[REMAKE] The Rocker That Holds Me

1454487662175

[REMAKE] The Rocker That Holds Me

by

TerryAnne Browning

 

Remake Fiction by :

CHANSSOFEEL

Main Cast :

Kim So Eun – Oh Se Hun

Other Cast :

Park Chan Yeol – Kim Kai – Wu Kris

Genre :

Romance, Novella

Rate :

Mature

Leght :

Chaptered

Sinopsis:

 

 

Ikut tur keliling dengan empat rocker mungkin adalah impian…

 

Setidaknya itulah yang orang-orang katakan padaku. Bagiku empat rocker itu adalah keluargaku. Mereka mengawasiku dari waktu aku berumur lima tahun. Melindungi dari amukan ibuku saat ia terpengaruh alkohol dan narkoba. Ketika mereka telah berhasil menjadi band besar mereka masih mengawasiku. Dan ketika ibuku meninggal mereka mengambil alih tugasnya sebagai waliku.

 

Dalam enam tahun sejak saat itu, aku telah mengawasi keempat pria yang berarti segalanya bagiku. Aku mengurus mereka seperti yang pernah mereka lakukan padaku. Aku menangani semua pekerjaan kotor di balik layar kehidupan para rocker.

 

Ini tidak selalu menyenangkan. Beberapa kali nyaris menjijikkan, terutama ketika aku harus menyingkirkan bekas one night stands mereka. Ugh!

 

Namun mengurusi mereka tidaklah menggangguku. Maksudku aku kan tidak jatuh cinta dengan salah satu dari mereka. Itu pasti gila. Jatuh cinta pada seorang rocker tidaklah cerdas.

 

Oke, jadi aku tidaklah cerdas. Aku menyayangi mereka, dan salah satu dari mereka menggenggam hatiku di tangannya. Tapi aku bisa mengatasinya. Aku telah mampu menyimpan rahasia kecilku selama bertahun-tahun sekarang.

 

Bagaimanapun, aku tak mampu menghadapi gangguan yang tampaknya telah kuderita. Ini sungguh membuatku takut. Aku benci dokter, tapi aku tiba-tiba lebih khawatir mengetahui apa yang salah denganku daripada apa yang dokter mungkin lakukan padaku.

 

 

Ketika aku memperoleh hasil pemeriksaanku, hidupku tak akan pernah seperti dulu lagi…

 

 

So if you like rockstars, romance, friendships and twists and turns, then The Rockstar That Holds Me is definitely the book for you. It’s a short read but it holds so much in the plot. We definitely recommend it to all of you!

 

 

 

 

Copyright© 2013 by The Rocker That Holds Me

 

 

 

 

 

 

Prolog

 

 

Saat itu hujan. Aku suka hujan, tapi tidak dengan guntur dan kilat. Cahaya kilat tidaklah seburuk guntur yang menggemuruh. Itu mengingatkanku pada Ibuku ketika dia sedang murka, melayang karena obat terlarang, minuman beralkohol, dan laki-laki. Hari ini aku mendapat dosis ganda amukan karena ada badai yang mengamuk di luar dan monster Ibuku yang mengamuk dalam kemarahannya.

 

Aku berharap dan berdoa pada Tuhan bahwa dia hanya akan pergi tidur seperti yang biasa dilakukannya. Tapi sepertinya Tuhan tidak mendengarkan doaku saat ini. Tampaknya Tuhan tidak pernah mendengar doaku di setiap aku berdoa kepada-Nya. Aku mulai bertanya-tanya apakah Dia benar ada? Seperti yang selalu di sampaikan pendeta yang selalu singgah berulang-ulang kali bahwa…

 

Dia ada. Ibuku sering mengutuk Tuhan, jadi aku pikir dia percaya kepada-Nya.

