Maybe (Chapter 1)

cv

 

Tittle : Maybe?

Author : Wulan fitriani

Cast :Byun Baekhyun, Lee Rai, EXO member

Leigth : chaptered

Rate : teeneger

Genre : married life, romance comedy

 

“apakah kita sepasang suami istri?”

~

 

Suasana cerah nan ceria bersemayam pagi ini. Kicau burung dan suara kendaraan bersahutan bak lantunan Simponi.Udara pagi membuat para jantung bumi berkeringat.Semua indahuntuk hari ini.Semua orang sedang menikmati kesegaran udara pagi ini.Tapi tidak untuk Baekhyun.Pria berusia 25 tahun itu sedang asik dengan mimpinya.Bergulung dibawah selimut dan kadang kadang melontarkan racauan aneh yang membuat siapa saja tergelak mendengarnya.

“hei… kau mengintipku ya…??” racau Baekhyun tak jelas. Dari bagian tubuhnya, hanya kepalanya yang terlihat.

“kau melihat celana dalamku? Dasar mesum!” igaunya lagi. Tak jauh dari tempat pria itu terjaga, seorang wanita cantik nan manis sedang bersender didaun pintu sambil sesekali menggeleng prihatin.

 

“siapa yang mesum? hah?” wanita itu terkekeh. Dia berjalan mendekati ranjang tempat Baekhyun tertidur.

“hei! Baekhyun -ssi… bangunlah! bukankah kau harus berangkat kerja?” ujar yeoja itu seraya menepuk selimut yang membungkus tubuh Baekhyunpelan. Sangat pelan.

“Baekhyun ssi…” panggilnya lagi.

 

“apa lagi ayam mesum? heh? kau mau lihat milikku? mau lihat?” igaunya lagi. Dia menyibak selimut yang membungkus dirinya. Dengan mata tertutup dan tubuh terbaring, Baekhyunberusaha membuka celana boxernya.

 

“Yak!!sebenarnya siapa yang mesum? Ayam itu atau kau?hah??” teriak wanita itu histeris.

Teriakan seorang wanita cukup membuat Baekhyun tersadar dari tidurnya. Matanya mengerjap imut dengan telunjuk yang menggesek-gesek dikelopak matanya.

 

“Rai-i..? hoam..” panggilnya dengan suara parau.Matanya mengerjap berulang-ulang membiasakan cahaya yang masuk kematanya.

“mengapa kau disini? siapa yang mengizinkanmu masuk?”Baekhyun merenggangkan tubuhnya.

 

“aku kesini hanya ingin membangunkanmu..kau telat bangun lima belas menit dari biasanya..” jawab wanita bernamaRai itu. Dia menunduk seraya memilin ujung bajunya.

 

“karna aku sudah bangun, jadi kau boleh pergi dari kamarku..” ucap Baekhyun sebelum dia bangkit dari ranjangnya. Mengambil handuk yang entah sejak kapan sudah berada di nakas.

Rai mendengus kesal.Menyikapi sifat suaminya yang seperti orang asing baginya. Tapi entahlah apa yang membuat Rai tetap ingin bersama suaminya itu. Jelas bukan karna harta.Suaminya seperti selalu ingin dia ada didekatnya.Rai tersenyum malu dalam khayalannya.

 

“mengapa masih disini?”Baekhyun berbalik menatap Rai.Rai terkejut dan langsung bersikap biasa.

“apa ada yang lucu?” Tanya Baekhyun melihat Rai seperti menahan senyum.Rai menggeleng.

“mengapa tidak menjawab?” tanya Baekhyunlagi.Rai memandangi Baekhyun dengan cengiran konyolnya.

 

“apaaku harus pergi?” tanya Rai degan bodohnya. Baekhyun mutup matanya erat lalu membuang nafasnya kasar.

 

“aish! cepat keluar!!!” Baekhyun melepar handuknya kearah Rai.Namun tidak mengenai Rai.Baekhyun kembali berbalik hendak masuk kedalam kamar mandi.

 

“baiklah.. aku keluar, tidak usah terlalu marah aku kan hanya bertanya” Rai memasang wajah sebalnya.

 

Belum sempat Rai melangkah, Baekhyun memanggil.

“Lee Rai”

 

“ya?”

 

“cepat lah cerai denganku” tangannya menggenggam erat gagang pintu kamar mandi.Beberapa detik tanpa jawaban, dia langsung masuk meninggalkan rai tanpa jawaban.

 

“mengapa selalu itu yang dia ucapkan? Apa itu sebuah mantra” rai bergumam

 

“mengapa kau mau menikah denganku?” Tanya Baekhyun dari kamar mandi.

 

“kau tidak punya pertanyaan lain? Aku bosan medengarnya” rengek Rai.Rai mengambil handuk yang Baekhyun lemparkan padanya.

“kau tau, aku merasa pernikahan akan lebih baik dilakukan jika hanya sekali”Baekhyuntersenyum miring.

 

“apa seperti ini baik?”

 

`krek

“entahlah.. tapi..Baekhyun -ssi..kumohon jangan ceraikan aku..”Rai molongokkan kepalanya seraya menyerahkan handuk pada Baekhyun.Baekhyun yang tadi hampir membuka celana tidurnya, teriak memaki Rai.

