Love Story of Nappeun Namja (Chapter 3)

love story of nappeun namja(1)

Judul                          :           Love Story of Nappeun Namja (chapter 2)

Author                        :           Hanhan

Genre                         :           School life, Romance, Etc.

Length                        :           Multi chapter

Rating                         :           Teen

Main cast                    :           Oh Hye Ra, Kim Jong In / Kai

Additional cast          :           EXO member

Disclaimer                  :           STORYLINE IS MINE.

Ruang latihan dance benar-benar penuh oleh murid kelas 3. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di sana untuk latihan. Tentu saja, ini disuruh oleh guru-guru mereka untuk mempersiapkan ujian praktek menari. Para guru memberi waktu dua jam untuk latihan di ruang dance.

Beberapa siswa terlihat tidak antusias akan ujian ini, lagi-lagi penyebab utamanya ya karena mendapat partner yang tidak cocok.

Tiba-tiba suasana hiruk pikuk ruang latihan dance berubah menjadi sedikit tenang karena kehadiran WOLF. Ya, mereka memang selalu jadi perhatian murid satu sekolah. Mereka rajanya dalam persoalan menari. Kesembilan lelaki itu punya nilai plus masing-masing dalam bidang kesenian. Eh tunggu dulu, kelihatannya hanya delapan orang saja yang terlihat. Kai? Benar! Dia tidak ikut serta dengan teman-temannya. Kemana dia? Entahlah, semua murid tidak bisa mencampuri atau bahkan ingin tahu tentang urusan pribadi Kai dan anggota WOLF lainnya.

Mereka langsung berpisah, mencari partner mereka di ruang latihan dance. Bagusnya, semua anggota WOLF mendapat pasangan gadis yang tidak agresif menggilai mereka.

Semua sibuk. Beberapa dari mereka sibuk latihan, sebagiannya lagi sibuk mencaci partner anggota WOLF. Mereka pasti akan memojokkan atau bahkan membully partner WOLF. Berlebihan? Kenyataannya begitulah mereka. WOLF belum debut menjadi artis saja, penggemarnya sudah segila itu, bagaimana nanti saat mereka debut? Entahlah.

Jarak Sehun dan Kyungsoo paling berdekatan dari pada anggota WOLF lainnya yang bahkan sudah tak terlihat, tertutup oleh keramaian ruang latihan. Memang, ruang latihan SOPA sangat-sangat luas hingga mampu menampung semua murid kelas 3.

“Kyungsoo, mengapa Kai belum terlihat?” Sehun merapikan kaosnya. Kyungsoo sedari tadi asyik latihan dengan partner-nya yang bernama Shinmin, seorang gadis yang cukup terkenal pintar namun tidak banyak bicara.

“Nanti dia juga akan datang. Kan dia bilang, akan menyusul,” Sehun termanggut-manggut.

“Sehun-ssi, aku ke kantin dulu ya.” Ujar seorang gadis bernama Jinri, partner dance-nya. Jinri merupakan ketua ekskul singing club.

“Ne…” Jinri pun pergi meninggalkan Sehun di ruang latihan.

Kai POV

Aku berniat menemui Hyera di ruang kelasnya untuk pergi ke ruang latihan bersama. Sebelumnya, WOLF mengajakku bareng namun aku menolak karena aku ingin bertemu dengan Hyera.

Di tengah lorong kelas, aku dibuat kesal oleh Minhyuk. Kalian tahu apa? Dia menggandeng tangan Hyera! Entah mengapa aku kesal melihat tingkahnya itu. Mungkin aku merasa bahwa kini Hyera menjadi mangsaku dan Minhyuk merebutnya. Aneh, tapi itulah yang kurasakan sekarang.

Dengan cepat kuhampiri mereka. Aku langsung menarik pergelangan tangan Hyera yang satunya lagi, berusaha merebut Hyera agar mendekat denganku.

“Igeo mwoya??? Kai lepaskan! Sakit!” Hyera mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari genggamanku.

“Kai! Dia kesakitan!!!” Cih, berani sekali Minhyuk membentakku.

Aku mendengus. “Ayo! Kita ke ruang latihan bersama…” Aku langsung merebut Hyera dan berhasil membawanya pergi.

Beruntung Minhyuk tidak melawanku. Kalau dia berani melawanku, akan kubuat wajahnya babak belur.

“Kai, lepaskan dulu tanganku… aku bisa jalan sendiri,” Hyera mengeluh di tengah lorong kelas.

