LOVE KILLER Part 2

LOVE KILLER

Title                     :  LOVE KILLER

Cast                     :

  • Kim Joon Myun/Suho ( EXO )
  • Do Kyungsoo ( EXO )
  • Kim Sooyong ( OC )
  • Kim Jisoo ( Actor )
  • Shin HyeRa ( OC )

 

Lenght                 :  Chapter

Rating                  :  T

Genre                   :  School Life, Romance

Author                 :   @helloimterra91 & @beeeeeestarioka

( Cerita ini juga dipublish di facebook fanpage https://www.facebook.com/Dreamland-Fanfiction-EXO-Seventeen-Fanfiction-715754941857348/?fref=ts   )

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

Pagi ini HyeRa diantar Hongbin ke sekolah. “Turunkan aku diparkiran” perintahnya. Dia tidak suka menunjukkan kekayaan milih Ayah.

 

Dengan lihai Hongbin memarkirkan mobil. Begitu selesai, dia menarik rem tangan. Dia menunggu HyeRa keluar sampai masuk gedung sekolah.

 

“Dimana sepatu bodoh itu” gerutunya pelan sambil mencari dikursi belakang. Setelah menemukannya, dia ambil lalu memakai tas.

 

Tin! Tin!!!

 

Bunyi klakson mengambil perhatian HyeRa dan Hongbin. Sebuah mobil mahal berwarna putih berhenti tepat didepan mobil HyeRa. Kaca depan bagian kemudinya turun, menampilkan sosok si pemilik kendaraan. Suho tersenyum kecil. Gerakan tangannya menyuruh HyeRa agar mendekati mobilnya setelah ini. Kemudian Suho parkir tidak jauh dari mobil HyeRa.

 

“Siapa dia?” tanya Hongbin.

 

“Orang bodoh!” jawab HyeRa asal sambil keluar dari mobil.

 

HyeRa mendekati mobil Suho dengan langkah santai. Begitu sampai, dia ketuk kaca bagian depan. Suho menurunkannya. Kepalanya menyuruh HyeRa agar masuk.

 

“Untuk apa? Aku hany-“ ucapan HyeRa terputus karena Suho menaikkan kaca. Tanda bahwa dia tidak mau mendengar apa-apa.

 

Dengan berat hati HyeRa menuju pintu depan disisi lain. Dia masuk dan disambut senyum oleh Suho.

 

“Ini!” HyeRa serahkan kantung berisi sepatu yang dibelinya kemarin. Sepatu Suho yang harus dia ganti.

 

Suho menerimanya dengan senang hati. Dia puas HyeRa menurutinya. Langkah awal membuat gadis ini tunduk berjalan lancar. HyeRa yang ingin keluar tertahan oleh bunyi klik. Suho mengunci pintunya.

 

“Apa lagi? Kau sudah mendapatkan sepatumu. Sekarang biarkan aku keluar”

 

“Kita keluar bersama” jawab Suho sambil melepas sepatu milik HyeRa yang dia pakai.

 

“Dan aku harus berterima kasih padamu? Ti-dak! Cepat buka pintunya”

 

“Berisik sekali” Suho melempar satu-persatu sepatu gadis itu.

 

HyeRa menangkap sepatunya dengan kesal. Dasar laki-laki kurang ajar!

 

Setelah selesai memakai sepatu baru, senyum Suho semakin tertarik. Mulutnya bahkan mengembang lebar. Dia sangatlah puas.

 

“Ayo masuk” perintah Suho semaunya. Dia membuka kunci lalu keluar.

 

HyeRa memasukkan sepatunya kedalam kantung dengan wajah cemberut. Dia keluar setelahnya.

 

Tanpa mempedulikan Suho yang menunggunya, HyeRa berjalan kemobilnya, Hongbin keluar. Dia menyambut dan menerima bungkusan dari HyeRa. HyeRa tidak bicara apa-apa, dia langsung meninggalkan dua pria itu.

