Another Me (Chapter 1)

IMG-20160130-WA0000

Title                 : Another Me

Author             : Jojjomi

Length             : chapters

Genre              : Fantasy, romance, family

Rating             : T

Cast                 : Kwon Alice, Oh Sehun (EXO), and many more.

A/N                 : this story belong to me. Info tentang makhluk – makhluk fiksi dalam cerita           ini dapat dari beberapa FF fantasy lain dan google tentunya.

 

Chapter 1

Look at the mirror! You’ll find another reflection of yours…

            “tahun ini kabarnya si kembar bungsu keluarga Kwon akan memulai tahun mereka di Cove Crown?”

“hmm… aku penasaran dengan mereka, apa sama angkuhnya dengan ketiga kakak – kakak mereka? selalu sok kuat dan berkuasa di sekolah? Hahaha!”

“kalau aku rasa sih pasti tidak akan jauh beda. Sama persis malah. Karna kau tau sendiri kan, itulah ciri khas keluarga Kwon! Hahahaha!”

Suara tawa mereka menguar di sepanjang lorong asrama, mungkin saja dapat terdengar di setiap kamar yang berjejer disepanjang lorong yang mereka lalui jika saja tembok – tembok disana tidak dibuat dengan bahan yang kedap suara. Dan lagi – lagi pembicaraan yang dibawakan oleh para siswa di minggu terakhir ini mengarah pada tahun ajaran baru yang akan dimulai minggu depan dan masuknya anak kembar, bungsu dari keluarga Kwon. Mungkin tembok di seluruh sekolah dan asrama akan benar – benar merasa jengah dengan topik pembicaraan para murid belakangan ini. sehebat dan sebagus apa keluarga Kwon sampai satu sekolahan membicarakan mereka?

Alice POV-

Datang juga akhirnya hari penyambutan murid baru di Cove Crown. Entah mengapa tahun ini rasanya sangat dinantikan oleh murid – murid di sekolah, sudah sejak akhir semester kemarin sebelum liburan musim panas mereka semua sudah ribut dengan tahun ajaran baru kali ini. dan sejak seminggu lalu aku kembali ke sekolah mereka semakin semangat saja berbisik – bisik, berdesas desus menguar gosip, memekikkan ketidak sabaran mereka atas hari penerimaan murid baru, dan pastinya selalu seperti biasanya… membicarakan kelurgaku!. Oh shit! Tidakkah cukup bagi mereka selama dua tahun ini membicarakan kami? Ah ralat, dua tahun untukku, untuk kedua kakakku sudah tiga dan empat tahun mungkin mereka mengalami hal ini. dibicarakan oleh seluruh penjuru sekolah. Dan kali ini?! belum juga kedua adikku melangkahkan kakinya di depan gerbang Cove Crown saja sudah jadi topik hangat diantara murid murid. Ya terserahlah! Seperti biasanya juga aku akan berlagak tidak peduli dan menganggap kalau mereka semua tidak pernah membicarakan apapun tentangku dan tentang keluargaku.

Pagi ini aku segera menuju aula utama setelah sarapan, berkumpul disana bersama murid-murid tahun kedua sampai tahun kelima yang lainnya. biasanya aku bersama dengan sahabatku, Yinghan. Tapi karena dia adalah salah satu panitia penyambutan murid baru jadilah dia menghilang pagi-pagi buta bahkan sebelum aku terbangun. Oh ya biarkan sajalah, dia memang hobi sekali mengikuti kegiatan semacam itu di sekolah, berbeda denganku yang sama sekali tidak mau repot membantu dan mengurusi kegiatan apapun yang diadakan oleh sekolah.

Ngomong – ngomong soal sekolah, ya disinilah aku belajar dan tinggal selama dua tahun ini. Cove Crown High School. sekolah sekaligus asrama khusus untuk makhluk – makhluk iblis atau non manusia atau setengah manusia. Vampir, elf, malaikat, dan werewolf, berbaur menjadi satu untuk menerima pendidikan di Cove Crown. Kami akan belajar selama lima tahun disini, diajarkan berbagai mantra sihir, sejarah tentang ras kami, cara bertahan dan melawan musuh, mengembangkan kekuatan kami yang sudah kami bawa dari darah keturunan keluarga kami masing – masing, dan banyak lainnya yang diajarkan di Cove Crown. Yah, yang membuat sekolah ini berbeda dengan sekolah lainnya hanya itu, untuk hal lainnya aku rasa sama saja, adanya asrama, beberapa kegiatan ektrakurikuler normal seperti sepak bola dan basket, peraturan peraturan yang diterapkan termasuk tidak boleh saling menyerang dan melukai sesama murid atau adu pamer kekuatan antar ras diluar jam pelajaran ya aku rasa sama saja seperti sekolah pada umumnya.