 

Hari-hari yang mereka lewati selalu penuh pertengkaran kecil.Jika pertengkaran itu hanya sekali, itu sangat wajar.Tapi mereka?Hampir setiap hari dalam 5 bulan ada saja yang mereka ributkan.Sejauh ini pernikahan mereka tidak dapat menumbuhkan cinta dengan sempurna, hanya Rai yang memiliki cinta. Sedangkan Baekhyun? Kalian ingat saja sikapnya selama ini. Pernikahan ini terjadi karna kakek Baekhyun, ia ingin cucunyaitu menikah dengan gadis yang ada dimajalah yang selalu ia baca saat dirumah sakit. Awalnya Baekhyun sangat menolak, karna pernikahan seperti itu sangat konyol dan pasti tidak akan bertahan lama. Baekhyun sangat tidak habis fikir dengan kakeknya itu.Kakeknya mengidap penyakit parah dan menurut dokter umurnya tidak akan lama. Keluarga Baekhyun berusaha menyanggupi keinginan yang mungkin untuk terakhir kalinya.Keluarga Baekhyun sampai menyewa detektif untuk mencari gadis yang ada dimajalah itu.Tidak sampai sehari, keluarga Baekhyunsudah menemukan gadis itu. Lee Rai. Lee Rai adalah seorang gadis sampul yang manis, berkepribadian ceria walaupun kadang ceroboh dan kadang terlihat bodoh, tapi entah apa yang membuat kakeknya memilih Rai. Kakeknya seperti punya pandangan lain pada Rai. Kakeknya yakin itu pasti benar, makanya dia ingin cucunya menikahi Rai.Apa sudah cukup menceritakan proses pernikahan mereka?

 

“mengapa dia harus berteriak? Aku kan istrinya” Rai tertawa geli mengingat usaha Baekhyun menutupi bagian atas tubuhnya yang polos.Rai meningalkan kamar Baekhyun dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

“apa dia benar-benar tidak bahagia dengan pernikahannya?” Rai berbicara sendiri sembari menyiapkan sarapan untuk suaminya.

“apa aku harus membuatnya bahagia?” tanyanya pada tomat dan selada yang ada dihadapannya.

“bagaimana?”

Rai bergelutak didapur cukup lama hingga tak lama dia mendengar suara sepatu berjalan kearahnya.

 

 

Bruk

 

Rai menoleh dan mendapati Baekhyun yang sedang meringis seraya memegangi pelipisnya.

“kau tidak apa-apa?” Tanya Rai menahan tawa. Rai menaruh gelas berisikan susu putih.

 

“tak usah tertawa, kau terlihat jelek saat tertawa” wajah Baekhyunterlihat kesal.Baekhyun menarik kursi dan duduk diatasnya.

 

Rai masih tersenyum tertahan mengingatBaekhyun yang menabrak dinding pembatas ruang tengah dan ruangmakan.Dia merasa suaminya adalah manusia paling aneh yang pernah dia kenal.Dan mungkin dia tidak akan bisa melepaskan orang aneh itu.

 

“oh ya, Ra-i kalau kau mencoba masuk kekamar mandi saat aku sedang mandi lagi, habis kau.” Ancamnya sambil mengacungkan roti bakar pada Rai.

“apa tadi kau melihat tubuhku? Aish..aku suadah tidak suci lagi..” Baekhyun merengek kesal.

 

“tidak, lagi pula tidak ada yang bagus dari tubuhmu” ujar Rai dengan sombongnya. Rai berjalan meninggalkan ruang makan menuju ruang tengah.

 

“hei!!” teriak Baekhyun tak terima.

 

“aish.. jangan terus berteriak, kau tidak malu dengan tetangga?” Rai menutup telinganya tanda dia terganggu.Rai berjalan lagi kedapur menaruh apronnya.Baekhyun rada pusing melihat Rai yang terus mondar mandir.

 

“kau ini benar-benar” Baekhyun mengambil ancang-ancang melempar roti kedua yang ada ditangannya.

 

“ah sudahlah.. aku pergi!” ucap Rai setelah dikira semua perkerjaannya sudah selesai. Dia mengambil tasnya dan berjalan keluar tak memperdulikan kemarahan suaminya itu.

 

“eh.. tunggu! Kau mau kemana?”

 

“sudah berapa lama kau bersamaku? Ah~ iyaaku lupa! kau mana pernah memperhatikanku… ya sudah, aku pergi!” ujarnya lalu pergi meninggalkan Baekhyun yang hanya memiringkan kepalanya.

 

“kemana dia pergi? Mengapa aku tidak tahu?Sejauh itukah hubungan ku dengannya?”

 

“apakah kita sepasang suami istri?”

 

-0-

 

Langit biru dengan semburat jingga, kini telahbersiap menyambut petang.Hiruk pikuk kota semakin ramai. Beberapa lampu mulai menyala menemani warna jingga di langit. Sudah sangat bisa dibayangkan seindah apamalam nanti.

 

“aku-“Rai menghentikan ucapannya.

“Untuk apa aku memberi salam? Toh mahlukaneh itu tidak ada dirumah.”Rai mengganti sepatu dengan sandal rumahlalu melenggang masuk.Rai melemparkan tubuhnya diatas sofa ruang tegah.Memejamkan mata sambil memijati pelipisnya.Tubuhnya benar-benarremuk.Dia benar-benar sibuk hari ini.

