Medical in Love (Chapter 8)

poster medical in love

Medical in Love

Author : Shim Na Na

Genre : Romance

Rating : General, Teenager

Length : Multichapter (2.811 words)

Cast :

Park In Jung (OC)

Kim Jongin (EXO – Kai)

Oh Sehun (EXO – Sehun)

Etc

 

Part 8

Siang menjelang sore, akhirnya jadwal praktik Kai berakhir untuk hari itu. Kai berjalan menuju ruang kerja D.O. Kai mengetuk pintu, setelah mendengar sautan dari D.O, Kai membuka pintu. Di dalam ruangan, Chanyeol dan Suho sedang duduk berdiskusi dengan D.O.

“Oh Kai, ada apa ? Ayo sini masuk. Kau sudah selesai praktik ya ? Ayo sini duduk.” Suho dengan hangatnya menyambut Kai masuk ke ruangan D.O, menyuruh Kai duduk di sampingnya.

“Kau sedang apa hyung ? Apa kalian sedang mengadakan rapat kecil lagi ?”

“Tidak, kami hanya beristirahat sebentar. Ruangan D.O memang ruangan yang paling nyaman diantara ruangan yang lain, karena itu kami memilih beristirahat disini hahaha.” Suho menjawab santai pertanyaan Kai.

“Itu karena aku merapikan ruanganku hyung, semestinya kau merapikan ruanganmu yang selau berantakan dengan file-file kerja itu. Setidaknya ruanganmu tidak akan sesempit sekarang.” D.O melirik ke arah Suho yang hanya tertawa mendengar perkataan D.O.

“Hmm..hyung, hari ini aku pulang duluan ya. Aku mau mampir ke suatu tempat, kau tidak apa kan kalau aku pulang duluan ?” Kai meminta izin dari D.O yang membalas dengan tatapan yang tertuju pada Kai.

“Hmm..baiklah, aku bisa pulang bersama Chanyeol nanti. Tapi kau mau pergi kemana Kai ?” D.O melirik ke arah Kai dengan memasang wajah tanpa ekspresinya.

“Aku hanya ingin pulang lebih cepat hyung, ada yang ingin ku lakukan sebelum pulang. Apa kau ingin menitip sesuatu saat aku pulang ? Barangkali stok persediaan di kulkas kita menipis.” Kai memberikan senyuman manis untuk mengalihkan perhatian D.O.

“Hmm..apa ya ? Aku titip sayuran di supermarket saja, aku rasa persediaan bahan masakan sudah mulai menipis. Jangan pergi terlalu lama ya Kai, kabari aku kalau kau sudah sampai di apartemen.” Akhirnya Kai berhasil mengalihkan perhatian D.O mengenai alasan Kai pulang lebih awal. Setelah Kai berpamitan dengan para seniornya, Kai bergegas kembali ke ruang kerjanya untuk membereskan barang-barang dan pergi meninggalkan rumah sakit.

Kai memulai perjalanannya setelah keluar dari parkiran rumah sakit. Tujuan Kai pertama kali adalah bertemu dengan In jung. Entah kenapa, sejak pagi Kai sudah membulatkan tekadnya untuk bertemu dengan In jung hari ini, mungkin dikarenakan ia melihat In jung tadi pagi. Sebenarnya Kai sedikit ragu, apa sebaiknya ia mengirimi In jung pesan singkat terlebih dahulu sebelum pergi menemui In jung. Kai tidak mungkin tiba-tiba datang begitu saja ke rumah In jung, In jung pasti bertanya kenapa Kai menghampirinya, lagi pula Kai tidak tahu pasti apakah In jung ada di rumahnya saat ini atau tidak. Setelah berpikir agak lama, Kai mendapatkan solusi yang dibuatnya sendiri, sambil tersenyum Kai mulai menggas mobilnya menuju rumah In jung. Rencananya, Kai akan mengajak In jung untuk pergi bersama ke sebuah tempat makan. Tidak ada kan yang menolak diajak pergi ke tempat makan. Kai memacu mobilnya, berpikir kemana dia sebaiknya mengajak In jung untuk makan bersama.

Kai tiba di depan rumah In jung, tapi Kai masih sedikit ragu untuk turun dari dalam mobil. Kai melihat ke kiri kanan, barangkali In jung sedang tidak ada di rumah dan malah memergoki Kai yang berhenti di depan rumahnya. Setelah kurang lebih sepuluh menit mencoba untuk menguatkan tekad, Kai akhirnya keluar dari dalam mobilnya. Tidak akan begitu susah kan kalau mengajak seseorang untuk pergi makan bersama Kai, siapa yang akan menolaknya ? Kai dengan percaya diri turun dari mobil dan berjalan menuju rumah In jung. Kai mendorong pintu pagar, lalu berjalan agak lambat menuju pintu rumah In jung yang terlihat jelas di depannya. Belum sempat Kai sampai di depan pintu rumah, seseorang berteriak menghentikan langkah Kai.

