The Rocker That Holds Me (Chapter 2)

1454487662175

[REMAKE] The Rocker That Holds Me

 

by

 

TerryAnne Browning

 

Remake Fiction by :

CHANSSOFEEL

Main Cast :

Kim So Eun – Oh Se Hun

Other Cast :

Park Chan Yeol – Kim Jong In (Kai) – Wu Yi Fan (Kris)

Genre :

Romance, Novella

Rate :

Mature

Leght :

Chaptered

 

Disini ‘aku’ adalah main cast kita, Kim Soeun

 

 

 

 

Bab 2

 

Menyiapkan peralatan dan melakukan cek suara adalah hal-hal yang tidak mampu aku lakukan. Jadi, aku memilih untuk berurusan dengan urusan dibelakang panggung. Aku memastikan buffet makan malam telah tersaji rapi sehingga para priaku dapat makan sebelum mereka tampil malam ini. Kemudian aku mengecek daftarku tentang apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan diri menghadapi grup fans belakang panggung.

 

Kebanyakan dari mereka adalah perempuan, yang semuanya berharap untuk dapat berakhir di ranjang setidaknya salah satu anggota band Dragon’s Wings. Aku membenci satu persatu dari mereka, namun aku hanya memberi tatapan dingin meremehkan ke arah mereka sebagai gantinya. Mereka juga membenciku, karena siapapun yang menjadi penggemar Dragon’s Wings pasti tahu bahwa hanya aku perempuan yang berarti bagi semua anggota band.

 

Aku memastikan fans setia belakang panggung tetap menempati area yang disediakan untuk mereka dimana para keamanan mengawasi mereka laksana elang- untuk menghindari salah satunya masuk ke ruang ganti untuk sebuah ‘seks kilat’ atau lebih parahnya untuk mencari ketenaran karena telah berhasil membunuh seorang rocker terkenal- sementara aku memastikan para priaku sudah diurus dengan baik. Aku lega ketika melihat mereka makan di kamar gantinya. Begitu pula dengan Kris, walau dia tetap membuatku menggelengkan kepalaku saat aku melihat dia lebih memilih minum Jack Daniel’s dibanding soda ataupun air putih.

 

Aku mengambil botol itu dari tangannya dan menggantinya dengan sebotol air dingin dan berbalik untuk melihat apakah yang lain membutuhkan sesuatu. Ketika mereka telah selesai makan, aku membuang piring mereka ke tempat sampah dan memastikan bahwa mereka telah memegang sebotol Air ataupun Gatorade. Mereka butuh cairan karena sebuah konser selalu menghabiskanya. Terutama Sehun yang bernyanyi sambil berlari di atas panggung.

 

Aku menatap mereka satu persatu, menikmati ketampanan sejati mereka masing-masing. Kris dan Kai dengan rambut cokelat gelapnya dan mata hitam besarnya. Mereka begitu tampan dengan struktur wajah yang tegas dan tubuh langsing berotot yang ditutupi tato. Chanyeol dengan kepala merahnya dan mata besar biru yang bisa berubah sesuai emosinya. Dia besar, dengan semua ototnya yang membuncah keluar, membuat orang terkagum-kagum akan dirinya yang entah bagaimana dapat memainkan drum dengan begitu lancar dengan otot-ototnya.

 

Untuk beberapa detik lebih lama aku membiarkan mataku menatap Sehun. Dengan suaranya yang mampu mengacaukan wanita luar dalam, dan sepasang mata hitamnya yang sebagian tersembunyi di balik tirai lembut bulu mata hitam dan tebal, tidak banyak wanita yang mampu untuk mengatakan bahwa seorang Oh Sehun tidak mempengaruhi gairah mereka bahkan hanya secuil sekalipun. Tubuh langsing berotot dengan wajah yang membuat para Dewa menangisi hari kelahirannya dan tubuh setinggi dengan para saudara band yang lainnya, dia telah membuat seluruh penggemar yang mengikuti Dragon’s Wings karena cinta, nafsu maupun iri kepadanya.