 

Hujan membasahi baju kaus tipis dan celana leggingku. Aku menyelinap keluar jendela sesaat setelah ibuku selesai denganku. Hujan menyapu airmataku dan darah yang mengalir dari luka yang ditinggalkan ibuku setelah dia mengejarku dengan sebuah cambuk dan tinjunya. Air dingin menyengat tubuh berbilur dan memarku, tapi aku telah terbiasa dengan rasa sakitnya.

 

Secepatnya setelah kaki telanjangku menginjak tanah di luar rumahku, aku berlari dengan cepat ke arah celah kecil berumput yang membatasi rumah dimana aku tinggal dengan rumah Sehun. Aku berdoa semoga ibunya belum memutuskan untuk membersihkan kamarnya, semoga beliau tidak mengunci jendela kamar seperti yang selalu dibiarkan Sehun tidak terkunci untukku, sekedar untuk berjaga-jaga.

 

Ketika aku naik pada ember tua berukuran lima galon yang kugunakan sebagai tangga, aku merintih saat menemukan bahwa benar ibunya telah berada dikamarnya. Jendela terkunci. Aku menggigil sekarang karena hujan bertambah deras, dan aku tak punya sepatu, jas bahkan tempat hangat untuk berlindung. Aku tahu tidak ada gunanya untuk mencoba berkeliling di rumah-rumah sekitar. Ayah Chanyeol ada dirumah dan aku tak akan pernah masuk kesana ketika ada kesempatan Mr.Park bisa menemukanku. Rumah Kai dan Kris hanya punya jendela kecil yang terlalu tinggi untuk dinaiki oleh kaki kecilku, kecuali salah satu dari mereka membantuku.

 

Sebuah isakan kecil keluar dari bibirku saat aku menyibakkan rambut basah dan kusutku dari wajahku, hanya untuk berjengit ketika aku menyentuh pipiku yang bengkak. Ibuku seorang yang ahli dalam menampar wajahku. Dan hari ini dia tepat pada sasarannya, mengingat jumlah obat yang dipakainya dan minuman keras yang habis ditenggaknya.

 

Terdengar suara berisik dari seberang halaman rumput kecil. Ibuku telah kembali untuk ronde kedua dan dia telah mengetahui ketidakberadaanku. Jantungku berpacu, aku melakukan hal yang hanya bisa aku pikirkan. Aku menarik drum yang kugunakan untuk menaiki jendela. Aku menarik dan menarik, mengiris tanganku saat aku melakukannya. Tapi, akhirnya dengan rintihan kemenangan aku berhasil menariknya cukup kebelakang sehingga aku bisa merangkak bersembunyi di lubang dibawah rumah Sehun.

 

Begitu aku sudah dibawah, aku mendorong drum itu kembali ke tempatnya setelah itu. Aku menahan jeritan saat aku bersandar dan tanganku menyentuh bangkai tikus. Aku mengelap tanganku di celana lembabku dan memeluk tubuhku agar aku tidak bersentuhan dengan tikus itu lagi. Kepalaku bersandar pada pondasi dan kupejamkan mata, berdoa semoga Ibuku tidak akan berpikir untuk mencariku disini.

 

Aku pasti tertidur. Ketika aku bangun, aku mendengar Sehun dan Chanyeol memanggil namaku. mereka terdengar panik. “Soeun?” Sehun tepat disampingku di sisi lain dari drum. “Sso?”

 

Aku meraih drum dan menariknya kebelakang cukup untuk melihat keluar. Pada awalnya mereka tidak memperhatikanku. Sehun berdiri bersama Chanyeol, keduanya memakai baju band mereka yang aku bantu untuk mendesainnya. Chanyeol memegang stik drum di tangan kirinya sementara yang satunya terkepal. Sehun terlihat khawatir. “Dia tidak akan pergi jauh.”

 

 

“Dasar pelacur sialan! Jika saja mereka tidak akan membawa Soeun dari kita seperti yang kupikirkan, aku akan segera langsung menelpon polisi,” omel Chanyeol.