“Hei, tunggu !” Kai memberhentikan langkahnya, melihat ke arah darimana suara itu berasal. Saat Kai berbalik, Kai melihat seorang anak perempuan berlari ke arahnya sambil membawa sebuah bungkusan. “Kau siapa ? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, apakah kau dokter yang akan mengobati eonni ?” Anak perempuan itu bertanya pada Kai sambil terengah-engah sehabis berlari. Kai merasa bingung, kenapa tau-tau dia dihampiri seorang anak perempuan, anak itu tau darimana kalau Kai seorang dokter ? Apa karena Kai yang kelupaan menanggalkan jas praktiknya.

“Hmm.. kau siapa ?” Kai berjongkok agar dia dapat melihat wajah anak itu dengan jelas. Kai mencoba menebak, apa mungkin dia adiknya In jung, tapi kalau dilihat anak ini tidak begitu mirip dengan In jung.

“Aku adik In jung eonni, namaku Eun gi. Kau pasti dokter yang akan memeriksa In jung eonni kan ? Kenapa kau tidak membawa peralatan untuk memeriksa eonni, bukannya setiap dokter pasti membawa tas ya ?” Eun gi melirik curiga ke arah Kai. Kai memang tidak membawa apa-apa, karena dia juga tidak menyangka kalau ternyata In jung sedang sakit.

“Apakah In jung eonni sedang sakit ? Aku tidak tau kalau In jung sedang sakit. Apakah In jung eonni ada di rumah ? Bagaimana keadaannya ?” Pertanyaan Kai membuat Eun gi mengerutkan dahinya. “Kata eomma, eonni harus beristirahat dan makan yang banyak. Ini aku membawakan sup untuknya, tapi aku rasa dokter seperti oppa tau obat apa yang bisa menyembuhkan eonni. Tapi kenapa dokter tidak membawa apa-apa, semestinya dokter membawa obat dan makanan untuk pasiennya supaya cepat sembuh, bagaimana sih ?” Ucapan Eun gi membuat Kai berpikir. Kai tidak tau kalau ternyata In jung sedang sakit, pantas saja tadi pagi tidak biasanya In jung belum berangkat ke penitipan anak tempatnya bekerja. Semestinya Kai tau kalau In jung sedang sakit dan semestinya Kai membawakannya sesuatu.

“Eun gi, kau tau makanan kesukaan In jung eonni kan ? Bagaimana kalau kau menemaniku pergi membelinya. Eonni mu itu harus makan yang banyak supaya cepat sembuh. Kau mau kan menemaniku ?” Kai melemparkan senyuman mematikannya pada Eun gi kecil yang membuatnya terkesima.

“Tentu saja oppa, aku akan menemanimu. Ini semua demi eonni, aku akan pergi dengamu untuk membeli semua makanan kesukaan eonni. Ayo kita pergi sekarang, tunggu apa lagi ?” Eun gi menarik tangan Kai, Kai segera berdiri dan tersenyum, berjalan menuju mobilnya untuk pergi membeli semua yang dibutuhkan In jung untuk segera sembuh.

Kai tidak memikirkan apa pun selain fokus untuk membeli semua makanan kesukaan In jung yang informasinya didapat dari Eun gi. Kai tidak merasa ragu untuk mengikuti semua saran Eun gi dan mengambil semua makanan yang ditunjuk Eun gi. Kai dan Eun gi bahkan tidak hanya berhenti di satu toko makanan, tapi beberapa toko makanan mereka jelajahi demi membeli makanan untuk In jung. Setelah menghabiskan satu jam untuk berkeliling, Kai dan Eun gi kembali ke rumah In jung dengan tangan yang menenteng seabrek kantong belanjaan.

Kai menekan bel rumah In jung dan begitu pintu terbuka, In jung terkejut melihat Kai sudah berdiri di depan pintu rumah bersama Eun gi dengan tangan yang penuh menenteng kantong belanjaan. Kai berusaha tersenyum sewajarnya, berusaha mengendalikan perasaannya saat bertemu dengan In jung yang bahkan saat itu masih mengenakan piyama nya.

