[REMAKE] Where’s My Hero?

Wheresmyheroccover

[REMAKE] Where’s My Hero?

Original novel by :
Lisa Kleypas

Fiction by :
CHANSSOFEEL

Main Cast :
Oh Se Hun – Kim So Eun

Other Cast :
Kim Jun Myeon (Su Ho)

Genre :
Romance

Rate :
Mature


.
Against The Odds – Lisa Kleypas
.
Prolog

Jika ada pria yang tau bagaimana cara bertahan dari minuman keras, Oh Sehun-lah orangnya. Tuhan tahu Sehun sering kali berlatih- dan untung saja begitu karena jika tidak, saat ini ia pasti sudah terhuyung karena mabuk. Sayangnya, tidak peduli sebanyak apapun ia minum malam ini, tetap saja minuman keras tidak membuat hatinya mati rasa terhadap kenyataan yng getir atas apa yang tidak bisa dimilikinya.

Sehun merasa lelah, dan panas. Api kebenciannya sepertinya semakin meningkat seiring dengan berlalunya waktu yang dihabiskannya diaula dansa yang megah dan penuh ini. setelah memisahkan dirinya dari sekelompok teman, sehun berjalan ke galeri yang menjadi pembatas antar-ruangan, menengadah kelangit yang gelap dan dingin dari balik jendela besar. Diujung galeri, Jun myeon, sedang dikelilingi oleh sejumlah teman dan kenalan yang tersenyum ramah. Mereka semua mengucapkan selamat atas pertunangannya, yang baru saja diumumkan sejam yang lalu.

Sehun selalu menyukai Junmyeon, seorang teman yang cukup menyenangkan. Dengan kombinasi keberanian dan kecerdasan, yang membuat pria itu selalu bisa diterima dimanapun. Namun saat ini, perasaan muak bergolak dalam perut Sehun saat ia menatap pria itu. Ia iri kepada Junmyeon, yang masih belum menyadari besarnya keberuntungan yang didapatkannya dengan berhasil memenangi hati Kim Soeun. Menuurut rumor yang beredar, pernikahan itu akan lebih menguntungkan Soeun daripada Jun Myeon. Posisi Soeun akan meningkat tajam, saat kekayaannya yang melimpah digabungkan dengan gelar terhormat. Namun, Sehun tahu lebih baik dari yang lain. Soeun adalah harta sesungguhnya, tidak peduli baagaimana status keluarganya.

Kim Soeun bukanlah wanita dengan kecantikan luar biasa- ia memiliki rambut hitam kecoklatan ayahnya, mulut kecil ibunya, dan dagu sedikit tegas untuk ukuran wanita. Tubuhnya langsing dan payudaranya kecil, jauh dari standar yang bisa dianggap menggairahkan. Namun ada sesuatu yang mempesona dari Soeun- mungkin keluguan yang sangat menggenaskan hingga membuat seorang pria ingin terus menjaganya, atau sentuhan kejahilan yang sering kali muncul dari balik penampilannya yang terlihat tenang. Dan tentu saja, matanya… mata berwarna cokelat eksotis, dengan eye smile yang selalu terbit saat ia tersenyum, berpadu indah dengan wajahnya yang begitu mungil dan manis.

Sambil menghela napas kesal, Sehun meninggalkan galeri yang terasa panas, melangkah keluar menuju malam musim semi yang dingin. Udara terasa lembap dan segar, dilengkapi aroma semak mawar yang berasal dari taman yang ada dibawah. Jalan setapak batu memanjang diantara semak-semak geranium dan bunga liar berwarna putih. Sehun berjalan tanpa tujuan disepanjang jalan setapak itu, hampir keujungnya saat jalan itu melengkung menuju ketangga batu yang menurun ketaman bawah.

Tiba-tiba, saat ia melihat sosok seorang wanita yang sedang duduk dikursi taman, Sehun berhenti. Wanita itu terlihat sedang menunduk untuk menatap sesuatu yang dipegang diatas pangkuannya. Sebagai langganan pesta dan acara-acara hiburan di Seoul, dugaan pertama Sehun adalah wanita itu sedang menunggu kekasihnya, agar mereka bisa mencuri waktu untuk berduaan saja. Namun, Sehun langsung syok saat mengenali rambut hitam kecoklatan dan garis wajah yang tegas.

Soeun, pikir Sehun dengan mata lapar. Apa yang dilakukan Soeun diluar sini sendirian, begitu cepat setelah pertunangannya diumumkan? Meskipun Sehun tidak membuat suara, kepala Soeun terangkat, dan wanita itu menatap Sehun dengan sorot tidak tertarik. “Dr. Oh.”

