Just That, I Love You – All The Reason ( Chapter Eleven )

Just That, I Love You

Author : 610021FireThunder

Genre : Imagine, Romance, Comedy

Length : Chaptered

Rating : All Can Read

Main Cast :

– You as Nam Seul Hee

– Park Chanyeol as Himself

– Kris as Himself

– Chen as Himself

All The Reason ( Chapter Eleven )

September 22, 10:25 Fiji Photoshoot Location

Hari ini mereka melakukan photoshoot ke tempat unik yang ada di pulau Fiji. Dari kabar yang terdengar photoshoot ini nantinya untuk dijadikan PhotoBook terbaru mereka. Seul Hee melamun dan dimatanya terlihat kantung mata yang besar, itu karena ia tidak bisa tidur. Ia memikirkan kalung yang masih ada ditangan Chanyeol dan pertengkaran semalam.  Seul Hee tak mengira ini menjadi rumit, ditengah kemelut hidupnya yang sama melelahkan.

Ia menyandarkan kepalanya ke kaca bus berharap ia dapat tertidur walau hanya sebentar, beruntung ia tidak satu bus dengan EXO. Kalau harus satu bus lagi ia berpikir untuk memberikan alasan sakit agar tak ikut daripada harus meladeni keributan mereka. Ji Sung Sunbae yang selalu memarahinya itu pun menggoda penampilan Seul Hee yang bisa dibilang sangat memprihatinkan.

“ Owww.. inikah penampilan primadona kita yang menghilang semalam? Apa kau kelelahan karena terlalu asyik berpesta? “

Mendengar gurauan Ji Sung Sunbae, Seul Hee hanya mendelik tajam tak membalas dan memilih memejamkan mata.

“ Waah.. rupanya kau sekarang sudah berani melawan Sunbae-mu? “

“ ya.. anak baru apa kau- “

“ AIISSHHH.. ORANG INI BISAKAH KAU DIAM????!! “

Ji Sung Sunbae menelan ludahnya, terkejut Seul Hee yang tiba-tiba marah. Semua yang berada dalam bus pun menoleh keheranan, baru kali itu mereka melihat Sunbae yang galaknya bukan main dibuat diam oleh Juniornya. Tapi Seul Hee masa bodoh dengan tatapan orang didalam bus yang menatap terkejut dan ada pula yang menatapnya kagum seolah ia baru saja menaklukan seekor singa, ia hanya butuh tidur saat ini itu saja.

“ Ahh… k..kau lelah? Baiklah si..silahkan tidur, aku takkan mengganggumu “ Ji sung segera meninggalkan Seul Hee yang kembali mencoba untuk tidur.

Dua puluh menit perjalanan akhirnya tim tiba di lokasi Photoshoot, Seul Hee membuka matanya tepat ketika sampai. Ia menurunkan beberapa perlengkapan, saat itu bus EXO sudah sampai terlebih dahulu. Setelah mengoper perlengkapan terakhir kepada salah satu crew yang akan membuat set untuk photoshoot ia turun dari bus, udara segar segera menyambutnya dan membuatnya meregangkan tubuh sambil menguap lebar.

“ Woah… aku bisa melihat tonsil mu “ sahut Sehun yang entah darimana datangnya yang membuat ia menutup mulut seketika.

“ Oh, Seul Hee kau mau kemana? “ Sehun mengikuti Seul Hee yang pergi begitu saja tanpa meladeninya.

“ Ya! Berhentilah mengikutiku, kau harusnya bersiap untuk pemotretan “

“ Mengikutimu? Siapa?? Ini lokasi untuk pemotretan jadi aku berjalan kesini, aaa.. kau terlalu percaya diri Seul Hee “

Seul Hee bungkam. Lagi – lagi ia dibuat kesal oleh kelakuan Sehun, ia ingin membalasnya namun perkataan Sehun tidak dapat dibantah ini lokasi Photoshoot jadi hak Sehun untu berjalan kemana saja ia mau.

