There is Friendship, there is a Love… (Chapter 7)

tftl_1438569062198

There is Friendship, There is a Love… Chapter 7

Author                 : young96

Genre                   : school life, romance, friendship, triangle love, drama, *entahlah kesananya mau gimana lagi author bingung*

Rating                  : All Age *maybe(?)*

Main Cast            : Oh Sehun (Sehun EXO), Lee Taerin (OC or You), Lee Minhyuk (Minhyuk BtoB)

Support Cast     : Lee Donghae (Donghae Super Junior), Jung Taekwoon (Leo VIXX), Jackson Wang (Jackson GOT7), Kim Myungsoo (L Infinite), Kang Songhee (OC), Min Hana (OC), SMTOWN artis, BTOB member dan masih banyak lagi *sepertinya*

Warning              : Annyeonghaseyo.. ini kelanjutannya readers^^. Mian bagi yang sudah menunggu lama kelanjutannya.. dikarenakan author yang mulai sibuk di dunia perkuliahan ahaahahahahaha^^.. Semua cast(kecuali OC) milik Tuhan, Orang tua, dan agency mereka. Kalo ada kesamaan cerita, itu hanya kebetulan belaka. Mianhae kalo alur ceritanya *masih* enggak jelas dll. Meskipun jelek tapi tetep RCL ya ^^.

Happy Reading Guys ^^.

***young96***

(sebelumnya…)

Lembar pertama bertuliskan PEMOTRETAN PRODUK MAKE UP, yang kedua MODEL CF, Taerin tersenyum riang “gomapseumnidaterimakasih (formal) samchon..” ucap Taerin riang. Jeongseok dan Lee Sooman ikut tersenyum. “nanti akan aku hubungi lagi kalian” ucap Lee Sooman, “algetseumnidaSaya mengerti (formal)” ucap mereka berdua.Taerin dan Jeongseok pun pamit dan langsung keluar ruang kerja CEO.

***

Musik pun berhenti, seluruh badan Sehun penuh dengan keringat *author mimisan ngebayanginnya*. Sehun balik badan dan setengah meloncat “Eo kkamjjagiya!-Kau membuatku kaget!.. ya ampun, sejak kapan kau disini?” tanyanya mengatur nafasnya dan mengambil handuk kecil membersihkan keringatnya.

Taerin terkekeh “mian aku membuatmu terkejut, sedari tadi kau terlalu semangat menari tanpa sadar aku sudah disini” ucap Taerin dan langsung memberikan pesanan Sehun “Gomapta” ucap Sehun mengacak rambut Taerin gemas dan duduk di samping Taerin.

***

“Mau ku ajarkan menari?” tawar Sehun “ne?” Taerin bingung. Sehun pun berdiri mengulurkan tangannya kepada Taerin “ayolah!” tawar Sehun, Taerin masih bingung. Sehun pun langsung menyalakan musik dengan remote kecil yang ada di saku celananya.

Musikpun menyala, Sehun langsung menarik Taerin untuk segera berdiri dan menari mengitari Taerin. Taerin canggung dan tersenyum. “ikuti gerakanku Taerin-a!” perintah Sehun, Taerin masih ragu untuk mengikuti gerakan Sehun, “aku tak bisa, itu terlalu sulit bagiku” Taerin kesal, “arraseo.. akan ku pegang tanganmu” Sehun langsung meraih tangan Taerin dan menggerakannya.

Taerin tersenyum dan mau menggerakan badannya walaupun masih sedikit kaku tapi dia bisa mengikuti perlahan gerakan Sehun. Mereka berdua menikmati tariannya sambil tertawa bersama. Sehun melepas tautan tangannya dengan Taerin dan membiarkan Taerin menari sesuka hatinya. Kali ini Sehun terpukau, gerakan yang dilakukan oleh Taerin sangat baik untuk seorang pemula.

Tanpa Taerin sadari tali sepatunya lepas dan terinjak olehnya hingga ia kehilangan keseimbangannya dan mau jatuh, dengan sigap Sehun langsung menghampiri Taerin. Bodohnya, Sehun juga kehilangan keseimbangan dan akhirnya..

BRUK!

Mereka terjatuh dan tanpa di sengaja bibir mereka bertemu, Taerin yang sadar langsung mendorong untuk keluar dari pelukan Sehun dan Sehun pun melepaskan tangannya. Mereka berdua langsung duduk.

