I Like You (Part 12)

I LIKE YOU

Part 12 : “kalau suka bilang saja.”

Author: lilimissro

Cast :

EXO member

OC

Genre : highschool romance

Rate :   PG 17

Length : Chapter

Note : chapter ini kurang persiapan!! Bikinya dadakan dan mungkin terlalu banyak kebaperan karena authornya sendiri baper karena musim hujan. Disini saya mau kasih tahu inspirasi ff ini. yup, karakter cewek disini terinspirasi dari teman-teman saya SMP dulu. Dan ada salah satu karakter yang terinspirasi dari saya sendiri wakakaka. Silahkan menebak di komen (bagi yang berminat _-_), di chap 13 akan saya kasih tahu siapa karakter yang sifatnya mirip saya itu. Karakternya Cuma terinspirasi jadi gak 100% sama dengan orang aslinya. Contohnya Yangda di ff famous karena cantik, tapi di dunia nyata terkenal karena lumayan macho :v. tapi untuk Yang da dari segi sifat mirip-mirip dikit.

Sorry for long update

And Sorry for long note.

~HAPPY READING~

Tahukah kau betapa berharganya dirimu bagiku?

Kai membuka tirai kamarnya dan melihat lurus kedalam kamar Yang da yang akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaanya. Sudah bangunkah gadis itu? Lelaki itu memanjangkan lehernya berusaha melihat lebih jauh ke dalam kamar Yang da yang berada dirumah seberang jalan. Namun bayangan gadis itu tak nampak sama sekali. Kai menggaruk garuk kepalanya yang gatal sambil mengeringkan tubuhnya selepas mandi.

“Kemana dia?” batin Kai.

Pria itu masih berusaha melihat kedalam rumah Yang da saat tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di pelataran rumah Yang da. Kai menaikkan alisnya karna penasaran dan melihat seseorang keluar dari sana. Mobil tersebut bukan milik Yun yoo, gadis itu tidak punya mobil berwarna hitam metalik.

Wajah Kai berubah masam kala penglihatannya semakin jelas akan sosok itu. Si Lee howon itu, ternyata dia datang kerumah Yang da sambil membawa mobil mewah. Beberapa saat kemudian ia mendapati Yang da keluar dari rumahnya. Gadis itu terlihat kaget selama beberapa saat, namun setelah itu gadis itu masuk kedalam mobil Hoya tanpa ada protes atau apapun yang diharapkan Kai untuk gadis itu lakukan.

Kenapa? Sejak kemarin Yang da selalu menghindarinya dan selalu lebih memilih Hoya. Apa ada yang salah dengannya? Mereka bahkan belum pernah kencan sekalipun selama ini. Namun Hoya? Baru satu hari saja sudah berhasil membawa Yang da bersamanya. Tidak seperti Kai yang harus berpura-pura tak ada kendaraan agar bisa berangkat bersama Yangda (dan itupun bersama Yunyoo), Atau pura-pura tak sengaja bertemu dikantin padahal Kai mengikutinya sejak di depan kelas.

Kai melihat mobil itu melaju dengan rasa sakit menusuk dadanya. Haruskah cinta terasa sesakit ini?

Benar, Kai pikir dia mencintai gadis itu. Sangat. Hingga ia rasa ia sudah gila karena hal itu.

**

Kai melangkahkan kakinya lesu kedalam kelas. Berat rasanya hati untuk pergi kesekolah, apalagi setelah melihat kejadian tadi pagi. Sepanjang perjalanan sebuah kalimat terus terngiang di benak pria itu ‘apakah ini hanya cinta bertepuk sebelah tangan?’

Baekhyun yang mendapati Kai yang masuk kedalam kelas dengan raut sedih langsung menghampiri Kai, “Kau baik-baik saja? tak ada hal buruk yang terjadi padamu kan?”

Kai menggeleng lemah, namun benaknya masih diliputi gadis itu. Gadis yang baru ia temui akhir-akhir ini. Yang entah mengapa membuat jantung Kai berdetak lebih cepat dari biasanya. Yang membuat senyum pria itu merekah saat melihatnya. Gadis yang selalu ia ingin peluk, sayangi dan ia ingin mengatakan ratusan kali betapa ia mencintainya.

“Baek, bagaimana kau tahu kalau kau sedang jatuh cinta?”