“Ne, chagi…” godaku. Ia menatapku sinis, tapi demi apa pun dia terlihat sangat manis jika seperti itu.

Aku melepaskan peegelangan tangannya. Ruang latihan dance sudah dekat dengan kami. Perlahan kita berdua sampai. Dan aku sudah bisa menebaknya, bahwa murid-murid itu akan ramai melihat kehadiranku bersama Hyera.

Kai POV end!

“Sehun-ah! Itu dia Kai…” Kyungsoo memanggil Sehun.

Tanpa menyahuti Kyungsoo, Sehun langsung menoleh ke arah Kai dan Hyera yang berada jauh dari mereka.

“Aigoo.. Kai oppa! Apa itu partner-nya?”

“Wajah gadis itu benar-benar ingin kuhajar,”

“Hyera, dia teman sekelasku. Tapi dia tidak terkenal…”

Yeoja-yeoja itu memberikan respon negatif pada Hyera. Terlihat jelas, mereka sangat tak suka atau cenderung membenci gadis itu. Hyera yang dulu tak dikenal, kini menjadi terkenal karena seorang Kai.

“Kita ambil tempat di sebelah sana saja…” Ucap Kai pada Hyera, menunjuk bagian paling pojok yang tidak seramai bagian lainnya.

Hyera hanya menurut. Gadis itu mengekori Kai dari belakang.

Mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Kai mulai mengeluarkan ponsel canggihnya dan memberikan langsung pada Hyera.

Hyera keheranan. “Untuk apa?”

“Lihat video itu, dan pelajari sebentar. Nanti akan kita praktekkan!” Tukasnya.

Jujur saja, Hyera sangat benci dengan gerakan yang ada pada tiap video tersebut. Apalagi harus melakukannya dengan Kai. Benar-benar kesal.

Hyera terlihat mengulang-ulang video itu, memperhatikan dengan serius. Tapi lagi-lagi Kai menghilangkan konsentrasinya.

“Apa kau sudah siap? Ayo kita latihan!”

“Aku belum begitu hafal gerakannya. Jadi biarkan aku melihatnya lebih lama lagi…” Jawabnya.

“Kau hanya membuang waktu dengan mengulang-ulang video itu! Cepat berdiri! Akan kuajarkan…” perintah Kai.

Hyera masih tidak mau berdiri. “Ayo!” Seru Kai.

Gadis itu terdiam memandangi sebagian murid sekelilingnya yang sedang menatap sinis dirinya. Ia benar-benar tak menyukai suasana ini. Hyera menatap Kai ragu. Ia takut, takut melihat tatapan sinis dari para murid yeoja. Kai mengerti maksud dari raut wajah Hyera, ya, gadis itu sedang tak nyaman sekarang.

“Hei! Apa kalian tidak punya kesibukan lain selain memperhatikan kami?!! Uruslah kesibukan kalian masing-masing!!!” Bentak Kai pada semua murid yang sedang menatap sinis Hyera. Sontak semuanya terkejut dan langsung melanjutkan latihannya masing-masing.

Tenang. Suasana ruang latihan dance lebih tenang dari sebelumnya, dimana Kai belun membentak mereka seperti tadi.

Kai melipkan jarinya ke jari Hyera, mereka akan memulai gerakan awal. Kemudian Kai memegang pipi Hyera dengan kedua tangannya, wajahnya sedikit semakin dekat dengan Hyera.

DEG.

Gadis itu bahkan merasa jantungnya berdetak lebih kencang. Kai menatapnya dengan tajam dan membuat wajah Hyera memerah seketika. Kemudian lelaki itu menarik kembali wajahnya menjauh dari Hyera, mengikuti irama musik dari ponselnya.

Hyera memutar balik tubuhnya dan menjatuhkan diri, Kai menangkap dan menahan tubuh Hyera dengan lengannya, seperti gerakan di video.

Kringggg… kringggg….

Sial, mengapa sudah bel saja?! Batin Kai.

“Kurasa, latihannya sudah cukup.” Hyera mengembalikan posisi tubuhnya dengan cepat seperti semula. Kai melihat wajah gadis itu memerah.

Tanpa mempedulikan Kai, Hyera dengan langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang latihan dance.

“Omo! Wajahku mengapa panas sekali… ah pabo! Pasti Kai melihat wajahku yang merah ini,” Hyera menggerutu di tengah lorong kelas.

Ia masih menggunakan kaos latihan dan kini dirinya berada di loker untuk mengambil seragam sekolah.

