[REMAKE] The Rocker That Holds Me Chapter 1

img_2243

[REMAKE] The Rocker That Holds Me

by

TerryAnne Browning

Remake Fiction by :

CHANSSOFEEL

Main Cast :

Kim So Eun – Oh Se Hun

Other Cast :

Park Chan Yeol – Kim Jong In (Kai) – Wu Yi Fan (Kris)

Genre :

Romance, Novella

Rate :

Mature

Leght :

Chaptered

Disini ‘aku’ adalah Main cast kita, Kim Soeun.

 

 

 

BAB 1

 

 

Aku membuka mata begitu bus berhenti. Sambil meringis, aku mendorong diri untuk bangun dari sofa dan melihat sekilas keluar. Bus wisata terparkir di parkiran sebuah hotel. Bus lainnya penuh dengan para kru dan dua trailer beroda delapan belas di tarik dibelakangnya, penuh dengan segala perlengkapan panggung dan band. Aku ingin mandi dan tidur sepanjang malam yang benar-benar penuh, tapi aku masih punya banyak hal yang harus dilakukan.

 

Berdiri, aku berjalan menuju bagian belakang bus untuk membangunkan yang lain. Kris tengkurap di tempat tidur paling bawah. Dia memegang sebotol Jack Daniel’s di tangannya, setengah botolnya telah kosong. Di atasnya Kai sedang mendengkur, bassnya di dekap erat ke dadanya. Di sisi lain Chanyeol sedang mengigau, bergumam tentang beberapa “pengacau”.

 

Sambil mendesah, aku mengguncang bahunya terlebih dahulu. “Chanyeol-ah.” aku harus mendekat ke telinganya dan meneriakkan namanya. Mereka semua tukang tidur yang parah, tapi Chanyeollah yang terparah. “Yeol! Ayolah, mari kita pergi tidur di tempat tidur yang sebenarnya.”

 

Chanyeol menguap kemudian membuka matanya. “Sso?”

 

 

Aku menyeringai ke arahnya. “Siapa lagi?” aku mencium pipinya dan menarik lengannya. “Bangunlah, kita sudah sampai.”

 

Ketika dia sudah duduk, aku pindah ke Kai. Yang harus aku lakukan hanyalah mengambil bassnya. Dia mengencangkan tangannya di sekitar bassnya dan bangun. “Aku sudah bangun,” gerutunya.

 

 

“Kris.” Aku mengambil botol Jack Daniel’s dari tangannya dan menutupnya kembali. Punggungnya telanjang dan tato Dragon’s Wings sepanjang punggungnya itu menekuk saat aku membangunkannya. “Ugh, kau benar-benar harus mandi.” Aku hampir muntah mencium bau minuman keras di napasnya saat dia berbalik dan menarikku ke arahnya. “Bangun kau, Pemabuk.”

 

Dia mencium pipiku sebekum dia melepaskanku dan aku berdiri, bergerak maju menuju akhir bus. “Kalian semua segera berpakaian. Setelah aku membangunkan Sehun, aku akan mengurus masalah kamar kita… Jangan kembali tidur, Chanyeol-ah!” aku memperingatkannya. Mengetahui dia akan melakukannya. “Aku punya seember air es untukmu jika kau melakukannya.”

 

Dia menggumam mengutukku, tapi aku hanya menyeringai.

 

 

Televisi menyala. Aku mematikannya dan menjatuhkan diri di sofa di samping Sehun. Dia tidak memakai apa – apa kecuali celana boxernya.

 

Aku tidak berhenti untuk mengerlingkan mataku pada dadanya yang keras dan perutnya yang kencang. Aku sudah melakukannya berulang kali sebelumnya. Malahan aku membungkam mulutnya dan mencubit hidungnya. butuh beberapa detik saat sebelum dia tersentak dan mendorongku jatuh. “Sialan!” Dia menggerutu tapi membantuku untuk bangun dari tempat aku terjatuh.

 

Aku berdiri sambil tertawa dan meraih kaus Dragon’s Wingsnya. “Apakah tidurmu nyenyak?”

 

“Aku baru saja tertidur beberapa jam lalu,” dia mengambil kaus yang aku berikan padanya dan memakainya. “Banyak hal yang aku pikirkan. Lagu-agu yang ingin keluar tapi terkunci di otakku.”

 

“Aku bermimpi,” curhatku.

