Unlogical Time? #5

PhotoGrid_1453032335183

Unlogical Time? #5

Author : Blue Sky

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Cast : Oh Sehun & Song Daera (and Other cast)

Genre : Fantasy, Married Life

Haalloooo ^^)/ ngelanjutin ff Unlogical Time part 5, mungkin kelamaan updatenya. Mianeee soalnya author lagi sibuk hehe ^^) thankyou yang udah setia baca ff ini dari awal hingga part 5 ini. semoga kalian nambah sukaa~

Unlogical Time?

~*~

Segelas jus buah kini bergetar di genggaman Daera, “Apa Daehun boleh punya adik?” Tanya lagi Daehun, membuat Daera semakin bergetar dan tak mampu untuk meminum jus buahnya.

Sehun terkekeh melihat istrinya yang pucat pasih “tentu saja boleh Daehun-ah” Jawab Sehun dengan enteng

Daera seketika memicingkan matanya dengan tajam, menatap Sehun dengan tatapan  membunuh. “benarkah Ayah?” Daehun tersenyum gembira, pipi tembemnya merah merona “eo, tapi Daehun harus menunggu, Arrachi?” Sehun mengacungkan jari kelingkingnya dan di balas mantap oleh kelingking mungil Daehun

 

Ahjumma dengan cepat mendatangi Sehun “Tuan, nyonya sooyoung dan juga nyonya jung telah tiba”

 

“Ibu dan bibi jung?”

Daera kebingungan mendengar kata ibu, apakah ibu sehun? Dan bibi jung siapa?

Sedetik kemudian sosok yang menjadi tanda tanya besar bagi Daera menampakkan diri, terlihat nyonya sooyoung alias ibu Sehun yang tersenyum “halmoni” teriak Daehun riang dan segera menghampiri ibu Sehun yang tidak lain adalah neneknya “Omo! Kau merindukan halmoni kan?” ibu Sehun memeluk cucunya dengan hangat dan tak lupa juga bibi jung yang tersenyum pada Sehun dan juga Daera

“Lama tidak bertemu”

Sehun tersenyum pada bibi jung, namun Daera? Ia memasang ekspresi terkejutnya. Bagaimana ia tidak terkejut? Bibi jung adalah sosok yang tak asing baginya di masa lalu, wanita paruh baya itu adalah pemilik restoran di tempat ia bekerja.

 

~*~

 

“Bagaimana keadaan kalian? Apa baik-baik saja?” Tanya ibu Sehun

Sehun mengangguk “kami baik-baik saja”

“syukurlah” Ibu Sehun memperhatikan Daehun yang sedang asyik bermain bersama bibi Jung “apa kau mendapat hadiah dari Ayah dan ibumu?” Tanya bibi Jung pada Daehun, “Ne, tapi aku ingin punya adik” Pernyataan Daehun menusuk hingga ke telinga Daera, membuat gadis mungil yang sedang mantap meminum jus itu tersedak. Mata nyonya sooyoung terbelalak “ehem”

“Aku ke toilet dulu” Ujar Daera,ia membungkuk pada Ibu Sehun yang duduk tepat di sampingnya dan berlalu dengan cepat.

 

“Sehun” Kini bukan mata istrinya yang memicing dengan tajam, melainkan ibunya sendiri. “Aku tidak mengatakan apa-apa pada Daehun, dia sendiri yang memintanya” Jelas Sehun dengan nada yang pelan atau bisa disebut seperti berbisik pada Ibunya.

 

Ibu Sehun mengangguk kecil “Tidak ku sangka, aku akan mempunyai cucu lagi”

Sehun tersenyum ” tenang saja, ibu masih terlihat muda seperti belum mempunyai cucu” godanya

 

“Aisshh! Kau ini”

 

~*~

Daera mengacak rambut pendeknya, Ia melihati wajahnya di cermin “Aku ingin pulangg” rintihnya

“biarkan aku hidup kembali di apartemenku, biarkan aku makan ramen setiap hari”

 

Ia menatap lekat wajahnya yang agak berbeda karena pengaruh bertambahnya 7 tahun dalam hidupnya “Daehun-ah, bisakah kau meminta hadiah yang lain?” Kemudian kembali mengacak-acak rambutnya dan berjalan mondar mandir ditoilet.

 

Tok! Tok!

