UNLOGICAL TIME?

 UNLOGICAL TIME?

Author : Blue Sky

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Cast : Oh Sehun & Song Daera (and Other cast)

Genre : Fantasy, Married Life

 

~Cerita fiksi ini murni dari pemikiran author, hope you like it! ^^)/~

 

Unlogical Time ?

 

~*~

Terlihat ekspresi lelah dari raut wajah gadis berambut pendek dan bermata bening yang bernama Song Daera. melayani seluruh pengunjung restoran bukanlah hal yang mudah, Ia harus balik kesana kemari hanya untuk mengantarkan pesanan di atas meja para pengunjung, terlebih lagi dengan memasang senyuman manis yang dibuat-buat demi kesempurnaannya mengerjakan perekerjaannya yang sama sekali tidak menyenangkan dan melelahkan. Sungguh jika bukan karena kebutuhannya, Daera pasti tidak akan pernah menginjakkan kaki di tempat bergengsi ini.

 

“Daera? Jangan hanya berdiri saja, cepatlah kerja!! Apa kau tau sebentar lagi tamu penting akan datang”

Tatapan tajam dari wanita parubaya itu membuat bulu kuduk Dera merinding “Ne”.

 

Daera segera pergi menyiapkan makanan yang akan disajikan untuk tamu penting di restoran itu, “YA! Daera” sapa eunji yang langsung membantu menuangkan wine pada setiap gelas yang berjejeran. “eonni, kenapa?”.

“Apa kau tahu tamu penting malam ini?”

Daera menggeleng, “Para pengusaha besar, dan salah satunya ada Oh Sehun, Apa kau tahu dia?” Tanya eunji dengan penuh semangat, Namun Daera menggeleng menandakan bahwa ia tak tahu sama sekali.

 

Eunji memutar bola matanya “Apa-apaan kau ini? kau tidak pernah membaca berita eoh?”

“eonni, Bukankah kau sudah tahu kehidupanku? Ponsel super canggih pun aku tak punya apalagi televisi? Mungkin saja televisiku di rumah sudah bisa untuk di museumkan” ucap Daera.

“Ah, betul juga, Aku lupa” cengir eunji dan kembali melanjutkan pembicaraannya “Aku jelaskan padamu, Oh Sehun adalah lelaki termuda dan tertampan yang memiliki perusahaan sangat terkenal bahkan bercabang-cabang hingga ke penjuru dunia, aku tidak tahu apa dia mempunyai kekasih atau tidak. Tapi aku berharap itu adalah diriku”

Daera memasang wajah datarnya terlihat tak tertarik dengan pembicaraan eunji “Apa hanya itu ekspresimu,eoh?”

“Mau bagaimana lagi?” ucap Daera dengan enteng

 

Tak berselang lama akibat pembicaraan mereka yang panjang lebar, seluruh tamu penting telah memasuki ruangan VIP restoran. Daera dan Eunji meneguk saliva mereka memperhatikan setiap detail pengusaha yang berkelas tinggi, bahkan terlihat pakaian dan setelan jas mereka yang terlihat sangat mahal.

 

Eun ji menyiku lengan Daera, “itu dia Oh sehun, yang memakai jas Silver” bisik eunji, Daera mengangguk kecil memperhatikan lelaki tampan dan super kaya yang dimaksudnya, lelaki dengan setelan jas silver yang terlihat mahal, hidung mancung serta mata kharismanya dan tinggi badannya  yang tegap.

 

“umurnya berapa?”

” 22 tahun, sama denganmu, pemilik Grand Younghwa corporation” dan di balas anggukan lagi oleh Daera. Para pengusaha itu telah duduk menghadap pada meja panjang yang telah dihidangkan makanan berkelas tinggi. Untuk pertama kalinya Daera melihat kehidupan orang-orang yang berkelas tinggi atau bisa disebut konglomerat, mereka tak memperdulikan hidangan makanan kelas tinggi apakah mahal atau tidaknya dan bahkan penampilan mereka yang bisa terbilang nomor satu.