“ Kalau begitu.. lebih baik kau bersiap, berhentilah bermain. Kau tidak lihat semua orang sibuk? “

“ Aku hanya melihatmu Seul Hee, karena kau hari ini begitu menggemaskan. Omoooo “

Dengan gemas Sehun mengacak rambut Seul Hee, ia mulai terbiasa akan hal itu karena Sehun memang sering melakukannya. Hari itu ia memang mengenakan overall diatas lutut dan memakai kaus berwarna kuning yang terlihat kebesaran di tubuhnya. Ia melihat ke arah Sehun dengan tatapan yang menyiratkan “ Tolong Hentikan “ seakan mengerti Sehun menghentikannya.

“ Baiklah baiklah.. aku akan bersiap, apa kau ingin membantuku berganti pakaian?? “

“ Teruslah bermimpi Sehun.. “ ia berbalik hendak mengambil peralatannya, tapi matanya bertemu Chanyeol yang berdiri tak jauh darinya sedang menatap dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Seul Hee berdehem dan mengalihkan matanya, ia berdoa dalam hati agar tidak ada hal aneh yang terjadi lagi hari ini. Baru saja ia berdoa, sebuah pesan masuk ke handphone, dan tidak lain itu adalah Chanyeol.

 

Kau.. marah padaku??

 

Ia ingin mengabaikan pesan itu namun saat ini Chanyeol tengah menatap kearahnya, mau tidak mau ia harus membalas.

 

Marah untuk apa? Aku hanya ingin kalungku kembali

 

Ia menunggu namun tidak ada balasan pesan lagi dari Chanyeol, lalu ia melihat ketempat dimana Chanyeol berdiri sebelumnya. Namun ternyata ia sudah tidak berada disitu.

“ Apa apaan orang itu, cih… “

Ekspresi Chanyeol tadi sedikit mengganggunya, sebenarnya ada apa dengan orang itu. Raut wajahnya seperti menyimpan banyak pertanyaan yang ia ingin ajukan kepada Seul Hee. Tapi ia mencoba menepis semua itu ia tidak ingin membebani dirinya lagi dengan segala keanehan tingkah mereka. Ia harus mulai terbiasa, ini semua hanyalah pekerjaan.

Sehun yang telah mengganti pakaian datang merangkul Seul Hee dari belakang.

“ Seul Heeee – ah~ aku sudah berganti pakaian sekarang dandani aku “

“ Singkirkan tanganmu jika kau masih ingin hidup, oh?? “

“ Hahaha kenapa kau selaluuu saja marah jika ku goda? Kalau begitu aku akan menjadi anak baik hari ini, agar kau tak marah padaku “

“ Benarkah? Aku tak percaya jika kau bisa menjadi anak baik dalam satu hari “

Lelaki itu duduk didepan meja rias membiarkan tangan terampil Seul Hee menata rambut dan make upnya. Tanpa diduga Sehun benar – benar menepati janjinya untuk menjadi anak manis, ia tidak menggoda Seul Hee. Setelah selesai ia mencoba membantu merapikan bagian baju Sehun, dengan cepat Sehun meraih tangan Seul Hee dan menempelkannya ke wajahnya.

“ Oh.. apa ini? “ sahut Seul Hee tidak terkejut sama sekali.

“ Bagaimana? Kulitku halus bukan? Kau harusnya jatuh cinta denganku hihihi “

“ Hmpphhh.. woah Sehun kau sedikit hangat, apa kau sakit? “ Seul Hee menahan tawa dan mencoba mengalihkan godaan Sehun.

“ Ya! Aku serius, aah Seul Hee kenapa kau selalu saja dingin terhadapku. Apa kau itu Elsa?? “

“ Aku pun serius Sehun, wah mungkin kau akan terkena flu. Huh? Elsa?? “

“ Aarrgghhh Seul Hee-ah. Ne.. Elsa.. Frozen.. “

“ Apa?? Buahahahaha apa yang kau bicarakan sebenarnya Sehun?? Sudahlah masih ada banyak hal yang harus ku kerjakan “ Seul Hee menepuk pipi Sehun pelan, tapi tangannya masih ditahan Sehun.