 

Suho tidak bosan mengumbar senyum dengan melihat tingkah HyeRa. Dia sukses membuatnya kesal. Ini adalah pembalasan. Dia menyusul HyeRa lalu mensejajarkan langkah mereka.

 

“Berapa gaji Ayahmu yang kau habiskan untuk membeli sepatu ini?”

 

HyeRa berhenti didepan Suho. Dia menatapnya tajam. Sedetik kemudian dia menyunggingkan senyum. Senyum manis diwajah yang cantik. Suho sedikit terpesona. Ternyata gadis menyebalkan ini cantik juga, pujinya dalam hati. Tapi, “Awwwww!!!” dia berteriak setelah HyeRa menginjak kakinya dengan begitu keras. “YAK!”

 

Ekspresi HyeRa masih ramah dengan senyum diwajahnya, “Kata orang, kita harus menginjak sepatu baru agar lebih nyaman dipakai” tatapannya kembali tajam, “Kau mau lagi?” dia hentakkan kakinya. Suho mundur seketika. “Dengar, jika kau ingin menggangguku sama seperti kau mengganggu siswa lain, kau salah mencari korban. Atau, jika kau tertarik padaku karena aku cantik setelah kau melihat senyumku, maka aku tidak akan pernah memberikan hatiku padamu. Urus dirimu sendiri, aku tidak mau ikut campur!” dia berbalik meninggalkan Suho. Dia mengeluarkan headset yang sudah tersambung dengan ponsel yang berada dalam saku blezer. Dia mendengarkan musik untuk menenangkan diri dan tidak mau mendengar apa yang akan Suho katakan selanjutnya. Urusan mereka sudah selesai.

 

Suho tidak meneriaki HyeRa atau memanggilnya. Amarahnya terlalu besar untuk menghabisi gadis itu sekarang juga. Dia membuatnya marah besar. Sangat besar hingga Suho ingin sekali mengurungnya. Kurang ajar!

 

Pujian akan kecantikan HyeRa langsung dia tepis ketika gadis itu dengan percaya dirinya membaca pikiran Suho. Dia cantik, tapi dia iblis!

 

Suho tersenyum miring. Mari kita pertemukan iblis itu dengan iblis sesungguhnya.

 

 

 

…………………………………………………………….

 

 

 

Sooyong tiba di sekolah lebih awal. Hanya ada beberapa murid dalam kelas. Biasanya Sooyong memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk belajar atau sekedar membaca buku.

 

Park Chanyeol mendatangi mejanya. Dengan sikap yang sangat tidak sopan, dia mengusir Chanwoo yang duduk didepan Sooyong. Dia balikkan kursi Chanwoo agar berhadapan dengan Sooyong yang tengah menulis dibukunya.

 

“Selamat pagi, Kim Sooyong~” sapa Chanyeol dengan senyum semanis mungkin.

 

“Apa?” sahut Sooyong tanpa menatapnya.

 

“Apa kau sudah sarapan? Kalau belum ayo kita sarapan bersama”

 

Sooyong mengela nafas lalu dia tutup bukunya. Dia tatap malas laki-laki didepannya yang masih tersenyum. “Sebenarnya kau ini mau bicara apa? Langsung saja”

 

Chanyeol tidak langsung menjawab. Tatapannya kini mengarah pada Suho yang datang dengan wajah cemberut. Sooyong ikutan melihatnya.

 

“Kenapa dia?” tanya Sooyong sambil melirik Suho yang duduk tidak jauh darinya.

 

“Aku baru mau membicarakan masalah Suho sambil sarapan. Kau tahu, dia marah karena murid baru alias Shin HyeRa telah mempermalukanya kemarin” jawab Chanyeol dengan wajah semangat tak tahu kalau Suho memperhatikannya dengan wajah yang memerah tapi Chanyeol tidak peduli.

 

Sooyong terlihat tidak percaya. “Kau serius?”

 

Chanyeol mengangguk mantap.

