When Our Love Came Suddenly (Chapter 12a)

When Our Love Came Suddenly

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast   :

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member
  • Shin Yunra a.k.a Chanyeol ex-yeojachingu

 

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 16

 

“ Aku… Aku masih bisa berjalan Chanyeol, kau tak seharusnya berbuat seperti ini? Apa kau tahu? saat ini penggemarmu seperti ingin memangsaku” bisik Ayu dengan mengedarkan matanya untuk mencari apakah ada orang yang melihatnya.

“ Waeyeo..? Aku tak peduli”Ujar Chanyeol dengan sikap masa bodohnya seraya membenarkan posisi Ayu agar nyaman di gendonganya.

Ayu menunduk menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya. Dia berasa ini seperti mimpi, dia memang benar-benar sangat beruntung, betapa besar perjuangan yeoja-yeoja lainnya yang ingin dekat dengan Chnayeol, namun dia hanya sekejap mata saja untuk dekat dengan namja idol di sekolahnya.

Ayu tetap menjaga sikapnya agar tidak menimbulkan rasa iri dari yeoja lainnya. Karena Bagaimanapun juga rivalnya sangat banyak dan mungkin dapat di bilang ganas seperti Yunra. Dia tak ingin jika dirinya nanti akan terkena pelampiasan dari para oenggemar Chanyeol yang sedang murka

 

CAPTER 12

Jeritan gembira mulai menggema saat bel istirahat berbunyi, itu berarti pelajaran Lee Seongsaengnim telah usai, maka tak salah jika para siswa bersorak gembira karena merasa telah bebas dari kelas neraka. Gadis bersurai rambut hitam ini tengah sibuk mencari sesuatu dalam tas miliknya hingga mengabaikan pria berkulit susu yang sudah memasang wajah masam.

“ Suho oppa…” Panggil Lin Da semanis mungkin sambil mengacungkan sebuah lunch box berwarna pink. Semua mata tertuju padanya, dia melihat sekelilingnya, keningnya mengerut saat menyadari bahwa kini dia tengah menjadi pusat perhatian. Apakah ada yang salah dengannya?

“ Oppa? wae? kenapa kau memanggilnya oppa? Aishh jinja…. Ini membuatku sakit” ucap Sehun dengan alaynya menepuk dadanya ditambah dengan wajah melasnya.

“ Cakhaman. Hoksi neo?” Ucap Sehun menggantung dan dijawab dengan anggukan oleh Suho. Itu sudah cukup menjelaskan hubungan mereka yang sebenarnya. Suho mengalihkan pembicaraan saat merasakan tatapan aneh tertuju padanya.

“ Ige mwoya?” Suho mengambil alih lunch box itu, bibirnya tersenyum lebar menghapus wajah masamnya setelah dia membuka lunch box itu yang ternyata berisi makanan kesukaannya.

“ Bagaimana kau tahu kalau aku suka sushi?“ Tanya Suho dengan wajahnya yang berbinar.

“ Pimil..” Jawab Lin Da sambil menjulurkan lidahnya.

“ Aigooo…. kau sudah berani menyimpan rahasia dariku eoh?” Suho mengacak poni Lin Da, tawa menggelegar pun keluar dari mulut mereka, karena terlalu asik dengan dunia mereka sendiri, tanpa mereka sadari mereka kini telah menjadi pusat perhatian satu kelas.

“ Ekhemmm!! Uhuk!! Uhuk!! Bukankah ini musim dingin? Kenapa panas sekali?” Sindir Sehun sambil mengibaskan kerahnya, dia melirik ke arah dua sejoli yang sudah sepenuhnya sadar dengan keberadaan orang lain. Sehun mendecak lalu tanpa persetujuan dia merangkul leher Tao dan menyeretnya keluar kelas dengan kasar.

“ Wae? Ada apa dengan anak itu?” Suho mencoba bertanya pada teman satu groupnya yang lain namun percuma tak ada orang yang sudi menjawabnya bahkan perlahan satu per satu personil dari EXO berjalan keluar kelas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Suho mengendikkan bahunya, dia memutar badannya menjadi berhadapan dengan Lin Da. Dia tak ambil pusing dengan sikap aneh teman-temannya itu. Ani, bukan tak mau ambil pusing tapi memang dia yang tidak peka.

“ Kajja kita makan ini di kantin!” Ajak Suho dan dibalas dengan anggukan oleh Lin Da.

