Gossip Girl (Chapter 2)

poster gossip girl final

Judul : Gossip Girl #2

Author : miempenao

Genre : School life

Length : Chapter

Rating  : Teen

Maincast : Oh Sehun & Lee Se Young (oc)

additional cast : Park Chanyeol, Jung Eunji, etc.

Disclaimer : Hey! Aku udah publis ini di blog aku sendiri (naooomimp.wordpress.com) kalau berkenan kunjungi aja haha.

Author’s note: Terimakasih masih setia membaca ini. I’m so sorry for typo. and please give your comment reader. I really really really love you. want to be friend? just mention @naooomimp

***

“Ada apa dengan sahabatmu itu?”Tanya Park Chanyeol yang tiba-tiba sudah berada di belakang Eunji.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, mengapa kau selalu saja muncul di belakang orang seperti hantu!”Bentak Eunji marah dan langsung pergi meninggalkan Park Chanyeol.

“Jang Eunji pun tidak bisa kau dapatkan?” ledek Sehun yang kini sudah berada di samping Park Chanyeol.“Kau harus mengubah sikapmu yang suka secara tiba-tiba berada di belakang orang, kau seperti hantu. Hati-hati, nanti jodohmu bisa saja juga seorang hantu.” Ledek Sehun makin menjadi dan membuat Chanyeol semakin kesal.Kini gantian Chanyeol yang meninggalkan Sehun dan masuk ke kelas duluan.

***

Bel istirahat berbunyi dan semua anak langsung berhamburan keluar kelas menuju kantin.Sehun berjalan dengan santainya ke kelas 2-2. Kelas Lee Se Young. Begitu ia berada di depan pintu, semua anak-anak menghentikan pekerjaan mereka dan hanya melihat kearah Sehun yang berjalan ke meja Se Young. Se Young merasa bahwa akan ada bencana yang besar menimpanya, ia mulai berkeringat dingin dan makin takut karena Sehun semakin mendekat.

“Annyoung, chagiya.” Ucap Sehun dengan muka yang dibuat begitu manis, tapi bagi Se Young itu adalah wajah iblis yang sedang menyamar karena ingin menyiksa manusia.

“Ada apa? Untuk apa kau ke kelasku?” tanya Se Young tak ramah.

“Aku ingin bicara denganmu, aku rindu padamu, apa tidak boleh seorang kekasih merindukan pasangannya?”

“Jika kau ingin bicara, kita bicara di luar.” Se Young hendak bangkit dari duduknya tapi Sehun menahan bahunya dan membuatnya duduk kembali.

-Se Young POV-

“Kalian dengar? Kekasihku ingin bicara tanpa ada kuping lain atau mata lain yang melihat, jadi aku persilahkan kalian semua untuk pergi dan meninggalkan kami berdua.” Apa! Apa dia gila! Mengapa ia begitu berani melakukan itu semua. Dan betapa bodohnya teman-teman kelasku yang dengan mudah menuruti apa yang dikatakan Sehun. Sekarang, hanya tinggal kami berdua saja di dalam kelas. Aku merasa oksigen di sini mulai menipis, aku tidak bernafas dengan normalnya. Pasti iblis ini yang sudah menghabiskan semua oksigen di sini. Tidak! Wajah Sehun kini mulai berubah, iblis dalam dirinya pasti sudah muncul. Tatapan tajam dari matanya seakan mampu menyayat diriku menjadi serpihan-serpihan kertas.

Sehun mengarahkan pandangan tajamnya kepadaku “Kau seharusnya bersikap baik kepada kekasihmu ini layaknya pasangan kekasih biasanya.” Sepasang kekasih? Ya tuhan, ia bercanda.

“Kau bukan kekasihku! Untuk apa aku bersikap baik dan manis kepadamu!”

“Ini perintah!Tidak boleh melawan.”

“Apa ini permintaan pertama?” Tanyaku dengan antusias, tentu saja antusias, permintaannya terbilang permintaan yang mudah ku laksanakan.

“Tentu saja bukan!” Aku menundukan kepalaku dengan lemas, tentu saja bkan. Tak mungkin semudah itu permintaan si iblis ini. “Ini adalah kewajiban sebagai pasangan kekasih!” kewajiban? Sialan, bertele-tele sekali iblis ini. Ya Tuhan, aku ingin segera menyelesaikan tiga persyaratan yang diminta oleh Sehun.