 

“Sepertinya HyeRa bukanlah gadis biasa. Dia pasti punya kekuasaan yang sangat besar” Minji yang muncul entah dari mana ikut menambahkan. Dia membuat Sooyong semakin penasaran dengan identitas si murid baru.

 

“Ah lihat, dia datang”

 

Tak lama gadis yang mereka bicarakan masuk kelas dengan cueknya. Baru saja Chanyeol siap menggoda Suho, laki-laki itu harus menahan keinginannya begitu Suho menatapnya sinis. Cepat-cepat dia kembali kemejanya sebelum sang ketua kelas meluapkan emosi.

 

HyeRa juga pergi dari mejanya setelah menyimpan tas. Dia berpapasan dengan orang yang ingin Sooyong hindari. Tapi tinggal dalam kelas yang sama membuat segalanya tidak mungkin.

 

Ekspresi Suho melunak. Dia pandang wajah orang itu. Dengan gerakan kepala, Suho menyuruh untuk mengikutinya keluar.

 

Mereka berdua pergi ke atap. Biasanya kalau Suho atau Kyungsoo mengajaknya ketempat ini maka laki-laki dengan panggilan Bokdong itu harus bersiap menjalankan tugasnya sebagai anjing penjaga.

 

Dia mengambil rokok dari saku celana lalu menyulut dan menghisapnya. “Ada apa?”

 

“Kau lihat wanita tadi kan?”

 

“Maksudmu Shin HyeRa?”

 

Suho tidak menjawab.

 

“Kau ingin aku membereskannya? Sejak kapan kau mengganggu perempuan?”

 

“Siapa yang memintamu membereskannya. Aku hanya ingin sedikit bermain-main dengannya”

 

Mata laki-laki itu mengernyit.

 

“Cari informasi lengkap tentang dia termasuk keluarganya”

 

“Aku tidak bisa!” tolaknya cepat.

 

“Kenapa?”

 

“Selama Kyungsoo pergi, aku harus menjaga Kim Sooyong setiap saat. Lebih baik kau suruh orang lain. Aku dibayar bukan untuk melayanimu. Kau benar-benar membuang waktuku” dia menjatuhkan rokoknya yang tinggal setengah lalu menginjaknya. Dia bersiap untuk pergi.

 

Namun pertanyaan Suho menahannya, “Kau menyukai Sooyong kan?”

 

DEG!

 

Dia menatap Suho. “Omong kosong apa lagi ini!” dia mendengus untuk menghilangkan kegugupannya.

 

“Kau pikir aku tidak tahu? Aku bisa menebak dari caramu memandangnya”

 

“Aku tidak-“

 

“Berhati-hatilah. Jangan sampai Kyungsoo tahu. Selama ini dia percaya padamu. Menurutmu, apa yang akan dia lakukan kalau dia sampai tahu hal ini?” Suho tersenyum licik. Rencananya berhasil membuat laki-laki tinggi ini berbalik tunduk padanya.

 

“Kau memang licik Kim Joon Myun” dia menatapnya jijik. Ingin sekali dia menghabisinya, tapi itu sama dengan mengakhiri hidupnya. Dia tidak punya siapa-siapa. Tidak ada seorangpun yang bisa melindunginya. Terkadang, dia merutuki nasibnya yang harus hidup dibawah perintah orang lain. Menyuruhnya melakukan hal yang tidak dia suka. Membuatnya tumbuh dengan penuh kebencian.

 

“Kami memang tumbuh dengan sifat seperti ini untuk bertahan. Bahkan saudara kandung pun bisa saling berkhianat. Jadi bagaimana? Keputusan ada ditanganmu”

 

“Baiklah. Apa yang harus aku lakukan?”

 

 

 

…………………………………………………..

 

 

 

HyeRa termenung di taman belakang yang tidak sengaja dia temukan setelah kembali dari kamar mandi. Dia pandang tumbuhan hijau yang bermekaran dengan cantiknya. Dia jadi teringat Hongbin. Senyumnya terukir seketika.