Saat mereka berjalan melewati Yunra dan Hyeshin, tanpa sengaja Lin Da menangkap sebuah tatapan yang sulit diartikan dari Hyeshin. Hei ada apa dengan yeoja itu? Apa dia tidak suka kedekatanku dengan Suho? Apa dia menyukai Suho? Beribu pertanyaaan pun mulai muncul di pikiran Lin Da dan ini benar-benar mengganggunya.

.

.

.

Sinar matahari siang menerobos masuk malalui jendela ruang kesehatan dan menyoroti dua insan yang tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Sang yeoja yang tengah menahan sakit dan sang namja yang tengah berlutut di hadapan yeoja itu. Jika kalian melihatnya, mungkin kalian akan merasa sedang menonton sebuah drama dengan lampu yang menyoroti dua tokoh utama.

“ Arrghhh appo..appo!” Rintihan keluar dari gadis yang diketahui bernama Ayu ini, tangannya mencengkeram bahu Chanyeol yang sibuk mengobati luka di lutut Ayu hingga berhasil membuat seragam Chanyeol terlihat kusut.

“ Tahan sebentar ok…” Ujar Chanyeol dengan lembut dan penuh perhatian. Tangannya sibuk mengusap luka Ayu dengan kapas yang sudah ditetesi dengan alkohol, Chanyeol meniup luka Ayu supaya rasa perih sedikit hilang, lalu menutupinya dengan sebuah plester.

“ Cha!! Sudah selesai!” Chanyeol beranjak dari yang semula berjongkok menjadi berdiri. Dia sedikit membungkuk untuk melihat wajah Ayu yang berair akibat menangis karena menahan sakit.

“ Ya! Uljima!” Dengan lembut kedua jempol Chanyeol mengusap air mata Ayu di pipi tembemnya.

“ Apa kau tak lapar hm? Bagaimana kalau kita ke kantin?”ujar Chanyeol mengalihkan pembicaraan, dia menegakkan tubuhnya kembali. Tangannya terulur ke arah Ayu, matanya seolah berbicara agar Ayu menyambut tangannya. Karena merasa dihiraukan, tanpa persetujuan Chanyeol mengalungkan lengan Ayu di lehernya dan memapahnya menuju kantin.

Tak ada penolakan dari Ayu, karena menurutnya saat ini dia tengah berada dalam situasi yang tak berdaya. Dia tidak akan bisa menolak permintaan Chanyeol yang nantinya akan berujung pada perdebatan, kalian pasti tahu kan sikap keras kepala dari namja bertubuh tinggi setinggi menara Eiffel itu?

.

.

.

“ Yak hyung…. Kenapa tiba-tiba kau mentraktir kami huh? Apa kau baru saja memenangkan lotre?” Tanya pemuda berkulit albino dengan mulut penuh dengan makanan.

“ Sehun-ah! Aisshhh telan dulu makananmu itu, kau sangat menjijikkan!” D.O mulai merecoh, D.O adalah pria yang paling menyukai kebersihan, dia tak suka dengan hal-hal yang kotor dan menjijikkan.

“ Waeyo? Wae?” D.O berjingkat saat makanan yang dikunyah Sehun keluar dan menganai seragamnya, wajahnya terlihat memerah bukan karena malu melainkan marah.

BRAKKK

Seluruh pengujung kantin terkejut saat D.O dengan ganasnya menggebrak meja, mata tajamnya menatap Sehun yang memasang wajah tanpa dosanya.

“ Neo! Ahhh seragamku kotor Sehun!” Semua orang yang awalnya memasang wajah tegang seketika berubah menjadi cengo. D.O dengan childish-nya menghentakkan kakinya, tangannya mencicing jijik kerah bajunya.

“ Emm D.O-ya, perlu aku bantu untuk membersihkannya?” Lin Da meletakkan sumpit yang digunakan untuk menyuapi Suho. Dia mulai beranjak dari duduknya namun seseorang berhasil menhannya.

“ NOOO!!!” ucap Suho dengan nada yang tidak rela.

“ Wae? Aku berniat menolongnnya, apa aku salah??” Lin Da menatap seluruh member EXO yang hanya mematung. Tak ada yang berani menjawab, sampai akhirnya setelah beberapa detik terdengar satu suara keluar dari bibir pemuda yang suka memakai eyeliner

“ Ahh! biar aku saja yang membantu D.O” Baekhyun dengan segera menyeret D.O ke toilet untuk membersihkan seragamnya. Semuanya harus berterimakasih kepada Baekhyun karena berkatnya pertengkaran pun batal dan berakhir. Semuanya kembali tenang dan melanjutkan kegiatan makan mereka.