 

“Tapi mereka akan melakukannya, Yeol. Dan kemudian dia akan berada di tempat yang lebih buruk dari sebelumnya. Setidaknya kita bisa menjaganya,” ujar Sehun padanya.

 

Ini adalah topik pembicaraan yang sama yang selalu mereka bahas setelah kejadian penganiayaan. Jika mereka menelpon polisi, dinas sosial akan membawaku pergi. Tempat penampungan tidak lebih aman dari Ibuku. Mungkin lebih buruk. Aku berumur 7 tahun dan aku mengerti maksudnya. Sehun dan yang lainnya telah menjelaskan padaku berulang kali.

 

Aku menarik drum itu lebih mundur lagi dan perlahan merangkak keluar. Aku kaku dan terluka. Lumpur menempel di bekas luka cambukan dan goresan di tanganku dari pondasi. Aku lebam dan memar. Dan aku mulai merasakan gatal di tenggorokanku yang akan berakhir dengan radang tenggorokan. Tiba-tiba ada lengan kuat yang menarikku keluar. Begitu ujung kakiku terlihat, aku segera dipeluk Sehun.

 

“Sial!” seru Chanyeol.

 

 

“Diam, Yeol!” Nik membentaknya sembari mempererat pelukannya padaku. Aku bisa melihatnya berpikir keras. Dia sedang berpikir kemana harus membawaku, menyembunyikanku. Aku mendengar suara tawa dari rumahkuku—Ibuku pasti sedang kedatangan salah satu teman lelakinya, dan terdengar suara televisi dari rumah Sehun—jika Ibunya melihatku seperti ini, beliau akan langsung menelpon polisi, tidak ada pilihan lain.

 

 

“Ayahku sudah pergi.” Chanyeol telah mulai berjalan menuju rumahnya. “Ayo Hun!”

 

Aku menggigil sesampainya kami di kamar Chanyeol. Aku kedinginan, sungguh kedinginan dan terluka parah. “Kita harus membuatnya hangat,” ujar Sehun. “Mulailah menyalakan air panas supaya aku bisa memandikannya”.

 

Chanyeol tidak berkata apa-apa saat dia meninggalkan kamar dan aku mendengar bunyi air menyala dari ruangan sebelah. Sehun mengajakku berdiri di kakiku dan mulai melepaskan baju basahku. Aku tidak membantah saat dia melepaskan celana leggingku bersama dengan celana dalamku. Dia menarik napas panjang saat dia melihat memar; luka yang menganga di kaki dan tanganku, satu dipunggung dan sepanjang perutku.

 

“Maafkan aku, Soeun.” Bisiknya. “Aku sangat menyesal.”

 

 

Aku terdiam sebab aku tak mengerti mengapa dia meminta maaf. Bukan dia yang memukulku. Ini bukan salahnya. Aku mungkin seorang gadis kecil, namun aku tahu dia takkan bisa selalu melindungiku. Dia punya band, dan hari ini mereka bermain musik di sebuah pesta untuk beberapa orang anak dari sekolahnya. Aku berharap dia mengajakku, tapi aku sadar seorang anak berumur 7 tahun di pesta anak SMP bukanlah ide yang bagus. Kris mencoba menjelaskannya padaku dan aku hampir yakin aku mengerti alasan tersebut.

 

“Hun!” Chanyeol memanggil dari kamar mandi. “Aku kurang yakin apakah ini terlalu panas atau tidak. Kemarilah dan periksa ini.”

 

 

Chanyeol menuntunku dengan tangannya ke kamar mandi kemudian membungkuk untuk mengetes suhu air. “Ini kelihatannya sudah pas,” dia mengangkatku dan menempatkanku di air.

 

Aku merengek ketika air menyentuh lukaku. Itu sakit namun panas dari air terasa enak di kakiku yang dingin. Tak lama kemudian aku berhenti menggigil. Sehun membersihkanku, berusaha bersikap lembut sat dia membersihkan luka di tubuhku. Rahangnya mengeras dan kurasa ada air mata menggenang di matanya.