 

“Kau sudah gila?”

 

Pertanyaan anarkis itu merusak ketenangan HyeRa. Dilihatnya Suho berdiri tidak jauh darinya. Suho melihat HyeRa dari atap. Dia putuskan mendatanginya setelah urusannya dengan Bokdong selesai. Tanpa persetujuan HyeRa, Suho duduk disebelahnya.

 

HyeRa kembali menatap keindahan warna-warni flora didepannya. Perasaannya selalu tenang setiap dia melihat bunga. Mungkin karena sosok seseorang yang membuat perasaannya menjadi nyaman. Bunga yang mengingatkannya kepada orang itu.

 

Suho juga tidak membuka mulutnya. Dia biarkan HyeRa. Dia ikut menikmati kecantikan yang ada didepannya. Wajah yang jauh lebih indah daripada bunga.

 

Bunyi bel mengembalikan kesadaran HyeRa. Dia berdiri. Dia berbalik tanpa pamit seakan dia sendirian sejak tadi.

 

“Kau bilang aku tertarik padamu” teriak Suho. Dia sengaja agar HyeRa berhenti. Tapi ternyata gadis itu terus berjalan. “Yak! Aku bicara padamu!” HyeRa tetap tidak berhenti. Suho mengeram kesal. Dia berlari mengejarnya.

 

Suho menahan lengan HyeRa agar dia tidak kabur. “Kau mengacuhkanku?”

 

HyeRa tidak menjawab. Mereka saling beradu sengit.

 

“Kau ingin aku mengganggu Syuhan?”

 

“Kau mengancamku?”

 

“Wahhhh, akhirnya kau membuka mulutmu” dia lepaskan lengannya untuk bertepuk tangan.

 

HyeRa bergerak dan Suho menghalangi dengan cepat. Dia bergerak lagi dan Suho kembali menghalangi jalannya.

 

“Minggir! Apa maumu? Urusan kita sudah selesai”

 

“Ssstttttttt” Suho menaruh telunjuk dibibirnya. Dia menyuruh HyeRa tenang. Dan berhasil. HyeRa terdiam. Dia tersenyum manis. Senyumnya berbanding terbalik dengan sifatnya yang suka menindas orang lain. “Dengarkan aku ketika aku bicara padamu” dia mengelus rambut HyeRa yang segera ditepis olehnya. Suho mengatur ekspresinya kembali. “Kau bilang aku tertarik padamu? Well, aku memang terpesona padamu tadi pagi. Kau sangat cantik” dia tersenyum miring, “Oleh karena itu, kau milikku sekarang” dia merangkul pundak HyeRa kemudian tertawa.

 

HyeRa risih akan jarak diantara mereka. Dia mendorong pundaknya tapi Suho terlalu kuat.

 

“Tenanglah, cantik. Kau aman bersamaku”

 

 

 

……………………………………………………

 

 

 

HyeRa terlambat lima belas menit pada jam pertama. Semua ini karena Suho. Laki-laki yang berjalan santai dibelakangnya itu tidak merasa bersalah sama sekali. “Apa sekalian saja aku bolos?” pikinya, “Ah jangan! Aku terlambat bersamanya. Bisa-bisa aku dipikir bolos dengan laki-laki bodoh itu” segera dia tepit niat buruknya.

 

Suara Shindong terdengar hingga keluar kelas. HyeRa menggeser pintu kelasnya, “Maaf, sam” dia membungkuk sopan.

 

“KAU PIKIR INI~ jam berapa, HyeRa~haksaeng?” nada bicara Shindong yang awalnya keras berubah menjadi lembut setelah tahu kalau yang berani terlambat dijamnya adalah HyeRa, dan dia bersama Suho.