 

“Jadi yang mana malam ini? Pirang, cokelat atau rambut merah?” aku bertanya sambil menaikkan alisku dan senyuman tipis dibibirku. Kai menyeringai ke arahku dari sofa tempat dia berbaring. “Aku akan mengambil salah satu dari masing-masing mereka.”

 

Aku memutar mataku padanya. Dari mereka berempat, Kai adalah playboy terbesar. Membawa satu persatu dari tiap tipe wanita menurutnya “ringan”. “Hmm…ada banyak pilihan sih, tapi seperti biasa pasti yang pirang yang lebih banyak. Tolong berhati-hatilah.” Aku menatap Kai penuh arti. “Kau sudah bersiap, kan?”

 

“Soeun!” nampak sedikit rona merah dipipinya. Aku terus menatapnya sambil mengangkat alis. Akhirnya dia membuang muka. “Aku punya kondom,” gumamnya.

 

Yang lain hanya tertawa mengejek. Aku mengabaikan mereka ketika berbalik ke pintu. “Kalian punya wawancara jam 9 pagi besok. Aku telah mengatur agar kita dapat menggunakan salah satu ruang pertemuan sesampainya kita di hotel. Jadi, kumohon bawa badanmu keluar dari kamarmu sebelum aku menggedor pintu kamar kalian.” Aku tahu aku harus memperingatkannya sekarang sebab aku takkan bisa membayangkan akan dapat bertemu mereka lagi setelah konser hingga pagi menjelang. “Kris, jangan buat aku memandikanmu di pagi hari. Secepatnya bersihkan badanmu dari aroma pelacur dan minuman.”

 

“Oh Tuhan, Soeun!” Dia berteriak kepadaku. “Kenapa kau hanya memarahiku hari ini?”

 

Aku berhenti sejenak di pintu dan berbalik untuk melotot padanya. “Tolong lakukan saja, Kris.”

 

Dia menggerutu dan aku merasa sedikit buruk karena memperlakukannya begitu kejam. Tapi dia seorang pria dewasa dan lebih sering daripada tidak aku memandikannya karena dia terlalu mabuk atau terlalu melayang untuk melakukannya sendiri.

 

Konser hampir selesai ketika aku merasakan ponselku bergetar. Aku mengambilnya dari kantong belakang celanaku dan melihat nama manajer Dragon’s Wings. Dia menyukaiku karena aku melakukan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Sementara dia enak-enakan tidur di rumahnya, di ranjang besarnya yang nyaman, aku disini bekerja keras untuk para priaku.

 

“Apa yang kau inginkan?” Bentakku sambil mendekatkan ponsel ke telingaku, berjalan menjauh dari panggung sehingga aku bisa lebih jelas mendengarkannya daripada suara band.

 

Suho tertawa, membuatku ingin menampar wajah tampannya. “Siapa yang mengencingi cherrio-mu?”

 

“Aku sedang kesal,” sungutku padanya, tidak yakin mengapa aku jadi pemarah sore ini. Tapi dia seharusnya sudah terbiasa dengan sifatku ini. Aku benci dia! “Apa yang kau inginkan?”

 

“Seperti biasa…Dominasi dunia…Miliaran Dollar. Dan sebuah band yang membuatku terlihat bagus. Aku punya beberapa dari hal yang terakhir aku sebutkan tadi.” Aku memutar mataku. Dragon’s Wings adalah band paling keren yang ditanganinya. Mereka lebih dari membuatnya tampak bagus. Mereka membuat orang-orang berpikir betapa jeniusnya dia “menemukan” mereka. “Sehun mengatakan bahwa dia ingin mengambil waktu liburan musim panas, jadi aku hanya ingin memberitahumu bahwa Tur “’Other World Dragon’s Wings’ telah aku pindahkan ke bulan September.”