***

Ada panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal, dan Taerin langsung mengangkatnya. “yeoboseyo..” ucapnya, “HUH?! Yak!!!!!” teriak Taerin dan Sehun heran dengan teriakan Taerin. ‘apa yang sedang terjadi??’ Sehun melihat ke arah Taerin.

Taerin memasukan ponselnya ke dalam tas dengan kasar, “waeyo? Kenapa kau berteriak di telepon huh?” tanya Sehun sambil meminum bubble drink. “mian sepertinya aku tidak bisa pulang denganmu, aku harus ke suatu tempat dulu” Taerin langsung pergi keluar “aku pergi dulu” teriaknya.

#dorm BtoB

Minhyuk tengah berbaring di kasurnya memandang secarik kertas dengan sederet angka sebuah nomor telepon entah milik siapa. ‘aku harus bicara apa padanya? Aku sudah mendapatkan nomor Taerin tapi aku masih bingung harus bicara apa denganya’ Minhyuk masih ingat betapa malunya ia meminta kontak itu.

*flashback on

“ayolah.. ku mohon! Berikan kontak Taerin padaku Songhee-ssi” pinta Minhyuk, “mianhae Minhyuk-ssi, aku tidak bisa. Aku belum tanya apa boleh aku memberikan kontaknya padamu” Songhee membenarkan kacamatanya. “ouuhh.. jebal Songhee-ssi” Minhyuk memasang gaya aegyonya, ‘apa yang kau lakukan Lee Minhyuk?! Kau gila apa? Meminta kontak orang yang paling kau benci’ gumam Minhyuk.

“memangnya untuk apa meminta kontak Taerin?” Songhee heran “bukannya kalian saling membenci? Atau jangan-jangan kau..” , “aku hanya ingin minta maaf soal kejadian tadi” potong Minhyuk kesal. ‘apa yang kau katakan huh? Mana mungkin kau minta maaf pada Taerin, dia yang seharusnya minta maaf padaku’ Minhyuk ceroboh.

“baiklah kalau memang itu yang kau ingin lakukan aku akan memberikannya padamu” ucap Songhee lalu menulis beberapa angka pada secarik kertas yang ia robek dari notesnya. ‘akhirnya dapat juga’ Minhyuk senang, “ini” Songhee memberikannya pada Minhyuk, “gomawo Songhee-ssi” Minhyuk tersenyum senang.

*flashback off

“aish..jinjja” Minhyuk mengacak rambutnya frustasi. ‘karena kau Taerin-a.. karena kejadian di toilet itu aku jadi seperti ini’ Minhyuk memejamkan matanya. Ia terus membayangkan setiap inci wajah Taerin, rambutnya.. matanya.. hidungnya.. dan… bib.. Minhyuk menampar pipinya sendiri.

Ia mengambil bantal untuk menutupi wajahnya dan langsung berteriak, untung saja di kamarnya tidak ada siapa-siapa jadi dia tak akan disebut gila oleh member yang lain. Minhyuk sadar kertas nomor kontak Taerin, iapun langsung mencarinya dan untungnya langsung ketemu. ‘aku punya ide..’ Minhyuk langsung mengetik nomor Taerin dan langsung menelepon Taerin sambil tersenyum jahil.

“ayo angkatlah..” Minhyuk cemas kalau ini tidak berhasil ia akan sangat kecewa, “yeoboseyo..” ucap Taerin, “cepat temui aku di taman dekat dorm BtoB aku Minhyuk, sekarang!!” Minhyuk berkata cepat, “HUH?! Yak!!!!!” teriak Taerin dan Minhyuk langsung menutup telepon. Detak jantung Minhyuk berdetak sangat kencang, ia memegang dada kirinya ‘ya ampun sepertinya aku akan kena penyakit jantung kalau seperti ini’ Minhyuk menggeleng kepalanya dan langsung keluar kamar membawa jaketnya.

“hyung kau mau kemana?” tanya Sungjae yang baru keluar kamar mandi melihat Minhyuk yang tergesa-gesa memakai sepatu, “aku hanya keluar sebentar tak jauh dari dorm kok, kau tenang saja. Aku pergi ne” Minhyuk langsung pergi meninggalkan Sungjae yang masih menatapnya bingung.

