Love Story of Nappeun Namja (chapter 2)

img_2240

Judul                          :           Love Story of Nappeun Namja (chapter 2)

Author                        :           Hanhan

Genre                         :           School life, Romance, Etc.

Length                        :           Multi chapter

Rating                         :           Teen

Main cast                    :           Oh Hye Ra, Kim Jong In / Kai

Additional  cast          :           EXO member

Disclaimer                  :           STORYLINE IS MINE.

 

Kai POV

Yeoja sombong itu benar-benar ingin kuberi pelajaran. Tapi bagaimana mungkin sedari tadi pikiranku masih nakal ingin menidurinya. Apalagi setelah kutahu bahwa Hyera adalah yeoja yang tertutup dan itu membuat aku akan semakin gencar menginginkannya. Ah! Menggairahkan sekali saat jari telunjukku menyentuh bibir tipisnya yang kenyal. Ingin rasanya kulumat dengan bibirku sendiri.

Aku berjalan pulang meninggalkan Hyera di taman. Tiba-tiba terlintas ide untuk mengikuti Hyera pulang. Aku ingin tahu dimana ia tinggal. Aku pun bersembunyi di pohon dekat gerbang sekolah.

Kulihat Hyera sudah keluar dari gerbang sekolah. Yeoja itu sempat berhenti sejenak dan berbicara pada dirinya sendiri. Namun telingaku tidak dapat menjangkau suara yeoja itu.

Aku terus mengikuti Hyera hingga akhirnya yeoja itu masuk ke sebuah gang kecil. Lalu tiba-tiba yeoja itu digodai oleh tiga pria brengsek. Hyera berlari. Aku harus mengikuti Hyera.

Sial! Aku kehilangan jejak mereka. Aku benar-benar khawatir dengan keadaan yeoja sombong itu. Bagaimana jika pria-pria bajingan itu menyentuh Hyera?

Hyera! Berteriaklah! Agar aku bisa menolongmu.

Tak lama, benar saja! Aku mendengar suara teriakan yeoja itu.

“TOLONG!”

“SIAPA PUN ITU!! TOLONG AKU!!!”

“TOLONG!”

Aku mendengar suara ketakutan itu yang membuat hatiku tersayat. Sesegera mungkin aku mencari sumber suara tersebut. Aku memasuki sebuah gang kecil yang berbeda dari gang sebelumnya.

“DASAR BAJINGAN!”

Dengan amarah yang membludak, aku langsung menonjok pria yang sedang membius Hyera. Hyera tak sadarkan diri. Terjadilah pertengkaran hebat yang membuat wajah tampanku jadi babak belur.

Kai POV end!

Hyera POV

Aku membuka mataku dengan perlahan. Pandanganku sedikit kabur namun lama kelamaan normal kembali.

Dimana ini? Apa yang terjadi? Aku terbangun dan menyadari bahwa diriku sedang berada di sebuah kamar yang mewah dan luas, sepertinya di apartement. Aku mulai mengingat-ingat kejadian yang membuatku seperti ini.

Ya ampun! Apa sekarang aku sudah dijual? Kenapa aku tidak mati saja?

Aku mulai bangkit dari kasur. Kuarahkan mataku ke jam tangan yang melingkar di pergelanganku. Pukul 19:45!

Kuberanikan diri berjalan menuju pintu kamar, berniat melihat tuan rumah pemilik rumah ini. Perlahan knop pintu mulai kuputar dan pintu pun terbuka.

Apartement ini lumayan luas bahkan termasuk mewah. Dari tempatku berdiri, aku melihat seorang lelaki berkaos putih sedang duduk menyandarkan dirinya di sofa ruang tamu yang tak jauh dariku. Posisinya membelakangiku.

Oh dia mulai membalikkan tubuhnya!

“Kau sudah sadar?” Dia mengangetkanku.

“Kai???”

Hyera POV end!

Hyera membulatkan matanya saat melihat Kai dihadapannya. Lelaki itu mengenakan plester di pipinya. Akibat pertengkarannya beberapa jam yang lalu.

“Kau harusnya berterima kasih kepadaku karena aku telah menebusmu pada mereka!” Kai berkata dengan tatapan tajamnya.

Hyera terdiam menunduk. Berarti sesorang yang datang tadi adalah Kai. Gadis itu menelan salivanya kemudian mengeluarkan napas pelan.

“Terimakasih sebelumnya. Aku akan selalu mengingat kebaikanmu. Lain waktu akan kubalas hutang budi ini…” Hyera tahu, Kai bukan tipe lelaki yang tulus membantu orang. Itu sudah terlihat dari sikap angkuhnya saat pertama bertemu.

Kai menyeringai. Senyumannya bukan senyuman tulus, melainkan kelicikan. Ia menghampiri Hyera agar lebih dekat.