“Hah?” Baekhyun mengangkat alisnya, kaget dengan pertanyaan Kai. Namun ia langsung faham dan berujar, “Mungkin menurutmu ini aneh, tapi bagiku inilah yang membuatku yakin kalau aku sedang jatuh cinta. Aku hanya ingin dilihat olehnya, hanya aku dipikirannya, dan aku,” Baekhyun menunjuk dirinya sendiri, “Hanya aku yang ada di hidupnya,”

Kai terhenyak, ia sudah memenuhi persyaratan Baekhyun. Semuanya.

Kai sudah gila. Perasaan itu pasti hanya sementara. Toh, ini masih cinta pertama,“Kenapa kau tersenyum sendiri?” Baekhyun kaget mendapati Kai yang tiba-tiba tersenyum sendiri.

“Ini hanya cinta pertama, cinta pertama tak berlangsung selamanya. Ini akan berakhir dan aku sudah siap. Perasaan ini hanya ada untuk sementara. Ya kan Baek?,” ujar Kai sambil mengangguk-angguk.

Raut wajah Baekhyun melembut, ia faham apa yang sedang sahabatnya alami, “Kau benar. Cinta pertama biasanya tak berlangsung selamanya, namun kau akan jatuh cinta lagi padanya saat kau bertemu lagi dengannya. Cinta pertama mudah hilang, namun dia akan dengan cepat menyerangmu lagi. kalau kau tidak percaya lihat saja Lay,”

“Tapi itu tak akan berlangsung selamanya,” Kai tersenyum. Seolah telah memenangkan debat dengan Baekhyun.

Baekhyun mengangguk, “Benar,” namun kemudian pria itu tersenyum, “Tapi aku yakin kau tak akan bisa melupakannya. Walaupun bertahun-tahun berlalu, rasanya masih beberapa hari kau mencoba melupakannya. Itu yang biasanya terjadi menurut sepengetahuanku. By the way, hari ini aku bertengkar lagi dengan Seolhwa,”

Tanpa mendengarkan Baekhyun yang juga ingin berbicara dengannya perihal Seolhwa, Kai malah langsung pergi dari dalam kelas dan membuat Baekhyun berteriak, “YAA!!”

**

“Apa? Kenapa kau mau saja berangkat dengan Hoya?!” pekik Yun yoo setelah Yang da memberitahunya jika Yang da berangkat bersama Hoya tadi pagi. Awalnya Yun yoo sibuk membersihkan lensa kameranya, namun sekarang kameranya teronggok mengenaskan (setengah besih) di mejanya.

“Habisnya mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa melihat wajah Kai untuk saat ini. terlalu beresiko,” sungut Yang da.

“Resiko bagaimana? Kalau suka tunjukkan saja. Kenapa kau ini? kau adalah orang teraneh yang pernah kutemui di dunia ini. jika Kai menyukai gadis lain karena itu bagaimana? Bagaimana jika dia menyerah padamu dan berpikir kau tidak menyukainya?” amarah Yunyoo tiba-tiba meluap.

Yang da menunduk sedih, “Aku masih trauma, Yun yoo. Apa kau bisa menjamin Kai bisa membuatku bahagia?”

“Tentu saja!” tiba-tiba Yun hee menyahut sambil menaruh tasnya di tempat duduk, “Dia pria baik dan tulus, Yang da. Lagi pula kalian masih tujuh belas tahun, mau pacaran seperti apa? Kalian tidak akan langsung menikah bukan? Jadi kenapa harus repot-repot menyembunyikan perasaan?”

Yun yoo mengangguk setuju meskipun ia sendiri kaget dengan cerocos Yunhee yang tiba-tiba. Ia yang paling tahu bagaimana perasaan Yang da karna Yang da selalu menceritakan semua rahasianya pada Yunyoo. Yangda masih trauma dengan cinta pertamanya. Yun yoo mengerti jika cinta pertama Yang da memang bajingan, dan menurutnya Kai adalah orang yang tepat untuk menghilangkannya dari pikiran Yang da selamanya.