#other place

“apa dia sudah gila?! Menyuruhku untuk datang seenaknya.. apalagi ke dekat dorm Btob.. ahhhh.. aku kesal padanya!! Sebenarnya apa yang di inginkannya?!” Taerin kesal. Setelah keluar dari ruang latihan tadi, ia tidak sengaja bertemu dengan Siwon SJ.

Taerin bertanya apa Siwon bisa mengantarnya ke taman dekat dorm BtoB, Siwon sempat bertanya untuk apa tapi Taerin hanya menceritakan temannya tinggal disitu. Sifat bijaknya Siwon akhirnya keluar (apaain sih thor-__-///), iapun bersedia mengantar Taerin dan berjanji tidak akan memberi tahu Donghae.

“untungnya ada Siwon oppa kalau tidak mungkin aku sudah seperti anak hilang” Taerin berjalan menuju taman yang dimaksud Minhyuk, sebenarnya tadi ia sempat bertanya ke ahjumma toko di depan menanyakan letak tamannya.

Akhirnya ia sampai juga di taman, tapi Taerin tidak melihat sosok Minhyuk disana. Ia yakin bahwa tadi yang menelpon dirinya bukan Minhyuk, mungkin sasaeng fan, Taerin langsung bergidik ngeri. Ia tahu dan pernah melihat saasaeng fan Super Junior dan ia pernah nangis karena takut Donghae terjadi sesuatu.

“mungkin itu sasaeng yang pura-pura jadi Minhyuk” Taerin berniat untuk pulang tiba-tiba ada yang menutup mulutnya dari belakang.”hmmm..!!” teriakannya tertahan oleh tangan orang itu, Taerin langsung menyiku perut orang itu dan menginjak kakinya, ia hendak berlari.

Namja itu langsung tersungkur setelah diserang Taerin “akhh.. yak appo!” ia kesakitan. Suara namja itu seperti.. Taerin langsung membalikan badan “benar dugaanku. Lee Minhyuk neo.. Michyeoseo?!” Taerin mendekati Minhyuk yang masih terduduk. Minhyuk meringis “aku tidak gila, kau yang gila Lee Taerin! Kau bernani menyerang seorang Lee Minhyuk namja tertampan di sekolah!” “tertampan?! Omo.. kau ini terlalu percaya diri” Taerin mengejek.

Minhyuk berdiri “memang kenyataannya aku yang tertampan, wae? Kau tak percaya?”, Taerin tersenyum meledek “terserah apa katamu tapi Sehun lebih baik”. ‘Sehun lagi? Kenapa harus dia??’ Minhyuk terdiam “kenapa kau menyuruhku datang kesini?” tanya Taerin, Minhyuk terkejut “eung..hmm.. kau tertinggal buku tugas dari Uhm saem..” Minhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Taerin heran “ige” lanjutnya singkat sambil memberikan buku itu.

“gomawo..” ucap Taerin sambil memasukannya ke dalam tas, “akan kuantar kau ke halte bus” ucap Minhyuk tiba-tiba, Taerin menatap Minhyuk “ne? kalau nanti ada fansmu..” “ahh sudahlah lagi pula ini sudah malam, tak baik yeoja malam-malam berjalan sendirian” potong Minhyuk sambil mendorong Taerin “kau yang menyuruhku hmmm..” Minhyuk langsung menutup mulut Taerin dengan tangannya dan terus berjalan keluar taman menuju halte.

~skip

Mereka berdua berjalan dengan diam, ya.. seperti yang kita tahu mereka berdua musuh tapi sekarang…

Minhyuk memperhatikan Taerin yang masih menggunakan seragam sekolah “kau tidak mengganti bajumu?” Taerin langsung menatapnya tajam. “memangnya salah? Toh aku besok tidak masuk sekolah” ucap Taerin santai, “ne?” Minhyuk menatap Taerin “wae? Kau jadi tak bisa lihat wajah cantiku?” Taerin membalas tatapan Minhyuk.