Dirinya semakin mendekat dengan Hyera. Ia menatap tajam Hyera. Jujur! Tatapannya itu membuat jantung Hyera berdegup lebih kencang. Gadis itu mengalihkan pandangannya agar tidak melihat tatapan Kai yang membuat dirinya risih.

“Kau akan membalas budi bukan?” Kai berhenti saat dirinya dan Hyera hanya berjarak 15 cm.

Gadis itu mengangguk.

“Layani aku malam ini!” Bisik Kai dengan nada liciknya. Sontak gadis itu langsung membulatkan matanya.

“Kau gila!!!” Hyera membentak Kai.

Dia pikir, aku ini gadis apa? Hah? Aku bukan jalang!!! Kalau kau ingin melampiaskan nafsumu, sewalah jalang di luaran sana!!!! Demi apa pun! Aku benar-benar mengutuk lelaki itu!, bentak Hyera dalam hati.

Tapi Kai malah menyeringai “Kau bilang, ingin membalas budi kan? Lalu aku hanya menyuruhmu untuk layani hasratku malam ini, mengapa kau menolaknya? Oh ayolah! Di luaran sana banyak yeoja yang memintaku untuk melepaskan keperawanan mereka…”

Lagi-lagi Hyera menelan salivanya “Tapi maaf! Aku bukan salah satu dari yeoja-yeoja tersebut! Begini saja, berapa banyak uang yang kau keluarkan? Aku janji akan menggantinya!”

“Uang? Aku tidak perlu uangku kembali. Yang ku ingin, kau melayaniku malam ini!”

“Terserah! Apa pun akan kulakukan untuk membalas budimu kecuali permintaanmu yang satu ini! Sampai kapan pun aku tak akan melakukannya!” Gadis itu tetap kukuh.

“Aku akan pergi dari sini dan akan membayar semua kerugianmu. Terima kasih sebelumnya!” Lanjut gadis itu.

Kai mulai menyadari bahwa Hyera tidak seperti gadis-gadis yang sebelumnya pernah ia tiduri.

Hyera mulai mengambil langkah tapi Kai menghentikannya. Lelaki itu mendorong pelan tubuh Hyera ke dinding. Kemudian Kai menghalangi Hyera dengan tubuhnya.

“Baiklah, aku pinta kepadamu untuk tetap tinggal di sini…” Bisik Kai.

“Terima permintaanku yang ini atau aku terpaksa berbuat yang tak kau inginkan… aku tahu kau sudah kehilangan rumahmu, jadi tinggallah di sini,” Ujar Kai, pelan.

Gadis itu terdiam sejenak. Memikirkan tawaran Kai “Baiklah.. aku akan tinggal,” Sahutnya pasrah.

Kalian tahu, ucapan gadis itu membuat Kai kegirangan setengah mati. Betapa senangnya Kai jika setiap hari ia bisa melihat Hyera di rumahnya.

Kai menjauhkan dirinya dari Hyera. Lelaki itu perlahan meninggalkan Hyera menuju ke ruangan lain.

“Tunggu!” Hyera memanggilnya. Kai menoleh.

“Aku ingin man-” Ucapannya terpotong oleh Kai.

“Kamar mandi? Ikuti aku..” Ternyata Kai sudah menebaknya. Kemudian lelaki itu mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Hyera mengekori Kai dari belakang. Gadis itu akhirnya dapat melihat ujung kamar mandi.

Kemudian Hyeri masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Sementara Kai tersenyum memiringkan sebelah sudut bibirnya. “Kau melupakan sesuatu Hyera…” Ungkap Kai saat Hyera sudah masuk ke kamar mandi.

Benar! Handuk. Gadis itu lupa meminta handuk dulu kepada Kai. Bagaimana keluar dari kamar mandi untuk mengambil pakaiannya jika tanpa handuk?

Hyera POV

Akhirnya selesai juga membersihkan tubuhku. Meskipun aku tidak menyikat gigi karena hanya ada satu sikat gigi saja dan pastinya itu punya Kai. Akhirnya aku hanya menggunakan mouthwash untuk mulutku.

Tinggal mengeringkan tubuh dengan handuk. Handuk? Ah! Aku kan tidak membawa handuk! Astaga! Bagaimana ini? Masa sih aku harus meminta Kai membawakanku handuk?? Ahhhh! Pabo, pabo, pabo!

Aku tetap diam seperti orang bodoh di kamar mandi. Entah sudah berapa lama, mungkin sekitar 30 menitan. Entah apa yang akan kulakukan, aku tak tahu.

Tiba-tiba kudengar suara Kai memanggilku dari luar.

Hyera POV end!