 

Shindong kaget melihat mereka berdua bersama, “Kalian dari mana?” tanyanya setenang mungkin. Sikap Shindong yang demikian untuk Suho dapat dimaklumi melihat kekuasaan yang Suho punya. Tapi jika HyeRa mendapat perlakuan yang sama, itu menjadi tanda tanya, termasuk bagi Suho. Dia semakin penasaran dengan jati diri murid baru ini.

 

“Aku menemukannya tersesat di taman belakang”

 

HyeRa menatap Suho tidak percaya. Tersesat? Siapa? Aku???

 

Suho meliriknya. “Karena kami terlambat, menurut peraturan kami tidak boleh mengikuti pelajaran sampai jam berikutnya bukan? Kalau begitu kami permisi” Suho menundukkan kepala HyeRa dengan tangannya bersamaan dengan dirinya yang membungkuk juga. Lalu dia genggam tangan HyeRa kemudian membawanya keluar.

 

Shindong tidak bisa mengatakan apa-apa. Peraturan yang Suho bicarakan sebenarnya tidak ada tapi Shindong tidak bisa membantahnya. Dia pun kembali melanjutkan pelajaran.

 

Sooyong dan teman-teman Suho menatap pintu yang menghilangkan sosok mereka. Apa yang direncanakan laki-laki itu? Dia sengaja membawa HyeRa pergi. Dia pasti ingin mengganggunya. Ada kepuasan tersendiri bagi teman-teman Suho mengetahui ketuanya akan memberi pelajaran kepada murid baru. Sementara Sooyong, tidak ambil pusing dengan apa yang akan Suho lakukan pada HyeRa.

 

HyeRa terus berusaha menarik tangannya. Sampai keduanya menginjakkan kaki dilantai satu, Suho melepaskan tangan HyeRa. Mereka berhadapan.

 

“Apa maumu?” tanya HyeRa ketus.

 

“Kita sedang dihukum. Aku membantumu pergi dari sana” jawab Suho tenang.

 

“Kau sama sekali tidak membantu. Kau yang membuatku dihukum”

 

“Setidaknya aku menemanimu jadi kau tidak dihukum sendirian”

 

“Cih” HyeRa pergi

 

“Kau mau kemana?” teriak Suho.

 

“Menjauh darimu!”

 

Suho tertawa kecil, “”Hei, kau akan mendapat masalah murid baru”

 

HyeRa mengangkat jempol lalu mengarahkannya kebawah. Dia tidak peduli.

 

HyeRa terus menjauh dan menjauh. Dia mau kembali ke taman. Dia bisa menghabiskan waktu hukumannya disana.

 

“Kau! Berhenti disana!” HyeRa merasa dirinya dipanggil. Dia berhenti. “Apa yang kau lakukan disini? Berkeliaran dilingkungan sekolah saat jam pelajaran. Kau bolos ya?!” guru piket yang tengah patroli menemukan HyeRa.

 

“Dia bersamaku” tangan HyeRa digenggam oleh seseorang. “Dia sakit. Aku mau mengantarnya ke UKS” lanjut Suho.

 

Guru piket yang mengenal Suho tidak lagi berkomentar. Dia meninggalkan keduanya.

 

“Ikut aku” Suho menarik HyeRa. HyeRa bosan terus berdebat dengannya jadi dia memilih untuk menurut. Dia mengikuti langkah Suho dalam diam.

 

Suho membawa HyeRa ke taman belakang. Mereka berhenti ditempat mereka duduk sebelumnya. HyeRa tidak menyangka mereka akan kembali kesini. Suho membawanya ketempat yang gadis ini pikirkan.

 

Suho melepaskan HyeRa. Dia duduk tanpa kata. HyeRa melihatnya sebentar sebelum ikut duduk disampingnya. Kemudian mereka berdua termenung bersama.

 

Entah apa yang Suho pikirkan, tidak ada yang tahu. Sementara HyeRa, dia merindukan sang ayah. Ayahnya menyukai bunga. Makanya Beliau mencari tukang kebuh berkualitas. Seorang sarjana pertanian dengan IP tertinggi dipercaya ayah mengurus pekarangan dirumahnya. Orang itu adalah Hongbin. Tapi, selain merawat bunga, Hongbin diperintahkan menjadi supir pribadi HyeRa dan dia tidak masalah dengan itu.