Minhyuk tertawa terpaksa, “mwo? Lagi pula untuk apa, aku juga tak akan masuk” Minhyuk menatap ke jalan. Mereka kembali diam, hanya terdengar suara hembusan angin musim semi. sebelum sampai ke halte mereka harus melawati jembatan. Selama di jembatan, Taerin tersenyum takjub melihat lampu jalanan yang menyala di malam hari (ya iyalah thor.. kalo siang pasti kagak akan nyala kaliii -_-///)

Minhyuk pun melakukan hal yang sama, ia tak menyangka pemandangan di sekitar dorm BtoB akan seindah ini. Memang sudah hampir larut malam, jadi tidak terlalu banyak oranghanya beberapa orang saja yang sedang berolahraga.

Minhyuk memerhatikan Taerin yang sedari tersenyum. Entah setan apa yang menghasut Minhyuk, tangan kanannya hampir saja menyentuh rambut Taerin, tiba-tiba…

yojeumttara naekkeoin deut naekkeo anin naekkeo gateun neo nikkeoin deut nikkeo anin nikkeo gateun na ige museun saiin geonji sasil hetgallyeo muttukttukhage guljima…(Junggigo ft. Soyou-Some)

Minhyuk langsung menarik tangannya, Taerin mengambil ponsel di sakunya. “eo oppa..”, “yak eodiga?!” teriak seseorang hingga terdengar oleh Minhyuk. Taerin melirik Minhyuk “jembatan XXXX, aku akan segera pulang oppa” Taerin menghela nafas, “dengan apa kau pulang huh? Tunggu disana Jeongseok hyung akan kesana” tuutt.. bunyi tanda seseorang menutup telepon.

“aish.. jinjja..” Taerin kesal, “nugunde?” tanya Minhyuk singkat “apa hubungannya denganmu?!” Taerin memandang sinis pada Minhyuk begitu juga sebaliknya.

~skip

#dalam mobil

“tadi itu Minhyuk BtoB?” tanya Jeongseok “eo.. wae?” Taerin memandang jalanan yang entah mengapa semakin malam malah semakin ramai. “kau ini.. dia itu temanmu, teman yang duduk di depanmu kan? Kau dan dia jangan bertengkar terus..” ucap Jeongseok, Taerin langsung melihat Jeongseok yang sedang menyetir “ne? oppa tahu dari mana aku..”, “Songhee” potong Jeongseok melirik Taerin dan kembali fokus ke jalanan.

‘aish.. aku lupa Songhee kerabatnya Jeongseok oppa’ Taerin tersenyum pahit dan kembali menatap jalan dari jendela. “besok kau ada pemotretan, tapi aku tak tahu idol yang akan bersamamu itu siapa” jelas Jeongseok, “hmm.. oh ya oppa!” Jeongseok sekilas melirik Taerin “waeyo?” tanyanya. “Donghae oppa dan sajangnim..?” tanya Taerin khawatir, “gwenchana.. mereka tidak tahu masalah kau dan Minhyuk” jawab Jeongseok tersenyum dan itu membuat Taerin lega.

~skip

Mobil yang ditumpangi Taerin dan Jeongseok memasuki rumah mewah di Gangnam (ouuhh.. Taerin is a rich girl 0.0). Taerin keluar dari mobil dan langsung membuka pintu rumah diikuti Jeongseok di belakangnya.

“eo.. Taerin-a kau sudah datang” ucap bibi Lee (ini istrinya Ceo *ceritanya*), “ne bibi” Taerin memeluk bibinya, “cepat sekarang kau perlu istirahat, aku sudah dengar dari samchonmu” bibi Lee melepas pelukannya, Taerin mengangguk dan langsung naik ke lantai dua.

“kalau begitu..” ucap Jeongseok, Taerin tiba-tiba berlari dan mencium pipi bibinya lalu kembali berlari ke lantai dua menuju kamarnya. Bibi Lee dan Jeongseok tertawa melihat kelakuan Taerin.

“kalau begitu aku pulang dulu noona” pamit Jeongseok, “ah ye.. Chalga !!-Hati-hati di jalan!!” bibi Lee menatap Jeongseok yang berlalu. “Taerin-a kau tidak makan?” teriak Lee gumong, “nanti aku turun bibi setelah mandi” sahut Taerin dari kamarnya.

~skip

Setelah membersihkan tubuhnya Taerin duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya. Biip..Biip.. handphonenya berbunyi ada pesan masuk dari “makhluk aneh”

From:makhluk aneh

Kau sudah tidur?

“ada apa dengannya?” Taerin bingung dan membalas pesan “makhluk aneh” itu.

To:makhluk aneh

Iya.. memangnya kenapa?!

