selang tak lama perempuan itu membuka matanya,ia terkejut dan tak tahu kini ia dimana.

“Yoo ji-ya!. Kau sudah sadar?.” Tanya seorang pemuda bermata rusa berwarna yang terlihat amat imut dan manis.

“Aaarrghhh…,” pekik Hae kyu sambil memegangi kepalanya yang serasa akan pecah. Semua memori terputar sekilas di kepala Hae kyu,tak lama ia meringkuk di kasur. Hae kyu masih memegangi kepalanya yang masih terasa pening.

“Yoo ji-ya!. Kau tak apa?.” Tanya seorang pria berkulit seputih salju,nada cemas terpampang jelas di ucapanya.

“Ssssttt….,jangan tanyai dia dulu!. Biarkanlah dia tenang dulu.” Pinta seorang pemuda berlesung pipi dalam yang manis dengan kulit kuning langsat khas orang tiongkok-nya. Pria berlesung pipi tadi mengelus pelan kepala Hae kyu,nampaklah sinar biru langit yang keluar dari tanganya.

.
.
.
“Bagaimana keadaanya,Lay hyung?.” Tanya Baekhyun antusias.

“Ia baik-baik saja. Ingatanya yang dulu hilang akan berangsur-angsur kembali seiring waktu. Semua lukanya sudah kusembuhkan,sebaiknya ia ditinggal sendirian dahulu. Kepalanya masih dalam pemulihan atas benturan-benturan keras yang tadi menimpanya.” Jelas Lay panjang-lebar sedetail-detailnya.

“Baiklah kalau begitu,ayo tinggalkan dulu dongsaeng-ku!.” Titah seorang pria yang langsung dilaksanakan oleh ketiga pemuda lainya.

.
.
.

Selang beberapa jam kemudian, Hae kyu tersadar.

“Chanyeol-ah…! Chanyeol-ah…,kau dimana?.” Panggil Hae kyu dengan intonasi ketakutan. Tentu saja,ia sekarang sendirian di tempat yang sama sekali tak pernah ia kunjungi sebelumnya.

.
.
.

Hae kyu celingak-celinguk mencari keberadaan Chanyeol. Walaupun Chanyeol bukanlah suami yang dapat diandalkan dan dipercaya bagi Hae kyu,tetap saja Hae kyu akan mencarinya dalam keadaan seperti ini. Tak sengaja Hae kyu menangkap adegan aneh di depanya,ia tersentak dan membelalakkan matanya secara refleks.

“Ap-apaaa?…….” pekik Hae kyu tak percaya.

_____________To Be Continued____________

 

13 thoughts on “A Forgotten Life Chapter 1

    1. Ditajemin kayak gimana?. Udah ada lanjutanya kok, tapi di blog lain. Ini bukan cerita peri,kok. Tapi habis ini bakal aku reveal banyak hal biar ga membingungkan. Thanks udah comment + like yaah…

  1. Byun yoo ji? Dia adiknya baekhyun gitu?
    Trus kok dia bisa ngilang gitu? Hae kyu bidadari atw ap 😂
    Berasa kaya ad yg ganjal pas seon hwa ngilang jg,, jdi dsni yg manusia cuma chanyeol? Baekhyun peri kah? 😂😂
    Banyak bgt pertanyaan ku,, lebih baik ini dilanjutkn segera biar makin greget,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s