Suara Ketukan berasal dari luar pintu toilet “Siapa itu?” teriak Daera

“Ini aku” Daera mengenali persis suara tersebut, Tak lain adalah suara bibi jung “Oh? Ne, tunggu sebentar” Daera meraih knop pintu dan segera membukanya. Mendapati wanita paruh baya yang tersenyum hangat padanya “Apa kita bisa berbicara sebentar?”

….

 

Kini Daera dan juga bibi jung tengah berada di taman yang terletak di belakang rumah “Sudah lama sekali ya?” suara bibi jung memecah keheningan

Ne?”

“Aku masih mengingat ketika Sehun berjuang untuk mendapatkanmu”

Kening gadis itu berkerut samar, mencerna perkataan bibi jung. Berjuang mendapatkannya? Sungguh Daera sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya dan Sehun hingga akhirnya mereka menikah.

“Tapi.. Itu semua berakhir dengan bahagia seperti di cerita dongeng” Bibi jung tersenyum

“Aku bahagia kau bersama Sehun” ujarnya

 

Daera hanya bisa menyegir, kemudian mengangguk “Yah, begitulah”

Entahlah apa yang dirasakan Daera saat ini, Ia sama sekali tidak mengerti di balik senyuman bahagia wanita paruh baya yang terduduk di sampingnya itu. Ia juga tidak pernah berpikiran akan mempunyai suami dari keluarga konglomerat, dan juga keluarga Sehun yang selalu tersenyum hangat padanya. Ia juga tidak pernah merasakan bahagianya keluarga karena orangtuanya yang telah tiada akibat kecelakaan hingga membuat Daera harus menanggung Sendiri kehidupannya.

 

“rupanya kalian di sini” Tegur Sehun

“kau mengganggu pembicaraan kami” ucap bibi Jung

Sehun segera meraih kursi putih tepat di samping Daera dan mendudukinya “Apa yang kalian bicarakan?”

“bukan apa-apa” jawab bibi Jung

~*~

Daehun-ah, Halmoni akan pulang sekarang”

“cepat sekali, apa halmoni tidak menginap di sini?” pinta Daehun

Ibu Sehun mengusap lembut puncak kepala Cucunya “Mianee, lain kali halmoni akan datang lagi”

Daehun hanya bisa mengangguk, mata Ibu Sehun beralih ke Daera “Aku akan datang lagi” dan memeluk erat Istri dari anaknya itu, Daera merasakan kehangatan. Sungguh ia tidak pernah merasakan pelukan dari seorang Ibu

 

Perlahan Ibu Sehun melepas pelukannya “Sehun, Ibu pergi dulu”

Sehun membungkuk pada Ibunya, Bibi Jung tengah menunggu di mobil mewah milik ibu Sehun “cepatlah sooyoung, kau semakin lambat saja”

“sabarlah, ku rasa aku memang sudah terlalu tua untuk memakai sepatu hak tinggi”

Sehun dan Daera terkekeh melihat tingkah Bibi Jung dan Juga Ibunya yang terus saja mengomel.

 

Mobil Ibu Sehun pun berlalu, Namun sebuah mobil sport merah memasuki halaman rumah Sehun, Daera menyipitkan matanya melihat sosok di dalam mobil tersebut “Eonni?”

Eunji keluar dari mobilnya bersama dengan sosok lelaki jangkung dan seorang anak perempuan. “Daera-ah” teriak Eunji dengan riang.

 

Sehun tersenyum, Eunji dan juga lelaki yang tidak lain adalah suaminya Park Chanyeol serta anaknya menghampiri Sehun dan juga Daera “Sudah lama kita tidak bertemu” Sapa Chanyeol pada Sehun “eo”

Daehun-ah saengil cukhae, kau semakin tampan” Eunji mencubiti kedua pipi tembem Daehun, “Hayeol-ah, apa kau tidak mau mengucapkan sesuatu pada oppa?” tanya Eunji pada anaknya

Saengil cukhae Daehun oppa” ucap Hayeol malu

Gomawo”

 

“masuklah, di luar sangat dingin” Sehun menuntun Eunji dan Chanyeol memasuki rumahnya

 

~*~

 

Kini mereka tengah berkumpul di ruang tengah, Daera melirik lelaki jangkung yang menurutnya lelaki itu adalah suami Eunji. “Eonni” Daera menyiku Eunji.

eo? Kenapa?”

Daera mendekatkan bibir mungilnya pada telinga Eunji “Apa itu suamimu? Yang namanya Park Chaniyu?”