“Tapi aku terlanjur menerima semua perlakuan Hoya padaku,”

Yun yoo langsung menjitak kepala Yangda, “Itulah kebodohanmu. Sekarang, bagaimana kau membuat hoya pergi hah? Sekali kau membuka pintu masuk untuknya, dia tidak akan dengan mudahnya keluar,”

Tiba-tiba Minseo datang dan duduk di hadapan Yang da dan terkekeh, “Hei, apa kau masih belum melupakan pria yang meninggalkanmu hanya karena kugoda itu?”

“Ini juga salahmu, sudah tahu Yang da menyukainya, Kau malah mendekatinya,” Sungut Yunyoo sambil menatap Minseo sinis.

Minseo mengangkat kedua tangannya layaknya tahanan, “Baiklah,maafkan aku Yangda. Tapi kau tahu sendirikan aku ini seperti apa? Lagipula jika laki-laki itu benar-benar yang terbaik untukmu, mana mungkin dia meninggalkanmu begitu saja hanya karena kudekati?”

“Sudahlah tidak usah dipikirkan. toh itu sudah berlalu,” ujar Yangda singkat, “Sekarang masalahnya bukan pria itu ataupun Minseo. Sekarang masalah yang terbesar itu Kai,”

Yunhee melambaikan tangannya, “Sekian dari ceramahku pagi ini, aku tidak mau membantumu lagi karena ini salahmu dan aku ingin pergi ke kantin. Ayo Minseo,” ujar gadis itu dan langsung melesat pergi bersama Minseo.

Sekarang Yangda menatap Yun yoo dengan tatapan penuh harapan, berharap Yunyoolah yang dapat membantunya kali ini. yun yoo menatapnya datar dan berkata, “Aku sudah membantumu sebisaku, bahkan sejak dulu. Tapi melihat apa yang kau lakukan pagi ini membuatku kecewa. Maaf aku tidak bisa membantumu lagi,”

**

Seol hwa masuk kedalam kelas lebih lambat dari biasanya. Hari ini dia sedikit malas pergi kesekolah karena untuk kesekian kalinya hari ini ia dan Baekhyun lagi-lagi bertengkar dan itu di perempatan dekat sekolah tepatnya di kedai tteokbeokki langganan Baekhyun(lagi-lagi soal makanan). Seolhwa sebenarnya begitu sedih dengan pertengkaran yang dengan mudahnya terjadi antara mereka, namun perbedaan yang terlalu kontras antara keduanya tidak memberi mereka pilihan. Dulu Baekhyun suka mengalah dengan apapun yang Seolhwa lakukan. Namun sepertinya sekarang Baekhyun sudah lelah.

Seolhwa tidak ingin menyudahi hubungan mereka saat ini. tidak saat dia masih ingin bersama Baekhyun. Dia masih sangat menyukai Baekhyun. Entah kenapa dia bisa menyukai pria itu. Pria sederhana yang terlalu manis untuk dilihat.

Mungkin itulah yang membuat Seolhwa jatuh cinta pada Baekhyun. Pria itu terlalu manis.

‘harusnya aku bersyukur mendapatkan Baekhyun disisiku. Aku tidak bisa terus seperti ini. aku juga harus membahagiakannya,’ batin Seolhwa.

Ia mendongak dan mendapati teman-temannya tak seperti biasanya. Yun hee dan Yang da terdiam dan saling mendiamkan satu sama lain, sedangkan Yunyoo sudah hilang entah kemana. Seolhwa menaikkan alisnya heran dan menghampiri dua sahabatnya itu, “Apa yang terjadi? Kenapa kalian tidak seperti biasanya?”

Yun hee tidak menjawab. Sepertinya rasa kesalnya sudah naik di ubun-ubun hingga Yunhee yang ramah tak lagi seramah dulu. Hanya Yangda yang balik menatapnya, “Aku menghancurkan semuanya,”

“Aku dan Kai.. sudah tidak ada harapan,” Yangda kini terlihat mati-matian menahan tangisnya, “Aku ingin memperbaikinya.. namun, sudah terlambat,”

“Apa yang terjadi?” Tanya Seolhwa melembut. Yang da lalu menceritakan semua hal yang terjadi pada Seol hwa. Tentang bagaimana ia dengan bodohnya membuang harapannya untuk bersama Kai dan malah memilih Hoya yang sama sekali tidak ia sukai.

