Retaliation (Chapter 1)

cover retaliation

Tittle : retaliation

Author : NANANA

Length : chapter

Genre : friendship,family,brothership

Rating : G

Tag : all member EXO

FF ini pernah sekali author publis di blog lain yaaa, jadi jangan lupa comment sebanyak-banyaknya

Happy Reading ^_____^

Seorang namja terduduk lesu di kursi kayu tua yang ada di halaman rumahnya. Masih teringat jelas olehnya kejadian beberapa minggu yang lalu. Kejadian yang telah membuat hidupnya berubah, kejadian yang telah membunuh keluarganya, kejadian yang begitu tak adil untuk dirinya. Seharusnya ia tak berada disini, namun kejadian itu yang menuntunnya ada disini. Sekarang ia harus menanggung semua beban ini sendiri, saat ini ia hanya sendiri.

“Appa…… eomma…… pembalasan untuk mereka yang telah menyakiti keluarga kita itu…. tidak salah kan….”ia berucap lirih.

“aku akan membalaskan dendam appa dan eomma, aku akan menggunakan berbagai cara untuk menghancurka mereka, aku akan membuat mereka merasakan rasa sakit melebihi rasa sakit yang pernah kita rasakan, aku akan membuat mereka hancur, aku akan membuat mereka mengembalikan apa yang seharusnya kumiliki. Aku berjanji” tekadnya bulat.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang, membuat ia tersadar akan lamunannya.

“Kai-yah, temani aku membeli bubble tea”

“aku sedang tidak minat sehunnie”

“kau tahu, aku mengajakmu keluar dan membeli bubble tea dengan harapan agar kau sedikit bisa melupakan masalahmu”

“kurasa percuma sehun, luka ini terlalu dalam, aku pun tak tahu apakah luka ini dapat mengering dan sembuh.”

“kau harus mencoba untuk lebih ikhlas Kai, jika terus seperti ini kau bisa menjadi gila, apa kau mau menjadi gila?”

“yaaaaaaaa, Sehun………. jangan pernah menghinaku”

“kalau begitu kau harus membuat dirimu bangkit, sebelum ada orang lain yang melihatmu seperti orang gila selain aku” ucap sehun sambil terkekeh

“HENTIKAN” Kai berteriak histeris

“sudahlah Kai, pita suaramu akan putus nantinya, kajja temani aku sekarang juga, aku yang traktir”

—-___—

Kai tidak habis pikir dengan jalan pikiran yang ada di otak namja berkulit putih susu disampingnya ini, bagaimana bisa ia dengan enaknya mengajaknya untuk pergi berjalan jalan di mal, ia saja sudah sangat lelah saat ini.

“kau sungguh banyak mau Oh Sehun”

“kau juga sungguh banyak mengoceh Kim Kai, aku tak habis pikir mengapa banyak yeoja di sekolah kita sangat banyak yang mengidolakanmu, apa yang istimewa dari dirimu, kulitmu saja hitam dan….”

Kai langsung membekap mulut Sehun dengan tangannya sebelum ia lebih panjang lebar mengoceh hal yang tidak penting

“kurasa kau yang sungguh banyak mengoceh Sehun”

Kai segera menyeret Sehun untuk keluar dari mal karena ia tak mau menanggung malu dari perbuatan temannya ini. Mereka saat ini sedang berjalan ke parkiran, menuju tempat mobil Sehun diparkir. Mereka berdua pun langsung melesat pergi meninggalkan mal itu.

“aissshhh, kau ini bagaimana, aku kan tadi masih mau jalan jalan” ucap sehun sambil memajukan bibirnya.” Saat ini Kai yang mengemudi karena Sehun menolak mentah-mentah membawa mobil lantaran Kai yang memaksanya untuk pergi.

Sehun terus berargumen tanpa henti sepanjang perjalanan, sedangkan Kai hanya diam mendengarkannya. Setelah 30 menit mengemudi, mereka sampai di depan rumah besar dengan pagar yang menjulang tinggi, juga beberapa penjaga berbadan besar dan tegap yang menjaga rumah itu.

“hei, cepat bukakan pintunya” sehun berbicara pada salah satu penjaga. Sang penjagapun membukakan pagar dan pintu mobil, lalu memberi hormat pada Sehun dan Kai

Sehun dan Kai segera pergi menuju rumah Sehun. Setelah sampai di dalam rumah mereka segera menuju kamar Sehun, tempat favorit mereka. Kamar Sehun memiliki berbagai fasilitas yang sangat lengkap seperti kasur yang empuk, kamar mandi yang nyaman, berbagai macam permainan, dapur, perpustakaan, lapangan fusal kecil

“sepertinya sudah sangat lama aku tidak merasakan yang seperti ini”

“ya…..apa yang kau bicarakan Kai, rumahku itu juga berarti rumahmu, semua barangku berarti itu juga barangmu”

“tapi aku jadi teringat dengan rumah lamaku, orangtua ku juga….”

“apa perlu aku merubah seluh tatanan kamarku, agar kau tak lagi sedih”

“ani, itu tidak perlu kau lakukan”

“kalau begitu kau tidak boleh sedih lagi, aku akan selalu ada di sampingmu”

“gomawo, sehun”

Kai dan Sehun memang sangat sering beradu argumentasi, namun mereka akan dengan sangat mudah juga saling mengerti dan memahami. Bahkan untuk sehun, Kai itu sudah dianggapnya seperti saudara, ia yang selalu menemaninya kala apapun, bahkan menurut Sehun ia akan lebih memilih Kai daripada kedua orang tuanya yang selalu pergi karena urusan pekerjaan dan hanya pulang beberapa bulan sekali. Jadi, Kai sangatlah berarti bagi seorang Oh Sehun.