“Park Chanyeol, bukan Chaniyu. Itu kedengaran seperti nama waria”

Daera mengangguk “ahh” dia memperhatikan dengan seksama dan tampang yang serius pada suami Eunji “dia tampan”

Eunji tersenyum malu “benarkan? Dia memang sangat tampan”

“dan itu? Anakmu?”

Eunji mengangguk “namanya Park Hayeol, dia berbeda satu tahun dengan Daehun” jelasnya

 

Di lain sisi Sehun dan Chanyeol sedang asyik berbicara tentang perusahaan mereka masing-masing,

“Maaf, apa aku mengganggu kalian?” terdengar suara seseorang yang menghentikan obrolan mereka.

 

Sehun menyipitkan matanya, melihat seseorang yang tak asing baginya “Minri?”

Wanita yang tidak lain adalah Minri itu tersenyum, “Ahh, sama sekali tidak mengganggu. Duduklah” sapa Eunji dengan riang

Minri menduduki sofa, Ia terlihat sedang membawa sebuah kado “Aku membawakan hadiah untuk Daehun”

Minri segera menyerahkan hadiah itu pada Daehun “Daehun-ah, semoga kau suka dengan hadiah ini”

Daehun tersenyum “Kamsahamnida Ahjumma” dan di balas senyuman lembut oleh Minri.

 

“kenalkan dia asistenku di perusahaan, Ahn Minri” Sehun memperkenalkan Minri pada Cahnyeol dan Eunji

“Senang bisa bertemu denganmu” Eunji membungkuk sedikit dan begitu pula dengan Minri “Ne”

 

“Apa ada yang ingin kau beritahu padaku?” Tanya Sehun

Ne, Besok kita akan ke busan lagi. Direktur Sang mengundang anda dalam rapat pentingnya”

Sehun mengangguk “Baiklah”

“Tapi.. Mungkin waktunya agak lama dan anda harus menginap di sana selama 3 hari” Lanjutnya

 

Daera mendengar dengan seksama. Sehun akan menginap di busan selama 3 hari? Ia terlihat cukup senang, namun Ia juga merasa kesal karena yang menemani Sehun adalah Minri.

Entah mengapa Daera sangat tidak menyukai setiap Minri hadir di antaranya, Ia selalu merasa gelisah. Apa ada yang salah antara hubungannya dengan Minri di masa depan?

 

Sehun terlihat mendengus kasar “Baiklah, kita akan ke busan besok pagi”

Minri tersenyum lembut “Ne”

 

~*~

 

Malam telah tiba, jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Sehun terlihat lelah karena aktivitasnya yang di mulai dari mengerjakan tugasnya di perusahaan hingga Ulang tahun Daehun. Ia terlihat telah memakai piyama berwarna merah maroon, dan terduduk di ranjang.

Lelaki itu menyadari Istrinya yang belum juga keluar dari kamar mandi “Apa dia baik-baik saja?”

Sehun segera melangkahkan kakinya menuju pintu kamar mandi dan mengetuk pintu tersebut “Daera? Kau sedang apa? Apa kau baik-baik saja?”

….

Daera terkejut mendengar suara ketukan pintu  “itu pasti Sehun”

“Daera? Kau sedang apa? Apa kau baik-baik saja?”

Daera mendengus kasar, ia semakin panik san menggigiti kukunya.

Jujur saja alasan mengapa ia tak keluar dari kamar mandi adalah karena ia takut akan di mangsa oleh Sehun malam ini, itu semua karena permintaan Daehun yang selalu terngiang di kepalanya.

“Tunggulah, aku akan keluar” Teriak Daera

Sehun mendengarnya dari balik pintu, Ia membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ranjang.

Cklek!

Terdengar suara knop pintu yang terbuka, Sehun berbalik memperhatikan Daera yang menunduk dan menutupi sebagian wajahnya dengan rambutnya.

“Kau seperti hantu” Tegur Sehun

Daera tidak memperdulikan Sehun yang mengatakannya dirinya seperti hantu atau apalah, di dalam pikirannya hanya ia hanya ingin keluar dari kamar ini.

Perlahan Daera mengambil bantal sofa sebanyak mungkin, membuat Sehun mendengus memperhatikan Istrinya yang kembali menimpuk bantal di antara mereka “Kenapa tumpukkan bantal ini semakin banyak? Kau membuat benteng Cina?”

 

“Ini perbatasan! Kau ingat kan? JANGAN-PERNAH-ME-LE-WA-TI-NYA” Daera terlihat menyeramkan dengan mengeja setiap kata.

eo, baiklah”

Daera segera menarik selimut.