Cove Crown terletak begitu jauh dari pusat kota, malah menurutku tempat ini begitu terpencil, benar benar didalam hutan. Kalau Bobby bilang, sekolah ini terletak dibelakang hutan yang mana didalam hutan itu ada hutan lagi ada hutan lagi ada hutan lagi dan ada hutan lagi, jadi harus melalui hutan sepanjang perjalanan sampai kau sendiri akan mabuk selama perjalanan karna yang bisa kau lihat hanya pepohonan lebat sepanjang perjalanan menuju sekolah kami. Hahahaha walaupun sedikit konyol tapi aku terkadang membenarkan juga apa yang kakak pertamaku itu katakan.

Cove Crown memiliki dua castil besar, satu castil sekolah, satu lagi castil asrama, letak castil saling berdampingan, walau castil asrama agak sedikit menjorok kedalam daripada castil sekolah. Bangunan ini benar-benar dikelilingi oleh hutan lebat diluar pagarnya, untuk halaman sendiri ya bayangkan saja halaman istana super besar dengan rerumputan hijau yang setiap paginya selalu menguarkan aroma khas yang menyegarkan. Yang menjadi menarik adalah terdapatnya sungai besar yang mengalir di belakang gedung Cove Crown, sejarah mengatakan kalau daerah Cove Crown ini dulunya adalah teluk kecil dan sungai itu adalah sisa dari bekas teluk kecil yang berada di daerah ini dahulu, itu mengapa sekolah ini diberi nama Cove Crown. Cove sendiri berarti teluk kecil. dan Crown sendiri berarti mahkota. Mahkota raja adalah lambang sekolah kami, yang setiap harinya akan kalian lihat jika memasuki castil sekolah karena lambang itu terukir jelas dan berukuran amat sangat besar bahkan hampir memenuhi dinding di depan kalian setelah kalian melewati pintu utama castil.

Cukup cerita soal Cove Crown, sekarang aku sedang duduk manis di bangku deretan khusus untuk angkatanku, angkatan kedua. Bangku-bangku didalam aula memang sudah disusun sesuai angkatan. Tadi saat memasuki aula aku bisa melihat Hanbin yang duduk di bangku khusus untuk angkatan keempat letaknya disebelah kiri dari pintu masuk aula, dia duduk dideretan bangku paling belakang, kebiasaan sekali! Aku yakin pasti dia akan tidur sepanjang acara!. aku memilih untuk duduk disebelah Yue, temanku yang lainnya, gadis werewolf yang cukup disegani juga di angkatanku. Yah karena dia galak dan lebih sering berapi api sih yang menyebabkan anak anak lain begitu segan atau lebih kearah takut padanya. walaupun tidak terlalu akrab dengan Yue seperti aku akrab dengan Yinghan, setidaknya dia salah satu murid yang tidak akan pernah ikut bergosip tentangku dan keluargaku seperti yang lainnya, itu mengapa aku suka berteman dengan Yue.

“mana si kembar?” Yue menyikut lenganku, matanya menyapu seluruh murid baru yang sedang berbaris di tengah aula.

“pastinya ada di barisan belakang karena mereka berdua cukup tinggi untuk anak seusia mereka dan kau tidak akan bisa menemukan mereka berdiri bersampingan karena kau bisa lihat sendiri kan barisan laki-laki dan perempuan dipisahkan” jawabku sambil menggerakkan tanganku berlawanan arah seperti membelah udara diikuti suara kikikkan Yue sambil menatapku geli.

“tidakkah mereka mirip salah satu diantara kalian bertiga?” ucap Yue lagi kembali dia mengedarkan pandangannya pada murid murid baru. Aku memutar kedua bola mataku kesal, gadis disebelahku ini memang gadis yang selalu ingin tau akan sesuatu hal, tidak akan pernah menyerah jika belum mendapatkannya.

“selamat pagi anak-anakku yang sangat aku cintai”

Oh, itu suara Mr. Song, kepala sekolah Cove Crown. Malaikat paruh baya yang sudah menghabiskan separuh hidupnya menjadi kepala sekolah Cove Crown, Malaikat paruh baya yang selalu terlihat gagah dan bijaksana. setiap sore aku selalu melihatnya berkeliling lingkungan Cove Crown seorang diri, dan dia selalu menyunggingkan senyum ramahnya pada setiap murid atau guru yang ia temui di jalanan. Dan selama dua tahun aku berada di Cove Crown belum pernah sekalipun aku melihatnya memperlihatkan sayapnya. Ah sial sampai saat ini aku begitu penasaran dengan sayap yang ia miliki, kedua kakakku bilang kalau sayap kepala sekolah begitu indah.