“ Sekarang apa lagi Sehun??? “

“ Bagaimana bisa kau tidak cinta padaku? Hmm?? Benar bukan aku memiliki kulit yang bagus? “ Sehun membuat tangan Seul Hee terus menerus mengusap wajahnya.

“ Hmpphh… yayaya.. kulitmu halus Sehun. Sudah puas?? “

“ Itu saja?? “

“ Kau kan hanya bertanya tentang kulitmu lalu apalagi yang harus kujawab Sehun? Sudahlaaah aku pergi “

“ Kalau begitu jika aku tidak cinta padaku, lalu siapa? Chanyeol hyung? Chen hyung?? “

“ Aku tidak mengerti maksudmu Sehun, sekarang lepaskan “ Seul Hee menyipitkan matanya tidak mengerti arah pembicaraan Sehun yang semakin melantur.

“ Aku tau kau sangat mengerti maksudku, sebaiknya kau bisa memilih mereka sangat mengharapkan itu “

“ Kau mabuk?? Akan aku anggap kau tidak pernah berbicara seperti ini “ Seul Hee buru buru melepaskan tangannya dan pergi.

“ Kalau kau tidak bisa memilihnya kau bisa lari kepelukanku Seul Hee!! “ teriak Sehun yang membuat Seul Hee terkejut dan tersandung.

“ Aisshhh… orang itu… “ Seul Hee berdiri dan membersikan kakinya dari tanah karena tersandung tadi, Sehun yang melihatnya hanya tertawa seraya bergumam.

“ Ah.. sepertinya rencanaku berjalan sukses “

21:08 Fiji Beach

Malam ini pun Seul Hee bertemu Chen namun untuk sekarang Seul Hee yang memintanya, itu semua ia lakukan karena sudah berjanji akan menebus makan malam kemarin yang sempat terganggu. Ia datang lebih awal, akan memalukan jika ia terlambat lagi. Tapi ini sudah lewat dari 10 menit dari waktu yang dijanjikan, ia khawatir Chen masih marah atas peristiwa kemarin, ia tidak ingin menjadi canggung karena selama ini Chen selalu bersikap baik padanya. Ia bersabar ini baru 10 menit tidak seperti Chen yang menunggunya hampir satu jam.

Ia semakin resah ketika jam yang dilihatnya menunjukkan pukul 22:00. Hadiah yang ia persiapkan untuk Chen ia genggam erat, benaknya mulai berpikir mungkin Chen memang tidak akan menemuinya malam itu jadi ia bermaksud kembali ke hotel. Tapi saat itu juga terlihat Chen yang sedang berlari menuju ke arahnya.

“ Chen kau datang… “

“ Maafkan aku Seul Hee, aku terlambat.. aku… sebenarnya merasa tidak ingin menemuimu untuk saat ini. Tapi.. aku tidak bisa, aku ingin bertemu. Aakkkk apa apaan aku ini, mungkin sekarang aku terlihat seperti orang ling lung dihadapanmu. “

“ Hmmph..hahaha kau lucu,aku pun sebenarnya ragu kau akan menemuiku. Tidak apa apa Chen jika memang tidak ingin bertemu kau bisa mengatakannya. Jika ingin, kau hanya perlu datang saja menemuiku. “

“ Maaf.. tidak… mulai sekarang dan nanti aku akan terus menemuimu, aku tidak akan membiarkanmu menunggu sendiri “

Ada keseriusan terpampang di wajah Chen, meski napasnya terengah karena berlari membuat suasana menjadi semakin canggung. Padahal niat dari awal Seul Hee untung mencairkan kecanggunagan yang ada. Tapi perkataan Chen membuat mulutnya beku tidak bisa menjawab apa apa. Akhirnya Seul Hee hanya dapat menyerahkan hadiah yang ia persiapkan. Chen menerimanya dengan mata membulat, perlahan raut mukanya berubah bahagia.

“ Untukku? “

“ Ne.. aku sudah mempersiapkannya kemarin, tapi maaf aku baru bisa memberikannya hari ini. Ah dan ada lagi “

Ia membuka sebuah kotak kecil yang didalamnya terdapat buah strawberry yang ia tumpuk menyerupai bentuk kue. Diatasnya ada satu buah lilin kecil, ia mencoba menyalakannya. Namun angin laut menyulitkannya. Hingga percobaan kesekian kalinya lilin itu menyala.