 

HyeRa memegang kalung dilehernya. Dia mengelus bandul berbentuk matahari. Kalung itu pemberian ayah ketika dia masih kecil. Hadiah pertama dan terakhir yang diberikan dengan tulus. Sebelum ayah disibukkan oleh pekerjaan dan mengganti kasih sayangnya dengan uang. HyeRa merindukan ayahnya. Dia sangat menyayanginya.

 

Suho menyadari HyeRa yang melamun sambil memegang kalungnya. Ekspresinya tidak bisa dia gambarkan dengan kata-kata.

 

Mengapa dia tersenyum tapi wajahnya terlihat sedih?

 

Ide jahilpun terlintas dikepalanya.

 

Suho menarik kalung HyeRa dengan cepat. Terputus! Bagus.

 

Suho berdiri bersamaan dengan HyeRa, “YAK!”

 

Suho memperhatikan kalungnya. Bandulnya bersinar diterpa sinar mentari. HyeRa meraih namun Suho menjauhkannya. “Kembalikan!”

 

“Tidak semudah itu”

 

“Argh!!! Apa lagi sekarang?!”

 

“Kau harus menjadi budakku”

 

Mata HyeRa membulat. Dia gila!

 

Suho tersenyum miring, “Sepertinya kalung ini sangat berharga. Kau mau memberikannya padaku?”

 

“Seumur hidup aku tidak akan pernah mau menjadi budakmu!” balas HyeRa dalam hati. Dia tidak boleh kehilangan kalungnya. Itu benda yang sangat berharga.

 

Dia berpikir keras. Dia mencari cara agar kalungnya kembali. Suho melihat HyeRa yang tersudut nampak begitu lucu. Dia menyukai ekspresi bingungnya. Dia mendapat kesenangan dengan mengerjainya. Sebentar lagi, gadis itu akan menjadi budaknya. HAHAHAHAHA… tawa jahatnya menggema.

 

HyeRa melihat kran tidak jauh dibelakang Suho. Ada selang yang terhubung disana. Dia menemukan sebuah cara. Dia mengambilnya.

 

Suho berbalik mengikuti kepergian HyeRa. Mau apa dia?

 

HyeRa menyemprotkan air kewajah Suho.

 

“Yak! Kau gila! Berhenti menyiramku!!!” teriak Suho melindungi wajahnya.

 

Disaat Suho lengah, HyeRa segera mengambil kalungnya dan, berhasil! Dia melompat senang.

 

Suho yang menyadari itu mengambil alih selang yang HyeRa jatuhkan. Sekarang gilirannya menyemprot gadis itu. “Yak! Apa yang kau lakukan?”

 

Suho tertawa dan terus menyiram HyeRa. Seluruh tubuhnya dia sirami air. Dia lupa dengan kalung serta niatnya menjadikan HyeRa budak. Dia lebih bersemangat mengerjai HyeRa. Pokoknya mereka harus sama-sama basah.

 

“Berhentiiiiiiiii” tawa Suho semakin lepas mendapati HyeRa lebih basah daripada dirinya. Dia melempar selangnya setelah puas membalas HyeRa. Kesenangannya bertambah begitu melihat ekspresi kesal serta tatapan tajam darinya. Ini menyenangkan.

 

HyeRa mendengus kesal. Dia tidak boleh lengah. Dia genggam kalungnya dengan kuat. Dia tepuk blezer dan roknya. Semuanya basah. Sial!

 

Suho masih saja tertawa. HyeRa semakin jengkel. Dasar laki-laki bodoh!

 

Mereka saling mencipratkan air yang menggenang disekitar mereka sebagai pertempuran sesi kedua sampai keduanya ketahuan guru piket lalu dibawa ke ruang guru.

