Unlogical Time? #3

PhotoGrid_1453032335183

Author : Blue Sky

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Cast : Oh Sehun & Song Daera (and Other cast)

Genre : Fantasy, Married Life

 

\(^^)/ Hello, Kembali lagi dengan Unlogical Time part 3. Thanks banget yang udah comment sebelumnya, gak nyangka kalian bakalan suka ama ff ini. terima kasih juga buat yang nyemangatin Author untuk ngelanjutin ff ini, hope you Like this ff & Happy reading ^^)/

 

Unlogical Time?

 

~*~

 

Menjadi dirinya di masa depan bukanlah hal yang mudah, terlebih ia tak mengenali Oh Sehun yang nyatanya kini adalah suaminya. Daera menghela nafas “tapi eonni, kenapa aku bisa menikah dengannya?”

Eunji tercekat saat sedang mantap menikmati teh hangatnya “Aku bahkan bingung sejak kapan kalian berkenalan, aku tidak terlalu mengetahui hubungan kalian saat dulu”

Daera kembali berpikir keras, mencerna dunia baru dan aneh yang ia hadapi kini, namun pemikirannya seketika buyar akibat memperhatikan style Eunji dari ujung kaki hingga kepala bahkan rambutnya yang kecoklatan bergelombang hingga mencapai bahunya

 

eonni, apa kau juga sudah me..”

“me.. Apa?”

“meni..”

Eunji mendengus kasar “menikah maksudmu? Apa susah kau mengucapkan kata itu?”

eo, sangat susah”

 

Eunji berdehem, tersenyum dan memperbaiki posisi duduknya “Kurasa kau memang dari masa lalu, ku beritahu kau.. Aku sudah menikah”

Seketika Daera terkejut “Jinja? Tapi.. Siapa suamimu?”

Eunji semakin tersenyum malu, dan mencondongkan sedikit tubuhnya “dia adalah Park Chan-ye-ol” seketika Eunji tertawa terbahak-bahak, sangat bahagia memberitahukan siapa sosok suaminya. Ia kemudian melirik Daera berharap gadis itu terkejut, namu nihil Daera hanya memasang ekspresi datar dan bahkan tak terlihat sedikitpun senyuman dari bibir mungilnya.

Omo! Ya! Kenapa ekspresimu seperti itu? Apa kau tidak terkejut mendengar nama suamiku?”

Daera menggeleng “memangnya siapa dia?”

Perasaan Eunji bagaikan tersambar petir dan angin tornado Dalam sekali sentakan “OH MY GOD!!, kini aku sangat sangat percaya kau 100% dari masa lalu”

“dia adalah musisi ternama, pemilik CY entertainment” lanjut Eunji

“Wahh.. Daebakk! Pantasan saja kau telah berubah” seru Daera

Eunji tersenyum “tentu saja”

 

“Oh ya, sebenarnya aku ada janji denganmu shooping hari ini. Tapi sayangnya aku malah terjebak bersamamu si Daera 22 tahun”

Eunji berdiri dari kursi taman yang ia duduki “aku harus pergi sekarang”

Daera kemudian ikut berdiri “kau mau kemana?”

“ke mana saja sesuka hatiku” cengir Eunji

byee Mrs. Daera” ujar Eunji dan segera berlalu.

 

~*~

 

Daera terlihat mondar mandir sambil mengacak rambut pendeknya.”Aku tidak bisa hanya berdiam diri di kamar ini saja”

Ia pun segera menelusuri seisi rumah yang sangat luas ini, pertama mata beningnya tertuju pada pintu yang hanya beberapa jarak dari kamarnya. Ia Segera memegang ganggang pintu tersebut dan membukanya dengan perlahan, mengintip apakah seseorang ada di dalam ruangan tersebut tapi nihil ruangan tersebut tak berpenghuni.

Dengan mantap, ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan yang di penuhi oleh rak buku serta sebuah meja kerja dan terdapat kertas yang bertumpukan dengan rapih di atas meja.

 

“Apa ini ruang kerja Sehun?”