“ Oh Oh! Cepat buat permohonan dan tiup lilinnya Chen sebelum mati karena terhembus angin “ Seul hee mencoba menutupi lilin dengan tangannya. Dan Chen mulai menutup matanya mengucap permohonan lalu meniup lilin.

“ Woaah… Kau menyiapkan ini? Apa ini strawberry?? Kau selalu saja membuatku terkejut Seul Hee “

“ Selamat ulang tahun Chen, tentu aku yang menyiapkan ini semua. Yaps! Karena aku tidak dapat menemukan sebuah kue untukmu jadi aku hanya bisa memberikan ini, oya strawberry disini begitu manis cobalah “ ia memberikan satu buah Strawberry kepada Chen.

“ Terima kasih Seul Hee…. Woah kau benar, ini manis. Darimana kau mendapatkannya? “

“ Mmm.. aku mengetahui dari penduduk disini, karena aku sebelumnya pernah memakannya juga. “

“ Lalu.. boleh aku melihat isi hadiahku? “

“ Tentu saja, aku berharap kau menyukainya. Sebenarnya aku malu, itu hadiah yang sangat sederhana “

Chen sangat antusias membuka hadiah dari Seul Hee. Ternyata didalamnya terdapat sebuah gelang dari kayu cendana, sehingga menimbulkan aroma khusus. Gelang itu juga memiliki gantungan figur berbentuk hiu kecil.

“ Kau bilang ini sederhana?? Aku sangat menyukainya! Mulai saat ini gelang pemberianmu menjadi benda paling istimewa yang pernah aku miliki “

“ Aigooo.. kenapa kau berlebihan sekali? Aku senang jika kau menyukainya, pakailah selalu. Oke?? “

“ Hahaha, aku sangat senang. Aku pasti selalu memakainya kemanapun aku pergi, oh tapi kenapa hiu? Apa aku mirip seperti hiu “ ucap Chen spontan memamerkan giginya dan melakukan gerakan seperti menggigit

“ Hmpphh.. hahaha tidak kau sama sekali tidak mirip dengan hiu. Itu adalah Dakuwaqa “

“ Mmm.. Daku…wa..?? “

“ Dakuwaqa.. itu adalah sebuah simbol di pulau ini yang sangat dihormati, karena dalam legenda hiu atau dakuwaqa itu selalu menjaga nelayan dari marabahaya di lautan atau hal buruk lain yang bisa terjadi di laut “

“ Waah begitukah? Jadi apakah.. aku sama seperti Dakuwaqa? “

“ Mmm… Bisa dibilang seperti itu. Terima kasih Chen “

“ Kenapa kau berterima kasih? Tidak.. aku yang seharusnya berterima kasih. Jika saja aku tidak datang kesini, mungkin aku akan sangat menyesal. Dan maaf aku bersikap kasar padamu kemarin “

“ Terima kasih karena kebaikanmu selama ini padaku. Ah sudahlah.. untuk yang kemarin bisakah kita lupakan saja? Karena sebagian merupakan kesalahanku, aku minta maaf. “

“ Itu bukan apa apa, dibanding apa yang kau berikan padaku Seul Hee. Baiklah.. tidak.. tidak papa Seul Hee. Bisakah kau membantuku memakaikan gelangnya? “

“ Memangnya apa yang pernah ku berikan padamu? Oh! Tentu saja “ Chen mengulurkan tangannya dan Seul Hee memasangnya di pergelangan tangan kiri Chen.

“ Banyak hal, karena itu aku benar benar berterima kasih dan bersyukur karena telah mengenalmu. Woah.. gelang ini pas denganku. “

Seul Hee tersenyum dan mengangguk setuju. Gelang itu kini terpasang di tangan Chen, ia terus saja mengagumi gelang yang Seul Hee berikan. Lucu jika dibandingkan dengan hadiah mewah yang biasa ia terima dari fansnya, ini tidak bernilai tinggi. Namun melihat ekspresi sumringah dari wajahnya, bisa terbaca jelas ia begitu bahagia.