“Kai, kenapa kau bisa sampai disini ?” In jung benar-benar merasa terkejut karena kedatangan Kai sampai-sampai wajah In jung langsung memerah. “Bukankah eonni sedang sakit, makanya memanggil dokter oppa ini ?” Eun gi melirik ke arah In jung, memasang wajah kebingungannya. “Kapan ? Akuu.. apa aku tidak sengaja menghubungimu ? Maaf ya Kai, mungkin aku tidak sengaja menghubungimu.” In jung menjadi kikuk, padahal jelas sekali In jung tidak menghubungi Kai dan malah Kai yang berinisiatif mengunjungi In jung tanpa tau kalau In jung sedang sakit.

“Eonni, apa kami akan berdiri disini sepanjang hari ? Kaki ku sudah pegal sekali berkeliling bersama oppa.” Eungi memasang wajah memelasnya. “Ah, benar. Silahkan masuk.” In jung membukakan pintu rumahnya lebar-lebar agar Kai dan Eun gi bisa masuk ke dalam rumah. Untung saja tadi In jung masih sempat merapikan rumahnya.

Kai sebenarnya sedikit ragu untuk masuk ke rumah In jung. Bagaimana tidak, Kai rasanya belum yakin untuk diperbolehkan masuk ke dalam rumah, karena itu Kai masih berdiri di depan pintu. Sadar Kai masih berdiri di depan pintu, In jung melihat ke arah Kai. “Kai, kau tidak masuk ? Kenapa berdiri di depan pintu ?” In jung dengan polosnya bertanya, tetapi Kai hanya membalas dengan senyuman. In jung langsung menangkap sinyal camggung dari Kai untuk masuk ke dalam rumah. Pasti Kai merasa tidak enak masuk ke dalam rumah. “Ah benar juga. Tunggu sebentar ya Kai.” In jung berlari kecil menuju pintu belakang rumahnya, membuka pintu lali berlari ke luar rumah dari jalan setapak kecil di halaman belakang menuju pintu depan tempat Kai masih berdiri menunggu di depan pintu.

“Kai, lewat sini. Kita ke halaman saja.” Kai mengikuti In jung dari belakang menuju halaman belakang rumah In jung. Kai baru tau bahwa In jung memiliki halaman belakang yang luas. Ada bangku-bangku dan sebuah meja makan besar di halaman itu. Ada juga meja-meja kecil yang di tutupi payung warna warni serta sebuah gazebo dengan sepetak taman bunga. Kai membelalakkan matanya, merasa takjub melihat halaman belakang rumah In jung. Kai tidak pernah tau kalau rumah In jung semenarik itu. Tapi kai buru-buru menyadarkan dirinya sebelum In jung sempat melihat ekspresi Kai tadi.

“Jadi In jung ssi, kau sakit apa ?” Kai bertanya sambil membantu In jung menaruh belanjaan di atas meja makan besar. “Aah tidaaak.. Aku hanya tidak enak badan jadi kupikir tidak ada salahnya mengambil izin dan beristirahat di rumah. Tapi kenapa kau bisa tau kalau aku sedang sakit ?” Dalam hati In jung berharap jawaban Kai tidak menggantung seperti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang biasa Kai lontarkan. Kai hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya, dan jawaban itu yang tidak diharapkan In jung karena membuatnya penasaran setengah mati.

In jung menyiapkan semua makanan yang dibawa Kai dan Eun gi, menyiapkan minuman dan buah yang diambilnya dari dalam kulkas. Kai dan Eun gi membantu In jung menata meja makan di halaman luar. Mereka akan makan sore bersama di rumah In jung. Ini karena Kai dan Eun gi terlalu banyak membeli makanan untuk In jung dan tidak mungkin bisa In jung menghabiskan semuanya sendiri. Mereka sudah duduk di meja makan besar di halaman belakang rumah dengan meja yang berisi berbagai jenis makanan. Eun gi dan In jung duduk berhadapan, sedangkan Kai duduk di kursi utama tempat ayah In jung biasanya duduk saat ada acara makan bersama. Kai merasa ganjil duduk di kursinya, karena tau kursi ini pastilah untuk kepala keluarga Park. Mereka makan dalam hening, persis sebuah keluarga kecil yang lalu hidupnya tertata terlalu rapi, sampai Eun gi mulai melirik ke arah Kai.

“Oppa, kenapa diam saja ? Ayo dimakan, semua makanan ini kesukaan eonni. In jung eonni juga, makan yang banyak biar cepat sembuh. Ibu sudah membuatkan bubur jagung kesukaanmu, ayo dihabiskan.” Eun gi berkata sambil masih dengan mulut yang penuh, mencoba untuk menghabiskan makanannya sedikit demi sedikit namun pasti. Kai menanggapi Eun gi dengan senyumannya yang khas, membuat In jung berusaha menahan diri sekuat tenaga untuk tidak melirik ke arah Kai.