“Aku akan memberitahukan kepadamu persyaratan pertama,” aku bisa melihat senyum licik terukir di wajahnya.“Persyaratan pertama, kau harus selalu bersamaku saat istirahat kedua dan setiap hari Senin, Rabu dan Jumat kau harus selalu absen bekal kepadaku.” Setelah mengatakan hal yang membuatku tercengang si iblis itu langsung pergi dan meninggalkanku yang hanya bisa menerima nasibku dengan pasrah.

-Se Young POV end-

***

“Ne, oemma, saranghae,” ucap Oh Sehun menutup telepon.

“Siapa itu?” ajumma?” tanya Luhan sambil meyalakan TV lalu duduk di sebelah Sehun.

“Ne,” jawab Sehun datar, “hyung, bekal apa yang akan kau minta dari kekasihmu?” tanya Sehun yang langsung membuat Luhan penasaran.

“Bekal? Sehun apa kau sudah mempunyai kekasih?” tanya Luhan menggoda Sehun.

“Ah, hyung, jangan menggodaku seperti itu.” Muka Sehun terlihat memerah.

“Hahaha, jadi benar tebakanku! Ayo ceritakan kepadaku, siapa gadis yang sudah memikat dirimu? Apa kisah cintamu sekarang ini sama dengan kisah cinta pertamamu dahulu?”

Sehun menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.

flashback

Pagi yang baru untuk pria kelahiran 12 April, hari ini Oh Sehun menjadi siswa SMA. Tepatnya ia menjadi siswa di Chungu High school. Sehun memilih bersekolah di Chungu High School karena memang jaraknya yang lumayan jauh. Sehingga Sehun harus duduk di bus selama setengah jam untuk sampai di SMAnya dan baginya itu sangat menyenangkan.

“Hyung, aku berangkat!” teriak Sehun sambil menutup pintu.

Sehun berjalan ke sekolah barunya dengan hati penuh sukacita. Ia mempunyai satu kepercayaan bahwa masa SMA akan menjadi masa terbaiknya.

“Hey itu seperti seragam Chungu. Pasti yeoja itu juga murid sekolahku” ucap Sehun saat melihat seorang yeoja berdiri di halte tempat bis yang ia naiki akan berhenti. “Dia sangat cantik,” bisa dilihat seulas senyum ada diwajah Sehun.

Yeoja itu naik ke dalam bis yang Sehun naiki, karena Sehun berangkat cukup pagi dan bus ini bertujuan akhir di pusat kota Seoul, bus ini hampir penuh dengan para pekerja yang tidak ingin terlambat. Namun entah mengapa dari tadi tidak ada orang yang ingin duduk di sebelah Sehun padahal bangku di sebelahnya masih kosong. Sehun bahkan sempat mencium tubuhnya sendiri, mencari-cari apakah ada bau aneh dari tubuhnya, mungkin saja orang menjauhinya karena ia mengeluarkan semacam bau yang menganggu? Tapi tidak, sehun sudah sangat wangi pagi itu.Untuk hari pertamanya di sekolah baru, Sehun memakai minyak wangi yang selama ini hanya terpanjang di meja kamarnya.

Yeoja itu melihat kesekeliling bus, mencari-cari mungkin ada kursi kosong untuknya. Itu dia! Yeoja itu melihat ke arah bangku di sebelah Sehun.Yeoja itu berjalan ke arah Sehun dan Sehun sampai menahan nafasnya. Entah karena gugup atau karena apa.

“Chogiyo, apa kursi ini kosong?” suara lembut yeoja itu benar-benar membuat sehun terhanyut dalam pikirannya sendiri. “Hey!” Yeoja itu menghentakan kakinya hingga membuat Sehun tersadar kembali dari lamunannya.

“Ne, bangku ini kosong.”Jawab Sehun sedikit tergagap. Tapi sepertinya Yeoja itu tidak menyadari kecanggungannya yang dirasakan Sehun ia duduk dengan santainya seperti tidak ada sesuatu yang aneh padahal disebelahnya Sehun sangat gugup, bahkan ia takut bila suara detak jantung sampai terdengar oleh yeoja di sampingnya itu.