 

 

September 25 04:00 a.m…….

Langit pantai berwarna jingga, riak gelombang pantai pun memantulkan sinar matahari yang semakin redup tenggelam di ufuk barat. Chanyeol berjalan dengan seorang gadis disampingnya, tidak terpikir sedikit pun untuk melepaskan genggaman tangan dari Seul Hee. Dilihatnya gadis itu tersenyum, ia sangat bahagia saat itu.

Langkah mereka terhenti dan mereka saling berhadapan berhadapan, memandang ke mata satu sama lain. Hasrat untuk memeluk erat rasanya tidak bisa dibendung lagi oleh Chanyeol. Lelaki jangkung itu mengusap pipi gadis yang ada dihadapannya dan menariknya kedalam pelukan, tetapi ada yang aneh… gadis dipelukannya itu menghilang bagai kabut tipis. Hingga akhirnya ia benar benar hilang dari pandangannya. Chanyeol melihat kesekelilingnya, ingin rasanya berteriak memanggil Seul Hee tapi tenggorokannya terasa tercekat.

Dari kejauhan sosok Seul Hee terlihat, namun semakin menjauh darinya. Seul Hee sempat menoleh dan tersenyum tipis. Disisi Seul Hee berdiri seorang lelaki yang ia tidak tau siapa tetapi lelaki itu seperti membawa Seul Hee semakin jauh darinya. Tidak peduli seberapa ia berteriak dan berlari, Seul Hee menghilang bersama lelaki asing itu.

***

Chanyeol membuka mata dan keringat sudah membasahi dahinya. Jantungnya masih terpompa cepat, mimpi itu terlalu menyakitkan. Apa sebenarnya arti dari semua itu? Dan siapa lelaki yang ada dalam mimpinya? Ia sangat benci dengan mimpi buruk dan mimpi ini adalah yang paling parah untuknya. Chanyeol berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka, itu membuatnya terjaga agar tidak perlu memimpikan hal yang sama. Ia mengambil handphonenya dan beralih ke sofa. Dihandphonenya diputar lagu Patty Smith – Sometimes Love Just Aint Enough. Bukan tanpa alasan ia mendengarkan lagu itu, hanya saja ia tidak sengaja menemukan SNS Seul Hee dan mengetahui kalau Seul Hee sangat menyukai lagu itu. Ia pikir ada suatu alasan dibalik lagu kesukaan Seul Hee, alasan yang tidak mudah diceritakan begitu saja seperti yang dikatakan Chen.

Chanyeol membuka galery handphonenya dan disitu terdapat foto Seul Hee sedang tersenyum yang ia ambil diam diam. Pikirannya masih terbayang bayang oleh mimpinya tadi, ia berpikir ini suatu tanda. Tapi ia tidak berani menyimpulkan hal buruk yang akan terjadi. Hingga tak terasa sudah pagi hari, satu persatu member bangun dari tidurnya hari ini mereka bersiap kembali ke Korea.

“ Oh! Chanyeol kau mengagetkanku. Kau tidur disini semalaman? “ ujar Baek yang masih setengah mengantuk

“ Tidak aku hanya bangun lebih pagi dari kalian “

“ Woah ada keajaiban apa pagi ini sehingga kau bangun sangat pagi? “ sahut Suho yang mendengar percakapan Baek dan Chanyeol

“ Aku bahkan memang berharap akan ada keajaiban pagi ini hehe “ Chanyeol menanggapi dengan candaan untuk sedikit mengusir pikirannya tentang mimpi semalam.

“ Jadi kita pulang hari ini? Aahhh aku masih mau disini “ rengek sehun masih dengan wajah bengkak bangun tidur.

“ Mmm.. ah hyung! Bisakah kita tetap disini selama  1 atau dua hari lagi? “ sahut Chanyeol tiba tiba bertanya kepada Managernya yang baru saja memasuki kamar hotel mereka.