“Hmm.. jadi In jung ssi, mana keluarga mu yang lain ? Aku belum bertemu dengan ibumu, apa tidak apa-apa aku bertamu tanpa memperkenalkan diri ?” Kai bertanya setelah meneguk habis isi gelasnya. In jung menegakkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Kai. Kai pasti lah belum tau kalau ia hanya tinggal sendirian setelah seluruh anggota keluarganya pindah ke Busan. “Umm.. sebenarnya keluarga ku tidak tinggal disini. Mereka tinggal di Busan bersama dengan halmoni. Semestinya aku tinggal bersama yang lainnya, tapi karena aku bekerja disini jadi aku tidak bisa pindah begitu saja.” Mendengar jawaban In jung membuat Kai merasa sedikit bingung. “Maksudmu, hanya kau dan Eun gi yang tinggal disini ? Bukankah Eun gi adik mu, In jung ssi ?” Kai bertanya sambil mencoba mencerna perkataan In jung. “Eun gi ? Eun gi ini tetanggaku, sejak dia kecil memang sering sekali bermain bersama disini. Keluargaku dan keluarga Eun gi memang dekat, jadi kami seperti keluarga besar. Jadi yaaa, aku juga sudah menganggap Eun gi sebagai adik ku.” In jung mengelus kepala Eun gi sambil tersenyum.

Kai memperhatikan In jung, Kai baru sadar bahwa masih banyak yang belum diketahuinya dari In jung. Ada sesuatu hal dalam diri In jung yang membuat Kai penasaran dan ingin mengenal In jung lebih dekat, tapi bagaimana caranya. Baru kali ini Kai merasa begitu penasarannya dengan seseorang.

“Oppa, bagaimana kalau kita besok pergi bersama eonni ? Eonni pasti butuh hiburan kan setelah seharian di rumah saja. Ayolaah oppaaaa, kita pergi bersamaaa…” tiba-tiba Eun gi mulai merengek saat Kai sedang asik memperhatikan In jung dari kejauhan yang sedang membawa masuk kembali makanan ke dalam rumah.

“Kau mau kita pergi bersama ? Kau mau kita pergi kemana ?” Mendengar Kai mengiyakan idenya, Eun gi langsung antusias. Eun gi langsung berbisik pada Kai. “Oppa tau tidak, minggu depan In jung eonni ulang tahun. Oppa harus memberikan kado. Ayo kita buat kejutan.” Mendengar itu Kai tentu saja terkejut, wajar saja karena Kai tidak tahu kapan In jung berulang tahun. “Kau yakin minggu depan In jung berulang tahun ? Kau tidak salah memberitahuku kan Eun gi ?” Kai menatap Eun gi penuh harap. “Tentu saja oppa, aku hanya memberitahukan ini kepadamu, karena sepertinya eonni menyukaimu.” Eun gi memberikan tatapan penuh kepastian pada Kai. Apa yang harus Kai lakukan ? Apa yang harus dihadiahkan Kai pada In jung ? Bagaimana caranya memberikan kejutan pada In jung ? Aduh rasanya Kai belum siap menjawab pertanyaan Eun gi barusan. Dan lagi, apa benar In jung menyukainya ? Apa itu Cuma pikiran Eun gi saja, tidak mungkin Kai percaya saja dengan perkataan Eun gi yang masih kecil begitu, bahkan mungkin dia belum paham apa maksudnya dengan menyukai seseorang.

“Eun gi, menurutmu apa hadiah yang diinginkan In jung eonni ? Sebagai adiknya kau pasti bisa menebaknya kan ?” Pertanyaan Kai membuat Eun gi diam dan berpikir sejenak. “Aha ! aku tau. Eonni pasti ingin berlibur ke suatu tempat. Kasihan eonni, karena sibuk bekerja tidak punya waktu untuk berlibur, dia juga jadi jarang pulang ke Busan. Semestinya ada orang yang menemaninya pergi berlibur. Bagaimana kalau oppa menemaninya berlibur, In jung eonni pasti sangat senang.” Kalau dipikir pikir, In jung memang jarang pergi berlibur bukan karena tidak ada waktu tapi lebih karena dia tidak bisa pergi sendirian. Dia sering kali tersesat kalau pergi jauh dari rumah karena dirinya yang terlalu kikuk dan kebodohan-kebodohan lain yang sering dilakukannya.