Tiba-tiba saja, ada tiga orang gadis yang menghampirinya. Mereka bertiga adalah penggemar Kai, diantara salah satunya ada yang sampai mengaku bahwa ia berpacaran dengan Kai, Sojin.

Menurut kabar yang beredar, Kai sudah pernah meniduri Sojin. Tapi bukan Kai, jika tidak membuang gadis begitu saja. Ya, Sojin merupakan salah satu dari banyaknya yeoja yang pernah Kai tiduri dan dibuang begitu saja. Sampai saat ini, Sojin beranggapan bahwa Kai adalah miliknya.

Sojin, dan kedua temannya, eh tidak, mereka berdua lebih tepatnya pembantu Sojin, merupakan penggemar WOLF. Tapi hanya Sojin yang sampai tergila-gila dengan Kai. Bahkan saat pertama kali tidur dengan Kai, gadis itu merasa sangat bangga. Padahal Kai hanya menganggapnya sebagai permen karet yang habis manis dibuang begitu saja.

“Oh-Hye-Ra,” Sojin mengeja nama Hyera.

“Maaf?” Hyera sempat terkejut karena kedatangan Sojin.

“Kau jangan kegirangan dulu karena Kai menjadi partner-mu. Cuma memberitahu saja, Kai itu milikku…” Jawabnya dengan raut wajah sinis.

“Oh,” ujar Hyera, singkat. Ia mulai mengambil langkah sambil membawa seragamnya yang baru ia ambil dari loker.

“Berani-beraninya kau menjawab dengan remeh seperti itu!” Sojin langsung menarik rambut panjangnya hingga gadis itu meringis kesakitan.

“Hei!! Lepas!” Hyera balas menjambak Sojin.

“Minah, yoora! Cepat bawa dia!” Dengan segera, kedua temannya itu menyeret tangan Hyera dan membawanya ke suatu tempat. Yang pastinya, jauh dari keramaian.

Sementara itu Sojin memimpin di depan. Mereka bertiga sampai di suatu ruangan yang tak lain adalah gudang sekolah. Tempat yang begitu sepi dan gelap. Murid normal mana pun, tak mungkin ada yang berani masuk ke dalamnya.

Sojin membuka pintu gudang dengan kunci replika yang dibuatnya. Ia mendorong tubuh Hyera. Namun Hyera menahan tubuhnya agar tidak masuk ke dalam gudang tersebut.

“YA! Aku tidak mau masuk!” Teriak Hyera mulai menangis.

“Kau yang memulainya,” sahut Sojin.

“Aku tidak menyukai Kai, lagi pula dia-”

Minah dan Yoora langsung mendorong tubuh Hyera hingga terbentur meja di dalam gudang. Gadis itu meringis kesakitan. Lengannya memar. Liciknya, mereka bertiga langsung menutup pintu gudang dan menguncinya. Dari dalam terdengar teriakan Hyera yang menangis histeris. Namun mereka bertiga tidak menghiraukannya dan malah tertawa-tawa.

“Come on girls! Kita tinggalkan dia,” Sojin melempar kunci gudang entah ke arah mana.

Ketiganya meninggalkan Hyera yang menangis di gudang.

Gelap, sangat gelap di dalamnya. Gadis itu menangis ketakutan dalam gudang. Ia berteriak meminta tolong dan berharap agar seseorang bisa mendengar suaranya. Tapi kenyataannya, ruangan ini sangat jauh dari keramaian.

“Tolong aku…. kumohon….” Tangisannya pecah.
Siapa saja, ia harap bisa mengeluarkannya dari sini.

Tubuhnya lemas akibat menangis dan berteriak. Belum lagi luka memarnya akibat terbentur meja. Ia menekuk kakinya dan memeluk lututnya seraya menangis minta tolong.

Seketika ia ingat untuk menelpon Minhyuk, namun sialnya ia sedang tidak memegang ponsel. Ia meninggalkannya di tas.

Minhyuk sibuk mencari Hyera saat bel pulang sudah berbunyi. Ia tidak melihat Hyera sejak pagi tadi latihan dance. Bagaimana mungkin Hyera meninggalkan empat mata pelajaran di kelas. Apa ini ulah Kai? Dengan segera, Minhyuk menemui Kai di kelas 3-2.

Minhyuk melihat Kai dan teman-temannya keluar dari kelas. Ia langsung menghampiri Kai “Kai, dimana Hyera?!” Nada bicara Minhyuk meninggi.