“ Hah?? Kurasa kau masih mengantuk Chanyeol, hingga ucapanmu melantur. Kita harus pulang hari ini “

“ Tolonglaaah hyung, aku pun masih ingin berlibur disini. Benar bukan Suho hyung? “ Chanyeol mengalihkan pertanyaannya ke Suho yang sedang minum hingga membuatnya terbatuk.

“ Uhuk.. hah? Chan- “

“ Aku setujuuu! Ayolah hyung dengan begitu kau pun bisa berlibur bukan? “ Sehun pun menjadi antusias karena memang ia yang awalnya meminta untuk tinggal lebih lama.

“ Baiklah baiklaah.. akan aku coba mendiskusikannya oke “

“ Assaaaaaa!! “

Setelah managernya berusaha membujuk akhirnya mereka dapat tinggal lebih lama 2 hari di Fiji. Sebagian memutuskan untuk pulang karena ada kegiatan lain, sama halnya Chen yang tengah disibukkan oleh drama musikalnya. Mengetahui hal itu Chanyeol segera menemui Seul Hee. Ia berlari menuju kamar hotel Seul Hee namun ditengah jalan ia melihat Seul Hee sedang berbicara dengan Chen.

“ Kau harus pulang hari ini dan membantu persiapan drama musikalku “ sahut Chen

“ Tentu saja, lagipula untuk apa aku berlama lama disini? “

“ Kau tidak boleh kembali ke Korea “ sahut Chanyeol yang tiba tiba menyela pembicaraan mereka.

“ Apa maksudmu??? Pekerjaanku sudah selesai disini “

“ Ya Chanyeol – ah. Apa kau mulai bertingkah semaumu lagi? Seul Hee harus bekerja bersamaku di Korea. Jika memang kau masih mau disini tidak usah membawa serta Seul Hee “

“ Saat ini aku sedang berbicara dengan Seul Hee, kenapa kau bertindak seperti juru bicaranya? “ ucap Chanyeol ketus.

“ Woaaah.. kau itu, kau mau membuat Seul Hee dalam masalah? Bagaimana jika ia disalahkan karena mengabaikan pekerjaannya? “

“ Aku tidak pernah membuatnya mengabaikan pekerjaannya. Ini semua permintaanku agar ia tetap tinggal disini, dan itu karena pekerjaan. Kau ada masalah dengan itu? “

“ Tentu saja! Pekerjaan apa yang kau bicarakan? Kita sudah selesai disini. Aku akan membawa Seul Hee pulang “ ucap Chen seraya menarik pergelangan tangan Seul hee untuk meniggalkan Chanyeol.

“ Aku tidak akan membiarkannya “ Chanyeol menarik satu tangan Seul Hee.

“ Hah! Kau akan benar benar seperti ini Chanyeol? “ Chen kembali menarik Seul Hee

Aksi saling tarik menarik terjadi dan itu membuat Seul Hee benar benar geram, ia diperlakukan seperti barang yang bisa ditarik atau dibawa kemana mana sesuka hati. Dengan sepenuh tenaga Seul Hee melepaskan cengkraman kedua lelaki itu hingga membuat keduanya terdiam. Setelah menarik napas Seul Hee kemudian menjentikkan jarinya ke kedua dahi mereka sampai keduanya meringis kesakitan.

“ Ya! Kalian berdua! Apa kalian pikir aku ini sebuah barang??!! Kenapa terus menarikku kesana kemari??!! Dan lagi Chanyeol kenapa kau seperti anak kecil? Pekerjaan apalagi yang harus aku lakukan disini?? Dan Chen kenapa kau sama seperti Chanyeol? Waah kalian berdua benar benar membuatku marah. Apa yang merasuki kalian berdua sebenarnya?? “ cerocos Seul Hee tanpa henti karena terlalu marah.

Saat itu Chanyeol dan Chen seperti anak kecil yang sedang dimarahi ibunya mereka terdiam dan menunduk. Ketika Chen ingin berbicara tiba tiba handphone Seul Hee berdering.

