Sarang Love Story (Chapter 2)

postersls

Sarang Love Story

 

Author  : OhCha a.k.a Camelia

Rating   : PG-17

Genre   : Romance, Hurt

Cast       :

–              Chanyeol EXO as Park Chanyeol

–              Yoon eun hye as Yoon Sarang

–              Sehun EXO as Oh Sehun

–              Sooyoung SNSD as Choi Sooyoung

–              Suho EXO as Kim Junmyeon

–              Seulgi Red Velvet as Kang Seulgi

A/N        :

Annyeong.. chapter kedua ini semoga bisa diterima dengan baik ya chingu. Dalam cerita ini semua cast aku bayangkan seperti yang ada diposter, termasuk pemeran Sarang yaitu Yoon eun hye. Tapi kalian bebas membayangkan sosok yang lain hehe.. maaf jika banyak kekurangan dalam ff ini, please saran dan masukannya gomawo.. ^^

___________

 

 

– Restauran –

Orang tua Chanyeol sedang menunggu kedatangan keluarga Kang. Yang membuat mereka sedikit cemas adalah putranya Park Chanyeol masih juga belum datang, mereka takut jika tiba-tiba Chanyeol menolak datang dipertemuan keluarga itu.

“Yeobo.. kau sudah pastikan kan putra kita akan datang?” Sedikit kecemasan ada pada wajah ny. Park, ibu chanyeol.

“Kau tenang saja dia sudah menyanggupi untuk datang.”

“Ooh.. arraseo.”

Tidak lama keluarga tuan Kang datang dan memasuki ruangan restauran. Ya karena kedua belah pihak keluarga adalah dari kalangan pengusaha mereka memilih restauran yang bersifat private dan mewah dengan gaya klasik. Seorang yeoja cantik juga memasuki ruang restauran, dengan menggunakan atasan cape warna putih dan skirt selutut bewarna merah membuatnya terlihat anggun. Dia adalah putri satu-satunya tuan Kang yang akan dijodohkan dengan Park chanyeol.

“Aigoo.. tuan Kang selamat datang.” Sambut tuan Park hangat, kedua keluarga itupun saling berjabat tangan dan menyapa.

“Ini pasti Seulgi? Hyaa.. kau benar-benar tumbuh jadi gadis yang cantik” puji tn. Park yang

Membuat Seulgi sedikit malu.

“Oo Yepeune.. aku yakin chanyeol juga pasti akan menyukaimu.” Nyonya park dengan tertawa diikuti ayah chanyeol dan orang tua seulgi.

“Ayo silahkan duduk.” Ajak tuan Park

“Tuan park di mana chanyeol? Apa dia tidak datang?” Tanya tuan Kang

“Dia terlambat, mungkin sudah menuju kemari. Anak itu benar-benar sibuk, dia memimpin perusahaan dengan sangat bersemangat hahaha.. ”

Author *pov* end

 

Chanyeol *pov*

Aku memasuki restauran dengan

Dengan berjalan sedikit cepat. Aku pasti sudah sangat terlambat. Gara-gara gadis tadi, benar-benar ceroboh.

Kenapa aku sedikit gugup akan masuk ruang pertemuan keluarga. Aku penasaran gadis seperti apa yang membuat Aboeji dan oemmonim sampai membuat pertemuan seperti ini. Sebelum masuk aku menghela nafas untuk menghilangkan rasa gugupku. Lalu aku masuk ke dalam ruangan.

“Annyeonghaseo..”

“Oh putraku sudah datang.. sini duduk disini.” Oemmonim sangat antusias sekali dengan kedatanganku, aku segera berjalan menuju tempat duduk sebelah Oemma, dan menyapa keluarga Kang. Aku duduk dan melihat yeoja di hadapanku. Dia tersenyum kepadaku, aku hanya membalas senyumnya singkat. Kami mulai makan siang dan mengobrol banyak hal, dan tentu saja orang tuaku dan orang tua seulgi yang mengobrol aku hanya berbicara beberapa kali saja. Ya jujur aku sedikit tidak berminat dengan ide untuk pertemuan ini. Dan gadis ini, kang Seulgi dia terus saja mencoba mencuri pandang padaku. Bukan ak ke ge-eran, tapi itu faktanya. Aku juga baru tau ternyata dia seorang penyanyi pendatang baru yang baru saja diorbitkan. Gadis ini cantik, ya karena dia seorang selebritis. Tapi.. kenapa aku biasa saja dengan gadis ini, maksudku aku seperti tidak ada rasa ketertarikan sama sekali.