 

Suho dan HyeRa mengganti seragam basah mereka dengan pakaian olahraga cadangan milik sekolah. Suho menggulung celana training panjangnya, sedangkan HyeRa hanya menggulung sebelah celananya.

 

Setelah diceramahi secara singkat oleh Shindong, mereka berdua kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.

 

HyeRa menjaga jarak dengan Suho. Dia tidak boleh kehilangan kalungnya. Dia terus memegang lehernya.

 

“Berhenti memegang lehermu. Aku tidak memakai cara yang sama dua kali” ucap Suho tanpa menatapnya.

 

Tetap saja HyeRa memasang mode siaga. Dia tidak percaya sepenuhnya.

 

Begitu sampai di kelas, mereka masuk bersama-sama. Seluruh siswa menatap mereka dengan penuh tanda tanya. Ada apa dengan pakaian mereka? Semua penasaran dan saling berbisik.

 

Suho dan HyeRa acuh dengan bisikan teman-teman sekelasnya. Mereka tidak peduli. Dan mereka pandai dalam melakukan hal itu.

 

Dari tempatnya, Suho menatap punggung HyeRa. Dia merasa senang. Dia tersenyum kecil mengingat kejadian di taman. Rasanya sudah lama sekali dia tidak merasa sesenang ini. Dia ketagihan untuk mengerjai HyeRa lagi. Tentu saja, mengerjai HyeRa akan menjadi rutinitasnya setiap hari.

 

 

 

………………………………………………………….

 

 

 

Suho membuka pintu apartment dan takjub begitu melihat siapa yang datang mengunjunginya malam ini. “Sooyong?”

 

“Kau terlihat senang dengan kedatanganku” tanpa persetujuan Suho, gadis itu melangkahkan kakinya kedalam.

 

“Apa kau sudah memberitahu Kyungsoo kalau kau kesini? Aku tidak mau Kyungsoo mengoceh seharian karena kedatanganmu ketempatku” Suho mengikuti langkah Sooyong.

 

Sooyong terhenti begitu melihat Bokdong. Laki-laki itu terkejut dengan kedatangan Sooyong. Dia membuang muka untuk menghindari tatapan tajam Sooyong. Dia melirik Suho untuk tahu apa yang seharusnya dia lakukan saat ini.

 

“Kau bisa pergi. Nanti aku akan menghubungimu” suruhnya.

 

Dia segera bangkit lalu berjalan menuju pintu keluar setelah sebelumnya dia melirik Sooyong yang sama sekali tidak peduli.

 

“Kenapa dia ada disini?” tanya Sooyong setelah laki-laki itu menghilang.

 

Suho tidak segera menjawab. Dia beranjak ke dapur kecil yang menyatu dengan ruang televisi. “Menurutmu? Kau tidak mengira kami berteman kan?” jawabnya sambil tangannya sibuk mencari minuman.

 

“Apa mungkin kau menyuruhnya untuk… Yah! Apa yang sebenarnya kau rencanakan?”

 

“Rencanakan? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti” Suho duduk sambil menaruh dua botol kaleng Coca Cola dimejanya.

 

“Shin HyeRa. Kau merencanakan sesuatu yang buruk padanya kan?”

 

Refleks Suho tersenyum, “Yeokshi! Kau memang gadis pintar, Kim Sooyong”

 

“Apa yang kau rencanakan padanya? Jangan membawa Bokdong dalam masalah ini”

 

“Kenapa aku harus mengatakannya padamu? Dan sejak kapan kau peduli pada penjagamu itu? Kau menyukainya?”

 

“Mwo? Terserah! Tapi aku tidak akan membiarkannya. Kau pikir HyeRa akan diam saja. Kau salah, Suho. Keluarga HyeRa bukan orang biasa. Uangmu dan uang Kyungsoo bahkan tidak sanggup melawannya. Jadi lebih baik kau berhenti. Jangan pernah libatkan Bokdong dalam masalah ini atau aku akan bertindak!”