—___—

Matahari sudah memunculkan dirinya sejak 1 jam yang lalu, namun dua orang namja itu belum juga bangun. Kai memang bermalam di rumah Sehun karena sehun memintanya. Mereka terus terlelap, sepertinya mereka kelelahan.

“tuan…tuan muda sehun, tuan muda kai, ayo bangun”

“ahjumma, kenapa kau membangunkan kami” ucap sehun sambil menggeliat

“bangunkan kami nanti saja ahjumma” kini giliran kai

“ini sudah terlalu siang untuk seorang namja bangun” ucap ahjumma

“aresseo, sebentar lagi kami bangun”

“jika sudah bangun langsunglah turun, sarapan sudah siap tuan”

“nde…ahjumma”

Bangun pagi adalah masalah utama untuk Sehun, apalagi Kai, yang sudah seperti mayat ketika tidur, ia mungkin bahkan tak akan tahu jika ada bom atom yang menghantamnya ketika ia sedang tidur.

Beberapa menit kemudian, Sehun dan Kai telah bersiap untuk sarapan. Menu sarapan hari ini adalah kimchi dengan jus strawberry. Sebelum makan, terlebih dahulu mereka berdoa di dalam hati. Setelah berdoa, barulah mereka makan dalam diam, dan hanya terdengar suara garpu dan sendok yang beradu dengan piring.

—___—

Saat ini Kai dan Sehun sedang berada di toko peralatan sekolah, mereka memang berniat membeli berbagai perlengkapan sekolah, karena libur panjang sebentar lagi akan selesai.

“Kai-yah, aku sudah selesai memilih perlengkapanku apa kau juga sudah selesai memilih?”

“oh, kau sudah selesai, ah aku rasa aku akan menyusul saja membelinya, aku belum dapat gajian dari hasil kerja paruh waktuku”

“issshhh, sudah berapa kali kubilang, tidah usah menyiksa dirimu dengan berkerja, appa dan eommaku adalah pemilik sekolah, mereka juga pasti tidak keberatan membiayai hidupmu, juga kau bisa tinggal di rumahku tanpa harus menyewa sebuah rumah kecil, bukankah kamar di rumahku banyak yang kosong?”

“kau ini benar benar, kau pikir aku benalu?”

“bukan begitu, aku kan hanya mengkhawatirkanmu”

“gwenchana”

“oh ya, sekarang kau pilih saja barang barangmu biar aku yang membayarnya”

“sudah kubilang aku bukan benaluuuuu” ucap kai sambil memajukan bibirnya

“kalau begitu kau bisa membayarnya ketika kau sudah punya uang”

“aresseo, sehun”

Setelah beberapa menit sehun menunggu Kai untuk memilih barangnya, mereka akhirnya pergi ke meja kasir dan kemudian membayarnya. Setelah itu mereka keluar sambil menenteng dua buah kantong plastik berwarna putih dengan ukuran yang besar.

“kudengar hari ini ada peresmian baru kedai bubble tea, dan dari yang kudengar mereka menggratiskan bubble tea untuk hari ini, apa kau mau menemaniku?”

“lagi lagi bubble tea, cukup bosan aku mendengar minuman itu”

“yaaaaaaa, kau tidak boleh berbicara seperti itu, bubble tea adalah sebagian dari hidupku, dan rasaaaaanyaaaaaaa, tidak ada yang menandinngi”

“kau ini cerewet sekali, padahal kau yang selalu bilang aku ini cerewet”

“terserah, kau adalah sahabat yang jahat jika tak mau menemaniku” ucap sehun sambil memajukan bibirnya

“baiklah, kajja”

“jinjja, ahhh gomawo” jawab sehun sembari menunjukkan eye smilenya”

Akhirnya, dua namja itu pun berjalan menuju kedai bubble tea, kedai itu sangat ramai terlihat, mungkin karena baru pembukaan.

“palli, kai-yah, kau lambat sekali”

“yayayayaya oh sehun”

Sehun meminta empat gelas bubble tea. Setelah selesai, ia membawanya ke meja tempat di mana Kai duduk. Ia memesan empat karena akan meminum tiga kelas, sedangkan Kai hnya satu gelas.

“kau benar-benar rakus”

“ah….bubble tea akan terasa benar benar nikmat ketika mendapatkannya dengan gratis”

“dasar kau saja yang rakus”

“minumlah bubble tea mu itu Kai, sebelum aku yang meminumnya”

Merekapun saling diam untu beberapa saat, sebelum akhirnya sehun berbicara lagi. Oh, dia memang tak pernah lelah untuk mengoceh

“Kai, appaku bilang akan ada murid baru yang masuk ke kelas kita ketika masuk sekolah nanti”

“lalu, aku harus apa?”

“dari yang kudengar ia sangat tampan, dan memang setelah melihat berkasnya dan fotonya, ia memang sangat tampan, dan juga kulitnya sangat putih. Apa kau tak takut tertandingi, bagaimana jika yeoja di sekolah kita jadi akan mengaguminya, bukan mengagumimu lagi”

“mana mungkin seorang namja bisa menilai namja lainnya tampan, apa kau tau seperti apa namja tampan?lagipula aku tak mengurus urusan yeoja yeoja itu”

“tapi dia memang sangat tampan” sehun bergumam sendiri

“memangnya siapa nama namja itu?” mungkin kali ini kai sedikit penasaran

“namanya…..”

 

 

 

TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s