“ Ya Hallo? Oh.. Ya ada apa manager? Ah Begitukah? Ne.. Ne… “ pembicaraan itu singkat tapi yang mereka tau itu pembicaraan dengan manager mereka. Seul Hee menghela napas panjang.

“ Chen.. maaf aku harus stay disini.. “ setelah berkata seperti itu ia melirik ke arah Chanyeol yang tersenyum seakan menang.

“ Kenapa bisa seperti itu?? Chanyeol ini perbuatanmu bukan? “

“ Kau menuduhku? Mana aku tau akan seperti ini “ ucap Chanyeol namun tidak dapat menyembunyikan senyumnya.

“ Ah.. sudah sudah, Chen maaf aku tidak bisa membantumu di Korea. Aku- “

“ Aku akan bertanya pada manager kenapa kau harus tetap disini “ sela Chen.

“ Ya.. apalagi yang ingin kau cari tau? Sudah jelas Seul Hee akan disini sudah pulanglah kau ke Korea Chen “

“ Tidak aku tidak akan membiarkannya menjadi seperti ini “

“ Chen… maaf tapi tolong aku tidak ingin membuat suasana menjadi rumit lagi. Kau.. kembali ke Korea saja, oke? “ Seul Hee merasa tidak enak dengan Chen yang tetap bersikeras ingin membuatnya pulang hari itu juga, namun pada akhirnya Chen terpaksa mengalah ia tidak ingin menambah beban untuk Seul Hee.

“ Baiklah Seul Hee aku terpaksa mengalah karenamu. Beri tau aku jika terjadi sesuatu “

“ Aku akan pastikan tidak ada sesuatu yang terjadi “ sahut Chanyeol

“ Aku tidak bisa menjamin ucapanmu setelah kejadian terakhir ini. Jika ada sesuatu yang terjadi pada Seul Hee. Kau.. “

“ Apa? “ tantang Chanyeol yang kemudian menerima jentikan lagi dari Seul Hee agar diam dan tidak memancing amarah Chen.

Akhirnya Chen kembali ke kamar hotel untuk membawa barang barangnya dan bersiap pulang. Ia sungguh tidak rela meninggalkan Seul Hee bersama Chanyeol meskipun tidak hanya mereka berdua disini namun tetap saja ia merasa seperti kalah satu langkah dari Chanyeol.

Setelah mengantarkan member yang kembali ke Korea, Chanyeol berinisiatif untuk menyelam dengan Suho dan Sehun. Ia mengikut sertakan Seul Hee namun menolak. Ia hanya ingin berjalan jalan di pantai karena pada akhirnya Seul Hee tau itu hanya akal akalan Chanyeol agar tetap tinggal bersamanya.

Chanyeol yang selesai menyelam dan berganti pakaian segera menghampiri Seul Hee. Ia hanya mengikuti Seul Hee dari belakang tidak mengganggunya, baginya sudah cukup melihat Seul Hee berada disisinya sekarang.

“ Kau kenapa kekanakkan sekali? Hingga membuat alasan pekerjaan agar aku tetap tinggal “ sahut Seul hee yang tau diikuti tapi tidak menoleh kebelakangnya.

“ Sudah ku bilang bukan? Jangan biarkan aku sendiri “

“ Kau kan disini tidak sendiri. Ada Suho dan Sehu- “

Saat Seul Hee hendak berbalik, Chanyeol langsung memeluknya.

“ Chanyeol.. lepaskan aku mulai lelah memperingatkanmu yang selalu memelukku tanpa izin “ Seul Hee menggeretak dengan sedikit perlawanan untuk melepaskan diri.

“ Kumohon.. jangan biarkan itu nyata, jangan pernah menghilang… “ ucap Chanyeol lirih

“ Apa yang kau maksud chanyeol?? “

Chanyeol tidak menjawab ia malah semakin mempererat pelukannya, hingga Seul Hee bisa mendengar suara detak jantung Chanyeol. Suaranya terdengar seirama dan tenang, ia ingin melepaskan diri namun perlahan ia menjadi nyaman mendengar suara itu. Entah mengapa pelukan yang Chanyeol berikan rasanya sama seperti yang selalu orang itu lakukan, menenangkannya. Tanpa disadari Seul Hee tangannya ikut memeluk Chanyeol. Chanyeol menarik napas lega pelukannya disambut balik oleh Seul Hee.