“ Ayu-ah…” Lin Da memanggil Ayu yang tengah berjalan ke arah kantin, tangannya melambai-lambai supaya Ayu melihatnya.

Lin Da dapat melihat senyum Ayu yang berhasil menemukannya. Namun tak lama kemudian senyum itu berubah menjadi rintihan, Lin Da baru sadar kalau ternyata Ayu tak berjalan sendiri namun dia berjalan dengan bantuan Chanyeol yang memapahnya.

“ Ya! neo gwaenchana..? mwohaneungoya? Seseorang menyakitimu lagi huh?” Tanya Lin Da dengan over protektif. Chanyeol membantu Ayu duduk bersama dengan lainnya. Ayu berada di tengah-tengah antara Chanyeol dan Xiumin.

“ Aniya, naega gwanchanna. Tadi aku terjatuh saat berlari keliling lapangan. Geunde, geokjong hajima eonni. Ini hanya luka ringan. Sebentar lagi pasti sembuh, eoh!” Jawab Ayu meyakinkan Lin Da.

“ Ya sudah, kalian berdua cepatlah memesan makanan sesuka kalian, hari aku yang teraktir!” Ujar Suho dengan entengnya. Chanyeol yang semula tengah berebut makanan dengan Kai seketika menoleh tak percaya ke arah Suho

“ Jinjjayo?” Tanya Chanyeol dengan mata berbinar. Walaupun dia anak orang kaya namun jangan salah, Chanyeol lebih suka hal-hal yang berbau gratis, katanya sih lumayan menghemat uang, padahal uangnya selalu dihambur-hamburkan demi membeli berbagai jenis motor atau pun mobil, maka tak jarang jika Chanyeol selalu menggonta-ganti kendaraannya.

“ Heemm..” jawab Suho hanya sebuah deheman karena dia tengah sibuk melahap susi buatan Lin Da

“ Asssaaaa!!” Chanyeol menggosokkan kedua telapak tangannya dengan girang.

“ Ayu kau mau apa?” tawar Chanyeol.

“ Eumm…ramen, daebboki, bubble tea, ahh bulgogi dan cola” semua mata kini memandang Ayu dengan heran. Sedangkan orang yang tengah ditatap ini hanya menampilkan senyum polosnya.

“ Apa porsi makanmu memang sebanyak itu?” Tanya Kai dengan mata penasaran. Dia baru menemukan seorang gadis dengan porsi makan yang melebihi seorang pria.

“ Ne!! porsi makanku selalu bertambah jika ada yang gratis!!” Jawab Ayu sambil cengengesan, ternyata dia juga sama seperti Chanyeol, sama-sama penyuka gratisan.

“ Apa kau jelmaan Chanyeol dalam versi perempuan huh? Mengapa karakter kalian sama persis?” Xiumin mengeluarkan pemikirinya.

“ Ahhh mungkin kita berjodoh!!” Dengan sangat percaya diri Chanyeol merangkul Ayu dan mengerling nakal ke arahnya.

“ Aiihhh, aku muak melihatnya” gumam Chen dengan malas. Semua kembali ke aktivitas masing-masing, mereka sangan jenuh melihat sikap sok manis dari pria idiot itu. Chanyeol menggerutu saat semua menghiraukannya dan lebih memilih makanan mereka.

Ayu memilih menunduk menyembunyikan wajah merahnya yang seperti tomat. Dia masih memikirkan perkataan Chanyeol barusan, apa benar mereka berjodoh? Ahh kata-kata itu berhasil membuat jantung Ayu berdetak hebat.

Ayu kembali menegakkan kepalanya saat Chanyeol kembali dengan membawa pesanannya. Dengan semangat Ayu memakan semua pesanannya, semuanya menggeleng gemas saat melihat wajah imut Ayu dengan pipi yang mengembung karena penuh dengan makanan.

Lin Da menatap curiga kearah Chanyeol yang tak bergeming sama sekali karena sibuk memandang wajah Ayu. Matanya teak berkedip sama sekali.

Keringat dingin mulai keluar saat jari Chanyeol dengan lembut menyapu sisa makanan di sudut bibir Ayu. Ayu dapat merasakan hawa dingin mulai menerpa sudut bibirnya. Ayu melihat Chanyeol yang tersenyum lebar.