Sekarang ia tengah berdiri di sebuah podium kecil dekat dengan patung phoenix yang dimana kepala burung phoenix itu terdapat sebuah mahkota raja yang sama persis dengan lambang sekolah kami. Beliau memulai pidato panjangnya, mengucapkan selamat datang pada murid – murid baru yang sedang berbaris di depannya, memberikan petuah semangat untuk kami semua, memperingati murid murid nakal yang sangat ia hapal pada semester lalu membuat onar agar tidak mengulangi kesalahannya lagi pada semester ini dan kedepannya, dan lain sebagainya yang sudah mulai malas untuk aku dengarkan. Aku sendiri mulai mengedarkan pandanganku pada seluruh murid baru yang berbaris di tengah aula, bisa kulihat wajah mereka sudah benar-benar bosan mendengarkan pidato panjang kepala sekolah hahaha, dan dari ratusan murid baru didepan sana, akhirnya aku temukan juga kedua adik kembarku! Junhoe dan Jennie!

“jadi, aku harap kalian bisa berbaur dengan teman kalian yang lainnya. meskipun ras kalian berbeda, kekuatan kalian berbeda, kalian harus bisa saling menghormati dan menyayangi teman kalian. Sekali lagi aku ucapkan… welcome to Cove Crown kids!” akhir dari pidato panjang kepala sekolah sebelum ia turun dari podium dan pergi meninggalkan aula bersama para guru. Barisan murid – murid baru mulai berantakan, mereka meninggalkan tengah aula dan berlarian menuju pintu keluar setelah mereka yakin kalau kepala sekolah dan para guru sudah berada jauh dari aula.

Aku menghela nafas lega dan meregangkan otot ototku yang terasa pegal hampir satu jam duduk. Tempat duduk yang tadinya penuh sudah mulai kosong, anak-anak sudah pergi keluar aula, hanya ada beberapa yang berada di dalam dan termasuk para panitia acara ini. bisa aku lihat Yinghan kewalahan mengatur anak anak tahun pertama yang dengan seenaknya berhamburan keluar aula seperti kelereng yang tumpah dari dalam kaleng. Aku tertawa geli bersama Yue sambil berjalan meninggalkan tempat duduk kami.

“ Alice nuna!”

“ Alice eonni!”

Ya ya! Aku mendengar dua suara yang memanggilku tadi. Segera saja aku menolehkan kepalaku ke sumber suara dan benar saja, mataku menangkap seorang anak perempuan dan seorang anak laki laki tengah berlari kecil menghampiriku.

“Jun! Jennie!” pekikku senang ketika melihat adik kembarku. Sontak saja murid-murid yang masih tersisa di dalam aula memandangi kami bertiga. Ah sial! Aku lupa kalau masih ada yang lainnya di sini. Mereka menatap kami dengan mata yang sudah sangat bisa aku artikan. Tatapan yang ‘oh ini dia si kembar keluarga Kwon yang jadi perbincangan belakangan ini’ dan aku yakin setelah ini nanti pasti mereka akan menyebarkan ke seluruh penjuru Cove Crown! Errghh!

“aahh ini dia Kwon Twin? Benarkan?” Yue menyeruak diantara kami bertiga, ia berdiri di depan kedua adikku, memandangi mereka sambil sesekali mendengus. Bisa kulihat dari sini kalau kedua adikku berusaha mati matian menahan aroma khas serigala yang muncul dari tubuh Yue. “aku pikir Jennie akan sangat mirip denganmu, El. Nyatanya tidak begitu mirip seperti bayanganku, dan hei!” kali ini dia menatap Jun “ahh, ya mungkin wajahmu dia terlihat konyol seperti Bobby atau menjengkelkan seperti Hanbin” Yue mengusak rambut si kembar dan langsung saja mereka tepis kemudian memberikan tatapan tidak suka pada Yue. Kalau saja ini bukan di sekolah aku sudah sangat yakin mereka akan menyerang Yue habis habisan karena dengan seenak ekornya Yue menyentuh kepala si kembar. Sebuah perlakuan yang sangat mereka benci. Ya bukan hanya mereka saja, nyatanya aku dan kedua kakakku juga sangat tidak suka jika ada orang yang menyentuh bahkan mengusak rambut kami. Bahkan jika orang itu adalah orang tua kami sendiri.

“hei hei tenang kids! Dia temanku, jangan berfikir untuk menyerangnya oke?” aku memperingati mereka berdua sebelum mereka benar-benar akan menyerang Yue nantinya. Kemudian mereka mengangguk dan kembali ke barisan setelah Kyungsoo, salah satu dari panitia penyambutan murid baru memanggil mereka berdua.

“nah yang itu baru benar-benar mirip denganmu. Sangat! Ahahaha dan juga ekspresi wajah mereka yang act like really don’t care with everything. Really Kwon!” kembali Yue tertawa terbahak bahak sambil berjalan mendahuluiku keluar aula. Aku hanya diam tidak peduli dengan celotehannya tadi dan lanjut berjalan mengikutinya.

“huh!! Baru kali ini aku merasakan yang namanya lelah! Sungguh lebih baik latihan bertarung dengan Mr. Kim seharian penuh daripada harus mengurusi acara ini dan mengawasi ratusan murid baru!”

Gadis cantik dengan rambut coklat disebelahku langsung saja mengomel sesaat setelah membanting bokongnya ke bangku disebelahku untuk duduk. Rambutnya sedikit acak acakan, wajahnya lusuh meskipun tidak mengurangi kecantikannya.