Biip..Biip.. tanda pesan masuk, “cepat juga dia membalas” segara Taerin membuka handphonenya

From:makhluk aneh

Kalau begitu.. Jaljayo ^^

Sontak Taerin kaget melihat pesan itu, “dia..gila..” langsung melempar handphone ke arah kasur “Eo kkamjjagiya! Yak! Lee Taerin kau ini kenapa sih?” Donghae langsung mengambil handphone Taerin yang terjatuh ke lantai, “oppa..” Taerin mendekati Donghae.

“kau sudah tidak suka handphone ini? Mau kubelikan yang seperti apa?” tanya Donghae polos, Taerin langsung merebut handphonenya dari tangan Donghae. “aish.. lupakanlah, aku mau makan aku lapar” Taerin keluar kamar disusul Donghae dibelakangnya, “kau ini setelah sekolah semakin aneh, sepertinya kau tertular Sehun” Donghae menyusul Taerin.

“aniyo oppa” Taerin terus berjalan menuju ruang makan, “kalian ini ada apalagi sih? Sudah besar masih saja bertengkar” bibi Lee melihat kedua keponakannya itu, “bibi, kenapa Hae oppa seperti mengurungku di penjara?” Taerin memasang wajah aegyo pada bibinya, “itu karna aku sayang padamu” jawab Donghae polos sambil memakan buah.

“ya tapikan tidak harus sampai menyuruh orang lain, kan kita bisa menyewa bodyguard” jelas Taerin sambil makan, “kau ini.. oppa lebih baik menyeruh Sehun supaya kau bisa cepat jatuh cinta pada seorang namja” Donghae menunjuk-nunjuk Taerin dengan buah pisang, “jadi maksud oppa supaya aku bisa cinta pada Sehun?!” teriak Taerin kesal.

“sudah-sudah jangan ribut ketika sedang makan” bibi Lee memijat kepalanya karena pusing melihat kedua keponakannya itu selalu bertengkar dari kecil. Donghae menjulurkan lidahnya mengejek Taerin, “Lee Donghae!” bibi Lee menatap Donghae tajam, “ne bi” Donghae tertunduk dan kembali memakan buah.

~skip

 

#tempat pemotretan

Semua orang yang ada disini tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang bagian mengatur kostum, makeup artis, lighting, property yang akan digunakan dan masih banyak lagi. Taerin dan Jeongseok baru saja tiba dan langsung menyapa beberapa kru termasuk sang fotografer, Kim.

“eo.. annyeonghaeseyo Taerin-ssi, Jeongseok-ssi” sapa fotografer, “ne annyeonghaseyo” sapa Taerin dan Jeongseok bersamaan, “kau bisa ganti kostum sekarang sambil menunggu boygrupnya” jelas fotografer “Sera-ya tolong bantu Taerin-ssi menganti kostumnya!” perintah Kim pada salah satu kru bernama Sera “ne!” jawab Sera dan langsung menghampiri Taerin.

Taerin dan Sera langsung ke ruang ganti, sedangkan Jeongseok dan Kim sedang menunggu boygrupnya. Tak selang berapa lama segerombolan pria sekitar 6 orang masuk ke tempat pemotretan dan menyapa semua kru termasuk Kim dan Jeongseok.

“annyeonghaseyo BtoB imnida” ucap mereka serentak, jeongseok sedikit terkejut ‘sepertinya Minhyuk tidak ada, bagaimana jika dia ada? Bisa kacau ini’ Jeongseok mengangguk “ah ne annyeonghaseyo” sapa Jeonseok dan Kim.

Hampir bersamaan seorang namja berlari menghampiri member Btob berenam dan juga Taerin yang sudah berganti kostum menghampiri mereka semua, Taerin dan namja itu saling menatap dan.. “Neo?!” ucap mereka bersamaan.

***TBC***

Cuap-cuap Author          : Eotteoke? Bagus gak? Masih penasaran readers? Mungkin untuk chapter selanjutnya agak sedikit terlambat di karenakan jadwal perkuliahan author yang mulai padat hehehe ^^ tapi tenang aja pasti bakal dilanjutkan ceritanya.. Oke kita liat di chapter selanjutnya.. Jangan lupa ya readers! komentarnya^_^…

 

 

2 thoughts on “There is Friendship, there is a Love… (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s