 

 

Dia menegang, mengetahui bahwa mimpi-mimpiku tidak pernah menyenangkan. “Kau baik-baik saja?” tanyanya sembari meraih tanganku dan menarikku ke pangkuannya. “Mau membicarakannya?”

 

Menenangkanku, dia menyisir rambutku dengan jari- jarinya. Aku memejamkan mata dan mengubur wajahku di lehernya. “Oh Tuhan, kau begitu harum! Seperti biasa, kalian semua menjagaku. Itu salah satu dari sekian banyak mimpi ketika Ibuku mencambukku.”

 

Lengannya yang keras memelukku dengan erat. Jari-jarinya mengencang di ikatan rambutku, tapi aku tak protes. “Aku benci wanita sialan itu,” ucapnya. “Semoga dia membusuk di neraka sana.”

 

Aku sangat setuju. Ibuku meninggal 6 tahun yang silam akibat overdosis obat-obatan terlarang. Untuk berkata aku merasakan kasihan rasanya merupakan pernyataan yang berlebihan. Semua yang aku rasakan ketika aku menemukan tubuh dinginnya terbujur kaku saat aku pulang dari sekolah hari itu hanyalah kelegaan yang sangat luar biasa. Aku 15 tahun dan aku bebas dari penyakit, yaitu Ibuku.

 

“Aku butuh kopi.” Sehun berdiri dengan aku masih dalam pelukannya.

 

 

Aku memeluknya dengan erat untuk beberapa detik kemudian melepaskannya. “Aku pastikan kau akan mendapatkannya.” Aku berbicara dari balik bahuku saat aku melangkah menuju bagian depan bus.

 

 

“Itu bukan tugasmu untuk mendapatkannya!” Dia berteriak kepadaku.

 

Tapi memang iya. Sepanjang hidupku, Sehun dan lainnya telah merawatku. Bahkan ketika mereka harus meninggalkanku setelah mendapatkan tawaran kontrak sepuluh tahun silam, mereka masih memperhatikanku. Mengirimkan aku uang dan hadiah-hadiah. Memastikan seseorang mengecekku setiap hari. Mereka tengah mengadakan tour, melakukan apa yang harus dilakukan oleh para rocker, tetapi mereka tetap menelponku setiap hari. Ponsel yang mereka berikan padaku adalah satu-satunya penghubungku ke mereka. Aku bisa menelpon, mengirim pesan singkat, mengirim surel atau apapun yang aku inginkan atau butuhkan, sehingga aku bisa berbicara dengan mereka setiap hari.

 

Kemudian ketika Ibuku meninggal, mereka kembali, meninggalkan segalanya segera setelah aku menelpon Sehun. Mereka mengurus pemakaman. Dan disaat petugas Dinas Sosial datang mencoba membawaku, mereka membelaku dengan mengatakan bahwa aku adalah bagian dari mereka. Mereka membawaku jauh dari kehidupan gelap rumah kumuh dimana selama ini kami dibesarkan. Mereka membelikanku laptop, mengatur agar aku mengikuti kelas online sehingga aku bisa menyelesaikan pendidikanku dari balik bus.

 

Para priaku takkan pernah meninggalkanku lagi.

 

 

Dan aku berhutang pada mereka untuk selalu merawatku. Menjemputku, memulihkanku. Menjaga kewarasanku. Memberiku makan. Memberiku pakaian. Menyayangiku. Tidak semua orang bisa melakukannya. Tapi Sehun, Kai, Kris dan Chanyeol berbeda. Mereka mengenalku sejak aku berumur 5 tahun. Membawaku di bawah sayap-sayap gelap mereka, melindungiku meskipun mereka 8 tahun di atasku. Mereka adalah keluargaku dan kini adalah saatnya aku untuk merawat mereka.

 

Jadi aku mengurus semuanya. Mereka ingin kopi, aku bawakan mereka kopi. Jika Kris ingin sekotak Scotch berumur 50 tahun yang baru, yang sangat mustahil untuk di dapat, aku pastikan dia akan mendapatkannya. Aku mengurus semuanya, dari pemesanan kamar hingga perempuan. Yeah, aku telah menjadi seorang profesional yang mampu menyingkirkan wanita-wanita manapun yang telah lewat masa keberadaannya. Dan itu biasanya terjadi di pagi hari berikutnya.

 

Dua jam kemudian, aku telah mengatur mereka berempat masing-masing di kamarnya. Aku menghabiskan waktu lebih lama di kamar Kris, untuk memastikan dia mandi dan menggosok giginya. Memberikannya sepasang pakaian bersih dan menyuruhnya tidur. Ketika aku menuju kamarku, aku merasa melayang. Aku mandi dengan cepat dan hampir terlelap sebelum kepalaku menyentuh bantal.