“salahmu sendiri mau maunya bergabung dalam anggota kedisiplinan sekolah” gadis werewolf yang duduk didepanku mencibir tanpa mengalihkan pandangannya dari nampan berisi makanan miliknya.

“biasanya tidak semelelahkan ini! sungguh!”

“oh astaga Yinghan! Kau terlihat seperti baby sitter amatir di hari pertamanya kerja. Jadi anak anak mana yang membuatmu kewalahan nona malaikat?”

“semua! Semuanya membuatku gila!” Yinghan benar-benar frustasi kali ini, ia menenggak habis air mineral dalam botol yang ia bawa tadi dan menghempaskan nafasnya kasar. Aku dan Yue hanya saling pandang kemudian tertawa terbahak bahak melihat tingkah gadis berdarah malaikat disampingku. ini dia yang membuatku tidak suka dengan kepengurusan macam begini.

Aku membasuh kedua wajahku dengan air dingin, membersihkan wajah sebelum pergi tidur sudah menjadi rutinitasku. Ugh! Benar-benar sangat manusia! Aku memang tinggal di pusat keramaian kota Seoul sejak lahir, kedua orang tuaku memilih tinggal disana, membaur bersama manusia, bekerja dan membangun usaha di dunia manusia. Itu juga yang menyebabkan beberapa kebiasaanku sangat manusia.

Lama aku menatap pantulan diriku di cermin. Bisa aku lihat sesosok gadis dengan rambut hitam legam sedikit berombak terurai sampai pinggang. hidungnya yang bangir. matanya yang bulat berbeda dengan mata orang Korea kebanyakan, mata yang selalu mengintimidasi orang yang ia lihat, mata yang memancarkan tatapan merendahkan siapa saja yang ia lihat melalui lensa mata itu. wajah yang orang – orang bilang wajah itu cantik, namun selalu memperlihatkan keangkuhan, dan kulitnya yang begitu pucat bahkan lebih pucat dari kertas. Benar-benar penampilan yang membuat orang sudah mengetahui siapa dirinya tanpa ia mengenalkan dirinya terlebih dahulu. Sangat tipikal keluarga Kwon.

Aku mendesah kasar ketika mengingat apa yang aku dapatkan dari takdir yang terlahir sebagai seorang Kwon Alice. Membuat aku begitu tidak disukai kebanyakan teman teman perempua sejak dulu, karena mereka menganggapku sebagai penggoda para lelaki. Oh! Asal mereka tau saja kalau tidak ada niatan sedikitpun dari dasar hatiku untuk menggoda para lelaki. Demi apapun! Salahkan wajah cantik yang aku miliki dan tubuhnya yang sempurna khas gadis keturunan vampir pada umumnya. Dan takdir juga membuatku mendapat tatapan kebencian karena sifat diriku yang terkadang begitu arogan.

“cih! Siapa mereka berani mengomentari hidukpu!” aku mendecih sebal sambil menyunggingkan senyuman miring. Menatap lekat wajahku yang masih basah karena air.

Tiba-tiba saja aku dikejutkan dengan kehadiran sesosok gadis yang amat sangat mirip denganku secara fisik! Demi apapun makhluk iblis yang berada di langit maupun di bumi! Dia benar-benar mirip denganku! Aku membelalakkan mataku kaget, gadis itu berdiri disampingku.

‘dia lagi’ batinku. Setelah berbulan bulan dia tidak menampakkan dirinya kini ia kembali. Masih seperti pertama kali aku melihatnya, ia tersenyum sedih menatapku melalui kaca, mulutnya selalu berusaha terbuka untuk mengucapkan sesuatu tapi lagi-lagi ia gagal.

“kau lagi huh? Ckk! Aku sudah tidak takut lagi padamu seperti dulu dulu” segera aku mengambil handuk dan membasuh wajahku kasar, kemudian berjalan santai keluar kamar mandi dengan sedikit membanting pintu kamar mandi.

Dia yang dulu pertama kali aku lihat ketika aku duduk di kelas 1 junior high school. Aku masih sekolah di sekolah biasa bersama para manusia.

Saat itu aku sedang membasuh kedua tanganku di wastafel toilet setelah buang air kecil. Seperti sudah kebiasaanku jika melihat cermin aku selalu berlama lama menatap pantulan diriku pada benda itu. Tapi siang itu berbeda, siang itu awal dari ketakutanku. Rasa takut yg tidak pernah muncul selama hidupku.