Pandangan mereka bertemu pada satu titik. Ayu seperti melihat ribuan bunga bertebaran di sekitar Chanyeol. Cukup lama mereka saling pandang, sampai akhirnya seseorang mengganggu aksi mereka dan berhasil menyadarkan pikiran mereka masing-masing.

“ Yak!!” Chanyeol menoleh dan menatap tajam pada seseorang yang telah melemparinya dengan kaleng minuman, namun dibalas dengan cengiran aneh dan juluran lidah dari pria berdimple dengan kulit putih coklat, siapa lagi kalau bukan Lay.

“ Ekhemm” Ayu berdehem menormalkan perasaannya, dia menyelipkan rambutnya di belakang telinganya dan melanjutkan makannya.

“ Ayu-ya!” panggil Xiumin, orang yang paling tua diantara mereka.

“ Nde??” Ayu menoleh kearah Xiumin yang berada di sebelah kanannya. Dia menaruh sumpitnya di dagu, kepalanya sedikit dimiringkan.

“ Eumm…oh sepertinya deokbokkimu itu terlihat enak!” ujar Xiumin sambil menjilat bibirnya.

“ Oh ne? kau mau? Cha…” Ayu menyodorkan sesendok deokbokki ke mulut Xiumin. Hati Chanyeol memanas ketika Xiumin tersenyum remeh seakan mengejeknya.

“ Yak!!” Chanyeol dengan gerakan sekilat mungkin memutar sendok yang tadinya mengarah ke mulut Xiumin kini berbalik mengarah kemulutnya dan melahapnya dengan habis tanpa sisa. Ayu hanya memandangnya dengan wajah cengonya.

“ Ya!! Itu untukku dasar idiot!!” Umpat Xiumin sewot sambil melampiranya tatapan membunuh. Chanyeol yang tak terima berdiri menantang Xiumin.

“ Wae? Aihhh beraninya kau memanggilku idiot? Dasar hyung jahat!” Teriak Chanyeol hingga menarik perhatian pengunjung di kantin.

“ Mwoya? Apa ini drama cinta segitiga?” Tanya Lin Da sambil menatap ke arah Ayu yang sibuk melerai Xiumin dan Chanyeol.

“ Mollaseo..geunde, itu hanya perasaanku atau bagaimana?” Jawab Suho dengan menopang dagunya dengan tangannya ,dia justru menonton pertikian antara Xiumin dan Chanyeol, tak ada niatan sekecilpun unutk melerainya.

“Mwonde?” Lin Da menatap Suho dengan tatapan keponya.

Suho menatap Ayu dengan saksama. “Dongsaengmu itu, mukanya terlihat sangat pucat. Apa dia sakit?” Lin Da tidak mengerti dengan ucapan Suho. Jelas-jelas tadi sahabatnya makan dengan sangat lahap.

Lin Da menolehkan pandangannya pada Ayu.“ Oh…Ayu! Hidungmu berdarah” Pekikan Lin Da berhasil membuat semuanya berhenti pada kegiatan masing-masing, bahkan Xiumin dan Chanyeol pun ikut menghentikan pertempuran mereka.

“ Ah jinjja?” Ayu mengusap hidungnya, ternyata benar yang dikatakan Lin Da tangannya yang digunakan untuk mengusap hidungnya kini penuh dengan darah.

“Ya! Gwaenchana?” Xiumin menaruh tangannya di pundak Ayu yang tengah sibuk membersihkan darahnya dengan tissue.

“Gwaenchana, aku sudah sering seperti ini. Geokjong hajima!” bahkan yeoja itu masih sempat tersenyum walaupun terlihat sangat jelas jika wajahnya benar-benar pucat.

“Wae..? kenapa kau seperti ini lagi? Kajja… kita bersihkan “ Lin Da hendak berdiri ketika Ayu menahannya.

“Lanjutkan saja makanmu eonni, aku akan membersihkannya sendiri. Lagipula ini tidak terlalu banyal. Mianhae, nan ttaemune. Mungkin kalian kehilangan selera makan karena melihat darahku.” Kemudian ia berjalan pergi meninggalkan meja itu. Namun selang beberapa langkah tubuh Ayu limbung dan terkulai lemas.

BRUUKKK

“ Ayu-ya!!”

Iklan

2 thoughts on “When Our Love Came Suddenly (Chapter 12a)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s