Setelah makan siang selesai kami memgantar keluarga Kang menuju mobilnya.

“Kita akan bertemu lagi untuk bicara tentang hal yang lebih serius.” Aku tau pasti ibu akan mengatakan hal seperti itu, dan itu disambut sekali sepertinya oleh keluarga seulgi. Aku hanya mencoba mengedarkan pandanganku.

“Seulgi kau tidak membawa kendaraan?” Oemma bertanya pada seulgi yang sedari tadi berdiri di sebelahnya.

“Aku datang kesini dengan managerku.. lalu dia langsung kembali ke kantor.”

“Kalau begitu kau akan diantar chanyeol,ne?”

“Mwo? Oemmonim, aku akan ke bengkel dulu memperbaiki bumper mobil dan ak ada pertemuan dengan klien nanti aku harus segera ke kantor.” Aku bilang saja begitu aku sangat malas sekali oemma seperti mendekatkanku dengan gadis ini.

“Kau ini bicara apa.. antarkan seulgi apa kau tidak kasihan?” Oemma selalu membuatku merasa sulit

“Kalau begitu oemonim saja yang mengantarnya.” Jawabku enteng

“Tidak usah bibi, aku bisa naik taksi saja.” Kelihatan sekali dia tampak tidak enak sendiri, mungkin karena ucapanku.

“Sudah-sudah.. chanyeol kau antarkan seulgi saja dulu, lalu pergilah kebengkel. klien kan bisa menunggu, Lagi pula seulgi kan seorang artis bagaimana kalau ada penguntit itu berbahaya..” oke aku benar-benar tidak bisa mengelak lagi dengan perkataan aboeji.

“Arraseo..” aku segera masuk dalam mobilku. Aku melihat gadis itu tetap berdiri ditempatnya.

“Apa aku harus menunggumu? Cepatlah aku sibuk.”

“Cepat sana masuklah.” Oemma menyuruhnya untuk segera masuk. Lalu dia berpamitan pada orang

Tuaku, lalu kamipun segera meninggalkan mereka.

Dijalan aku hanya fokus menyetir, aku malas juga membuka pembicaraan dengannya.

“Mianhe.. aku jadi merepotkanmu.” Ternyata dia sadar.

“Aku tidak bisa melawan orang tuaku.” Aku menjawabnya datar, lalu dia diam kembali.

“Apa disini?” Aku bertaya padanya karena ini sudah berada di alamat tinggalnya yang dia katakan tadi. Dia mengangguk, lalu aku berhentikan mobil.

“Tidak ingin mampir dulu?”

“Tidak perlu.”

“Baiklah gomawoyo chanyeol-shi.. kuharap kita bisa pergi bersama lain kali.” Dia tersenyum lalu turun dari mobilku. Dia melambaikan tangan padaku tapi aku langsung melajukan mobilku.

Chanyeol *pov* end

 

Sehun *pov*

Ahh.. aku sudah terkurung di apartemenku seharian. Bosan, aku benar bosan dan lapar. Tidak ada persediaan makan yang aku punya, sedangkan aku sendiri tak bisa keluar karena seluruh wartawan dari kemarin menunggu di depan pintu apartemen milikku. Jinja.. aku benar-benar dibuat gila oleh mereka karena skandal murahan yang gampang sekali mereka percayai. Menjadi aktor tenar memang tak semudah yang aku bayangkan.

Sudah satu jam aku memesan makanan tapi kenapa tidak datang juga, lihat saja aku tidak akan menjawab kalau ahjussi tukang antar itu datang.

Ting tong~

 

Kudengar suara bel berbunyi, pasti itu tukang antar.

“Pesanan anda sudah datang.. ” suara perempuan, jadi yang mengantar seorang perempuan? Ah tetap saja aku sebal karena menunggu lama.

“Yoboseo.. Pesanan anda sudah datang.. ” ah aku menjadi tak tega. Aku beranjak dari sofaku lalu melihat dari layar intercom.

Yeoja ini.. tiba-tiba tubuhku terasa kaku karena terkejut dan jantungku serasa ingin meledak.

Aku membuka pintu dan langsung menarik yeoja itu masuk ke dalam apartemen dengan cepat.

“Hyaa.. apa yang anda lakukan,” dia lalu menatapku dan tampak matanya terbelalak “Oh sehun?”

“Annyeong nona Yoon sarang.. ” aku tersenyum padanya lalu aku memeluknya erat seakan aku tidak ingin kehilangan dia. Lagi.

Aku benar-benar merindukannya, teman masa kecilku dan cinta pertama bagiku.