Cerita Yang da malah membuat Seolhwa sadar, betapa kecil dan terbatasnya kesempatan itu. Ia terhenyak beberapa lama dan membuat suasana di sana begitu hening. Yang da kemudian berkata, “Apa yang harus kulakukan Seolhwa-ah? Yun yoo tak mau membantuku lagi. dan Yunhee.. kau lihat sendiri keadaanya saat ini,”

“Yangda,” panggil Seolhwa. Yang da menatapnya heran, “Apa?”

“Hanya ada satu kesempatan,” wajah Seolhwa tiba-tiba sudah berlinangan air mata, “Hanya ada satu kesempatan dan aku menyia-yiakannya. Ya ampun! Semoga Tuhan tidak menghukumku karena ini,”

Yang da menautkan alisnya sementara Seolhwa langsung berlari keluar kelas. Yangda menghela nafasnya saat bayangan Seolhwa sama sekali tidak terlihat lagi, “Jadi kau juga tidak mau membantuku juga?!”

Tanpa menghiraukan teriakan Yangda, Seolhwa terus berlari melewati lorong-lorong kelas. Gadis itu berlari begitu kencang menuju ke kelas yang Baekhyun tempati yang berada diujung sebaliknya dari kelasnya. Sesampainya disana Seolhwa langsung memanggil pria itu, “Baekhyun-ah!!”

Baekhyun yang semula sibuk mencari teman curhat terhenyak mendengar suara Seolhwa menggema di kelasnya. Benarkah itu pacarnya? Seolhwa? Bukannya mereka tadi pagi baru saja bertengkar? Biasanya Seolhwa tidak mau melihat wajahnya setelah bertengkar.

Baekhyun melihat kepintu dan mendapati pacarnya dengan nafas tersengal-sengal berusaha mencari keseluruh penjuru kelas. Dan pandangannya terhenti begitu melihat Baekhyun. “Baekhyun-ah,”

Seolhwa langsung berlari menghampiri Baekhyun dan berdiri di depannya. Tanpa membiarkan Baekhyun bertanya gadis itu langsung melumat habis bibir Baekhyun di hadapan seluruh penghuni kelas. Persetan dengan semua yang ada! kesempatan ini hanya ada sekali dan ia tidak bisa melewatkannya begitu saja.

Baekhyun yang terkejut menjadi semakin terkejut tatkala Seolhwa menciumnya. Akhirnya gadis itu menerimanya dengan tangan terbuka. Namun, benak Baekhyun masih bertanya-tanya soal tangis yang memenuhi wajah Seolhwa saat ia pertama kali melihat gadis itu. Tapi ia teralihkan oleh rasa manis bibir Seolhwa yang memenuhi mulutnya. Astaga, gadis ini pecium yang handal!

Baekhyun tanpa pikir panjang langsung membalas ciuman gadisnya itu. Entah di muka umum atau tidak, ia tak perduli. Yang ia pedulikan hanyalah bahwa ia mencintai Seolhwa. Hanya itu, sesederhana itu.

Hatinya masih sangat hangat saat Seolhwa meninggalkan bibirnya. butuh waktu cukup lama bagi Baekhyun untuk kembali sadar dari buaian bibir Seolhwa. Ini pertama kalinya mereka berciuman, dan ini rasanya seperti di surga.

Seolhwa langsung memeluk Baekhyun dan berusaha mengusap air mata yang mengalir di pipinya, “Tolong jangan tinggalkan aku, kumohon!”

Perkataan Seolhwa membuat Baekhyun bingung. Meninggalkannya? Mana mungkin?!

“Kau harus berjanji padaku. Kau tidak akan meninggalkanku,” Seolhwa melepaskan pelukanya dan mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Baekhyun.

Baekhyun mengangguk dan menautkan kelingkingnya pada Seolhwa. Seolhwa tersenyum dan sepertinya hendak mencium Baekhyun lagi. (fyi, sebenarnya itu juga ciuman pertama Seolhwa dan sepertinya gadis itu mulai kecanduan Baekhyun) namun suara Luhan tiba-tiba menginterupsi mereka, “Sudah selesai dramanya? Selamat, kalian berdua akan menjadi bahan perbincangan si seluruh sekolah setelah ini,”

Chanyeol dan Lay yang ada disana juga saling berangkulan dan tersenyum mesum bersama-sama,
“Wow Baekhyun, kau yang terhebat!” Lay mengacungkan jempolnya.