Meninggalkan Kai yang sedang sibuk menyusun rencana untuk ulang tahun In jung bersama Eun gi, di tempat berbeda, D.O dan Chanyeol sedang bersiap untuk pulang dari rumah sakit. Karena Kai pulang duluan, D.O akhirnya pulang bersama Chanyeol. Sepanjang perjalanan mereka hanya membicarakan soal pekerjaan sampai ketika Chanyeol dan D.O melihat mobil Kai yang terparkir di depan rumah In jung.

“Bukankah itu mobilnya Kai ? Tadi dia bilang pulang duluan kan ? Kenapa mobilnya ada disini ?” Chanyeol bertanya pada D.O yang tentu saja tidak tau jawabannya. D.O yakin yang dilihatnya memang mobil milik Kai, tapi pertanyaan yang tepat adalah kenapa mobil Kai ada disana ? D.O merogoh tas dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Kai, tapi sayang sekali Kai tidak menjawab telponnya.

“Kita mau berhenti disini atau terus jalan ?” Chanyeol bertanya pada D.O dengan sedikit takut karena melihat pandangan D.O yang begitu tajam melihat ke arah mobil Kai. Chanyeol tahu betul kalau D.O memberikan tatapan seperti itu berarti D.O sedang sangat serius dan tidak bisa diganggu. Chanyeol menunggu jawaban D.O dengan menurunkan laju mobilnya. “Kita lanjut saja, aku ingin pulang.” D.O mengalihkan pandangannya setelah memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Chanyeol menebak pasti ada hal yang mengganggu pikiran D.O tapi Chanyeol tidak mau berkomentar dan memilih untuk menaikkan kembali laju kendaraannya. Mereka melewati mobil Kai tanpa berhenti.

Akhirnya Kai berpamitan pada In jung setelah selesai menyusun rencana perayaan ulang tahun bersama Eun gi tanpa diketahui In jung. Kai mulai menginjak gas mobilnya setelah memastikan Eun gi memberikan nomor ponsel yang bisa dihubungi Kai untuk menyusun rencana mereka lebih matang. Kai sambil tersenyum memulai perjalanannya untuk pulang ke apartemen, dia berharap rencana yang disusunnya bersama Eun gi akan sukses, seminggu bukanlah waktu yang lama dan Kai harus menyiapkan sebuah kejutan yang paling tepat untuk hadiah ulang tahun In jung. Kai melirik jam tangannya, ternyata lama juga ia menghabiskan waktu di rumah In jung. Kai menekan password apartemennya, membuka pintu dengan santai tanpa tahu D.O sudah menunggunya di dalam.

“Kau dari mana saja Kai ? Coba jelaskan padaku kenapa kau baru pulang ?” suara D.O mengagetkan Kai karena dia tidak tahu kalau D.O sudah lebih dulu pulang. Apakah D.O melihat mobilnya terparkir di depan rumah In jung ? Apakah D.O tahu kalau Kai pergi untuk menemui In jung ? Ini jelas akan menjadi masalah untuk Kai.

*****

TBC….

See you on next Chapter ^^

 

Author’s note:

Annyeeeooong~

Maafkan author yang sudah sekian lama belum sempat ngepost chapter 8 ini karena waktu nya udah mulai kesita sama kerjaan. Author mau ngucapin terimakasih buat readers yang masih setia baca MIL sampe ke chapter ini. Semoga readers tetep ngasih semangat buat author untuk segera ngepost chapter berikutnya. Bagi readers yang udah mulai lupa gimana jalan cerita sebelumnya boleh deh baca chapter-chapter sebelumnya hehe. Ditunggu komen dari pada readers yang baik hati, terimakasiiih~

Iklan

5 thoughts on “Medical in Love (Chapter 8)

  1. WAAAAAAAA akhirnya ke publish juga!!! Aku nungguin bgt kelanjutannya huahahaha finally. Lanjut plis authooor, semoga gaada love triangle dan moga jg D.O gaakan bikin suasana makin keruh😂 fighting!

  2. aku udah lama nunguin ff ini. akhirnyaa….
    D.O ko gitu kali ya. makin bagus aja nih hubungan jongin ama injung. ngomong-ngomong sehun nggak muncul di chapter ini. ya udahlah. Ditunggu kelanjutannya!!!

  3. Akhirnya di pos jugak, maaf aku baru komen eonni. Tapi sumpah fanfic ini keren aku suka, tapi kenapa D.O marah gitu sih sama Kai, lagian dari awal ketemu In Jung kayaknya dia si D.O gak suka gitu ?

    Tetal Semangat author, ditunggu next chapternya. Fanficnya keren banget 😊☺👍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s