 

“dari mana saja kau?”sebuah suara mengganggunya.

Baekhyun baru saja keluar dari dapur dengansekaleng minuman soda.

Ah Rai salah prediksi! hari ini Baekhyun pulangcepat.

 

“berkerja..” jawab Rai sekenanya.

 

“di butik eomma? sepertinya seragam disanatidak seperti itu..” dia ikut duduk disebelah Rai.

 

“bukan..” jawabnya lagi.

 

“lalu..?”

 

“cafetaria..” jawab Rai datar. Matanya menataptelevisi yang hanya menyediakan layar hitam.Tubuh dan fikirannya terlalu lelah.

 

“Apa?hahahah…”Baekhyun tertawaterbahak-bahak hingga tangannya tak kuat menahan berat kaleng soda ditangannya.Soda yang ditangantumpah mengenai seragam Rai.

 

“aish… Baekhyun -ssi…”Rai mengeram menahanamarah.

“ahh..dingin…” Rai menggigil.

 

“maaf sungguh aku tidak sengaja…”Baekhyun berusaha membersihkan noda soda di seragam putih Rai.

 

“ah tidak usah aku saja, aku bisa membersihkannya sendi-” Rai terdiam saat merasakan sesuatu yang hangat dibagian dadanya. Eoh? Ada apa? Otaknya terlalu lama mencerna apa yang terjadi. Rai menatap Baekhyun perlahan.Persis seperti robot.

 

“ah.. ma-maaf.. aku tidak sengaja.. sungguh”Baekhyun menarik tangannya dan memindahkannya kebelakang lehernya. Suaranya terdengar gugup.

Nafas Rai sedikit berat dan tubuhnya sedikit menegang.Rai membuang wajahnya yang memerah.

 

“sungguh aku tidak sengaja..”Baekhyun membasahi bibirnya yang tiba-tiba terasa kering.

Tanpa menjawabnya, Rai beranjak pergi meninggalkannya.

 

“Rai-i… Mianhada!!” teriaknya lagi.Dia memandangi tangan kananya lalu mengusap rambutnya gusar.

 

-0-

 

Baekhyun terus mondar mandir didepan kamar Rai.Sejak sore tadi Rai tidak keluar dari kamarnya.Ini hampir pukul 9 malam.Dan Baekhyun belum makan.

 

“Rai… aku lapar..tidak ada makanan apa pun didapur.” Baekhyun terdengar seperti memohon.

 

“kau buat saja sendiri, kau kan sudah besar.” Sahut Rai dari dalam. Terdengar judes.

 

“hei! Kau kan seorang istri. Kau yang seharusnya memasak!”

 

Secara tiba-tiba kno pintu bergerak.Rai melongokan kepalanya dari dalam.

“istri?Kau menganggapku istrimu” mata Rai berseri-seri.

 

“kau tidak mengunci pintunya? aish…” diaberdecak dan langsung pergi dari kamar Rai.

 

“hei suamiku..” goda Rai. Rai berlari menyusul Baekhyun yang berjalan kearah dapur.

 

“baiklah.. kau ingin makan apa suamiku?” godanya lagi.

“cukup rai..” eram Baekhyun.

 

“baiklah, baiklah.. aku mengerti..” Rai terkekeh melihat reaksi Baekhyun.

Rai memulai memasak untuk Baekhyun.Baekhyun hanya diam memperhatikan Rai yang mulai sibuk dengan kegiatannya.

 

“kau tunggu saja disana, ini tidak akan memakan banyak waktu” Rai menyuruh Baekhyun untuk menunggu dimeja makan. Baekhyun membuka lemari atas dan mengambil apron. Lalu ia mengalungkan apronya pada Rai.

 

“pakai lah jika sedang memasak”

 

“ah iya aku sampai lupa..” Rai hanya tersenyum konyol.

Saat Rai hendak memakainya.Ide jahil melintas di otaknya.

“ah.. Baekhyun -ssi..aku sibuk, bisa tolong pakai kan?” pintanya dengan mata yang berkedip-kedip.

 

“memakai apron tidak memakan banyak waktu” Baekhyun berlalu meninggalkan Rai didapur sendiri.

 

“aish.. tidak berhasil..” Rai menertawakan dirinya sendiri.Rai kembali bergaul dengan perkerjaannya tanpa memperdulikan apron yang diberikan Baekhyun.

 

Tak butuh waktu lama Rai selesai dengan masakannya.

 

“suamiku.. makanan sudah siap..” panggil Rai seraya menatanya di meja makan.

Baekhyun datang dengan wajah setengah sadarnya.

 

“eoh? kau tertidur? Maafkan aku membangunkanmu..”Rai menarikan kursi untuk Baekhyun.

 

“tidak.. hanya memejamkan mata sebentar” Baekhyun menarik kursi lain lalu mendudukinya.

 

“aish..” Rai mendengus sebal dan menduduki kursinya.

 

“bisa tidak kau berhenti memanggilku seperti itu?” ucapnya sebelum memulai makan.

 

“mengapa? Aku kan istrimu..” Entah apa yang membuat Rai senang menggoda suaminya itu.

 

“panggil aku oppa”

 

“ya? Gimana maksudmu?”Rai terkejut dengan permintaanBaekhyun.Bukankah sangat romantis jika seorang istri memanggil suaminya oppa?Rai tersenyum sendiri karna girang.