Beranjak mendekat, Sehun bisa melihat bahwa benda yang ada diatas pangkuannya adalah secarik kertas, yang sudah dicoret-coret olehnya dengan menggunakan pensil kecil. Hitungan Matematika, tebakan Sehun. Obsesi Kim Soeun terhadap hal-hal berbau maskulin, seperti Matematiaka dan ilmu pengetahuan sudah menjadi gosip yang menyebar selama beberapa tahun belakangan ini. Meskipun teman-teman yang bermaksud baii sudah menasehati Mr. Dan Mrs. Kim agar melarang putrinya mengembangkan ketertarikan yang tidak umum itu. Mereka justu melakukan sebaliknya, mendukung dan membanggakan kecerdasan putri mereka yang luar biasa.

Setelah terburu-buru memasukkan kertas tersebut kedalam tas tangannya, Soeun menatap Sehun dengan sorot kesal.

“Bukankah seharusnya kau berada didalam bersama tunanganmu?” Tanya Sehun dengan suara menyindir.

“Aku hanya sekedar menginginkan privasi sebentar.” Soeun duduk lebih tegak dikursinya, bayangan malam tampak bermain dengan lembut digaris ramping tubuh wanita itu dan seolah menyatu dengan bagian depan gaun sutranya yang berwarna putih. Kerutan aneh diantara kedua alis Soeun dan mulut wanita itu sedikit cemberut sangat bertolak belakang dengan bayangan seorang calon pengantin yang baru saja mngumumkan pertunangannya sehingga Sehun tidak bisa menahan seringaiannya.

“Junmyeon tidak tahu kau berada disini, iya kan?”

“Tidak seorangpun tahu aku berada disini, dan aku akan berterima kasih kepadamu jika membiarkannya tetap begitu. Jika kau mau berbaik hati dan pergi dari sini- ”

“Aku tidak akan pergi sebelum aku memberikan ucapan selamat kepadamu.” Sehun menghampiri Soeun dengan langkah ringan dan malas meskipun jantungnya berdetak dengan irama yang sangat cepat dan kuat. Seperti biasanya, kedekatannya dengan Soeun selalu membuatnya terangsang, membuat darahnya berdesir dengan cepat, dan mengirimkan getaran bergelenyar kesekujur tubuhnya.

“Hebat sekali, Kim Soeun- kau berhasil menjerat seorang Chaebol yang kaya raya. Aku rasa tidak ada pencapaian yang lebih hebat dibandingkan hali itu untuk seorang wanita muda dengan posisimu.”

Soeun memutar bola matanya. “Hanya kau yang bisa membuat ucapan selamat terdengar menyinggung, Mr. Oh.”

“Aku bisa meyakinkanmu bahwa ucapan selamatku untuk pertunangan kalian berdua sangatlah tulus.” Sehun menoleh keruang kosong yang ada dikursi samping Soeun. “Boleh aku duduk?” Tanya Sehun dan langsung duduk disana sebelum Soeun bisa menolaknya.

Mereka bertatapan dengan tajam, pandangan mereka terkunci dengan kesan menantang. “Kau mabuk.” Kata Soeun, mencium bau brendi dari napas Oh Sehun.

“Iya.” Suara Sehun terdengar sedikit parau. “Aku bersulang untukmu dan tunanganmu. Berulang kali.”

“Aku menghargai antusiasmemu terhadap pertunanganku.” Ujar Soeun dengan sopan, terdengar terdiam sebentar sebelum menambahkan, “Atau apakah itu antusiasmemu terhadap brendi ayahku?”

Sehun tertawa serak. “Tentu saja terhadap pertunanganmu dengan Junmyeon. Hatiku yang sinis terasa hangat saat menyaksikan cinta menggelora yang kalian tunjukkan kepada satu sama lain.”

Sindiran Sehun membuat wajah Soeun memerah karena malu sekaligus jengkel. Soeun dan sang Earl memang jauh dari kesan pasangan yang sedang dimabuk cinta. Tidak ada tatapan intim, tidak ada belaian lembut, tidak ada tanda-tanda ketertarikan fisik diantara mereka. “Aku dan Junmyeon saling menyukai dan saling menghormati.” Jelas Sieun membela diri. “Itu adalah dasar yang bagus untuk sebuah pernikahan.”

“Bagaimana dengan gairah?”

Soeun mengangkat bahu dan mencoba terdengar tidak peduli. “Seperti kata orang, gairah hanyalah sekedar pemanis.”

Mulut Sehun mengerut tidak sabar. “Darimana kau tahu kalau gairah hanyalah sekedar pemanis dalam hubungan pernikahan? Kau tidak oernah merasakan momen menggairahkan dalam hidupmu.”

“Kenapa kau berkata begitu?

“Karena jika kau memang pernah merasakannya, kau tidak akan mungkin tertarik menjalani pernikahan membosankan bersama pria seperti Junmyeon.”