Aku melepaskan pelukanku. Dia nampak gugup dan pipinya sedikit memerah, menggemaskan.

“Kau ke mana saja? Kau pindah tanpa memberitahuku, kau benar-benar jahat sarang.”

“Mianhe.. aku merindukanmu. tapi sehun-aa aku sering melihatmu di tv, kau benar-benar aktor yang keren.” Senyumnya itu, ah aku merindukan senyuman itu juga.

“Ah itu tidak penting.. kemarilah, duduk disini aku ingin mendengar ceritamu dan kemana saja kau selama ini.”,”kau tinggal dimana sekarang?” Aku sangat ingin tau segala hal tentangnya.

“Aku tinggal dikontrakan, tidak jauh dari sini..”

“Paman dan bibi apa kabar?” Dia agak terkejut mendengar pertanyaanku, dan sedikit ada guratan sedih diwajahnya.

“Appa dan oemma sudah meninggal saat aku SMA.”

“Ah.. mianhe aku turut bersedih sarang-ah.” Aku menepuk punggungnya pelan. Aku jadi sedih melihatnya seperti ini, aku tau semua ini pasti berat untuknya. Waktu kami kecil keluarganya sering mengalami masalah financial, tapi aku bersyukur orang tuaku yang cukup berada tidak membedakan sarang dan mereka selalu membelikan apapun yang kupunya juga diberikan untuk sarang.

“Kau bekerja di restauran ayam ini?” Tanyaku sambil melirik pesananku yang dia taruh di atas meja.

“Ne.. aku bekerja paruh waktu disana, aku masih belum mendapat pekerjaan yang bagus karena aku baru lulus kuliah” syukurlah dia masih mementingkan pendidikan, dia memang gadis cerdas dari dulu.

“Aku akan mencarikan pekerjaan untukmu.”

“Anieyo sehun-aa, aku aku sudah mengirim lamaran ke beberapa perusahaan. Jangan khawatir.. ” dia tidak berubah selalu berusaha menolak bantuanku, ya karena dia tidak ingin merepotkan orang-orang yang dekat dengannya.

“Tunggulah disini akan kuambilkan minum untukmu.” Saat aku hendak beranjak ke dapur sarang menahan lenganku dan berdiri.

“Tidak usah repot, aku akan pergi masih banyak pekerjaan.”

“Begitukah?” Dia hanya menjawab dengan anggukannya.

“Baiklah, secepatnya kita akan bertemu lagi. Arraseo?”

“Arraseoyo.. ” dia tersenyum, benar-benar cantik masih seperti dulu.

“Apa diluar masih ada wartawan tadi?”

“Aku tidak melihatnya..”

“Kalau begitu aku antar kau ke bawah.”

“Tidak perlu.. kalau ada wartawan di bawah akan jadi masalah untukmu” benar apa yang dikatan Sarang.

Sarang pun pergi aku hanya mengantarnya sampai depan pintu apartemenku. Dan melihatnya menghilang di ujung lorong. Aku sudah bertemu dia lagi, aku berjanji akan selalu disampingnya, menjaganya, dan mencintainya.

Sehun *pov* end

 

Author *pov*

Sarang memasuki rumah dengan ekpresi yang sangat lelah.

“Aku pulang..” ucapnya tanpa gairah.

“Ohh kau sudah datang.. kau sudah makan malam?” Sarang hanya mengangguk lemas.

Sooyoung yang tadinya sedang menonton tv sambil menggunakan masker jadi penasaran kenapa sahabatnya jadi seperti itu tidak biasanya dia terlihat sangat lelah. Biasanya sarang akan pulang dengan ceria meskipun pekerjaannya yang sangat melelahkan itu.

Sarang duduk dan bersandar di sofa dia menarik nafas panjang.

“Kau mau kita minum malam ini?” Ajak sooyoung dengan mendekatkan wajahnya pada sarang.

“Boleh.. ” sarang menjawab dengan antusias juga. Lalu sooyoung beranjak kedapur dan mengambil dua kaleng bir. Dia kembali dan memberikan satu pada sarang. Mereka membuka dan langsung menyeruput minuman mereka.

“Kau ada masalah? Sepertinya kau sangat lelah hari ini?” Sooyoung akhirnya memancing pembicaraan agar sarang dapat bercerita padanya.

“Hari ini memang sangat melelahkan,” sarang menyibakan poninya ke atas,”Kau tau dahiku yang terluka ini karena aku tadi menabrak mobil seorang pria. Dan aku harus tanggung jawab.” Sarang nampak frustasi lalu sedikit mengacak rambutnya.