“Hei..kau tidak sakit kan?Apa kepalamu terbentur? eoh! Atau sekarang kau sudah sadar dan sudah mulai mencinta-”

 

“ibu akan datang..” jawaban singkat Baekhyun membuat Rai menelan sisa kata-katanya.

 

“ahhh.. aku mengerti” ujarnya pahit.

 

Hening untuk beberapa saat.

 

“maaf kan aku ya karna aku sepat merajuk, kau jadi telat makan..” Rai tersenyum malu.

 

“aku yang seharusnya minta maaf.. aku berfikir kau marah.”Baekhyun tetap fokus pada makanannya.

 

“untuk apa aku marah? Kau kan suamiku..”Rai tersenyum dan kembali memakan makanannya.Baekhyun berubah pandang.Dialihatnya Rai dengan wajah berfikir.

 

“ah iya benar.. aku suamimu..”Baekhyun terdengar kikuk.Baekhyun memang tidak seperti Rai yang bisa dengan leluasa mengungkapkan bagaimana perasaanya.Seperti ada yang menghalangi dirinya untuk mengetahui perasaanya.Dia tau kalau Rai memang sudah mulai mencintainya.Hanya tinggal dirinya yang mencoba untuk mencintai istrinya.

 

“aku sudah selesai, aku ingin mandi kau selesaikan saja makanmu. Biar aku nanti yang mencuci piringnya.”Baekhyun mengerjap lalu mengangguk.Memperhatikan langkah istri yang mulai menghilang terhalang dinding.

 

Baekhyun menyelesaikannya dengan cepat, dia membawa semua piring kotor kedapur.Dia sempat melihat apron yang masih terlipat rapih di pentri.Dia tidak memakainya.Lalu mulai mencuci piring.Hingga saat piring terakhir, Baekhyun menjatuhkannya karna licin.Piring itu pecah dan berserakan dilantai.Baekhyun berjongkok hendak membereskanya namun Rai datang dan menahannya.

 

“hei, hei.. biar aku saja. Aku sudah sangat mahir menangani ini.”Rai berjongkok dan sedikit mendorong Baekhyun untuk menjauh.Baekhyun menurut dan menjauh.Dilihatnya Rai membereskannya dengan sangat hati-hati, tanpa tergores serpihan kaca seperti di sinetron kebanyakan.

 

“apa yang kau lakukan hingga piring ini jatuh? Kan sudah kubilang biar aku saja yang mencucinya.”Rai terus mengoceh.Baekhyun hanya memperhatikannya. Entahlah apa yang ada dipikiranya saat ini.

 

“hei! Kau mendengarku tidak?”Rai menbuang kaca-kaca itu ke tempat sampah.

 

“eoh? Iya..maafkan aku..”

 

“aku hanya tidak ingin kau kenapa, kenapa..” Rai tersenyum.Untuk beberapa saat Baekhyun membatu, sebelum akhirnya dia melihat jam yang ternyata sudah sangat malam.Rai mengikuti arah pandang Baekhyun.

 

“ya ampun! Sudah malam sekali..kau tidurlah, atau kau ingin ku buatkan susu?” tawar Rai.

 

“eoh? Iya..aku mau susu, tolong bawakan kekamarku” Baekhyun terlihat lugu.

 

“baiklah oppa.. segelas susu akan sampai dikamarmu..” Rai langsung bergegas membuatkan susu untuk Baekhyun. Sedangkan Baekhyun masih belum mengerti dengan apa yang terjadi malam ini. Seperti ada yang aneh.

 

Baekhyun meninggalkan Rai menuju kamarnya.

 

Baekhyun termenung memandangi luas kamarnya.Perasaan dia saja atau memang tadi itu dia menjadi sangat penurut pada Rai.

“aku seperti baru melihat sesuatu.. dan merasakaan sesuatu..”

“dan aku tidak mengerti!!!” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi.

 

“hei kau kenapa?” Rai masuk dengan segelas susu ditangannya.

 

“mengapa tidak mengetuk?” Baekhyun melihat sinis.Untung saja dia belum memikirkan banyak.

 

“haruskah aku melakukannya?” Rai bertanya dengan bodohnya.

 

“ah.. aku lelah menghadapimu..” matanya terpejam dengan tangan yang mengisyaratkan Rai untuk menaruh gelasnya.

 

“baiklah oppa.. selamat tidur..” Rai mengucapkan dengan bertingkah menggemaskan.Tapi Baekhyun seolah jijik melihatnya.

 

“jangan lakukan itu lagi dihadapanku..” Baekhyun terlalu kasar.Bertingkah lucu itu wajarkan untuk seorang wanita.Apa itu namanya? Aegyo?Baekhyun pasti tidak pernah punya pacar.

 

“baiklah, baiklah..”Rai berjalan menjauhi ranjang Baekhyun.Tangannya hampir sampai pada knop pintu.

 

“Rai-i..kemarilah.. tidur disini,” Baekhyun menepuk sisi yang kosong disebelahnya.

“Bersamaku” tambahnya pelan.

 

“ya? Hei! Sebenarnya ada apa denganmu hari ini? Ini seperti bukan kau, aku jadi takut.”Rai yang masih didepan pintu memeluk dirinya sendiri dengan memasang wajah saat dia takut.

 

“tidak usah banyak bertanya, nanti kau juga tahu.. bukan kah ini yang kau inginkan?”