“Apa kita tidak bisa baikan saja?” Tegur Sehun

“ssstt.. Jangan ribut, aku mau tidur”

Sehun kembali mendengus “kenapa dia marah lagi? Bukannya tadi pagi dia baik-baik saja?”Gumamnya.

Lelaki itu menepis pikirannya dan segera menarik selimut juga dan kemudian tertidur.

 

~*~

 

Pagi menjelang, Daera terbangun akibat cahaya yang menusuk di balik kelopak matanya. Ia segera bangkait dan mengerjap perlahan, Tangannya meraih jam digital yang terletak di atas meja nakas “Jam berapa ini?” Ia menyipitkan mata, melihat angka yang tertera pada jam tersebut. Seketika matanya terbelalak “Jam 8?”

 

Gadis itu melihat ke arah luar jendela, matahari terlihat sudah tinggi. Ia sontak berbalik melihati sosok di sampingnya, namun nihil. Lelaki tersebut sudah tak berada di sampingnya “Apa dia sudah berangkat?”

 

Pintu kamar terbuka, Daera terkejut mendapati Sehun yang telah Rapih dengan setelan jasnya dan tersenyum manis padanya di pagi hari “Rupanya kau sudah bangun” ucapnya

Rambut Daera terlihat menjuntai kesana kemari tetapi ia tidak perduli dengan penampilannya “Apa kau belum berangkat ke busan?”

“Aku akan berangkat, Minri sudah di bawah”

Mendengar nama Minri, Daera terlihat sedikit kesal. Dengan mantap ia segera meloncat dari ranjang dan cepat menuju ke toilet, Sehun terkejut melihatnya “Dia kenapa?”

…..

 

Daera telah berpenampilan normal di pagi hari dan telah memakai sedikit riasan di wajahnya agar terlihat lebih cantik namun alami. Gadis itu melangkah dengan mantap menuruni setiap anak tangga dan segera menuju di ruang tamu, terlihat Sehun yang tengah bersiap. Lelaki itu berbalik menatap istrinya yang berbeda pada hari ini “Ada apa denganmu? Apa kau memakai riasan?” Sehun memperhatikan seksama wajah Daera

Daera terlihat gugup, Ia mencoba menepis pertanyaan Sehun “Ahh, tidak. Aku tidak memakainya”

 

Minri mendatangi Sehun dan membungkuk “Apa kita bisa berangkat sekarang Sehun-ssi?”

 

Daera terlihat geram, penampilan Minri begitu memukau pada hari ini. Wajah mungilnya yang seperti terpahat sempurna membuatnya seperti bidadari yang entah dari mana datangnya.

Daera betul-betul merasa jatuh dan kalah Style dari wanita itu.

“oke, kita akan berangkat”

Sehun berbalik pada Daera dan tersenyum kemudian mengecup singkat bibir mungil gadis itu “Aku pergi dulu” Daera terlihat mematung, pipinya kembali merona tipis “I..Iya” jawabnya

 

Terlihat Mobil Sehun yang berlalu meninggalkan Daera yang masih mematung di ujung sana

 

~*~

Daera memperhatikan kalender, Ia menyadari dirinya telah menetap di masa depan ini selama 3 minggu lebih.

“Ibu” Daera membalikkan tubuhnya, mendapati Daehun yang telah menarik-narik ujung roknya. Daera segera berjongkok “Kenapa?”

“apa Ayah sudah pergi?”

Daera mengangguk “eo, Kau libur hari ini kan? Bagaimana kalau Daehun dan juga Ibu jalan-jalan?”

Daehun tersenyum riang namun sedetik kemudian ia terlihat murung “tapi Ayah tidak ada”

“tidak apa-apa. Hari ini adalah hari Daehun dan juga Ibu, oke?” ucap Daera dengan riang, Ia lalu berdiri “Ayo kita pergi!!”

….

Mobil sport putih milik Daera telah terparkir di halaman, Gadis itu segera mendudukkan Daehun tepat di sampingnya dan memsangkan sabuk pengaman “Apa Daehun semangat hari ini?”

Ne!!” sorak Daehun riang

“ingat ini adalah hari..?”

“Hari Daehun dan Ibu” Jawabnya lagi

“Okee! Baiklah kita akan berangkat sekarang!!” sorak Daera dengan semangat berapi-api.