Ia memperhatikan setiap sudut ruangan, mata beningnya tertuju pada bingkai foto yang terpajang tepat di dinding menghadap lurus pada meja kerja Sehun, sebuah foto yang berukuran lumayan besar di mana terdapat dirinya, Sehun dan juga Daehun. Ia memakai dress berwarna putih sedangkan Sehun memakai kemeja berwarna putih pula, Daehun masih terlihat sangat kecil, mereka tertawa bahagia di sebuah taman yang terdapat bunga mawar putih bermekaran di manapun.

 

“ini di mana?” kening Daera berkerut samar, ia mengusap foto tersebut dan merasakan sesuatu yang nyaman dan damai.

 

“Apa aku bisa sebahagia ini?”

 

~*~

Sebuah mobil hitam mewah baru saja memasuki halaman rumah, seorang pengawal yang memakai jas hitam dengan tubuh tegapnya segera membuka pintu, terlihat sepasang kaki mungil yang segera menurunkan kakinya menyentuh tanah “Kamsahamnida Zitao Ahjussi” kemudian ia berlari memasuki rumah “Ibuu” teriaknya.

Daera terkejut, segera keluar dari kamar Daehun.

“Ibu” teriak gembira Daehun dan berlari menuju Daera, anak itu memegang secarik kertas dan menyodorkannya pada Daera dengan senyum gembira

 

“apa ini?” Daera memperhatikan kertas tersebut, sebuah gambaran dengan coretan Crayon. Ia memperhatikan lebih lekat gambaran tersebut “Apa ini ibu?” Daehun memgangguk kecil “dan di samping ibu itu Ayah”

Daera tertawa kecil “wahh, gambaranmu sangat bagus, eoh” puji Daera

“benarkan? Aku memang ahlinya” seru Daehun dengan gaya sok pahlawan

“ibu aku lapar”

“oh? Ayo kita ke ruang makan”

Daera memegangi tangan mungil anak itu yang tidak lain adalah Daehun, anaknya di masa depan. Ia merasa bahagia dan selalu tersenyum jika melihat Daehun, suaranya yang imut dan pipi tembem kemerahan membuat Daera semakin gemas dengan anaknya sendiri.

“Tunggu!” tiba-tiba langkah Daera terhenti, membuat Daehun bingung “kenapa ibu?”

 

“Aku tidak memasak”

Daehun bukannya terkejut, ia masih saja memasang ekspresi bingungnya “kenapa ibu yang memasak? Kan ada Han ahjumma

Kening Daera berkerut samar “Apa? Han ahjumma?”

……

 

Terlihat seorang wanita yang memakai celemek berwarna hitam, dengan lihai tangannya mencapurkan bumbu ke dalam masakan. Balik kesana kemari sibuk dengan dunia memasaknya

“Apa ini yang kau maksud Han ahjumma?”

Seketika wanita yang bernama Han ahjumma itu terkejut, mendapati Daera yang telah berdiri tepat di sampingnya serta menggenggam erat tangan Daehun. Ia segera membungkukan badannya “Selamat siang nyonya”

“kau koki di rumah ini?” tanya Daera

Han ahjumma itu kebingungan dengan pertanyaan Daera, seperti baru pertama kali bertemu dengan dirinya. Benaknya mengatakan ia sudah bekerja di rumah ini selama 6 tahun lebih tepatnya saat setelah 2 bulan Daera dan Sehun menikah

“Ya nyonya” jawabnya dengan sopan.

“sepertinya di rumah ini tidak memerlukan ibu rumah tangga” gumam Daera.

“Ibu? Aku lapar” gerutu Daehun

“Ah iya, ayo cepat duduk. Han ahjumma akan selesai memasak”

 

~*~

 

Banyak hal baru yang ditemukan Daera, pertama adalah ruangan-ruangan yang terdapat di dalam rumah layaknya istana ini dan yang kedua adalah pengawal, pelayan serta koki dan yang ketiga taman yang terletak dibelakang rumah serta kolam renang yang berada tepat di samping rumah.