“anggap saja malam pertama” tambahnya ragu

 

Rai masih mematung ditempatnya, Baekhyun terlalu mengejutkan.

Baekhyun bangkit dari ranjangnya menghampiri Rai.Dia menarik lengan Rai dan menghempaskan Rai di ranjangnya.

“cepat geser..” sekarang jadi Rai yang penurut.

Baekhyun meneguk susunya dengan cepat dan membaringkan tubuhnya. Dia sama sekali tidak memikirkan Rai yang masih pada posisinya. Terduduk di tengah ranjang.

 

“tidur Lee Rai.. ini sudah sangat malam..” Baekhyun menarik lengan Rai hingga tertidur di sebelahnya.

 

Rai tidak bisa menahan senyumnya, tidur satu ranjang dengan Baekhyun. Rai kira itu hanya akan ada dalam mimpi. 5 bulan menikah, dan baru kali ini mereka tidur bersama.Rai terus memandangi punggung luas Baekhyun. Rasanya dia tidak akan tidur dan akan terus memandangi Baekhyun.

 

Baekhyun berbalik menghadap Rai.Rai terlonjak dan langsung menutup matanya.Berusaha untuk terlihat senatural mungkin.

 

“aku tau kau belum tidur..” Baekhyun menyeringit aneh melihat Rai yang seperti memaksakan diri untuk memejamkan matanya.

 

“kalau sudah tau diam, jangan buat aku membuka mataku..” sahut Rai dengan mata tertutup rapat.

“apa kau akan berubah setelah kau membuka matamu?” Baekhyun tertawa kecil.

 

“eoh? Kau tertawa?”Rai buru-buru membuka matanya saat dia mendengar kikikan dari Baekhyun, seperti tawa Baekhyun adalah sesuatu yang tidak boleh terlewatkan.

 

“apa salah? Kau- kau kenapa?”Tanya Baekhyun heran.Wajah Rai sungguh aneh saat ini.

“kau sakit?” Tanya Baekhyun lagi.

 

“Kan sudah kubilang jangan buat aku membuka mataku” wajah Rai merah padam, nafas Rai mulai berat, dan jantungnya… berdegup tak beraturan.

 

“kau demam? Hei! Jangan buat aku takut..”Baekhyun panik melihat yang bertingkah aneh.

 

“aku malu bodoh!” Rai langsung berbalik memunggungi Baekhyun.

 

“malu?” Baekhyun menautkan alisnya.

“karna?” tambahnya.

 

“aku tidak bisa melihat wajahmu begitu dekat..” Rai berbicara dengan manjanya.Kedua tangannya memegangi kedua pipinya yang memanas.

 

“kau yang bodoh!!” Baekhyun memukul Rai dengan guling.Dia terlalu kesal menyikapi sifat Rai yang aneh.Rai tidak memperdulikannya, dia terlalu sibuk dengan fantasinya.

 

“jangan berbalik, tidurlah seperti itu.”

 

“baiklah..” Rai mengangguk.

 

“selamat tidur..” ucap Baekhyun.

 

“selamat tidur juga..” balas Rai malu

“suamiku..” tambahnya pelan. Namun Baekhyun masih dapat mendengarnya.Baekhyun tersenyum geli melihat tingkah wanita yang kini tidur di sampingnya.Mereka sudah menikah, tapiBaekhyun merasa Rai seperti teman dan Baekhyun lebih nyaman seperti ini.

 

Semilir angin membuat siapa pun seperti tak ingin keluar bahkan sekedar hanya untuk menyapa matahari.Baekhyun dan Rai masih tertidur berbalutkan selimut tebal. Mereka berusaha menghangatkan satu sama lain. Bahkan tak terusik oleh suara bel yang berbunyi berkali-kali.

“uriiBaekhyuni.. kau dimana?” samar-samar suara seorang wanita terdenger.

“disini kau rupanya..” wanita yang ternyata sudah setengah baya itu tersenyum gembira melihat dua anak manusia yang tertidur memeluk satu sama lain.

“anak-anak.. ayo bangun.. ini sudah pagi” wanita setengah baya itu membuka gordeng kamar yang membuat banyak cahaya masuk. Baekhyun sedikit terganggu, dia mengerjapkan matanya berulang-ulang. Yang pertama ia lihat adalah wajah terlelap Rai. Tapi dia langsung mengalihkannya.

 

“ibu?” Baekhyun mengusap matanya.

“kapan ibu sampai?” tanyanya parau, dilihatnya Rai masih saja tertidur sama sekali tak terusik. Dia tidak mengerti mengapa setiap hari Rai bisa bangun sangat pagi.

 

“baru saja.. Sudah biarkan saja istrimu, dia pasti kelelahan..” wanita yang tadi disebut ibu itu memandang Baekhyun dengan tatapan menggoda.

 

“Tidak ibu..”Baekhyun hanya bisa menghela nafas dan memandangi Rai yang mulai terusik.

 

“eung..” erang Rai.

 

“hei bangunlah, sudah siang!”Baekhyun menekan-nekan pipi Rai berniat membangunkannya.Benar saja, Rai terbangun lalu terduduk.

 

“eung? ada apa.. hoamm..” Rai merenggangkan ototnya.Dengan mata yang setengah terbuka, Rai melihat seiisi ruangan.