 

Ini mengejutkanku. Sehun tidak pernah menyebut apapun tentang liburan musim panas. Kenapa dia tidak memberitahuku? Aku menatap tajam ke belakangku, berharap aku bisa mendapatkan jawaban dari Sehun sekarang. Tapi sepertinya hal itu harus menunggu. Semenjak tur musim panas dipindahkan, kami hanya memiliki waktu beberapa minggu ke depan untuk menyelesaikan tur di Jepang.

 

“Oke,” jawabku pada Suho. “Kirimkan padaku rincian jadwal barunya. Aku akan memastikan semuanya diurus dengan baik.”

 

“Aku tahu kau bisa. Karena itu aku sangat menyayangimu, Tuan Putri. Kau membuat hidupku lebih mudah.”

 

Aku menggertakan gigi. “Jangan panggil aku Tuan Putri!” Aku berteriak padanya dan mengakhiri pembicaraan. Aku sangat tidak menyukai si brengsek itu. Dan aku tidak suka dipanggil Tuan Putri.

 

Si brengsek itu tahu, tapi dia selalu melakukannya setiap kali ada kesempatan.

 

Suara Sehun di panggung menyadarkanku dari kebencianku kepada Suho dan aku mengalihkan perhatianku kembali kepada para priaku. Suara Sehun sungguh membuat populasi para wanita mabuk kepayang.

 

Ketika salah satu speaker berdentum keras tak sengaja di dekatku, aku segera tersentak sadar dari lamunan penuh hasratku dan segera mencari kesibukan. Aku tidak bisa membiarkan orang lain mengetahui bagaimana Sehun mempengaruhiku. Aku tahu bahwa dia tidak merasakan hal yang sama. Untuknya dan para pria yang lain aku adalah adik kecil perempuan mereka. Mereka akan menyerahkan nyawanya untukku, sama seperti yang akan kulakukan untuk mereka.

 

Perpaduan antara parau dengan serak dan rayuan merupakan belaian pada tempat kegelapan diantara kedua kaki wanita. Aku jauh daripada kebal pada suara itu dan malah menemukan diriku membiarkan hasratku padanya terlihat saat aku berdiri disana menonton pertunjukan band mereka.

 

Dan bila pada Sehun aku tidak lain hanyalah gadis kecil yang telah dia rawat sepanjang 16 tahun masa hidupnya. Aku mengabaikan perasaanku karena aku tahu bahwa bukan aku yang diinginkannya. Kebahagiaannya lebih penting daripada kebahagianku.

 

Dengan bibir gemetar, aku meyakinkan diriku untuk tidak mendengarkannya bernyanyi lagi di sisa malam ini.

 

***

 

Aku tidak pernah menjadi penyuka muntah. Aku telah membersihkan lebih banyak muntahan orang lain daripada diriku sendiri selama bertahun-tahun. Sebagian besar muntahan ibuku, dalam beberapa tahun terakhir ini para priaku – terutama Kris. Tapi aku sendiri? Aku hanya melakukannya beberapa kali seumur hidupku.

 

Pagi ini adalah salah satunya.

 

Aku tahu bahwa aku takkan bisa menahannya secepat mungkin saat aku turun dari tempat tidur. Perutku memberiku peringatan dua detik sebelum aku mencoba untuk melompat dari tempat tidur. Aku melakukannya di ujung tempat tidur sebelum aku membersihkan semua sedikit makanan yang aku paksakan untuk ditelan sehari sebelumnya. Baunya sangat tidak mengenakan daripada melihatnya.

 

Secepatnya ketika aku bisa sedikit menguasai refleks mualku, aku berlari ke dalam toilet sehingga aku bisa menyelesaikannya. Rambutku menghalangi pandanganku dan aku memuntahi rambutku juga sebelum aku bisa menyingkirkannya dari wajahku. Baunya membuatku mual dan aku muntah sampai aku kehabisan nafas. Air mata bercucuran di wajahku, alisku berkeringat dan perutku terasa bergulung.