“Kau sekarang masternim bagi kami! Wah, aku tidak percaya ternyata Baekhyun sangat pintar berciuman!” Ujar Chanyeol tanpa melepaskan senyuman nakalnya.

Akhirnya kedua pasangan itu kembali ke alam sadar mereka. Dan mereka langsung panik karena adegan mereka yang 17+ itu ternyata disaksikan guru mereka yang tengah berdiri di ambang pintu kelas,“Kalian berdua..” Geram guru tersebut sambil memasang wajah terseram yang pernah ada sambil berjalan mendekati mereka berdua.

**

“Keatas lagi!” teriak Kim saem pada Baekhyun yang membersihkan jendela kantin bagian atas. Di dalam kantin Seolhwa sedang mengepel lantai kantin dengan wajah yang kusut. Baekhyun menghela nafasnya dan menuruti perintah gurunya itu.

Sementara itu Kim saem menyilangkan tanganya di dada sambil memasang wajah kesalnya, “Kalian ini.. masih tujuh belas tahun saja sudah berani berbuat mesum. Pagi-pagi pula! Memangnya kalian ini mau jadi apa? Bintang porno?” baekhyun langsung tersedak ludahnya sendiri dan membuat guru mereka berhenti berbicara sejenak. Namun langsung melanjutkannya saat Baekhyun juga mulai membersihkan lagi.

“Untung saja kalian kuhukum setelah jam istirahat. Jika tidak? kalian akan jadi bahan tertawaan seluruh sekolah-“

“Tadi ada yang bilang jika itu romantis, saem!” sela Seolhwa tiba-tiba.

“Hei, kau ini,” Kim saem berdecak, “Sopan santunmu bagus sekali.. Dengarkan yang lebih tua berbicara dulu! Jangan asal potong!” Seolhwa memutar bola matanya dan kembali meneruskan pekerjaanya.

“Masa depan kalian sudah terlihat suram sekarang! Apalagi kalian bukanlah murid emas di sekolah ini. mau jadi apa kalian nanti?? Bla..bla..bla..”

Baekhyun menyumbat telinganya dengan earphone sedangkan Seolhwa membiarkan suara kim saem berlalu tanpa mendengarkannya. Tepat saat Kim saem berkoar-koar menceramahi mereka berdua, tiba-tiba Yun yoo dan Sehun datang ke kantin.

Sehun langsung tergelak begitu melihat Baekhyun dan bertanya pada Seolhwa, “Apa yang kau lakukan?”

“Apa yang terjadi hingga seperti ini?” Tanya Yun yoo pura-pura tidak tahu sambil menahan tawa.

Seolhwa langsung meringkuk malu. Wajahnya merah padam dan itu membuat Yun yoo semakin semangat mengerjainya. Bahkan Seolhwa tak sempat berpikir bagaimana Yun yoo dan Sehun bisa ada di tempat tersebut. jam istirahat sudah berakhir bukan?

“Pergi sana!” bentak Seolhwa sambil berusaha mengipasi wajahnya yang merah.

“Hei, kau benar-benar jadi bintang hari ini. sungguh, Si Kyung soo memasang foto kalian saat berciuman di madding, kau tahu,” ujar Yun yoo sambil mengangkat bahu.

Seolhwa mengumpat. Bisa-bisanya ada orang yang masih berusaha mempermalukannya setelah semua ini? si keparat Kyungsoo itu harus binasa! Dendam dalam diri Seolhwa yang mulanya menyusut pada Kyungsoo kini membara lagi.

Awalnya Baekhyun fokus membersihkan jendela kantin saat tanpa sengaja melihat tiga orang itu berada di dalam kantin. Baekhyun langsung mendapat ide begitu melihat Yunyoo dan Sehun didalam sana. Dengan senyum jenakanya Baekhyun melepas earphonenya dan berbalik pada gurunya, “Saem, sepertinya ada orang lain yang melanggar peraturan,”

Kim saem hanya mengangkat alisnya dan dengan ketusnya berujar, “Siapa?”

Baekhyun menunjuk kedalam kantin dan wajah pria paruh baya itu langsung memerah melihat ada pasangan lain berkeliaran saat jam pelajaran dimulai. Kim saem kenal dengan dua wajah itu, tukang bolos ternama di sekolah yang tidak pernah tertangkap saat bolos. Jika pria itu bisa menangkap kedua berandalan itu, dia pasti akan mendapat penghargaan dari kepala sekolah.