“Apa aku di dunia dongeng? Lagi pula untuk apa lelaki itu menikah jika di rumahnya tak memerlukan sama sekali tenaga seorang ibu?” Daera berdecak kesal

Ia terduduk di ranjang sambil menyilangkan kedua tangannya di atas dada, melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. “Apa dia belum pulang juga?”

Daera sontak teringat sesuatu yang ia lupakan “Aku tidak mungkin tidur di sini bersamanya” dengan cepat, Ia menyambar bantal empuknya dan memeluknya dengan erat. Berjalan enteng menuju pintu berniat untuk tidur di manapun asalkan bukan di kamar ini bersama Sehun. Ia seketika membuka pintu dengan perlahan….

 

~*~

Tak berselang lama, sebuah mobil mewah berwarna hitam terparkir di halaman. Sosok lelaki betubuh tegap baru saja keluar dari mobil mewah tersebut, terlihat raut wajahnya yang lelah dengan pekerjaan dan aktivitas yang menumpuk. Ia segera melangkahkan kaki menuju kamar, memegang ganggang pintu dan berniat membukanya. Namun pintu tersebut terbuka dengan sendirinya secara perlahan, Sehun menyipitkan matanya memperhatikan sosok Daera yang dengan hati-hati membuka pintu seperti seorang pencuri “Daera?” Tegurnya

Sontak gadis mungil itu terkejut “Se.. Se, Sehun?” ucapnya terbata-bata.

Sedetik kemudian ia tersenyum bodoh “Hai”

“Kau sedang apa?”

Ah! Anniy

Sehun kemudian memasuki kamar, memperhatikan Daera yang masih di ambang pintu sambil memeluk bantal dengan erat “Apa kau masih sakit?” kini punggung tangan Sehun menyentuh dahi Daera, membuat wajah gadis itu berubah menjadi merah padam

“A.. Aku memang tidak sakit” tepisnya

“kenapa dengan bantal itu?”

“Ah ini.. Em..” gumam gadis itu tak jelas, seketika ide cemerlang terlintas di kepalanya “Dae.. Daehun, dia ingin aku tidur bersamanya. Maka dari itu aku mengambil bantal ini”

Sehun mengangguk “Ohh, begitu?”

“Ya, begitu. Aku akan pergi ke kamar Daehun sekarang, Dahh”

Belum sempat melangkahkan kakinya, Sehun menahan tangan Daera. Sontak gadis itu berbalik dan menatap mata Sehun yang tajam dan berkharisma “Daehun tidak mungkin meminta ibunya seperti itu, lagipula Daehun sering berkata *Aku tidak takut, Aku bisa tidur sendiri*”

Nafas Daera seketika tercekat, ia seperti tertangkap basah atau lebih tepatnya Apa yang harus dia katakan?

“Apa kau masih marah padaku?”

Daera terkejut dengan perkataan lelaki bertubuh tegap itu, ide jahilnya pun seketika terlintas kembali di pikirannya “AKU MEMANG MARAH PADAMU!!” Aktingnya dengan aura yang berapi-api. “Jadi jangan menahanku oke? Aku akan tidur bersama Daehun dan aku tidak perduli kau mau berguling sesukamu di ranjang besar itu OH SEHUN!!”

Akting Daera sukses membuat Sehun terdiam, Ia pun segera berlari meninggalkan Sehun yang masih membeku. Menuruni tangga dengan cepat dan menuju kamar Daehun

“Akhirnya, aku selamat”

 

~*~

3 hari telah berlalu, Sehun terbangun dengan situasi yang menjengkelkan. Istrinya alias Daera sudah dua hari enggan untuk tidur bersamanya. Lelaki itu menghela nafas “sampai kapan begini terus?”

Sungguh Sehun akhir ini dihantui rasa bersalah, mengingat istrinya yang mulai berbicara formal dengannya serta lebih memilih untuk tidur di kamar Daehun. Ia selalu saja berniat meminta maaf, namun gadis itu selalu saja menjauhinya.

