First Love (chapter 1)

First Love – chapter 1

 

 

Author       : Mardikaa_94

Genre         : school life, romance, friendship

Length       : multi chaptered

Rating        : PG-13

Main Cast  : Song Chae Yoon (you), Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Byun Baekhyun

~happy reading~

KRIING!! KRIING!!

Dasar alarm sialan.

Hari ini adalah hari pertamaku di Seoul semenjak aku pindah ke Ulsan sekitar 10 tahun yang lalu.

Aku, Song Chae Yoon. Anak dari pemilik perusahaan resort terbesar di Korea. Perusahaan keluargaku bahkan sangat terkenal di Jepang, Cina, dan Negara sekitar lainnya. Bukannya aku mau sombong, tapi memang beginilah aku. Jujur aku malah tidak tertarik sama sekali dengan hidup keluargaku. Aku lebih suka bekerja untuk membeli mobil dan mengendarai sendiri ketimbang merengek  meminta mobil ke Appa-ku dan menyewa sopir pribadi.

Waktu itu adalah hari pertama liburan musim panas. Tepatnya saat umurku baru berusia 5. Aku pergi menginap di rumah Bibi yang berada di Ulsan. Sebuah desa yang jauh dari kata modern dan mewah. Tapi udaranya bebas dari polusi udara. Sehingga membuat siapa saja betah tinggal disana. Termasuk aku.

Disana, aku bertemu dengan seorang anak laki-laki dengan kulit seputih susu dan senyum yang sangat manis. Dia menyapaku, mengajakku bermain, dan tinggal untuk beberapa hari dirumahnya. Dia sangat baik. Baik sekali.

Dia bernama, Oh Sehun.

Saat aku akan pulang ke Seoul, Sehun merengek padaku agar aku tidak pulang ke Seoul. Melainkan tinggal di Ulsan bersamanya.

“Chae Yoon-ah, kumohon jangan pergi,, hiks.. tinggallah disini bersamaku.. hiks..”

“tidak bisa Sehun-ah, aku harus sekolah besok. Lagipula, tahun depan kita masih bisa bertemu.” Kataku sambil memegang tangannya dan tersenyum hangat.

“tidak mau! Kau harus disini bersamaku!”

“ah, begini saja. Chae Yoon-ah, apa kau mau tinggal disini bersama Sehun? Kalau mau, Appa akan mengurus kepindahanmu dan kamu akan sekolah di sekolah yang sama dengan Sehun.” Kata Appa bijak.

Senum lebar merekah indah dibibir Sehun. Begitupula aku.

“baiklah Appa. Aku mau. Gamsahamnida Appa.”

“jadi kau tinggal disini bersamaku, kan?”

“ne, Sehun-ah.”

Hari demi hari aku menjalani hidup bersama Sehun. Sampai saat hari kenaikan kelas.

“baiklah, saya disini akan membacakan 1 nama anak berbakat yang akan menerima beasiswa di Seoul High School.” Ucap Kim seongsaenim di atas panggung.

“menurutmu, apa aku akan masuk? Aku sudah belajar keras untuk ini.”

“tentu Sehun-ah, kau kan jenius. Haha.”

DEG

DEG

DEG

“kita ucapkan selamat untuk.. Oh Sehun! Selamat Oh Sehun, kau berhak melanjutkan pendidikanmu di Seoul tahun depan.”

“Sehun, kau berhasil!” kataku bangga sambil memeluk Sehun erat.

“sudah kubilang aku akan berhasil. Kau percaya padaku, kan?”

Yah, begitulah Sehun. Dia ingin sekali sekolah di Seoul, lebih tepatnya bersekolah di sekolah yang kelak akan menjadi sekolahku juga. Dia bilang, dimanapun aku berada, disitu selalu ada Sehun yang menemani dan menjagaku. Entahlah, dia juga bilang akan menjadi pengusaha sukses sepertiku. Karena aku akan menjadi pewaris tunggal Song Corporation.

1 tahun kemudian..

Hari itu Sehun akan meninggalkanku ke Seoul. Untuk melakukan beberapa tes yang akan menentukan dikelas mana dia akan tinggal. Sementara aku akan mengurus beberapa berkas kepindahanku.dan harus ikut ujian kelulusan. Haah, merepotkan memang jika mempunyai otak pas-pasan sepertiku. Tidak seperti Sehun yang bisa dibilang jenius.

“ini, ambillah.” Kata Sehun seraya memberiku sebuah benda yang sangat indah.

Sebuah cincin.

“tidak ada penolakan. Dan kau harus berjanji untuk menyimpannya. Kalau dipakai tambah bagus. Kau tahu? Aku mati-matian menabung 2 tahun dan bekerja membantu Eomma untuk mengumpulkan uang dan membeli ini.”

“aigoo, kau baik sekali Sehun. Gomawo.” Kataku sambil memeluk Sehun hangat. 

Sehun dan aku terus berpelukan sampai sebuah suara memberitahukan bahwa kereta yang akan Sehun tumpangi sebentar lagi akan sampai.

“hati-hati Sehun-ah. Aku akan merindukanmu.”

“ne, ChaeYoon-ah. Annyeong.” Kata Sehun sambil melambaikan tangannya seraya memasuki gerbong kereta. Tak lupa ada senyum hangat yang menghiasi bibirnya.

Senyuman terhangat untuk terakhir kalinya.

~000~

Setelah siap dengan seragam dan sepatu, aku mulai berjalan kearah halte untuk menunggu bus. Tak lama, bus datang dan melaju hingga sampailah di tempat yang aku tuju.

“Sehun, apa kau disana?” gumamku yang masih berada di depan gerbang sekolah.

Segera aku masuk ke dalam sekolah tingkat tiga dengan lapangan yang sangat luas dan dilengkapi dengan berbagai lab yang canggih dan kolam renang super besar yang ada di belakang sekolah itu. Tak lupa lapangan basket dan sepak bola untuk ekskul. Ada juga ruangan yang biasa digunakan para siswa untuk memulai kegiatan ekskul.

Aku mulai megitari sekolah itu—atau lebih tepatnya untuk mencari ruangan kepala sekolah.

“oh ayolah, sekolah sebesar ini mau sampai kapan aku jajah? Sampai Negara Indonesia bebas korupsi? Aish, andai disini ada Sehun.”

“hai nona, kau anak baru, ya?” kata seorang namja yang menepuk bahuku dari belakang.

Setelah membalikkan badan, aku melihat ada 3 orang namja yang berdiri di hadapanku. 2 namja menatapku menggoda (salah satunya yang bertanya barusan) dan 1 namja lagi dengan ekspresi yang.. datar—sangat datar bahkan.

Kuakui mereka lumayan.

Lumayan tampan.

 

To be continued..

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s