 

“Sso!”

 

 

Chanyeol menggedor pintu kamarku membangunkanku beberapa jam kemudian. Aku menatap jam, melihat bahwa sudah saatnya menuju Seoul Gymnastic untuk mempersiapkan konser malam ini dan bangun dari tempat tidur. Aku membuka pintu untuk Chanyeol supaya dia tidak merubuhkannya. Dia berjalan masuk saat aku mengganti baju tidurku.

 

“Kau baik- baik saja, Sso?” tanyanya bahkan tidak pusing untuk mengalihkan pandangannya saat aku memakai bra dan memasang kaus Dragon’s Wings dari atas kepalaku. “Kau tidak pernah lewat tertidur sebelumnya.”

 

Kenyataannya aku merasa tidak enak badan untuk akhir-akhir ini. Tapi, aku tak berniat untuk memberitahukannya. Dia akan memberitahu ke yang lain dan mereka akan mengerumuniku, memaksaku untuk pergi ke dokter. Aku benci dokter! “Baru saja mengalami malam yang sulit kemarin.”Elakku. “Mimpi buruk.”

 

Aku menarik celana dalam baru dan kemudian memasang celana jins ketat. Sepatu bot selutut dengan hak 3 inci dan aku siap. Aku mengikat rambut berantakanku menjadi ekor kuda. Tidak perlu berdandan, lalu berputar dengan dia masih menatapku. “Aku baik-baik saja, Chanyeol-ah.” Aku memeluknya erat dan berjinjit untuk mencium pipinya. “Tenang.” Aku menarik satu tanganku ke atas dan mengusap kepalanya. Dengan rambut merah dan tindik di sudut bibirnya, Itu sangat seksi dan semua orang sangat ingin mengusap sudut rambutnya. Tetapi dia hanya menyukainya jika aku yang melakukannya.

 

“Aku pikir kita perlu sebuah liburan,” ujarnya saat mengikutiku keluar dari kamar. “Mungkin kita harus kembali ke rumah untuk beberapa saat.” Aku meliriknya melalui bahuku saat aku memencet tombol lift. “Dan dimana tepatnya rumah itu? Kita telah tinggal di bus selama 6 tahun ini.”

 

“Sehun berbicara tentang membeli rumah. Tapi kita tidak bisa memutuskan dimana kita akan menetap. Kris menyarankan di Jeju, Shane ingin ke Busan.” Dia mengangkat bahunya sambil melangkah masuk bersamaku ke dalam lift. “Bagaimana menurutmu?”

 

 

Sejujurnya, aku tak tahu apa yang aku pikirkan. Aku akan mengikuti kemanapun mereka pergi asalkan kami tetap bersama. Aku tidak perduli. Tapi aku tidak menyangka mereka akan secepat ini menetap, bahkan di saat kita telah lelah untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain. “Aku tak pernah memikirkannya,” ucapku padanya.

 

“Well, kau harus memikirkannya. Kami ingin tahu dimana kau ingin tinggal dan menetap. Kau tahu kemanapun kau pergi, kami akan mengikutimu.”

 

Kata-katanya menghangatkan hatiku dan aku memeluknya erat. Dia mencium puncak kepalaku dan kami keluar dari lift di lantai dasar. Sehun, Kris, dan Kai sudah menunggu kami. Mereka semua memberiku tatapan khwatir, tapi aku hanya melewati mereka menuju ke limo yang sudah menunggu di luar.

 

 

 

 

TBC (Tepok Bokong Chanyeol)

 

 

 

 

CHANSSOFEEL

 

 

 

 

04.03.2016

 

 

Iklan

6 thoughts on “[REMAKE] The Rocker That Holds Me Chapter 1

  1. Ceritanya pendek tapi seru..

    Jadi so eun udh melakukan “itu” sama siapa dulu? Maksudnya yg pertama itu siapa..

    Disini sehun yg dapet peran utama kan, kenapa sehun dpet partnya sedikittttt… -,,-
    next chapter ga berharap di panjangin tpi pengen dong sehun dapet partnya banyak :v ya ya ya? *hopeless

  2. Aku bingung dengan cerita y😞😞 tapi aku suka jika sehun pemeran utama y😆😆😆😍😍😍😍
    Next thor tapi yg banyak part sehun y😆😆😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s