“Aigoo.. kenapa itu bisa terjadi? Lalu bagaimana?” Soyoung cemas

“Ya dia akan menghubungiku lagi

Untuk biaya perbaikan.”

“Aku akan membantu biaya perbaikannya kau tenang saja.. ” sooyoung sambil menepuk paha sarang yank didekatnya.

“Gwenchana.. itu keteledoranku aku ada tabungan sedikit semoga saja cukup.” Sarang tersenyum tipis.

“Ck.. kau ini selalu saja begitu.”

“Tapi aku masih sedikit senang.. aku bertemu sahabat masa kecilku.” Sarang seperti membayangkan sesuatu lalu senyum-senyum sendiri.

“Sahabat masa kecilmu? Berarti?” Soyoung menoleh pada sarang,”Hyaa kau bertemu oh sehun?” Sarang hanya mengangguk masih tetap dengan senyumnya itu.

“Daebak.. kau bertemu aktor idolaku.” Soyoung melanjutkan meminum birnya.

Sarang lalu meletakan minumannya mencoba merogoh tas selempang miliknya untuk mencari ponsel. Dia membuka ponselnya dan ada sebuah email masuk. Dia membuka email tersebut yang membuat dia berteriak histeris yang membuat sooyoung kaget saat meminum birnya sehingga menumpahkan sedikit dibajunya.

“Hyaa.. Yoon sarang, kau ini kenapa membuatku terkejut.. kau kesurupan!” Sarang tertawa dan langsung memeluk sooyoung dan melihatkan isi email itu.

“Coba lihat aku diterima kerja di kantor winner grup.” Antusias sarang

“Jinjaa.. chukaeyo uri sarang.” Merekapun berpelukan dan melompat kegirangan bersama.

 

**______**

 

Matahari sudah mulai naik, hari ini terasa udara begitu bagus dengan cuaca yang cerah. Orang-orang di kota Seoul sudah akan menjalani aktifitasnya. Termasuk seorang namja yang didalam apartemen mewah dan besar

Dengan interior yang begitu elegan. Didalam kamarnya yang juga mewah Chanyeol mengenakan kemejanya didepan kaca besar. Saat ia akan mengenakan dasi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Oemma? Pagi-pagi sekali ada apa? Pikir chanyeol.

“Ye Oemmoni.. ”

“Chanyeol-aa.. besok kita semua akan makan malam dengan keluarganya seulgi,” kata ibunya

“kita akan membahas rencana pertunangan kalian.. ”

Lidahnya terasa ngilu, chanyeol sangat shock dengan pernyataan oemmanya. Bagaimana tidak bahkan sedikitpun chanyeol tidak tertarik dengan gadis bernama Seulgi itu.

“Oemmoni.. aku tidak akan bertunangan dengannya, kenapa kalian membuat keputusan tanpa bertanya padaku.” Nada chanyeol sedikit kesal

“Park chanyeol, kau sudah cukup umur dan oemma ingin segera memiliki cucu.”

“Aku masih ingin fokus dengan perusahaan oemmoni.. ” belum selesai chanyeol memberikan penjelasan segera dipotong oleh ibunya

“Perusahaan biar ditangani oleh adikmu nanti sementara waktu, dia kan juga akan kembali dari london.”

“Aku tidak akan membiarkan brandal itu di perusahaan.”

“Chanyeol-aa jangan seperti itu dengan adikmu.. pokoknya oemma hanya menginginkan kau segera menikah dengan seulgi.” Paksa ibunya.

“Tidak.. tidak dengan seulgi oemmoni,” chanyeol menghela nafas “aku akan menikah dengan seseorang yang aku cintai.” Lalu chanyeol menutup telponnya. Dia tidak ingin lama-lama berdebat dengan ibunya. Seseorang yang dicintainya? Bahkan chanyeol tidak sedang dekat dengan yeoja manapun karna kesibukannya.

Chanyeol segera merapikan penampilannya lalu segera turun ke parkiran. Di dalam mobil saat dia mencari kaca mata hitam miliknga di laci dashboard ada sesuatu yang jatuh, seperti kartu. Chanyeol mengambilnya, kartu identitas milik sarang. Chanyeol lalu teringat dengan kejadian tempo hari.

“Yoon Sarang.. jadi itu namanya.” Chanyeol tersenyum lalu segera menjalankan mobilnya.

 

-kantor-

Chanyeol berjalan memasuki kantor dengan mimik yang dingin dan angkuh. Dibelakangnya dia diikuti beberapa bawahannya dan junmyeon disebelahnya. Saat hendak menuju ruangannya chanyeol melihat sosok wanita yang pernah ia lihat sebelumnya. Sosok yang ada didalam foto kartu identitas yang dia temukan tadi.