“Penjabaran konyolmu terhadap hubunganku dengan Junmyeon sepenuhnya salah. Jika kau memang tahu, aku dan dia begitu sangat mnginginkan satu sama lain.”

“Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan.”

“Oh ya, aku tahu apa yang sedang aku bicarakan! Tapi, aku tidak mau menjalaskan secara detail kehidupan pribadiku hanya sekadar untuk membuktikan bahwa kau salah.”

Saat Sehun menatap Soeun, tubuh Sehun dikuasai oleh perasaan mendamba yang begitu besar. Sepertinya sangat mustahil jika Soeun mau menyia-nyiakan dirinya untuk seorang pria yang terlalu beradab dan berdarah dingin seperti Junmyeon. Sehun membiarkan tatapannya bergeser kemulut Soeun, bibir yang begitu lembut dan ekspresif, selalu menggoda dan menyiksanya selama bertahun-tahun. Sehun mengulurkan tangannya untuk menyentuh lengan atas Soeun, terasa hangat dan lembut dilapisan sutra. Sehun tidak busa menahan diriny- ia harus menyentuh Soeun. Tangannya bergeser keatas dengan perlahan, mencoba meresapi rasa tubuh Soeun ditangannya.

“Kau pikir aku mau menjawab pertanyaan semacam itu.” Ujar Soeun dengan suara bergetar.

“Mungkin tidk lebih jauh dari sekedar ciuman ringan dan sopan. Ada ekspresi tertentu yang selalu tampak diwajah seorang wanita yang sudah pernah merasakan gairah sesungguhnya. Dan, kau tidak memiliki ekspresi tersebut diwajahmu.”

Selama 4 tahun perkenalan mereka, Sehun sangat jarang bisa menyentuh Soeun. Hanya pada saat-saat yang mengharuskan sentuhan sopan antara kenalan, seperti saat Sehun membantu Soeun berjalan melwati permukaan tanah tidak rata, atau saat mereka bertukar pasangan kala mengikuti dansa pada beberapa acara. Bahkan, di saat-saat formal semacam itu, respon Sehun terhadap Soeun mustahil diabaikan.

Saat menatap Soeun yang berbayang oleh kegelapan malam, Sehun mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa Soeun sudah menjadi milik pria lain. Dan Sehun mengutuk dirinya sendiri kerena sangat menginginkan Soeun, bahkan pada saat tubuhnya mengeras oleh gairah dan semua pikiran rasional mulai memudar oleh gelombang panas yang menyebar keseluruh tubuhnya.

Soeun harus menjalani malam seumur hidup tanpa Soeun, ciuman yang tidak akan pernah merrka rasakan, kata-kata yang tidak akan pernah mereka ucapkan. Dalam situasi sekarang, momen berikutnya tidak akan berarti unguk siapapun, kecuali untuk Sehun. Setidakny, ia pantas mendaoatkan ini- ia sudah membayarnya dengan tahun-tahun penuh oerasaan mendamba.

Suara Sehun terdengar pelan dan bergetar saat kembali berbicara. “Mungkin aku harus turun tangan untuk membantumu, Soeun. Jika kau akan menikah dengan manusia berdarah dingin seperti Junmyeon, setidaknya kau harus tahu seperti apa rasanya gairah.”

“Apa?” Tanya Soeun dengan suara sangat pelan, tatapannya terlihat sangat bingung.

Sehun tahu itu adalah sebuah kesalahan, tetapi ia tidak peduli. Sehun menundukkan kepala dan menyentuhkn bibir Soeun dengan bibirnya, dengan lembut menjelajah, tubuh besarnya bergetar oleh usaha untuk tetap lembut. Mulut Soeun lembut dan manis, kulitnya terasa halus saat Sehun merentangkan ujung jarinya disepanjang rahang Soeun. Dibawah cahaya temaram sambil meresapi rasa Soeun, Sehun meminta lebih, tekanan mulutnya semakin bergairah. Tangan Soeun bergetar didada Sehun… Sehun merasakan keraguan wanita itu dan keterkejutan atas pelukan Sehun yang memuja. Setelah mencengkeram pergelangan tangan Soeun dengan hati-hati, Sehun menariknya keseputar lehernya. Lidah Sehun menjelajahi kedalam mulut Soeun yang lembut, penetrasi ringan yang sanggup memberikan kenikmatan kepadanya. Sehun ingin mengisi Soeun dengan semua cara yang memungkinkan, tenggelam dalam tubuh Soeun, sampai ia menemukan kepuasan yang sudah sangat lama ia dambakan.