“ Kau.. sebenarnya itu siapa? Kenapa kau bisa mengingatkanku padanya lagi? “

“ Aku? Aku pun tidak mengenali diriku sendiri, aku menjadi seseorang yang berbeda setelah bertemu denganmu.. “

Hati dan pikiran Seul Hee serasa di putar balikkan. Dalam otaknya ia tau, sangaaaat tau jika yang memeluknya sekarang adalah si pembuat masalah di kehidupannya. Tetapi lain dalam hatinya ia merasakan sosok yang selalu ia rindukan dalam diri Chanyeol. Sangat memalukan ketika ia sadar apa yang ia lakukan sekarang, memeluk seseorang yang selalu membuatnya naik darah bahkan hingga merasa nyaman.

 

 

September 29 23:51 KST

Pria paruh baya itu melangkahkan kaki dengan cepat, perasaanya dipenuhi oleh emosi dan rasa kesal. Tanpa permisi ia memasuki ruang kerja seseorang yang saat itu sedang dihadiri beberapa tamu. Hingga membuat semua bertanya akan alasan kehadiran pria itu sekarang.

“ I’m Sorry, for trouble you all. But he was my old friend. Just wait for a minute, after i have a talk with him “ ucapnya yang terkejut akan kehadiran pria itu yang tiba tiba.

“ Young min, sebenarnya apa yang selama ini kau lakukan? Kau tau anak itu akan ke Korea besok, aku tidak ingin ia bertemu dengan putriku “ ucap si pria yang tidak lain adalah ayah Seul Hee

“ Bisakah kau tenang sedikit? Apa kau tidak lihat aku sedang kedatangan tamu penting? “

“ Bagaimana aku bisa tenang?? Dia akan datang kesini dan aku tau betul alasannya. Aku pikir kau akan membereskan anak itu “

“ Apa kau lupa? Rencana ini tidak boleh diketahui oleh Soo Man bukan? Aku tidak mau terburu buru dan membuat semuanya berantakan. Aku tau cepat atau lambat anak itu akan datang kesini “

“ Harusnya aku yang berkata seperti itu. Apa kau lupa? karena siapa kau bisa menjadi seperti sekarang? Aku harap kau tidak seperti ayah anak sialan itu “

“ Apa kau sekarang mulai mencurigaiku? Ha…Ini tidak benar. Dan aku tidak akan pernah menjadi pengkhianat itu. Aku tidak akan membiarkan anak itu melangkahkan kakinya dengan mudah disini “

“ Kau tau bukan apa resikonya jika tidak berjalan dengan lancar? Kau akan hancur bahkan agensi besar yang sekarang kau pimpin akan terbawa hancur ketika ini semua terkuak kedalam media “

“ Apa kau bodoh? Hidupmu akan lebih hancur jika itu semua terjadi. Kau akan menggali lubang kuburanmu sendiri “

“ Kekayaanku melebihimu, semua bisa aku selesaikan dengan uang. Jadi bisa kupastikan hanya dirimu yang hancur. “

“ Sepertinya kepercayaan dirimu lebih meningkat dibanding sebelumnya. Terlebih lagi kau sudah berani mengancamku. “

“ Aku sudah pernah dikhianati teman baikku sendiri, jadi sekarang aku hanya memproteksi diriku untuk kemungkinan kejadian yang sama “

“ Kau lihat saja. Aku akan buat hidup anak itu menjadi sangat sulit dari sebelumnya. Jika kita bertengkar seperti ini, dendam kita tidak akan pernah terbalaskan bukan?? “

Pria itu tersenyum licik, mereka hanya terus mementingkan bagaimana cara mereka membalaskan dendamnya terdahulu tanpa memikirkan kemungkinan orang tidak bersalah yang akan ikut tersakiti. Keduanya sama – sama dibutakan oleh amarah.

3 thoughts on “Just That, I Love You – All The Reason ( Chapter Eleven )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s