Aku melihat sosok gadis yg begitu mirip denganku. Mata, hidung, bibir, dagu, rambut, bahkan tinggi kami juga sama! Hanya bedanya dia tidak mengenakan seragam sepertiku sekarang, ia mengenakan dress berwarna putih gading yang sudah lusuh. Matanya menatapku sedih, bibirnya terbuka seperti berusaha untuk mengucapkan sesuatu. aku membelalakkan mataku kaget, segera aku menolehkan kepalaku ke kanan, tapi gadis itu menghilang! Ia tidak ada! Aku berputar melihat sekeliling toilet mungkin saja dia sudah berpindah tetapi nihil, aku tidak menemukan siapapun disini. Karena memang aku juga tidak merasakan adanya aura manusia atau makhluk lain di dalam toilet sejak aku masuk tadi. aku benar benar bingung. Jelas sekali tadi dia berdiri di sampingku. Apa aku berhalusinasi?

Kembali aku menatap cermin dan… ada lagi! Gadis itu kembali lagi! Oh sial apa apaan ini?! Lagi dengan cepat aku mengedarkan pandanganku ke samping sebelum ia berhasil pergi menghilang seperti tadi tapi apa yangg aku dapat? Lagi-lagi ia tidak ada! Aku mulai pening dan panik dengan keadaan yang aku alami ketika aku menatap cermin kembali dan gadis itu bisa aku lihat lagi. Menatap cermin, menoleh ke samping, begitu terus yg aku lakukan berusaha meyakinkan diri bahwa ini bukan halusinasi. Bahwa ia memang tidak pernah berada di sampingku tapi ia terlihat didalam cermin seperti berada di sampingku. Oh sungguh, mungkin aku satu satunya vampir yang takut pada hantu.

“Siapa kau?!” Teriakku kasar padanya tapi bukan jawaban yang aku dapat hanya hening yg aku rasakan, ia mulai menangis, tak pernah lepas menatapku dengan bibirnya yang terus berusaha mengatakan sesuatu tp tidak pernah bisa keluar.

Aku semakin frustasi melihatnya, segera saja aku berlari keluar toilet sebelum aku benar-benar jadi gila dan menghancurkan gedung sekolah dengan seluruh kekuatanku.

Sejak saat itu, aku lagi-lagi selalu melihatnya, ia terus muncul tak hanya dari dalam cermin, tapi dari jendela, pantulan diriku di genangan air, dan benda benda lainnya yang bisa memunculkan refleksi atau pantulan. Aku rasa aku hampir gila seperti dihantui sesuatu. Hingga akhirnya aku mengadu pada mommyku. Ia begitu kaget dan terlihat ada ketakutan dimatanya. Baru kali ini aku melihat ketakutan dalam dirinya. Aku tau mommy wanita kuat, pemberani dan hebat, dia bisa mengalahkan sekawanan vampir liar sendirian. Tapi kali ini, aku melihat ia ketakutan walau ia berusaha menutupi ketakutan itu.

Dan membawaku pada daddy yang kemudian daddy memperingatiku untuk tidak usah takut padanya, segera pergi jika aku melihatnya muncul lagi, dan jangan mengajaknya berbicara. Aku mengangguk menuruti apa kata daddy. Mati matian aku menahan rasa takut tiap kali aku bercermin atau kedapatan tidak sengaja melihat kearah jendela dan kemudian gadis yg mirip denganku itu muncul lagi dan lagi. Sampai akhirnya saat aku masuk cove crown aku sudah jarang melihatnya menampakkan dirinya lagi. Hingga benar-benar tidak menampakkan dirinya setelah natal tahun lalu.

Dan semalam? Ia kembali. Kembali menemuiku di cermin. Kembali dengan keadaannya yang masih sama ketika aku pertama kali melihatnya. Hanya saja kali ini aku tidak menatapnya dengan penuh rasa takut. Aku sudah memupuk keberanian bertahun tahun sejak ia muncul di cermin toilet sekolah waktu itu. Bobby bilang padaku untuk melepaskan energiku saja ketika ia muncul agar ia segera pergi tapi semalam tidak aku lakukan. Memang tidak pernah aku lakukan karena entah kenapa dari dalam diriku seperti tidak tega membuatnya terluka dengan lecutan energi yg aku keluarkan.

“kau tahu kabarnya tahun ini Mr. Shim sudah tidak mengajar di Cove Crown lagi kan?” ucap laki laki bertubuh jangkung yang duduk tepat di belakangku.

“iya aku dengar itu dari Kyungsoo dua hari yang lalu. Sangat disayangkan saja Cove Crown kehilangan pengajar sehebat dia. aku selalu suka setiap kali berada di kelas pertahanan karena dia selalu membuat suasana kelas menjadi nyaman dan tidak membosankan sama sekali” laki-laki yang duduk di sebelahnya menanggapi ucapan teman jangkungnya tadi

“yang membuatku penasaran adalah siapa penggantinya…”

Aku mendengar obrolan mereka soal salah satu guru yang dulu pernah mengajar di sekolah ini. saat aku memulai tahun pertamaku di Cove Crown dia menjadi guru di kelas pertahanan. Kelas bertarung semacam itulah. Dan memang sudah sejak angkatan sebelum Bobby juga dia menjabat sebagai guru untuk kelas pertahanan.

