[Oneshoot] L+O+V+E = HURT

img_2215

Author : bubblebaek1106
Main cast :
– Byun Baek Hyun (EXO)
– Kim Seung Yoon (OC)
– Oh Se Hun (EXO)
Cameo :
– Jung Hae Ra (OC)
Length : Oneshoot
Genre : Romance, sad, hurt, friendship, happy ending.
Rating : T
Desclaimer : This ff is pure mine. Kritik & saran dibutuhkan dari readers tercinta. Maaf kalo kurang memuaskan, ini masih ff pertama soalnya😀 Do not copas!
Happy reading! ^^

Note : All is Seung Yoon POV

OoO

Terjebak cinta dengan sahabat sendiri memang tidak mudah. Bagaikan buah simalakama, membuatmu serba salah karenanya. Mengungkapkan namun menghancurkan persahabatan, atau memendam saja namun menuai rasa sakit. Semuanya bukanlah hal yang mudah dijalani.

Namun apalah daya jika perasaan yang berbicara. Semuanya terasa transparan, tak ada batasan sama sekali. Dan hal itulah yang membuatku gila. Apalagi jika dia sudah tertawa saat bercanda bersamaku. Membuat hatiku semakin gusar saja.

OoO

Hari ini seperti biasa, aku berangkat sekolah seperti biasa, dengan semangat yang luar biasa seperti biasa. Semangat karena 1 hari tidak berjumpa sahabat sahabatku, terutama dia, yang juga sahabatku.

Pagi ini dia menyapaku, seperti biasa, menyapaku dengan margaku dengan nada dibuat buat yang menjijikkan. Namun aku senang, karena dapat melihatnya tertawa lagi bahkan di pagi hari saat kelas masih belum dimulai.

Bangku kami yang bersebelahan membuatku semakin dekat dengannya, makin sering bercanda lebih dari sebelum bangku kami sejajar seperti ini. Membuatku semakin menyukainya setiap hari, setiap jam, menit, bahkan setiap detik. Senyumnya yang begitu menyenangkan, nada bicaranya yang begitu menenangkan, dan aroma tubuhnya yang membuyarkan konsentrasiku dalam sepersekian detik saja. Terkadang, mempunyai sahabat seperti itu benar benar menyebalkan.

OoO

Cinta itu sebuah pembodohan. Membuat orang bodoh sepertiku menjadi semakin bodoh karenanya. Namun, cinta juga sebuah pembelajaran. Membuat orang bodoh sepertiku menjadi paham akan cinta.

OoO

“Bersabar, menunggu, percaya.” Orang bilang itu adalah 3 kata ajaib yang membuat harapan kita menjadi kenyataan. Kurasa hanya aku yang tidak percaya akan hal tersebut. “Mana bisa kau mendapatkan sesuatu hal tanpa usaha?” Itulah penyangkalanku setiap kali dia, namja yang ku suka menasehatiku. Mungkin itu bentuk pengekspresianku yang lelah menunggunya peka terhadap perasaanku.

Ya, aku menyukainya. Aku menyayanginya sebagai seorang namja, bukan seorang sahabat. “Cinta datang karena terbiasa” Kurasa itu adalah alasan terkuat mengapa aku bisa menyukainya. Bertahun-tahun bersamanya membuat hatiku menumbuhkan perasaan-lebih-dari-sahabat. Aku ingin selalu bersamanya. Membayangkan kami akan berpisah saja rasanya mengerikan. Paling tidak, untuk saat ini aku ingin selalu bersamanya.

OoO

Cinta membuat kita menjadi seperti lilin. Walaupun nantinya akan habis dan tak berarti, namun paling tidak ada yang sudah kita korbankan untuk cinta.

OoO

Aku sudah menjelaskan bagian bahwa aku bersahabat dengannya bukan? Ingin rasanya aku menghapus kenyataan bahwa aku bersahabat dengannya agar aku bisa segera menyatakan perasaanku padanya, lalu pergi jika ditolak. Bayangkan! Bersahabat dengan namja yang kini kau sukai? Ingat! Hanya kau yang suka padanya! Bagaimana rasanya? Menyiksa. Benar benar menyiksa.