 

Aku berdoa kepada setiap Tuhan yang kuketahui dan memohon ampun. Tidak ada yang terjadi. Bahkan aku harus memaksa diriku untuk berdiri sendiri pada kakiku yang goyah dan memegang mulutku dibawah kran air sampai aku bisa menghilangkan sebagian besar rasa pahit di dalam mulutku. Aku ingin mandi tetapi pertama aku harus membersihkan kekacauan di kamar tidur sebelum aku melakukannya.

 

Ketika akhirnya aku mandi aku merasa lebih baik setelahnya. Tetapi aku terlambat sehingga tetap membiarkan rambutku basah dan tergesa-gesa berpakaian sebelum membangunkan para priaku.

 

Aku tidak terkejut ketika menemukan Kai masih diselimuti gadis-gadis ketika aku membuka pintu kamar hotelnya. Aroma seks didalam ruangan sangat kental membuat perutku protes, tetapi aku menelan rasa pahit di mulutku dan menyeretnya keluar dari bawah ketiga gadis. Tanganku mengepal di rambutnya dan aku menyentakknya sampai ia berdiri. “Cepat mandi!” perintahku, sedang tidak ingin berurusan dengan para gadis nakal setelah mengalami pagi seperti tadi. “Aku memberikan ceramah pada Kris tentang hal ini, tetapi ternyata kau yang harus aku urus pagi ini.”

 

“Soeun-ah!” Kai protes ketika aku memaksanya berjalan pancuran air berdiri dan memutar air dingin dengan kekuatan penuh. “Sialan!”

 

“Turun ke lantai bawah dalam sepuluh menit!” Aku berteriak padanya sebelum membanting pintu kamar mandi di belakangku. Para pelacur di tempat tidur terbangun dan aku membelalak jijik pada mereka. “Ambil baju kalian dan keluar. Kalian mempunyai waktu dua menit sebelum keamanan melempar kalian keluar, berpakaian atau telanjang. Aku tidak perduli.”

 

Chanyeol masih tidur ketika aku berjalan ke dalam kamarnya. Aroma seks masih tertinggal di dalam kamar tetapi dia sendirian di tempat tidur. Aku bahkan tidak mencoba membangunkannya dengan lembut. Aku mengisi air ke dalam gelas dan membuangnya ke kepalanya. “Aku bangun. Aku bangun.” Dia megap-megap.

 

“Bagus!” Aku membentak lalu meninggalkannya untuk bersiap.

 

Aku terkejut menemukan Sehun sudah bangun. Ketika aku meletakkan kunciku di pintunya ternyata sudah terbuka. Dia sudah berpakaian. Rambutnya yang tebal sudah tertata. Seperti biasa melihatnya aku merasakan sakit di tempat yang tidak seharusnya sakit. Dahinya berkerut khawatir saat melihatku. “Soeun-ah. Merasa lebih baik, baby girl?”

 

Berlari kesana kemari membuatku pusing dan perutku masih protes. Tetapi aku tidak ingin berdebat dengannya. Jika dia tahu aku sakit, dia akan memaksaku untuk pergi ke dokter. Itu tidak akan terjadi. “Terima kasih sudah bangun.” Gumamku.

 

“Sso…” Dia memanggil pelan ketika aku meninggalkannya.

 

Aku mengabaikannya dan melangkah ke lift dan pergi ke lantai atas. Kamar Kris berbau keringat, minuman keras dan seks. Tapi untungnya gadis atau beberapa gadis mengingat jumlah bungkus kondom di atas lantai di samping tempat tidur lenyap. Dia sepertinya sudah bangun ketika aku masuk ke dalam. Tentu saja karena kepalanya ada di dalam toilet. Suara muntahannya membuat refleks muntahku bereaksi dan aku muntah ke dalam wastafel. Cairan pahit hijau adalah semua yang dapat kuhasilkan dan aku memutar keran air sehingga aku dapat menelan beberapa tegukan air. Setidaknya sekarang aku mempunyai sesuatu untuk di keluarkan.