 

“kau lelah Rai?” suara lembut yang sangt ia kenal membuat Rai menyempurnakan matanya.

 

“ibu?!” Rai berseri-seri.Baekhyun yang ada disebelahnya hanya menghela nafas bosan.

“iya.. aku lelah, aku tidur larut malam..” rengek Rai pada ibu mertuanya itu. Baekhyun dengan spontan menatap Rai dengan mata yang membulat sempurna.Ibunya itu menatap Baekhyun dengan tatapan bangga lalu mengacungkan jempolnya.Baekhyun hanya menghela nafas lalu menggeleng.

 

“ya sudah, kalian mandi sana. Ibu akan memasak untuk kalian.”Ujarnya sebelum akhirnya meninggalkan mereka berdua.

 

“terimak kasih ibu!!” Rai berteriak girang.

 

“apa jadinya jika ibu melihat kita tidur dikamar yang berbeda?” Tanya Baekhyun tiba-tiba.

 

“apa yah..?” Rai berfikir.

“ah! Aku mengerti sekarang..”Rai tersenyum konyol.

“kau orang yang pemikir juga yang ternyata..”Rai bergelayut pada lengan Baekhyun.

 

“ish.. minggir!” Baekhyun mendorong Rai dan turun dari ranjangnya.

 

“kau mau kemana?” Tanya Rai manja.

 

“mandi. Mau ikut?” jawab Baekhyun kesal.

 

“ikut..” Rai mengoyangkan bahunya manja.

 

“dasar mesum!” Baekhyun memukul wajah Rai dengan bantal.Rai hanya tertawa konyol dengan kelakuanya sendiri.Sama sekali tak merasa tersakiti oleh sikap Baekhyun.

 

“yasudah aku mandi setelah kau..”

 

“memang harusnya seperti itu!” Baekhyun selalu mengeluarkan banyak tenaga jika menghadapi Rai.Baekhyun meninggalkan Rai menuju kamar mandi.Dia tidak mau mengambil resiko darah tinggi jika berlama-lama didekat Rai.

 

“oppa! Akan kusiapkan pakaianmu..” ujar Rai setengah berteriak, takut-takut Baekhyun tak mendengar dari dalam sana.

 

“lihatlah dia, sekarang dia bertindak seperti seorang istri..” Baekhyun hanya menggumam.

 

-0-

 

“eoh? Nari?”Baekhyun menuruni tangga sambil membenahi baju yang sudah dipilihkan Rai.Tidak norak memang, tapi memang agak melenceng dengan style-nya selama ini.

 

“kenapa? Kau tidak suka aku disini?” sahutnya sengit.Wanita yang di panggi Nari itu melengos kedapur tanpa permisi.

 

“Baekhyun -ah, marahi adikmu itu..dia selalu bolos kuliah hanya untuk kerja sambilan.. ibu sudah lelah mengomelinya.”Ibu Baekhyun mengadu.Dia duduk disofa dengan tubuh yang terlihat lelah.

 

“Nari kerja sambilan?”Baekhyun mengerutkan keningnya, dia sangat ingat betul jika keluarganya masih sanggup membiayai kuliah Nari.Baekhyun memangdangi Nari heran.

 

“kenapa? Apa salah?Aku hanya ingin aku punya uangku sendiri” Nari yang baru kembali dengan sekaleng soda mengembungkan pipinya kesal.Semua keluarganya tidak pernah mengerti dirinya.

 

“biarkan saja bu, dia hanya ingin mandiri..” Baekhyun tertawa kecil diakhir kalimatnya.Baekhyun menghampiri ibunya lalu duduk disebelahnya, menyender pada bahu ibunya.

 

“kau kenapa?” ibu Baekhyun mengusap pucak kepala anaknya itu. Baekhyun hanya diam, seolah Baekhyun merasa ibunya mengerti perasaanya saat ini.

 

“dasar anak manja..” komentar adiknya.

“eonni!” panggilnya saat melihat Rai berlari menuruni tangga. Rai membalasnya dengan senyum lebar.

 

“Nari!” sahut Rai.

 

“hei, hei.. jangan berlari saat menuruni, kasihan ubinku..” Baekhyun mengomeli Rai.Rai tersipu malu mendengarnya, Rai menganggap itu sebuah perhatian.

 

“ah eonni… Bogoshippo… terakhir aku melihatmusaat pernikahanmu..”Nari langsung memeluk Rai setelah rai sampai padanya.

 

“aku juga, aku sangat kesepian disini..Baekhyun selalu pergi berkerja dan pulang larut”curhat Rai.Rai terlihat manja pada adik iparnya itu.

 

“benarkah?” Narimeyakinkan.Rai mengangguk manja dan kembali pada pelukan NariBaekhyun terlihat kesal mendengar ucapan Rai.Istrinya itu memang benar-benar menyebalkan.

 

“benarkahBaekhyun?” ibu Baekhyun menatap Baekhyun penuh amarah, dicubitnya pinggang Baekhyun hingga meringis.

 

“pantas saja aku belum punya keponakan..” Nari menatap Baekhyun sinis.Baekhyun balik menatap adiknya bengis.

“atau kakakku memang tidak mahir soal urusan ranjang?” Nariterus memandang Baekhyun dengan tatapan remeh.

