Did You See? (Prolog)

DYS POSTER

Author : Bitebyeol – Main Cast : Park Chanyeol & Ahn Alessa – Other cast will find by yourself – Genre : Romance, Family – Length :  Chaptered – Rating : Teen

I own the plot

.

.

.

.

Pagi ini aku bersiap menuju ke kampus, setelah menghabiskan sarapan yang memang diantar ke kamar oleh pelayan atas pemintaanku. Ayah sudah berdiri menunggu di ujung anak tangga dengan pakaian formalnya.

“Morning, lil beauty.” Seperti biasa Ayah mengecup kedua pipiku dengan penuh kasih sayang, tidak peduli dengan wajah merajuk yang kuperlihatkan.

“Ayah.” Aku meraih telapak tangannya dengan lembut. Suara helaan nafas berat terdengar melalui bibir Ayah. Sepertinya ia sudah tahu keluhan apa yang akan kutujukan.

“Jangan seperti ini lagi, dear. Kita sudah melalui pembicaraan panjang tadi malam.”

Ayahku, Ahn Jaehyun adalah seorang arsitek ternama di Korea Selatan. Menyandang lulusan terbaik di salah satu universitas di Amerika, membuat keahliannya tak perlu dipertanyakan lagi. Ayahku selalu dipercaya merancang proyek-proyek besar hingga ke luar Korea. Selain itu, 50 mega cabang perusahaan real estate dan property milik Ayah telah sukses merambah kebeberapa negara Eropa dan Amerika. Entah sudah berapa banyak penghargaan yang Ayah sandang sebagai arsitek dan CEO perusahaan. Hal itu membuatku bangga, namun merasa sedih bersamaan.

“Aku sudah cukup senang Ayah bersama denganku satu bulan belakangan.”

Kesibukan Ayah, membuatnya jarang berada di Korea. Satu bulan yang lalu Ayah mengatakan ada beberapa pekerjaan yang harus ia urus di Seoul. Aku merasa nyaman Ayah telah menemaniku di rumah besar yang sepi penghuni ini, selain belasan pelayan, pegawai dan juga para penjaga. Aku berpikir Ayah akan tetap disini setidaknya berlangsung hingga satu tahun, namun ternyata pekerjaan Ayah kembali menghalangi kebersamaan yang kuharapkan.

“Alessa, Ayah tak mungkin membatalkan mega proyek ini.” Ayah menggenggam tanganku dengan hangat sembari menuntunku berjalan menuju pintu utama, melewati barisan pelayan yang tersenyum hormat kepada kami.

Aku memahami kesibukan Ayah , bahkan sekarang akan membuatnya terpisah jauh selama tiga bulan di Amerika. Dalam keadaan proyek penting seperti itu, tak memungkinkan Ayah untuk pulang–pergi Korea-Amerika. Begitulah yang kami diskusikan bersama Ibuku, Camila Klayton tadi malam. Ibuku adalah seorang wanita keturunan New York. Ia adalah seorang desainer terkemuka di Amerika dan Prancis, dengan jam terbang tinggi yang turut membatasi kebersamaan keluarga kami. Bahkan rapat keluarga dengan video call bukan lagi hal yang asing bagiku.

Ayah membukakan pintu mobil dan mempersilahkanku untuk masuk. Pagi ini aku pergi ke kampus dengan satu mobil yang sama dengan Ayah. Pada jok kemudi, driver Jinyong memberi salam kepada kami. Ayah duduk disampingku dan memasang seatbeltnya. Tak banyak koper barang yang Ayah bawa , mengingat Ayah akan menempati rumah yang sama dengan Ibu di New York.

Berdasarkan diskusi tadi malam, orang tuaku memberi dua pilihan. Turut serta ke Amerika atau tetap di Seoul tanpa perlu mengurus kepindahan universitas. Tentu saja aku memilih opsi kedua, banyak hal yang menjadi alasanku berada di Korea selain merupakan tanah kelahiranku. Lagipula dengan pindah ke Amerika, belum tentu dapat membuatku berkumpul bersama Ayah dan Ibu, yah walaupun sebagian keluarga besar Ibu berada disana. Ibu yang awalnya menentang keputusanku akhirnya luluh, begitupun dengan Ayah. Namun dengan satu syarat yang diajukan beliau, mengharuskanku memiliki seorang pengawal pribadi. Bodyguard ? Yang benar saja? Aku mengira puluhan pengawal dan penjaga dirumah sudah terlalu cukup untuk melindungiku.

“Ayah, mengenai pengawal pribadi itu kurasa aku tak perlu membutuhkannya. Aku sudah besar dan-“

Ayah menatapku dengan ekspresi tak percaya dan terlihat menahan tawanya. Di usianya yang sekarang Ayah masih terlihat muda dan tampan .

“Haha, Alessa ini lucu sekali.” Tawa Ayah akhirnya meluncur begitu saja, bahkan ucapanku belum sempat terselesaikan. Aku tahu, permintaanku sudah terlambat, Silver Maserati ini sudah melaju dengan kecepatan sedang mengantarkan Ayah terlebih dahulu menuju bandara.

“Ayah, aku serius.” Aku memanyunkan bibir sedikit kesal. Kulihat dari kaca spion atas, Jinyoung menggeleng dan tersenyum kecil.

“Alessa memang sudah dewasa dan semakin cantik, hal itulah yang membuat Ayah akan selalu memastikanmu terawasi dengan baik.” Ayah merangkul bahuku , berbicara rendah nan lembut.

Final.

Jika Ayah sudah berkata begini, artinya aku tak punya kesempatan lagi untuk membantah.

“Ayah harap, kau dapat bekerja sama dengannya, Al.” Ayah kembali menimpali . Oh, Ayah sudah berapa kali kukatakan, ini hanya akan membuatku seperti anak kecil. Mobil kami mulai memasuki kawasan bandara.

“Ya, ya baiklah Ayah. Aku harap, pengawal pribadimu itu tidak mengecewakanku. Park Chenyeol, Chayeol, ah apalah namanya.”

Disampingku Ayah berdecak samar, “Namanya Park Chanyeol sayang. Kau tahu kan Ayah ini selalu memperhatikan kualitas? Jadi tak perlu khawatir.”

.

.

.

.

PCY_DID YOU SEE

  Name : Park Chanyeol

D.O.B : 27 November 1992

Master of Architecture, California University

Also specialist on Guitar, Piano and Drum

 

 “Park Chanyeol ? Pria yang terlalu banyak berfikir ya? Pose yang tampak dingin. Hanya dengan melihatnya melalui foto seperti ini saja sudah membuat perasaan yang melihat menjadi tidak nyaman. Firasatku mengatakan, ia bukanlah seorang pria yang ramah. Samasekali.”

.

.

.

.

.

Support,plz. thank you ♥♥

My Personal Blog HERE

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s