Kali ini kami sedang berada di tanah lapang belakang kastil sekolah. Sebuah lapangan arena untuk latihan bertarung. Lapangan luas dimana ada bangku-bangku bertingkat di pinggir lapangan, untuk tempat duduk para murid selama mendengarkan penjelasan dari guru dan menonton teman mereka yang sedang berduel. Lapangan arena lebih sering digunakan untuk kelas pertahanan, karena kelas ini membutuhkan tempat terbuka agar para murid bisa leluasa mengeluarkan kekuatan mereka ketika kelas berlangsung. Terlalu berbahaya jika kelas pertahanan berada di sebuah ruangan tertutup seperti kelas-kelas lainnya. akan sering dilakukan renovasi pasti nanti.

Obrolan dua laki-laki di belakangku tadi terhenti ketika dengan tiba-tiba sesuatu terlihat melesat dari langit, menghantam tanah lapang yang berada di depan kami semua dengan keras.

BUGGH!!

Otomatis semua perhatian menuju pada asal suara tersebut, yang tadinya suasana begitu ramai dan bising kini menjadi diam, yang aku dengar hanya suara gesekan daun pepohonan yang terkena angin akibat jatuhnya sesuatu tadi.

“oh ayolah! Ini tidak lucu Mr. Kim!” seru Yue dari belakang sana, yang entah aku tidak tau kapan dia sudah ada disini, padahal sejak tadi aku sama sekali belum melihatnya.

Bekas debu yang menguak akibat dentuman tadi pada tanah mulai menghilang, bisa aku lihat dari sini sosok laki-laki muda dengan tubuh tegap tinggi sedang berdiri menghadap kami, terenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang begitu rapi dan bersih. Uh sial. Aku akui dia tampan dengan senyumannya yang seperti itu. Sekilas aku bisa mendengar pekikan yang lebih terdengar seperti tercekat dari beberapa gadis elf dan malaikat di sebelah kiriku. Dan… aku baru sadar terdapat sayap dengan bulu-bulu putih bersih dipunggungnya sedang terbentang dengan indahnya. Malaikat rupanya.

“Hehe… maaf anak-anak! Dan halo? Selamat pagi kalian semua! Aku Kim Jongsuk, guru kelas pertahanan kalian yang baru” ucapnya lantang. Suaranya menyeru keseluruh lapangan.

Sial! Guru baru rupanya. Tapi oh sungguh melihat bagaimana dia datang ke tempat ini memang sangat berlebihan, kalau saja dia tidak tampan aku tidak akan pernah mau menatap hormat padanya lagi.

“jadi kita mulai saja ya. Tidak ada perkenalan terlebih dahulu seperti para murid tahun pertama karena aku yakin kalian sudah sangat mengenal semua anak yang berada disini sekarang” dia menepuk celana hitamnya dari beberapa debu yang tertinggal, kemudian berjalan mendekati kami. “bagaimana kalau kita pemanasan saja dulu? Mungkin saja selama liburan kalian sama sekali tidak pernah latihan? Malah tidur-tiduran didepan tv sambil memakan snack?” ia tersenyum geli, matanya menyapu kami satu persatu, berusaha mengenali wajah kami dan mungkin menelisik tentang kami dengan kemampuan malaikatnya. Pastinya setelah ini ia akan tahu siapa nama kami tanpa perlu bertanya terlebih dahulu.

“benar begitu bukan Park Chanyeol? Sekarang cepat pergi ke tengah arena dan tunjukkan pada teman-temanmu sampai sejauh mana kekuatan yang kau dapat setelah melalui tahun pertama kemarin?” mata Mr. Kim menatap lurus kearah belakangku. Laki-laki jangkung yang duduk dibelakangku, laki-laki jangkung yang tadi bersamanya temannya membiacarakan soal Mr. Shim. Park Chanyeol, tanpa ragu dia berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan menuju tengah arena.

“kau tahu saja Mr. Kim, kalau kerjaanku selama liburan hanya menonton film dan makan snack” Chanyeol tersenyum lebar seperti biasanya sambil membungkukkan badannya pada Mr. Kim dan kembali berjalan ke tengah arena.

Laki-laki jangkung dengan rambut abu-abu dan senyum lebar yang kini tengah berdiri di tengah sana adalah Park Chanyeol. Vampir paling gila yang pernah aku temui setelah kakakku sendiri, Bobby. Siapa yang tidak mengenal Park Chanyeol? Aku berani taruhan kalau seluruh tumbuhan dan serangga paling kecil yang ada di lingkungan Cove Crown pasti tau siapa Park Chanyeol. Dia idola di Cove Crown. Bisa membuat gadis gadis dari berbagai ras yang berada di Cove Crown rela berduel sampai mati demi Chanyeol. Tapi dimataku tak ada yang spesial darinya, kecuali kenyataan kalau aku terkadang juga ikut tertawa geli jika mendengar celotehannya dan aku memuja kekuatannya.