 

Tangan Kris yang berkeringat menyentuh punggungku. “Sso?” Suaranya parau memanggil namaku dan aku melihat sekilas kepadanya, menyeka keringat dari atas bibirku. “Kau tidak apa-apa?”

 

Aku memberinya senyum lemah. “Sepertinya kita berdua mengalami pagi yang buruk.” Gumamku.

 

Dia mengerang saat berdiri. Pantatnya telanjang tapi tak ada satupun dari kami perduli. Aku telah melihat setiap inci dari tubuh para priaku. Tidak ada yang memalukan dari bagian tubuh kami.… Tidak ada satupun yang mengedipkan mata ketika kami melihat satu sama lain telanjang. Oke mungkin aku mengedipkan mata sekali atau dua kali ketika aku melihat Sehun telanjang, tapi aku tidak akan membiarkan mereka tahu. “Kau tidak pernah sakit.”

 

Aku mengangkat bahu. “Aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pergi mandi, oke?” Dia mengangguk dan aku berbalik pergi. “Sikat gigimu.” Aku mengingatkannya.

 

***

 

Sepuluh menit kemudian mereka telah duduk di sofa panjang di ruang pertemuan. Hidangan makanan pagi telah disiapkan. Aku mencoba bernafas melalui mulutku untuk mengatasi aroma yang tidak mengenakan. Biasanya aku akan menyiapkan sepiring makanan dan secangkir kopi, tetapi pagi ini aku rasa aku tidak bisa berurusan dengan itu dan tidak muntah. Untungnya tidak ada satupun dari mereka perduli bahwa aku tidak menyiapkan segala kebutuhan mereka.

 

Wartawan dari majalah Rock Seoul telah mulai mengajukan pertanyaan pada mereka. Kurus dengan kacamata tebal dan suara sengau membuatku saraf bawahku merinding mendengar setiap perkataan yang diucapkan dari mulutnya, aku heran bagaimana laki-laki seperti ini bisa menjadi wartawan di dunia musik rock. Mungkin mempunyai seseorang ayah orang penting. Aku tidak yakin dan aku tidak perduli.

 

Dia seseorang yang ingin mengetahui apa yang juga ingin diketahui semua fans Dragon’s Wings. Bagaimana mereka bertemu? Apa makna signifikan dari nama band? Apa yang mereka lakukan saat musim panas? Kapan mereka akan membuat album baru?

 

Seperti yang selalu mereka lakukan mereka tidak pernah menjawab dua pertanyaan pertama dari orang tersebut. Tidak ada yang tahu dari mana mereka berasal atau bagaimana kehidupan mereka sebelum terkenal; kebanyakan merupakan bentuk perlindungan mereka padaku karena gaya hidup ibuku yang tidak menyenangkan walaupun kehidupan masa kecil mereka juga tidak begitu bahagia. Tetapi mereka selalu menceritakan secara detil tentang musim panas dan lagu-lagu baru yang Chanyeol sedang kerjakan untuk album mereka selanjutnya. Sejam kemudian lelaki itu berdiri dan pergi. Setelah berjabat tangan dengan semua orang dia berbalik padaku. “Jadi bagaimana rasanya kamu bekerja untuk Dragon’s Wings?”

 

“Soeun bukan pembantu.” Chanyeol memberitahu pria itu, yang mana kami semua sudah tahu bahwa pria itu sudah mengetahuinya.

 

“Wawancaramu telah selesai.”

 

Nada peringatan tegas dan jelas dari suara sang drumer dan membuat wartawan itu segera kabur. Chanyeol bisa mejadi si ’kepala panas’, mudah marah dalam satu waktu dan cepat melayangkan sebuah tinju. Aku harus menjamin dia untuk keluar beberapa kali dari penjara karena ia terlibat perkelahian.