 

 

 

***

 

 

 

Jam istirahat masih panjang dan Sooyong memilih untuk pergi keatap sekolah. Begitu dia buka pintunya, dia terkejut melihat HyeRa sedang duduk ditepian sambil mendengarkan musik melalui headset yang menempel dikedua telinga.

 

Mereka saling bertatapan sampai HyeRa bangkit dari tempatnya untuk mempersilahkan Sooyong. “Abaikan saja aku” ucapnya cepat lalu duduk kembali.

 

Sooyong mengangguk lalu menyandarkan dirinya ditembok pembatas untuk menghirup udara segara. Hembusan angin menampar wajahnya yang cantik dan rambutnya yang panjang berterbangan dengan liar. Untuk sesaat, keduanya terdiam sampai, “Boleh aku bertanya padamu?”

 

HyeRa melepas kedua headset nya. Dia melirik Sooyong berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. “Apa?”

 

Sooyong memutar setengah tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. “Kau dan Suho nampak dekat”

 

“Aniya. Kami tidak seperti yang kau pikirkan”

 

“Apa mungkin Suho mengancammu?” tanya Sooyong lagi membuat HyeRa menatap gadis itu intens. Dia mencari maksud dibalik pertanyaannya.

 

“Kenapa kau bertanya? Ini bukan urusanmu kan?”

 

“Arra. Aku hanya tidak ingin kau terluka. Suho mungkin merencanakan sesuatu yang buruk padamu melalui Bokdong. Aku…” kata-katanya terhenti karena dia merasa risih dengan tatapan HyeRa, “Kenapa kau menatapku seperti itu?”

 

Gadis berambut ikal itu menggeleng lalu tersenyum, “Aku hanya merasa aneh”

 

“Aneh?”

 

“Bukankah kau bagian dari kelompoknya? Tapi kau mengatakan hal ini padaku”

 

“Aku bukan temannya. Kami mungkin terlihat dekat, tapi itu semua karena ikatan bisnis diantara keluarga kami. Menjengkelkan bukan? Kau harus berteman dengan orang yang tidak kau suka”

 

“Ya kau benar” senyum HyeRa mengembang, “Terima kasih, Sooyong. Kau sudah mengatakan hal ini padaku”

 

Sooyong mengangguk.

 

“Tapi kenapa kau peduli padaku? Kita bukan teman”

 

“Aku juga tidak tahu” Sooyong membuang muka, “Mungkin karena aku mengkhawatirkannya”

 

“Mengkhawatirkannya?”

 

“Bokdong. Kau tahu dia kan? Aku hanya takut Suho menyuruhnya melakukan hal jahat padamu karena aku tahu kau bukanlah gadis sembarangan. Siapa yang tahu kalau kau mungkin punya penjaga yang lebih kuat darinya” Sooyong tersenyum kearah HyeRa. Sebuah senyum tulus yang bisa HyeRa rasakan hanya dengan melihatnya. “Selain itu, aku juga tidak rela Suho menyakitimu”

 

“Kenapa?”

 

“Menurutku kau sangat keren. Hehehehe”

 

“Mwo? Ya! Aku ini normal”

 

“Jangan salah paham”

 

Percakapan siang itu harus berakhir seiring dengan bunyi  bel masuk. Mereka berdua bergegas masuk untuk mengikuti pelajaran berikutnya.

 

Sebelum masuk kelas, Sooyong mengambil smartphone nya untuk dimatikan selama pelajaran berlangsung. Baru saja dia berniat mematikan, matanya terbelalak begitu melihat pesan Kakao Talk yang menampilkan foto Hanbin, laki-laki yang dia temui tempo itu tengah berbaring di rumah sakit dengan luka memar disekitarnya seperti habis dipukuli.

 

“Kim Sooyong, aku akan membuatmu membayar semua yang dia lakukan padanya!”

 

 

 

 

 

tbc ~

One thought on “LOVE KILLER Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s