Dengan perlahan ia melajukan mobilnya,

Gadis itu terlihat gugup mengendarai mobilnya. “tenanglah Daera, mengendarai mobil adalah keahlianmu”

 

Ia pun melajukan mobilnya dengan tenang, menyusuri jalan di kota seoul dan tak lupa juga ia menggunakam GPS sebagai penunjuk jalannya “Daehun ingin ke mana?” Tanya Daera

“ke taman hiburan” Jawab Daehun dengan pasti

“Baiklahh!!”

 

Tak berselang lama, Daera dan juga Daehun telah sampai di tempat tujuan mereka.

Gadis itu memarkirkan mobilnya di halaman depan taman hiburan

“Ayo kita pergi Daehun-ah

Mereka berdua pun bersenang-senang, tak lupa dengan menaiki berbagai macam wahana yang membuat Daera seperti melupakan bahwa dia adalah seorang ibu dengan satu anak.

~*~

Sehun dan juga minri bersama pengawalnya telah tiba di Busan, lebih tepatnya di perusahaan Direktur sang. Lelaki bertubuh tegap itu dengan mantap memasuki perusahaan tersebut dan di sambut hangat oleh Direktur sang bersama pegawainya.

Direktur sang menjabatkan tangannya pada Sehun “selamat datang Direktur Oh”

Minri terlihat di belakang Sehun dan segera membungkukan badannya pada Direktur sang “silahkan masuk, kalian pasti lelah menempuh perjalanan ke Busan”

Ne”

“Aku harap urusan penting ini tidak membebani anda Direktur Oh”

Sehun tersenyum “tentu saja tidak, kapan mulainya rapat?”

“sekitar 15 menit lagi”

Sehun mengangguk singkat, mereka mulai memasuki ruangan di mana terlihat Direktur dari berbagai perusahaan. Semua membungkuk ketika Sehun memasuki ruangan, sedetik kemudian mereka menduduki kembali kursi.

“Maaf, Direktur sang. Saya akan keluar sebentar, ada urusan penting” ucap Sehun

Ne”

Kening Minri berkerut samar, Ia melihat Sehun yang berjalan keluar dari ruang rapat.

Minri mengikuti Sehun dari belakang tanpa lelaki itu sadari.

 

Sehun-ssi, Apa ada masalah?”

Sehun terkejut mendapati Minri yang tengah berdiri di sampingnya “tidak, aku hanya ingin menelepon Istriku”

Raut wajah Minri seketika berubah, Ia mengangguk kecil.

 

Yeoboseyo?” terdengar suara Daera di ujung sana

“kau di mana?”

“aku lagi bersama Daehun di taman hiburan, kenapa?”

“aku hanya ingin memberitahumu kalau aku telah tiba di Busan”

“Ahh, ya ya”

“sepertinya kau bersenang-senang”

“seperti itulah”

“sebentar lagi aku akan rapat, nanti aku akan menelponmu”

eo? Ya”

“Aku mencintaimu” tutup Sehun

 

Minri terlihat membelakangi Sehun yang tengah sibuk menelepon. Satu kalimat yang menusuk hingga ke hatinya, membuat Ia merasa geram pada pembicaraan Sehun dan Daera. Minri mengepalkan tangannya dengan erat.

 

Di lain sisi..

“Apa aku tidak salah dengar? Aku mencintaimu?” Daera menatap layar ponsel namun sedetik kemudian ia menepis pemikirannya dan menatap Daehun yang tengah duduk manis di sampingnya sambil menjilati permen “Daehun-ah, ayo kita pulang. Sekarang sudah siang”

Ne” jawabnya

~*~

 

Malam telah tiba pada langit Busan, Sehun dan Direktur perusahaan lainnya mengikuti Dinner. Seperti biasanya makanan berkelas tinggi telah berjejer di sepanjang meja tersebut. Terlihat semua memakai jas maupun gaun yang tidak kalah mewahnya. Minri memasuki ruangan tersebut, semua mata tertuju padanya. Gaun merah maroon hingga mencapai tumitnya yang memikat pemandangan setiap orang, rambutnya yang di biarkan terurai indah serta tubuh rampingnya yang menambah kesan glamour pada balutan gaun.

Ia melangkahkan kaki menuju kursi yang terletak tepat di samping Sehun, lelaki itu hanya terdiam mantap dengan menyantap makanan di hadapannya.

“Apa kau asisten direktur Oh?”