 

“Daera, cepat pergilah menuangkan wine di gelas para tamu” Daera dengan cepat mengangguk dan segera pergi melayani tamu VIP. Daera menawarkan wine  pada setiap tamu itu sesuai perintah madam alias si wanita parubaya yang memiliki mata layaknya singa pembunuh.

 

“Maaf, apa tuan Ingin dituangkan wine?”

Lelaki Tegap ini menggeleng “sudah cukup” Daera mengangguk mengerti dan hendak pergi “Tunggu!” tegur lelaki tersebut

“Apa kau pelayan baru di sini?”

“Ne?”

“Aku tidak pernah melihatmu”

Daera segera mengangguk dan tersenyum “Ya tuan, saya pelayan baru di sini” dan di balas anggukan juga oleh lelaki yang tidak lain bernama Oh Sehun itu.

 

~*~

 

Daera memijit pingganya yang serasa akan patah jika ia bergerak sedikit saja. Pekerjaan menghadapi para konglomerat yang manjanya seperti bayi, bahkan gadis ini harus super ekstra mengeluarkan tenaganya

 

“Appoyo, Ya! Daera pijitkan bahuku” perintah Eunji, “eonni, pinggangku saja serasa akan patah. Tapi kau malah menyuruhku memijitmu”

“eo, Arraseo, Apa kau tidak pulang? Ini sudah jam 11 kau tahu? Bukankah tugas kuliahmu menumpuk?”

Daera mengangguk lesu. “Pulanglah cepat biar aku yang membuang sampahnya diluar, oke?”

“Apa? Tidak usah eonni, Aku masih bisa pulang sebentar lagi”

“Anniy, pulanglah sekarang. Cepatlah sebelum aku berubah pikiran”

Daera tersenyum “Gomawo eonni” dan di balas anggukan oleh Eunji.

 

“Tapi kau harus membalas budi atas kebaikanku, belikan aku makanan kelas tinggi, oke?”

Daera tertawa terbahak-bahak “kau mau aku membelinya pakai apa?  bahkan jika ku jual televisi butut di rumahku pun tidak sanggup untuk membayar makanan itu” mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.

 

~*~

 

Dengan wajah yang kusam di tambah lelah, Daera melangkahkan kakinya menunggu bus yang melintas. sesekali ia melihat jam yang melingkar di tangannya dan mendesah menyadari hari sudah mulai larut “heol, mungkin klau aku mempunyai namja. pasti tak akan begini” gerutunya dengan tak jelas. lagipula tak ada seorang pun di sekelilingnya.

Namun suara aneh terdengar samar, Daera mulai merinding dengan cuaca yang lumayan dingin ini. seketika terdengar suara seperti ada yang memanggilnya “eonni”

Bulu kuduk Daera merinding, apa ia tak salah dengar? tidak mungkin ada yang memanggilnya jam segini.

 

“eonni”

sontak Daera membalikkan badannya, seketika ia terlonjak mendapati anak perempuan berambut hitam panjang.

“Sadako” teriak daera

“hey, eonni”

“tolong aku, kumohonn!! sadako di hadapanku!”

“eonni, aku bukan sadako”

 

Seketika Daera menghentikan teriakan tak jelasnya dan menatap lekat anak kecil itu, Daera mengulurkan tangannya dan mencubiti anak perempuan itu. “heol, kau manusia?”

Anak perempuan itu mengangguk kecil

“apa yang kau lakukan di sini? ini tengah malam, mana eomma mu?”

“eonni, bisa antar aku?”

“apa? rumahmu? di mana rumahmu?”

“dekat dari sini” anak kecil itu menggenggam tangan Daera dan menarik-nariknya

“Ayo, eonni, antar aku”

Daera mengabulkan permintaan anak perempuan itu, dan segera mengikuti langkahnya “Apa kau tau di mana rumahmu?”

“Ne”

“kenapa kau berkeliaran malam?”

“Aku hanya bosan di rumah”

“tapi itu tidak boleh, ingat ini sudah tengah malam. anak kecil tidak boleh keliaran, nanti eomma mu khawatir”

Anak kecil itu tersenyum “eonni sangat baik”

“nah, itu rumahku” Anak perempuan ini menunjuk ke sebuah gedung apartemen.