Dengan wajah sok tegas Kim saem masuk kedalam kantin dengan langkah lebar. Kedua bola matanya melotot dengan tajam seiring tubuhnya yang menghampiri Sehun, Yunyoo dan Seolhwa.

“Sepertinya kalian gagal membolos hari ini..” ujar pria itu sambil mengeluarkan ekspresi kasihan pada Yunyoo dan Sehun. kedua muridnya itu hanya menatapnya bingung. Sehunpun berujar, “Apa maksudnya pak?”

Kim saem mulai merasa kedua muridnya ini jadi kurang pintar karena jarang mengikuti kelas, “Baiklah, aku kujelaskan-“

“Mungkin ada sedikit kesalahpahaman. Kami baru pulang dari olimpiade kimia di Gangnam, bapak lupa ya? kami lapar, jadi kami kekantin dulu,” potong Yunyoo sedikit ketus.

Kim saem mengangkat alisnya bingung. Seingatnya kedua bocah ini tukang bolos..

“Kalau tidak percaya Tanya saja pada Jung saem, dia yang mengantar dan menjadi pembina kami. Beliau ada di ruang guru,” ujar Sehun lagi dan membuat Kim saem semakin kalut. Apa jangan-jangan karena usia bertambah ia jadi pikun? Walaupun itu sedikit mustahil, mengingat usianya baru tigapuluh Sembilan, namun hal itu masih membuatnya khawatir.

“Baiklah.. akan kucek ke ruang guru. Kalian tetap disini.. jika kalian sampai berbohong.. awas saja,” ancamnya sambil mengacung-acungkan jarinya pada wajah Yunyoo dan Sehun.

“Tentu saja pak,” ujar Sehun. kim saem pun berjalan keluar dari kantin setelah mendengar ucapan pria tersebut. Setelah punggung kim saem menghilang Sehun tersenyum dan melirik Yunyoo.

“Tentu saja..” ulang pria itu sambil menahan tawa. Yunyoo pun tampak menahan tawanya.

“Tentu saja TIDAK!!” teriak mereka berdua bersamaan. Dan hal itu membuat Baekhyun hampir terlonjak dari tangganya. Sebelum ia sempat menyadarinya, Sehun dan Yunyoo sudah berlari dengan kecepatan kilat. Baekhyun mengumpat karena gagal membuat mereka dihukum dan membuat Seolhwa menatapnya garang. Sementara Yunyoo dan Sehun..

Mereka sibuk sendiri di dunia mereka, sambil memegang erat tangan satu sama lain.

**

Kai menangis.

Pria itu menangis seperti anak kecil dan itu membuat Chanyeol tertawa terbahak-bahak saking konyolnya. Chanyeol ingin menahan tawanya karena sebagai teman ia harus menyemangatinya saat patah hati bukan? Tapi ia tidak bisa karena Kai terlihat sangat lucu. Ingin tahu kenapa dia menangis?

Ia mengangis karena gagal membeli minuman dari mesin minuman. Biasanya Kai akan menggebrak mesin itu sambil marah-marah. Tapi hari ini berbeda. Di hadapan Chanyeol, Pria itu menangisi mesin minuman yang tak mau mengeluarkan minuman dan menelan uang koinnya. Dia jadi benar-benar gila sekarang.

Kyungsoo awalnya tak tahu apa-apa. Namun entah karena takdir atau apa, dia lewat tepat saat Kai tengah menyedot ingusnya. Kyungsoo tergelak, “Sekarang dia yang jadi mellow. Katakan padaku, apa yang terjadi padamu?”

Chanyeol mendekati Kyungsoo dan berbisik, “Sepertinya ini soal Yang da. Gadis itu diambil anak baru bernama Hoya,”

“APA?” Kyungsoo melotot, “Jangan buat masalah dengan gadis-gadis itu.. sudah lupakan saja,”

“Kupikir kau akan membantuku!!” teriak Kai parau sambil mengusap air matanya dengan punggung tangan.

“Kalau berurusan dengan mereka aku tidak mau!!” balas Kyungsoo.

“Kenapa?”