 

“eoh? Ranjang?Haha.Haha” Rai tertawa dipaksa.Dia menggaruk tenggkuknya pelan lalu memandang Baekhyun yang sedang beradu pandang dengan adiknya.

“hei.. Nari, ayo ikut denganku, aku ingin tunjukan sesuatu.”Rai mengerek Teali berusaha memutuskan aura aneh antara Baekhyun dan Nari.

“ibu, kami tinggal ya..aku akan makan nanti” pamit Rai lalu menarik Teali mengikutinya.

 

“pergilah yang jauh, kalau bisa jangan pernah kembali!” ujar Baekhyun penuh amarah, dia sampai berdiri karna emosinya yang memuncak. dilihatnya Rai hanya membawa Nari menuju kamarnya. Baekhyun menghela nafasnya kasar.Lagi-lagi energinya terkuras karna Rai.

 

“kau tidak perlu sekasar itu pada istrimu” ibu Baekhyun menarik Baekhyun untuk kembali duduk.

 

“tapidia itu istri yang aneh bu..” Baekhyun meremas rambutnya prustasi.

 

 

-0-

 

“aku akan berikan ini untuk ulang tahunnya, bagus tidak?” ujar Rai berseri saat memperlihatkan sweater biru laut yang ia rajut sendiri.

Mereka berdua duduk diujung ranjang dikamar Rai. Rai sedang menunjukan sweater polos buatannya yang dia rencanakan untuk hadiah ulang tahun Baekhyun yang akan datang seminggu lagi.

 

“eonni benar-benar merajutnya sendiri? Ya tuhan..ini bagus sekali..” Nari memandangi sweater itu takjub.

 

“aku juga punya satu!!” Rai memperlihatkan sweater lainya yang berwarna merah muda.

 

“apa ini?sweatercouple? Ah..manis sekali..” Nari terlihat gemas, dan itu membuat Rai malu sendiri.

“tapi kurasa ini terlalu bagus untuk Baekhyun oppa, dia lebih cocok memakai pakaian obralan.” Nari mungkin memang tidak memiliki hubungan yang baik dengan kakanya itu.

 

“menurutku, dia selalu tampan menggunakan apapun” ucap Rai menerawang, membayangkan wajah tampan Baekhyun.

 

“eyh.. apa itu cinta? Kau mulai mencintainya?”Tanya Naripenasaran, dia memegangi lengan Rai yang kini malah menunduk malu.

 

“tentu saja aku mencintainya, dia kan suamiku..” ucapnya sedikit malu.

 

“ahaku ikut senang mendengarnya..” Nari tersenyum gembira mengetahui Rai sudah mulai menaruh hati pada Baekhyun.

“tapi, em..” Nari menggantung kata-katanya.Dia memperhatikan sekeliling ruangan.Rai menunggu Nari melanjutkan kata-katanya.

“ini kamarmu kan?” Rai hanya menjawabnya dengan anggukkan polos.

“hah.. ternyata benar dugaanku, kalian masih tidur terpisah” Nari menghela nafas dan merebahkan dirinya.

 

“tapi kemarin malam kami tidur satu ranjang..” bela Rai sedikit malu.

 

“itu hanya karna dia tau ibu akan datang” sahut Nari.

 

“ah iya kau benar..” tubuh Rai langsung melemas. Kepalanya tertunduk dengan wajah yang berubah drastis.

 

“tenanglah eonni, dia pasti akan mencintaimu..” Nari bangkit dan berusaha menyemangati Rai.

 

“tapi dia bilang kalau aku itu wanita yang menyebalkan.. dia juga selalu marah padaku, padahal aku tidak pernah membuat kesalahan yang besar. Dia memang membenciku..” terangnya lesu.

 

“bukankahBaekhyun oppa juga menyebalkan? Dia sama sepertimu, dan aku yakin dia pasti akan sama sepertimu yang sudah mencintainya. Kau adalah pilihan kakekku, jadi aku akanmendukungmu. Lagipula dibandingkan mantan kakakku, kau jauh lebih baik.” Ucap Nari bersemangat, dia menggenggam kedua tangan Rai sangat erat tanda ia mendukungnya.

“ya walau tetap lebih cantik mantannya..” tambah Nari pelan seraya memalingkan wajahnya.

 

“benarkah? Aku jadi bersemangat! Baiklah Tuan Byun Baekhyun, aku akan membuatmu jatuh sangat dalam padaku” Rai mengepal tangannya tanda semangat.Nari tersenyum geli melihatnya.

“apa kau haus? Biar ku buatkan jus, kau tunggu disini” Rai berucap tanpa membiarkan Nari menjawab.Nari menggeleng maklum melihat tingkahnya.

 

Rai berjalan keluar kamar.

 

“dia itu sangat berbeda dengan Hyejin bu..” Rai menghentikan langkahnya.

Hyejin..? Siapa dia?

Rai terdiam ditempat ulah rasa penasaran dengan apa yang diperbicangkan dua manusia dibawah sana.

 

“mereka memang berbeda, dan ibu lebih menyukai Rai.” Sahut ibu Baekhyun meninggi. Rai melangkah mendekati tangga, dari sana dia bisa melihat jelas mereka yang berbincang dibawah sana.

 

Rai memandangi mereka dari jauh, entah apa yang dirasakan Rai. Seperti kesal, tapi tidak terlalu. Terlebih Baekhyun membandingkannya, memangnya seperti apa Hyejin itu?.