Karena kami “hanya sahabat” dan perasaan ini hanya ada padaku, tentu saja dia memiliki seseorang yang dia suka. Dan dia adalah hoobae di sekolah kami. Namanya Jung Hae Ra, kalau tidak salah. Yeoja idaman para pria. Dan tebak! Pada siapa namja sialan itu menceritakan semuanya? Tentu saja padaku! Setiap kata yang terlontar dari mulutnya serasa seperti pisau yang menyayat hatiku, semakin dalam setiap harinya.

OoO

Aku menyukainya. Tapi dia sudah memiliki orang yang dia suka. Jadi perasaanku ini rahasia.

OoO

Sebenarnya perasaanku ini makin lama makin menyusahkan saja. Setiap kali dia menceritakan hoobae yang disukainya, diriku selalu menunjukkan tingkah aneh. Seperti tatapan kosong, tergagap secara tiba tiba, dan yang paling ekstrim aku pernah membentaknya. Padahal maksudku bukan seperti itu. Namun karena diriku yang tidak ahli menyembunyikan perasaan, seperti itulah akhirnya.

Hari berganti hari. Namun perasaanku masih belum berganti, masih menyukainya. Dan dia, semakin menyukai hoobae tersebut. Masih sama, belum berganti, aku masih dijadikan tempatnya bercerita tentang hoobae -yang menurutku- sok cantik itu. Dia berkata bahwa dia benar benar menyukainya -tidak, benar benar mencintainya. Dan aku hanya bisa berkata,

“Semoga cintamu tidak bertepuk sebelah tangan”

Seperti cintaku kepadamu.

OoO

Mengorbankan perasaan demi orang yang kau cintai adalah pengorbanan yang luar biasa.

OoO

Hari ini hari paling menyedihkan bagiku. Hari ini adalah
akhir dari kisah seorang Kim Seung Yoon. Hari yang membuat mataku membengkak. Hari yang membuatku kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu. Hari yang membuatku berubah 360°. Hari yang membuatku kehilangan harapan dan semangat hidup. Oke mungkin ini berlebihan, tetapi hari ini benar benar membuatku semakin gila.

Dia berpacaran.

Perlu kuulangi? Dia berpacaran. Baek Hyun berpacaran. Dengan Jung Hae Ra sialan itu. Yeoja itu merebutnya, merebut sahabatku sekaligus namja yang kusukai. Aku mencoba tersenyum saat mendengar kabar ini dari mulut Baek Hyun itu yang membuatku tampak lebih bodoh dari sekedar bodoh. Tersenyum dengan mata berair? Benar benar konyol. Dan tanggapan namja itu saat melihat reaksiku benar benar konyol sekonyol konyolnya konyol membuatku ingin memotong mulut tajamnya itu. Katanya begini,

“Omo! Seung Yoon-ah! Kau menangis! Apakah kau terharu karena aku mendapat yeoja chingu secantik Hae Ra? Ah tidak usah seperti itu Seung Yoon-ah, aigoo kau benar benar sahabat yang baik.”

Dia benar benar gila, kurasa.

Semakin hari aku merasa Baek Hyun semakin menjauh dariku. Apakah mempunyai yeojachingu membuatnya melupakan sahabatnya ini? Hal itu membuatku marah. Kepada siapa ia mengeluh ketika mendapat masalah? Dengan siapa ia menghabiskan waktu ketika merasa kesepian? Aku merasa tak dianggap dan dilupakan begitu saja setelah sekian lama ini ia selalu bersandar padaku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya kepadanya, namun jawabannya malah menambahkan perasan jeruk di hatiku yang telah disayat olehnya, jawabannya-

“Hae Ra tidak suka saat aku berdekatan denganmu”

Dan saat itu aku naik pitam. Emosiku tidak bisa tertahankan. Aku marah padanya. Aku membentaknya untuk ke 2 kalinya. Aku benar benar kehabisan kesabaran. Akhirnya ku katakan padanya bahwa-

“KAU TEGA! DASAR SAHABAT PENGHIANAT! TEGANYA KAU MELUPAKANKU DAN MENGACUHKANKU HANYA KARENA YEOJA ITU! KAU TEGA BAEKKIE-AH!! APAKAH KAU MAU MELUPAKAN PERSAHABATAN KITA SELAMA 10 TAHUN INI BAEK HYUN-AH? PERGILAH! AKU MEMBENCIMU! AKU MEMBENCIMUUUUU!!!!!!!!”