 

Kemudian setelah rambutku bersih dan wangi, dia mengangkatku keluar dari air, membungkusku dengan handuk. Chanyeol memegang sekotak plester luka dengan gambar putri kecil di atasnya yang sangat kusukai. Tapi ada juga sebuah salep lengket di tangannya yang lain dan aku menggelengkan kepalaku. “Tidak, itu sangat perih.”

 

Sehun menggosokkan handuk ke seluruh tubuh basahku, masih berusaha untuk lembut. Beberapa luka berdarah lagi dan perih saat terkena gosokan handuk. Ketika dia selesai dia mengambil salep dariku dan aku menjauh “Tidak, Hun.” rengekku. “Aku tidak mau itu.”

 

“Aku tahu, Sso. Aku tahu ini pasti sakit, tapi kau tidak mau terinfeksi, kan?” Dia berkedip-kedip dan kurasa dia sedang menahan diri untuk tidak menangis. “Jika kau terinfeksi, maka kau harus ke dokter dan mereka akan menyuntikmu.”

 

Itu kata-kata ajaibnya. Aku benci disuntik ! Aku benci dokter ! Jadi aku duduk di bak cuci kecil dan membiarkannya mengoleskan salep ke seluruh tubuhku, mencoba bertahan untuk tidak merintih karena sakit ini. Tak lama setelah dia selesai, salep itu hampir habis. Chanyeol menolongnya memasang plester luka. Setelah selesai, mereka mencium luka itu dan mengatakan hal yang selalu mereka katakan. “Semoga lekas sembuh.”

 

Chanyeol memakaikan salah satu kemejanya untukku. Tapi karena kebesaran mereka menyimpulnya, sehingga aku tidak akan jatuh terjerembab saat berjalan. Ketika aku telah berpakaian, Sehun engangkatku dan membawaku kembali ke kamar Chanyeol. Mereka menempatkanku di tempat tidur kecil yang berlawanan dengan dinding dan memakaikan selimut yang beraromakan seperti Chanyeol.

 

Kai dan Kris memasuki ruangan. Kai menjinjing tas dari Wal-Mart dan mengeluarkan sekotak obat-obatan. Mereka memberiku sedosis besar Tylenol dan kemudian menyuapiku. Krid telah mampir di McDonalds dan membelikanku paket chicken nugget. Perutku berbunyi dan aku sadar aku belum makan sejak kemarin.

 

Perutku sakit saat kunyahan pertama. Aku duduk dan memegang perutku hingga sakitnya hilang kemudian melahap habis sisa nugget dan kentang goreng. Aku tidak minum Sprite yang mereka beli sampai aku selesai makan. Ini sungguh enak. Akhirnya aku meraih mainanku, boneka binatang dengan rambut aneh dan baju kaus. Aku mendekapnya erat di dadaku saat Sehun menyisir rambut kusutku. Rambutku saling menarik, karena jarang disisir, tapi aku tak mengeluh dan dia berlaku lembut.

 

Selama sisir itu bekerja di rambutku, mataku semakin berat. Tak lama aku pun tertidur…

 

 

 

 

TBC (Tepok Bokong Chanyeol)

 

 

 

 

CHANSSOFEEL

 

 

 

03.02.2016

 

6 thoughts on “[REMAKE] The Rocker That Holds Me

  1. gua pernah dibacain cerita ini sama temen gua tapi versi naruto dkk ini cerita emang bagus banget lanjutin yaa please gua pengen tau gimana versi exonya mana cast cewenya namanya kim so eun lagi nama artis favorit gua hahaha….

  2. Ya ampuun nih namja2 nya bener2 penyayang….sinopsis nya banyak menyimpan misteri.aku harap jangan banyak sedih2annya ya.ga tega m jalan hidup Sso.untung ada kris,sehun,chan,dan kai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s