 

“Apa perlu eonni mengantarmu ke dalam?”

Anak itu mengeleng “Tidak usah, terima kasih eonni sudah mengantarku”

“eo, hati-hati. ingat! jangan berkeliaran malam lagi, arraseo?”

“Ne, eonni. oh ya” Anak peremupan ini meraih sesuatu dari saku rok nya, sebuah benda mengkilap

“Apa ini?”

“itu Jam masa depan”

Daera mengerutkan kening “Apa? jam masa depan?”

“Iya, eonni bisa melihat masa depan. selama dua bulan”

 

Daera tersenyum, mengingat anak2 memliki banyak imajinasi. dan berpikir anak ini seperti kebanyakan anak lainnya.

“eo, arraseo. cepatlah masuk ke rumahmu. ini sudah malam”

Anak itu mengangguk dan segera membalikkan badannya

“siapa nama eonni?”

“Daera, kamu?”

“Na ra”

“cepatlah masuk Na ra”

“Ne, Daera eonni. Annyeong” Anak itu melambaikan tangan dan segera di balas senyuman oleh Daera.

 

~*~

Daera segera menghempaskan dirinya di atas kasur empuknya, dan kini ia berada di apartemen kecilnya yang menjadi surga baginya.

“Apa yang menjadi makan malam hari ini?” Daera membuka lemari pendingin. Dan yang tersisa hanyalah botol air mineral. Ekspresinya berubah menjadi lesu, dan segera ke dapur mencari apapun yang bisa ia makan.

Matanya tertuju pada ramen yang masih terbungkus rapi dari kemasannya.

Seketika mata Daera berbinar-binar “Kukira aku tak bisa makan malam hari ini”

Daera menyiapkan segalanya, memasak ramen dan mulai untuk mengerjakan tugasnya. Yang membuatnya Mungkin tidak akan tidur malam ini.

 

30 Menit kemudian..

Daera sesekali menguap, Ia memerhatikan jam yang berada Di atas meja nakas. Melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 2 Pagi,

“Ini gila!!” Daera mengacak-acak rambutnya, menghela nafas panjang dan sedikit memejamkan mata yang terlihat lelah dengan aktivitas.

Ia teringat sesuatu, dan segera membuka sling bag nya mendapati sebuah benda mengkilap yang diberikan si anak perempuan bernama Na ra.

“Cantik juga jam ini”

-eonni bisa melihat masa depan selama dua bulan-

Kata-kata Na ra seketika terngiang di otak Daera, Ia mengerutkan kening mencoba berpikir sejenak “Masa depan?” Namun Ia segera menepis pemikirannya.  “Tidak mungkin”

“Lagipula untuk apa melihat masa depan? Aku pasti tidak bahagia”

Daera segera menyimpan jam berukuran kecil dan mengkilap itu tepat di atas meja nakas. Mata Daera terasa berat, Ia tak dapat menahan kantuknya.

Seketika, Waktu berhenti…

 

~*~

Belum sempat merasa memejamkan mata sekitar 5 menit, Daera merasa Cahaya terang menusuk di balik kelopak matanya. Ia juga merasakan kehangatan yang nyaman.

Dengan sigap Ia berusaha membuka mata dengan perlahan, dan mngerjap.

Ketika membuka mata, Ia terkejut mendapati wajah lelaki di hadapannya yang sedang tertidur pulas. Dan belum sampai di situ, mereka berada di satu selimut yang sama. Rasanya Daera ingin berteriak, tapi tunggu, ia tak ingin membangunkan lelaki yang berada di hadapannya kali ini.

Daera bergerak dengan perlahan, ingin menyingkirkan selimut yang menyelimutinya. Namun Ia merasakan tangan yang memeluk pinggangnya, Daera tak tahan lagi. Di mana dia sekarang? Dan dihadapannya? Bukankah dia Oh Sehun? pengusaha terkaya di korea itu. Dan kenapa ia bisa berada di sini?

 

TO BE CONTINUED

…….

24 thoughts on “UNLOGICAL TIME?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s