“Mengapa menanyakanku? Bukankah kalian satu kelas?” Kai malah balik bertanya. Setidaknya Minhyuk tahu satu hal, Hyera menghilang bukan bersama Kai.

“Memangnya ada apa dengan Hyera?!” Kai mulai panik.

“Hyera menghilang. Sudah empat pelajaran tidak dia ikuti sejak latihan dance pagi tadi,” jelas Minhyuk.

“Benarkah?” Suho tak percaya.

Kai langsung mengambil langkah keluar dari kelasnya.

“Kau mau kemana?” Teriak Sehun dan membuat Kai berhenti.

“Mencarinya. Kau pikir, aku akan diam saja?” Kai melanjutkan langkahnya.

Teman-teman Kai juga berpencar, ikut mencari Hyera.

Semua kelas, ruangan, sudah Kai cari. Bahkan teman-temannya mengecek ulang tempat yang Kai cari. Tapi mereka tetap tidak menemukan Hyera di sana. Batin Kai tidak tenang. Ia yakin pasti sesuatu sedang terjadi pada diri Hyera.

Kai duduk beristirahat seorang diri di taman sekolah. Tiba-tiba ia mengingat sesuatu. Hanya ada satu tempat yang belum ia kunjungi, namun apa mungkin Hyera ada di sana?

Hyera POV

Kumohon, seseorang tolonglah aku, siapa pun itu. Tubuhku sudah sangat lemas. Aku benar-benar takut berada di tempat ini.

Berkali-kali aku mencoba mendobraknya tapi tidak bisa. Apa yang bisa aku lakukan selain menangis dan berharap agar seseorang menemukanku.

Aku rindu Minhyuk. Kuharap dia bisa menemukanku. Tidak, bukan Minhyuk saja, siapa saja semoga bisa menemukanku. Bahkan lelaki yang kubenci, Kai, kuharap dia bisa menemukanku.

“Hyera!”

Mengapa benakku langsung terbayang-bayang wajah Kai, dan tiba-tiba saja suara Kai merasuki pikiranku.

“Hyera! Berteriaklah!” Tunggu! Ini memang suara Kai.

Dengan cepat, aku berteriak. “Kai…”

Hyera POV end!

Kai POV

Dengan penuh keyakinan, aku mencari Hyera di halaman belakang sekolah. Di sana terdapat gudang, satu-satunya tempat yang belum aku cek.

Aku berteriak memanggil namanya, namun tak ada sahutan. Kedua kalinya, aku berteriak lebih keras dan terdengar suara seorang gadis yang membuat hatiku tersayat.

“Kai…” tidak salah lagi, Hyera berada di dalam gudang itu. Tapi siapa yang berani menguncinya di sana. Orang gila mana yang meninggalkan dia di ruang menakutkan seperti itu.

Aku langsung mendobrak pintu gudang.

Kai POV end!

Tubuh Kai langsung lemas saat menemukan Hyera yang terduduk memeluk lututnya sambil menangis. Lelaki itu merasa hatinya hancur berkeping-keping melihat Hyera seperti itu.

“Kai…” lirih Hyera sambil menangis.

Kai langsung menghampiri Hyera dan memeluk gadis itu seerat mungkin. Kai juga memegang wajah Hyera dengan salah satu tangannya.

Hyera menangis di dada Kai. Tangannya meremas seragam yang menempel di punggung Kai dengan erat.

Gadis itu merasa nyaman memeluk Kai.
Hangat, hingga ia lupa siapa sebenarnya Kai itu.
Yang ia ingat, Kai menyelamatkan dirinya dari ketakutan. Gadis itu bahkan tidak mau melepas pelukannya dari Kai. Ia sudah terlalu nyaman seperti ini.

“Gwaenchanha… aku sudah datang dan ada di sini,” Kai menenangkan Hyera.

Hyera tetap menangis, menghiraukan Kai.

Untuk pertama kalinya Kai merasa ingin melindungi seorang gadis.

 

-to be continued…

 

Iklan

6 thoughts on “Love Story of Nappeun Namja (Chapter 3)

  1. Soojin jahat banget sama hyera , hyera kan gak salah apa apa , untung ada kai yang selamatin hyera , lanjut yang panjang yaa thorr

  2. Lala….yeyeye…udah update senangnya….maaf ea komenya telat..hehe…seru2..iiiiihhhh rasanya pengen banget rasanya ngasih kopi yg udah gua kasih racun tikus ke sojin…*devil mode on*hahaha…next panjangin dikit ae kak..smangat…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s