Respon Soeun yang tak berdaya menghancurkan sisa kendali diri yang dimiliki oleh Sehun. Soeun bersandar pasrah didadanya, satu tabgan kecil Soeun mentusup masuk kebalik tuxedo Sehun untuk merasakan panas tubuhnya, yang terperangkap diantara lapusan pakaiannya. Sentuhan Soeun membangkitkan gairah Sehun hingga tak tertahankan lagi, melewati batas kewarasannya, den dengan terkejut menyadari bahwa tidak dibutuhkan lebih dari sekedar sentuhan Soeun untuk bisa membuatnya meledak oleh klimaks yang dahsyat. Sekujur tubuh Sehun mengeras dan menegang, nadinya berdenyut dengan gairah yang tak terkendali. Usaha untuk membuatnya melepaskan Soeun memunculkan erangan dari balik giginya yang digemertakkan.

Akhirnya… Sehun melepaskan pagutan mulutnya dari mulut Soeun, napasnya memburu saat ia berjuang untuk bisa mngendalikan diri. Dengan sinis, Sehun membandingkan ciuman tadi dengan semua pengalaman sebelumnya, ia tidak pernah begitu bergairah hanya karena sebuah ciuman… apalagi dari seorang gadis perawan.

Sambil berusaha berjuang untuk berdiri tegak, Soeun menarik lagi gaunnya, merapikan bagian bawah gaunnya, sementara udara malam membuatnya bergetar. Setelah cukup lama berlalu, Soeun berbicara dengan wajah tenang. “Itu pelajaran yang cukup berguna Mr. Oh.” Ujar Soeun dengan suara kehabisan napas. “Mukai dari sekarang, aku tidak menginginkan pelajaran laim darimu.”

Soeun meninggalkan Sehun dengan langkah mantap, seolah Soeun sedang berusaha berlari menjauh dari Sehun.

.

TBC (Tepok Bokong Chanyeol)
Halo~ ini adalah FF Remake dari novel terjemahan dengan judul yang sama, ‘Where’s My Hero? Against The Oods’
Dengan beberapa penyuntingan yang diperlukan tanpa mengubah plot aslinya. Semoga kalian menyukainya^^
XOXO
20.01.2016

CHANSSOFEEL

10 thoughts on “[REMAKE] Where’s My Hero?

  1. keren banget. Well, ini begitu ihh feelnya beneran dappet banget. Yeah meskipun bahasanya masih kental banget dg novel. Tapi bikin greget untuk memahami lebih dalem lagi.
    Oke, See you next😉
    Byw

  2. Aw. 4 thun itu begitu lma untuk memendam perasaan dan menahan gairahnya. Dan sekrang kenyataannya adlah so eun telah bertunangan yg artinya akan menikah mungkin dlam waktu dkat ini.
    Sehun telah klah atau dia memang sengaja mengalah.
    Bukankah jika menginginkan dia bsa mencoba meraih untuk mendapatkannya…?
    Sebelum penyesalan itu dtang krena kau melepaskan…

    Ditunggu next partnya…

  3. Soeun ga bs nolak prlakuan sehun good job sehun brhsil mnggoyahkn hti sso scr tdk lgsg,,smg aj sehun ga hny trus brdiam dri dan pngcut utk mnjukkn isi htny

  4. ehh ada ff remake lagi yahh… ceritanya jga mnarik .. aigoo jadii sehun udah lama mndem cinta k sso.. ehh tapinya sso mlah tunangan maa orang lain.. aduhh nyess bnget si sehun . :3 hahaha sehun mntor yang baik yahh .. wkwkwkk.. ehh sso bncikah maa sehun. ? kok jutekk.. part 1 nya di tunggu..

  5. ehh ada ff remake lagi yahh… ceritanya jga mnarik .. aigoo jadii sehun udah lama mndem cinta k sso.. ehh tapinya sso mlah tunangan maa orang lain.. aduhh nyess bnget si sehun . :3 hahaha sehun mntor yang baik yahh .. wkwkwkk.. ehh sso bncikah maa sehun. ? kok jutekk.. part 1 nya di tunggu.. 😊

  6. eehh ada ff remake lagi yahh… ceritanya jga mnarik .. aigoo jadii sehun udah lama mndem cinta k sso.. ehh tapinya sso mlah tunangan maa orang lain.. aduhh nyess bnget si sehun . :3 hahaha sehun mntor yang baik yahh .. wkwkwkk.. ehh sso bncikah maa sehun. ? kok jutekk.. part 1 nya di tunggu.. 😊

  7. Aku suka ff nya apalagi castnya kim so eun dan sehun . . .
    Haha kim so eun kaga nolak berlakuan dari sehun . . .
    ternyata sehun menyukai kim so eun dari dulu ya , ya tapi sayang nya kim so eun sudah bertunangan .

    on next part kak jangan lama2 ya .
    semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s