Whuuss~

Seketika aku bisa merasakan udara disekitar terasa sangat panas, bahkan lebih panas dari udara saat musim panas sekalipun. Detik berikutnya aku mendengar suara burung memekik semakin lama semakin mendekat diikuti dengan suhu yang teasa semakin meningkat.

“halo Pho!” ditengah sana Chanyeol merentangkan tangannya lebar seperti sedang menyambut teman lama yang sudah bertahun tahun tidak bertemu, dan itu dia… api besar berukuran setengah dari lapangan arena ini terbang mendekati Chanyeol. Kalau aku perhatikan api itu terlihat membentuk seperti seekor burung, ah bukan! Memang benar-benar burung!itu burung phoenix sama seperti patung yang ada disamping podium tempat kepala sekolah berpidato biasanya. tubuh burung itu seluruhnya adalah api. Entahlah aku tidak tau itu burung yang terbuat dari api atau hanya api biasa tetapi membentuk seekor burung.

Ini tadi mengapa aku mengatakan kalau aku mengagumi kekuatan Chanyeol. Dia vampir yang dapat mengendalikan api, mengeluarkan api dari tubuhnya, vampir yang tidak akan mati biarpun tubuhnya terbakar api. Tapi tunggu dulu… apa tadi? Dia memanggil burung apinya tadi dengan sebutan apa? Pho?! Yang benar saja Park Chanyeol bodoh! Apa tidak ada panggilan lebih keren lagi dari itu untuk seekor burung api?!

Mataku tidak bisa lepas dari burung cantik yang terbuat dari api itu, burung itu terus terbang mengelilingi chanyeol, membuat udara di sekitar kami menjadi sangat-sangat panas dari yang sudah sudah. Kemudian Chanyeol mengangkat tangannya keatas, burung itu terbang tinggi keatas kemudian berhenti tepat diatas kepalanya dan detik berikutnya burung api tersebut menukik tajam terbang kebawah menuju Chanyeol, menghempaskan tubuh apinya ke kepala Chanyeol dan membuat api itu hancur melebur membakar tubuhnya.

Seketika riuh terdengar dari teman-teman sekelasku, aku hanya bisa membelalakkan mata melihat Chanyeol bermandikan api. Tidak lama setelahnya, api api disekujur tubuh Chanyeol mulai melepaskan dirinya dari tubuh Chanyeol, menguar keudara kembali membentuk sosok lain. Kali ini bukan burung ataupun binatang lainnya. tapi itu Chanyeol! Ya api itu membentuk seperti Chanyeol, seolah sedang berdiri disampingnya. Mereka terlihat seperti anak kembar.

Mr. Kim bertepuk tangan bangga padanya diikuti sorakan kagum dari anak-anak lain, walaupun sayup aku dengar ada beberapa yang mencibirnya dengan mengatainya sebagai vampir idiot yang sombong. Bisa aku tebak itu pasti para werewolf jantan. Yah tau sendiri bagaimana kaum kami, vampir dulunya begitu bermusuhan dengan para werewolf. Kami saling membenci, mungkin perasaan itu masih ada sampai saat ini meskipun nyatanya berratus-ratus tahun yang lalu sudah ada perjanjian dari dua kaum itu untuk tidak saling membenci dan menyerang lagi.

“luar biasa Park! Aku fikir kau akan memecah api tadi kearah teman-temanmu karena itu pasti akan jadi hal yang lebih menarik pastinya hahahaha!” mr. Kim tertawa aneh dan kembali diam seketika. Seenaknya saja dia! mau melihat kami bermandikan api hah?!

Ia memutar badannya kembali menghadap kearah kami, matanya menguar mencari satu murid lagi yang akan ia minta untuk melakukan pemanasan. “ahh… aku tau nagamu bisa mengeluarkan api juga kan Kwon Alice?” guru tampan itu tersenyum ketika matanya bertemu dengan mataku, entah kenapa senyumnya reda digantikan tatapan kaget, bingung entahlah seolah dia menemukan sesuatu yang mengerikan setelah melihatku. Aku belum beranjak dari tempatku hingga Yinghan menyikut pinggulku memperingatiku untuk segera ke tengah arena bergabung bersama Chanyeol.

“berduel dengan Chanyeol begitu?” bertanya maksud dari ucapan Mr. Kim sambil berjalan mendekatinya. Guru itu masih saja memperhatikan aku begitu lekat, dan aku yakin kedua matanya belum berkedip sama sekali sejak tadi. “sorry, Mr. Kim?” panggilanku kemudian menyadarkannya lalu dia mengangguk pelan.

“ya, pemanasan. Terserah kau mau berduel dengan Chanyeol atau buat pertunjukkan yang lebih hebat darinya”

Tanpa menjawab aku hanya menganggukan kepalaku singkat dan segera berjalan mendekati Chanyeol sambil merentangkan tangan kananku. Seekor naga besar berwarna merah darah dengan dua tanduk cantik di kepalanya, matanya orange menyala keluar dari telapak tangan kananku. Meliukkan tubuhnya, meregangkan ototnya sebelum naga itu menguar terbang menjauh, mengelilingi Cove Crown, mengaum menyuarakan kebebasannya.