Kai POV

Aku menunggu Hyera meminta bantuanku untuk mengambilkannya handuk. Tapi ini sudah lebih dari 30 menit Hyera tidak bersuara di kamar mandi. Apa dia berdiam diri di dalamnya? Oh ya ampun gadis itu benar-benar tidak bisa kunodai sedikit pun.

Setelah kupikir-pikir, akhirnya kupancing dia “YA Oh Hye Ra! Mengapa kau lama sekali? Apa kau tidur di kamar mandi?!” Kataku pura-pura tidak tahu.

“A.. a-aniyo hanya saja… aku,” Akhirnya aku bisa mendengar suaranya.

“Kau, kenapa?” Tanyaku berlagak tidak tahu.

“Aku… aku lupa membawa handuk,” Ini dia yang kutunggu-tunggu. Aku terkekeh pelan.

“Jadi?” Aku memancingnya.

“Ahhh! Bagaimana ini.. aku butuh handuk!” Suara itu terdengar seperti keputusasaan. Tapi kalian harus tahu, aku sangat menyukainya.

Lalu aku mengambilkannya handuk. Aku punya 3 handuk. Aku sengaja memilih handuk yang paling kecil diantara ketiganya. Kalian tahu kan alasannya apa? Aku memang selalu berpikiran yadong dan itu sulit dihentikan.

“Hei buka pintu kamar mandinya sedikit. Kau butuh handuk bukan?” Kataku.

CLEK!

Pintu kamar mandi terbuka sedikit. Muncullah  tangan putih yang mulus itu keluar dari balik pintu. Sial! Hanya tangan saja yang diperlihatkannya. Aku menyodorkan handuk ke tangannya. Tangan Hyera langsung menyambar handuk dengan cepat. Kemudian pintu kamar mandi kembali di tutup olehnya.

“Kai… apa handukmu tidak ada yang ukurannya lebih besar???” Aigoo! Gadis itu menyusahkanku saja. Tinggal pakai saja susah sekali.

“Ani! Sudahlah pakai saja!” Kataku jengah.

CLEK!

Aku langsung menoleh ke belakang lebih tepatnya ke arah pintu kamar mandi. Astaga! Yeoja itu sangat seksi dari yang kubayangkan. Ia tampak risih memakai handuk kecil yang melilit tubuhnya hanya sampai paha.

“YA bisakah kau pergi dari tempat ini dulu!?” Dia mengoceh.

“Wae? Bukankah ini rumahku?” Balasku pada Hyera.

Dia menggigit bibir bawahnya. Ya ampun! Itu menambah aura seksinya. “Hei jangan menggigit bibirmu seperti itu! Apa kau sedang menggodaku?” Jujur saja, sekarang aku tidak tahu apa aku bisa menahan diriku atau tidak. Aku harap, aku bisa menahan hasratku. Aku tak ingin membuatnya jadi tak nyaman.

“Aniyo!” Dia membela diri. Tanpa membuang-buang waktu, Hyera langsung berjalan ke kamarku. Kurasa, ia ingin mengambil tasnya yang berisi pakaian.

Kai POV end!

Hyera masuk ke kamar Kai untuk mengambil tasnya yang berisi pakaian ganti. Sekalian, ia ganti baju di kamar mandi yang tersedia di kamar Kai.

Beberapa menit kemudian, Hyera keluar dari kamar Kai dengan kaos biru dan celana pendeknya. Ia terlihat sangat santai dengan pakaian yang dikenakan.

“Hyera-ya!” Panggil Kai yang mulai menghampirinya.

“Nde, wae?” Balasnya.

“Aku ingin menunjukan koreografi untuk tarian kita,” Tiba-tiba saja Kai jadi membahas ujian praktek menari.

“Hm? Oh.. seperti apa?” Hyera menghampiri Kai. Sepertinya gadis itu mulai melupakan kejadian yang terjadi antara dirinya dan Kai.

Kai mengeluarkan ponselnya. Ia memperlihatkan video dance yang bertemakan dua orang kekasih “Kita pakai gaya tarian yang ini saja ya..?” Kata Kai.

Hyera masih melihat video itu. Ah! Mengapa gerakannya terlalu intim?, dengus Hyera dalam hati.

“Tapi bukankah ini gerakannya terlalu intim? Apa tidak ada yang lain?” Tawar Hyera.

“Kau ini bagaimana! Temanya kan sepasang kekasih.. ya kebanyakan pasti gerakannya mesra seperti ini,” Kai memberitahu Hyera.

Hyera mengerucutkan bibirnya “Hm.. arasseo!” Hanya itu yang bisa dikatakan Hyera.

“Besok kita akan mulai latihannya,” Kata Kai pada Hyera.

Meskipun Hyera kurang setuju dengan gaya tarian tersebut, tapi ia mengangguk.