Aku benar benar marah padanya. Mataku terasa panas, lalu aku menangis. Dia benar benar tega. Dan jawabannya adalah-

“Baiklah, Seung Yoon-ah”

Blamm!! Hatiku hancur saat itu juga. Aku menangis semakin menjadi. Aku tak pernah merasa sesakit ini. Kenyataan menamparku untuk ke 2 kalinya. Dan kali ini aku benar benar kehilangannya. Aku membencinya, aku membenci diriku. Seharusnya aku tidak menyukainya. Seharusnya aku tidak jatuh cinta padanya. Seharusnya aku sadar akan posisiku. Bodoh. Bodoh. Bodoh. Aku benar benar bodoh. Dia tidak salah, aku yang salah. Aku seharusnya sadar siapa aku di matanya.

Aku kembali mengalihkan pandanganku ke arahnya. Dia berjalan menjauh, menjadi titik kecil, kemudian menghilang. Dan 2 patah kata yang dikeluarkannya tadi adalah kata kata terakhir yang ku dengar darinya. Karena setelahnya, dia tidak lagi menyapaku dan mengajakku bicara. Aku benar benar terpuruk. Aku tak bisa lagi hidup seperti ini.

Dan saat ini, di atap sekolah, aku ingin mengakhiri hidupku. Aku sudah benar benar lelah. Sesaat sebelum aku melompat dari atas sini, aku mendengar langkah kaki mendekat, lalu menarikku dengan cepat, kemudian memelukku dengan erat.

Aroma ini, punggung ini, tangan ini, dekapan ini, aku mengenalinya. Ini Baek Hyun. Sahabat sekaligus namja yang ku cintai. Aku mendengar dia terisak, aku merasakan pakaianku basah oleh air mata. Ia menangis. Menangis saat memelukku. Kemudian ia berkata-

“Seung Yoon- ah, mianhae, saranghae”

Seketika tubuhku lemas. Apakah dia mencintaiku? Astaga aku benar benar tak percaya akan apa yang ku dengar, sesaat sebelum-

“Baek Hyun-ah, chagiya, ayo kita pulang chagi.”

Hae Ra. Dia ada di sini. Memanggil Baek Hyun dengan sebutan chagi. Kemudian Baek Hyun melepas pelukan kami, lalu menghampiri Hae Ra, mengecup keningnya, lalu meninggalkanku tanpa sepatah kata pun.

Saat aku masih termenung melihat kejadian barusan, aku mendengar sebuah langkah mendekat, kemudian terlihat sesosok namja tampan bertubuh tinggi. Oh Se Hun. Ia mendekatiku, memakaikanku jaket, lalu menuntunku menuruni tangga. Kudengar ia berbicara dengan lembut padaku,

“Jika Baek Hyun tidak becus menjagamu, maka aku yang akan menjagamu.”

“Aku mencintaimu, Seung Yoon-ah”

OoO

Dan semua berakhir tanpa seorang pun tahu.

END.

3 thoughts on “[Oneshoot] L+O+V+E = HURT

  1. Menurut ku… rada kurang detail…menurut ku sih hehe…soalnya yg prov cma si cwe dan gk tau prov pemeran yg lain…tapi tetep keren kog…soalnya mirip sama kisah gua wktu smp dlu*curcol* 😁*nyengir kuda*…dan di tnggu kaya selanjutnya….SEMANGKA(semangat kaka)

  2. Menurutku alurnya kecepetan. Kurang panjang. Seharusnya kamu bikinya lebih mendetail. Misalnya pas Baekhyun cerita, jangan cuman bilang kalau Baekhyun itu cerita tentang si cewek itu, tapi kasih dialognya. Overall aku suka, cuman kurang gimanaa gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s