Bisa aku lihat Chanyeol membulatkan kedua bola matanya mengawasi gerak gerik nagaku. Aku dengar dalam pikirannya penuh pertanyaan bagaimana bisa naga itu keluar dari telapak tanganku hahaha.

Setelah berdiri lumayan jauh di samping api yang membentuk diri Chanyeol, aku mengibaskan tangan kananku lalu mendapati naga merah kesayanganku kembali mendekat, terbang rendah hinggi berhenti didepanku, ia menundukkan kepalanya rendah memberi salam padaku.

“siapa nama burung apimu tadi? Pho? Cih! Kasian sekali hewan sebagus itu mendapatkan nama yang amat menyedihkan” aku melirik Chanyeol, menatap jijik pada kobaran api yang sudah berkumpul lagi di tangan kirinya.

“memang nagamu bisa apa hah?! Mengeluarkan api? Aku bisa mengeluarkan api sendiri tanpa harus buang waktu memanggil makhluk bertanduk itu dulu!”

Tanpa menghiraukan ucapannya seger saja aku menjentikkan jariku membuat naga merah itu mengepakkan sayapnya mengangkat kepalanya keatas menatap langit kemudian tubuhnya meledak, hancur menjadi ribuan naga kecil seukuran buah apel, terbang berpencar seperti sekelompok burung yang menyebar saat sarangnya terganggu. Mereka terbang berpencar, sebagian terbang menuju barisan teman –teman sekelasku, membuat ricuh keadaan, para elf sudah terbang menjauh sebelum bayi-bayi nagaku menyentuh mereka, para malaikat memunculkan sayapnya dan membuat sayap super besar mereka membungkus tubuh mereka melindungi diri mereka dari kepakan sayap bayi-bayi nagaku yang nakal. Dan lainnya? aku bisa lihat para werewolf mulai menggeram kesal dan teman teman dari ras yang sama denganku, para vampir mengibaskan tangan mereka begitu cepat untuk mengusir bayi-bayi naga itu.

Perutku geli meliha betapa ribut dan kacaunya mereka, dan kau tau apa yang dilakukan Mr. Kim? Dia hanya terkekeh geli diam di tempatnya.

“cukup Alice, cukup. Kelasku bisa berantakan jika kau teruskan” ucapnya kemudian sambil berjengit kecil kaget melihat satu bayi naga menghampirinya tiba-tiba hampir menabrak lengannya.

Lagi-lagi aku hanya mengangguk singkat diikuti kembalinya bayi-bayi naga. Mereka terbang mendekat padaku sambil menyemburkan api besar dari dalam mulut mereka. api-api yang dimuntahkan oleh mereka berkumpul menjadi satu, semakin besar hingga membakar diri mereka sendiri, membuat mereka lenyap termakan api yang mereka hasilkan. Tak lama naga merah kesayanganku tadi kembali muncul keluar dari kobaran api. Terbang dan mendarat tepat didepanku. Senyum puas terkembang diwajahku ketika mendengar tepukan tangan begitu keras dari Mr. Kim.

“kalian berdua bisa mendinginkan diri kalian di tempat duduk kalian lagi”

Setelah kembali ke tempat duduk, Yinghan langsung saja berceloteh tentang apa yang barusan aku lakukan. Kelas kembali berjalann hingga semua mendapat giliran satu persatu. Aku lihat mereka semua sudah lebih kuat daripada di tahun pertama. Lebih menunjukkan siapa diri mereka yang sebenarnya, kekuatan mereka bertambah begitu cepat. Yi nghan juga berkembang begitu pesat dari terakhir kali aku melihatnya saat ujian akhir sebelum liburan musim panas. Saat itu warna sayapnya masih putih bersih, tapi aku tidak tau kenapa kali ini sayapnya mulai memperlihatkan garis garis warna ungu muda pada ujung bulu – bulu sayapnya. Cantik. Yinghan selalu terlihat sangat cantik ketika ia memperlihatkan sayapnya.

Hingga akhir kelas Mr. Kim mengatakan bahwa kami sudah bisa dijadikan sebagai pasukan perang.

Cih! Asal guru baru itu tau, kami sesungguhnya bukan hanya pasukan perang, tapi sekumpulan algojo!

 

-TBC-

 

Sehun belum muncul di chapter ini, tunggu chapter selanjutnya ya! ^_^

Iklan

2 thoughts on “Another Me (Chapter 1)

  1. aq baru baca ff ini…
    keren ceritanya,, paling suka sama genre fantasi kyk gini deh 🙂
    penasaran bgt sehun jadi apa ya??
    lanjut kak 🙂

  2. Seru keren aku suka ^^
    cerita fantasy kyak gini nih favorit aku … Apa lagi main cast nya sehun kkkk~

    btw itu hantu siapa sih ?
    lanjuuuttt author fighting ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s