Ya karena ruangan bagian divisi hanya disekat dengan kaca. Chanyeol tiba-tiba berhenti begitu juga orang-orangnya. Dia nampak heran, apa yang dilakukan yeoja itu disini karena chanyeol belum pernah melihatnya di kantor ini.

“Junmyoen.. yeoja itu siapa dia?” Chanyeol menunjuk sarang yang sedang berada di meja kerjanya yang nampak sedang beradaptasi dengan tempat kerjanya saat ini.

“Hmmm sepertinya dia pegawai bagian humas yang baru masuk hari ini.”

“Begitukah? Aku ingin bertemu dengannya,” lanjut chanyeol “bawa dia datang ke ruanganku.” Junmyeon nampak heran dengan perintah chanyeol, tidak biasanya dia berurusan dengan pegawai. Karena chanyeol selalu menyerahkan semuanya pada junmyeon. Chanyeol terlalu sibuk mengurusi urusan penting tentang perusahaan.

Author *pov* end

 

Sarang *pov*

Aku tak bisa hentikan senyumku yang terus mengembang hari ini. Akhirnya aku mempunyai pekerjaan yang tetap, di perusahaan terbesar Korea selatan. Aku bersyukur dengan ini, selama ini aku bekerja keras untuk menopang hidupku

Sendiri dan sekarang inilah pencapaianku. Aku harus bekerja dengan baik disini. Atasan dan rekan kerjaku juga menerimaku dengan baik, tapi aku sangat sedikit risih d sini mereka semua selalu mencuri pandang padaku. Aku mencoba merapikan pakaian dan rambutku tapi tidak ada yang aneh. Memang bisa dibilang tubuhku cukup sexy dibanding wanita korea pada umumnya, makanya sooyoung selalu menyarankanku untuk memakai pakaian yang tidak terlalu ketat. Aku mencoba bercemin lewat ponsel dan tidak ada yang aneh dengan riasanku, karena memang aku tidak begitu suka berdandan.

“Kau sudah cantik.” Ketua Jang mengagetkanku dengan sedikit tertawa yang membuatku geli. Dengan usia ketua jang yang sudah sangat berumur.

Aku pun menaruh ponselku diatas meja. Aku sangat malu sekali, di jam kerja seperti ini aku malah berkaca sepertu wanita yang genit. Aku sangat gugup sekarang aku takut kalau ketua Jang akan menegurku, karena pada dasarnya aku sangat mudah gugup dan takut.

“Yoon sarang-shi, pergilah ke ruangan CEO park dia menyuruhmu menemuinya.. ” ketua jang masih memperlihatkan senyum lebarnya itu yang sekarang membuatnya seperti seorang pelawak didepanku.

“Ye? CEO?” Aigoo.. apa membuat suatu kesalahan dihari pertamaku bekerja? Kenapa CEO memanggilku?

 

Aku sekarang melangkah menuju ruang CEO, aku bingung kenapa dia memanggilku. Aku merasa gugup sekarang sangat gugup, kurasakan telapak tanganku berkeringat. Aku membuka knop pintu itu pelan dan langsung masuk.

“Saya Yoon sarang dari bagian humas, apa ada yang bisa sa.. ” aku tak bisa melanjutkan kata-kataku saat melihat siapa CEO yang dihadapanku.

Orang yang mobilnya aku tabrak.

‘Matilah kau sarang’ batinku.

Aku menundukan wajahku karena aku takut, malu dan merasa bersalah. Apa dia memanggilku karena masalah waktu itu?

“Yoon Sarang.. jadi kau adalah

Karyawanku?” Dia nampak tersenyum sinis padaku.

“Tuan Park maafkan aku.. tolong maafkan aku, aku akan segera mengganti kerugian itu..” aku memohon sambil berulang kali membukukan badanku padanya.

“10 juta.. ”

“Ye?”

“Kau berkata akan menggantinya kan? 10 juta itu yang harus kau bayar.” Aku bagai kena petir disiang bolong. Aku hanya bisa mematung dengan perkataanya itu.

“Ta tat.. tapi.. saya tidak punya uang sebanyak itu tuan.. ” aku sekuat tenaga menahan sesuatu yang akan keluar dimataku.

“Kalau begitu aku akan berikan

Penawaran padamu.”

“Penawaran seperti apa tuan.. ?” Kataku pelan

“Jadilah kekasihku.”

“Mwo.. ?”

 

-TBC-

Iklan

3 thoughts on “Sarang Love Story (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s