 

“karna Rai pilihan kakek? Ini konyol ibu..mengapa tidak kakek saja yang menikahi Rai? Mengapa harus aku?”Rai membeku, tanganya berpegangan erat pada pegangan tangga.Segitunyakah Baekhyun? .Rai masih bertahan pada posisinya.

 

“Baekhyun, dengar ibu..Rai adalah wanita yang tulus, tuhan akan menghukummu jika kau menyakitinya.”Ucap ibu Baekhyun halus.

“kalau kau tidak bisa mencintainya, setidaknya biarkan dia tetap bersamamu. Ibu mohon..”ujar ibu Baekhyun penuh harap.

 

“ah ibu.. aku terharu..” senyum Rai mengembang. IbuBaekhyun memang selalu bisa mengembalikan semangatnya.

Baiklah.. kita tunjukan siapa yang akan singgah dihatimu, aku atau Hyejin itu.. Rai mengepal tangannya bersemangat.

Kepalan tangannya jatuh pada kepalanya. Rai baru teringat jika dia harus membuat jus untukNari.Dia langsung menuruni tangga sambil berlari.Suara langkah kakinya membuat Baekhyun dan ibunya menoleh.

 

“hei! Sudah berapa kali ku bilang jangan pernah berlari saat menuruni tangga!”Baekhyun meneriaki Rai dengan tatapan kesal.

 

“kau bisa tidak bicara perlahan? Kalau kau tak suka yasudah..jika nanti ubinmu rusak, aku yang akan menggantinya!” sahut Rai sengit, tidak seperti Rai biasanya.

 

Baekhyun menjatuhkan rahangnya heran. Biasanya Rai akan tersenyum konyol jika Baekhyun memarahinya. Tapi tadi?

 

“bukan salah ibu..” ibu Baekhyun bangkit dan meninggalkan anaknya yang masih bingung.

 

Rai berjalan dengan sombongnya menuju dapur, dia puas setelah membalas Baekhyun tadi. Dia ingin Baekhyun merasakan apa yang dia rasakan selama ini.juga tidak mengerti mengapa dia juga marah pada Baekhyun.Rasakan kau tuan Baek..

 

..Dia itu sangat berbeda dengan Hyejin bu..

 

“aish..”Rai menggeleng menyadarkan diri.

 

Rai mulai membuat jusnya.

 

Jika difikir Baekhyun sering mengucapkan kalimat-kalimat yang lebih menusuk dari itu, dan dia sudah terbiasa. Karna Rai merasa itu adalah suatu perhatian. Puas sekali rasanya saat melihat Baekhyun terkejut ketika melihat sikapnya.

 

“hei hei! Itu airnya..” suara itu membuat lamunan Rai buyar, dilihatnya meja pentry basah.

 

“a! bagaimana ini?” Rai panik setengah mati.Air yang dia masukan kedalam blender terlalu banyak hingga luber kemana-mana.

 

“ambil lap, jangan panik” suruh Baekhyun.

 

“iya aku tau.” Sahut Rai. Saat dia tahu Baekhyun yang menyadarkannya, Rai berubah dingin kembali.

 

Rai mengambil lap dan mengelap air yang membasahi pentrynya.

 

 

“kau kenapa sih? Tumben sekali jadi pendiam..”Tanya Baekhyun heran.Sebenarnya Baekhyun tidak terlalu peduli, hanya penasaran.

 

“aku berisik salah, aku diam salah. Maumu apa?”Tanya Rai kesal.

 

“kau mendengar percakapanku dengan ibu ya?” tebak Baekhyun.

 

“memangnya apa yang kalian bicarakan? Kau tidak mungkin membicarakanku kan? Karna itu hanya akan mengotori mulutmu..”Rai berlalu tanpa peduli dengan jusnya.Dia tersenyum setelah merasa sudah jauh dari Baekhyun.

 

Baekhyun terperajat, dia bukan Rai yang biasanya.Baekhyun menyadari itu.Apa dia mencoba membalasku? Pikir Baekhyun.

 

 

 

 

 

To be continued….

8 thoughts on “Maybe (Chapter 1)

  1. Kenapa sih baekhyun ga mau ma rai?
    Rai aj nerima lapang dada walaupun dijodohkn,, klo memang rugi, keduanya pasti rugi krna ga kenal satu sama lain,, baekhyun jg jgn kasar bgt donk klo ngomong ke istrinya,, untung aj rai nganggep itu perhatian bukan bentakan,,

  2. walaupun baekhuyn kasar… tapi menurut rai itu adalah sebuah perhatian…..
    ya walaupun masih rada banyek typo tapi aku menghargai usahamu… semangat terus yoooo ditunggu kelanjutannya segera..

  3. Ff nya seruuu bgt thor~
    Rumah tanggana Rai ama Baek ribut mulu, walo sebenarnya mreka saling peduli satu sama lain
    Jd penasaran, kira2 Rai bkalan kerjain baek
    Lg ngga yah? Trus baeknya bakalan sayang sm Rai ga yah?
    Aah gapingin RT mreka cerai😂
    Thor buruan dilanjut yh, fighting🙌💕

  4. wowww rai keren dengan sikap membalasnya. aku kira nari gak tahu keadaan mereka ternyata nari tahu syukur juga sih nari tahu jadi rai ada temen curhatnya.hee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s