Pertanyaan Chanyeol membuat Kyungsoo terdiam. Ia tampak bingung sesaat kemudian menjawab, “Karena Seolhwa membenciku!!”

“Bukannya tadi pagi kau masih sempat mengejek gadis itu? Siapa yang menempel fotonya berciuman dengan Baekhyun di mading? Kau bukan? Jadi menurutku ini bukan tentang gadis itu. Kenapa Kyungsoo? Apa yang salah dari mereka?” Tanya Chanyeol penasaran.

Kai mendengus, “Jangan bilang kau.. jadi yang kudengar malam itu benar?”

“Apa yang kau dengar Kai? Tak ada yang terjadi Chanyeol, aku bersumpah. Siapa yang bilang ada masalah dengan mereka? Aku baik-baik saja. hanya kurasa kita terlalu dekat dengan mereka. Tidakkah kau lihat ada banyak gadis baik diluar sana yang setiap hari memandangimu dari kejauhan dan berharap mendapatkanmu? Kenapa kita harus terjebak dengan gadis populer juga? Ini sama sekali tidak adil,”

“Tapi bisakah kau membantuku? Kau tidak mau menjelaskan apa yang terjadi pada Chanyeol dulu, dan sekarang setelah terjadi padaku tepat didepan matamu kau ingin mengabaikanku? Aku sekarang tahu Kyungsoo, semua omongan aneh kalian selama ini adalah cinta, dan aku.. ini pertama kalinya..” Pinta Kai sambil masih menahan air matanya.

“Aku akan membantumu,” akhirnya Kyungsoo mengalah, “Tapi hapus namaku dari rencana kalian. tak ada yang tahu aku terlibat dalam hal ini,”

**

“Kumohon.. siapapun bantu aku. Aku payah, aku bodoh, tapi tolong satukan aku dengan Kai. kumohon,” Yangda memohon-mohon dihadapan teman-temannya lagi. kali ini dia memasang wajah hampir menangis agar Yunhee dkk. mau membantunya.

“Sudah kubilang aku muak, Yangda,” gumam Yunhee, “Jika ini hanya menyangkut dirimu tidak apa-apa. Namun kali ini, masalah ini sudah diambang batas. Berhentilah berharap pada pria populer itu. Kau akan mati ditangan penggemarnya,”

“Maksudmu masalah ini diambang batas?” Seolhwa mengerutkan dahinya.

“Yangda tidak hanya menyakiti perasaan Kai dengan memilih Hoya. Namun dia juga menyakiti temannya yang berusaha sedemikian kerasnya hingga gadis itu memilih menutupi rasa tidak nyamannya hanya untuk membantu Yangda,”

Kerutan di dahi Seolhwa bertambah, “Siapa dia?”

“Siapa lagi?!” ujar Yunhee kesal, “Yunyoo. Kau tahu dia berkorban banyak demi kau, Yangda! Dia merasa tidak nyaman dengan Chanyeol dan Lay yang terlihat terlalu jelas menyukainya. Dan tidakkah kau lihat? Yunyoo juga merasa tidak nyaman dengan Sehun! tapi dia membuang semua itu hanya demi membuat permainan konyol untuk membuatmu dekat dengan Kai. Tapi apa yang kau lakukan? Kau hanya melirik pria itu. Mana rasa hormatmu pada Yunyoo?? Bukankah gadis itu yang perlu kita bantu sekarang?”

“Yunyoo tidak punya masalah,” ujar Seolhwa enteng, “Dia bolos bersama Sehun tadi. sambil tertawa seperti orang gila,”

Yunhee tergelak, “Dia tidak bolos sayang..”

“Dia dihukum. oleh ibu Sehun,”

To be continue

One thought on “I Like You (Part 12)

  1. loh, gimana ceritanya yunyoo dihukum oleh ibunya sehun?!:-/
    itu lagi kenapa mereka bisa sama2 gitu? bukannya hubungan mereka jadi nggak baik ya setelah insiden permainan konyol yunyoo?
    njiirr.. baekhyun dan seolhwa berani bangeto_O dan kamvretnya kyungsoo majang foto mereka di mading :v
    yangda sih sok nerima ajakan hoya. nyesal juga kan trus yg lain juga udah pada nyerah bantuin yangda. jongin bener2 di ambang kegalauan :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s