Sehun merasakan sesuatu yang berat di pundak kirinya, kini yeoja cantik itu sedang tidur sambil menyenderkan kepalanya di bahu Sehun.“Dia tertidur,” Sehun tersenyum dengan manisnya. Ini rasa yang aneh, Sehun tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya dan mungkin ini yang disebut cinta pada pandangan pertama.

Flashback end

***

From : Lee Se Young

Hey, Iblis! Besok aku akan memberikan bekal yang penuh racun untukmu!

To : Lee Se Young

Baiklah, besok aku juga akan membawamu ke dalam neraka bersama denganku

Hanya dengan pesan singkat dari Se Young sudah bisa membuat Sehun tertawa dan tersenyum bahagia, “Aku pasti sudah gila” ucap Sehun sambil memandangi layar HPnya.

Se Young mengerutu sebal sambil menutup screen handphonenya. Lee Se Young sedang berkeliling mencari bubuk cabai terpedas di minimarket dekat rumahnya. Niatnya untuk mengerjai Sehun ternyata benar-benar Se Young jalankan.

“Chogiyo,..” suara seorang namja membuat Se Young mengalihkan pandangannya ke arah sang pemilik suara.

“Mian, aku menghalangi jalanmu,” Se Young yang tadi berjongkok untuk menjalakan misinya kini bangun dan memberikan jalan untuk namja tersebut.

“Oh, tidak, aku hanya ingin meminta bantuanmu.Apakah kau bisa mengambilkan bubuk cabai terpedas di rak bawah itu? Karena aku lihat kau juga ingin membelinya.”

“Ah, bubuk cabai, aku memang mencarinya tapi di rak bawah ini sudah habis,” ucap Se Young sambil mengangkat kedua bahunya.

Namja itu hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi berlalu meninggalkan Se Young yang masih sibuk mencari bubuk cabai itu.

“Kau masih berusaha mencari bubuk cabai itu?” namja itu ternyata kembali.“Tada!” Namja itu memegang dua bungkus bubuk cabai dan menunjukkannya tepat di depan wajah Se Young. Begitu bahagia seperti habis mendapatkan harta karun. “Aku menemukannya, ternyata ada di kasir. Ini untukmu satu.” Namja itu memberikan satu bungkus bubuk cabai itu kepada Se Young. Se Young menerimanya dengan gembira karena misinya untuk mengerjai Sehun akan berjalan dengan sukses.

“Gomawo,” Se Young membungkuk sambil mengucapkan terima kasih kepada namja itu.

“Aku Xi Luhan,” namja itu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut ramah oleh Se Young. “Aku Lee Se Young,”

“Terima kasih sekali lagi, aku akan ke kasir untuk membayar dulu.”

“Ah, tidak perlu.” Luhan menahan tangan Se Young yang hendak pergi menuju kasir “Aku sudah membayarnya.”

“terima kasih sekali lagi,” Se Young kembali membungkuk mengucapkan terima kasih kepada Luhan.

“Tidak perlu sungkan, aku membelikanmu karena aku kagum akan kegigihanmu mencari bubuk cabai itu” Luhan mengancungkan kedua jempolnya kepada Se Young.

“Terima kas…”

“Ahh, lihat kau pasti ingin mengucapkan terima kasih lagi!” Luhan menghentikan Se Young yang ingin mengucapkan terima kasih lagi.Mereka berdua pun tertawa beberapa saat.

“Luhan ssi, aku harus pergi sekarang, masih banyak tugas sekolah yang harus aku kerjakan.” Se Young berjalan ke pintu keluar minimarket 24 jam itu

“Nona Lee Se Young,” Luhan memanggil Se Young yang membuat sang empunya nama menghentikan langkah dan kembali menoleh ke Luhan.

“Apakah rumahmu di sector 7A?” Luhan berbicara sambil menghampiri Se Young.

“ani, rumahku jauh sebelum sector 7A, aku berada di 5B.”

“Baiklah, ayo kita berjalan bersama,” Luhan menarik tangan Se Young sebelum Se Young sempat menjawab.

“Luhan ssi,” Se Young menghentikan langkahnya dan menarik tangannya yang dari tadi Luhan genggam.“Sektor 7A sangatlah jauh bila kau berjalan kaki.”

“Kau tidak usah khawatir, bila berjalan bersama jarak jauh akan terasa singkat bukan? Lagipula aku tahu jalan pintas dari sector 5B ke 7A”

***

 

Iklan

5 thoughts on “Gossip Girl (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s