A Little Memo

a little memo

Title: A Little Memo//Author: Kyeongline (@kyeopta_yeoja)//Cast: Jongin & OC (You)//Genre: Angst, School life, Romance//Rating: G//Length: Drabble

.

©kyeongline_2016

. https://kyeonglinexoxo.wordpress.com/

.

2016-02-03

Aku mengenalnya 221 hari lalu, dan semua terlihat baik-baik saja. Jongin tampak baik dari segi apapun, bahkan di hari ke tujuh kami bertemu dan mulai berinteraksi di hari yang sama. Hanya mengenai pemilihan ekskul, dan kami memilih ekskul yang sama.

Semua terlihat baik, hingga hari per hari interaksi yang terjalin terkikis. Ini sedikit terdengar buruk, ketika hari ini pula pria dengan senyuman semanis permen kapas itu terlambat, seperti biasa dan waktu yang kugunakan untuk menatapnya lebih lama pun berkurang.

Demi apapun, aku tidak mengerti mengapa semuanya bergulir, membuatku semakin tampak bodoh. 19 hari lalu aku terduduk di belakang bahu tegapnya, menganggap semua ini adalah mimpi dan delusi. Jongin menanyaiku mengenai tugas sejarah.

Tuhan mengizinkan ini dimulai. Membiarkan detik demi detik dibalut luka sekaligus kebahagiaan batin.

.

.

2015-11-14

Ketika aku mendekap ranselnya, aku hanya berpikir mengenai keamanan berkendara. Sesaat menyadari, bahwa pria dengan nama Kim Jongin ini tidak pula ugal-ugalan dii atas aspal.

“Jongin, bisakah kau pelankan sedikit saja?” cicitku, pelan. Detak jantung mulai berceracau.

“Kau takut jatuh? Kau… bisa memegang ranselku.”

Tanpa menunggu, aku mendekap ranselnya, erat. Hingga dalam sekejap, aku dan Jongin terhanyut dalam obrolan tanpa henti.

.

.

2015-08-19

“Jihyo, ini menyebalkan. Baekhyun terus menggangguku.”

Diskusi kelompok pagi ini, aku buka dengan mendirikan kelompok kecil lain bersama Park Jihyo. Aku, Jihyo, Sehun, Kyungsoo, dan Jiri, serta Jongin ditempatkan dalam kelompok yang sama. Mengenai Baekhyun; dia pria menyebalkan yang membuatku kehilangan selera makan, dia teman satu kelasku saat di tingkat pertama SMP. Dan sekarang. Kami ditakdirkan untuk bernaung dalam satu kelas, dengan 30 lainnya.

“Gangguan seperti apa?”

Kupikir, terkadang Baekhyun seperti hantu. Dia muncul, di mana pun aku ada.

“Ini terdengar sedikit jahat. Tapi ketahuilah, dia berusaha mendekatiku dengan caranya yang aneh itu. Kenapa dia tidak mendekati dengan cara yang baik?”

Belum sempat Jihyo membalas ucapanku, Jongin menyambar.

“Bukankah seharusnya Baekhyun mendekatimu seperti aku? Secara baik-baik.” Pria itu menyeringai.

Apa yang dimaksud Kim Jongin?

.

.

2015-10-13

“Choi Sera, Park Jihyo! Kalian berjalan berdua, hingga tidak menyadari kehadiranku. Hei, bahkan kalian terlihat seperti pasangan—”

“Oh? Kau butuh pasangan?” Kim Jongin, tanpa aba-aba menyodorkan tangannya.

“Ya?”

.

.

2015-10-22

Aku tidak tahu, sekaligus tidak menyadari, bahwa perasaan ini benar-benar telah merayapi dinding hati; mengisyaratkan bahwa aku benar-benar telah ditenggelamkan oleh perasaan yang orang-orang sebut ‘cinta’.

Kami telah menjalin sebuah relasi yang baik dalam lingkup pertemanan, menyatakan pada khalayak bahwa tidak ada yang lebih dari apapun. Jongin selalu menganggap seperti itu, sedangkan aku beberapa derajat berbeda. Aku sedikit tidak terima, walaupun pada kenyataannya, ini adalah hal yang pahit.

Aku merasa salah, dan berulang-ulang salah.

Hari ini, Jihyo mengatakan yang sejujurnya, bahwa terdapat sebuah berita yang menggemparkan kelas.

“Jongin menyukai Choi Sera.”

Oh.

Aku hanya dapat menarik napas lebih dalam lagi. Berulang-ulang.

.

.

2015-12-11

Kemarin adalah ulang tahunku. Jongin tidak mengucapkannya secara langsung—mungkin pria itu sibuk—tapi sebuah hal yang membanggakan bersemayam di benak. Dia mengucapkannya melalui sosial media, dan tidak ada yang aku lakukan, selain membalasnya dengan kalimat membahagiakan lain.

 

@deardear10 Selamat ulang tahun J :3

@kkamjongah Terimakasih class 대장님 :3

 

            Dan, pagi ini. Jihyo memperdengarkan sebuah berita yang mengundang banyak tanda tanya.

“Jongin menyukaimu. Percaya atau tidak.”

Hei. Apa-apaan. Bukankah waktu itu Jongin mengatakan bahwa pria itu menyukai Sera?

“Aku tidak percaya. Bukankah dia menyukai Sera?”

Jihyo menggeleng kuat. “Itu hanya gimmick.”

Aku menyeringai, “Mungkin yang ini juga gimmick.”

Hati tidak untuk dipermainkan. Benar?

.

.

2016-02-03

Aku mengenalnya 221 hari lalu, dan semua terlihat baik-baik saja. Tapi, hingga hari ini, semua yang Jihyo ungkapkan tidak terbukti. Sama sekali. Kim Jongin membuat semua tampak semakin tidak baik. Sama sekali.

Aku mengenalnya 221 hari lalu, dan semua terlihat baik-baik saja. Tapi, hingga hati kecilku menangis, semua yang pria itu ciptakan hanya sebuah memo yang terselip di salah satu folder di ponselku. Memo yang ditulis dengan perasaan senang, sedih, bahkan berlumur air mata.

Bahkan di 1000 hari pertemuan kami, Kim Jongin tetap sebuah memo. Aku hanya dapat menyimpannya, di sebuah bagian yang disebut hati.

.

.fin.

 

A/N: Hello! Ini fiksi penggemar yang ditulis berkat sebuah kejadian nyata. Gak bisa disebut nyata juga, karena semuanya terasa kayak mimpi. Kalo ada yang mau minta SQUEL, I am here;;;____;;; karena kurasa fic ini masih gantung sekali. See you all! Xoxo.

 

 

3 thoughts on “A Little Memo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s