 

Aku menunggu beberapa saat untuk memastikan pria itu pergi sebelum aku berhadapan dengan mereka. “Aku ingin meminta maaf karena bersikap mengesalkan kemarin dan pagi ini.” Aku mengatakan pada mereka, penuh penyesalan. Aku tidak sering bersikap mengesalkan pada para priaku. Sejujurnya aku bisa menjadi seorang ratu jahat jika aku mau, tetapi bukan pada mereka.

 

“Duduk, Sso. ” Chanyeol memerintahkan padaku. Ketika aku hanya berdiri, dia menarik tanganku dan mendorongku ke sofa diantara dia dan Sehun. “Kita perlu bicara.”

 

Aku menggigit bibirku, takut jika mereka membuatku pergi ke dokter. Atau berteriak padaku. Dari kedua pilihan aku pikir aku memilih diteriaki, tapi keduanya tetap akan membuatku menangis. Tangan Sehun membungkus disekitar pundakku, jarinya bermain di ujung rambutku yang masih basah. Ini menenangkan dan hanya dengan berada didekatnya membuatku aman dan dicintai. “Soeun-ah, kami bisa melihat jika kau mulai lelah. Ini tidak apa-apa. Kita semua seperti itu. Itu sebabnya kami memutuskan berlibur di musim panas.”

 

“Aku sudah tahu bahwa kau merencanakan liburan musim panas ini.” Aku memutar mataku padanya. “Suho menelponku kemarin malam.” Aku mengatakan padanya ketika ia terlihat bingung. “Kita akan tur ke Jepang dan tur Otherworld dimulai bulan September.”

 

“Suho sialan.” Chanyeol bergumam. “Kami ingin mengejutkanmu.”

 

“Ngomong-ngomong…Kami berfikir untung menyewa sebuah rumah di suatu tempat. Tetapi kami pikir kau yang ingin memilihnya.” Sehun tersenyum padaku, senyumnya selalu membuatku hatiku nyeri untuk sesuatu yang tidak mungkin aku miliki. “Dimanapun di dunia ini yang kau inginkan, Sso. Pilih sebuah tempat, temukan sebuah rumah untuk kita dan dimana kami bisa menghabiskan musim panas kita.”

 

Daguku bergetar. Aku lega mereka tidak berteriak, bahwa aku tidak dikhianati Kris mengadukan keadaanku tadi pada yang lain dan mereka tidak memaksaku untuk pergi ke dokter. Jadi kenapa tiba-tiba aku terisak-isak?

 

 

 

TBC (Tepok Bokong Chanyeol)

 

 

 

Kalo masih pada bingung dengan umur cast disini :

 

Kim So Eun – 21 tahun

Oh Se Hun – 29 tahun

Park Chan Yeol – 29 tahun

Kim Kai – 29 tahun

Wu Kris – 29 tahun

 

Kenapa para namja disini ‘dituakan’ dari umur sebenarnya? Ini hanya untuk kepentingan cerita:) bayangin aja wajah mereka sedikit lebih ‘dewasa’ dari umur asli mereka hehe:D

 

Thanks for reading~

 

XOXO

 

CHANSSOFEEL

 

04.02.2016

6 thoughts on “The Rocker That Holds Me (Chapter 2)

  1. Updatenya cepet bangett😄

    oooh mereka semua pervert, ga ada yg alim kan? Suka ih sama sikap kris ke sso.. Perhatian tapi ga bener2 menaruh perasaan cinta ke sso eun. Dan perlu di jelasin lah gimana sso bisa jatuh cinta sama sehun? Apa penyebabnya…

  2. Ooo ternyata so eun memang sudah spt adik bagi anggota dragon wings.tapi sptnya sso menyukai sehun.ga sabar nunggu part selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s