……

Suasana hening menghiasi ruang makan yang di mana terdapat Daera, Sehun dan juga Daehun sedang asyik menyantap sarapan mereka masing-masing. Sehun sesekali melirik Daera yang sibuk menyantap sarapannya “Ayah, kenapa melihat ibu seperti itu?” Tegur Daehun

Akhirnya Sehun tertangkap basah oleh anaknya sendiri, membuat Daera sontak melirik kembali Sehun. Terlihat jelas tatapan dingin Daera yang membuat lelaki itu meneguk salivanya dan merasa seperti akan di serang oleh harimau ganas “Tidak apa-apa Daehun-ah, makanlah” jawabnya.

 

Terlihat Ahjumma dengan langkahnya yang cepat segera menghampiri Sehun, “Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda” Ucap Ahjumma tersebut.

Seketika seorang wanita dengan tubuhnya yang ramping, berkulit putih dan rambut coklatnya yang terurai sangat indah hingga mencapai bahu segera membungkukkan badannya pada Sehun “Selamat pagi, Sehun-ssi” ujarnya dengan tersenyum manis.

“Minri?”

 

Daera meneguk salivanya, memperhatikan wanita yang bernama Minri tersebut dari ujung kaki hingga kepala. Tubuhnya yang ramping serta pakaiannya yang agak ketat membuat tubuh rampingnya berbentuk sangat sempurna, “Daehun-ah, aku sudah lama tidak melihatmu” sambil mengusap pucak kepala Daehun.

“Kenapa sepagi ini kau kerumahku?” Tanya Sehun

“aku sengaja datang untuk mengingatkan anda, kita akan ke busan hari ini karena ada urusan penting”

 

Entah mengapa Daera merasa perasaannya gelisah merasakan kehadiran Minri, yang bahkan ia tidak mengetahui sama sekali siapa wanita tersebut. Apa dia asisten Sehun di perusahaan? Dan penampilannya yang bahkan membuat Daera merasa kalah style, Tubuh Daera tak seramping dan sesempurna Minri.

“Apa kita bisa pergi sekarang Sehun-ssi?” Ujarnya dengan nada lembut, membuat Daera yang mendengarnya merasa geram dan melirik tajam pada Minri.

Sehun segera beranjak dari kursi yang ia duduki, menegakkan tubuh tegapnya “Aku pergi dulu”

“Tunggu!” Daera dengan refleks melangkahkan kakinya menghampiri Sehun, ia tak tahu mengapa tubuhnya seperti memaksanya melakukan sesuatu pada Lelaki itu.

Segera ia menjinjitkan tubuhnya dan mengecup singkat bibir Sehun “Ha.. Hati-hatilah di jalan” Ucapnya dengan terbata-bata dan segera menundukkan wajahnya yang bahkan mungkin sudah berubah warna menjadi merah padam.

Sehun tersenyum tipis, ia ingin tertawa lepas namun menahannya “eo,” Ucapnya singkat “Daehun, ayo cepatlah”

“Ibu, aku pergi dulu Annyeong” melambaikan tangannya pada Daera

“Nyonya, aku pergi dulu” Minri membungkkuk pada Daera dan di balas senyuman olehnya

 

Minri membalikkan badannya mengikuti langkah Sehun dan Daehun dari belakang, memperhatikan Sehun yang tersenyum sambil menggenggam erat tangan Daehun, Raut wajahnya seketika berubah dan tangannya mengepal dengan erat “Apa kau bahagia sekarang Song Daera?” gumamnya.

 

DI LAIN SISI..

Daera mematung “Apa itu tadi?” perlahan mengusap bibirnya “Apa aku menciumnya?”

Ia mengacak rambutnya “Aku pasti gila!” Jantung gadis itu berdetak tak beraturan dan ia merasa wajahnya bagaikan terbakar api, “YA! Berhentilah berdetak seperti itu”

 

TO BE CONTINUED

…..

24 thoughts on “Unlogical Time? #3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s