Tanya istri dari direktur Sang pada Minri yang berada satu meja dengan Sehun “Ya Nyonya”

“kau sangat cantik, ku kira kau adalah istri Direktur Oh”

Sehun tercekat mendengarnya, namun ia tidak perduli dan kembali menyantap hidangannya

…..

“Apa yang kau lakukan di sini Sehun-ssi?”

Sehun berbalik “hanya menghirup udara segar” jawabnya singkat. mereka tengah berada di lantai 2 restoran, menghirup udara segar di tengah gelapnya langit Busan

“sudah lama sekali saat kita hanya berdua begini” ujar Minri memecah keheningan

Sehun hanya terdiam, lelaki itu terlihat sangat dingin di hadapan Minri. Membuat Perasaan Minri seakan sesak bahkan Sehun sama sekali tidak menatapnya, Ia hanya menatapi gemerlapnya cahaya di kota Busan.

“aku ingin kembali ke masa itu”

“sudahlah, jangan bahas masa lalu di hadapanku” tepis Sehun

Minri terlihat sangat kecewa “Aku selalu menyayangimu, dulu tidak seperti ini. Tapi ini semua karenanya kan?”

“bisakah kau diam? Aku benci jika kau membahas masa lalu”

Sehun menatap dingin pada Minri, Lelaki itu segera berbalik dan meninggalkan Minri.

Menatapi punggung Sehun yang semakin menjauh “Aku membencinya, sangat membenci Song Daera”

~*~

 

2 hari setelah perginya Sehun ke Busan, membuat rumah tampak sepi. Daera bangun di pagi hari yang cerah, wajahnya terlihat pucat. Ia merasakan perasaan aneh yang melanda dirinya, perutnya serasa keram semalaman, membuatnya tak bisa tertidur lelap “apa aku salah makan kemarin?” gumamnya

Ia segera bangkit dan mengerjap, namun rasa mual melandanya dengan tiba-tiba. Ia segera berlari ke toilet dan mengeluarkan apapun yang membuat perasaannya tak enak.

Ahjumma mendengar suara orang muntah, ia pun memasuki kamar Sehun dan Daera. Mendapati Daera yang tengah sibuk memuntahkan sesuatu “Nyonya apa anda tidak apa-apa?”

Daera berbalik, wajahnya sangat pucat pasih membuat Ahjumma terlihat panik dan segera menghampiri Daera.

“Anda kenapa Nyonya?”

“A.. Aku tidak tahu, perutku terasa keram. Dan terlebih lagi aku tiba-tiba mual seperti ini” jelasnya dengan cepat kemudian ia kembali muntah

“perut anda terasa keram? Apa anda hamil?”

Daera terbelalak “APA??”

Tak butuh waktu yang lama, Daera keluar dari toilet memegang sebuah alat kecil yang terdapat simbol plus di bagian tengahnya, Daera merasa lemas. Ahjumma segera mendatanginya “Aku betul-betul sedang hamil” ucap Daera.

~*~

Sehun tengah serius berbincang bersama Direktur Sang, namun suara dering ponsel menghentikan pembicaraan mereka. Sehun menatapi layar ponselnya, dan segera membungkuk pada Direktur Sang “Maaf, saya ada urusan penting sebentar” Direktur Sang mengangguk, Sehun pun meninggalkan Direktur Sang dan mengangkat teleponnya

Yeoboseyo? Daera?”

“Tuan ini saya” Sehun mendapati suara Ahjumma dan bukan istrinya.

Ahjumma? Ada apa?”

“Tuan, bisakah anda kembali ke seoul? Istri anda sedari tadi mual”

Kening Sehun berkerut samar “Mual?”

“Ne, Istri anda hamil Tuan”

“APA??”

 

TO BE CONTINUED…..

35 thoughts on “Unlogical Time? #5

  1. Lahh si Daera koo cepet banget ngandung anak ke 2? Ga nyangka bgt
    Ya ampun ternyata si Minri ada apa3 sama si Sehun dimasa lalu😰
    Chap 5 nya lumayan panjang tapi sweet moment Daera Sehun harus diperbanyak lgi ya thor~🙌💞
    Biar readersnya makin kepo kepo gimana gitu😂
    Author jjang. Ffnya udah keren kece maksimal

  2. Heol, Daera hamil beneran? Ahh ini memusingkan! Aku bingng soal apa yg akan terjadi pada Daera nanti
    Takt gitu! Kalo sampe Minji tahu gimana? Terus Minji berbuat jahat gitu? Hwaaaa…menakutkan T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s