“Hm.. Kai, aku tidur duluan ya! Aku merasa lelah sekali,” Gadis itu mulai mengambil langkah menuju ruang tamu. Hyera akan tidur di sana.

“Kamarmu ada di sebelah kamarku! Mengapa kau menuju ruang tamu?” Tanya Kai.

“Oh? Di sini ada dua kamar? Hm.. tadinya aku berniat tidur di ruang tamu saja, tapi ternyata ada dua kamar…”

“Tidurlah di kamarmu!” Seru Kai yang mulai berjalan meninggalkan Hyera.

Gadis itu memegangi pundaknya yang pegal dan mulai melangkah menuju kamarnya.

“Aniyo! Tidak usah! Aku berangkat sendiri saja…” Hyera menolak ajakan Kai. Lelaki itu terus memaksa agar Hyera berangkat bareng dengannya naik mobil sport milik Kai.

Akhirnya, Kai terpaksa menarik tangan Hyera dan segera memasukannya ke mobil. Gadis itu meneriaki Kai tapi Kai tidak peduli dan hingga akhirnya Hyera masuk ke mobil, duduk di samping tempat duduk pengemudi.

“Sudah kubilang, kau jangan melawanku! Kau harus menurutiku! Arasseo??” Ungkap Kai yang siap menyetir.

Hyera menatap sinis Kai. Sedangkan Kai mengendarai mobil sport kesayangannya itu menuju sekolah.

Semua murid SOPA heboh melihat seorang gadis turun dari mobil sport Kai. Begitu juga dengan WOLF mereka dibuat bingung oleh Kai. Bahkan Kai juga membukakan pintu mobil untuk Hyera.

Ah sial! Mengapa semua murid memperhatikanku dengan sinis. Apa karena namja ini?, Hyera terus ribut di dalam pikirannya.

“Apa semalam Kai tidur dengan gadis itu?” Tanya Xiumin.

“Entah! Kurasa begitu,” Chen menyahuti.

“Kurasa juga…” Tambah Suho.

“Aissh! Kai harus berhenti bermain yeoja!” Seru D.O.

WOLF berkumpul di basecamp mereka. Walau sebenarnya menurut kebanyakan orang, basecamp mereka lebih mirip dengan hotel berbintang. Basecamp mereka lumayan luas, di dalamnya terdapat kasur, kulkas, sofa, dan elektronik mewah lainnya.

WOLF sibuk bertanya kepada Kai mengenai gadis itu.

“Apa dia murid baru?” Tanya Sehun.

“Apa semalam kau tidur dengannya?” Tanya Chanyeol.

“Tapi kalau kulihat, gadis itu sedikit pendiam…” Lay mengungkapkan pendapatnya.

“Dia tinggal dimana?” Tambah D.O

WOLF melontarkan pertanyaan bertubi-tubi pada Kai.

“Baiklah akan kuceritakan kepada kalian,” Kai akhirnya membuka suara.

Lelaki bermarga Kim itu mulai menceritakan awal mereka bertemu hingga Hyera akhirnya tinggal di apartement Kai.

“Aku baru tahu, bahwa Oh Hye Ra adalah gadis yang sangat cantik…” Ucap Baekhyun setelah mendengar cerita dari Kai.

“Menderitanya gadis itu,” Ucap Xiumin.

“Ah apa gadis itu benar-benar tidak tahu dirimu, Kai?” Tanya Chen masih ragu dan dibalas anggukkan oleh Kai.

“Tapi kalian tahu kan kalau aku seorang cassanova? Aku baik pada Hyera karena aku ingin sesuatu darinya. Aku akan melakukan berbagai cara agar ia bisa sukarela kutiduri…” Ungkap Kai sampai tertawa.

Sehun menepak kepala Kai “YA! Hentikan! Dia yeoja baik-baik!” Kai meringis kesakitan memegangi kepalanya.

“Hentikan, Kai! Tega sekali kau…” Suho membela Sehun. Begitu pun semuanya, mereka juga menyalahkan Kai.

“Biarkan! Ini sudah jadi kebiasaanku. Pelan-pelan kubuat dia jatuh cinta kepadaku lalu dengan begitu, semakin mudah untuk menidurinya…” Kata Kai.

Jadi perlakuan baik Kai kepada Hyera hanya agar gadis itu bisa ditiduri olehnya. Kai bahkan tidak memperdulikan perasaan Hyera bila gadis itu tahu yang sesungguhnya.

 

-to be continued…

5 thoughts on “Love Story of Nappeun Namja (chapter 2)

  1. Ya elah thooooorrrrrr….napa pendek amat sih…panjangin dikit napa….di tnggu aja lh next nya…but jngan lama2 ea thor…smangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s